Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang dapat dinikmati oleh publik tanpa harus
mengeluarkan biaya. Dengan kata lain, barang/jasa publik adalah fasilitas yang diberikan
oleh pemerintah untuk publik/masyarakat secara umum tanpa masyarakat tersebut
mengeluarkan biaya untuk dapat menikmatinya. Jasa publik disediakan secara seragam
kepada seluruh pengguna diseluruh daerah dan seluruh masyarakat dapat memanfaatkan jasa
ini. Namun demikian, bukan berarti bahwa penyedian jasa publik ini tanpa menimbulkan
biaya. Sebuah proses publik digunakan dalam menentukan jumlah yang harus disediakan dan
distribusi biaya kepada para individu. Pemerintah terlihat dalam penyediaan barang dan jasa
publik karena kegagalan mmekanisme pasar.
Pemberian pelayanan publik pada dasarnya dapat dibiayai melalui dua sumber, yaitu
pajak dan pembebanan langsung kepada masyarakat sebagai konsumen jasa publik
(Mardiasmo, 2009). Tentu saja dalam penentuan harga pelayanan publik ini yang namanya
pemerintah memiliki andil yang sangat besar. Dengan adanya keterlibatan pemerintah
diharapkan dalam penentuan harga barang publik, adalah ingin meningkatkan baik effisiensi
alokas sumber daya maupun keadilan dalam distribusi pendapatan.
Pemerintah akan terlibat dalam penyediaan barang pribadi untuk memproteksi
masyarakat dari penipuan, kepastian tersedianya jasa, maupun keseragaman kualitas jasa.
Semua keterlibatan pemerintah ini ditunjukkan untuk mencapai penentuan harga yang efisien.
Tujuan kebijakan harga oleh mencakup tindakan-tindakan yang perlu agar pasar bekerja lebih
baik, termasuk memperbaiki arus informasi atau mengurangi unsur-unsur monopoli dan
batasan-batasan dalam masukknya perusahaan-perusahaan baru dalam pasar.
1.1.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DAN MANAJEMEN PELAYANAN
SWASTA/BISNIS.
Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ( Meneg PAN ) Nomor 63/
KEP/M.PAN/7/2003, memberikan pengertian pelayanan publik yaitu segala kegiatan
pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya
pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan
perundang undang. Fungi pelayanan publik adalah salah satu fungsi fundamental yang harus
diemban pemerntah di tingkat pusat maupun daerah. Fungsi ini juga diemban oleh
BUMN/BUMD dalam memberikan dan menyediakan layanan jasa dan/ atau barang publik.
Dalam konsep pelayanan dikenal dua jenis pelaku pelayanan, yaitu penyedia layanan dan
penerima layanan. Menurut Barata (2003) penyedia layanan atau service provider adalah
pihak yang dapat memberikan suatau layanan tertentu kepada konsumen, beruapa layanan
dalambentuk

penyediaan

dan

penyerahan

barang

(goods)

maupun

jasa-jasa

(service).penerima layanan adalah pelanggan (consumer) yang menerima layanan dari


penyedia layanan.
Adapun berdasarkan status keterlibatannya dengan pihak yang melayani terdapat 2
(dua) golongan pelanggan yaitu :
1) Pelanggan internal adalah orang-orang yang terlibat dalam proses penyediaan jasa
atau proses produksi barang, sejak dari perncanaan, pencitraan jasa atau pembuatan
barang sampai dengan pemasaran barang, penjualan dan pengadministrasiannya.
2) Pelanggan eksternal adalah semua orang yang berada diluar organisasi yang
menerima layanan penyerahan barang.
Pada prinsipnya pelayanan publik berbeda dengan pelayanan swasta. Namun demikian
terdapat persamaan di antara keduanya, yaitu:
a) Keduanya berusaha memenuhi harapan pelanggan dan mendapakan kepercayaannya.
b) Kepercayaan pelanggan adalah jaminan atas kelangsungan hidup organisasi.
Karakteristik khusus dari pelayanan publik yang membedakannya dari pelayanan swasta
adalah sebagai berikut :
2

a) Sebagian besar layanan pemerintah berupa jasa, barang tak nyata, misalnya perizinan,
sertifikat, peraturan, informasi keamanan, kerertiban, kebersihan, transportasi dan
sebagainya.
b) Selalu terkait dengan jenis pelayanan-pelayanan yang lain, dan membentuk sebuah
jalinan sistem pelayanan yang berskala regional atau bahkan nasional
c) Pelanggan internal cukup menonjol, sebagai akibat dari tatanan organisasi pemerintah
yang cenderung birokratis. Dalam dunia pelayanan berlaku prinsip utamakan
pelanggan eksternal lebih dari pelanggan internal, namaun situasi nyata dalam hal
hubungan antar lembaga pemerintah sering memojokkan petugas pelayanan agar
mendahulukan pelanggan internal.
d) Efesiensi dan efektifitas pelayanan akan meningkat seiring dengan peningkatan mutu
pelayanan, semakin tinggi mutu pelayanan bagi masyarakat semaki tinggi pula peran
serta masyarakat dalam kegiatan pelayanan.
e) Masyarakat secara keseluruhan diperlakukan sebagai pelanggan tidak langsung yang
sangat berpengaruh kepada upaya-upaya pengembangan pelayanan.
f) Tujuan akhir dari pelayanan publik adalah terciptanya tatatan kehidupan masyarkat
yang berdaya untuk mengurus persoalannya masing-masing.
Savas (1987) mengelompokkan jenis-jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat
dan individu ke dalam 4 ( empat ) kelompok berdasarkan konsep exclusion dan comsumtion
dalam hal pengelolaan penyedia pelayanan publik. Cirri dari exclusion akan melekat pada
barang/jasa jika pengguan potensinya dapat ditolak menggunakannya. Kecuali jika yang
bersangkutan dapat dipindah tangankan apabila terjadi kesepakatan antara pembeli dan
pemasok. Sedangkan dari segi consumption adalah barang konsumsi merupakan barang atau
jasa yang dapat diperguanakan secara bersama-sama atau kolektif oleh banyak oaring tanpa
ada pengurangan kualitas maupaun kuantitasnya.
exclusion
Konsumsi individual
Mudah mencegah orang lain Barang privat

Konsumsi kolektif
Barang semi publik

untuk ikut menikmati


Sulit mencegah orang lain Barang semi privat

Barang publik

untuk ikut menikmati


1. Barang Privat
Barang adan jasa jenis ini dikonsumsi secara individual dan tidak dapat diperoleh oleh si
pemakai tanpa persetujuan pemasoknya. Bentuk persetujuannya bisa dilakukan dengan
penetapan dan negosiasi harga tertentu.serta transaksi pembelian. Contoh makana, pakaian

2. Barang semi privat


Barang dan jasa jenis ini dikonsumsi secara individual, namun sulit mencegah siapa pun
untuk memperolehnya meskipun mereka tidak mau membayar, atau biasa disebut jugan
dengan barang semi privat. Contoh, pembelian radio ketika dinyalakan, si pemilik tidak dapat
mencegah orang lain untuk tidak ikut mendengarkan.
3. Barang semi publik
Barang dan jasa jenis ini umumnya digunakan secara bersama-sama namun si pengguna
harus membayar dan merekea yang tidak dapat/ mau membayar dapat dengan mudah dicegah
dari kemungkinan menikmati abarang tersbut. Semakin sulit atau mahal mencegah seorang
konsumen potensial dari pemamfaatan toll goods semakin serupabarang tersebut dengan ciri
barang publik. Contoh jalan told an jembatan timbang.
4. Barang publik
Barang dan jasa ini umunya digunakan secara bersama-sama dan tidak mungkin mencegah
siapa pun untuk menggunakannya, sehingga masyarakat ( pengguna ) pada umumnya tidak
bersedia membayar berapa pun tanpa dipaksa untuk memperoleh barang misalnya jalan raya
dan taman.
Dari keempat pengelompokan barang tersebut penyediaan jenis barang privat dan
semi privat dapat murni dilakukan oleh swasta.sedangkan penyediaan barang semi publik
dapat dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta. Khusus untuk penyediaan jenis barang
publik haruslah oleh pemerintah.
Dalam keputusan Menpan nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 Tentang pedoman umum
penyelenggaraan pelayanan publik, pengelompokan pelayanan publik secara garis besar
adalah :
a. Pelayanan administrative
b. Pelayanan barang
c. Pelayanan jasa
Pelayanan publik identik dengan representasi dari ekseistensi birokrasi pemerintahan, karena
berkenaan langsung dengan salah satu fungsi pemerintah, yaiu memberikan pelyanan. Oleh
karenanya sebuah kualitas pelayanan publik merupakan cerminan dari sebuah kualitas
birokrasi pemerintah. Selain itu dalam paper-nya yang berjudul Management in the Publik
4

Domain,Stewart & Ranson (1998) secara umum menggambarkan perbedaan manajemen


pelayanan pada sektor swasta.
1) Sektor swasta lebih mendasarkan pada pilihan individu dalam pasar. Organisasi di
sektor swasta dituntut untuk dapat memenuhi selera dan pilihan individual untuk
memenuhi keputusan tiap-tiap individu pelanggan. Keadaan seperti itu berbeda
dengan yang terjadi disektor publik. Sektor publik tidak mendasarkan pada pilihan
individual dalam pasar tetapi pilihan kolektif dalam pemerintahan. Organisasi
sektor publik mendasarkan pada tuntutan masyarakat yang sifatnya kolektif
(masa).
2) Karakteristik sektor swasta adalah di pengaruhi hukum permintaan dan penawaran
( supply and demand ). Permintaan dan penawaran tersebut akan berdampak pada
harga suatu produk barang atau jasa. Sementara itu, penggerak sektor publik
adalah karena kebutuhan sumber daya. Adanya kebutuhan masyarakat terhadap
sumber daya,

seperti air bersih, listrik, keamanan, kesehatan, pendidikan, dan

sebagainya menjadi alasan utama bagi sektor publik untuk menyediakannya.


3) Manajemen di sektor swasta bersifat tertutup terhadap akses publik, sedangkan
sekor publik bersifat terbuka untuk masyarakat terutama yang terkait dengan
manajemen pelayanan. Dalam organisasi sektor publik, informasi harus diberikan
kepada publik seluas mungkin untuk meningkatkan tranparansi dan akuntabilitas
publik sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima seluruh masyarakat
secara menyeluruh. Sementara itu disektor swasta informasi yang disampaikan
kepada publik relative terbatas.
4) Sektor swasta berorientasi pada keadilan pasar ( equity of market ). Keadilan
pasar berarti adanya kesempatan yang sama untuk masuk pasar. Sektor swasta
berkepentingan untuk menghilangkan hambatan dalam memasuki pasar. Keadilan
pasar akan terjadi apabila terdapat kompetisi yang adil dalam pasar sempurna,
yaitu dengan tidak adanya monopoli dan monopsoni.
5) Tujuan manajemen pelayanan sektor swasta adalah untuk mencari kepuasan
pelanggan, sedangkan sektor publik bertujuan untuk menciptakan keadilan dan
kesejahteraan sosial. Sektor publik dihadapkan pada permasalahan keadilan
distribusi, kesejahteraan sosial, sedangkan sektor swasta tidak dibebani tanggung
jawab untuk melakukan keadilan distributive seperti itu.
6) Organisasi sektor swasta memiliki konsepsi bahwa pelanggan adalah raja.
Pelanggan merupakan penguasa tinggi. Sementara itu, dalam organisasi sektor
publik kekuasaan tertinggi adalah masyarakat.
5

7) Persaingan dalam sektor swasta merupakan instrument pasar, sedangkan dalam


sektor publik yang merupakan instrument pemerintahan adalah tindakan kolektif.
Keadaan inilah yang menyebabkan sektor publik tidak bisa menjadi murni pasar
akan tetapi bersifat setengah pasar.
Kekuatan sektor swasta adalah kekuatan pasar, sehingga kekuatan pasar yang akan
memaksa orang membeli atau keluar dari pasar. Sektor swasta bisa membebankan harga yang
berbeda untuk pelanggan yang berbeda dan hal ini tidaka akan mengundang protes berupa
demonstrasi.
2.2 PENENTUAN HARGA PELAYANAN PUBLIK
Dalam penentuan kebijakan penetapan harga barang dan jasa publik, ternyata tidak terlepas
dari proses politik. Karena pemerintah memiliki andil yang besar dalam penentuannya, proses
politik diperlukan dalam menentukan :
a) Berapa jumlah barang publik yang harus disediakan ; dan
b) Bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya yang akan menjadi
tanggung jawab para individu.
Dalam penentuan harga pelayanan publik pemerintah perlu turun tangan untuk menjamin
bahwa manfaat eksternal juga perlu dipertimbangkan. Faktor eksternal yang dimaksud adalah
faktor-faktor yang berada diluar lingkungan perusahaan/lembaga pemerintah pelayanan
publik yang dapat mempengaruhi perubahan kebijakan harga barang atau jasa publik,
contohnya kondisi pasar,ekonomi, politik dan lain-lain.
Dalam menentukan harga pelayanan publik, pemerintah mempertimbangkan beberapa
tujuan terkait dengan penyediaan barang atau jasa. Tujuan tersebut antara lain :
a) Dapat dijual dengan harga pasar
b) Dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar;
c) Diberikan secara gratis kepada para konsumennya.
Masing-masing keputusan akan mempunyai konsekuensi. Sebagai contoh, meskipun
keputusan memberikan secara gratis kepada masyarakat akan memaksimalkan penggunaan
barang atau jasa oleh masyarakat. Cara ini menmbulkan biaya yang sangat tinggi yang harus
ditanggung oleh pemerintah. Dengan kata lain, contoh tersebut menggambarkan kondisi yang
tidak efisien bagi penyediaan barang dan jasa oleh pemerintah.

Keputusan penentuan harga oleh pemerintah ditunjukan untuk memperbaiki alokasi


sumber daya ekonomi pada sektor publik. Dalam perekonomian, tingkat harga merupakan
suatu tanda tingginya nilai yang merupakan kesediaan konsumen untuk membayar atas
barang yang dihasilkan oleh produsen, sekaligus tingginya biaya untuk menghasilkan barang
tersebut oleh produsen.
Ketidakefisienan atau pemborosan akan terjadi apabiala dipandang dari ilmu ekonomi
yaitu konsumen menilai barang atau jasa yang disediakan oleh pemerintah terlalu mudah
diperoleh. Contoh yang digunakan adalah penyediaan publik utilities oleh pemerintah seperti
air minum dan listrik. Pemerintah tidak diharapakan untuk memperoleh keuntungan dari
penyediaan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak itu, sehingga pemerintah dapat
menetapkan harga tertinggi. Pemerintah hanya menutup biaya totalnya yang mengakibatkan
perusahaan-perusahaan pemerintah penyediaan barang utilitas publik akan tetap berjalan
tanpa mengalami kerugian.
Akan tetapi, situasi penyediaan utilitas publik tersebut diatas tidak berlaku untuk
seluruh barang dan jasa yang disediakan oleh pemerintah. Perusahaan yang mengelola utilitas
publik yang harus menjual produksinya tanpa memperoleh keuntungan sama sekali akan
menghadapi permasalahan dalam jumlah tertentu. Pemerintah akan menetapkan jumlah
keuntungan maksimal, kemudian konsumen akan membayar jumlah diatas nilai yang
ditetapkan sebelumnya pada saat zero profit. Pada konsumen tidak terlalu dibebankan tingkat
harga yang terlalu tinggi, tetapi produsen masih dapat melakukan perluasan usaha untuk
menambah investasinya.
Penentuan harga dengan metode inilah yang harus dipertimbankan dalam
pengambilan keputusan penyediaan barang publik oleh pemerintah. Kajian-kajian harus
dilakukan utuk memperoleh kebijakan yang tepat sasaran, artinya perusahaan penghasil
utilitas publik diwajibkan membatasi keuntungan yang harus diperoleh oleh perusahaanperusahaan tersebut, mengingat tugas pemerintah dalam pnyediaan barang dan jasa yang
dibutuhkan oleh masyarakat.

2.3 PELAYANAN PUBLIK YANG DAPAT DIJUAL


Dalam Mardiasmo (2009) disebutkan bahwa pemerintah dapat dibenarkan menarik
tarif untuk pelayanan tertentu baik secara langsung atau tidak langsung melalui

perusahaan milik pemerintah. Disebutkan pula beberapa pelayanan publik yang dapat
dibebankan tarif pelayanannya yaitu:
Penyediaan air bersih
Transportasi publik
Jasa pos dan telekomunikasi
Energy dan listrik
Perumahan rakyat
Fasilitas reaksi atau pariwisata
Pendidikan
Jalan tol
Irigasi
Jasa pemadam kebakaran
Pelayanan kesehatan
Pengolahan sampah atau limbah
Dalam membebankan tarif pelayanan publik Mardiasmo (2009) juga menyatakan beberapa
alasannya, seperti:
1. Adanya barang privat versus barang publik
Barang privat adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang mamfaat barang atau
jasa tersebut hanya dinikmati secara individual oleh pembelinya, sedangkan yang tidak
mengonsumsi tidak dapat menikmati barang dan jasa tersebut. Contoh : makanan,
minuman, listrik, telpon dan sebagainya.
Barang publik adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang mamfaat barang dan
jasa tersebut dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat secara bersama-sama.
Hal yang menjadi masalah adalah bagaimana membedakan barang publik dengan
barang privat, ini dikarenakan hal berikut :

Batasan barang publik dengan barang privat sulit ditentukan


Terdapat barang dan jasa yang merupakan barang atau jasa publik, tetapi dalam
penggunaannya

tidak

dapat

dihindari

keterlibatannya

beberapa

pembebanan langsung, seperti pelayanan medis, tarif obat, tarif air.


Terdapat kecenderungan untuk membebankan tarif pelayanan

elemen
daripada

membebankan pajak karena pembebanan tariff lebih mudah pengumpulannya


Dalam penyediaan barang publik, yang perlu diperhatikan adalah :
Identifikasi barang atau jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat
Siapa yang berkompeten untuk menyediakan kebutuhan publik tersebut
Dapatkah penyediaan pelayanan publik tertentu diserahkan kepada sektor swasta
dan pihak ketiga

Pelayanan publik apa saja yang tidak harus dilakukan pemerintah tapi dapat di
tangai oleh swasta.

2. Efesiensi ekonomi
Ketika setiap individu bebas menentukan banyaknya barang dan jasa yang mereka ingin
konsumsi, mekanisme harga memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber
daya melalui :
Pendistribusian permintaan;
Pemberian Insentif untuk menghindari pemborosan;
Pemberian insentif kepada pemasok berkaitan dengan skala produksi
Penyediaan sumber daya pada supplier untuk mempertahankan dan meningkatkan
persediaan jasa.

3. Prinsip keuntungan
Ketika pelayanan tidak dinikmati oleh semua orang, pembebanan langsung kepada
masyarakat yang menerima jasa tersebut dianggap wajar bila berdasarkan prinsip
bahwa yang tidak menikmati mamfaat tidak perlu membayar. Jadi pembebanan hanya
dikenakan kepada masyarakat atau mereka yang di untungkan kepada pelayanan
tersebut.

2.4 DASAR PEMBEBANAN TARIF PELAYANAN SEKTOR SWASTA.


Perusahaan dalam menetapkan harga suatu produk atau jasa, ada dua faktor yang harus
dipertimbangkan yaitu :
a) Faktor Internal perusahaan meliputi :
1) Tujuan pemasaran perusahaan
Faktor utama yang menetukan dalam penetapan harga adalah tujuan
pemasaran perusahaan.
2) Strategi bauran pemasaran
Harga adalah salah satu komponan bauran pemasaran.oleh karena itu, harga
perlu di koordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran
lainnya ; yaitu produk, distribusi, dan promosi.
3) Biaya
9

Biaya merupakan faktor yang menentukan harga minimal yang harus


ditetapkan perusahaan agar tidak mengalami kerugian.
b) Faktor eksternal perusahaan meliputi :
1) Sifat pasar dan permintaan;
Setiap perusahaan perlu memahami sifat pasar dn permintaan yang
dihadapinya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan
monopoli, maupun oligopoly.
2) Persaingan;
Kebebasan perusahaaan dalam menentukan harga itu bergantung pada jenis
pasar yang berbeda-beda. Berdasarkan bentuk persaingannya, empat jenis
pasar antara lain ;
Pasar persaingan murni (pure competition)
Pasar persaingan Monopoli ( Monopolistic competition )
Pasar Persainagan oligopoly ( Oligopolistic competition )
Pasar Monopoli Murni ( Pure Monopoly)

2.5 DASAR PEMBEBANAN TARIF PELAYANAN PUBLIK


Penyediaan barang publik memiliki tujuannya dalam menciptakan penggunaan sumber daya
secara efisien, menambah penapatan, dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat pada
segmentasi yang berbeda.
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, instansi milik pemerintah apakah BUMD
dan BUMN akan memberikan tariff pelayanan publik yang diwujudkan dalam bentuk
retribusi, pajak dan pembebanan tarif jasa langsung kepada masyarakat sebagai konsumen
jasa publik.
Kesulitan dalam penentuan tarif pelayanan kepada mengingat terdapat kesulitan
dalam membedakan barang publik dengan barang privat, dikarenakan adanya kesulitan dalam
menentukan batasan antara kedua barang tersebut. Adanya pebebanan secara langsung dalam
penggunaan barang/jasa publik, dan kecendrungan membebankan tariff pelayanan langsung
daripada membebankannya pada pajak yang dibayarkan secara berkala. Kesulitan berikutnya
adalah terdpa tanggapan bahwa dlam suatu siste ekonomi campuran, barang privat lebih baik
disediakan oleh pihak swasta da barang publik diberikan secara kolektif oleh pemerintah
yang dibayai oleh pajak.
Dalam strategi harga terdapat beberapa alternatif untuk menentukan harga yaitu:
10

1) Two-part tariffs : banyak kepentingan publik (seperti listrik) dipungut dengan twopart tariffs, yaitu fixed charge untuk menutupi biaya overhead atau biaya infrastruktur
dan variable charge yang didasarkan atas besarnya konsumsi.
2) Peak-load tariffs : pelayanan publik dipungut berdasarkan tarif tertinggi.
Permasalahannya adalah beban tertinggi, membutuhkan tambahan kapasitas yang
disediakan, tarif tertinggi untuk periode puncak yang harus menggambarkan higher
marginal cost (seperti telepon dan transportasi umum).
3) Full cost recovery. Harga pelayanan didasarkan pada biaya penuh atau biaya total
untuk menghasilkan pelayanan. Penetapan harga berdasarkan biaya penuh atas
pelayanan publik perlu mempertimbangkan keadilan (equity) dan kemampuan publik
untuk membayar.
4) Harga diatas marginal cost. Dalam beberapa kasus, sengaja ditetapkan harga diatas
marginal cost, seperti tarif parker mobil, adanya beberapa biaya perijinan atau licence
fee.
Penentuan tarif ini juga harus mempertimbangkan opportunity cost untuk staf,
perlengkapan, opportunity cost of capital, accounting price, untuk input ketika harga pasar
tidak menunjukkan value to siciety (opportunity cost).
Pelayanan menyebabkan unit kerja harus memiliki data biaya yang akurat agar dapat
mengestimasi marginal cost, sehingga dapat ditetapkan harga pelayanan yang tepat. Marginal
cost pricing bukan merupakan satu-satunya dasar untuk penetapan harga di sektor publik.
Digunakan marginal cost pricing atau tidak, yang jelas harus ada kebijakan yang jelas
mengenai harga pelayanan yang mampu menunjukkan biaya secara akurat dan mampu
mengidentifikasi skala subsidi publik.
Berapa pun harga yang dibebankan kepada masyarakat harusnya juga merujuk pada
standar yang dibuat oleh organisasi sektor publik sebagi bentuk perbandingan pelayanan yang
dapat di ukur, untuk itu sektor publik harus segera merumuskan Standar Pelayanan Minimum
(SPM) yang menekankan pada pengelolanan sektor publik yang memiliki paradigma Value
for Money yang merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan
pada tiga elemen utama yaitu: Ekonomi, Efesiensi, dan Efektivitas.
Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam
satuan moneter. Ekonomi terkait dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat
meminimalisir input resources yang digunakan yaitu dengan menghindari pengeluaran yang
boros dan tidak produktif. Efisiensi adalah pencapaian output yang maksimium dengan input
yang tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu dan
efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau
11

target yang telah ditetapkan (Efisiensi/tepat sasaran). Dalam penentuan standar pelayanan
minimum, sebagai feed-back pelayanan kepada masyarakat maka organisasi sektor publik
harus memperhatikan stakeholder sebagai orang yang berkentingan dengan keberadaan
perusahaan karenanya keterlibatan stakeholder dalam penyusunan tarif dan standar pelayanan
minimum sangat urgen seperti, masyarakat umum, akademisi dan para konsultan dan pihak
yang konsen dalam sektor publik.

12

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam sektor publik mempunyai suatu dampak yang penting pada konsumen dan
perilaku. Harga juga mempunyai kemampuan untuk mencapai sejumlah pencapaian
lain.termasuk dalam penggunaan sumber daya efisien, peningkatan pendapatan dan
pemerataan pendpatan. Sering kali,harga diatur dlam cara-cara yang bertentangan dengan
sasaran hasil kebijakan publik, akan tetapi sering kali juga hal ini merupakan hasil suatu
pemahaman yang kurang mengenai peran harga dan keberadaan alternative mekanisme
penetapan harga.
Ketika menentukan harga untuk suatu fasilitas yang ada, adalah hal yang penting
untuk memahami bahwa ada banyak pilihan dalam penetapan harga dan tidak ada suatu
metode tunggal yang benar untuk tiap-tiap situasi. Pemamfaatan sumber daya efisien
tergantung pada penetapan biaya marginal, walaupun untuk kebanyakan barang publik, hal
ini mengarah pada pendapatan jangka pendek.
Memang disadari bahwa penetapan harga pada barang publik di tunjukan untuk
mengganti biaya penyediaan barang tersebut. Namun, juga harus di ingat bahwa penyediaan
barang publik pada awalnya memiliki tujuan tertentu. Tidak seperti barang swasta yang
secara pasti bertujuan untuk mendapatkan laba semaksimal mungkin. Penyediaan barang
publik lebih mengarah pada pencapaian kesejahteraan masyarakat, sedangkan tujuantujuannya bisa berupa peningkatan pendapatan, pemerataan, ataupun mewujudkan
eksternalitas positif dari penyediaanya.

13

DAFTAR PUSTAKA
Barata, Atep Adya.2003.Dasar-dasar Pelayanan Prima.Jakarta: Gramedia.
Mardiasmo.2009.Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Savas, F. S. 1987. Privatization- The Key to Better Government. Chatman House Publisher
Inc. Chatman: New Jarsey.
Keputusan MENPAN Nomor 63/KEP/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan
Pelayanan Publik.
Oxford Advance Learners Dictionary Of Current English.2000.Edisi ke-6. Oxford University
Press: Inggris.
Stewart, John., dan Stewart ranson. 1998. Management in the Publik Domain. Publik
Money and Management, Vol. 89, Musim Panas.
Undang-uandang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

14