Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN


GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER HIPERTENSI
DI DESA JOGOT SELAMAT KECAMATAN BAGIK POLAK BARAT
LOMBOK BARAT NTB

Oleh :
TEDY KURNIAWAN

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
MATARAM
2014

LAPORAN PENDAHULUAN
KEPERAWATAN GERONTIK
I.

KONSEP DASAR KEPERAWATAN GERONTIK

A.

Definisi
Proses penuaan merupakan proses secara berangsur yang mengakibatkan
perubahan secara komulatif dan merupakan perubahan serta berakhir dengan kematian.
Teori biologis tentang penuaan dibagi menjadi :
1. Teori Instrinsik
Teori ini berati perubahan yang berkaitan dengan usia timbul akibat penyebab dalam
diri sendiri.
2. Teori Ekstrinsik
Teori ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi diakibatkan pengaruh
lingkungan.
Teori lain menyatakan bahwa teori biologis dapat dibagi menjadi :
1. Teori Genetik Clock
Teori tersebut menyatakan bahwa menua telah terprogram secara genetik untuk
species species tertentu. Tiap species mempunyai didalam nuklei ( inti selnya )
suatu jam genetik yang telah diputar menurut suatu replikasi tertentu. Jam ini akan
menghitung mitosis dan akan menghentikan replikasi sel bila tidak diputar, jadi
menurut konsep ini bila jam kita berhenti kita akan meninggal dunia, meskipun
tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit akhir yang katastrofal. Konsep
ini didukung kenyataan bahwa ini merupakan cara menerangkan mengapa pada
beberapa species terlihat adanya perbedaan harapan hidup yang nyata.
2. Teori Mutasi Somatik ( teori error catastrophe )
Menurut teori ini faktor lingkungan yang menyebabkan mutasi somatik .
sebagai contoh diketahui bahwa radiasi dan zat kimia dapat memperpendek umur
sebaliknya menghindarinya dapqaat mempperpanjang umur.menurut teori ini
terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel somatik, akan menyebabkan
terjadinya penurunan kemampuan fungsi sel tersebut. Sebaai salah satu hipotesis
yang berhubungan dengan mutasi sel somatik adalah hipotesis error catastrope.
3. Teori Auto imun
Dalam proses metabolisme tubuh , suatu saat diproduksi oleh zat khusus. Ada
jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut, sehingga jaringan
tubuh menjadi lemah dan sakit.
4. Teori Radikal Bebas

Radikal bebas dapat dibentuk di alam bebas. Tidak stabilnya radikal bebas
mengakibatkan oksigenasi bahan - bahan organik seperti KH dan protein.radikal ini
menyebabkansel sel tidak dapat beregenerasi.
B.

Teori Sosial
Salah satu teori sosial yang berkenaan dengan proses penuaan adalah teori
pembebasan ( disengagement teori ). Teori tersebut menerangkan bahwa dengan
berubahnya usi seseorang secara berangsur angsur mulai melepaskan diri dari
kehidupan sosialnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lansia menurun, baik
secara kualitatif maupun kuantitasnya sehingga sering terjadi kehilangan ganda yaitu :
1. kehilangan peran
2. hambatan kontak fisik
3. berkurangnya komitmen
Akibat perkembangan usia, lanjut usia mengalami perubahan perubahan yang
menuntut dirinya untuk menyesuakan diri secara terus menerus. Apabila proses
penyesuaian diri dengan lingkungannya kurang berhasil maka timbullah berbagai
masalah. Hurlock (1979) seperti dikutip oleh MunandarAshar Sunyoto (1994)
menyebutkan masalah masalah yang menyertai lansia yaitu :
1. Ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain.
2. Ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan perubahan total dalam pola
hidupnya.
3. Membuat teman baru untuk mendapatkan ganti mereka yang telah meninggal atau
pindah.
4. Mengembangkan aktifitas baru untuk mengisi waktu luang yang bertambah banyak
dan ,
5. Belajar memperlakukan anak anak yang telah tumbuh dewasa. Berkaitan dengan
perubahan fisk, Hurlock mengemukakan bahwa perubahan fisik yang mendasar
adalah perubahan gerak.
Lanjut usia juga mengalami perubahan dalam minat. Pertama minat terhadap diri
makin bertambah. Kedua minat terhadap penampilan semakin berkurang. Ketiga minat
terhadap uang semakin meningkat, terakhir minta terhadap kegiatan kegiatan rekreasi
tak berubah hanya cenderung menyempit. Untuk itu diperlukan motivasi yang tinggi
pada diri usia lanjut untuk selalu menjaga kebugaran fisiknya agar tetap sehat secara
fisik. Motivasi tersebut diperlukan untuk melakukan latihan fisik secara benar dan
teratur untuk meningkatkan kebugaran fisiknya.
Berkaitan dengan perubahan, kemudian Hurlock (1990) mengatakan bahwa
perubahan yang dialami oleh setiap orang akan mempengaruhi minatnya terhadap

perubahan tersebut dan akhirnya mempengaruhi pola hidupnya. Bagaimana sikap yang
ditunjukkan apakah memuaskan atau tidak memuaskan, hal ini tergantung dari
pengaruh perubahan terhadap peran dan pengalaman pribadinya. Perubahan ynag
diminati oleh para lanjut usia adalah perubahan yang berkaitan dengan masalah
peningkatan kesehatan, ekonomi/pendapatan dan peran sosial (Goldstein, 1992).
Dalam menghadapi perubahan tersebut diperlukan penyesuaian. Ciri ciri
penyesuaian yang tidak baik dari lansia (Hurlock, 1979, Munandar, 1994) adalah :
1. Minat sempit terhadap kejadian di lingkungannya.
2. Penarikan diri ke dalam dunia fantasi
3. Selalu mengingat kembali masa lalu
4. Selalu khawatir karena pengangguran,
5. Kurang ada motivasi,
6. Rasa kesendirian karena hubungan dengan keluarga kurang baik, dan
7. Tempat tinggal yang tidak diinginkan.
Di lain pihak ciri penyesuaian diri lanjut usia yang baik antara lain adalah: minat
yang kuat, ketidaktergantungan secara ekonomi, kontak sosial luas, menikmati kerja
dan hasil kerja, menikmati kegiatan yang dilkukan saat ini dan memiliki kekhawatiran
minimla trehadap diri dan orang lain.
C.

Teori Psikologi
Teori tugas perkembangan :
Menurut Hangskerst, ( 1992 ) bahwa setiap individu harus memperhatikan tugas
perkembangan yang spesifik pada tiap tahap kehidupan yang akan memberikan
perasaan bahagia dan sukses. Tugas perkembangan yang spesifik ini tergantung pada
maturasi fisik, penghargaan kultural masyarakat dan nilai serta aspirasi individu. Tugas
perkembangan pada dewasa tua meliputi penerimaan adanya penurunan kekuatan fisik
dan kesehatan, penerimaan masa pensiun dan penurunan income.penerimaan adanya
kematian dari pasangannya dan orang orang yang berarti bagi dirinya.
Mempertahankan hubungan dengan group yang seusianya, adopsi dan adaptasi deengan
peran sosial secara fleksibel dan mempertahankan kehidupan secara memuaskan.

D.

Lingkaran Tertutup Antara Proses Menua Dan Penyakit

Proses Menua
Penyakit Menua

Menurunkan Tenaga

Banyak Kelainan

aktifitas menurun

Refleksi dari penyakit lain

Kesegaran jasmani dan nutrisi

aktifitas mencari nafkah

sumber dana dan nafkah

Kemauan memelihara diri menurun

Gangguan psikologis ( mengisolasi diri )

E.

Teori Teori Proses Menua


1. Teori teori biologi
a. Teori genetik dan mutasi (somatic mutatie theory)
Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk spesies spesies
tertentu. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram
oleh molekul molekul / DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami
mutasi. Sebagai contoh yang khas adalah mutasi dari sel sel kelamin ( terjadi
penurunan kemampuan fungsional sel ).
b. Pemakaian dan rusak
Kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel sel tubuh lelah (rusak).
c. Reaksi dari kekebalan sendiri (auto immune theory)
Di dalam proses metabolisme tubuh, suatu saat diproduksi suatu zat khusus. Ada
jaringan tubuh tertentu yang tidaktahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan
tubuh menjadi lemah dan sakit.
d. Teori immunology slow virus (immunology slow virus theory)
Sistem imune menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus
kedalam tubuh dapat menyebabkab kerusakan organ tubuh.
e. Teori stress
Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. Regenerasi
jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal, kelebihan
usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai.
f. Teori radikal bebas
Radikal bebas dapat terbentuk dialam bebas, tidak stabilnya radikal bebas
(kelompok atom) mengakibatkan osksidasi oksigen bahan-bahan organik seperti
karbohidrat dan protein. Radikal bebas ini dapat menyebabkan sel-sel tidak
dapat regenerasi.
g. Teori rantai silang
Sel-sel yang tua atau usang , reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat,
khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis,
kekacauan dan hilangnya fungsi.
h. Teori program
Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah
sel-sel tersebut mati.
2. Teori - teori kejiwaan social
a. Aktivitas atau kegiatan (activity theory)
1) Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah kegiatan secara
langsung. Teori ini menyatakan bahwa usia lanjut yang sukses adalah
mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial.

2) Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada cara hidup dari lanjut usia.
3) Mempertahankan hubungan antara sistem sosial dan individu agar tetap
stabil dari usia pertengahan ke lanjut usia
b. Kepribadian berlanjut (continuity theory.
Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini
merupakan gabungan dari teori diatas. Pada teori ini menyatakan bahwa
perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh
tipe personality yang dimiliki.
c. Teori pembebasan (disengagement theory)
Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seseorang secara
berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya. Keadaan ini
mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia menurun, baik secara kualitas maupun
kuantitas sehingga sering terjaadi kehilangan ganda (triple loss), yakni :
1) kehilangan peran
2) hambatan kontak sosial
3) berkurangnya kontak komitmen
F.

Permasalahan Yang Terjadi Pada Lansia


Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pencapaian kesejahteraan lanjut usia,
antara lain : (Setiabudhi, T. 1999 : 40-42)
1. Permasalahan umum
a. Makin besar jumlah lansia yang berada dibawah garis kemiskinan.
b. Makin melemahnya nilai kekerabatan sehingga anggota keluarga yang berusia
lanjut kurang diperhatikan , dihargai dan dihormati.
c. Lahirnya kelompok masyarakat industry.
d. Masih rendahnya kuantitas dan kulaitas tenaga profesional pelayanan lanjut
usia.
e. Belum membudaya dan melembaganya kegiatan pembinaan kesejahteraan
lansia.
2. Permasalahan khusus :
a. Berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah baik fisik,
b.
c.
d.
e.

mental maupun sosial.


Berkurangnya integrasi sosial lanjut usia.
Rendahnya produktifitas kerja lansia.
Banyaknya lansia yang miskin, terlantar dan cacat.
Berubahnya nilai sosial masyarakat yang mengarah pada tatanan masyarakat

individualistik.
f. Adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu
kesehatan fisik lansia
G.

Factor Factor Yang Mempengaruhi Ketuaan


1. Hereditas atau ketuaan genetic

2.
3.
4.
5.
6.
H.

Nutrisi atau makanan


Status kesehatan
Pengalaman hidup
Lingkungan
Stress

Perubahan Yang Terjadi Pada Lansia


1. Perubahan fisik
Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistim organ tubuh, diantaranya
sistim pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan
tubuh, muskuloskeletal, gastro intestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen.
2. Perubahan mental
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental :
a. Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.
b. Kesehatan umum
c. Tingkat pendidikan
d. Keturunan (hereditas)
e. Lingkungan
f. Gangguan syaraf panca indera, timbul kebutaan dan ketulian.
g. Gangguan konsep diri akibat kehilangan kehilangan jabatan.
h. Rangkaian dari kehilangan , yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan
famili.
i. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran diri,
perubahan konsep diri.
3. Perubahan spiritual
Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya (Maslow, 1970).
Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaanya , hal ini terlihat dalam berfikir
dan bertindak dalam sehari-hari (Murray dan Zentner, 1970)

I.

Penyakit Yang Sering Dijumpai Pada Lansia


Penyakit-penyakit yang umum menjangkiti lansia adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Rematik
Hipertensi
Jantung Koroner
Diabetes Melitus.
Osteoporosis
Kepikunan
Malnutrisi/Anoreksia
Konstipasi
Dehidrasi

II.

Focus Assesment
A. Fisik / biologis
1. Wawancara riwayat kesehatan
a. Pandangan lansia tentang kesehatannya
b. Kegiatan yang mampu dilakukan lansia
c. Kekuatan fisik lansia (otot ,sendi , pendengaran dan penglihatan).
d. Kebiasaan lansia merawat diri sendiri .
e. Kebiasaan makan , minum , istirahat /tidur ,BAB / BAK .
f. Kebiasaan gerak badan / olah raga .
g. Perubahan perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna
dirasakan .
h. Kebiasaan lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan
minum obat .
i. Masalah masalah seksual yang dirasakan .
2. Pemeriksaan fisik
a. Sistem intergumen / kulit
b. Muskuluskleta
c. Respirasi
d. Kardiovaskuler
e. Perkemihan
f. Persyarafan
g. Fungsi sensorik (penglihatan , pendengaran, pengecapan dan
penciuman).
B. Psikologis
1. Dilakukan saat berkomunikasi

untuk melihat fungsi kognitif

termasuk daya ingat, proses fikir


2. Perlu dikaji alam perasaan, orientasi terhadap realitas , kemampuan
dalam menyelesaikan masalah.
3. Perubahan umum yang terjadi :
a. Penurunan daya ingat
b. Proses pikir lambat
c. Adanya perasaan sedih
d. Merasakan kurang perhatian
4. Hal hal yang perlu dikaji meliputi
a. Apakah mengenal masalah masalah utamanya
b. Apakah optimas mengandung sesuatu dalam kegiatan
c. Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
d. Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak
e. Bagaimana mengatasi , masalah atas stress yang dialami
f. Apakah mudah untuk menyesuaikan diri
g. Apakah usila untuk menyesuikan diri
h. Apakah usila menggali kegagalan
i. Apakah harapan searang dan dimasa yang akan datang , dll.
C. Sosial ekonomi
1. Bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya maupun
dengan lingkungan dan bagaimana keterlibatan lansia dalam organi
sosial .

2. Penghasilan yang diperoleh


3. Perasaan sejahtera dalam kaitannya dengan sosial ekonomi .
4. Hal hal yang perlu dikaji ,antara lain :
a. Kesibukan lansia dalam mengisi waktu luang .
b. Sumber keuangan .
c. Dengan siapa yang ia tinggal
d. Kegiatan organisasi sosial yang diikuti
e. Pandangan lansia terhadap lingkungan
f. Berapa sering lansia berhubungan dengan orang lain diluar
rumah
g. Siapa saja yang bisa mengunjunginya
h. Seberapa besar ketergantungannya
i. Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginan dengan fasilitas
yang ada
D. Spiritual
1. Keyakinan agama yang dimiliki dan sejauh mana keyakinan tersebut
dapat diterapkan.
2. Hal hal yang perlu dikaji antara lain
a. Kegiatan ibadah setiap hari
b. Kegiatan keagamaan
c. Cara menyelesaikan masalah ( Doa )
d. Terlihat sabar dan tawakal

III.

Masalah / Diagnose Keperawatan


A. Fisik / Biologi
1. Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh s.d. intake yang tidak
adekuat)
2. Gangguan persepsi s.d. gangguan pendengaran/penglihatan.
3. kurangnya perawtan diri s.d. menurunnya minat dalam merawat diri.
4. resiko cidera fisik (jatuh) s.d. penyesuaian terhadap penurunan
fungsi tubuh tidak adekuat.
5. perubahan pola eliminasi s.d. pola makan yang tidak efektif.
6. gangguan pola tidur s.d. kecemasan atau nyeri.
7. gangguan pola nafas s.d. penyempeitan jalan nafas.
8. gangguan mobilisasi s.d. kek sendi.
B. Spiritual
1. reaksi berkabung / berduka s.d. ditinggal pasangan
2. penolakan terhadap proses penuaan s.d. ketidaksiapan menghadapi
kematian.
3. marah terhadap Tuhan s.d. kegagalan yang dialami.
4. perasaan tidak tenang s.d. ketidakmampuan melakukan ibadah secara
tidak tepat.
Intervensi keperawatan
Tujuan perencanaan :
Membantu lansia berfungsi seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan
kondisi fisik, psikologis, dan sosial dengan tidak tergantung pada orang lain.
Tujuan tindakan keperawatan :
Diarahkan untuk memenuhi kebuutuhan dasar :
a. Pemenuhan kebutuhan nutrisi
b. Meningkatkan keamanan dan keselamatan.
c. Memlihara kebersihan diri
d. Memelihara keseimbangan istirahat / tidur.
e. Meningkatkan hubungan interpersonalmelalui komunikasi efektif.

1. Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi


Peran pemenuhan kebutuhan gizi untuk mempertahankan kkesehatan dan
kebugaran serta memperlambat timbulnya penyakit degenaratif sehingga
menjamin hari tua tetap sehat dan aktif.
Masalah yang sering dihadapi : penurunan alat penciuman dan
pengecapan, pengunyahan kurang sempurna, rasa kurang nyaman saat makan
karena gigi tidak lengkap, rasa penuh diperut dan kesukaran BAB karena
melemahnya otot lambung dan peristaltik usus sehingga nafsu makan
berkurang.

Menolak makan/makan berlebihan akibat kecemasan dan putus asa akibat


gangguan tugas perkembangan.
Masalah gizi yang sering timbul : gizi berlebihan, gizi kurang, kekurangan
vitamin, kelebihan vitamin.
Intervensi :
1. Berikan makanan porsi kecil tapi sering.
2. Berikan banyak minum dan kurangi makan.
3. Usahakan makanan banyak mengandung serat..
4. Batasai makanan yang mengandung kalori (gula, makanan manis,
minyak, makanan berlemak).
5. Kebutuhan kalori laki-laki 2100 kalori, wanita 1700 kalori:
6. KH 60% dari jumlah kalori
7. Lemak 15 20%
8. Protein 20 25%
9. Vitamin dan mineral > kebutuhan usia muda.
10. Air 6 8 gelang/hari.
11. Membatasi minum kopi dan teh.
2. Meningkatkan keamanan dan keselamatan lansia
Kecelakaan yang sering terjadi : jatuh, kecelakaan lalu lintas, kebakaran
karena fleksibilitas kai mulai berkurang, penurunan fungsi pendengaran dan
penglihatan, lingkungan yang kurang aman
Intervensi :
1. biarkan menggunakan alat bantu
2. latih untuk / mobilisasi
3. menggunakan kaca mata
4. menemani bila berpergian
5. ruangan dekat kantor
6. meletakkan bel dibawah bantal
7. tempat tidur tidak terlalu tinggi
8. menyediakan meja kecil dekat tempat tidur
9. lantai bersih, rata dan tidak licin / basah
10. Peralatan yang menggunakan roda dikunci
11. Pasang pengaman dikamar mandi
12. Hindari lampuyang redup dan yang menyilaukan ( sebaiknya lampu 70100 watt)
13. Gunakan sepatu dan sandal yang beralat karet
3. Memelihara kebersihan diri
Sebagaian lansia mengalami kemunduran /motivasi untuk melakukan
perawatan diri secara teratur karena penurunan daya ingat, kebiasaan diusia
muda, kelemahan dan tidakmampuan.
Masalah : keringat berkurang kulit lansia bersisik, kering
Intervensi :
1. Mengingatkan / membantu
2. Menganjurkan untuk menggunakan sabun lunak dan gunakan skin
lotion.
4. Memelihara Keseimbangan Istrahat / Tidur

Masalah yang sering terjadi :gangguan tidur


Intervensi :
1. Menyediakan tempat tidur yang nyaman
2. Mengatur lingkungan yang cukup ventilasi
3. Melatih melakukan latihan fisik yang ringan (berkebun, berjalan, dll)
5. Meningkatkan Hubungan Interpersonal
Masalah yang sering ditemukan : penurunan daya ingat, pikun, depresi,
lekas marah mudah tersinggung, curiga dapat terjadi karena hubungan
interpersonal yang tidak adekuat
Intervensi :
1. Berkomunikasi dengan kontak mata
2. Memberikan stimulus/mengingatkan lansia terhadap kegiatan yang akan
dilakukan
3. Memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan
4. Menghargai pendapat lansia
5. Melibatkan lansia dalam kegiatan seharihari sesuai
kemampuan.

DAFTAR PUSTAKA

dengan

Achjar, K.A.2010. Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta :


Sagung Seto
Allender, JA & Spradley, B. W. 2001. Community as Partner, Theory and
Practice Nursing. Philadelpia : Lippincott
Anderson.E.T & Mc.Farlane.J.M.2000.Community Health and Nursing, Concept
and Practice. Lippincott : California
Carpenitti, L. J. 2000. Buku Saku Diagnosis Keperawatan.Jakarta :EGC
Effendy,N.1998.Dasar-dasar keperawatan Kesehatan Masyarakat.Jakarta :EGC
Friedman,M.M.1998.Family

Nursing

Research

Theory

and

Practice,4 th

Edition.Connecticut : Aplenton
Iqbal,Wahit dkk.2005.Ilmu Keerawatan Komunitas 2 Teori dan Aplikasi dalam
Praktek

Pendekatan

Asuhan

Keperawatan

Komunitas,

Gerontik,

Keluarga.Jakarta : EGC
Suprajitno.2004.Asuhan Keprawatan Keluarga Aplikasi dalam Praktek.Jakarta
:EGC
Wright dan Leakey.1984.Penderita Obesitas.Jakarta : PT Pustaka Raya