Anda di halaman 1dari 57

ANATOMI DAN FISIOLOGI

SISTEM REPRODUKSI WANITA

Tujuan :

1. Mengetahui struktur anatomi sistem


reproduksi wanita
2. Mengetahui fisiologi dari sistem
reproduksi
wanita
3. Dapat menjelaskan topografi dari sistem
reproduksi wanita
4. Dapat menjelaskan hormon-hormon yang
berpengaruh pada sistem reproduksi wanita

11/06/15

ALAT REPRODUKSI WANITA


3

ORGAN EKSTERNAL
ORGAN INTERNAL
EKSTERNAL : FUNGSI KOPULASI
INTERNAL : FUNGSI OVULASI, FERTILISASI

OVUM, TRANSPORTASI BLASTOKIST,


IMPLANTASI, PERTUMBUHAN FETUS,
KELAHIRAN

11/06/15

GENITALIA EKSTERNA
4

Vulva
Tdd : mons pubis, labia mayora, labia minora,

klitoris, himen, vestibulum, orifisium uretra


eksterna, kelenjar2 pada dinding vagina

Mons pubis
Lapisan lemak di bagian anterior simfisis pubis
Pubertas : mulai ditumbuhi rambut

11/06/15

Labia mayora
5
Lanjutan lapisan lemak dari mons pubis
ke arah bawah dan belakang
Embriologik : homolog dengan skrotum
Di bagian bawah perineum, labia mayora
menyatu pada komissura posterior
Lig.rotundum uteri berakhir pada batas atas
labia mayora

11/06/15

- Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora,
tidak mempunyai folikel
rambut. Banyak
terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung
serabut saraf

11/06/15

Klitoris
7
Tdd : kaput/glans klitoridis
yang terletak di bagian
superior vulva
Korpus klitoridis tertanam dlm dinding anterior
vagina
Pria : homolog dgn penis
Tdp reseptor androgen, pem darah & saraf >>
sensitif

11/06/15

8
Vestibulum
Batas atas : klitoris
Batas bawah : fourchet
Batas lateral : labia minora
Tdd : 6 lubang/orifisium :
- orifisium uretra eksterna
- introitus vagina
- duktus glandula Bartholini kiri/kanan
- duktus Skene kiri/kanan

11/06/15

Introitus vagina
Letak : di bagian bawah vestibulum
9
Ditutupi : selaput dara (hymen)
Normal : lubang untuk aliran darah menstruasi
Bentuk :

- bulan sabit
- oval
- kribiformis
- septum
- fimbria
Bentuk hymen post partum : PAROUS
Carunculae myrtiformis : sisa hymen yg robek
Hymen imperforata : abnormal (tidak berlubang
11/06/15

10

11/06/15

11

11/06/15

VAGINA
Bentuk : tabung (mulai dari tepi servik
12
uteri di kranial dorsal sampai ke kaudal
di bagian kaudal ventral)
Dinding : elastis
Epitel : skuamosa berlapis
Fungsi :
- ekskresi uterus saat haid
- untuk jalan lahir
- kopulasi
Embriologis : atas vagina duktus
Mulleri, bgn bawah sinus urogenitalis
Klinis : fornix anterior dan fornix
posterior
G spot ( Grayenbergh) : 1/3 anterior
dinding vagina

11/06/15

Perineum
13
Letak : bgn bawah vulva, depan anus
Batas : otot diafragma pelvis (m.levator
ani/m.koksigeus) dan diafragma urogenitalis
(m.perinealis transversus profunda,
m.konstriktor uretra)
Partus : dpt meregang
Episiotomi : > jalan lahir & cegah ruptur

11/06/15

GENITALIA INTERNA
14

UTERUS
Bentuk : pir, panjang 7-7.5 cm, lebar 5.25 cm,
tebal 2.5 cm
Tdd : tunika serosa (pertoneum viserale,
tunika muskularis, endometrium)
Fungsi :
- tempat implantasi, retensi dan nutrisi
konseptus
Bagian : fundus uteri, korpus, kornu, ismus
dan servik uteri
Vaskularisasi : a.uterina dan a.ovatika
11/06/15

15

11/06/15

16

11/06/15

17

11/06/15

SERVIK UTERI
18
Tdd : pars vaginalis & pars supra vaginalis
Komponen : otot polos, jaringan ikat & elastin
Bagian luar : portio, ada lubang OUE, epitel
skuamokolumnar
Bagian dalam OUI
Kelenjar : lendir getah servik (glikoprotein)

11/06/15

KORPUS UTERI 19
Tdd : lapisan serosa, muskularis dgn 3 lapis
otot polos : serabut otot longitudinal,
anyaman, sirkular) serta lapisan endometrium

11/06/15

20

11/06/15

21

11/06/15

TUBA FALLOPII22
Sepasang tuba kiri/kanan : panjang 8-14 cm
Fungsi : transportasi ovum ke kavum uteri
Dinding : tunika serosa, muskularis

(longitudinal/sirkular) & mukosa dengan


epitel bersilia
Tdd : pars interstitial, pars ismika, pars
ampularis, pars infundibulum dengan
fimbria

11/06/15

PARS INTERSTITIAL
Bagian tuba yang berada di dinding uterus
23

PARS ISMIKA
Bagian tuba yang tersempit (diameter 2-3 mm)
Tdp sfingter uterotuba
PARS AMPULARIS
>> terjadi fertilisasi (diameter 4-10 mm)
Kehamilan ektopik : >> implantasi
PARS INFUNDIBULUM (DISTAL)
Tdp fimbria dan ostium tuba abdominal pd bgn ujung
Melekat dengan permukaan ovarium
Fungsi fimbria : menangkap ovum yg keluar saat ovulasi
MESOSALFING
Jaringan ikat penyangga tuba
11/06/15

OVARIUM
24
Bentuk : oval
Letak : rongga peritoneum, di belakang ligamentum
latum
Dilapisi mesovarium sbg jaringan ikat dan jalan
pembuluh darah/saraf
Tdd : korteks dan medulla
Fungsi:
- pembentukan dan pematangan folikel
- ovulasi
- sintesis dan sekresi hormon2 steroid
Vaskularisasi :dari cabang aorta abdominalis thd
a.renalis
Fiksasi : ligamentum ovarii propium dan ligamentum
infundibulopelvikum
11/06/15

25 Uterus
Ligamenta Penyangga

1. ligamentum latum uteri


2. ligamentum rotundum uteri
3. ligamentum kardinale
4. ligamentum ovarii
5. ligamentum sakrouterina
6. ligamentum infundibulopelvikum
7. ligamentum vesikouterina
8. ligamentum sakrouterina

11/06/15

ORGAN REPRODUKSI / ORGAN


SEKSUAL EKSTRA GONAD
26

PAYUDARA

- Di bawah kulit (pektoral)


- Tdd : massa payudara, mengandung
jaringan
lemak, berlobus2 (20-40
lobus), 1 lobus (10100 alveoli)
hormon
prolaktin &
oksitosin(persalinan)
KULIT
- sensitifitas tinggi dan responsif : seksual (bokong
dan lipat paha dalam)
- mgdg pheromone metabolit steroid dari keratinosit
epidermal kulit

11/06/15

POROS HORMONAL SISTEM


27
REPRODUKSI
BADAN PINEAL
HIPOTALAMUS
HIPOFISIS
OVARIUM
ENDOMETRIUM

11/06/15

HORMON-HORMON REPRODUKSI
28

GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)


FSH (Follicle Stimulating Hormone)
LH (Luteinizing Hormone)
Estrogen
Progesteron
HCG (human Chorionic Gonadotrophin)
LTH (Lactotrophic Hormone)/Prolactin

11/06/15

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM


REPRODUKSI PRIA
29

1. Eksterna :

- Penis
- Scrotum

2. Interna :

- Testis dan Epididimis


- Saluran keluar testis
- Kelenjar aksesoris

11/06/15

30

1. Testicles

2. Epididymis
3. Corpus cavernosa
4. Foreskin
5. Frenulum
6. Urethral opening
7. Glans penis
8. Corpus spongiosum
9. Penis
10. Scrotum
11/06/15

Penis
31

pubis
Gland penis

11/06/15

GENITALIA EKSTERNA
32

SKROTUM

Kantung yang berisi testis


Terdiri dari lapisan luar kulit yang tebal dengan
sejumlah kelenjar lemak dan keringat
Fungsi :
sebagai penyangga bagi testis
Regulasi temperatur

11/06/15

PENIS

Organ untuk kopulasi33


Terdiri dari 2 corpus cavernosum dan corpus
spongiosum

Corpus cavernosum penis : disebelah dorsal,dibungkus


t.albugenia tebal 0,5 mm, ketika ereksi tersusun o/
serabut kolagen sirkuler (sblh dlm) dan longitudinale
(luar)

Corpus spongiosum penis : disebelah ventral,dilapisi


t.albugenia,cavernae lebih padat & kecil2,bgn tengah
ditembus o/ urethra

11/06/15

34

Insisi transversal

11/06/15

GENITALIA INTERNA
35

A. TESTIS dan EPIDIDYMIS


TESTIS
Organ primer untuk reproduksi pria
Mengalami penurunan dari daerah asalnya,
melalui kanalis inguinalis ke dalam skrotum
Fungsi & struktur diatur o/ hormon
gonadotropin
Fungsi :
Kelenjar endokrin : hormon testosteron
Kelenjar eksokrin : penghasil sel sperma
Tidak terdapat dalam tubuh

11/06/15

36

11/06/15

Bungkus luar :

37

A. Tunika vaginalis : 2 lapis sbg kantong


mesothelium,melapisi permukaan testis bgn anterior
B. Tunika albugenia : jar. Ikat padat fibrosa mrpk
kapsula yg lbh tebal sepanjang permukaan posterior
mediastinum testis
C. Tunika vasculosa : sangat tipis

Struktur Dalam:
A. Septa : mrpk perluasan T. albugenia,membagi testis
mjd 250 lobulus
B. Lobulus : t.d 1-4 tubulus seminiferus eksokrin dan
jaringan ikat longgar diantara tubulus tdpt
endocrynocytus interstitialis ( Leydig) endokrin
11/06/15

38

11/06/15

Epididymis
39

Saluran transport sperma pertama

caput, corpus dan cauda

Mempunyai 4 fungsi :
1) Transpor sperma
2) konsentrasi sperma
3) Penyimpanan sperma
4) Maturasi/pematangan sperma (khususnya di
daerah cauda)
11/06/15

40

11/06/15

Sistem Hormon41Reproduksi pria


Hormon:
Substansi kimia yang disekresi oleh kelenjar
endokrin, berfungsi mengatur proses tubuh,
hormon dibawa ke organ target spesifik &
kejaringan oleh aliran darah.

11/06/15

42

Susunan kimia hormon:


Peptida: Follicle stimulating hormone
(FSH) dan luteinizing hormone (LH)
Steroid: Testosteron, Estrogen dan
Progesteron.

11/06/15

43

Hipotalamus:
Bagian integral otak berhubungan dengan kelenjar hipofisis
Menghasilkan bermacam-macam hormon
Mengatur fungsi kelenjar hipofisis

11/06/15

44

Hormon hipotalamus yang mengatur hipofisis


anterior ada 7 yaitu:
1.Growth-releasing hormone (GRH)
fungsi: merangsang hipofisis anterior untuk
mensekresi growth hormon
2.Growth-inhibiting hormone (GIH), mengham
bat growth hormon apabila sekresinya telah
berlebihan.

11/06/15

45

3.Thyrotropin-releasing hormone (TRH)


Fungsi: merangsang hipofisis anterior untuk
memproduksi hormon tiroid (TSH)
4.Cortico-releasing hormone (CRH)
Fungsi: merangsang hipofisis anterior untuk
menghasilkan adenocortico tropic hormone
(ACTH)
5.Prolactin-releasing hormone (PRH),
merangsang hipofisis anterior mensekresi
hormon prolaktin
11/06/15

46

6.Prolactin-inhibiting hormone (PIH)


kerjanya produksi prolaktin apabila sek
resinya sudah berlebihan
7.Gonadotropin-releasing hormone (GnRH)
Fungsi: -merangsang hipofisis anterior
-mensekresi follicle stimulating
(FSH) dan (LH).

11/06/15

47

11/06/15

PERKEMBANGAN SEKS
SEKUNDER DAN FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI

49

Ciri kelamin sekunder akan berkembang saat

memasuki masa pubertas.


Pubertas adalah masa ketika seorang anak
mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan
fungsi seksual.

11/06/15

50

Masa pubertas dimulai saat berumur 8 sampai 10

tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 sampai 16


tahun.
Pada wanita, pubertas ditandai dengan menstruasi
pertama (menarche)
Pada pria ditandai dengan mimpi basah

11/06/15

51

Perkembangan seks sekunder merupakan proses

biologis kompleks yang terjadi pada masa peralihan


masa anak dan dewasa yang berlangsung dalam
beberapa tahap dan dipengaruhi oleh berbagai faktor

Genetik
Nutrisi
Lingkungan
Penyakit kronis
Psikologi

11/06/15

52

Pengaruh hormonal

Pelepasan (GnRH) dari hipotalamus.


Kadar(FSH) dan (LH)meningkat
Menstimulasi gonad sehingga tercapai keadaan homeostatik
baru dari Hipothalamus-Pituitary Gonadal (HPG) Axis
Pada lelaki produksi LH meningkat sebelum peningkatan
tajam testosteron
Sekresi LH secara pulsatil semakin nyata bahkan pada saat
tidur

11/06/15

Ciri kelamin sekunder pada pria adalah:


53

Tumbuh kumis dan janggut, rambut pada dada,

rambut pada sekitar alat kelamin , rambut pada


ketiak dan sebagainya.
Nada suara akan semakin rendah.
Pundak akan semakin lebar.
Tumbuh prominentia laryngea atau jakun.

11/06/15

54

Jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori - pori

tampak membesar
Mulai muncul jerawat di sekitar wajah
Mulai tampak ada otot -otot yang berkembang lebih
besar dan menonjol

11/06/15

Ciri pada wanita


55

Tumbuh rambut pada sekitar alat kelamin dan di

axilla
Pinggul semakin lebar.
Terjadi menstruasi.
Payudara akan mengembang.
Suara semakin nyaring.
Kematangan organ organ seksnya ditandai dengan
tumbuhnya rahim, vagina, dan ovarium ( indung
telur ) secara cepat
11/06/15

56

Dipengaruhi oleh faktor:


1. Hormonal
Pada pria :
Androgen

testosteron
estrogen.

Pada wanita
Estrogen
11/06/15

57

TERIMAKASIH

11/06/15

Anda mungkin juga menyukai