Anda di halaman 1dari 8

Analisis Masalah :

1. a. Organ dan sistem apa yang terganggu pada kasus? (k shafa, gusti, riska)
Sistem pernapasan dan sistem imun
b. Bagaimana anatomi, fisiologi dan histologi pada sistem? (nidia, sheny, bella)
Makroskopik
1.Hidung
Merupakan organ yang pertama berfungsi dalam saluran pernafasan.Ada 2 bagian dari
hidung, yaitu:
a. Eksternal : menonjol dari wajah,di sangga oleh Os.Nasi dan tulang rawan kartilago
b. Internal : permukaan yang bermukosa berupa rongga (vestibulum nasi) yang disekat oleh
septum nasi. Pada vestibulum nasi terdapat cillia yang kasar yang berfungsi untuk menyaring
udara, di dalam hidung terdapat tulang tipis yakni :
a. Concha Nasalis Superior
b. Concha Nasalis Media
c. Concha Nasalis Inferior
Terdapat 4 buah sinus yang berhubungan dengan cavum nasi, yakni :
a. Sinus Sphenoidalis
b. Sinus Frontalis
c. Sinus Ethmoidalis
d. Sinus Maxillari
2. Faring adalah struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke
laring dan di bagi menjadi 3 bagian yakni nasofaring, orofaring dan laringofaring
3.Laring adalah daerah yang di mulai dari aditus laringis sampai batas bawah cartilago
cricoid.terbentuk oleh tulang rawan (epiglotis, cartilago tyroid, cartilago arytenoid dan
cartilago cricoid) dan tulang (Os.Hyoid)
Mikroskopik
Sistem Respirasi (pernafasan) mencakup paru dan sistem saluran yang menghubungkan
pertukaran gas dengan lingkungan/ jar paru dgn udara diluar tubuh. Jadi sistem respirasi
berfungsi utk pengambilan O2 oleh darah dan utk pembuangan CO2. Dibagi 2 bagian utama :
1. Bagian Konduksi : Rongga hidung, Nasofaring, Laring, Trakea, Bronkus, Bronkiolus,
Bronkiolus terminalis. Pada bagian konduksi dengan adanya tulang rawan, serat
elastin, kolagen dan otot polos bersifat kaku dan fleksibel dan utk peregangan bila
diperlukan. Fungsi : Untuk mengalirkan udara ke dan dari paru dan menyiapkan udara yang
masuk supaya dpt menjamin pasokan udara yg kontinyu dan menepis benda2 tertentu yg
terdpt di udara inpirasi, membasuh, melembabkan udara, menghangatkan udara tergantung
suhu udara sekeliling.
Di laring : Tulang rawan hialin banyak. Tulang rawan elastin sedikit.
Di trakea : Tulang rawan bentuk C Berkas otot polos mulai dari trakea sampai duktus
alveolaris2.

Bagian Respirasi : Bronkus respiratorius, duktus alveolaris, sakus alveolaris dan alveolus.
Pada bagian konduksi Epitel bersilia, sel goblet dan tulang rawan berkurang, Otot polos dan
serat elastin bertambah
Hidung
Hidung merupakan bangunan berongga Dibagi 2 bagian :
1.Vestibulum eksterna
Bagian paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. Kulit luar hidung memasuki
nares (cuping hidung) dan berlanjut ke dalamvestibulum. Pada permukaan dalam nares :
- Kelenjar sebasea dan kelenjar keringat
- Rambut tebal pendek / vibrisa2.
Fosa nasal Interna Di dalam tengkorak 2 bilik kavernosa yang dipisahkan oleh septum nasi
oseosa. Dinding lateral menonjol 3 tonjolan mirip rak konka :
1. konka superior
2. konka media
3. konka inferior
Sinus Paranasal
Sinus paranasal adalah rongga buntu dalam tulang frontal, maksila, etmoid dansfenoiddilapisi
oleh epitel respirasi yang lebih tipis dan mengandung sel goblet(sedikit).Mukus yang
dihasilkan mengalir ke dalam saluran nasal sebagai akibataktivitas sel2 epitel bersilia
Nasofaring
Nasofaring adalah bagian pertama faring yang ke arah kaudal berlanjut sebagaibagian oral
organ ini yaitu orofaring.dan dilapisi oleh epitel jenis respirasi (bagianyang kontak dengan
palatum mole)
Laring
Laring merupakan bag sal nafas yg menghubkan faring dg trakeaBerfungsi pembtk an pita
suara.(fonasi). Di dlm l.propria tdpt sejumlah tulang rawanlaringeal :
1.Tulang rawan yg lebih besar:
oTiroid
oKrikoid
oAritenoid2.
2.Tulang rawan yang kecil :
o Epiglotis
o Kuneiform
oKornikulata
oUjung aritenoid
Epiglotis
Menjulur keluar dari tepian laring, meluas ke dlm faringMemiliki permukaan lingual dan
laringealSeluruh permukaan lingual ditutupi oleh epitel berlapis gepeng, mendekati
basisepiglotis pada sisi laringeal, epitel ini mengalami peralihan mjd epitel bertingkatsilindris
bersilia

Trakea
Mrpkn tabung berdinding tipis dg diameter 10 cmMeluas dr pangkal laring ke titik ia
bercabang dua mjd 2 bronkus primerDilapisi oleh mukosa respirasi, epitel bertingkat
silindris16-20 cincin tulang rawan hialin berbentuk C, yg tdp di dlm L. propria,
berfungsimenjaga agar lumen trakea tetap terbuka.Ujung terbuka dr cincin berbentuk
C terletak di permukaan posterior trakea

Fisiologi Saluran Pernafasan Atas


Fungsi Saluran Pernafasan Atas
Proses Pernafasan dibagi menjadi 2 ,yaitu :
1. Pernafasan Luar (Eksternal)
Terjadi penyerapan O2 dan pengeluaran CO2 dari tubuh
2. Pernafasan Dalam (Internal)
Terjadi penggunaan O2 dan pembentukan CO2 oleh sel-sel serta pertukaran gasantara sel-sel
tubuh dengan media di sekitarnya
Fungsi Pernafasan:
1.Mengeluarkan air dan panas dari tubuh
2.Proses pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 paru
3.Meningkatkan aliran balik vena
4.Mengeluarkan dan memodifikasikan prostaglandin
c. Bagaimana umur dan jenis kelamin dengan keluhan? (elin, dimas, ririn)
keluhan keluhan di kasus dapat mengenai laki-laki maupun perempuan dari semua
golongan umur, tetapi biasanya mulai timbul pada anak dan dewasa muda. Timbulnya gejala
pada sebagian besar penderita rinitis alergi terjadi di usia 10-40 tahun. Hadi Sudrajad di
RSUP Dr. Kariadi Semarang, melaporkan penderita rinitis alergi usia 11-20 tahun sebesar
28,5%, di usia 21-30 tahun sebanyak 35,7%, dan sebesar 19,6% berusia 31-40 tahun.

d. Apa makna dari keluhan Tn. Simon sejak 4 hari yang lalu? (lidya, fatur, nidia)
Klasifikasi rinitis alergi berdasarkan rekomendasi dari WHO Iniative ARIA (Allergic Rhinitis
and its Impact on Asthma) tahun 2000, yaitu berdasarkan sifat berlangsungnya dibagi
menjadi :
1. Intermiten (kadang-kadang) : bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4
minggu
2. Persisten/menetap bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan atau lebih dari 4 minggu

Berarti Rhinitis tuan simon termasuk rhinitis persisten


e. Apa makna keluhan yang tidak disertai sesak beserta mengi? (k shafa, sheny, bella)
Ditanyakan ada atau tidak sesak napas disertai mengi untuk menyingkirkan Asma pada tn.
Simon (Dif. Diagnosis)
f. Bagaimana patofisiologi bersin-bersin? (gusti, riska, elin)
g. Bagaimana patofisiologi hidung tersumbat? (dimas, lidya, nidiah)
Pada kontak pertama dengan alergen atau tahap sensitisasi, makrofag atau monosit yang
berperan sebagai sel penyaji (Antigen Presenting Cell/APC) akan menangkap alergen yang
menempel di permukaan mukosa hidung. Setelah diproses, antigen akan membentuk fragmen
pendek peptide dan bergabung dengan molekul HLA kelas II membentuk komplek peptide
MHC kelas II (Major Histocompatibility Complex) yang kemudian dipresentasikan pada sel
T helper (Th0). Kemudian sel penyaji akan melepas sitokin seperti interleukin 1 (IL-1) yang
akan mengaktifkan Th0 untuk berproliferasi menjadi Th1 dan Th2. Th2 akan menghasilkan
berbagai sitokin seperti IL-3, IL-4, IL-5, dan IL-13. IL-4 dan IL-13 dapat diikat oleh
reseptornya di permukaan sel limfosit B, sehingga sel limfosit B menjadi aktif dan akan
memproduksi imunoglobulin E (IgE). IgE di sirkulasi darah akan masuk ke jaringan dan
diikat oleh reseptor IgE di permukaan sel mastosit atau basofil (sel mediator) sehingga kedua
sel ini menjadi aktif. Proses ini disebut sensitisasi yang menghasilkan sel mediator yang
tersensitisasi. Bila mukosa yang sudah tersensitisasi terpapar alergen yang sama, maka kedua
rantai IgE akan mengikat alergen spesifik dan terjadi degranulasi (pecahnya dinding sel)
mastosit dan basofil dengan akibat terlepasnya mediator kimia yang sudah terbentuk
(Performed Mediators) terutama histamin. Selain histamin juga dikeluarkan Newly Formed
Mediators antara lain prostaglandin D2 (PGD2), Leukotrien D4 (LT D4), Leukotrien C4 (LT
C4), bradikinin, Platelet Activating Factor (PAF), berbagai sitokin (IL-3, IL-4, IL-5, IL-6,
GM-CSF (Granulocyte Macrophage Colony Stimulating Factor) dan lain-lain. Inilah yang
disebut sebagai Reaksi Alergi Fase Cepat (RAFC). Histamin akan merangsang reseptor H1
pada ujung saraf vidianus sehingga menimbulkan rasa gatal pada hidung dan bersin-bersin.
Histamin juga akan menyebabkan kelenjar mukosa dan sel goblet mengalami hipersekresi
dan permeabilitas kapiler meningkat sehingga terjadi rinore. Gejala lain adalah hidung
tersumbat akibat vasodilatasi sinusoid.
h. Bagaimana patofisiologi keluar ingus? (fatur, ririn, bella)
i. Apa faktor penyebab dari kluhan utama Tn. Simon? (gusti, lidya, elin)
Alergen (makanan dan debu)
j. Apa saja jenis-jenis sekret lendir dari hidung? (sheny, nidiah, fatur)

2. a. Apa makna mata gatal disertai banyak air mata yang keluar dengan keluhan utama?
(dimas, k shafa, riska)
b. Bagaimana patofisiologi mata gatal disertai banyak air mata yang keluar? (ririn, elin, lidya)

3. a. Apa makna pasien mengeluh susah tidur dan terganggu konsentrasi dengan keluhan
utama? (gusti, fatur, nidiah)
b. Bagaimana patofisiologi mengeluh susah tidur dan terganggu konsentrasi? (sheny, k shafa,
bella)

4. a. Apa makna Ibu Tn. Simon memiliki keluhan yang sama? (dimas, riska, elin)
Merupakan faktor resiko terjadinya rhinitis alergi
b. Apa makna setelah mengkosnsumsi udang dan terkena debu langsung bersin-bersin dan
keluar ingus encer? (sheny, k shafa, nidiah)
c. Bagaimana imunopatologi tubuh saat mengalami alergi ( pada kasus udang dan debu)?
(lidya, gusti, fatur)
d. Apa saja jenis-jenis reaksi hipersensitivitas dan pada kasus termasuk jenis reaksi
hipersensitivitas yang mana? (ririn, dimas, riska)
reaksi hipersensitivitas tipe 1
5. a. Apa makna keluhan dirasakan sejak usia 10 tahun? (nidiah, fatur, lidya)

6. a. Bagaimana interpretasi pemeriksaan fisik? (k safa, bella, elin)


b. Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik abnormal? (gusti, sheny, riska)

7. a. Bagaimana interpretasi status THT? (ririn, lidya, k shafa)


b. Bagaimana mekanisme status THT abnormal? (dimas, fatur, bella)
c. Bagaimana cara pemeriksaan THT? (sheny, riska, nidiah)
d. Bagaimana cara menentuka T1-T1? (lidya, ririn, k shafa)

8. Bagaimana cara mendiagnosis pada kasus ini? (nidiah , sheny, fatur)

9. gangguan apa yang mungkin terjadi? (dimas, lidya, k safa)


Penyakit-penyakit yang perlu dibedakan dengan rinitis alergi diantaranya adalah :
1. Drug induced rhinitis
2. Rinitis hormonal
3. Rinitis infeksi (virus, bakteri atau penyebab lainnya)
4. Rinitis karena pekerjaan
5. Non Allergic Rhinitis with Eosinophilic Syndrome (NARES)
6. Rinitis karena iritan
7. Rinitis vasomotor
8. Rinitis atropi
9. Rinitis idiopatik
10. Gangguan apa yang paling mungkin terjadi? ( riska, ellin, gusti)
Rhinitis alergi
11. Data tambahan apalagi yang diperlukan untuk menetukan diagnosis? (bella, ririn, nidiah)
12. Bagaimana penatalaksanaan secara komperhensif pada kasus? (ellin, lidya, k safa)
13. Bagaimana jika kasus tidak ditatalaksanakan secara komperhensif? ( fatur, dimas, riska)

Polip hidung. Rinitis alergi dapat menyebabkan atau menimbulkan kekambuhan polip
hidung.
Otitis media. Rinitis alergi dapat menyebabkan otitis media yang sering dan terutama
kita temukan pada pasien anak-anak.
Sinusitis paranasal.
Otitis media dan sinusitis paranasal bukanlah akibat langsung dari rinitis
alergimelainkan adanya sumbatan pada hidung sehingga menghambat drainase.

14. Apakah perlu dilakukan intervensi mendalam pada kasus ini? (gusti, sheny, bella)
15. Prognosis ?

Quo ad vitam : dubia ad bonam. Pada Rinitis alergi yang menetap dan berat, akan
mengganggu aktivitas pendertita.
Quo ad fungsionam : dubia ad bonam. Rinitis Alergi adalah penyakit kronik yang
gejalanya akan hilang timbul. Pada gejala yang menetap dan berat, diperlukan
penilaian menyeluruh dan tatalaksa lanjut.

16. Bagaimana kompetensi dokter umum pada kasus ini? (semua)


Kompetensi Dokter Umum untuk Rhinitis Alergika adalah 4. Mampu membuat diagnosis
klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta
oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat
memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas.
17. Apa pandangan islam pada kasus ini (semua)
Islam memerintahkan umatnya untuk berwudhu sebelum shalat, pada saat berwudhu
disunnahkan menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq) danmengeluarkannya (intinsyar)
sebanyak tiga kali guna menjaga kebersihan dankesehatan hidungDi surat al-maidah ayat 45
yang artinya :
Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (at-taurat) bahwasannya jiwa dibalas
dengan jiwa,mata dengan mata,hidung dengan hidung,telinga dengan telinga,gigi dengan gigi
dan luka pun ada qisasnya
Berdasarkan ayat di atas,bahwasannya kita sebagai hamba Allah untuk menjagatubuh
kita,salah satunya dengan menjaga kebersihan.