Anda di halaman 1dari 7

Peranan Agama Terhadap

Pancasila
Pendidikan Pancasila

Disusun oleh:

Feryanto
(128 304 034)
SURABAYA
Kampus Ketintang Surabaya
Telp.(031)8280009 Fax.031-829342

I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Agama adalah suatu keyakinan seseorang atau sekelompok terhadap Tuhan Yang Maha
Esa yang dimana seseorang atau sekelompok itu percaya dan yakin adanya keberadaan Tuhan
Yang Maha Esa dan juga percaya dengan ajaran-ajarannya. Di negara Indonesia ini dari
sebelum negara Indonesia merdeka sampai sesudah Indonesia merdeka (sekarang) terdapat
beberapa macam agama yang di anut atau di yakini dan di percayai oleh seseorang atau
sekelompok orang,dari agama yang belum di akui negara sampai agama yang sudah di akui
oleh negara. Dan di samping itu para leluhur kita Ir. Soekarno (bung Karno), Mr. Muhammad
Yamin, Mr Soepomo dan juga para leluhur lainnya yang turut atau berpartisipasidalam
membangun negara Indonesia ini juga percaya dan yakin dengan adanya agama dan Tuhan
Yang Maha Esa, yang dimana para leluhur kita seperti juga sempat mengaitkan atau
menghubungkan agama terhadap dasar negaara kita (pancasila) yang di mana di hasil
pancasila terdapat nilai-nilai agama atau nilai-nilai ketuhanan pada sila yang pertama yang
berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran agama terhadap pancasila ?
2. Apa sajahkah peran-peran agama atau nilai-nilai ketuhanan terhadap
pancasila ?

II.

PEMBAHASAN

Agama sering sekali di sebut juga sebagai nilai Ketuhanan. Dan dari
Sila yang pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa menunjukan
bahwa Tuhan adalah sebab pertama dari segala sesuatu, Yang Maha Esa,
dan segala sesuatu bergantung kepada-Nya, yang berarti Tuhan adalah
secara mutlak, dan dari rumusan itu dapat kita hayati maksud filsofinya
ialah Tuhan Yang Maha Esa adalah al-Khalik bagi semua yang ada di alam
semesta ini atau yang ada di dunia ini, oleh karena itu perlu di
kembangkan sekali nilai-nilai religius, diantaranya :
Keyakinan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan Sifat-SifatNya
Yang
Maha
Sempurna,Mahakasih,Mahakuasa,Mahaadil,Mahabijaksana dan sifat
suci lainnya.
Ketakwaan terhadapTuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan semua
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Merupakan Bentuk Keyakinan yang berpangkal dari kesadaran
manusia sebagai makhluk Tuhan.
Tidak boleh melakukan perbuatan yang anti ke-Tuhanan anti kehidupan
Beragama.
Mengembangkan kehidupan toleransi baik antar,inter, maupun antar
umat beragama.
Mengatur hubungan negara dan agama, hubungan manusia dengan
sang pencipta, serta nilai yang menyangkut hak asasi yang paling
asasi.
Makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang berhakat dan bermatabat itu
adalah manusia karena mempunyai cipta,rasa, karsa dan iman untuk
berkarya. Maka semua manusia sedunia ini di hadapan khaliknya
merupakan saudara.
Manusia sebagai subyek budaya harus merefleksikan sifat-sifat
keagungan dan keluhuran Yang Maha Kuasa yaitu Tuhan Yang Maha Esa,
maka manusia harus berbuat, bersikap adil, jujur, kasih sayang pada
sesama sehingga menjadi manusia yang beradab dan berkebudayaan dan
dalam hidupnya dapat berjalan di jalan yang lurus yaitu jalan yang di ridai
Tuhan Yang Maha Esa.
Pandangan Hidup suatu bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang di
yakini kebenarannya dan kesediaan untuk mewujudkan di dalam segala
perilaku hidup dan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Bagi bangsa indonesia, tidak dapat kristalisasi nilai-nilai tersebut adalah
yang terdapat di dalam pancasila, dimana sila yang pertama yang
berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa merupakn nilai inti dan nilai yang
bersumber untuk nilai-nilai yang terdapat dalam sila-sila lain berikutnya.

Nilai Ketuhanan yang Menjiwai dan meliputi, sedangkan nilai berikut


dijiwai dan diliputi dan di liputi. Nilai Inti dan nilai sumber tersebut akan
memberikan landasan bagi:
a. Nilai dasar kemanusiaan, sebagai tolak ukur (kriteria).
b. Berlaku umum dan menyeluruh untuk nilai-nilai lain.
c. Menjadi landasan kepercayaan. Pandangan hidup dan perilaku.
Nilai ke-Tuhanan,yang merupakan nilai inti dan nilai sumber yang akan
dapat memberikan upaya dan usaha manusia dalam :
a. Investasi nilai
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia terkandung
nilai-nilai ketuhanan,nilai kemanusiaan,nilai persatuan,nilaikerakyatan
dan nilai keadilan
di samping itu pula terdapat nilai ideal,nilai
material, nilaispiritual, nilai pragmatis dan nilai positif. Lebih lanjut kita
dapati pula nilai logis,nilai estis, nilai sosial dan nilai religius.
b. Filter tindakan manusia
Dalam dunai yang semakin maju dan berkembang, ditandai dengan
kemajuan ilmu pengetahuaan dan teknologi. Akibat kemajuan
komunikasi, informasi dan transportasi, hampir dapat di katakan tidak
terdapat lagi batas-batas wilayah sebagai akibat dari arus informasi
tersebut. Arus informasi ini baik dari dalam maupun dari luar, tidak
mungkin terkendali karena perubahan-perubahan tersebut. Oleh sebab
itu perlu ada semacam jaringan bagi nilai-nilai yang tidak sesuai
dengan pandangan hidup kita.
c. Memberiakan kendali kepada manusia
Mengendalikan
diri
untuk
mewujudkan
keseimbangan
keselarasan,keserasian dan keseimbangan dalam perilaku dan tingkah
laku dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Masyarakat itu sementara berubah (dinamis), yang kita
cari bukan dinamikanya akan tetapi seimbang,serasi,selaras untuk
mencapai kebahagiaan.
d. Sebagai pengarah kepada manusia
Ia memberikan kekuatan hidup dan membimbing kearah yang lebih
baik.
e. Sebagai pendorong bagi manusia

Memberikan semangat dan dorongan yang lebih kreatif,positif dan


inovatif sehingga akan lebih berdaya guna,berhasil guna dan tepat
guna.
Atas pandangan tentang nilai-nilai inti dan nilai sumber tersebut di
atas maka akan di harapakan manusia yang bertakwa, memperlakukan
manusia secara manusiawi atau insani,kekeluargaan dan keseimbangan.
Manusia yang bertakwa, adalah insan yang bermoral tinngi teguh
pendirian, cerdas dan terampil, berbudi pekerti, berkepribadian kuat
serta mampu membangun dirinya, lingkungan, masyarakat dan
bangsanya. Memperlakukan manusia secara insani dalam arti
memandang manusia itu sesuai dengan sifat hakikat dan kodrat serta
martabatnya. Kekeluargaan dalam pengertian melakukan segala
tindakan bersama dengan musyawarah dan mufakat. Keseimbangan
dalam arti keserasian,keselarasan dan keseimbangan.
Setiap warga negara Indonesia sudah seharusnya memiliki pola
pikir,sikap, dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan
Yang Maha Esa. Dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi
terbuka, setiap warga negara Indonesia di berikan kebebasan untuk
memilih dan menentukan sikap dalam memeluk salah satu agama yang
di akui oleh pemerintah Indonesia. Sikap dan perilaku positif nilai-nilai
Ketuhanan Yang Maha Esa sehubungan dengan pancasila sebagai
ideologi terbuka dapat di tunjukan antara lain :
Melaksanakan kewajiban dalam keyakinannya terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, sesuai dengan dan Kepercayaan masing-masing menurut
dasar kemanusiaan yng adil dan beradab.
Membina kerja sama dan tolong-menolong dengan pemeluk agama
lain sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing.
Mengembangkan toleransi antar umat beragama menuju terwujudnya
kehidupan yang serasi,selaras, dan seimbang.

III. SIMPULAN & SARAN


A. Simpulan
Agama juga di sebut pula sebagai nilai Ketuhanan. Dan pada dasar
negara pancasila dari Sila yang pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang
Maha Esa menunjukan bahwa Tuhan adalah adalah al-khalik bagi semua
yang ada di alam semesta ini atau yang ada di dunia ini. Nilai-nilai
agama atau nilai-nilai ketuhanan di gunakan sebagai pandangan Hidup
suatu bangsa Indonesia sebagai nilai inti dan nilai yang bersumber untuk
nilai-nilai yang terdapat dalam sila-sila lain berikutnya, karena nilai-nilai
tentang agama atau nilai-nilai ketuhanan di yakini kebenarannya dan
kesediaannya untuk mewujudkan segala perilaku dan kehidupan di
dalam bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Dan inilah butir-butiran
nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sehubungan dengan pancasila,antara lain
:
Melaksanakan kewajiban dalam keyakinannya terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, sesuai dengan dan Kepercayaan masing-masing menurut
dasar kemanusiaan yng adil dan beradab.
Membina kerja sama dan tolong-menolong dengan pemeluk agama
lain sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing.
Mengembangkan toleransi antar umat beragama menuju terwujudnya
kehidupan yang serasi,selaras, dan seimbang.
B. Saran
Setiap warga negara Indonesia sudah seharusnya memiliki pola
pikir,sikap, dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan
Yang Maha Esa. Dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi
terbuka, setiap warga negara Indonesia di berikan kebebasan untuk
memilih dan menentukan sikap dalam memeluk salah satu agama yang
di akui oleh pemerintah Indonesia.

IV.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA Kelas


XII Jilid 3. Jakarta: Erlangga
Widjaja. 1995. Pedoman Pelaksanakan Pendidikan Pancasila Pada
Perguruan Tinggi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada