Anda di halaman 1dari 8

UNIT OPERASI TEKNIK KIMIA

Oleh : Andi Fitra Safitri (2.KIB)


1. Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau
keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap.
Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk
memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator umumnya terdiri dari tiga
bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu
menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke
dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya. Hasil
dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau
larutan berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari
beberapa komponen volatil (mudah menguap). Evaporator biasanya digunakan
dalam industri kimia dan industri makanan Pada industri kimia, contohnya garam
diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam
evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di
dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan
garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan
panas oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan
energi panas). Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum,
memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.
Jenis-jenis
Evaporator dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Submerged combustion evaporator adalah evaporator yang dipanaskan oleh api yang
menyala di bawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati
cairan.

Direct fired evaporator adalah evaporator dengan pengapian langsung dimana api dan
pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan
untuk memanaskan.
Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stem dimana uap atau uap
lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondensasi di satu
sisi dari permukaan pemanas dan panas ditranmisi lewat dinding ke cairan yang
mendidih.
2. Absorbsi adalah operasi penyerapan komponen-komponen yang terdapat didalam
gas dengan menggunakan cairan. Suatu alat yang banyak digunakan dalam absorpsi
gas ialah menara isian. Alat ini terdiri dari sebuah kolom berbentuk silinder atau
menara yang dilengkapi dengan pemasukan gas dan ruang distribusi padabagian
bawah, pemasukan zat cair pada bagian atas, sedang pengeluaran gas dan zat cair
masing-masing diatas dan dibawah, serta suatu zat padat tak aktif (inert) diatas
penyangganya yang disebut packing.
http://jamalkimia.blogspot.com/2013/11/absorpsi.html
3. Destilasi adalah suatu proses pemisahan yang sangat penting dalam berbagai
industri kimia. Operasi ini bekerja untuk memisahkan suatu campuran menjadi
komponen-komponennya berdasarkan perbedaan titik didih. Destilasi ini selalu
digunakan untuk memisahkan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya, memisahkan
suatu produk kimia dari pengotornya, dan sangat diperlukan dalam industri obatobatan.
Cara kerja destilasi
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut
didinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi destilasi merupakan metode yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponennya yang terdapat dalam salah
satu larutan atau campuran dan bergantung pada distribusi komponen-komponen
tersebu antara fasa uap dan fasa air. Syarat utama dalam operasi pemisahan

komponen-komponen dengan cara destilasi adalai komposisi uap harus berbeda


dengan komposisi cairan dengan terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan
komponen-komponennya cukup dapat menguap.
Tahap destilasi
1. Evaporasi : memindahkan pelarut sebagai uap dari cairan
2. Pemisahan uap-cairan didalam kolom dan untuk memisahkan komponen dengan
titik didih lebih rendah yang lebih mudah menguap komponen lain yang kurang
volatil.
3. Kondensasi dari uap, serta untuk mendapatkan fraksi pelarut yang lebih volatil.
http://kimia-industry.blogspot.com/2011/10/destilasi.html

4. Humidifikasi adalah Proses Pelembaban,tetapi bisa pula diartikan secara luas yang
meliputi proses dehumidifikasi (Operasi menurunkan kelembaban),pendinginan gas
dan pengukuran kelembaban gas,bahan yang ditransfer diantara fase-fase dalam
operasi humidifikasi meliputi bahan fase cair murni yang ditransfer dengan cara
penguapan dan pengembunan.Dalam operasi ini disamping perlu mengetahui
karakteristik keseimbangan system juga perlu diketahui karakteristik Entalphi
system.
Pembacaan Peta Psikrometrik (Psychrometrik Chart)
Pada peta Psikrometrik akan didapat informasi mengenai :
1.Suhu Bola Basah (Wet bulb temperature)
2.Suhu Bola Kering (dry bulb temperature)
3.Titik embun/suhu saturasi (dew point/saturation temperature)
4.kelembaban absolute(absolute humidity)
5.Kelembaban Relatif(Relative humidity)
6.Volum spesifik(specific volume)
7.Entaphi(Enthalpy)

http://mardi-subiono.blogspot.com/2011/06/humidifikasi-azas-teknik-kimia.html
5. Ekstraksi bertujuan untuk mengeluarkan satu komponen campuran dari zat padat
ataupun zat cair dengan bantuan suatu pelarut.
Ekstraksi padat cair (leaching) biasanya bnyak digunakan dalam industri metalurgi
alumunium, cobalt, mangan, nikel dan timah. Juga digunakan dalam industri kopi,
minyak kedelai, teh dan juga dalam pembuatan gula.
Ada beberapa jenis metode operasi leaching, yaitu :
1. Operasi dengan sistem bertahap tunggal dalaam metode ini pengontakan antara
padatan dan pelarut dilakukan sekaligus dan kemudian disusul dengan pemisahan
larutan dari padatan sisa. Cara ini jarang ditemui dalam operasi industri, karena
perolehan solute yang rendah.
2. Operasi kontinu dengan sistem bertahap banyak dengan aliran berlawanan
(countercurrent) dalam sistem ini aliran bawah dan atas mengalir secara
berlawanan. Operasi ini dimulai pada tahap pertama dengan mengontakkan larutan
pekat, yang merupakan aliran atas tahap kedua, dan padatan baru, operasi berakhir
pada tahap ke n (tahap terakhir), dimana terjadi pencampuran antara pelarut baru
dan padatan yang berasal dari tahap ke-n (n-1). Sistem ini memungkinkan
didapatnya perolehan solute yang tinggi, sehingga banyak digunakan di dalam
industri (Treyball, 1985: 719).
Ada empat faktor penting yang harus diperhatikan dalam operasi ekstraksi :
1. Ukuran partikel
Ukuran partikel mempengaruhi kecepatan ekstraksi. Semakin kecil ukuran partikel
maka areal terbesar antara padatan terhadap cairan memungkinkan terjadi kontak
secara tepat. Semakin besar partikel, maka cairan yang akan mendifusi akan
memerlukan waktu yang relative lama.
2. Faktor pengaduk
Semakin cepat laju putaran pengaduk partikel akan semakin terdistribusi dalam
permukaan kontak akan lebih luas terhadap pelarut. Semakin lama waktu
pengadukan berarti difusi dapat berlangsung terus dan lama pengadukan harus
dibatasi pada harga optimum agar dapat optimum agar konsumsi energi tak terlalu

besar. Pengaruh faktor pengadukan ini hanya ada bila laju pelarutan
memungkinkan.
3. Temperatur
Pada banyak kasus, kelarutan material akan diekstraksi akan meningkat dengan
temperatur dan akan menambah kecepatan ekstraksi.
4. Pelarut
Pemilihan pelarut yang baik adalah pelarut yang sesuai dengan viskositas yang
cukup rendah agar sirkulasinya bebas. Umumnya pelarut murni akan digunakan
meskipun dalam operasi ekstraksi konsentrasi dari solute akan meningkat dan
kecepatan reaksi akan melambat, karena gradien konsentrasi akan hilang dan cairan
akan semakin viskos pada umumnya (Coulson, 1955: 721).
Dalam biologi dan proses pembuatan makanan, banyak produk yang dipisahkan
dari struktur alaminya menggunakan ekstraksi cair-padat. Proses terpenting dalam
pembuatan gula, leaching dari umbi-umbian dengan produksi minyak tumbuhan,
pelarut organic seperti hexane, acetone, dan lainnya digunakan untuk mengekstrak
minyak dari kacang kedelai, biji bunga tumbuhan dan lain-lain. Dalam industri
farmasi, banyak produk obat-obatan diperoleh dari leaching akar tanaman, daun dan
batang. Untuk produksi kopi instan, kopi yang sudah dipanggang di leaching
dengan air segar. Teh dapat larut diproduksi dengan menggunakan pelarut air dan
daun teh (Geankoplis, 1997: 724-725).
6. PENGERINGAN (DRYING)
Pengeringan merupakan proses mengurangi kadar air bahan sampai batas dimana
perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan
pembusukan terhambat atau terhenti. Semakin banyak kadar air dalam suatu bahan,
maka semakin cepat pembusukannya oleh mikroorganisme. Dengan demikian
bahan yang dikeringkan dapat mempunyai waktu simpan yang lebih lama dan
kandungan nutrisinya masih ada. Akan tetapi misalnya pada ikan asin, dilakukan
penggaraman terlebih dulu sebelum dikeringkan. Ini dilakukan agar spora yang
dapat meningkatkan kadar air dapat dimatikan.
Contoh makanan yang biasa diawetkan dengan menggunakan metode pengeringan

adalah buah kering. Buah kering adalah buah yang telah dikeringkan baik sengaja
maupun tidak sengaja. Misalnya kismis dan kurma. Selain itu juga ada mie instant.
Di pabrik, terdapat suatu proses pengeringan mie sebelum dimasukkan ke dalam
bungkus, dll
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeringan ada 2 golongan, yaitu:
1. Faktor yang berhubunga dengan udara pengering
Yang termasuk golongan ini adalah:
Suhu: Makin tinggi suhu udara maka pengeringan akan semakin cepat
Kecepatan aliran udara pengering: Semakin cepat udara maka pengeringan akan
semakin cepat
Kelembaban udara: Makin lembab udara, proses pengeringan akan semakin
lambat
Arah aliran udara: Makin kecil sudut arah udara terhadap posisi bahan, maka
bahan semakin cepat kering
2. Faktor yang berhubungan dengan sifat bahan
Yang termasuk golongan ini adalah:
Ukuran bahan: Makin kecil ukuran benda, pengeringan akan makin cepat
Kadar air: Makin sedikit air yang dikandung, pengeringan akan makin cepat.
Proses pengeringan terbagi menjadi 3 kategori :
1. Pengeringan udara atau pengeringan langsung dibawah tekanan atmosfir
Pengeringan ini memanfaatkan udara bebas di atmosfir
2. Pengeringan hampa udara
Keuntungan dalam pengeringan ini didasarkan dengan kenyataan penguapan air
terjadi lebih cepat di bawah tekanan rendah daripada di bawah tekanan tinggi.
3. Pengeringan beku
Pengeringan beku adalah sebuah proses yang memberikan kualitas bahan yang baik
dari segi kestabilitas aroma, warna, dan kemampuan rehidrasi. Pengeringan ini
didasarkan proses sublimisasi yang berada di temperature 0o celcius dan tekanan
613 Pascal.

Metode Pengeringan:
1. Pengeringan alami.
Pengeringan alami terdiri dari:.
Sun Drying
Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari sebaiknya dilakukan di tempat
yang udaranya kering dan suhunya lebih dari 100o Fahrenheit. Pengeringan dengan
metode ini memerlukan waktu 3-4 hari. Untuk kualitas yang lebih baik, setelah
pengeringan, panaskan bahan di oven dengan suhu 175 o Fahrenheit selama 10-15
menit untuk menghilangkan telur serangga dan kotoran lainnya
Air Drying
Pengeringan dengan udara berbeda dengan pengeringan dengan menggunakan sinar
matahari. Pengeringan ini dilakukan dengan cara menggantung bahan di tempat
udara kering berhembus. Misalnya di beranda atau di daun jendela. Bahan yang
biasa dikeringkan dengan metode ini adalah kacang-kacangan.
~ Kelebihan Pengeringan Alami adalah tidak memerlukan keahlian dan peralatan
khusus, serta biayanya lebih murah.
~ Kelemahan Pengeringan Alami adalah membutuhkan lahan yang luas, sangat
tergantung pada cuaca, dan sanitasi hygiene sulit dikendalikan.
2. Pengeringan Buatan
Pengeringan buatan terdiri dari:
Menggunakan alat Dehidrator
Pengeringan makanan memerlukan waktu yang lama. Dengan menggunakan alat
dehydrator, makanan akan kering dalam jangka waktu 6-10 jam. Waktu pengeringan
tergantung dengan jenis bahan yang kita gunakan.
Menggunakan oven
Dengan mengatur panas, kelembaban, dan kadar air, oven dapat digunakan sebagai
dehydrator. Waktu yang diperlukan adalah sekitar 5-12 jam. Lebih lama dari
dehydrator biasa. Agar bahan menjadi kering, temperature oven harus di atas 140o
derajat Fahrenheit.

~ Kelebihan Pengeringan Buatan adalah suhu dan kecepatan proses pengeringan


dapat diatur seuai keinginan, tidak terpengaruh cuaca, sanitisi dan higiene dapat
dikendalikan.
~ Kelemahan Pengeringan Buatan adalah memerlukan keterampilan dan peralatan
khusus, serta biaya lebih tinggi dibanding pengeringan alami.
https://indoslayer.wordpress.com/category/mata-kuliah/kimia/kimia-ekstraksi/