Anda di halaman 1dari 111

PROSES MANUFAKTUR

TURNING, BORING, DRILLING & REAMER


KELOMPOK 03
1. AULIA YEZHICA
2. NURANA MAHARANI PUTRI
3. ARAFAH KHOIRUL UMMAH
4. MAULIDA NURFAJRIANTI

OUTLINE

Turning Machine
Prinsip Kerja Mesin Turning
Klasifikasi Mesin Turning
Operasi dan Parameter Turning
Bagian dan Fungsi Mesin Turning
Proses Mesin Turning

Cara Penggunaan Mesin Turning


Boring Machine
Cara penggunaan Mesin Boring
Prinsip dan Karakteristik Reamer
Tipe tipe Pahat

TURNING

Turning Machine
Turning adalah proses permesinan dimana benda kerja bergerak
berotasi, sedangkan pahat-pahatnya bergerak lurus.
Posisi benda kerja berputar sesuai dengan sumbu mesin dan pahat
diam, bergerak ke kanan atau ke kiri searah dengan sumbu mesin
bubut menyayat benda kerja.
Mesin turning atau biasa disebut mesin bubut adalah suatu mesin
perkakas yang memproduksi bentuk silindris.
Mesin bubut mempunyai gerak utama berputar dan berfungsi sebagai
pengubah bentuk dan ukuran benda dengan jalan menyayat benda
kerja dengan pahat

Prinsip Kerja Turning


1. Benda kerja yang berputar
2. Mengggunakan pahat bermata tunggal
3. Gerakan pahat sejajar terhadap seumbu benda kerja

Klasifikasi Mesin Turning

Jenis jenis mesin turning secara umum


dapat dibedakan menjadi 11 jenis

Klasifikasi Mesin Turning


1. Mesin bubut horisontal
Mesin bubut horisontal digunakan untuk membuat bentuk
silindris. Mesin bubut ini adalah mesin bubut yang umum
digunakan.

Klasifikasi Mesin Turning


2. Mesin bubut center
Mesin bubut jenis ini pada headstocknya tidak memiliki
pencekam, tetapi mesin ini bekerja dengan bantuan center
kepala tetap. Tailstock dan headstock menjepit benda
dengan menggunakan center. Mesin bubut ini berfungsi
untuk membubut luar, membubut dalam, kartel.

Klasifikasi Mesin Turning


3. Mesin bubut tugas berat
Mesin bubut ini digunakan untuk operasi benda kerja yang
memliki diameter besar dan terbuat dari logam yang sangat
keras, seperti baja karbon tinggi.

Klasifikasi Mesin Turning


4. Mesin bubut turet horisontal otomatis
Mesin bubut turet horisontal otomatis sudah menggunakan beberapa kendali
otomatis sehingga tidak menggunakan pengendalian secara manual. Pada
mesin ini pahat dan benda kerja terletak secara horisontal. Operasi dari mesin
bubut jenis ini sepenuhnya otomatis agar seorang operator dapat menangani
dua mesin atau lebih. Mesin jenis ini digunakan pada tugas pencekaman yang
berjalan lama, yang usaha untuk penyetelan dan pemahatannya dapat
diperluas kepada banyak suku cadang. Keuntungan dari operasi otomatis ini
adalah penghapusan elemen manusia dari daur waktu, kemungkinan untuk
operator mengawasi beberapa mesin dan produksi yang lebih cepat.

Klasifikasi Mesin Turning


5. Mesin bubut turet vertikal
Adalah sebuah mesin yang mirip freis pengebor vertikal, tetapi
memiliki karakteristik pengaturan turet untuk memegang pahat.
Terdiri atas pencekam atau meja putar dalam kedudukan
horisontal, dengan turet yang dipasangkan di atas rel menyilang.
Sebagai tambahan, terdapat paling tidak satu kepala samping
yang dilengkapi dengan turet bujur sangkar untuk memegang
pahat. Semua pahat yang dipasangkan pada turet atau kepala
samping mempunyai perangkat penghenti masing-masing
sehingga panjang pemotongan dapat sama dalam daur mesin
yang berurutan. Mesin ini dikembangkan untuk memudahkan
pemuatan, pemegangan dan permesinan dari suku cadang

Mesin Turning Turet


Horizontal Otomatis

Mesin Turning Turet


Vertikal

Klasifikasi Mesin Turning


6. Mesin bubut pencekam vertikal stasiun majemuk
Mesin ini biasanya di lengkapi dengan lima atau sembilan stasiun
kerja dan kedudukan permuatan sehingga sangat cocok untuk
produksi tinggi. Keuntungan mesin ini adalah bahwa segala
operasi dapat dilakukan secara serentak dan dalam urutan.

Klasifikasi Mesin Turning


7. Mesin bubut revolver (pistol)
Mesin bubut pistol bekerja secara ekonomis dan dapat
melakukan penyayatan dengan beberapa perkakas secara
bersama-sama sehingga dapat membuat potongan yang
sama dalam jumlah besar

Klasifikasi Mesin Turning


8. Mesin bubut korsel
Mesin bubut korsel ini digunakan untuk membubut benda
kerja yang berukuran pendek dan berdiameter besar.

Klasifikasi Mesin Turning


9. Mesin bubut penyalin
Mesin bubut ini dapat membuat benda kerja dengan cara
duplikat, yaitu menjadikan operator cukup meletakkan
benda itu dalam tempat benda.

Klasifikasi Mesin Turning


10. Mesin Bubut Kepala/Muka
Mesin ini digunakan untuk membubut benda kerja
berbentuk piringan yang besar, seperti roda gigi, puli, dan
sebagainya. Mesin ini memiliki pemegang benda kerja yang
berukuran besar.

Klasifikasi Mesin Turning


11. Mesin bubut CNC
Merupakan penyempurnaan dari berbagai tipe mesin bubut yang
ada dimana proses penyayatan benda kerja dapat diprogram
terlebih dahulu dengan komputer, sehingga memungkinkan untuk
membubut benda kerja secara masal dengan ketelitian yang
tinggi dalam waktu singkat.

Bagian dan Fungsi Mesin Turning


1. Kepala tetap (headstock)
2. Ekor Tetap (Tailstok)
3. Eretan (Carriage)

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning

Bagian dan Fungsi Klasifikasi Mesin


Turning
1. Kepala tetap (headstock)
Headstock adalah bagian mesin turning di mana
terdapat transmisi di dalamnya. Headstock
dipasang pada landasan (bed) dan dilengkapi
dengan motor, pulley, dan V-belt sebagai sumber
tenaga yang disalurkan ke spindel pada
kecepatan rotasi yang beragam disesuaikan
dengan bahan atau material benda kerja. Fungsi
headstock:
Memegang dan memutar benda kerja
Memegang peralatan lain yang cocok dengan spindel
Sebagai ruang perubahan kecepatan

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Bagian-bagian dari headstock:

Spindel
Guna spindel adalah untuk memindahkan putaran ke
benda kerja. Spindel harus terpasang kokoh dan
terbuat dari baja yang kuat. Pada umumnya bagian
dalam spindle dibuat berlubang. Permukaan bantalan
spindel biasanya dikeruskan dan digerinda. Bantalan
ini terbuat dari perunggu. Untuk mengurangi gesekan
dipakai roller bearing.
Spindel utama dengan bantalan bearing
Spindel utama dengan Roller atau Ball BearingChuck
Alat pengikat benda kerja dan sekaligus untuk
menyetel benda kerja.
Transmisi
Alat pengatur kecepatan dan dapat mengatur rodaroda gigi yang saling berhubungan

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
2. Ekor tetap (tail stock)
Digunakan untuk tumpuan benda kerja,
menggunakan ujung senter putar sebagai
tumpuan. Tinggi senter kepala lepas setinggi
sumbu utama mesin bubut. Dengan demikian
kedudukan benda kerja pada mesin bubut benarbenar horizontal.
Kepala lepas dipasang pada alas mesin (bed) dan
dapat digerakkan sepanjang alas tersebut baik
menjauhi atau mendekati kepala tetap. Pada
kepala tetap terdapat kepala poros yang
berlubang tirus dimana senter tetap, senter
putar/pencekam pahat gurdi (drill chuck)
dipasang. Poros tersebut dapat digerakakkan
keluar dan masuk kedalam badan kepala lepas
dengan cara memutar roda tangan (hand wheel).

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Pada badan dan alas kepala lepas dibawah
roda tangan terdapat tanda garis. Senter
kepala lepas pada kedudukan sentris apabila
tanda garis pada badan kepala lepas segaris
dengan tanda garis pada alasnya, berarti
sumbu senter kepala lepas tidak segaris
dengan sumbu utama. Dan suatu kedudukan
dikatakan senter kepala lepas pada kedudukan
tidak sentris, apabila tanda garis pada badan
tidak segaris dengan tanda garis pada alas,
sumbu senter kepala lepas tidak segaris
dengan sumbu utama. Kedudukan senter tak
sentris digunakan untuk tumpuan benda kerja
ketika dibubut tirus.

Kegunaan dari Tailstock adalah:

tempat pemikul ujung benda kerja yang akan dibubut

tempat kedudukan bor pada waktu mengebor

tempat kedudukan penjepit bor

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
3. Eretan (carriage)
Adalah bagian mesin bubut dimana eretan
melintang, eretan atas dan penjepit pahat (tool
post) dipasang. Eretan ini terletak antara kepala
lepas dan kepala tetap dan dapat digerakkan
mendekati/menjauhi kepala tetap. Gerakan eretan
ini memungkinkan terjadinya gerakan
pemakanan.
Eretan melintang dipasang pada carriage dan
dapat digerakkan dengan arah tegak lurus
gerakan carriage. Dengan gerakan eretan
melintang dimungkinkan terjadinya gerak
penyetelan (kedalaman potong).

Eretan atas dipasang pada eretan melintang dan dapat digerakan


menjauhi atau mendekati kepala tetap dan dapat disetting
sehingga membentuk gerakan menyudut yang memungkinkan
untuk membubut bentuk tirus. Pada eretan atas ini penjepit pahat
(tool post) dipasangkan. Jadi eretan terdiri atas : sadel
ataypelana, eretan melintang, eretan kombinasi, pemegang
pahat, kotak apron.

Eretan terdiri dari 3 jenis :

Eretan atas yang dirakit dengan pemegang pahat

Eretan lintang untuk menghantarkan pahat dengan arah yang


tegak lurus dengan pembawa.

Pembawa atau eretan bawah, dapat meluncur sepanjang batang


hantaran (ways untuk menghantarkan perkakas dalam arah yang
sejajar dengan sumbu putar.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Bagian-bagian carriage:
Sadel: bagian yang terpasang pada alas mesin
dan dapat bergeser sepanjang rel alas mesin
Appron: bagian yang terpasang pada saddle dan
di dalamnya terdapat gear, clutch serta leaver
atau menjalankan eretan secara manual atau
otomatis.
Eretan Melintang (Cross slide) terpasang pada
saddle dan bergerak melintang.
Penjepit Pahat (Tool post) berfungsi untuk
memegang alat potong atau mata pahat.
Compound rest untuk melayani gerakan luncur
yang dilakukan oleh alat potong dengan sudut
tertentu.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Batang hantaran
Merupakan rel tempat
meluncurnya pembawa
dibuat dengan akurasi
kesejajaran yang relative
tinggi dengan sumbu
spindle.

Feeding Mechanism

Untuk memberikan suatu gerak otomatis bagi perkakas bubut yang


secara langsung berhubungan dengan perputaran potongan kerja.
Bagian-bagian mekanisme pemakanan:

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Bangku (bed)
Bed merupakan landasan tempat
dipasangnya rel-rel atau slop yang
menyangga carriage, tailstock, dan
feeding mechanism. Ini terbuat dari
lapisan krom dan terdapat celah
pendek pada landasan depan kepala
tetap untuk menaikkan kapasitas
mesin bulat pada saat membuat
roda-roda dan puli-puli besar

Kegunaan dari bed adalah:

Tempat kedudukan kepala lepas

Tempat kedudukan eretan

Tempat kedudukan penyangga diam

Kerangka utama pada mesin bubut untuk landasan

Peralatan dan Perlengkapan


Mesin Turning
Pahat bubut
Adalah perlengkapan mesin bubtu yang berfungsi sebgai
pemotong benda kerja, gerakan pahat sejajar dengan
sumbu benda kerja untuk pembubutan rata dan tegak
lurus sumbu benda untuk pembubutan muka (facing) atau
menyudut untuk pembubutan tirus.

Peralatan dan Perlengkapan


Mesin Turning
Jenis-jenis pahat menurut gerak pemakanannya dibedakan menjadi dua, yaitu:
Pahat kiri
Pahat kanan

Jenis-jenis pahat menurut penggunaanya, yaitu:


Pahat kasar
Pahat rata
Pahat diameter
Pahat alur
Pahat ulir
Pahat potong
Pahat radius

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Pencekam benda kerja (chuck)
Berfungsi untuk menempatkan benda kerja agar dapat diproses pada mesin bubut. Jenis pencekam yang
biasa digunakan adalah pencekam tiga rahang (three jaws chuck) dan pencekam empat rahang (four jaws
chuck).
Pencekam tiga rahang
Digunakan untuk mencekam benda kerja yang berbentuk silindris dan bagian yang dikerjakan diharapkan
satu sumbu dengan bagian yang dicekam.
Pencekam empat rahang
Pencekam empat rahang dibedakan menjadi dua:
A. Pencekam empar rahang serempak

Digunakan untuk mencekam benda kerja yang berbentuk silindris atau blok sama sisi dengan bagian
yang dikerjakan diharapkan satu sumbu dengan bagian yang dicekam.
B. Pencekam empat rahang tidak serempak

Pencekam ini digunakan untuk mencekam benda kerja dimana bagian yang dikerjakan diharapkan tidak
satu sumbu dengan bagian yang dicekam.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Pelat pembawa
Pelat pembawa dipasang pada spindel, sedangkan senter
tetap dipasang pada lubang spindel, dan senter putar
dipasang pada kepala lepas. Ketelitian kedudukan benda
kerja dipasang antara dua senter pada kedua ujung benda
kerja.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Pelat pembawa rata (face plate)
Pelat ini mirip dengan pelat pembawa, perbedaannya adalah pada
pelat pembawa digunakan untuk pembubutan dua senter (harus
dengan perlengkapan kait pembawa, senter tetap dan senter putar
serta benda kerja harus diberi lubang senter pada kedua ujungnya),
sedangkan pelat pembawa rata digunakan untuk pembubutan
bentuk-bentuk yang rumit (benda kerja yang tidak dapat dicekam
dengan alat pencekam lain). Pencekaman benda kerja pada pelat
pembawa rata biasanya menggunakan peralatan tambahan berupa
klem, baut, dan bandul penyeimbang.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Kollet
Kollet mempunyai tabung berkepala tirus. Ujung kollet
diberi sobekkan agar ujung tersebut dapat digunakan untuk
mencekam benda kerja. Setelah benda kerja dipasang pada
kollet, lalu kollet dimasukkan dalam lubang spindel, dan
ditarik kebelakang menggunakan batang penarik yang
dipasang dari belakang spindel. Tarikan tersebut
menyebabkan kollet tertekan oleh lubang turus ujung
spindel, maka cekaman terhadap benda kerja makin kuat.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Mandril
Adalah batang pemegang benda kerja, sehingga benda
kerja yang akan dipasang pada mandril harus diberi
lubang terlebih dahulu. Digunakan untuk benda kerja
yang tidak mungkin dicekam dengan alat pencekam lain.
Contoh: puli, ring, dan sebagainya, dimana diharapkan
permukaan luar benda kerja satu sumbu dengan
permukaan dalamnya.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Penyangga
Berdasarkan tempat kedudukannya, penyangga dibedakan menjadi:
Penyangga tetap
Dipasang pada meja (bed), mesin diantara kepala lepas, berfungsi
untuk menyangga benda kerja agar tidak lentur atau terdefleksi pada
saat pengerjaan.
Penyangga jalan
Dipasang pada eretan, dengan ungsi untuk menyangga benda agar
tidak terdefleksi pada saat pengerjaan.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Senter
Senter pada mesin bubut adalah perlengkapan yang berfungsi untuk menahan benda kerja.
Bentuknya tirus, sedangkan ujung lainnya berkepala runcing dan bersudut 60 0. Senter ada dua
jenis yaitu
a.Senter yang dapat memutar, atau senter berjalan (live center), biasa juga disebut senter kepala
tetap (head stock center)
b.Senter biasa, dipasang pada sumbu utama kepala lepas maupun di sumbu utama kepala tetap.
Senter biasa ini disebut senter kepala lepas (tail stock center) atau center mati (dead center).
Ciri-ciri senter mati :

Runcing dengan sudut 600


Berbentuk bola
Berlubang
Bencak (lubang landai)

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Drill chuck
Berfungsi untuk menempatkan benda kerja agar dapat diproses pada mesin
bubut. Jenis pencekam yang biasa digunakan adalah pencekam tiga rahang
(Three Jaws Chuck) dan pencekam empat rahang (Four Jaws Chuck).

a.Pencekam Tiga Rahang (Three Jaws Chuck)


Digunakan untuk mencekam benda kerja yang berbentuk silindris dan bagian
yang dikerjakan diharapkan satu sumbu dengan bagian yang dicekam.
b. Pencekam Empat Rahang (Four Jaws Chuck)

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Kartel
Kartel adalah suatu alat yang gunanya untuk membuat alur
alur kecil pada benda kerja dengan maksud agar supaya
tidak licin jika dipegang dengan tangan seperti pemegang.
Kartel ini dipasang sama persis seperti pahat.
Kartel dibagi menjadi dua maca, yaitu :
Diamond Knurl adalah kartel pesilang diagonal.
Straight Knurl adalah kartel lurus.

Bagian dan Fungsi Mesin


Turning
Cairan pendingin

Cairan pendingin mempunyai kegunaan yang khusus dalam proses


pemesinan.Selain untuk memperpanjang umur pahat,cairan pendingin dalam
beberapa kasus,mampu menurunkan gaya dan memperhalus permukaan
produk hasil pemesinan.Selain itu,cairan pendingin juga berfungsi sebagai
pembersih/pembawa beram (terutama dalam proses gerinda) dan melumasi
elemen pembimbing (ways) mesin perkakas serta melindungi benda kerja
dan komponen mesin dari korosi.Bagaimana cairan pendingin itu bekerja
pada daerah kontak antara beram dengan pahat? Sebenarnya belumlah
diketahui secara pasti mekanismenya.Secara umum dapat dikatakan bahwa
peran utama cairan pendingin adalah untuk mendinginkan dan melumasi.

Bagian dan Fungsi Mesin


Macam-macam cairan pendingin antara
lain:
Turning
Cairan sintetik (syntetic fluids, chemical fluids)
Cairan murni yang bersifat melumasi biasanya dipakai untuk sifat penyerapan panas
yang tinggi dan melindungi terhadap korosi.
Cairan emulsi
Unsur pengemulsi ditambahkan ke dalam minyak yang kemudian dilarutkan dalam
air. Penambahan jenis minyak jenuh atau unsur lain dapat menambah daya
pelumasan.
Cairan semi sintetik
Merupakan perpaduan cairan sintetik dan emulsi. Dimana:
Kadungan minyak lebih sedikit
Kandungan pengemulsinya lebih banyak dari tipe cairan sintetik.
Minyak (cutting oil)
Berasal dari satu atau kombinasi dari minyak bumi, minyak binatang, minyak ikan atau minyak nabati.

Prinsip Dasar Mesin Turning


a.

Setting nol

Pasang benda kerja pada chuck, pastikan pemasangan kuat dan pas agar benda kerja

tidak goyang.
Atur letak pahat tepat menyentuh ujung benda kerja, lalu beri sedikit jarak.
Cutting motion (benda kerja berputar), dengan putaran utama.
Gerakan pengatur pemakanan atau cross slide crack sampai pahat sedikit memakan
benda kerja.
Menjauhkan pahat dari benda kerja dengan menggeser longitudinal transverse
handwheel ke arah kanan, sumbu z positif.
Pada pengatur pemakanan, posisikan pada angka nol tanpa mengbah posisi handle
yaitu pada sumbu x.

Prinsip Dasar Mesin Turning


b. Facing
Pasang benda kerja pada chuck, pastikan pemasangan kuat dan
pas agar benda kerja tidak goyang.
Atur letak pahat tepat menyentuh ujung benda kerja.
Putar pahat kerja dengan putran utama.
Gerakkan longitudinal transverse handwheel sampai pahat sedikit
memakan benda kerja.
Lanjutkan pemakanan banda kerja hingga ujung permukaan rata.

Proses Pada Mesin Turning


Proses yang dapat dilakukan pada Mesin Turning adalah :
1. Membuat Bubut Longitudinal (lurus)
Gerak jalan pahat sejajar dengan poros benda kerja, sedang
untuk pembubutan muka yang datar pahat ini sejajar
dengan sumbu horisontal benda kerja.

Proses Pada Mesin Turning


2. Membubut Tirus
Cara membubut tirus ada tiga macam :
a. Dengan menggeser posisi tailstock kearah melintang.
b. Dengan menggeser sekian derajat eretan atas atau
penjepit pahat.
c. Dengan memasang pembentuk.

Proses Pada Mesin Turning


3. Membubut eksentris
Bila garis bagi dari dua atau lebih silinder dari sebuah benda
kerja sejajar maka benda kerja ini disebut eksentris, jarak
antara garis garis bagi itu disebut eksentrisitas (e).
4. Membubut Alur
Menggunakan pahat bubut pengalur dan jenisnya ada yang
lurus, bengkok, berjenjang ke kanan, atau ke kiri.

Proses Pada Mesin Turning


5. Memotong Benda Kerja Berbentuk Batang Pada Mesin Bubut
Digunakan sebuah pahat pengalur dengan penyayat yang ramping
atau pipih.
6. Mengebor Pada Mesin Bubut
Proses ini disebut juga proses drill. Ada dua cara pembuatan lubang
center, yaitu :
Benda kerja yang berputar
Bor Center Yang Berputar

Proses Pada Mesin Turning


7. Membubut Dalam (Reaming)
Untuk membuat lubang yang sudah ada dapat digunakan
pahat dalam.
8. Membubut Profil
Menggunakan pahat profil yang diasah menurut profilnya.
Pahat profil cocok untuk produk-produk yang pendek.

Proses Pada Mesin Turning


9. Mengkartel (Knurling)
Membuat rigi-rigi pada benda kerja dengan gigi kartel yang
tersedia. Kartel bekerja dengan mencekam benda kerja bukan
dengan menyayat.
10. Membubut Ulir Sekrup (Threading)
Membuat ulir sekrup dengan mesin bubut digunakan khusus
dengan berbagai bentuk sesuai bentuk ulir yang diinginkan.

Performance Pada Mesin


Turning
Kecepatan putaran spindle (n)
Dihubungkan dengan sumbu utama dan benda
kerja kecepatan putar dinotasikan sebagai
putaran permenit.

Performance Pada Mesin


Turning
Kecepatan

potong
Adalah kecepatan benda kerja dilalui oleh pahat.
Hubungan kecepatan putara spindle dalam pembubutan
dengan kecepatan potong pada permukaan benda kerja
bentuk silinder dapat ditunjukkan dengan persamaan :
n = kecepatan rotasi (rev/min)
v = kecepatan potong (mm/min)
d = diameter awal benda kerja (mm)

Performance Pada Mesin


Turning
Gerak

makan (f)
Adalah jarak tempuh gereak maju pisau atau benda
ayau gerak yang di tempuh pahat setiap benda
kerja berputar satu kalu .satuannya adalah
mm/putaran.

Performance Pada Mesin


Turning
Kedalaman

potong (a)
Adalah tebal bagian benda kerja yang dibuang dari
benda kerja atau jarak antara permukaan yang
dipotong terhadap permukaan yang belim dipotong.

Performance Pada Mesin


Turning
Kecepaatan

pelepasan material (mm3/min)

Waktu pemesinan
Adalah waktu nyata yang dibutuhkan untuk mengerjakan
suatu benda

Performance Pada Mesin


Turning
Turning

Facing
Drilling

Performance Pada Mesin


Turning
Frekuensi pemakaian (i)
Adalah jumlah pengulangan penyayatan mulai dari
penyayatan pertama hingga selesai.

Performance Pada Mesin


Turning
Panjang benda kerja ( L )
Pada proses pembubutan jarak tempuh pahat sama
dengan panjang benda kerja yang harus dibubut
ditambah kebebasan awal.

BORING

Definisi
Pada dasarnya prosedur kerja dari mengebor dan
mengedrill adalah sama. Namun tujuannya
berbeda, pengeboran (boring) diartikan sebagai
proses untuk memperbesar lubang, sedangkan drill
digunakan untuk melubangi benda kerja.

Perbedaan Drilling dan Boring

Alat
potong
Materia
l awal
Ukuran
lubang
Alat
pencekam

Drilling
mata bor

Boring
pahat ISO 8/9

Bisa pejal

Harus sudah
berlubang
Lebih besar
dan dapat diatur
Boring head

Sama dengan
ukuran mata bor
Drill chuck,
sleeve

Prinsip Gerakan Mesin Boring


Putaran mata bor ( n )
Gerakan putaran mata bor ini merupakan gerakan
berputarnya spindel mesin bor. Gerakan ini sering disebut
gerakan utama ( main motion ). Besarnya putaran spindel
ini tergantung oleh material benda kerja, material mata bor
dan diameter mata bor. Gerakan utama ini diukur dalam
m/menit

Prinsip Gerakan Mesin Boring


Laju pemakanan ( f )
Laju pemakanan adalah gerakan turunnya mata
bor menuju benda kerja tiap satuan waktu.
Besarnya laju pemakanan ini mempengaruhi
kualitas permukaan hasil lubang. Laju
pemakanan diukur dalam mm/putaran.

Perlengkapan Pada Mesin


Boring
1. Penjepit alat potong
Pencekaman alat potong dapat dilakukan dengan :
2. Drill Chuck
Digunakan untuk mencekam alat potong yang tangkainya
berbentuk lurus (straight shank)
Ukuran bor yang bisa dicekam tertera pada rumahan chucknya, misal 1 13 mm; yang artinya chuck mampu
mencekam bor maksimal diameter 13 mm.

Perlengkapan Pada Mesin


Boring
Sleeve
Digunakan untuk mencekam alat potong yang tangkainya
berbentuk tirus (taper shank)
Ukuran ketirusan sesuai standar internasional yang disebut
Morse Taper (MT).
Pada spindel utama mesin bor terdapat lubang celah yang
digunakan untuk melepas drill chuck maupun sleeve. Untuk
melepasnya digunakan baji / counter sleeve yang terbuat dari plat
yang berbentuk tirus.

Jenis Jenis Mesin Bor


1. Mesin bor meja
Merupakan mesin bor yang paling sederhana.
Biasanya ditempatkan diatas bangku kerja kaku
khusus dan poros bor langsung digerakkan oleh
motor listrik.

Jenis Jenis Mesin Bor


2. Mesin bor manual
Mesin bor manual, pahat potongnya digerakkan
secara manual melalui tangkai pemutar dan
pasangan roda gigi.

Jenis Jenis Mesin Bor


3. Mesin bor tangan
Mesin bor jenis ini pahat potongnya digerakkan
menggunakan motor listrik, dimensinya kecil dan
ringan sehingga dipindahkan atau dibawa dengan
mudah.

Jenis Jenis Mesin Bor


4. Mesin bor tiang
Digunakan untuk mengebor benda-benda kerja
yang lebih tinggi dari mesin bor meja.
5. Mesin bor radial
Digunakan untuk pengeboran dalam jumlah yang
banyak dalam sebuah benda kerja yang besar dan
berat yang sulit untuk dipindah-pindahkan.

Jenis Jenis Mesin Bor


6. Mesin bor berporos majemuk
Digunakan untuk pengeboran lubang-lubang dalam
jumlah yang banyak.
7. Mesin bor lemari
Digunakan untuk pengeboran lubang-lubang yang
sangat besar. Mesin bor ini cocok untuk pengerjaan
akhir dari lubang-lubang.

Jenis Jenis Mesin Bor


8. Mesin bor dan frais horizontal
Digunakan untuk meluaskan, mengetap,
pemfraisan rata permukaan.
9. Mesin bor kordinat
Digunakan untuk pengeboran siku-siku bagian
untuk mesin-mesin, alat-alat dan instrumeninstrumen dalam jumlah kecil secara teliti.

Bagiam Bagian Mesin Boring

1. Plat kaki : Untuk menyangga dan sebagai


alas
dari mesin bor
2. Bor spiral : Mata bor yang digunakan untuk
mengebor yang berbentuk spiral
3. Paksi bor : Untuk pengencang mata
4. Tuas : Untuk memasukkan gerak catu awal
mekanis.
6. Tuas : Untuk mengatur kecepatan putaran
5. Roda tangan: Untuk menggerakkan bor
7. Lemari roda gigi : Tempat roda gigi
8. Motor listrik: Sebagai penggerak mesin bor

9. Tuas
: Untuk pengerakan otomatis
10. Tuas
: Untuk pengerakan otomatis
11. Tuas
: Untuk gerak catu awal
dengan catu awal
sangat kecil
12. Kolom : Sebagai frame dari mesin bor
13. Meja tambat
: Tempat diletakannya
benda kerja
14. Hantaran meja bor : Untuk menaikturunkan meja
bor
15. Pompa : Untuk mengeluarkan cairan
pendingin
16. Handle : Untuk menyetel tinggi meja

Jenis Jenis Kepala Bor


Kepala bor berbentuk segi empat pipih tirus
(bit shank)
Straight shank (kepla bor lurus)
Tempered shank (kepala bor tirus)
Ratched shank (kepala bor segi empat)

Parameter Mesin Drilling


Kecepatan

potong
Dimana:
v : Kecepatan potong (m/menit)
d : Diameter benda kerja (mm)
n : Putaran spindel

Parameter Mesin Drilling


Gerak

pemakanan
Untuk baja

Untuk besi tulang

Parameter Mesin Drilling


Depth

of cut

Parameter Mesin Drilling


Waktu pemesinan
Blind hole
Dimana:
Fr : feed rate

Parameter Mesin Drilling


Through
hole

Dimana:
t : Ketebalan benda kerja
A : Allowance
D : Diameter pahat

DRILLING

Definisi
Proses gurdi adalah suatu proses pelubangan
dengan mata bor, sedangkan boring adalah
proses memperbesar diameter lubang. Mein
drilling adalah mesin dengan pahat
pemotongyang ujungnya berputar dan memiliki
satu atau beberapa sisi potong dan galur yang
berhubungan continu sepanjang badan gurdi

Jenis Jenis Mesin Drilling


Mesin gurdi portable atau peka
Penggurdi portable adalah mesin
gurdi padat yang digunakan untuk
penggrudian yang tidak dapa
dilakukan dengan mudah pada kempa
gurdi biasa. Mesin gurdi peka adalah
mesin gurdi kecil berkecepatan tinggi
dari konstruksi sedehana yang mirip
dengan kempa gurdi tegak biasa.

Jenis Jenis Mesin Drilling

Mesin gurdi vertikal


Mesin ini mirip dengan mesin
gurdi portable tapi mempunyai
mekanisme hantaran daya
untuk penggurdi putar dan
dirancang untuk kerja yang
berat.

Jenis Jenis Mesin Drilling

Mesin gurdi radial


Mesin ini dirancang untuk
pekerjaan besar kalau tidak
memungkinkan bagi benda
kerja untuk digerakkan
berputar bila lubang harus
digurdi.

Jenis Jenis Mesin Drilling

Mesin gurdi turet


Mesin turet mengatasa
keterbatasan ruang lantai
yang timbul oleh kempa
gurdi kelompok.

Jenis Jenis Mesin Drilling

Mesin gurdi spindle


jamak
Digunakan untuk
menggurdi lubang secara
bersamaan

Bagian Bagian Mesin Bor


1. Plat kaki untuk menyangga dan sebagai
alas dari mesin bor
2. Bor spiral digunakan untuk mengebor
benda yang berebntuk spiral
3. Paksi bor untuk pengencang mata
4. Tuas untuk memasukkan gerak catu awal
mekanis
5. Roda tangan
6. Tuas untuk mengatur kecepatan
perputaran
7. Lemari roda gigi
8. Motor listrik

Bagian Bagian Mesin Bor


9. Tuas mengatur banyaknya perputaran
10. Tuas untuk pergerakan otomatis
11. Tuas untuk gerak catu awal dengan catu
awal sangat kecil
12. Kolom sebagai frame dari meisn bor
13.
14.
15.
16.

Meja tambat sebagai dudukan benda kerja


Hantaran untuk meja bor
Pompa untuk cairan pendingin
Handle untuk mengatur tinggi meja

Cara Mengoperasikan Mesin


Boring
1. Pastikan power source nya sudah terpasang (in plug)
2. Jepit benda kerja dengan kuat pada vice (ragum)
3. Arahkan mesin bor dengan tepat kearah yang akan dilobangi dan dikunci
serta pasang mata bor
4. Hidupkan mesin
5. Atur kecepatan mesin
6. Pergunakan pelindung muka (face shield) dan sarung tangan saat bekerja
7. Matikan mesin dan tunggu sampai putaran berhenti
8. Buka mata bor dan cabut (un plug) power source
9. Jaga selalu kebersihan area pekerjaan dan semua peralatan yang telah
digunakan

REAMER

Definisi
Peluas lubang adalah perkakas yang
menyelesaikan lubang yang telah digurdi
atau di bor. Banyaknya bahan yang dilepas
oleh peluas lubang tergantung pada ukuran
lubang dan bahan yang dipotong, 0,38 mm
adalah rata-rata yang baik.

Jenis Jenis Reamer


Peluas lubang tangan
Peluas lubang tangan adalah perkakaspenyelesaian
yang dirancang untuk penepatan akhir dari lubang.
Peluas lubang pencekam
Peluas lubang pencekam dirancang untuk
penggunaan dalam mesin.

Jenis Jenis Reamer


Peluas lubang cangkang
Peluas lubang cangkang terdiri atas ujung jenis
cangkang yang dipasangkan pada arbor tirus.
Celah dalam peluas lubangmenghubungkan
penyeret pada arbor untuk menghasilkan
pergerakkanpositif.

Jenis Jenis Reamer


Peluas lubang tirus
Peluas lubang pena-tirus biasanya mempunyai
diameterkecil dan agak panjang. Pelubang harus
dikonstruksi sekuat mungkin karena mata
potongnya dihubungkan dalam pemotongan melalui
keseluruhan panjangnya.

Jenis Jenis Reamer


Peluas lubang ekspansi
Peluas lubang ekspansi dapat disetel untuk mengkompensasi
keausan atau untuk kebutuhan meluaskan lubang yang kelebihan
ukuran.
Peluas lubang mampu setel
Peluas lubang mampu setel berbeda dengan yang lain dalam hal
alat ini dapat dimanipulasi untuk dipakai pada jangkauan ukuran
tertentu.

PAHAT

Definisi
Pahat adalah alat yang digunakan untuk
menyayat produk atau benda kerja. Dalam
pembbutan pahat bubut sering digunakan .

Macam Macam Pahat

Pahat Bubut Luar


Pahat kiri
Pahat
radius
Pahat potong
Pahat alur
Pahat kanan Pahat ulir
Pahat
Pahat rata
muka
Pahat
kasar

Pahat Bubut Dalam


Pahat jenis ini
digunakan untuk
membuat bagian dalam
atau memperbesar
lubang yang sebelumnya
sudah dikerjakan
dengan matabor.

Pahat Potong
Adalah jenis pahat
yang digunakan untuk
memotong benda kerja
menggunakan tangkai

Pahat Bentuk
Digunakan untuk
membentuk permukaan
benda kerja. Bentuknya
sangat banyak dan dapat
diasah sesuai bentuk yang
dikehendaki operatornya

Pahat Keras
Pahat yang terbuat dari
logam keras yan
gmengandung bahan karbon
tinggi yang di padu dengan
bahan bahan lainya seperti
cemented carbit, tungsten,
wide dan lain-lain.

Umur Pahat
Umur Pahat adalah ukuran lamanya suatu pahat
dapat memotong benda kerja dengan memuaskan,
dalam arti pahat tidak menjadi aus.
Umur pahat merupakan faktor penting dalam
pekerjaan proses memproduksi, karena bukan saja
harga pahat-pahat tertentu bisa mahal, tetapi setiap
kali pahat rusak, maka perlu untuk diganti,
penggantian pahat ini akan banyak memakan waktu
untuk kegiatan penyetelan nya.

Jenis ke Aus-an
1. Keausan sisi pahat
Keterangan:
a. Ada timbul kawah kecil pada sisi pahat
b. Ada bagian ujung mata pahat yang
tergerus (ter-amplas)
c. Misalnya pada pahat HSS, dikatakan
rusak, apabila tepi pahat nya tergerus
sekitar 1,58 mm. Sedangkan untuk pahat
Karbida adalah: 0,76 mm.

Jenis ke Aus-an
1. Keausn di Bagian
Bawah Pahat
Keterangan :
Terbentuknya kawah kecil atau
depresi dibagian bawah pahat yang
terjadi akibat aksi penggerusan
dari geram - geram ketika melintasi
permukaan pahat.

CS

Perhitungan Umur Pahat


CST N C
Cs = Kecepatan Potong

.D.n
=
1000

D = diameter benda kerja


(mm)
n = kecepatan putar mesin
(rpm)
T = Umur Pahat (menit)
N = Eksponensial
(tergantung dari material
pahat)
C = Konstanta (1 mrnit)

Penentuan Nilai Eksponensial dari Persamaan


Umur Pahat :
Jenis Material

Pahat
Baja Kecepatan

0,08 0,12

Tinggi
Karbida

0,13 0,25

Keramik

0,40 0,55

LAST WORD

TERIMAKASIH
ATAS
PERHATIAN NYA