Anda di halaman 1dari 2

Dear Ms.

Wella,
Izinkan saya menyampaikan hasil pengamatan saya terhadap materi BPR, BPI dan BPM
ini:
BPR atau singkatan dari Business Process Reengineering adalah proses perubahan s
ecara radikal terhadap proses bisnis dengan tujuan melakukan optimalisasi secara
maksimal dari proses bisnis yang telah ada sebelumnya. Perubahan biasa nya bers
ifat sangat mendasar, dan signifikan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama
untuk implementasi nya. Kegiatan ini juga memiliki resiko kegagalan yang sangat
tinggi.
BPI atau Business Process Improvement merupakan proses perubahan / perbaikan pro
ses bisnis secara incremental atau bertahap, dengan fokus yang sangat jelas, dan
merupakan strategi yang banyak diadopsi oleh entitas / organisasi bisnis guna m
enghindarkan diri dari resiko yang timbul akibat perubahan yang terlalu luas seh
ingga kegiatan ini mengandung resiko kegagalan yang amat tinggi karena biasa aka
n menjadi un-manageable. BPI diminati pula karena hasil dan manfaat akan dirasak
an dalam tempo yang lebih singkat ketimbang BPR dan tingkat keberhasilan yang re
latif lebih tinggi. BPI juga umum nya bersifat bottom-up yang di inisiasi oleh k
aryawan yang memahami dan mengidentifikasi adanya ruangan untuk perbaikan (room
of improvement) di area operasional yang dihadapinya
BPR dan BPI kadang kala juga diikuti dengan perubahan kebijakan guna mendukung s
trategi yang terkait.
BPM adalah suatu pendekatan sistematis berupa alat bantu dan metoda untuk mengel
ola proses perubahan / perbaikan proses bisnis, mulai dari kegiatan dokumentasi,
identifikasi, design, implementasi dan optimalisasi proses secara berkelanjutan
. Aspek penting dari BPM adalah proses penyediaan media penyimpanan/repository,
pembuatan model / modelling proses bisnis secara grafis, kolaborasi antara user
pemilik proses bisnis terkait, dan juga kemampuan simulasi untuk mendapatkan mod
el proses bisnis yang terbaik.
Case BPR yang berhasil adalah case pada Honeywell IAC, dengan nama program "Tota
lPlant" merupakan suatu kegiatan BPR yang radikal dan luas, dengan tujuan utama
melakukan integrasi informasi bisnis dan operasional guna mencapai kepuasan pela
nggan. Program ini memiliki target untuk mengurangi cacat produksi sampai dengan
1000% dan mengurangi waktu siklus proses sampai dengan 500%. Secara umum, perub
ahan proses bisnis yang didukung oleh ketersedian informasi strategis yang dibut
uhkan baik untuk keperluan operasional maupun bisnis tersedia setiap saat bagi b
erbagai pihak yang berkepntingan.
(Referensi Pustaka: http://www.bus.iastate.edu/nilakant/MIS538/Readings/BPR%20Ca
se%20Honeywell.pdf)
Kasus BPI dapat dilihat pada Chevron, 1998, dimulai dengan upaya untuk mengurang
i biaya pada fasilitas air bersih sampai dengan 30%. Program tersebut berjalan s
ukses dan diikuti oleh unit chevron seluruh dunia, termasuk Indonesia dengan has
il manfaat penghematan biaya yang relatif tidak terlalu besar. Hingga, ditahun 2
006, setelah implementasi Metodologi Lean Six Sigma, hasil signifikan didapatkan
. Pada waktu itu muncul ratusan inisiatif yang sama dari hingga pada tahun 2008
sampai dengan 2010 tercatat nilai biaya yang dapat direduksi mencapai 1 Miliar U
SD. Untuk mengelola seluruh kegiatan tersebut tersebut, Chevron memanfaatkan Sis
tem Informasi untuk memfasilitasi seluruh kegiatan dimaksud.Sofware BPM yang dip
ilih oleh Chevron adalah Nimbus.
(Referensi Pustaka: http://www.bus.iastate.edu/nilakant/MIS538/Readings/BPR%20Ca
se%20Honeywell.pdf)
Mohon masukan dan koreksi lebih lanjut.

Terima Kasih dan Salam Hormat,


Wirianto Widjaya
NIM: 1901514823