Anda di halaman 1dari 5

http://ahmadramdhani94.blogspot.co.id/2015/03/literature-review.

html

Jurnal Review

Jurnal 1 : ENKRIPSI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) PADA


TELEPON SELULAR BERBASIS ANDROID DENGAN METODE
RC6
SMS (Short Message Service) adalah layanan untuk mengirim pesan yang banyak digunakan dalam
telepon, tetapi dalam penyedia layanan SMS jarang yang memiliki metode untuk membuat data itu lebih aman,
hal ini membuat layanan SMS memiliki begitu banyak celah keamanan yang membuat data mungkin hilang atau
memungkinkan ada orang ketiga yang dapat mengakses data SMS.
Android merupakan sistem operasi mobile lateset dari Google, programmer membuat android dengan
mengembangkan aplikasi easly untuk digunakan dalam smartphone dan tablet. Cybercryp SMS adalah sebuah
aplikasi yang dirancang untuk sistem android yang akan digunakan untuk mengamankan data yang
menggunakan layanan SMS. Algoritma RC6 untuk enkripsi dan dekripsi akan digunakan dalam pelayanan
pengirim dan penerima pesan dari Short Message Service, yang akan menggunakan kunci pribadi dan password
simetris untuk data make akan lebih aman.
Secara umum jurnal ini membahas mengenai penggunaan metode atau algoritma RC6 untuk melakukan
enkripsi serta dekripsi data, pesan, atau informasi yang dikirim dan terima melalui SMS atau Short Message
Service pada perangkat berbasis Android.
Dari jurnal ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi Cybercryp SMS yang dibuat adalah aplikasi yang
berfungsi untuk mengamankan data text yang dikirim dari service SMS agar celah keamanan data pada layanan
SMS dapat dikurangi. Kemudian aplikasi Cybercryp SMS menggunakan enkripsi dengan kunci simetris RC6
dengan panjang password yang tidak dibatasi. Dan Aplikasi ini paketkan menjadi sebuah file APK yang
merupakan paket aplikasi agar bisa diinstall ke perangkat smartphone atau tablet android untuk bisa digunakan
mengirim ataupun membaca pesan Cybercryp SMS sehingga data yang tidak diinginkan untuk diketahui pihak
lain bisa diminimalisir. Selain itu aplikasi berjalan pada smartphone android dengan versi minimal 2.2 (Froyo),
dengan API minimal versi 8 dan compatible dengan versi android terbaru.

Jurnal 2 : IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI CAESAR


CHIPER PADA APLIKASI SMS TELEPON SELULAR BERBASIS
J2ME
Secara umum, SMS tidak menjamin kerahasiaan dan integritas dari pesan yang dikirim oleh pengguna.
Karena pesan teks yang dikirim kadang-kadang pesan rahasia dan pribadi, sehingga kerahasiaan pesan menjadi
sangat penting.
Sehingga diperlukan suatu sistem keamanan dalam pesan meyampaikan. Dalam hal ini pesan akan
disajikan dengan cara algoritma enkripsi aplikasi keamanan Caesar cipher pada telepon selular dengan
menggunakan bahasa pemrograman J2ME, sehingga kerahasiaan pesan menjadi lebih terjaga.
Secara garis besar jurnal ini membahas mengenai penggunaan atau penerapan algoritma
kriptografi Caesar Chiper pada aplikasi SMS telepon selular yang berbasis J2ME untuk memberikan keamanan
terhadap data, pesan atau informasi yang dikirim atau diterima melalui SMS tersebut.

Dengan menggunakan algoritma Caesar Chiper untuk meningkatkan keamanan data,


pesan, atau informasi ini dapat disimpulkan bahwa :
a) Aplikasi yang dibuat berhasil meningkatkan keamanan pengiriman pesan SMS melalui telepo
n
seluler karena:
1. Pesan yang dikirimkan terenkripsi
2. Kunci (key) yang dimasukkan berulang sehingga akan menyulitkan proses dekrip bagi

yang tidak tahu

kunci sebenarnya.
3. Kunci dekrip berbeda jika proses enkripsi dilakukan lebih dari satu kali atau berulang.
b) Dengan adanya fitur input key (kunci) pada fitur aplikasi yang dibuat maka pengguna dapat menginputkan
key (kunci) sesuai keinginannya sehingga keamanan pesan lebih terjaga. Key yang dapat diinputkan adalah
antara integer 0 - 255
Namun pesan yang telah dienkripsi memiliki jumah karakter yang lebih banyak dibandingkan dengan
jumlah karakter sebelum pesan dienkripsi. Hal ini mengakibatkan biaya pesan yang digunakan untuk melakukan
pengiriman pesan menjadi lebih banyak. Namun jika dilihat dari segi keamanan , maka aplikasi ini lebih aman
dari pada pengiriman pesan biasa.

Jurnal 3 : PERBANDINGAN ALGORITMA AES DENGAN ALGORITMA


XTS-AES UNTUK ENKRIPSI DAN DEKRIPSI TEKS SMS
BERBASIS JAVA ME
SMS sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi semua kalangan masyarakat. Pengiriman suatu
informasi dengan menggunakan SMS memerlukan suatu proses yang menjamin keamanan pesan yang dikirim.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengenkripsikan pesan. Pada kriptografi terdapat banyak algoritma yang
telah berkembang, diantaranya adalah algoritma AES dan pada tahun 2010 NIST (National Institute of Standard
and Technology) mempublikasikan algoritma XTS-AES yang merupakan perkembangan dari algoritma AES.
Akan tetapi tiap-tiap algoritma memiliki perbedaan dalam tingkat kerumitan dan proses perhitungannya.
Pada jurnal ini dilakukan pengukuran dan analisa perbandingan performansi algoritma AES dan XTSAES dengan menerapkan algoritma tersebut pada aplikasi SMS berbasis Java ME. Kemudian dilakukan
pengujian menggunakan indikator kecepatan enkripsi dan dekripsi, ukuran ciphertext, output generator, dan

kompleksitas algoritma untuk memperoleh algoritma yang lebih unggul. Analisis dan kebutuhan aplikasi bagi
pengguna nantinya dikembangkan dengan metodologi RUP.
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari pembahsan jurnal ini yaitu :
1. Pengimplementasian kriptografi AES dan XTS-AES dengan menggunakan mode block cipher ECB pada
aplikasi SMS dalam hal melakukan enkripsi dan dekripsi. Aplikasi SMS dapat mengenkripsikan pesan teks SMS
yang lebih panjang dari block size ECB.
2. Algoritma kriptografi AES lebih handal daripada XTS-AES dalam hal kecepatan enkripsi dan dekripsi.
3. Algoritma kriptografi XTS-AES memiliki kelebihan dalam kompleksitas cara kerja algoritma dibandingkan
algoritma AES.
4. Algoritma kriptografi AES dan XTS-AES menghasilkan jumlah karakter ciphertext yang sama pada output
generator.

Jurnal 4 : IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI DES, RSA, DAN


ALGORITMA KOMPRESI LZW PADA BERKAS DIGITAL
Penelitian ini pengguna RSA dan DES algoritma yang algoritma enkripsi kriptografi. Algoritma RSA
merupakan salah satu algoritma kriptografi asimetris yang kunci enkripsi berbeda dengan kunci dekripsi nya.
Sementara itu, algoritma DES adalah salah satu algoritma kriptografi simetrik yang kunci enkripsi sama dengan
kunci dekripsi nya. Selain keamanan, ukuran file juga diukur dan file berukuran besar dapat dikompresi lebih
lanjut. LZW adalah algoritma kompresi yang memanfaatkan kamus. Fusi ini algoritma kriptografi dan kompresi
memastikan bahwa file tidak dapat dilihat oleh pengguna yang tidak sah, dan juga memastikan bahwa hal itu
dapat disimpan dalam media kapasitas rendah, yang secara keseluruhan membuat proses pengiriman lebih cepat.
Algoritma RSA dapat menyebabkan ukuran file menjadi lebih besar yang dapat dilihat dalam satu file yang
ukurannya awal 848 byte dan ukuran RSA-enkripsi 3.98 kilobyte. Algoritma LZW kemudian diterapkan file
terenkripsi, mengurangi ukuran 3,98-3,81 kilobyte.
Dari pembahas jurnal ini, dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1.

Proses enkripsi dapat dilakukan degan menggunakan dua buah algoritma kriptografi yang berbeda yaitu
allgoritma simetris dan algoritma asimetris.

2.

Penggunaan dua buah algoritma kriptografi akan membuat berkas cipherteks semakin susah untuk dipecahkan.
Karena seorang kriptanalis tidak akan mengetahui algoritma apa yang digunakan pada berkas teks tersebut.

3.

Penggunaan algoritma RSA akan memudahkan bagi orang yang berkomunikasi untuk mendistribusikan kunci.
Hal ini disebabkan karena untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda.

4.

Penggunaan algoritma kriptografi asimetris dalam hal ini menggunakan algoritma RSA menyebabkan ukuran
berkas teks semakin besar.

5.

Proses kompresi juga dapat dilakukan pada cipherteks, namun proses kompresi yang dilakukan tidaklah
maksimal. Hal ini disebabkan karena penggunan bilangan ASCII yang begitu banyak akan membuat isi kamus
semakin besar.

Jurnal 5 : IMPLEMENTASI KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI


MENGGUNAKAN ALGORITMA RSA DAN METODE LSB
Secara garis besar jurnal ini membahas mengenai penerapan kriptografi dan steganografi dengan
menggunakan algoritma RSA dan metode LSB.
Salah satu cara untuk menjaga keamanan pesan adalah menggunakan teknik steganografi. Metode
steganografi yang digunakan adalah metode penyisipan pesan LSB (Least Significant Bit). Pesan rahasia
disandikan sebelum disisipkan menggunakan teknik kriptografi. Algoritma kriptografi yang digunakan adalah
algoritma RSA. Algoritma RSA terdiri dari algoritma enkripsi dan algoritma dekripsi. Pesan rahasia disandikan
menggunakan algoritma enkripsi RSA dan disisipkan menggunakan metode penyisipan LSB. Membaca pesan
dengan menggunakan metode LSB dan algoritma dekripsi RSA.

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan jurnal ini yaitu :
1. Pesan rahasia berupa text disandikan dengan menggunakan algoritma enkripsi RSA dan disisipkan ke dalam
covertext yang berupa file gambar 24 bit dengan menggunakan metode penyisipan LSB. Hasil proses ini adalah
stegotext berupa file gambar 24 bit.
2. Pesan rahasia dibaca dengan cara mengambil pesan rahasia dari dari stegotext yang berupa file gambar 24 bit
dan mengembalikan pesan rahasia yang disandikan menjadi pesan rahasia yang sebenarnya dengan
menggunakan algoritma dekripsi RSA. Hasil dari proses ini adalah pesan rahasia yang sebenarnya.
3. Aplikasi kriptografi dan steganografi dapat meningkatkan keamanan pesan rahasia dengan mengenkripsi pesan
rahasia sebelum menyembunyikan dalam covertext.