Anda di halaman 1dari 5

Nama : Riski Hernanda Wahyudi

Nim

: 251324517

DERET TAK HINGGA


Pada bab ini akan dibahas mengenai pengertian deret dan aplikasinya dalam Fisika.
Dalam banyak fenomena fisis, penggunaan deret diperlukan untuk memperoleh hasil kuantitatif
yang bers ifat hampiran ketika memeca hkan persoalan yang cukup rumit secara matematis.
Contoh yang paling sederhana yang biasa kita jumpai dalam persoalan Fisika dasar adalah
persoalan bandul sederhana yang disimpangkan dan akan mengalami gerak periodik ketika
dilepaskan akibat gaya gravitasi yang bertindak sebagai gaya pemulih.
Dari contoh pada bagian pendahuluan di atas, secara umum dapat disimpulkan bahwa
penguraian suatu fungsi ke dalam bentuk deret pangkat:

( x ) =a0 +a 1 x +a2 x +a 3 x += an x n
2

n=0

Persamaan diatas dapat membantu kita untuk menyederhanakan suatu model matematik
yang relatif sulit untuk dipecahkan. Walau sejak dini harus kita sadari bahwa uraian tersebut
umumnya tidak berlaku untuk semua interval x, tapi setidaknya akan memberikan jawaban
sebagian atas fenomena yang kita amati. Secara umum, penggunaan deret dalam Fisika
seringkali dibutuhkan ketika memecahkan problem-problem yang ada. Sebelum kita membahas
secara lebi h spesifik mengenai deret pangkat yang diberikan oleh persamaan diatas, akan ditinj
au terlebih dahulu pengertian deret secara umum.Deret pada dasarnya adalah penjumlahan suatu
barisan bilangan yang memiliki keteraturan tertentu, secara simbolik deret dapat ditulis sebagai :

n=1+2+3
n=1

b x n1=b +bx+ b x3 + ,
n=1

(1)
1
1
+
.
n2 x = 1
x 4x 9x
n=1
Dengan n adalah bilangan bulat, x merupakan variabel yang dapat berharga berapa saja
n

dan b adalah sebuah bilangan konstan sebarang. Ungkapan n,

barisan

b x n1 dan

(1)
n2 x

adalah

yang dimaksud. Sehingga jelas diperlihatkan adanya keteraturan tertentu dalam

barisan yang terdapat dalam deret tersebut. Jika pada deret tersebut terdapat tak-hingga buah
barisan maka dikatakan deret tersebut adalah deret tak-hingga.
1. Uji Konvergensi Deret
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah apakah deret tak-hingga tersebut akan menuju
n

ke suatu jumlah tertentu (konvergen) atau tidak (divergen). Misalkan

jumlah n buah barisan, maka deret tersebut dikatakan konvergen jika


S <

S n = am
m

lim S n=S

atau dengan kata lain S berhingga dan dikatakan divergen jika

adalah

dengan

S . Untuk

memeriksa apakah suatu deret konvergen atau divergendapat dilakukan dengan menggunakan
sejumlah perangkat uji.
A. Uji awal
Pemeriksaan pertama kekonvergenan adalah dengan melakukan uji awal yaitu dengan
memeriksa apakah untuk barisan yang ke tak-hingga

lim an=0

. Jika hal ini tidak terpenuhi

maka segera dapat kita simpulkan bahwa deret tersebut divergen. Jika ternyata hal tersebut
dipenuhi, maka ada kemungkinan deret tersebut konvergen. dan pemeriksaan lebih lanjut harus
dilakukan untuk mendapat kepastiannya.. Jelas, uji ini bukan untuk mengetahui suatu deret

konvergen atau tidak, tetapi lebih diperuntukkan sebagai langkah awal paling sederhana untuk
menghemat waktu.
B. Uji Konvergensi Deret Positif
Setelah kita melakukan uji awal dan misalkan deret yang ditinjau memenuhi kondisi
lim an=0

. maka beberapa perangkat pemeriksaan selanjutnya untuk mengetahui

konvergensinya. Untuk pembahasan berikut ini, kita akan membatasi diri pada kasus dengan
deret yang memiliki tanda positif untuk semua barisannya (deret positif).
1. Uji Banding
Uji ini dimaksudkan untuk menguji konvergensi dan divergensi. Untuk memeriksa deret
yang ditinjau, kita membutuhkan suatu deret lain yang sudah diketahui konvergensinya dan juga
deret lain yang sudah diketahui divergensinya, dan kemudian dilakukan perbandingan apakah

an

deret yang kita tinjau missal

bn

dan jika memenuhi kondisi

dengan deret yang telah kita ketahui konvergensinya


an <b n

untuk semua

n N , maka deret tersebut

konvergen.
2. Uji Integral
Dalam uji integral ini, yang dilakukan adalah dengan melakukan integrasi secara kontinu

terhadap n dimana

an

a n dn

. Jika hasil integrasi deret yang ditinjau tersebut terbatas,

maka deret tersebut konvergen. Sebaliknya jika hasilnya tak-hingga maka deret tersebut
divergen.
3. Uji Rasio

Tinjau deret

an
n=1

dan misalkan

lim

a n+ 1
C , maka :
an

(a). deret konvergen jika C<1


(b). deret divergen jika C>1
(c). pengujian tidak menentukan konvergen atau divergen jika C=1
4. uji banding limit

an

Jika

a.

adalah deret yang ingin diuji konvergensinya dan terdapat deret lain:

bn

yang telah diketahui konvergen dan jika

maka deret tersebut Konvergen.


b.

dn

yang diketahuidivergen dan jika

lim

lim

an
=C
bn

an
=C , dengan C
bn

, C

tersebut divergen.

Contoh soal :
1. Tentukan jumlah dari deret geometri berikut : 2+4 +8+16+ (8 suku)
2. Tentukan jumlah deret geometri berikut : 12+6+3+1,5+ (6 suku)
Jawab:
1.

2+4 +8+16+
Diketahui :
a=2
r=

4
2

2(r >1)
Jumlah deret sampai 8 suku pertama, berarti n = 8.
n

a(r 1)
S n=
r 1

maka deret

2(2 1)
S n=
21
S n=2( 2561)
S n=511
Jadi, jumlah 8 suku pertama dari deret tersebut adalah 510.
2.

12+6+3+1,5+
12 + 6 + 3 + 1,5 + ...
Diketahui :
a=12

r=

6
12

1
r= (r <1)
2
Jadi, Jumlah deret sampai 6 suku pertama, berarti n = 6.
n

S n=

a(r 1)
r 1

[ ( )]

12 1
S n=

S n=24 1

S n=23
S n=

5
8

189
8

1
2

1
2

1
64