Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Wajah cantik, sedap dipandang mata, tentu saja menjadi dambaan
setiap wanita. Karena bagi wanita, wajah merupakan bagian utama yang
menunjang penampilan. Namun tidak semua wanita puas akan bagianbagian yang dimiliki oleh wajahnya. Salah satunya ialah pada alis. Mereka
merasa bentuk alis, bibir, ataupun matanya masih kurang sempurna,
hingga mengurangi rasa percaya diri.
Banyak cara yang dilakukan oleh sebagian wanita tersebut untuk
mengembalikan rasa percaya diri mereka, dari mencukur, membentuk,
merapikan, menggambarnya menggunakan pensil alis hingga salah
satunya dengan melakukan sulam alis. Beberapa wanitayang telah
melakukan hal ini menganggap bahwa dengan sulam alis, maka mereka
tidak perlu menggunakan make-up berlebih untuk mempercantik bentuk
alisnya.
Sulam

alis

diminati

wanita

karena

dinilai

mampu

mengoreksi

kekurangan. Sulam alis ini sendiri harganya tidak murah. Banyak juga
klinik kecantikan yang nmenawarkan jasa sulam alis dari harga promo
hingga jutaan rupiah. Sayangnya, perbuatan yang telah banyak dilakukan
oleh para wanita ini, baik di kalangan artis maupun rakyat biasa yang rela
mengeluarkan banyak uang untuk mempercantik diri ini belum banyak
yang

mengetahui

bagaimana

status

hukumnya.

Bagaimana

Islam

memandangnya? Berdasarkan hal ini, penulis mengkaji masalah dan


menjadikan pandangan mengenai sulam alis ini sebagai topik yang akan
dibahas di dalam diskusi. Semoga dapat menemukan pengetahuan yang
baik, berfaedah dan menjadikan solusi pertimbangan yang baik kepada
kaum wanita yang berinisiatif untuk melakukan sulam alis.

1.2 Tujuan
a.

Dapat memberikan pengetahuan mengenai kebenaran hukum


menyulam alis yang sering dilakukan oleh para wanita muslim.

b. Memberikan wawasan dan ilmu pendidikan agama islam yang


lebih baik
c.

Dapat berdisksi mengenai masalah-masalah yang terkait dalam


masalah hukum islam, seperti halnya kegiatan menyulam alis.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Hukum
Hukum memiliki pengertian yang luas, di Indonesia sendiri Hukum
adalah seperangkat norma atau kaidah yang berfungsi mengatur tingkah
laku manusia dengan tujuan untuk ketentraman dan kedamaian di dalam
masyarakat.

Demikianlah

penjelasan

mengenai

pengertian

hukum

menurut ahli, semoga tulisan saya mengenai pengertian hukum menurut


ahli dapat bermanfaat dan semoga artikel saya yang berikutnya dapat
membantu. Adapun definisi Hukum oleh para ahi Hukum adalah sebagai
berikut:
Pengertian Hukum menurut E. Utrecht adalah himpunan petunjuk
hidup yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya
di taati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan, oleh karenanya
pelanggaran terhadap petunjuk hidup itu dapat menimbulkan tindakan
dari pemerintah masyarakat itu.
Menurut

A.

Ridwan

Halim,

Pengertian

Hukum

merupakan

peraturan yang tertulis maupun yang tidak tertulis, yang pada dasarnya
peraturan tersebut berlaku dan diakui orang sebagai peraturan yang
harus ditaati dalam hidup bermasyarakat.
Sunaryati Hatono memberikan definisi mengenai Pengertian
Hukum yaitu hukum itu tidak menyangkut kehidupan pribadi seseorang,
akan tetapi jika menyangkut dan mengatur berbagai aktivitas manusia
dalam hubungannya dengan manusia lainnya, atau dengan kata lain
hukum

mengatur

berbagai

aktivitas

manusia

di

dalam

hidup

bermasyarakat.
2.2 Pengertian Hukum Islam
Menurut

Ahmad

Rofiq,

Pengertian

Hukum

Islam

adalah

seperangkat kaidah-kaidah hukum yang didasarkan pada wahyu Allah

SWT dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku mukallaf (orang yang
sudah dapat dibebani kewajiban) yang diakui dan diyakini, yang mengikat
bagi semua pemeluk agama islam.
Menurut Prof. Mahmud Syaltout, syariat adalah peraturan yang
diciptakan oleh Allah supaya manusia berpegang teguh kepadaNya di
dalam perhubungan dengan Tuhan dengan saudaranya sesama Muslim
dengan saudaranya sesama manusia, beserta hubungannya dengan alam
seluruhnya dan hubungannya dengan kehidupan.
2.3 Ruang Lingkup Hukum Islam
Ruang Lingkup Hukum Islam menurut Zainuddin Ali, sebagai berikut
:
1. Ibadah sebagai Ruang Lingkup Hukum Islam
Ibadah

adalah

peraturan-peraturan

yang

mengatur

hubungan

langsung dengan Allah SWT (ritual) yang terdiri atas :


(a)

Rukun Islam Yaitu mengucapkan syahadatin, mengerjakan shalat,


mengeluarkan zakat, melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan
menunaikan haji bila mempunyai kemampuan (mampu fisik dan
nonfisik).

(b) Ibadah yang berhubungan dengan rukun islam dan ibadah lainnya,
yaitu badani dan mali. Badani (bersifat fisik), yaitu bersuci, azan,
iqamat, itikad, doa, shalawat, umrah dan lain-lain. Mali (bersifat harta)
yaitu zakat, infak, sedekah, kurban dan lain-lain.
2.

Muamalah sebagai Ruang Lingkup Hukum Islam


Muamalah adalah peraturan yang mengatur hubungan seseorang

dengan orang lainnya dalam hal tukar-menukar harta (termasuk jual beli),
di antaranya : dagang, pinjam-meminjam, sewa-menyewa, kerja sama
dagang, simpanan barang atau uang, penemuan, pengupahan, warisan,
wasiat dan lain-lain.

3.

Jinayah sebagai Ruang Lingkup Hukum Islam


Jinayah ialah peraturan yang menyangkup pidana islam, di antaranya:

qishash, diyat, kifarat, pembunuhan, zina, minuman memabukkan,


murtad dan lain-lain.
4.

Siyasah sebagai Ruang Lingkup Hukum Islam


Siyasah yaitu menyangkut masalah-masalah kemasyarakatan, di

antaranya

persaudaraan,

tanggung

jawab

sosial,

kepemimpinan,

pemerintahan dan lain-lain.


5.

Akhlak sebagai Ruang Lingkup Hukum Islam


Akhlak yaitu sebagai pengatur sikap hidup pribadi, di antaranya :

syukur, sabar, rendah hati, pemaaf, tawakal, berbuat baik kepada ayah
dan ibu dan lain-lain.
6. Peraturan lainnya di antaranya : makanan, minuman, sembelihan,
berbutu, nazar, pemeliharaan anak yatim, mesjid, dakwah, perang dan
lain-lain.

BAB III
PANDANGAN ISLAM MENGENAI SULAM ALIS
3.1 Pengertian Sulam Alis
Sulam alis merupakan sebuah cara yang dilakukan dengan teknik
menanam

pigmen

kosmetik

tertentu

ke

dalam

kulit,

sehingga

menghasilkan efek yang sama seperti memakai make up. Di dalam dunia
internasional, sulam alis ini lebih dikenal dengan sebutan interdermal
eyebrow micropigmentation cosmetic eyebrow tattoing
Sulam alis ini kini sedang menjadi trend di kalangan para perempuan,
baik dari artis-artis maupun masyarakat, mereka rela menghabiskan biaya
untuk melakukan kegiatan ini.
Beberapa alasan kaum wanita melakukan sulam alis:

Memiliki bentuk alis yang tidak sempurna, seperti tidak simetrisnya


bentuk alis satu dengan lainnya.

Bulu alis tidak lebat. Bulu alis rontok sehingga menipis bahkan tidak
berbulu.

Ingin mempercantik wajah dan menghemat waktu ketika make-up


yang tidak perlu meggunakan pensil alis lagi.

3.2

Kelebihan Melakukan Sulam Alis


1. Membuat pelaku sulam alis memiliki alis yang terlihat lebih
sempurna atau sesuai dengan yang mereka inginkan.

2. Tidak perlu menggunakan make-up, dan efisiensi waktu yang


mereka miliki untuk make-up. Karena wanita yang telah menyulam
alis biasanya tidak direpotkan untuk menggunakan pensil alis untuk
membentuk alis mereka, karena dengan sulam alis, alis mereka
telah terlihat indah.
3. Sebagai pengganti alis yang lebih baik. Sulam alis ini juga dapat
digunakan bagi mereka yang telah kehilangan alis akibat misalnya
kecelakan atau akibat kemoterapi. Dengan menyulam alis, mereka
yang tidak memiliki alis akan diuntukngkan karena dapat terlihat
memiliki alis seperti semula.
3.3

Dampak dan Efek Samping Sulam Alis


1. Menyebabkan Rasa Sakit pada Bagian Alis
Efek samping sulam alis sudah pasti adalah rasa sakit yang cukup
menyakitkan pada alis mata. Rasa sakit yang dihasilkan dari sulam
alis adalah rasa seperti terbakar, perih, dan terkuliti pada bagian alis
yang tersulam. Rasa sakit tersebut dikarenakan proses yang terjadi
sewaktu melakukan sulam alis.
Prses yang terjadi dikarenakan ha-hal yang sebagai berikut:

Alat untuk menyulam alis terbuat dari bahan logam yang runcing.

Di dalam alat itu sudah ada tinta sulam dan juga jarum.

Menggambar dengan tinta di kulit alis mata. Kulit akan bergesekan

secara langsung dengan karum yang runcing. Rasa terbakar dan juga
perih muncul di proses ini.

Kulit epidermis mengelupas

2. Sulam Alis Menyebabkan Iritasi


Bagi yang berkulit sehat, sulam alis tidak akan menimbulkan iritasi.
Bagi yang memilki kulit yang sensitif, sulam alis akan menimbulkan

iritasi pada bagian alisnya. Iritasi tersebut akan menimbulkan bercak


merah di sepanjang alis mata. Iritasi itu disebabkan oleh bahan tinta
yang digunakannya. Jika melakukan sulam alis di tempat yang kurang
profesional, mereka akan mengganti tinta sulam alis menggunakan
tinta sintetstis yang bisa mengiritasi kulit alis. Tinta yang baik untuk
sulam alis adalah tinta yang terbuat dari sari tumbuhan.
3. Sulam Alis Merusak Kulit Epidermis
Efek bahaya sulam alis adalah rusaknya epidermis kulit. Menggambar
di kulit tubuh bukan berarti tidak berbahaya bagi tibih dan kesehatan.
Alat sulam alis yang terbuat dari logam dan runcing dan disertai
dengan jarim akan merusak kulit epidermis di laposan atas. Tidak
hanya itu itu, saraf alis yang terkena goresan jarum sulam akan rusak
dan menyebabkan peredaran darah menjadi tidak lancar.
Efek Samping Sulam Alis lainnya adalah sebagai berikut:
4. Terkena Penyakit Kulit
Wanita yang melakukan sulam alis akan mudah terkena penyakit kulit.
Hal itu disebabkan oleh masuknya benda-benda asing ke dalam poripori kulit. Saat melakukan sulam alis, pori-pori bagian alis mata akan
terbuka. Pori-pori yang terbuka tersebut akan memudahkan benda
asing masuk ke dalam pori-pori yang belum tersaring kebersihannya,
hal ini berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit.
5. Terkena Infeksi
Infeksi merupakan dampak buruk dari sulam alis yang dilakukan oleh
tenaga kerja yang tidak profesional. Tidak ada yang menjamin ketika
seseorang melakukan sulam alis tidak akan terjadi infeksi. Infeksi
yang terjadi akibat melakukan sulam alis adalah alis mata yang
membengkak hingga yang terburuk dapat menimbulkan nanah. Hal
ini dapat disebabkan karena:

Tinta mengandung bahan kimia berbahaya dan masuk ke dalam

pori-pori

Peralatan yang tidak steril. Kuman bisa melekat pada peralatan

yang tidak steril dan akibatnya kuman tersebut masuk ke dalam


tubuh melalui pori-pori yang terbuka.
6. Luka Permanen
Jarum sulam yang ujungnya runcing tersebut bisa mengakibatkan luka
permanen

pada

kulit

alis.

Luka

tersebut

dapat

berupa

garis

memanjang pada bagian alis yang bersifat permanen dan tidak bisa
dihilangkan.
7. Tertular Penyakit Berbahaya
Penyakit berbahaya seperti Aids, Tbc, Hepatitis dan juga Sifilis bisa
menular melalui jarum yang tidak steril.

8. Pertumbuhan Bulu Alis Terganggu


Seperti yang dibahas sebelumnya, lapisan kulit epidermis dapat rusak
diakibatkan oleh jarum sulam yang digunakan. Keruskan kulit itu mempengaruhi
pertumbuhan bulu alis mata. Akibatnya bulu alis mata tidak dapat tumbuh seperti
sebelumnya.
9. Ketergantungan
Efek lainnya adalah rasa ketergantungan bagi yang telah melaukunnya. Karena
suatu saat warna alis akan memudar. Wanita biasanya akan pergi ke jasa sulam
alis lagi untuk menyulam alisnya kembali. Karena pertumbuhan bulu pada alis
mata telah terganggu, dan apabila tidak disulam kembali maka dapat
menimbulkan rasa kurang percaya diri itu kembali.
3.4 Pandangan Islam Mengenai Sulam Alis

Pengertian dari sulam alis yaitu proses mengaplikasikan tinta herbal yang
berfungsi untuk mengisi bagian bagian alis yang kosong dan menggantikan alis
alis rambut. Tinta tersebut disisipkan diantara rambut alis asli dan membuatnya
terlihat lebih tebal dan alami. Namun tidak semua upaya mempercantik wajah,
dibolehkan secara syariat. Karena ada beberapa cara mempercantik diri,
yang dulu menjadi adat masyarakat jahiliyah, kemudian dilarang oleh
islam. Diantaranya adalah an-Namsh (mencabut bulu yang ada di wajah).

Ada pula yang mengatakan bahwa sulam alis, atau hal-hal lainnya yang berkaitan
dengan mengubah bentuk anggaota tubuh dari ciptaan Allah adalah Termasuk Dosa
Besar. Beberapa ulama yang mengarang kitab kumpulan dosa-dosa besar, seperti
Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-Kabair, demikian pula Al-Haitami dalam
kitabnya Az-Zawajir an Iqtiraf Al-Kabair menyebutkan bahwa salah satu diantara
dosa yang masuk daftar dosa besar adalah mencukur atau menipiskan bulu alis.
Karena terdapat hadis yang menyebutkan bahwa Allah melaknat para wanita yang
mencukur bulu asli di wajahnya, seperti bulu alis, meskipun itu untuk tujuan
kecantikan.
Al-Haitami mengatakan,



Dosa besar nomor 80 hingga 83 : menyambung rambut, tato, ngikir gigi, dan anNamsh.
Adapun pengerjaan sulam alis yaitu alis digambar terlebih dahulu sesuai
keinginan customer dengan menggunakan alat khusus yang disebut embroidery
machine. Pada ujung alat tersebut dioleskan tinta herbal yang sudah disesuaikan
dengan warna alis asli. Lalu dianastesi cream selama 2menit. Kemudian
menyesuaikan bentuk alis dan meratakannya. Setelah itu menyulam rambut alis baru.
Sulam alis sangat erat kaitannya dengan tato alis, menurut sebagian ulama
menyimpulkan bahwa sulam alis dapat diqiyaskan dengan tato, yang Illatnya yaitu
untuk mencari kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah SWT. Sedangkan menurut

penyedia jasa atau penyulam, sulam alis itu sendiri tidak tergolong ke dalam tato.
Karena tinta sulam tidak masuk ke dalam kulit, sedangkan tinta pada penggunaan tato
alis masuk ke kulit cukup dalam sehingga hasilnya permanen yang lambat laun DNA
tubuh dengan tinta tersebut akan menghasilkan warna biru kehijauan dan kurang
natural.
Berkaitan dengan hal-hal tersebut maka dari Abdullah bin Masud radhiyallahu
anhu, beliau mengatakan,

Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang
merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR.
Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).
"Al-Wasyimah" adalah wanita yang mentato. Yaitu melukis punggung telapak
tangan, pergelangan tangan, bibir atau anggota tubuh lainnya dengan jarum atau
sejenisnya hingga mengeluarkan darah lalu dibubuhi dengan tinta untuk diwarnai.
Perbuatan tersebut haram hukumnya bagi yang mentato ataupun yang minta
ditatokan. Sementara an-naamishah adalah wanita yang menghilangkan atau
mencukur bulu wajah. Adapun al-mutanammishah adalah wanita yang meminta
dicukurkan. Perbuatan ini juga haram hukumnya, kecuali jika tumbuh jenggot atau
kumis pada wajah wanita tersebut, dalam kasus ini ia boleh mencukurnya.
Sementara al-mutafallijat adalah wanita yang menjarangkan giginya,
biasa dilakukan oleh wanita-wanita tua atau dewasa supaya kelihatan
muda dan lebih indah. Karena jarak renggang antara gigi-gigi tersebut
biasa terdapat pada gadis-gadis kecil. Apabila seorang wanita sudah
beranjak tua giginya akan membesar, sehingga ia menggunakan kikir
untuk mengecilkan bentuk giginya supaya lebih indah dan agar kelihatan
masih muda.

Perbuatan tersebut jelas haram hukumnya baik yang mengikir


ataupun yang dikikirkan giginya berdasarkan hadits tersebut di atas. Dan
tindakan itu juga termasuk mengubah ciptaan Allah, pemalsuan dan
penipuan. Adapun sabda nabi: "Yang mengikir giginya supaya kelihatan
cantik" maknanya adalah yang melakukan hal itu untuk mempercantik
diri. Sabda nabi tersebut secara implisit menunjukkan bahwa yang
diharamkan adalah yang meminta hal itu dilakukan atas dirinya dengan
tujuan untuk mempercantik diri. Adapun bila hal itu perlu dilakukan untuk
tujuan pengobatan atau karena cacat pada gigi atau sejenisnya maka hal
itu dibolehkan, wallahu a'lam. (Syarh Shahih Muslim karangan Imam AnNawawi XIII/107).
Suatu permasalahan yang perlu disinggung di sini ialah para ahli
medis atau klinik kecantikan yang menyediakan jasa sulam alis atau
sebagai contoh lainnya ialah pada kasus operasi kecantikan tersebut
biasanya tidak membedakan antara kebutuhan yang menimbulkan
bahaya dengan kebutuhan yang tidak menimbulkan bahaya. Yang menjadi
interest biasanya mereka hanyalah mencari keuntungan materi, dan
memberi kepuasan kepada pasien dan pengikut hawa nafsu, materialis
dan penyeru kebebasan. Mereka beranggapan setiap orang bebas
melakukan

apa

saja

terhadap

tubuhnya

sendiri.

Ini

jelas

sebuah

penyimpangan. Karena pada hakikatnya jasad ini adalah milik Allah, Dialah

yang

menetapkan

ketentuan-ketentuan

berkenaan

dengannya

sekehendak-Nya. Allah telah menjelaskan kepada kita metoda-metoda


yang telah diikrarkan Iblis untuk menyesatkan bani Adam, di antaranya
adalah firman Allah:































Yang artinya:
dan

aku

benar-benar

akan

menyesatkan

mereka,

dan

akan

membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh


mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-

benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan


Allah),

lalu

benar-benar

mereka

meubahnya".

Barangsiapa

yang

menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya


ia menderita kerugian yang nyata. (QS 4:119)



146 : 8 .









Dari Abdullah (bin Masud), ia berkata : Rasulullah SAW melaknat wanita
yang mentatto dan wanita yang minta ditatto, wanita yang mencabut
bulu dahinya (mengerik alisnya) dan wanita yang menjarangkan giginya
supaya cantik, yaitu para wanita yang merubah ciptaan Allah. [HR. AnNasaiy juz 8, hal. 146]

Ada beberapa pelaksanaan treatment upaya kecantikan yang diharamkan karena


tidak memenuhi ketentuan-ketentuan dispensasi syar'i yang disepakati dan karena
termasuk mempermainkan ciptaan Allah serta hanya bertujuan mencari keindahan
dan kecantikan semata, misalnya memperindah payudara dengan mengecilkan atau
membesarkannya atau mengubah bentuk alis dari yang telah diberikanatau operasi
untuk menghilangkan kesan ketuaan, misalnya mengeritingkan rambut atau
sejenisnya. Dalam hal ini syariat tidak membolehkannya. Karena tidak ada kebutuhan
yang darurat untuk melakukan hal itu. Hal itu dilakukan semata-mata untuk
mengubah dan mempermainkan ciptaan Allah sesuai dengan hawa nafsu dan syahwat
manusia. Hal itu jelas haram dan terlaknat pelakunya. Dan juga karena termasuk
dalam dua perkara yang disebutkan dalam hadits di atas, yaitu hanya ingin
mempercantik diri dan mengubah ciptaan Allah. Ditambah lagi operasi kecantikan
semacam itu banyak mengandung unsur penipuan dan pemalsuan. Demikian pula
injeksi dengan zat-zat yang diambil secara haram dari janin yang gugur, yang mana
perbuatan tersebut merupakan kejahatan serius, dan efek samping serta mudharat
lainnya yang timbul akibat upaya kecantikan sebagaimana dijelaskan oleh pakarpakar kedokteran.

3.5 Keindahan seorang Perempuan di dalam Islam


Sesungguhnya Islam adalah agama yang menyeru pada kecantikan dan
keindahan. Dimana kecantikan itu berupa kecantikan maknawi yaitu kecantikan
berupa jiwa, akhlak, sifat dan sikap. Karena itu dapat kita lihat di dalam Al Quran Al
Karim kecantikan wajah atau penampilan fisik pria ataupun wanita jarang disebut,
kecuali hanya dua kali saja. Pada penyebutan pertama ALLAH memperingatkan
Rasulullah untuk tidak tertipu pada kecantikan fisik orang-orang munafik karena
penampilan seseorang tidak mencerminkan siapa dirinya.
Seperti dalam firman ALLAH AZZA WA JALLA:





Dan apabila kamu melihat mereka,tubuh-tubuh mereka membuatmu kagum.
Dan jika mereka berkata-kata,kamu mendengarkan mereka. Mereka seakan-akan
kayu yang tersandar. (QS.Al Munafiqun:4)
Penyebutan yang kedua pada firman ALLAH:
























Tidak halal bagimu menikahi wanita-wanita sesudah itu dan tidak
boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain),meskipun
kecantikan

mereka

menarik

hatimu,kecuali

wanita-wanita

(hamba

sahaya) yang kamu miliki. Dan ALLAH Maha mengawasi segala sesuatu.
(QS.Al Ahzab:52)
Maksud dari kecantikan mereka adalah keindahan dan kecantikan
Rupa dan fisik wanita. Al Hasan dan Asy Syaabi mengatakan bahwa
kecantikan

yang

di

maksudkan

ALLAH

dalam

ayat

diatas

adalah

kecantikan yang tersirat pada wajah wanita bangsawan Quraisy yang


bernama Asma binti Amis.
Asma binti Amis adalah istri dari Jafar bin Abi Thalib yang suaminya
mati syahid. Kecantikan wajah beliau sangat terkenal di kalangan
kaumnya sehingga Rasulullah Saw berkeinginan untuk menikahinya
setelah beliau memperdalam keimanan wanita itu. Rasulullah begitu
terpesona dengan kecantikannya dan berkeinginan memperistrinya.
Untuk

menikahinya

Rasulullah

akan

menceraikan

salah

seorang

istrinya,namun ALLAH Taala melarang beliau menceraikan salah seorang


istrinya agar dapat menikahi Asma.
Ketika ALLAH menyebut cantik Hiasan dalam Al Quran, ALLAH
menyebut sebagai sifat bidadari:







Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi
cantik-cantik. (QS.Ar Rahman:70). Kecantikan hiasan haruslah di dahului
dengan kecantikan Khairaat agar kita wanita tahu bahwa seorang
wanita yang baik adalah wanita yang memiliki kecantikan sifat dan akhlak
lebih baik dari pada wanita yang memiliki kecantikan fisik dan rupa
semata. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam Al Quran ALLAH
tidak memberikan patokan khusus pada kecantikan fisik dan rupa bagi
wanita ataupun pria.
Seperti pada Hadits Rasulullah berikut ini:

Sesungguhnya ALLAH tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta


kalian,tapi ia melihat hati dan amal kalian. (HR.Muslim,Ahmad dan Ibnu
Majah)
Dalam Hadits lain Rasulullah mengatakan bahwa wanita shalehah
adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Dari Amr ibnu ra : Dunia adalah

perhiasan

dan

sebaik-baik

perhisannya

adalah

wanita

shalehah.

(HR.Muslim,Ibnu Majah dan An Nasai)


Jadi kecantikan dalam Al Quran dan Islam bukan di lihat pada
kecantikan fisik dan Rupa semata tapi lebih pada kecantikan sifat, tabiat,
kebaikan

hati

dan

akhlak

seorang

wanita

tersebut,

bukan

dinilai

berdasarkan cantik fisik, bentuk tubuh dan lainnya yang bersifat duniawi.

BAB IV
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Melihat dari studi kasus di atas, sulam alis yang sering dilakukan tersebut dapat
dikatakan memiliki efek mudharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Dan apabila
sulam alis atau pun sebagainya seperti yang disebitkan di dalam Al-quran dan hadist
seperti mentato, mencukur alis dan lain-lain dilakukan oleh seorang wanita sematamata untuk memperindah dan mempercantik diri maka hukumnya ialah haram. Dan
sebaik-baiknya adalah tidak melakukan hal-hal yang berlebihan, seperti diriwayatkan
dalam QS. Al Araf: 31 berikut

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid,
makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.


Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu
adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. QS. Al-Isra : 27

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.uinsby.ac.id/2292/7/Bab%204.pdf diakses pada Minggu, 1 November


2015
Al-quran.com

https://sulamalis.wordpress.com/2012/12/27/12/ Perbedaan antara Tato dan Sulam


Alis | sulamalis diakses pada sabtu, 31 Oktober 2015
http://www.dailymoslem.com/inspiration/enlightenment/sulam-alis-termasuk-dosabesar diakses pada Minggu, 1 November 2015