Anda di halaman 1dari 5

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

Nomor : ...................................................

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : ......................
Jabatan : .......................
Alamat : ..................................................
......
...................................................
....

Dalam Perjanjian kerja ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan
............................................, yang selanjutnya disebut pihak ke I
( Kesatu )

Nama : .....................................
Tempat, tgl. : .....................................
Lahir
Pendidikan : .................................................
Status : .................................................
Pernikahan
Alamat : ..................................................
...................................................
KTP No : ...................................................
Masa Berlaku ...
KTP : ..................................................
...............

Dalam Perjanjian kerja ini bertindak sebagai pekerja, untuk dan atas nama
sendiri yang selanjutnya disebut sebagai pihak ke II ( Kedua )

Pada hari ini, ....................................., Pihak ke I dan Pihak ke II


sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dengan
ketentuan seperti tersebut dalam pasal-pasal sebagai berikut :

Pasal 1
JANGKA WAKTU

1. Perjanjian kerja ini dibuat untuk jangka waktu 1 (satu) tahun


terhitung mulai hari

Page 1 of 5
............................................s/d ..............................................
.........................
2. Jika diperlukan dan kedua belah pihak sepakat, Perjanjian Kerja
Waktu tertentu ini dapat diperpanjang, sesuai peraturan yang berlaku.

Pasal 2
TUGAS DAN PENEMPATAN

1. Pihak ke I mempekerjakan Pihak ke II sebagai .........................di


Section ................... pada Dept. ...........................................
2. Bila dipandang perlu Pihak ke I dapat menempatkan Pihak ke II pada
tugas-tugas pekerjaan yang lain yang sesuai dengan kemampuannya.
3. Pihak ke II bersedia dan sanggup ditempatkan di
........................................... atau perusahaan lainnya yang masih satu
group dengan ..................................

Pasal 3
HARI KERJA & WAKTU KERJA

1. Jam kerja di perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari dan 40 jam


seminggu, dengan ketentuan seperti tercantum dalam peraturan
perusahaan atau kalender kerja perusahaan.

2. Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 8 jam sehari dan 40 jam


seminggu dinyatakan lembur dan pelaksanaan perhitungan dan
pembayarannya sesuai dengan ketentuan Kepmenaker Nomor Kep.
102/Men/VI/2004.

Pasal 4
PENGUPAHAN

1. Upah dibayarkan untuk periode hari kerja tanggal 21 s/d 20


setiap bulannya.
2. Upah diberikan bulanan yang dibayarkan pada akhir bulan
dengan cara men-transfer ke nomor rekening Bank yang ditentukan oleh
perusahaan.
3. Perincian Upah sebagai berikut :
a. Upah pokok : ......................./bulan
b. Tunjangan Transport : ......................../hari
c. Tunjangan makan : ..........................hari
d. Mengenai Upah Pokok (poin a), apabila berada di bawah
UMK (upah Minimum Kabupaten) ....................., Maka akan
disesuaikan berdasarkan ketentuan peraturan pemerintah.
e. Apabila Pihak ke II tidak masuk kerja karena tanpa surat
keterangan (Mangkir), Permisi / izin, upah pokok dan Tunjangan
Tetap tidak dibayarkan dengan perhitungan upah sebulan
dibagi 21 hari kerja kecuali sakit, izin sesuai dengan Peraturan
Perusahaan

Page 2 of 5
f. Khusus untuk tunjangan transport dan makan dibayarkan
berdasarkan kehadiran dengan ketentuan jumlah hari kerja
masuk dikali tunjangan makan atau transport.

Pasal 5
JAMSOSTEK dan ASURANSI KESEHATAN

1. Pihak ke I mengikutsertakan Pihak ke II ke dalam program Jamsostek


paket A dan tidak termasuk program Jamsostek Paket B (Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan).
2. Pihak ke I akan mengikutsertakan Pihak ke II ke dalam program
asuransi kesehatan setelah 3 ( tiga ) bulan bekerja.

Pasal 6
TATA TERTIB KERJA

1. Selama dalam hubungan kerja Pihak ke II wajib mentaati dan


melaksanakan ketentuan mengenai tata tertib, kedisiplinan dan
kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya, sesuai dengan
ketentuan dalam Peraturan Perusahaan.

2. Tindakan pelanggaran kedisiplinan dapat diambil terhadap Pihak ke


II, oleh Pihak ke I dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Melakukan penipuan, pencurian, atau pengelapan barang dan
atau uang milik pengusaha atau milik teman sekerja atau milik
teman pengusaha.
b. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga
merugikan pengusaha atau kepentingan negara.
c. Mabuk, minum-minuman keras yang memabukan, memakai
dan atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat aditif
lainnya di lingkungan kerja.
d. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan
kerja.
e. Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi
teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja.
f. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan
perbuatan yang bertentangan peraturan perundang-undangan.
g. Dengan ceroboh atau sengaja merusak, atau membiarkan
dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang
menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
h. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau
pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja
i. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang
seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.
j. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang
diancam pidana penjara 5 tahun atau lebih.
k. Menerima pemberian imbalan jasa dalam bentuk apapun,
untuk melakukan hal-hal yang merugikan atau mengurangi
keuntungan atau menambah biaya perusahaan.

Page 3 of 5
l. Dengan sengaja menyembunyikan penyakit berat atau
penyakit menular yang membahayakan keselamatan dan
kesehatan kerja dirinya dan karyawan lainnya.
m. Mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih tanpa keterangan
secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang syah.

3. Jika Pihak ke II melanggar pasal 6 ayat 2 huruf a sampai dengan


huruf m, maka Pihak I berhak memutuskan hubungan kerja secara
sepihak tanpa persyaratan apapun.
4. Pihak I berhak meminta ganti rugi kepada Pihak II, apabila Pihak II
lalai atau ceroboh yang menyebabkan hilang atau rusaknya barang-
barang milik Perusahaan, dengan jalan memotong upah.

Pasal 7
BERAKHIRNYA KONTRAK KERJA

1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini akan berakhir Apabila :


a. Pihak II meninggal dunia,
b. Batas waktu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu berakhir atau Habisnya
pekerjaan yang disepakati,
c. Pihak II melanggar peraturan sesuai ketentuan Pasal 6 ayat 2, huruf
a sampai dengan m dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini.
2. Akibat berakhirnya atau putusnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini,
maka Pihak II atau ahli waris Pihak II tidak berhak menuntut Pihak I atas
ganti rugi kecuali sisa penghasilan yang belum dibayarkan.

Pasal 8
KETENTUAN PENUTUP

1. Segala sesuatu yang belum diatur di perjanjian ini, akan disesuaikan


dengan aturan perusahaan yang berlaku.
2. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai asli
untuk perusahaan dan copy untuk Pihak II.

Demikian Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini dibuat oleh kedua belah
pihak dalam keadaan sadar tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Setelah dibaca kembali oleh kedua belah pihak dan masing-masing telah
mengerti isi dari Perjanjian kerja waktu tertentu ini maka masing-masing
pihak menandatangani di atas materai yang cukup dan apabila salah satu
pihak mengingkari isi Perjanjian kerja ini bersedia ditindak sesuai
ketentuan undang-undang yang berlaku.

......................., ...........................

Pihak I Pihak II

Page 4 of 5
.......................... .............
.............
........................... Karyawan

Page 5 of 5