Anda di halaman 1dari 70

Sejarah Merangkai Bunga

Setelah kejatuhan Kekaisaran Romawi Barat dan sebelum Masa Renaisance,


seni merangkai bunga belum terlalu populer. Barulah pada abad 13 atau periode Gothic,
rangkaian bunga mulai dikenal. Bunga, daun, dan buah digunakan sebagai penghias
gereja katedral. Tidak hanya itu, malahan banyak lukisan, manuskrip, dan pita abad 14
dan 15 yang dihiasi vas bunga tinggi berisikan setangkai bunga yang indah.
Awal masa renaisance (1400-1600), barulah semua seni merangkai bunga
berkembang pesat. Lantai dan tepi jendela dihiasi rangkaian bunga yang tinggi dalam
sebuah vas besar, dan sejak itu pula rangkaian bunga yang longgar serta buket kecil
yang diikat rapat mulai dikenal.

Perancis
Di Perancis, tatakan vas dan jambangan agak besar
berisikan rangkaian bunga diletakkan di bagian tengah meja
makan. Sedangkan rangkaian bunga diletakkan di semua
ruangan.
Inggris
William Hogarth, seorang pelukis Inggris
memperkenalkan rangkaian bentuk S yang nantinya disebut
rangkaian bunga dengan desain kurva Hogarthian. Bunga dan
daun mulai didesain simentris sesuai kurva huruf S.
Disini meja buffet mulai yang dilengkapi karangan
bunga, rangkaian bunga berbentuk lingkaran mulai
diperkenalkan. Lalu juga rangkaian bunga berbentuk piramida,
buah, dan gula-gula. Seluruh ruangan diberi penerangan lilin
dengan tempat lilin yang tinggi dan berornamen bunga. Para
wanita memakai hiasan bunga di rambut dan gaun beraksesoris
bunga.
Amerika.
Sebagai melting pot dimana budaya barat dan timur
berpadu erat, banyak terdapat buket berupa vas tinggi, dan
bunga yang lebih tinggi daripada vas. Seni Oriental pun
Prinsip Dasar Merangkai Bunga
1. Komposisi (composition)

Food Decoration-Flower Arrangement I 198

Arti komposisi dalam merangkai bunga adalah perpaduan dari semua elemenelemen berdasarkan prinsip dasar desain, untuk mencapai suatu hasil akhir dari
rancangan (design), yang diinginkan.Hasil akhir dari suatu desain rangkaian bunga yang
baik adalah memiliki komposisi yang mengandung semua prinsip desain dan unsur
desain.
Tips untuk mendapatkan komposisi yang baik :

Lihat lokasi penempatan rangkaian


Buatlah sketsa
Pilihlah bunga yang segar dan aksesori yang cocok
Masukkan semua prinsip dasar desain dan unsur dasar desain ke dalam rangkaian
2. Kesatuan (unity)
Maksudnya adalah kesatuan dalam rangkaian bunga adalah penyatuan dari
seluruh unsur dan elemen materi pada rangkaian sehingga menjadi satu kesatuan yang
harmonis. Kesatuan tersebut dapat diperoleh dari komposisi warna. Ada kesatuan antara
bunga dengan wadah yang dipakai, misalnya warna wadah senada dengan warna
bunga. misalnya dalam suatu rangkaian, bagian atas menggunakan bunga warna merah,
di bagian lain dapat dipakai bunga yang berbeda jenisnya tapi warnanya sama (merah).
3. Proporsi (proportion)
Proporsi dalam rangkaian bunga mengandung arti keserasian perbandingan
ukuran panjang, dan besar bahan rangkaian kita. Keserasian ukuran panjang-pendeknya
dan besar-kecilnya bahan sangat menentukan keindahan rangkaian bunga yang dibuat.

Tips untuk mendapatkan proporsi yang baik :


Perhatikan besar-kecilnya rangkaian dengan besar-kecilnya wadah.
Perhatikan juga besar-kecilnya bahan dengan besar-kecilnya wadah. Bahan bunga atau
ranting yang dipakai juga harus sesuai dengan wadahnya, misalnya kuntum bunga yang

besar ukurannya tentu tidak sesuai dengan wadah yang kecil mungil.
Ukuran rangkaian bunga yang standar adalah 1 -2 kali tinggi wadah atau lebar wadah.
Perbandingan pemakaian bahan yang dianjurkan : 65 % bunga dengan warna sedang,
25% bunga kecil-kecil (ringan) dengan warna muda, 10 % bunga besar, berat, dan
berwarna gelap.
Dalam merangkai bunga, dianjurkan memakai bunga yang kuncup atau bunga
yang kecil di bagian atas dalam rangkaian.Makin ke bawah makin besar bunganya.
Bunga yang terbesar warna. Warna yang muda sebaiknya diletakkan di bagian atas, dan
yang tua di tengah atau bagian bawah, untuk memberi kesan alami.Untuk menentukan
proporsi rangkaian bunga, pengetahuan tentang skala memegang peranan penting. Skala
adalah perbandingan antara tinggi dan besar rangkaian bunga dengan keadaan
sekelilingnya di mana rangkaian itu akan ditempatkan. Besar-kecilnya rangkaian sangat
ditentukan oleh besar ruangan.
Food Decoration-Flower Arrangement I 199

1. Dominan dan aksen (dominant and accent)


Dalam suatu rangkaian terdapat elemen-elemen yang bersifat dominan atau
utama dan ada pula elemen yang memberi suatu penekanan yang disebut aksen.
Yang dimaksud dominan adalah unsur yang paling banyak ditampilkan dalam
a.

rangkaian.
Dominan
Elemen-elemen yang bisa menjadi bagian yang dominan adalah :
Garis (linear dominance)
Artinya dalam rangkaian itu desainnya memakai materi garis yang dominan
(berpengaruh kuat). Material garis yang memegang peranan penting dalam rangkaian
bisa dilihat dari pemakaian jumlah garis, kualitas garis, atau ukuran garis yang sangat

menonjol dalam rangkaian tersebut.


Warna (colour dominance)
Pemakaian warna yang kuat (high croma) bisa menjadi elemen yang dominan dalam
rangkaian.
Bentuk (form dominance)
Bentuk rangkaian sangat jelas terlihat menjadi dominan.
Tekstur (textural dominance)
Dominan pada tekstur berarti penekanan pada pemakaian satu macam tekstur yang
lebih banyak dari tekstur-tekstur yang lain.
Ruang (space dominance)
Dominan ruang pada rangkaian terletak pada ruang atau jarak antar materi yang jelas

terlihat. Bisa padat, bisa renggang.


b. Aksen
Adanya aksen bisa memberi total efek pada desain. Aksen dapat diperoleh dari kontras
dalam bentuk atau warna, bisa juga dengan memakai aksesori. Aksen/pusat perhatian
yang terletak di tengah disebut pusat aksen (focal accent).
2. Keseimbangan (balance)
Dalam rangkaian sangat diperlukan karena sangat besar pengaruhnyaterhadap
hasil estetika hasil akhir dari desain. Desain yang balance akan lebih enak dilihat,
bahkan untuk rangkaian yang bersifat asimetris. Keseimbangan ini dapat langsung
terlihat dari setiap sudut pandang rangkaian, artinya bukan hanya tampak dari depan
saja.
Keseimbangan pada rangkaian terbagi dalam :
a. Keseimbangan secara fisik, yaitu keseimbangan yang nyata terlihat dalam bentuk
rangkaian. Keseimbangan ini sifatnya nyata dan stabil, apabila rangkaian diangkat atau
dipindahkan tidak roboh.
b. Keseimbangan secara visual, yaitu keseimbangan yang meskipun secara fisik tidak
sama namun rangkaian tetap terlihat stabil.
Misalnya jumlah bunga di sebelah kanan dan kiri tidak sama banyak tetepi rangkaian
tetap terlihat stabil. Bunga yang berwarna gelap secara visual akan kelihatan lebih berat
dari pada bunga yang berwarna muda.
Dari sudut pandang tampilan rangkaian, ada 2 jenis keseimbangan :

Food Decoration-Flower Arrangement I 200

Keseimbangan simetris adalah bilamana secara fisik bunga di bagian kiri dan kanan

rangkaian sama beratnya atau jumlah bunga serta warnanya hampir sama banyaknya.
Keseimbangan asimetris terjadi bilamana secara fisik bagian kiri dan kanan rangkaian
tidak sama materinya/bunganya tetapi secara visual tetap kelihatan stabil.
3. Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan pemakaian elemen desain. Dengan adanya irama,

maka rangkaian bunga yang bersifat 3 dimensi akan menjadi lebih hidup.
Irama bisa diperoleh dengan cara :
Pengulangan (repetition), penempatan daun dan bunga yang sejenis di beberapa

tempat.
Kedalaman (depth), jarak bahan dari yang tinggi ke yang rendah, atau yang ada di

belakang dengan yang di depan.


Transisi (transition), bisa didapat dari bentuk bunga. Dari yang besar sampai yang
sedang, diantaranya ada bunga-bunga kecil. Transisi juga didapat dari warna, misalnya
dari penggunaan bunga berwarna terang ke bunga yang berwarna gelap atau sebaliknya.
Pergerakan irama terbagi dalam irama yang monoton, statis, dan dinamis.Irama yang
baik adalah irama yang dinamis, dan ini bisa didapat dari pengulangan bentuk, garis,
dan jarak (kedalaman), warna, tekstur. Irama akan menjadi monoton bila memakai
bunga dalam bentuk dan warna sama tanpa ada bunga transisi atau warna transisi.
Begitu juga dengan teksur, rangkaian akan menjadi lebih menarik jika memakai
beberapa jenis bunga dengan tekstur yang berbeda.
4. Harmoni (harmony)
Harmoni dalam rangkaian bunga merupakan hasil perpaduan unsur-unsur desain
dan memakai semua desain secara tepat. Harmoni bisa didapat bila perangkai bunga

selalu mencari keserasian, perhatikan rasa, dan estetika.


Harmoni dalam suatu rangkaian bisa diperoleh dari:
Perpaduan dari keseluruhan rangkaian termasuk wadah.
Kombinasi dari bentuk dan tekstur semua elemen dalam rangakaian.
Pengaturan ruang atau jarak antara materi dalam rangkaian.
Harmoni bersifat subyektif; untuk dapat membuat suatu rangkaian yang baik dan
harmonis, selain memasukkan semua unsur desain dan menerapkan prinsip desain, tentu
diperlukan juga ketrampilan yang diperoleh dari banyak latihan serta pengalaman.
Unsur Dasar Merangkai Bunga
Unsur-unsur tertentu diperlukan dalam mengatur materi/bunga serta
penunjangnya agar mendapatka suatu bentuk dan dapat tercipta suatu kreasi yang dapat
disebur rangkaian bunga. Unsur-unsur dasar dapat dilihat secara nyata karena
berhubungan langsung dengan materi, seperti unsur garis, unsur bentuk, unsur tekstur,
unsur ruang/jarak antar materi dan unsur warna.
Food Decoration-Flower Arrangement I 201

1. Garis (line)
Garis dalam rangkaian adalah elemen yang sangat penting dan dapat langsung
terlihat.Pengertian garis adalah berbagai siluet lurus atau melengkung yang bisa segera
terlihat dalam rangkaian.
Karakter rangkaian bisa diciptakan dari elemen garis ini, karena dalam
rangkaian garis mempunyai sifat :
Statis berupa garis lurus dan tegak.
Dinamis yaitu garis yang mempunyai lengkungan atau garis yang meliuk-liuk.
Garis statis memberi kesan tegas, kaku dan stabil, sedangkan garis dinamis
memberi kesan luwes.Dalam merangkai bisa dipakai garis statis atau garis dinamis atau
memakai keduanya sekaligus.
Kategori rangkaian terbagi :
1. Rangkaian garis (line arrangement)
2. Rangkaian massa (mass arrangement)
2. Bentuk (form)
Yang dimaksud dengan bentuk suatu rangkaian adalah wujud khusus yang
berhubungan dengan komposisi desain secara keseluruhan.Bentuk wujud rangkaian ini
bersifat geometris dan mempunyai 3 dimensi. Pada rangkaian dasar gaya Eropa bentuk
geometris yang kita kenal adalah bentuk bulat, segitiga simetris, segitiga asimetris,
horizontal, vertical, bentuk kipas, crecent, hingga hongarth.
Bentuk geometris ini bisa juga dirangkai tidak hanya dalam bentuk klasik bisa juga
gaya rangkaian yang lebih modern (kontemporer).
Dalam rangkaian bunga bentuk terbagi dalam :
Bentuk tertutup (close form), yaitu rangkaian yang memakai banyak materi/bunga
yang dirangkai padat/agak padat.Bisa juga disebut rangkaian masa (mass arrangement),
misalnya rangkaian bentuk bulat.
Bentuk terbuka (open form), yaitu bilamana materi/bunga dalam rangkaian
disusun/ditancap berjauhan satu dengan yang lain, misalnya rangkaian bentuk paralel
atau rangkaian ikebana.
3. Ruang (space)
Ruang atau space dalam merangkai bunga berarti jarak antar bunga dalam suatu
rangkaian yang bersifat 3 dimensi.
Ruang (space) terbagi dalam 2 kategori :
Food Decoration-Flower Arrangement I 202

a. Ruang positif
Adalah ruang terisi yang telah direncanakan sesuai desain berupa area yang terdiri atas
wadah serta materinya berupa bunga, daun, ranting, serta penunjang lainnya.Rangkaian
bunga bentuk tertutup mempunyai ruang positif yang besar.
b. Ruang terbuka
Adalah ruang kosong dalam rangkaian bunga, yaitu area dalam rangkaian yang tidak
terisi materi (jarak kosong antara bahan yang satu dengan bahan lainnya) yang sangat
diperlukan dan sangat penting untuk dapat membuat suatu rangkaian terlihat lebih
hidup.Rangkaian bunga bentuk terbuka memiliki ruang negatif yang besar.
C. Void
Adalah ruang kosong negatif yang cukup besar dalam suatu komposisi
rangkaian yang memisahkan ruang positif yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain
void adalah suatu ruang kosong yang menghubungkan materi yang satu dengan yang
lain. Ruang kosong ini bisa tercipta di antara bunga dengan bunga lain, atau antar bunga
dan daun atau penunjang lainnya, bisa juga antara materi dan wadah. Misalnya bunga
anthurium yang mempunyai tangkai yang panjang dan bersih ini mempunyai jarak void
secara natural. Bunga yang tangkainya mempunyai banyak daun, bisa dibuang daundaunnya sebagian ataupun seluruhnya hingga tercipta suatu kekosongan atau void.
Rangkaian yang banyak memakai void adalah rangkaian kontemporer, penerapannya
dalam rangkaian akan membuat suatu desain terkesan dramatis.
4. Tekstur
Dalam merangkai bunga, tekstur berarti sifat permukaan materi, bisa berupa bunga,
daun, materi penunjang seperti kayu.Tekstur bisa bersifat kasar, halus, berkilau, atau
buram. Dalam suatu rangkaian dapat dipakai beberapa macam tekstur yang serasi
sehingga pada hasil akhirnya rangkaian akan terlihat hidup.
5. Warna
Dalam menuangkan imajinasinya, para perangkai bunga yang memakai bunga yang
warnanya sudah terbentuk secara alami, bahkan kadang-kadang ada kuntum bunga yang
mempunyai 2 warna.Oleh karena itu, dalam memadukan warna dalam suatu rangkaian,
walaupun harus mengikuti teori warna, para perangkai tidak mungkin bisa memakai
pedoman warna sesuai dengan teori warna secara sempurna.Menurut teori, dalam
mengkombinasikan warna bunga dapat dikelompokkan ke dalam :
a. Warna-warna yang Analog

Food Decoration-Flower Arrangement I 203

Yaitu, warna yang bergradasi 1-3 bagian warna dalam lingkaran warna.Misalnya :
warna hijau - kuning - orange (Orange merupakan warna yang dominan/menonjol).
b. Warna-warna yang Kontras
Yaitu,warna yang berlawanan dalam lingkaran warna. Misalnya : merah - hijau ;
kuning - ungu. Biasanya warna kontras digunakan untuk rangkaian bunga bergaya
modern.
c. Warna-warna yang Monokromatik
Yaitu, warna yang senada dalam suatu lingkaran warna (dari warna yang tua muda).Misalnya : merah maron/tua - merah - merah muda. Biasanya warna
monokromatik digunakan untuk rangkain bunga yang klasik atau anggun, misalnya
untuk acara pernikahan atau rangkaian bunga di gereja.
d. Warna-warna yang Polykromatik
Yaitu, campuran warna-warna.Misalnya : merah maron + kuning + orange + ungu
+ biru + putih. Biasanya warna polykromatik digunakan untuk rangkaian bunga
bergaya klasik Eropa.

Perlengkapan Untuk Merangkai Bunga


Untuk dapat menghasilkan rangakain bunga yang prima, mulailah
mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Antara lain :
1.

2.
3.
4.

Gunting
Gunting bunga
Gunting daun
Gunting tangkai
Gunting kawat
Gunting kertas
Pisau
Pembersih duri mawar
Bantalan bunga atau disebut foam (busa)
Foam basah
Foam kering
Food Decoration-Flower Arrangement I 204

5. Kawat
Kawat bunga ada bermacam-macam menurut nomornya. Kawat nomor 30 adalah jenis

6.
7.
8.
9.

kawat yang halus. Semakin kecil nomornya, semakin tebal kawatnya.


Kawat nomor 30
Kawat nomor 28
Kawat nomor 26
Kawat nomor 24
Kawat nomor 22
Kawat nomor 20
Kawat nomor 18
Kawat nomor 16
Floral tape, tube, tusuk sate
Macam-macam aksesori
Alat penyemprot bunga
Wadah bunga (vas bunga)
Bantalan Untuk Merangkai Bunga
Bantalan untuk merangkai bunga disebut juga floral foam (busa). Floral foam
ada 2 jenis yaitu floral foam basah dan floral foam kering.

a. Floral foam basah


Digunakan untuk bunga basah atau bunga hidup. Foam basah ini dapat menyerap air
sehingga bunga yang ditancapkan di foam ini dapat bertahan dalam keadaan segar
selama beberapa hari. Biasanya floral foam jenis ini berwarna hijau tua. Foam yang
sudah dipakai sebaiknya tidak dipakai lagi karena daya serap airnya sudah berkurang
dan bisa juga mengandung bakteri sehingga bunga tidak bisa bertahan lama.
Foam yang dimasukkan ke dalam wadah yang ada airnya, maka perlahan-lahan turun
(tenggelam) di dasar wadah. Jika foam sudah turun sampai ke dasar wadah dan seluruh
foam terendam air, berarti foam sudah menyerap air dan siap untuk dipakai. Foam tidak
boleh ditekan (ditenggelamkan) dengan tangan dan tidak boleh direndam terlalu lama di
dalam air. Karena akan menjadi rapuh dan menyulitkan ketika digunakan untuk
merangkai bunga.
b. Floral foam kering
Jenis foam ini hanya dipakai untuk bunga yang kering atau bunga artifisial karena tidak
bisa menyerap air. Warnanya hijau muda agak berkilau. Merk dagang yang terkenal
floral foam yang terkenal yaitu oasis atau aspac.
Cara mengisi floral foam ke dalam wadah
Foam yang diletakkan dalam wadah harus disesuaikan dengan desain rangkaian kita,
sehingga bisa rata dengan permukaan wadah, lebih tinggi dari permukaan wadah 2-5
cm, lebih dalam dari permukaan wadah, atau sesuai kebutuhan.Potong bagian sudut
foam secara serong supaya kita bisa menancapkan bunga di bagian tersebut.
Bentuk Bunga Menurut Unsur Desain

Food Decoration-Flower Arrangement I 205

Dalam merangkai bunga, kita perlu mengetahui jenis bunga menurut bentuknya.
Adapun bentuk bunga terbagi dalam 4 bentuk yaitu :
1. Bunga berbentuk garis (line flower)
Line flower atau bunga berbentuk garis, yaitu bunga dengan tangkai lurus. Line flower
mempunyai 2 karakter :
a. Bunga garis lurus yang bersifat statis, yang memberi kesan tegas dan stabil, dapat
dipakai dalam rangkaian sebagai tangkai utama.
Contoh bunga garis lurus adalah snapdragon (anthurium majus), gladiol (gladiolus),
liatris (liatris spicata), delphinium, sedap malam (polianthes tuberrosa), atau sorghum
(sorghum halepanse).
b. Bunga garis lengkung memberi kesan dinamis pada rangkaian karena lentur dan luwes.
Contoh bunga garis lengkung adalah calla lily (zantedeschia), tulip (tulipa).
2. Bunga berbentuk bulat (focal flower)
Focal flower biasanya bertangkai tunggal yang mempunyai sekuntum bunga yang
berbentuk bundar. Focal flower bisa dipakai untuk memberi kesan penuh pada
rangkaian. Contoh focal flower adalah mawar (rosa), anyelir/carnation (dianthus
caryophillus), hydrangea (hydrangea marcrophylla), gerbera (gerbera jamesonii),
bunga matahari (helianthus annuus).
3. Bunga pengisi (filler flower)
Umumnya filler flower mempunyai bentuk bunga kecil-kecil, berkelompok, dan
bercabang. Dalam satu tangkai biasanya terdiri atas bunga-bunga yang masih kuncup
dan yang sudah mekar. Filler flower disebut juga bunga transisi, dapat dipakai sebagai
pengisi di antara bunga garis dan bunga bundar. Filler flower ini dipakai juga sebagai
pelembut atau penyatu rangkaian, dalam hal ini disebut penyunting.
Contoh filler flower adalah aster (aster ericoides), carnation spray (dianthus),
crysanthemum spray, statice (limonium siniatum), caspea (limonium latifolium), babyis
breath (gypsophila), bunga kancing (gomphrena globosa), solidago.
4. Bunga yang mempunyai bentuk khusus (form flower)
Form flower adalah bunga yang dipakai dalam rangkaian karena bentuknya unik dan
khusus. Rangkaian yang memakai form flower ini bisa menghasilkan bentuk rangkaian
yang lebih modern, karena itu form flower tidak sesuai untuk rangkaian klasik. Contoh
form flower adalah iris, anthurium, bird of paradise (strelitzia regina).
Tips memilih dan merawat bunga

Pilihlah bunga yang masih segar dengan tingkat kemekaran yang disesuaikan dengan

kebutuhan rangkaian.
Bila rangkaiannya tidak segera dipakai, maka belilah bunga yang belum benar-benar
mekar.
Food Decoration-Flower Arrangement I 206

Bila akan segera dipakai, pilihlah bunga yang sudah mulai mekar. Jangan menggunakan

bunga yang terlalu mekar karena tidak akan tahan lama.


Beri air pada bunga selama dalam perjalanan.
Segera potong serong tangkai bunga dan masukkan ke dalam air. Akan lebih baik bila
memotong tangkai bunga di dalam air, karena bisa mencegah udara masuk ke dalam
tangkai bunga yang bisa menyebabkan terhambatnya penyerapan air ke atas di dalam

tangkai.
Jika ingin menggunakan bunga dari kebun sendiri, petiklah bunga di sore atau pagi hari.
Bunga yang baru dipetik sebaiknya tidak langsung dirangkai sebaiknya didiamkan
dalam air selama beberapa jam. Apabila langsung dipakai, bunga kadang-kadang cepat
layu. Setelah dipetik, segera rendam tangkainya dalam air. Paling ideal tangkai bunga
direndam semalaman agar bunga dapat menyimpan air yang cukup sehingga bunga bisa

bertahan lebih lama dalam keadaan tetap segar.


Saat merendam tangkai bunga dalam air, usahakan untuk menghindari daun-daun

terendam dalam air karena bisa cepat busuk dan bunga tidak tahan lama.
Agar bunga lebih tahan lama, boleh memakai bahan pengawet misalnya aquaplus

powder.
Bila bunga disimpan dalam wadah selama beberapa hari, maka setiap hari air harus

diganti dan tangakainya dipotong serong kembali.


Menyimpan bunga sebaiknya tidak di tempat yang panas atau terkena sinar matahari

langsung. Sebaiknya bunga disimpan di tempat yang teduh.


Saat merangkai, biasakan memotong serong ulang setiap tangkai yang akan ditancapkan
pada foam. Gunakan gunting atau pisau yang bersih dan tajam.

Food Decoration-Flower Arrangement I 207

Food Decoration-Flower Arrangement I 208

Food Decoration-Flower Arrangement I 209

Food Decoration-Flower Arrangement I 210

Food Decoration-Flower Arrangement I 211

Food Decoration-Flower Arrangement I 212

Food Decoration-Flower Arrangement I 213

Food Decoration-Flower Arrangement I 214

Food Decoration-Flower Arrangement I 215

Food Decoration-Flower Arrangement I 216

Food Decoration-Flower Arrangement I 217

Food Decoration-Flower Arrangement I 218

Food Decoration-Flower Arrangement I 219

Food Decoration-Flower Arrangement I 220

Food Decoration-Flower Arrangement I 221

Food Decoration-Flower Arrangement I 222

Food Decoration-Flower Arrangement I 223

Food Decoration-Flower Arrangement I 224

Food Decoration-Flower Arrangement I 225

Rangkaian Bunga Eropa Klasik


Ciri-ciri rangkaian Bunga Eropa Klasik
1. Bisa dilihat dari segala arah.
2. Hanya menggunakan satu warna bunga, jika menggunakan warna bunga yang
lain biasanya hanya sebagai pelengkap saja dan hanya 10% dari total bunga.
3. Jenis bunga dan daun yang dipakai hanya tertentu.
4. Rangkaian ini terlihat anggun dan berwibawa.
5. Bunga yang digunakan mayoritas adalah bunga mawar. Sekarang bisa juga
anyelir, crisan, lili sebagai tambahan bunga camelia.
6. Wajib menggunakan daun cemara (cemara emas, kipas, gimbal) atau daun
asparagus,dan daun hanjuang.
7. Senseivera (lidah mertua) atau pedang-pedangan (jangan yang bulat) juga bisa
digunakan
8. Bentuknya, oval, setengah lingkaran, segitiga siku-siku, sama kaki, bulat sabit.

Food Decoration-Flower Arrangement I 226

Food Decoration-Flower Arrangement I 227

Gaya Desain Rangkaian Bunga


1. BOTANICAL
Suatu desain gaya botanical mewakili suatu study dalam struktur, property dan
proses kehidupan tanaman. Desain itu menangkap interaksi tanaman dengan lingkungan
fisiknya.Setiap bagian dari putaran atau daur kehidupannya digambarkan dari akar
sampai daun, kuncup, bunga-bunga dan akhir hidupnya.
Desain gaya botanical ini memotret intisari kehidupan tanaman bunga tulip. Akar &
balon- balon bunga telah dipaparkan untuk menceritakan awal ceritanya.Sebuah bunga
tulip tampak dihancurkan oleh angin sepoi-sepoi & daun bunganya melayang dengan
lemah gemulai ke tanah.Dasar desain ini diliputi oleh tanaman alami yang
menggambarkan lingkungan asli tempat tulip tumbuh subur.
2. RADIAL VEGETATIVE
Ada dua tipe desain gaya vegetative. Satu, adalah radial (jari-jari roda) yang lain
adalah paralel (sejajar). Gaya vegetative berarti menyajikan bahan-bahan seperti bahanbahan itu tumbuh di alam. Desain begetative itu popular karena merupakan bidang
alami dan menimbulkan perasaan tenang & kehidupan yang sederhana. Dalam bentuk
aslinya, desain vegetatif mengikuti suatu musim tertentu : semi, panas, dingin atau
musim gugur. Musim-musim tak dicampur. Garis bumi atau tanah juga digambarkan
dengan lumut, batu atau tanaman rendah. Biasanya focal areanya lebih dari satu. Dan
mata diberi keberanian untuk menemukan setiap permukaan/segi dari desain itu.
Desain radial vegetative muncul dari suatu titik tertentu.Ranunculus putih didesain
untuk tampak seolah-olah tanaman itu tumbuh.Semua bahan-bahan menyebar dari titik
bayangan tertentu di dalam wadah.

Food Decoration-Flower Arrangement I 228

3. PARAREL VEGETATIVE
Desain pararel vegetatif ini menafsirkan alam di musim semi. Bahan-bahannya
ditempatkan pada pengelompokan-pengelompokan tegak/vertikal yang sama jaraknya
pada semua titik. Bahan- bahannya muncul dari lebih dari satu titik di dalam wadah dan
ditempatkan pada ketinggian yang berbeda-beda.Lumut dan buah polong
menggambarkan bumi & garis tanah dan pantai pohon- pohonan yang menjalar (ivy)
yang memperlembut batas wadah keranjang.

Food Decoration-Flower Arrangement I 229

5. LANDSCAPE / PEMANDANGAN
Desain gaya landscape menggambarkan panorama pemandangan area kebun. Desain ini
punya dimensi yang lebih luas daripada desain vegetative, dan meliputi pohon-pohon,
semak belukar, bunga-bunga & dataran tanah. Area-area dalam desain ini adalah formal,
direorganisir dan Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur

Food Decoration-Flower Arrangement I 230

Food Decoration-Flower Arrangement I 231

Food Decoration-Flower Arrangement I 232

Food Decoration-Flower Arrangement I 233

Food Decoration-Flower Arrangement I 234

Food Decoration-Flower Arrangement I 235

Food Decoration-Flower Arrangement I 236

Food Decoration-Flower Arrangement I 237

Food Decoration-Flower Arrangement I 238

Food Decoration-Flower Arrangement I 239

Food Decoration-Flower Arrangement I 240

Food Decoration-Flower Arrangement I 241

Food Decoration-Flower Arrangement I 242

Food Decoration-Flower Arrangement I 243

Food Decoration-Flower Arrangement I 244

Food Decoration-Flower Arrangement I 245

Food Decoration-Flower Arrangement I 246

Food Decoration-Flower Arrangement I 247

Food Decoration-Flower Arrangement I 248

Food Decoration-Flower Arrangement I 249

Food Decoration-Flower Arrangement I 250

Food Decoration-Flower Arrangement I 251

Food Decoration-Flower Arrangement I 252

Rangkain Bunga Eropa Modern


Ciri-ciri Rangkaian Bunga Eropa Modern
Food Decoration-Flower Arrangement I 253

1. Warna boleh beraneka ragam


2. Jenis bunga dan daunnya mayoritas bersifat kokoh
3. Hanya bisa dilihat dari satu arah atau dari depan saja.
4. Center piece (ukuran, warna, bentuknya berbeda)
5. Dari semua bagian bunga tidak boleh sampai menyentuh meja
6. Tinggi rangkaian bunga di meja tidak boleh menutupi pandangan (maksimal se dagu)
7. Bau atau aroma bunga tidak boleh menyengat

Food Decoration-Flower Arrangement I 254

Food Decoration-Flower Arrangement I 255

Food Decoration-Flower Arrangement I 256

Contoh rangkaian EROPA MODERN

Grouping (pengelompokan)

Food Decoration-Flower Arrangement I 257

Pengelompokan digunakan untuk menciptakan suatu perasaan yang terencana &


teroganisir.Bahan-bahan yang ditempatkan dalam kelompok-kelompok punya pengaruh
lebih besar daripadabahan-bahan polka dotted (terbintik-bintik) di segenap desain.
Pengelompokan bahan-bahanmemungkinkan orang yang melihat menghargai
keanekaragaman, warna, bentuk, tekstur masing-masing dari bahan itu dan
membedakannya dengan yang lain secara layak.

Bahan-bahan dalam komposisi ini diorganisir dengan keanekaragaman & diperagakan


dalampengelompokan-pengelompokan. Tiap area yang ditetapkan punya ruang/jarak
yang luas antarbagian masing-masing dari kelompok itu, memungkinkan mata melihat
jumlah, jenis & warnabunga-bunga secara pasti. Bahkan, dedaunan yang
dikelompokkan dalam area yang dibatasimenambah rasa keteraturan ini.

Dalam desain bunga,clust ering/pengelompokan adalah suatu teknik penempatan bahan.


Bahan-bahan yang terlalu kecil untuk dikenali/dilihat sebagai komponen yang berdiri
sendiri-sendiridikelompokkan untuk pengenalan sebagai satu unit warna atau tekstur
tersendiri. Teknikclusteringini bisa dipakai pada badan suatu desain untuk
menyembunyikan bagian daribase/dasar.
Bunga yang biasanya digunakan sebagai rangkain bunga Indonesia Jawa antara lain
melati, mawar, dan daun pandan wangi.

a. Melati
Tanaman melati merupakan salah satu tanaman hias yang sudah banyak dikenal
dan banyak manfaatnya.Di samping sebagai tanaman hias, melati dapat digunakan
sebagai pengharum, bunga rangkai, bunga tabur, parfum, pewangi teh dan obat
tradisional (Suhendar 1990 dan Herlina, 1991).
Sebagai bunga rangkai maka bunga melati mempunyai kelebihan dibandingkan
bunga-bunga lainnya yaitu dari bunga melati dapat dibuat rangkaian bunga yang
Food Decoration-Flower Arrangement I 258

bentuknya dapat disesuaikan dengan keinginan dan situasi dari rangkaian bunga
tersebut akan digunakan. Dengan keahlian dan kreativitas para perangkai maka roncean
bunga melati dapat dibuat bentuk rangkaian bunga yang mempesona dalam sejuta gaya
(Setijati dan Rivai, 1991).
Nilai ekonomi melati bukan hanya terbatas untuk memenuhi permintaan konsumen di
dalam negeri sebagai bunga rangkai dan roncean, namun dapat dijadikan bahan dasar
industri minyak wangi dan kosmetika, bahan baku pengharum dan penyedap minuman
teh. Salah satu altematif pendayagunaan bunga melati lain yang berprospek cerah
adalah ekstraksi menjadi minyak. Minyak melati yang dikenal dengan sebutan Jasmine
absolut sangat dibutuhkan untuk bahan baku industri minyak wangi jasmine, pewangi
teh, bahan pewangi sabun, cat, tinta, karbol, semir sepatu, pestisida maupun kain
(Marcell, 1992).
Tanaman melati diklasifikasikan dalam suku Oleaceae marga Jasminum.
Terdapat sekitar 200 jenis melati yang telah diketahui namanya di seluruh dunia, baik
yang tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis (Pizzetti and Cocker, 1968). Masingmasing jenis melati dibedakan berdasarkan perbedaan bentuk tanaman dan warna
bunganya.
Inventarisasi jenis-jenis melati merupakan upaya untuk memperoleh suatu
kumpulan informasi mengenai jenis-jenis melati sebagai bahan untuk penelitian dan
pengembangannya.
Melati tergolong tanaman perdu berkayu sehingga perbanyakannya dengan cara
vegetatif seperti rundukan, cangkok dan penyetekan bisa dilakukan (Sunarjono, 1984;
Hartmann dan Kester, 1990). Pencangkokan dan rundukan menjamin keberhasilan
perbanyakan, namun jumlah bibit yang didapat terbatas, sehingga perbanyakan secara
setek merupakan pilihan paling sesuai untuk menghasilkan bibit dalam jumlah besar,
cepat dan mudah karena tidak memerlukan keahlian khusus dalam
penanganannya.Namun masalah utama dalam penyetekan melati adalah persentase
setek yang tumbuh tidak terlalu tinggi (Palupi, 1981).
Produksi bunga melati yang telah dicapai petani di Indonesia rata-rata sekitar 45 kg/ha/hari pada musim penghujan dan mencapai 2-3 kg/ha/hari pada musim kemarau
(Santosa, 1991).Di negara maju seperti Perancis, produksi bunga melati mencapai
3000-4000 kg/ha/tahun dan Italia produksi melati mencapai 4500-5500 kg/ha/tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa produksi bunga melati di Indonesia masih jauh lebih
Food Decoration-Flower Arrangement I 259

rendah, sedangkan peluang ekspor bunga melati ke pasaran intemasional masih terbuka
luas, mengingat Indonesia saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 % dari kebutuhan
bunga melati di pasaran dunia (Hikman, 1991). Oleh karena itu perlu upaya
memperbaiki teknik budidayanya agar dapat diperoleh hasil yang maksimal.
Areal pertanaman melati di P. Jawa cukup luas dan mampu menjadi sumber
penghasilan bagi penanamnya. Namun pengendalian hama dan penyakitnya pada
umumnya masih menggunakan pestisida pada hal hasilnya terutama untuk bahan baku
pewangi teh. Cara pengendalian tersebut selain mahal, residunya dapat menimbulkan
dampak negatif bagi pengguna maupun lingkungannya. Informasi tentang jenis-jenis
hama penyakit dan beberapa aspek bioekologinya merupakan langkah awal untuk
melakukan penelitian tentang altematif cara pengendalian yang lebih aman tetapi tetap
efektif sesuai dengan konsep pengendalian hama secara terpadu yang lebih
menggunakan pendekatan ekologi (Maryam dkk, 1994).

Jenis-jenis Melati

Sampai saat ini jenis-jenis melati hasil inventarisasi Sub Balai Penelitian Hortikultura
Cipanas adalah sebagai berikut:
1. Jasminum sambac
Tanaman yang berbentuk perdu merambat setinggi 0,3 sampai 3 meter ini lebih
dikenal sebagai melati Arab, meskipun asalnya dari India.
Terdapat beberapa varietas Jasminum sambac berdasarkan bentuk bunganya, yaitu :
Jasminum sambac Maid of Orleans: Bunganya tunggal berwama putih bersih dengan
mahkota yang terbuka. Muncul dalam kelompok yang masing-masing berjumlah 12
kuntum.Tanamannya berupa perdu yang menjalar sampai setinggi 50 cm. Waktu masih
muda merupakan tanaman tegak.Batangnya berbentuk segiempat.Daunnya oval atau
ellips dengan permukaan atas berwarna hijau rnengkilap.Tumbuh baik di dataran rendah
sarnpai 600 meter, tetapi paling banyak dikebunkan di dataran rendah untuk pengharum
teh.

Food Decoration-Flower Arrangement I 260

Di daerah sentra produksi melati terdapat dua jenis Jasminum sambac ini yaitu 1.
Jasminum sambac Ernprit mempunyai ciri khusus bunganya runcing seperti paruh
burung emprit dan Jasminum sambac Kebo mempunyai ciri khusus kuncup bunganya
bundar (Soedjono dan Badriah, 1993).

2. Jasminum sambac
varietas Grand Duke of Tuscany dengan sosok bunganya besar, tumpuk,
berwarna putih bersih, harumnya lebih tajam dibandingkan Jasminum sambac Maid of
Orleans, mahkota bunga berlapis-lapis dan muncul secara tunggal, besarnya hampir
sama dengan bunga mawar mini. Daunnya berhadap-hadapan 2 sampai 4 daun.Di
Indonesia melati ini dikenal dengan sebutan melati Bangkok dengan alasan penggemar
mendapatkannya dari Bangkok.

3. Jasminum sambac Rose Pikake


Mahkota bunganya tumpuk atau berlapis-lapis dan muncul secara tunggal
hampir sama dengan Jasminum sambac Grand Duke of Tuscany.

4. Jasminum sambac Menur


Ditemukan di beberapa pekarangan atau taman sebagai pengindah lingkungan.
Bunganya putih, waktu mekar bunga selama dua hari, selanjutnya petalnya berubah
warna menjadi ungu kebiruan.Bentuk mahkota bunganya tumpuk atau berlapis-lapis
dan bentuk kuncupnya bundar.Tergolong kurang rajin membentuk bunga.Diameter
bunga 2-3 cm dengan jumlah petal 25-27.Setiap tangkai terdiri dari 3 kuntum, salah
satu diantaranya dengan kuntum tengah mekar terlebih dahulu.Bentuk daun bulat telur
(oval), tersusun dua-dua saling berhadapan, permukaannya bergelombang. Lebar daun
2,0-6,5 cm dan panjangnya 4,0-8,0 cm. Tinggi tanaman mencapai 2 meter, berbentuk
semak dengan jarak antar ruas 2,0-6,5 cm daunnya dua berhadap-hadapan.
Jasminum sambac mini

Food Decoration-Flower Arrangement I 261

Mempunyai ciri khusus yaitu petalnya tunggal dengan susunan dua


rangkaian.Bentuk batang dan daunnya rnirip Jasminum sambac Maid of Orleans.

5. Jasminum multiflorum (Star Jasmine)


Banyak tumbuh liar di dataran rendah sampai daerah setinggi 1600 meter dari
permukaan laut, baik di tempat yang bersinar matahari penuh atau agak rindang.
Mempunyai ciri khusus yaitu bunganya menggerombol umumnya tumbuh di ujung
tanaman yang terdiri dari 3 sampai 15 kuntum,sejak kuncup sampai mekar berwarna
putih. Bentuk bunga seperti bintang dengan jumlah petal 7-9, kuntumnya tunggal
dengan tepi petalnya lancet dan kuncupnya runcing. Diameter bunga berukuran 3,0-3,5
cm. Umumnya dipakai sebagai tanaman pagar dan pergola karena cepat tumbuh rindang
dan berbunga rajin serta aromanya harum. Tanamannya tumbuh merambat sepanjang 210 meter.Batang dan daunnya ada yang berbulu ada yang tidak.Orang Inggris
menyebutnya Star Jasmine, Hair Jasmine dan Angel Jasmine (Soedjono dan Badriah,
1991; Suhendar, 1990). Bentuk daunnya bulat telur ukuran lebarnya 2,0-5,0 cm dan
panjangnya 2,0-6,5 cm. Jarak antar ruas daun 3-5 cm.
Sampai saat ini telah diinventarisasi tiga jenis melati yang termasuk Jasminum
multiflorum ini yaitu bentuk tepi petalnya meruncing, bentuk tepi petalnya bundar dan
bentuk tepi petalnya bundar namun lebih tipis dari 2 jenis yang disebut pertama.

6. Jasminum officinale (Melati Gambir)


Disebut juga melati Spanyol, tetapi asal tanamannya dari India.Tanamannya
tumbuh agak merambat berupa perdu, batangnya lemah dibandingkan melati
sambac.Daunnya sempit dan kecil, majemuk bersirip ganjil, berstektur halus dan
berwarna hijau terang.Bunganya kecil, panjangnya 2-3 cm. Warnanya merah tua atau
merah gambir ketika masih kuncup dan jadi putih sesudah mekar.Bunganya berupa
bunga tunggal dengan mahkota bunga terdiri atas 5 kelopak.Melati ini dikenal sebagai
melati gambir.Bunganya dipetik untuk bahan campuran teh. Tanaman ini dikenal
dengan nama ilmiah Jasminum officinale varietas grandiflorum, tetapi sebelumnya ada
yang menyebutnya Jasminum grandiflorum.

Food Decoration-Flower Arrangement I 262

Dari jenis-jenis yang telah disebutkan maka Jasminum sambac emprit dan
kebo serta Jasminum officinale (melati gambir) mempunyai prospek diusahakan untuk
memenuhi konsumen. Jenis melati ini terutama dikonsumsi untuk bunga tabur, sebagai
agroindustri pewangi teh, minyak wangi, bahan pengharum ruangan dan lain-lain.
Jenis-jenis yang dibudidayakan sebagai penghias taman, pagar, pergola terutama adalah
jenis Jasminum multiflorum dan Jasminum sambac varietas emprit dan kebo. Jenis
yang biasanya digunakan untuk rangkaian dan roncean adalah Jasminum sambac
varietas emprit dan kebo.Sedangkan jenis-jenis yang dibudidayakan sebagai tanaman
pot adalah Jasminum sambac varietas Maid of Orleans,'Grand Duke of Tuscany, mini
dan menur.
Aplikasi bunga melati sebagai roncean pengantin

Roncean Bunga Melati Pengantin


Pengantin dan rangkaian bunga melati atau biasa disebut roncean bunga melati
pengantin adalah kombinasi yang tidak terpisahkan. Demikian pula halnya dengan
pengantin adat Jawa, Solo, Jojga, Sunda, Betawi, Batak, Palembang, Aceh dan lainlain termasuk gaya pengantin muslim, melati juga memiliki peran yang penting.

Bunga melati dipergunakan juga untuk melengkapi sesaji dan kembar mayang
serta digunakan untuk menghiasi penampilan pengantin. Adapun ronce bunga melati
pengantin yang di pergunakan meliputi:
Bunga Bangun Tulak
Roncean melati ini digunakan untuk menutupi kedua lubang sanggul Bangun
Tulak, agar irisan pandan tak kelihatan sekaligus sebagai hiasan pada sanggul agar
tampak lebih menarik.Bentuknya berupa rangkaian melati yang masih kuncup dirangkai
berurutan dari kelopak kebatang bunga yang panjang kemudian di lingkarkan hingga
berbentuk oval.
Bunga Kolong Keris
Food Decoration-Flower Arrangement I 263

Disebut juga bunga Manggaran yaitu rangkaian bunga untuk kalung keris
pengantin pria. Terbuat dari 2 jenis bunga melati yang masih kuncup dan setengan
mekar , bunga kantil bunga aster dan bunga mawar merah.
Bunga Gombyok Keris
Rangkai melati yang dibuat dengan model usus ususan atau bawang sebungkul
yang dipasang pada roncean kolong keris dan pada sambungannya diberi mawar merah.
Jatuh Dada / Tiba Dodo
Rangkaian bunga melati ini menggunakan bentuk bawang sebungkul.Tiba dada
terdiri dari 3 untaian melati bentuk bawang sebungkul.
Kalung
Rangkaian bunga melati dengan bentuk banga sebungkul yang dirangkai
melingkar untuk dijadikan kalung pengantin pria.

Lar laran
Digunakan diatas sanggul sebagai batas antara rambut asli dengan sanggul hair
peace.Rangkaian bunga melati yang di mulai dengan menusukkan pada badan bunga
sebanyak banyaknya dan kemudian di atur menjadi sejajar dan melingkar serta dibuat
sepanjang lebar sanggul yang dipakai.
Aplikasi lainnya dari roncean bunga melati pengantin adalah:

Siraman

Baju dan Bando Melati

Selempang Melati

Jilbab Melati

Palem Melati

Buntal Pandan

Bunga Basah

Dekorasi pelaminan

Mote Melati

Food Decoration-Flower Arrangement I 264

Gambar Rangkaian Bunga Melati

Food Decoration-Flower Arrangement I 265

Food Decoration-Flower Arrangement I 266

Food Decoration-Flower Arrangement I 267

Anda mungkin juga menyukai