Anda di halaman 1dari 2

Identifikasi Masalah

Massey Energy Company didirikan pada tahun 1920 di Richmond, Virginia, US. Di
tahun 1981, perusahaan Massey diakuisisi oleh Fluor Corporation, selama
diakusisi oleh Flour bisnis pertambangan semakin cepat bertumbuh. Di tahun
1992, Don Blankenship diangkat menjadi CEO dan Chairman dari Massey. Massey
membeli tambang Upper Big Brand dari Peabody Coal di tahun 1993. Tahun
2000, Massey berpisah dari Flour corporation dan menjadi perusahaan yang
independen, dengan Don Blakenship sebagai CEOnya.
Selama kepemimpinan Don Blakenship sebagai CEO dari Massey, banyak terjadi
pelanggaran-pelanggaran etika bisnis pada perusahaan tersebut, terutama yang
terkait dengan lingkungan. Berikut merupakan dampak negatif yang ditimbulkan
Massey terhadap lingkungan sekitar:
1. Sebagai perusahaan pioner dalam bisnis pertambangan yang mencari
sumber daya alam hingga ke puncak-puncak pegunungan, Massey
menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Karena perusahaan
membuang jutaan galon batubara slurry (kotoran batu bara) yang
dihasilkan oleh aktivitas pertambangan. Kotoran ini mengandung zat-zat
beracun yang berbahaya bagi lingkungan. Massey belum memiliki alat
atau lahan untuk pengolahan limbah perusahaan.
2. Hingga di tahun 2000, bendungan danau tempat penampungan yang
berisikan kotoran lumpur batu bara (slurry) tersebut runtuh, dan
mencemari sungai Martin Country, Kentucky, Big Shandy dan sungan Ohio.
Sehingga perairan untuk warga terkontaminasi dan merusak sumber air
minum bagi kota-kota disekitar.
3. Di tahun 2008, Massey membayar sebesar $ 20 Juta untuk menyelesaikan
gugatan pemerintah yang membebani perusahaan dengan 4000
pelanggaran undang-undang Air Bersih.
Selain isu terhadap lingkungan, Perusahaan Massey Energy melanggar etika
bisnis karena mengabaikan isu keselamatan dan kesehatan pekerjanya. Don
Blakenship sebagai pemimpin perusahaan,kurang memperhatikan standar
keamanan bagi para pekerja tambangnya, hal ini dapat terlihat dari:
1. Terjadi beberapa pelanggaran isu intimidasi pekerja yang
mempermasalahkan keamanan pada tambang Upper Big Branch ini.
Mereka diancam pemecatan jika mengadukan masalah tersebut ke pihak
berwenang
2. Perusahaan Massey memiiki dua set buku, buku 1 untuk disimpan
perusahaan dan buku kedua yang ditunjukkan ke pengawas. Hal ini
merupakan cara licik yang dilakukan oleh Massey untuk menutupi adanya
kekurangan dari perusahaan.
3. Penyidik dari MSHA menemukan bahwa perusahan gagal untuk memenuhi
persyaratan standar keamanan yang ditentukan oleh pemerintah untuk
mengatasi debu batu bara.
4. Kondisi dan lingkungan kerja di Upper Big Branch sangat tidak layak,
dimana terdapat ventilasi udara yang buruk untuk debu batubara dan gas
metan
5. Peralatan keselamatan yang tidak sesuai standar yang diberikan oleh
pemerintah US

6. Dan status pekerja di Upper Big Branch yang tidak memiliki serikat
pekerja.
Namun, diluar semua itu Massey telah melakukaan kontribusi untuk mengurangi
angka pengangguran di US melalui pembukaan lowongan pekerjaan. Perusahaan
Massey juga mendonasikan keuntungannya untuk program beasiswa, dan
bekerja sama dengan sekolah-sekolah lainnya.

3. Jika perusahaan Massey mampu menjalankan kegiatannya dengan mematuhi


kode etik sesuai standar yang ditetapkan pemerintah,sudah pasti strategi
perusahaan akan berjalan dengan baik. Massey akan terhindar dari kecelakan
semacam ini, dan risiko terjadinya kembali akan lebih kecil.
Dalam hal ini, Massey tidak mampu melewati The Ethical Litmus Test, dapat
dilihat dari semakin banyak terjadi beberapa pelanggaran seperti yang
disebutkan sebelumnya. Perusahaan dan manajemen Massey hanya memikirkan
produksi batu bara yang banyak dan return yang tinggi, tanpa memperhatikan
keselamatan kerja dari para pekerjanya. Pihak manajemen hanya memikirkan
mendapatkan kinerja perusahaan dalam jangka pendek untuk mendapatkan
keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempertimbangkan sustainability
perusahaan kedepannya.