Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NASIONAL
A. Nama
B. N P M
C. Judul Skripsi

: HENI MEIDAYANTI YS
: 003112500150030
: TANGGAPAN BEBERAPA KLON DAN MEDIA TANAM
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN MAWAR
MINI (Rosa hybrida L.)

D. Isi Skripsi :
Mawar (Rosa hybrida L.) merupakan tanaman hias bunga yang masih menjadi unggulan
selain komoditi tanaman hias lainnya, karena keindahan bentuk bunga, ukuran dan warna
bunga yang beraneka ragam serta aromanya yang membuat mawar selalu diminati oleh
masyarakat dari berbagai kalangan. Selain itu juga mempunyai nilai ekonomis yang
tinggi dan memiliki prospek yang cukup cerah untuk terus dikembangkan.
Penelitian
ini bertujuan untuk menseleksi klon-klon yang memiliki sifat unggul dan untuk
mendapatkan media tanam yang terbaik pada pertumbuhan dan pembungaan mawar.
Hipotesis penelitian ini adalah dengan menggunakan klon yang berbeda, akan diperoleh
hasil pertumbuhan tanaman mawar yang berbeda, media sekam bakar dengan moss (1:4)
dan sekam bakar dengan kompos daun bumbu (1:1) adalah media yang terbaikbagi
pertumbuhan dan pembungaan tanaman mawar dan pada penggunaan klon no. 5 dengan
media tanam sekam bakar : serbuk sabut kelapa (1:1) akan didapat hasil pertumbuhan
mawar yang terbaik. Tanaman mawar dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah
hingga dataran tinggi, yaitu ketinggian 500-1500 m dpl, dengan curah hujan 1.500-3.000
mm/tahun. Tanaman mawar menghendaki tanah yang kaya akan unsur hara. Klon adalah
tanaman hasil persilangan yang perbanyakannya umumnya dengan cara vegetatif yang
sifat-sifatnya masih diperbaiki dan belum dikeluarkan ke pasaran. Media tanam adalah
tempat yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman atau bahan tanaman, tempat akar
atau bakal akar tumbuh berkembang. Media tanam memiliki karakteristik sendiri-sendiri,
antara lain 1) Sekam bakar, ringan memiliki porositas tinggi, dapat mengurangi pengaruh
penyakit akibat gulma dan bakteri, dan memiliki kandungan kimia antara lain N 0,32 %,
P 0, 15 %, K 0, 31 %, Ca 0,96 %, Fe 180 ppm, Mn 80,4 ppm, Zn 14,10 ppm dengan pH
6,8. 2) Moss, kandungan serat dan hara yang tinggi, memiliki daya pengikat air yang
baik serta mempunyai aerasi dan drainase yang baik pula, mengandung unsur N 2 3 %.
3) Kompos daun bumbu, berwarna coklat, memiliki daya pegang air yang tinggi. 4)
Serbuk sabut kelapa, ringan, berwarna coklat, tahan terhadap air, tahan terhadap serangan
mikroorganisme, mempercepat pemunculan akar, kemampuan menyerap airnya
sebanyak 6-8 kali dari berat bahannya mempunyai C/N ratio 2-12, total porotisnya 60-65
%, daya mengikat airnya 65-70 %, dan kandungan airnya 50-55 %, selain itu media ini
mempunyai pH 6. Penelitian ini dilakukan dirumah kaca Kebun Percobaan Balai
Tanaman Hias Cipanas dari bulan Oktober 2004 sampai April 2005. Perlakuan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah klon dan media tanam. Klon yang digunakan yaitu

klon No. 4, Klon No. 5, dan Klon Introduksi sedangkan media tanamnya adalah sekam
bakar, moss, kompos daun bambu, serbuk sabut kelapa. Dibuat perlakuan antara klon
dengan media tanam, sehingga di dapat 9 perlakuan , yaitu klon no. 4 >< sekam bakar :
moss (1:4), klon no. 4 >< sekam bakar : kompos daun bambu (1:1), klon no. 4 >< sekam
bakar : serbuk sabut kelapa (1:1), klon no. 5 >< sekam bakar : moss (1:4), klon no. 5. ><
sekam bakar : kompos daun bambu (1:1), klon no. 5 >< sekam bakar : serbuk sabut
kelapa (1:1), klon introduksi >< sekam bakar : moss (1:4), klon introduksi >< sekam
bakar : kompos daun bambu (1:1), dan klon introduksi >< sekam bakar : serbuk sabut
kelapa (1:1). Pada setiap perlakuan terdapat 5 pot dan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil
pengamatan dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK)
Faktorial dengan uji lanjut menggunakan Uji Wilayah Berganda Duncan atau Duncans
Multiple Range Test pada taraf 5 %. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari dua macam,
yaitu pengamatan utama dan pengamatan penunjang. Pengamatan utama terdiri dari
pengamatan panjang tunas, jumlah duri, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga,
lama kesegaran bunga di lapang, dan jumlah petal. Pengamatan penunjang terdiri dari
pengamatan warna bunga, warna daun muda dan daun tua, bentuk daun serta warna
batang muda dan batang tua. Dari hasil analisis ternyata tidak terdapat beda nyata pada
interaksi dari semua peubah yang diamati. Klon no. 5 memberikan hasil yang terbaik
dibandingkan dengan klon-klon yang lainnya, karena memberikan hasil yang tertinggi
yaitu pada panjang tunas (11.57 cm), jumlah duri (23.7 buah/tanaman), diameter bunga
(4.94 cm) dan lama kesegaran bunga di lapang (17.7 hari). Sedang pada perlakuan media
tanam, yang memberikan hasil terbaik adalah media tanam sekam bakar : serbuk sabut
kelapa (1:1), yaitu pada parameter jumlah bunga (6.0 kuntum/tanaman), diameter bunga
(4.67 cm), jumlah petal (49.4 helai/kuntum)
E. Pembimbing I
Pembimbing II

: Ir. Tri Waluyo, M.Agr


: Ir. Darliah, MS