Anda di halaman 1dari 10

BARISAN DAN DERET TAK HINGGA

(MATEMATIKA WAJIB)
Kompetens iDasar :

Mendeskripsikan konsep barisan tak hingga sebagai fungsi dengan daerah asal himpunan
bilangan asli.
Menerapkan konsep barisan dan deret tak hingga dalam penyelesaian masalah sederhana.

A. DERET GEOMETRI TAK HINGGA


1. KONSEP DAN RUMUS DERET GEOMETRI TAK HINGGA

Barisan geometri memiliki suku-suku :


Dengan

Keterangan :
adalah suku pertama/suku awal
adalah rasio(

adalah bilangan asli, sehingga


,

bilangan asli

disebut juga fungsi

dengan daerah asal himpunan bilangan asli.

Deret geometri tak hingga adalah suatu deret yang diperoleh dari penjumlahan suku-suku
pada barisan geometri dimana suku terakhirnya tidak pernah berakhir.
Deret geometri tak hingga sebagai suatu penjumlahan dari suku-suku pada barisan geometri
dinyatakan sebagai :

Dan bias ditulis sbb :

Bandingkan dengan rumus untuk menghitung jumlah deret geometri terhingga yang telah
anda pelajari di kelas X, yaitu :

Atau

dengan

Untuk menentukan rumus jumlah deret geometri tak hingga, perhatikan contoh deret
geometri tak hingga berikut ini :

Jumlah deret ini secara rinci dapat dihitung sbb :


Untuk

diperoleh

Untuk

diperoleh

Untuk

diperoleh

Untuk

diperoleh

Untuk

Untuk

diperoleh

lainnya kita hitung dengan menggunakan rumus

dengan

dan

, sehingga
Untuk

menjadi

Untuk

menjadi

Untuk

menjadi

Untuk

menjadi

Untuk

menjadi

Untuk

menjadi

Jika digambar grafiknya dalam koordinat Cartesius, sbb :

Jumlahsuku

Banyaksukun

Dari grafik di atas kita dapat menyimpulkan bahwa deret geometri tak hingga memiliki
jumlah berhingga.

Latihan :
Apakah deret-deret geometri berikut memiliki jumlah , hitunglah juga rasio tiap deret
geometri tersebut.
a. 12 + 4 +
b.

c.
d.

Apakah nilai rasio menentukan deret geometri tak hingga memiliki jumlah atau tidak? Jika
ya, nyatakan syarat nilai rasio agar suatu deret geometri tak hingga memiliki jumlah.

Kesimpulan :

Suatu deret geometri tak hingga adalah konvergen (memiliki jumlah) jika memenuhi syarat
| |

atau

Catatan :
Jika deret geometri tak hingga dengan

atau

, maka deret itu tidak mempunyai jumlah /

jumlah nya adalah tak hingga(divergen).

Bahan diskusi :
Bagaimana jumlah deret geometri tak hingga jika :
a. Rasio deret sama dengan 1 (
b. Rasio deret sama dengan negatif 1 (

Cara menurunkan rumus untuk menghitung jumlah deret tak hingga konvergen.

dengan syarat | |

atau

Jadi rumus deret geometri tak hingga konvergen adalah :


atau
dengan

suku pertama dan

rasio deret.

Contoh soal :
1. Menghitung jumlah deret geometri tak hingga tanpa rumus
Hitunglah

Penyelesaian :
Misalkan
Maka

tanpa menggunakan rumus

Latihan :
1. Hitung tanpa menggunakan rumus
a.

c. 200 + 100 + 50 + 25 +

b.

d.

2. Apakah deret tak hingga berikut memiliki jumlah? Jika ya, hitunglah jumlah tersebut !
a)
b)
c)

d)
e)

2. Menggunakan rumus deret geometri konvergen


Contoh :
Hitung jumlahd eret geometri berikut :
a. 5 + 3 +
b.

Penyelesaian :
a. 12,5
b.

3. Menentukan rasio deret geometri tak hingga


Contoh soal :
Suatu deret geometri tak hingga memiliki suku pertama 6 dan jumlahnya 15. Tentukan rasio
deret tak hingga tersebut !

Penyelesaian:
dan

Latihan :

Tentukan rasio dari deret geometri berikut jika diketahui :

a. Suku pertamanya 5 dan jumlahnya 20


b. Suku pertamanya 1,5 dan jumlahnya 2,5
c. Suku pertamanya 21 dan jumlahnya 63

Tentukan suku pertama dari suatu deret geometri tak hingga jika diketahui rasionya dan
jumlahnya

4. Syarat deret geometri tak hingga konvergen


Contoh soal :
(

Tentukan himpunan nilai-nilai dimana deret geometri

, memiliki jumlah tertentu !

Penyelesaian :
. sedangkan syarat deret tak hingga memiliki jumlah (konvergen) adalah| |
Dengan demikian |
|

Karena|

(1)

, maka mengalikan kedua ruas dengan |

| tidak membalik tanda

ketidaksamaan, sehingga pertidaksamaan (1) menjadi


| |

| atau |

Akibatnya

Ingatbahwa :
atau

jika| |

atau

, maka

atau

Jadi himpunan yang dimaksud adalah


{ |

Latihan :
Tentukan nilai-nilai x sehingga deret geometri tak hingga berikut konvergen kesuatu jumlah tertentu
:
a.
b.

c.

Penyelesaian :
a. { |

b. { |
c. { |

}
}

MENULISKAN BENTUK DESIMAL BERULANG KE BENTUK PECAHAN

Contohsoal :
Tulislah bentuk desimal berulang berikut kebentuk pecahan :
a. 0,272727
b. 1,142424242

Penyelesaian :

a. 0,272727 =

= 0,27 + 0,0027 + 0,000027 + 0,00000027 +


Tampakbahwa 0,272727 merupakansuatuderetgeometrikonvergendengan

dan

. Dengandemikian
0,272727 =
=

b. 1,142424242 = 1,1 + 0,042 + 0,00042 + 0,0000042 +


Tampak bahwa 1,142424242 = 1,1 + deret geometri tak hingga konvergen dengan
dan

dengan demikian
1,142424242 = 1,1 +
=

Latihan :
Tulislah bentuk desimal berulang berikut ke dalam bentuk pecahan :
a. 0,33333

c. 0,

e. 63,636363

b. 0,525252 .

d. 0,43

f. 293,293293

2. NOTASI SIGMA
Deret geometri tak hingga yang ditulis
disingkat dengan menggunakan notasi sigma (

penulisannya dapat
, sebagai berikut :

Notasi

secara sederhana memerintahkan kita untuk melakukan penjumlahan suku-suku

dalam barisan. Bilangan

disebut indeks dari suku yang menyatakan dari mana memulai

penjumlahan dan ke mana mengakhiri penjumlahan. Denman demikian operator


kanan persamaan
dimulai dari

sampai dengan

pada ruas

, memerintahkan kita untuk melakukan penjumlahan


, sehingga persamaan akan menjadi :

Catatan :
Indeks

bisa diganti dengan indeks lainnya ,seperti

dan sebagainya.

Contoh soal :
Menghitung penjumlahan dengan notasi sigma.
Hitunglah jumlah dari deret geometri tak hingga berikut jika ada
a.
3.

B. APLIKASI DERET GEOMETRI TAK HINGGA


1. Menghitung panjang total lintasan vertikal bola yang memantul
Contoh soal :
Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 10 m. setiap kali memantul, bola naik sejauh 60 %
dari ketinggian sebelumnya.
a. Berapa ketinggian maksimum bola, setelah bola menumbuk tanah untuk ketiga
kalinya?
b. Berapa jarak vertikal total yang telah ditempuh bola sesaat sebelum menumbuk tanah
untuk kelima kalinya?
c. Berapa jarak vertikal total yang ditempuh bola sampai berhenti?

Penyelesaian :
Bola dijatuhkan dari ketinggian 10 m
Setiap kali memantul, bola naik sejauh 60 % = 0,6 dari ketinggian sebelumnya
Deret geometrinya sbb : 10 + 0,6 . 10 + 0,6 . 0,6 . 10 +
Atau 10 + 0,6 . 10 +
a. Ketinggian maksimum bola, setelah bola menumbuk tanah untuk ketiga kalinya (

b. Jarak vertikal total yang telah ditempuh bola sesaat sebelum menumbuk tanah untuk kelima
kalinya (

=
=

c. Jarak vertikal total yang ditempuh bola sampai berhenti (

=
=
=

2. Jarak total ayunan bandul


Contoh soal :
Sebuah bandul diayunkan secara bebas. Pada ayunan pertama, bandul menempuh jarak 45
cm. Karena adanya gesekan udara, maka setiap ayunan berikutnya, bandul selalu menempuh
90 % jarak dari ayunan sebelumnya.
a. Berapa jarak total yang ditempuh ayunan bandul sampai berhenti ?
b. Setelah berapa kali mengayun, bandul telah menempuh 80 % dari jarak total ?

Penyelesaian :
Pada ayunan pertama, bandul menempuh jarak 45 cm (

a.
b.

(dibulatkan ke satuan terdekat)


Jadi bandul menempuh 80 % dari jarak total ayunannya setelah bandul mengayun 15
kali.

LATIHAN :
1. Sebuah bola pingpong dijatuhkan dari ketinggian 25 m dan memantul kembali dengan
ketinggian

kali tinggi sebelumnya. Pantulan ini berlangsung terus menerus sampai bola

berhenti.
a. Berapa ketinggian maksimum bola pingpong setelah bola memantul naik untuk kelima
kalinya ?

8,2 m

b. Berapa jarak vertikal total yang telah ditempuh bola pingpong sesaat sebelum memantul
untuk ke empat kalinya?
c. Berapa jumlah seluruh lintasan yang ditempuh bola pingpong?

2.

122,6 m
225 m

Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 1 meter. Setiap kali sesudah jatuh mengenai lantai, bola
itu memantul lagi dan mencapai ketinggian dari tinggi sebelumnya.
Tentukan :
a. Panjang seluruh jalan yang dilalui bola itu mulai dari pantulan kedua sampai berhenti.
b. Panjang seluruh jalan yang dilalui bola itu sampai berhenti

3. Seseorang berjalan lurus dengan kecepatan tetap 4 km / jam selama jam pertama. Pada jam
kedua kecepatan dikurangi menjadi setengahnya, demikian seterusnya, setiap jam kecepatannya menjadi setengah kecepatan sebelumnya. Berpa km kah jarak terjauh yang dapat dicapai
orang itu selama perjalanan?

4. Sebuah kipas angin berputas 12 putaran per sekon. Sesaat setelah tombol off ditekan, kelajuan
kipas berkurang 75 % persekon. Berapa banyak putaran lengkap yang dilakukan kipas setelah
tombol off ditekan ?
5. Sebuah baterei isi ulang merek tertentu mengiklankan bahwa setiap kali baterei diisi ulang,
baterei mampu diisi 99,8 % dari kapasitas sebelumnya. Jika kapasitas awal sebelum dibeli
baterei itu bisa nyala selama 10 jam, berapa jam kah baterei itu tidak dapat diisi ulang lagi
(umur baterei sudah habis)? Anggap isi ulang dilakukan saat muatan listrik bateri habis.
6. Dalam suatu eksperimen fisika, laju sebuah bola baja pada suatu lintasan datar dipercepat, dan
kemudian dibiarkan menggelinding secara bebas. Setelah menit pertama, bola telah
menggelinding sejauh 36 m. Setiap menit bola hanya dapat menempuh 60 % dari jarak yang
ditempuh pada jarak sebelumnya. Berapa jauh jarak yang bisa ditempuh bola baja itu ?
7. Seorang anak yang sedang duduk pada ayunan diberi dorongan kuat. Ia menempuh sejauh 3,6
meter pada jarak ayunan pertamanya (yang dimaksud jarak ayunan adalah jarak bolak-balik
ayunan) tetapi pada setiap jarak ayunan berikutnya ayunannya hanya dapat menempuh dari
jarak sebelumnya.
Berapa jauh (jarak total) yang telah ditempuh anak itu sampai ayunan berhenti?

8. Sebuah persegi memiliki panjang sisi 16 cm. titi-titik tengah tiap sisinya dihubungkan untuk
membentuk suatu persegi baru yang terdapat di dalam persegi semula, dan proses ini
dilanjutkan terus.
a. Gambarlah sketsa persegi-persegi yang anda peroleh jika persegi pertama memiliki panjang
sisi 16 cm.
b. Tentukan jumlah keliling semua persegi
c. Tentukan jumlah luas semua persegi

9. Perhatikan gambar berikut. Jika proses memberi warna abu-abu terus dilanjutkan, berapa luas
total bagian yang diberi warna abu-abu dibandingkan dengan luas persegi awalnya?

C.