Anda di halaman 1dari 20

SOSIALISAS TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI

DESA LAMBANGAN KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS

LAPORAN MAGANG

Disusun Oleh :
DIKA APRILYANTO

(2011-41-013)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS

2014
FAKULTAS PERTANIAN
i

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

Kami menyatakan bahwa laporan magang ini disusun oleh :


Nama Mahasiswa

: Dika Aprilyanto

Nomor Induk Mahasiswa

: 2011 41 013

Judul

:Sosialisasi Teknik Budidaya Tanaman Semangka(Citrullus


Vulgaris) Di Desa Lambangan Kecamatan Undaan Kabupaten
Kudus

Diterima sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian
Universitas Muria

Kudus,02 Desember 2014


Dosen Pembimbing

Pembimbing Lapangan

(Ir. Supari M.P)

(Sutrisno)

KATA PENGANTAR
ii

Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan kasih dan
karunia-Nya kepada kita, sehingga penulis dapat menyelesaikan rencana magang ini..
Tersusunnya rencana magang ini tak lepas dari bantuan dari beberapa pihak, oleh
karena itu penulis ucapkan terima kasih kepada :
1. Ir. Hadi Supriyo, MS. Selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus.
2. Ir. Supari,M.P. Selaku dosen pembimbing mata kuliah Magang.
3. Bapak Sutrisno Selaku pembimbing lapangan yang membantu dalam pelaksanaan
proses magang kami.
4. Temanteman mahasiswa Fakultas Pertanian yang telah membantu sampai selesainya
penyusunan proposal magang ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan proposal magang ini jauh dari kesempurnaan
karena keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Oleh sebab itu, penulis mohon kritik
dan saran guna kesempurnaan rencana magang ini.
Akhirnya penulis berharap agar rencana praktek magang ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan masyarakat secara umum.

Kudus, 02 Desember 2014

Penulis

DAFTAR ISI
iii

HALAMAN JUDUL..................................................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN....................................................................................

iii

KATA PENGANTAR.................................................................................................

iv

DAFTAR ISI..............................................................................................................

I. LATAR BELAKANG.............................................................................................

II. KEADAAN UMUM.............................................................................................

III. BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA.............................................................

IV. ANALISIS USAHA BUDIDAYA SEMANGKA.................................................

V. KESIMPULAN DAN SARAN...........................................................................

11

LOG BOOK KEGIATAN........................................................................................

12

DAFTAR ABSENSI MAGANG..............................................................................

13

FOTO-FOTO MAGANG..........................................................................................

14

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................

16

BAB I.
A. Latar Belakang

iv
PENDAHULUAN

Praktek kerja Lapangan Merupakan salah satu cara untuk membandingkan serta
penerapan teori yang didapatkan selama perkuliahan, sehingga nantinya mahasiswa
mampu untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu yang didapatkan kepada
masyarakat luas khusunya para petani.
Dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan mengambil judul Penerapan
Pemangkasan Tunas Apikal Pada Tanaman Semangka di Desa Lambangan Kecamatan
Undaan Kabupaten Kudus, dimana proses pemotongan pucuk secara teori dapat atau
mampu meningkatkan hasil produktifitas suatu tanaman. Teknik pemangkasan tunas
apikal telah lama diterapkan dalam dunia pertanian. Pada tanaman anggur, pemangkasan
dilakukan agar produksi buah meningkat. Cabang-cabang muda yang tumbuh dari batang
utama dipangkas agar pada musim berikutnya tumbuh cabang baru penghasil buah.
Menurut Daniesen dan Erwin (1958) dalam Dewi (2004), pemangkasan adalah kegiatan
menghilangkan atau memotong pucuk, cabang, atau ranting tanaman dengan tujuan untuk
meningkatkan hasil panen. Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman memasuki masa
dorman (sebelum bermunculan tunas-tunas baru) (Gunawan, 2001). Sedangkan menurut
Binnie & Clifford (1980), pemangkasan tunas apikal dapat meningkatkan produksi buah
pada tanaman French Beans (Phaseolus vulgaris L) kultivar Masterpiece dan Chicobel.
Tujuan lain dari pemangkasan adalah agar sinar matahari dapat menyinari seluruh
bagian tanaman, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung sempurna. Selain itu,
pemangkasan juga dapat mengurangi kelembaban sehingga tanaman terhindar dari
serangan hama dan penyakit (Sudaryati & Sugiharti, 1989).
Nakasone (1954) dalam Muhammad, dkk (2000) mengungkapkan bahwa
pemangkasan yang tepat dapat meningkatkan hasil sebesar 35% lebih tinggi dibanding
tanaman yang tidak dipangkas. Bagian tanaman yang dipangkas perlu diperhatikan karena
semua ranting dan cabang dalam satu struktur pohon mempunyai peluang untuk
membentuk ranting reproduktif atau ranting vegetatif (Marini, 1985). Cara pemangkasan
yang tidak tepat dapat menurunkan produksi. Pada tanaman teh, untuk mendapatkan hasil
pucuk yang maksimal, pemangkasan perlu dilaksanakan secara berkala apabila tanaman
telah mencapai ketinggian lebih dari 110 cm (Tobroni dan Adimulya, 1997) dalam
Bacherin, dkk (2003). Abdullah dan Soedarmanato (1982) menyebutkan bahwa pada
tanaman tembakau, pemangkasan diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing batang
mempunyai jumlah daun sebanyak mungkin.
Kandungan Gizi Pada buah Semangka

Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)


Energi
127 KJ (30 kcal)
Karbohidrat
7.55 g
Gula
6.2 g
Serat pangan
0.4 g
Lemak
0.15 g
Protein
0.61 g
Air
91.45 g
Vitamin A equiv
28 g (3 %)
Thiamine (vit.B1)
0.033 mg (3%)
Riboflavin (Vit.B2)
0.021 mg (1%)
Niacin (vit. B3)
0.178 mg (1%)
Pantothenic acid (B5)
0.221 mg (4%)
Vitamin B6
0.045 mg(3%)
Folate (vit.B9)
3 g (1%)
Vitamin C
8.1 mg (14%)
Calcium
7 mg (1%)
Iron
0.24 mg (2%)
Magnesium
10 mg (3%)
Phosphorus
11 mg (2%)
Potassium
112 mg (2%)
Zinc
0.10 mg (1%)

B. Rumusan Masalah
Secara teori tindakan pemangkasan tunas apikal pada tanaman semangka
merupakan suatu tindakan guna mengoptimalkan produktifitas suatu tanaman. Oleh
karenanya kami ingin mengetahui landasan serta faktor-faktor apa saja yang mendasari
petani melaksanakan pemangkasan pucuk apikal pada tanaman semangka dilihat dari
sudut pandang petani selaku pelaksana dan sudut pandang keilmuan pertanian.
C. Tujuan
1. Untuk melaksanakan praktek lapangan bersama petani tentang proses pemotongan
tunas apikal pada tanaman semangka.
2. Untuk lebih memahami tehnik pemotongan tunas apikal pada tanaman semangka
yang dilaksanakan oleh para petani semangka di desa Lambangan Kecamatan Undaan
Kabupaten Kudus dengan teori keilmuan yang ada.
BAB II.
A. Sejarah Lokasi

KEADAAN UMUM
2

Desa Lambangan merupakan salah satu desa di Kecamatan Undaan yang mempunyai
luas rata-rata kepemilikan lahan pertanian yang paling luas di antara desa-desa yang lain di
Kecamatan Undaan. Desa Lambangan mempunyai luas wilayah 282,050 Ha. Desa Undaan
mempunyai bentuk yang memanjang dari barat sampai timur dan hampir menyerupai sebuah
persegi panjang, dengan batas-batas fisik alami yang berupa sawah, tegalan, sungai-sungai
kecil dan jalan.
Batas Desa Lambangan dengan desa-desa lain yang ada di Kecamatan adalah:
Sebelah Utara : Desa Kalirejo; Sebelah Timur : Desa Berugenjang; Sebelah Selatan :
Kabupaten Grobogan dan Sebelah Barat : Kabupaten Demak. (IKK Undaan, 2007). Jumlah
penduduk Desa Lambangan pada tahun 2009 adalah sebesar 2.325 Jiwa.
B. Keadaan Umum Lokasi
Keadaan umum lokasi pelaksanaan PKL tertera pada Tabel 1 sebagai berikut :
Tabel 1. Profil Desa Lambangan 2010
No
1
2
3

Keterangan
Luas Wilayah (Ha)
Jumlah Penduduk (jiwa)
Kepadatan Penduduk (jiwa/Ha)
Penggunaan Lahan Sawah (Ha)
a. Irigasi Teknis
b. Irigasi Setengah Teknis
c. Irigasi Sederhana
d. Tadah Hujan
e. Lain-lain

Desa Lambangan
282,050
1.259
4,46
263,32
-

Sumber : Kecamatan Undaan Dalam Angka 2010.


C. Iklim dan Tanah
Rata rata curah hujan di Kabupaten Kudus di tahun 2010 sebanyak 3000 mm dengan 150
hari hujan selama setahun , untuk keadaan curah hujan relatuf rendah, sedangkan untuk
temperatur terendah 17,60 C dan tertinggi 29,40 C. Dilihat topografi wilayah, Kabupaten
Kudus merupakan wilayah dataran, bergelombang,curam dan sangat curam. Topografi
dataran dapat di jumpai pada wilayah Kudus bagian Barat dan Selatan. Kabupaten Kudus
mempunyai ketinggian terendah 5 meter dari permukaan
air laut (m dpl) dan tertinggi 1602 m
3
dpl, dengan ketinggian rata-rata 55 m dpl, dengan jenis tanah grumosal.

D. Jenis Tanaman
Pada lokasi PKL hampir semua tanaman yang ada di sekitar lokasi adalah tanaman
semusim dengan berbagai jenis tanaman, seperti padi, jagung, melon, tomat, terung,
semangka grand master,dan semangka inul merah dan kuning.
E. Fasilitas
Lahan di desa Lambangan khusunya lokasi yang digunakan dalam budidaya
semangka ini merupakan lahan irigasi teknis, sehingga dalam proses budidayanya lebih
mengandalkan irigasi teknis yaitu menggunakan air irigasi yang berasal waduk kedungombo.
F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan Praktek kerja lapang di laksanakan di Desa Lambangan Kecamatan
Undaan Kabupaten Kudus, dengan waktu Pelaksanaan selama 1 bulan.

BAB III.

BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA DI DESA LAMBANGAN


UNDAAN KUDUS

A. Persiapan Lahan

Pengolahan Lahan dilakukan dengan membalik tanah dengan mengunakan


cangkul, setelah semua rata baru di buat bedengan. Dalam pelaksanaan PKl ini lahan

yang digunakan seluas 1 hektar atau 1000 m2. Sebelum dibuat bedengan lahan disemprot
dengan herbisida, kemudian baru dibuat bedeng-bedengan dengan luasan bedengan 3 m,
dengan lebar parit 30 cm dan kedalaman 30 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara
mencangkul 1 cangkulan, jarak tanam 50 x 2 meter. Pada setiap lubang tanam diberi
kompos sebanyak dua gelas aqua. Dikarenakan lokasi pelaksanaan budidaya semangka
berada di irigasi

teknis maka dibuatlah saluran- saluran air untuk mempermudah

pengairan ke tanaman.
B. Penyemaian Benih
Penyemaian dilakukan dengan cara benih dibungkus kain lalu diikat, kemudian
direndam dengan air selama 5 menit, setelah itu benih diangkat dan ditaruh ditempat
yang lembab selama 12 jam agar benih berkecambah.
Setelah benih berkecambah, benih ditaruh kedalam polibag yang berukuran 10
cm x 7 cm dimana didalamnya sudah berisi tanah dan kompos. Posisi biji dalam proses
peletakkan didalam polibag dilakukan secara hati-hati dan ujung biji yang lancip berada
diposisi bawah.
Pada proses penyemaian ini dalam satu kantong ditanam satu benih dan setiap
sudut kantong dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air ketika dilakukan
penyiraman. Setelah benih berumur 10 hari dengan ciri muncul 2-3 daun, bibit siap
dipindahkan kelahan (setiawan, 2001). Adapun jenis Benih semangka yang digunakan
dari jenis semangka inul merah dengan merk dagang Gonzales.
C. Tanam
Sebelum dilakukan proses tanam, terlebih dahulu lubang tanam disiram sampai
menggenangi areal tanam atau sekitar tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air
meresap.
Polibag yang berisi bibit disiram terlebih dahulu dengan air agar dalam proses
pengambilan benih mudah, adapun tahapan proses penanaman sebagai berikut :
a. Pilih bibit yang sudah mempunyai daun paling sedikit 3 buah dan berdaun lebar.
b. Polibag yang sudah disiram air disobek dengan hati-hati agar supaya akar tidak
rusak dan putus.

c. Bibit ditaruh di dalam lubang tanam dengan menghadap kearah utara. tanam.
d. Tutupi dengan tanah pada celah-celah lubang.
D. Penyulaman

Penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau terserang penyakit adapun
waktunya setelah tanaman berumur 3 - 5 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan
bibit tanaman cadangan.
E. Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada area-area yang terdapat gulma dalam jumlah banyak.
cara yang digunakan dalam proses penyiangan adalah cara manual yaitu mencabut
gulma yang ada kemudian dibuang dengan rentang waktu pelaksanaan bisa beberapa kali
pelaksanaan.sedang untuk gulma yang berada diparit di cangkul.
F. Perempalan/pemangkasan
Pemangkasan Dilakukan dengan cara memotong dengan gunting

tunas-tunas

muda yang tumbuh disekitar pangkal batang tanaman serta ujung dari tanaman yang
ditanam di sebelah sudah mencapai ke lubang tanam yang satunya sehingga di potong.
Pemotongan tidak dilakukan secara merata hanya pada tanaman yang sekitar lubang
tanamnya dipenuhi daun. Waktu pemangkasan dilaksanakan ketika tanaman berumur 24
hari dan ketika terdapat tanaman yang belum dapat berbunga.
G. Pemupukan
Pupuk yang digunakan selama budidaya terdiri dari: Urea 200 kg, phonska 200
kg, NPK 150 kg, KNO : 10 kg, kompos 50 sak. Pemupukan dilkukan dengan cara sistem
kocor yaitu pupuk dilarutkan kedalam air dengan perbandingan I ember : 1 gelas aqua
ZA, Phonska kemudian setiap tanaman diberikan 1 gelas aqua campuran pupuk tersebut,
adapun waktu pemberian pupuk diberikan setiap 3 hari sekali sejak tanaman berumur 3
Minggu setelah Tanam (MST), pemupukan tersebut dilaksanakan sampai buah dari
tanaman semangkan tersebut berukuran cukup besar.
H. Penyiraman
Pengairan dilakukan dengan cara manual yaitu menyirami tanaman dengan
menggunakan gayung, 1 tanaman sebanyak 1 gayung. Dilakukan pada sore hari setiap
seminggu sekali.

I. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama penyakit mengunakan berbagai jenis pestisida kimia seperti


insektisida, herbisida dan funggisida. Penyemprotan dilakukan dengan tangki semprot
dengan intensitas penyemprotan setiap satu minggu sekali
J. Seleksi calon buah

Seleksi calon buah dilakukan dengan cara menyisakan buah yang paling besar
dan tidak terkena penyakit biasanya berada paling ujung. Setiap tanaman disisakan 1
calon buah yang dibiarkn tumbuh secara maksimal, sisanya di pangkas.
K. Panen
Panen dilakukan setelah buah diperkirakan sudah masak atau layak panen, yaitu
berumur 60 hari. Menurut Setiawan (2001), ciri-ciri buah semangka sudah masak adalah
kulit licin dan mengkilap, salur dekat tangkai buah semangka mengering dan menepuk
buah dan berbunyi suaru tertentu.
Pada waktu pemanenan gagang buah harus ikut melekat ke buah, karena bila
gagang patah maka semangka bisa cepat membusuk. Pada pelaksanaan Praktek kerja
Lapangan ini hasil panen di beli para tengkulak yang datang kelokasi budidaya
semangka.

BAB IV.

7 SEMANGKA DI DESA LAMBANGAN


ANALISIS USAHA BUDIDAYA

UNDAAN KUDUS
Tanaman semangka yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Kudus, belum
diusahakan secara optimal. Padahal tanaman semangka (Citrullus vulgaris L) merupakan

salah satu jenis buah-buahan yang mempunyai daya tarik khusus dan nilai komersial cukup
tinggi. Analisis biaya produksi usahatani semangka meliputi biaya produksi (input) yang
merupakan penjumlahan dari biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi (satu
musim tanam) dalam usahatani sumangka. Biaya yang dimaksud meliputi : biaya variabel
(biaya sewa tanah, biaya saprodi dan tenaga kerja) dan biaya tetap (penyusutan alat) dan
biaya lain-lain (pajak tanah, PBB, Bunga Modal).
Tabel 1. Tabel Sarana produksi budidaya tanaman semangka
No
1
2
3

JENIS
SAPROTAN

Ha
(kg/ltr/pack
)
4 bulan
21

SEWA LAHAN
BENIH
PUPUK
Petroganik
500
Urea
200
Za
200
Phoska
500
SP 36
500
Mutiara
50
MULSA
Mulsa Roll
7
INSEKTISIDA
Larvin
1
FUNGISIDA
Antracol
4
Dhiten
3
BAKTERISIDA
Bhaktocyn
0.8
Stamicyn
0.2
Total Biaya

4
5
6

Kebutuhan/Ha
Harga
(kg/ltr/pack
Jumlah biaya
)
(kg/ltr/pack)
5.000.000
5.000.000
63.000
1.323.000
500
1.600
1.600
2.300
2.100
7.000

250000
320.000
320.000
1.150.000
1.050.000
350.000

500.000

3.500.000

40.000

400.000

85.000
90.000

340.000
210.000

53.000
45.000

212.000
90.000
14.515.000

Tabel 2. Tabel Tenaga kerja dalam usaha budidaya tanaman semangka


8

No
1

JENIS
KEGIATAN
Pembuatan Dan
Perawatan
Persemaian

Kebutuhan

Hk

Hk UPAH

Jumlah Biaya
(Rp)

60

40.000

2.400.000

Membersihkan gulma

60

40.000

2.400.000

Mengontrol pengairan

45

40.000

1.800.000

60

40.000

2.400.000

Tanam/ Bibit
Pindah Lahan
Pemupukan Dasar

30

40.000

1.200.000

Pembubunan

45

40.000

1.800.000

Pemupukan
Susulan

30

40.000

1.200.000

Pengendalian hama dan


penyakit

30

40.000

1.200.000

11 Tenaga tebang
75
Total Biaya Tenaga Kerja Produksi

40.000

3.000.000
17.400.000

Kegiatan usahatani semangka di Lambangan Undaan Kabupaten Bantul merupakan


salah satu sumber pendapatan petani selain dari usahatani lahan pekarangan dan dari luar
usahatani. Usahatani semangka ini dilaksanakan di lahan sawah. Dalam usahatani semangka
jenis pupuk yang dibutuhkan diantaranya adalah pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk
organik yang digunakan yaitu Pupuk Petroganik yang berasal dari kotoran ternak. Pupuk
Petroganik mempunyai kemampuan mengubah berbagai faktor dalam tanah, sehingga dapat
menjadi faktor-faktor yang menjamin kesuburan tanah seperti dapat menambah zat makanan,
mempertinggi kadar humus, memperbaiki struktur tanah, serta dapat mendorong kehidupan
jasad renik. Pupuk anorganik yang digunakan adalah Urea, ZA, Phonska,SP 36, Mutiara, dan
pupuk daun atonik. Pupuk daun yang dipakai oleh petani biasanya yang berbentuk cair yang
pengaplikasiannya dengan cara disemprotkan. Tujuan pengaplikasian dengan cara
disempotkan ini adalah agar unsur-unsur yang terkandung didalam larutan pupuk dapat diisap
oleh daun atau batang tanaman.Polybag yang dipergunakan oleh petani semangka adalah
polybag berupa plastik. Apabila bibit semangka sudah berumur 14 minggu kemudian
bibittersebut dipindah ke lahan yang sudah disiapkan oleh petani.
Petani semangka memerlukan pestisida untuk pemberantasan hama danpenyakit.
Pestisida yang dipakai oleh petani adalah pestisida Larvin, Dhiten,dan Antracol. Pestisida
Larvin dan Dhiten bermanfaat untuk memberantas hama seperti hama ulat dan hama embingembing/kaper sejenis serangga, sedangkan Antracol untuk memberantas jamur atau penyakit
yang berupa penyakit akar busuk yang banyak menyerang tanaman semangka. Pemakaian
pestisida ini dilakukan dengan cara disemprot dengan sprayer. Biaya terbesar yang
dikeluarkan oleh petani pada penggunaan saprodi adalah untuk pembelian pupuk terutama

pupuk anorganik. Penggunaan tenaga kerja dalam usahatani semangka, petani sebagian besar
menggunakan tenaga kerja luar karena tenaga kerja keluarga tidak cukup untuk
menyelesaikan kegiatan usahatani. Beberapa kegiatan usahatani tersebut antara lain
pencangkulan dan pembuatan bedengan, pembuatan got, pemberian pupuk dasar,
pemasangan mulsa, pembibitan, pengairan, penanaman, pembentukan cabang, penyeleksian
buah, pemupukan I, pemupukan II pemupukan III, dan kegiatan pengendalian hama tanaman.
Didalam kegiatan semangka ini untuk pengangkutan sekaligus pemanenan tidak ada biaya
yang dikeluarkan oleh petani. Hal ini dikarenakan oleh semua hasil panen ditebas atau dijual
semua kepada tengkulak dengan kesepakatan harga yang telah ditentukan diantara petani dan
penebasnya, sehingga biaya untuk pengangkutan dan pemanenan ini ditanggung oleh
penebas.
10
KESIMPULAN
DAN SARAN

BAB V.
A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan mengenai


usahatani semangka pada musim tanam tahun 2014 di Lambangan
Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus dapat ditarik beberapa kesimpulan
yaitu :
Total biaya dalam usahatani semangka sebesar Rp.20.835.000, penerimaan
yang diterima oleh petani semangka yaitu Rp. 69.000.000 dan keuntungan
yang di terima oleh petani semangka sebesar Rp 48.165.000
B. Saran
1.

Petani sebaiknya dapat memaksimalkan usahatani semangka selain

dari usaha yang lainnya karena dapat menghasilkan pendapatan yang


tinggi dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan total
rumah tangga petani.
2.

Pemerintah

hendaknya

memberikan

perhatian

yang

lebih

pada

usahatani semangka mengingat potensi yang dimiliki diwilayahnya dan


hasil dari usahatani semangka dapat meningkatkan pendapatan rumah
tangga

petani.

Perhatian

pemerintah

dapat

diwujudkan

dengan

memberikan penyuluhan mengenai usahatani semangka atau memberikan


bantuan yang berupa modal untuk berusahatani semangka dan lebih
meningkatkan

peran

dari

kelompok

tani

dengan

membentuk

atau

mendirikan koperasi pedagang semangka yang diantara anggotanya


adalah kelompok tani tersebut.

11

LOG BOOK
MAGANG / PRAKTEK KERJA LAPANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
Lokasi : UPT Penyuluhan Dinas Pertanian,Perikanan Dan Kehutanan Kudus

No

KEGIATAN

TGL/BLN

Mengikuti penyuluhan tentang pengaruh embun terhadap


proses budidaya tanaman

01-Okt-14

Mengikuti penyuluhan tentang kearifan lokal dalam


budidaya tanaman

02-Okt-14

Mengikuti bersih-bersih lingkugan di sekitar kantor UPT


Penyuluhan dinas pertanian

03-Okt-14

Mengikuti kegiatan monitoring dana PUAP bersama


gapoktan di desa Sambung

06-Okt-14

Mengikuti kegiatan monitoring dana PUAP bersama


gapoktan di desa Wonosoco dan Berugenjang Undaan

07-Okt-14

Mengikuti kegiatan monitoring dana PUAP bersama


gapoktan di desa Undaan Lor kecamatan Undaan

08-Okt-14

Mengikuti kegiatan monitoring dana PUAP bersama


gapoktan di desa Wates kecamatan Undaan

09-Okt-14

Mengikuti bersih-bersih lingkugan di sekitar kantor UPT


Penyuluhan dinas pertanian

10-Okt-14

Mengikuti penyuluhan dan praktik pola tanam padi


legowo 2:1

13-Okt-14

10

Mengikuti penyuluhan tentang sistem irigasi

14-Okt-14

11

Mengikuti pelatihan penghitungan curah hujan kepada


gapoktan

15-Okt-14

12
13
14
15
16
17

Mengikuti pelatihan peredaran matahari kepada gapoktan


Mengikuti bersih-bersih lingkugan di sekitar kantor UPT
Penyuluhan dinas pertanian
Monitoring dana PUAP di kecamatan Kaliwungu
Mengikuti penyuluhan tentang administrasi dalam
gapoktan
Mengikuti pelatihan uji unsur hara tanah kepada petani
Mengikuti pembasmian hama tikus di Larikrejo

12

16-Okt-14
17-Okt-14
20-Okt-14
21-Okt-14
22-Okt-14
23-Okt-14

KET

18
19

Mengikuti bersih-bersih lingkugan di sekitar kantor UPT


Penyuluhan dinas pertanian
Mengikuti monitoring demplot di desa Kalirejo Dan
Lambangan
Mengikuti SLPTT di desa Ploso Kec.Jati

24-Okt-14

27-Okt-14

Mengikuti SL iklim Di desa Jepang Kec.Mejobo

28-Okt-14
29-Okt-14

21

Mengikuti monitoring usaha budidaya jamur tiram di


Ploso Kec. Jati

30-Okt-14

22

Mengikuti bersih-bersih lingkugan di sekitar kantor UPT


Penyuluhan dinas pertanian

31-Okt-14

20
21

23

Mengikuti Monitoring demplot bersama dosen di


Kec.Undaan dan Kec.Jati

25

Mengikuti peyuluhan dari pupuk petrobio di BPP


undaaan
Mengikuti paguyuban kelompok tani seluruh Kecamatan
Jati

26

Mengikuti SLPTT di desa Jetis Kapuan Kec.Jati

24

3-Nov-14
4-Nov-14
5-Nov-14
6-Nov-14

29

Mengikuti bersih-bersih lingkugan di sekitar kantor UPT


Penyuluhan dinas pertanian
Mengikuti pelatihan untuk PPL kec.Bae di BPP Bae
Mengikuti koordinasi seluruh PPL bersama kepala dinas
Pertanian

11-Nov-14

30

Mengikuti acara penutupan SL iklim di BPP Dawe

12-Nov-14

Mengikuti SLPTT di desa Jetis Kapuan Kec.Jati

13-Nov-14

27
28

31
32

Mengikuti bersih-bersih lingkugan dan perpisahan


magangdi kantor UPT Penyuluhan dinas pertanian

Peserta Magang,

7-Nov-14
10-No-14

14-Nov-14

Pembimbing Lapangan,

Dika Aprilyanto

Sutrisno

13

DAFTAR HADIR
MAGANG / PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI UPT PENYULUHAN DINAS PERTANIAN,PERIKANAN DAN KEHUTANAN KUDUS
PERIODE 2014

No

Nama

Dika Aprilyanto
(201141013)

Dika Aprilyanto
(201141013)

Dika Aprilyanto
(201141013)

Dika Aprilyanto
(201141013)

Dika Aprilyanto
(201141013)

Dika Aprilyanto
(201141013)

Dika Aprilyanto
(201141013)

Dika Aprilyanto
(201141013)

Paraf

Mengetahui,
Pembimbing
Lapangan

Sutrisno

FOTO-FOTO KEGIATAN
MAGANG
14

DAFTAR PUSTAKA
15
Hadisapoetro, S., 1982, Biaya Dan Pendapatan Di Dalam Usahatani, UGM,
Yogyakarta.

Setiwan, Agus. 2001. Pegaruh Jeis Mulsa dan Jumlah Cabang Pada Pertumbuhan dan Hasil
semangka (Citrullus vulgaris, S). Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus.
Kudus.
Soekartawi, 1996, Pembangunan Pertanian Untuk Mengentaskan Kemiskinan, Penerbit
Universitas Indonesia (UIP), Jakarta.

16