Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Kadek Ayu Riana Dewi


Nim/No
: 1315351087/12
Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
Resume Sistem Penjualan Real-Time
Sistem penjualan real-time menggunakan teknologi informasi kontemporer untuk
memaksimumkan kinerja sistem. Dalam sistem penjualan real-time, order penjualan atas item
persediaan dibuat atas dasar tarikan permintaan, bukan atas dasar dorongan untuk mengisi
level persediaan secara berkala dalam interval waktu tertentu. Barang baru datang pada saat
barang tersebut dibutuhkan atau just in time (JIT). Order ke pemasok didasarkan atas
penjualan aktual untuk mengisi kembali item persediaan yang terjual. Sistem penjualan realtime merupakan sentral dari strategi bersaing sebagian besar pengecer besar seperti Sears,
Wal-Mart, dan J.C. Penney. Sistem ini juga merupakan pusat strategi bersaing bagi pemasok
perusahaan eceran, seperti Levi, Haggar, dan Wrangler. Diperlukan tingkat kerjasama yang
tinggi antarmitra dagang untuk meng-implementasikan sistem penjualan real-time.
Perusahaan, pemasok, dan pembeli sering terlibat dalam kesepakatan kerjasama dagang tanpa
persaingan. Pengembangan sikap saling percaya antarmitra dagang penting demi terciptanya
sisem penjualan eceran yang real-time. Semua mitra dagang harus percaya bahwa data mereka
hanya akan digunakan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati dan tidak untuk
diperjualbelikan atau diserahkan kepada pesaing lain.
a) Komponen Sistem Penjualan Real-Time
Ada tiga teknologi yang memungkinkan terlaksananya sistem penjualan real-time yaitu:
1. Sistem POS UPC (uniform product code) bar code yang di-scan oleh teknologi POS di
kantor checkput suatu toko eceran merupakan titik awal dari serangkaian kejadian yang
akan berakhir pada saat item yang tepat dengan cepat kembali dimasukkan ke dalam
persediaan sehinga persediaan baru tersebut dapat dijual kembali. Sebuah sistem yang
mengumpulkan data penjualan eceran dengan cara semacam itu disebut sistem pointof-sale (POS) karena data dikumpulkan pada titik saat penjualan tersebut selesai. Cash
register yang diracang khusus disebut terminal point-of-sale. Data dapat dimasukkan
secara manual atau secara otomatis melalui penggunaan perangkat khusus, seperti wand
dan scanner yang dapat mengenalin UPC barcode.
2. Teknologi Bar-coding identifikasi input penjualan secara otomatis merupakan satu hal
yang esensial bagi sistem real-time; oleh karena itu, barcode yang dapat dibaca oleh
mesin dan teknologi scanner menjadi komponen kritis dari sistem penjualan eceran
yang real-time. Penggunaan sistem UPC barcode memungkinkan perusahaan
mendapatkan manfaat maksimum dari sistem penjualan real-time.

3. Sistem Pemesanan EDI merupakan pertukaran dokumen bisnis langsung dari komputer
ke komputer melalui jaringan komunikasi. Hubungan Edi dengan sistem komputer
pengecer dan sistem komputer pemasok memungkinkan terjadinya pembuatan dan
pemrosesan order pembelian secara instan sehingga memfasilitasi pengiriman barang
yang cepat. Pelasok juga dapat mengirimkan tagihan ke pengecer melaui EDI. Standar
EDI publik menyediakan arsitektur untuk pertukaran data dan mengeliminasi proses
referensi silang yang mahal dan rentan terhadap kesalahan. EDI juga dapat digunakan
untuk mentransmisi data penjualan yang direkam di dalam toko eceran ke pemasok.
Katalog yang memuat informasi harga ke pengecer juga dapat digunakan pemasok
untuk mengirimkan secara elektronik dengan memanfaatkan EDI.
b) Pemrosesan Transaksi pada Sistem Penjualan Real-Time
Urutan peristiwa yang pasti akan bervariasi dari satu ke sistem yang lain, namun
pemrosesan pemesanan biasanya akan mencakup tujuh langkah :
1. Mengirimkan Katalog Elektronik ke pelanggan
2. Memprediksi Pesanan Penjualan Pelanggan
3. Menerima Pesanan dan Menerjemahkan Pesanan yang Diterima
4. Mengirim surat pemberitahuan bahwa pesanan telah diterima
5. Mengirim informasi pesanan ke gudang atau ke proses produksi
6. Membuat dan mengirim pemberitahuan nahwa barang tlah dikirim
7. Mengirim barang.
c) Pertimbangan Khusus Pengendalian Internal
Ada pengendalian internal tertentu yang terkait dengan sistem penjualan real-time.
Pertama, order pelanggan dapat diproses tanpa campur tangan dan otorisasi manusia.
Akibatnya, pelanggan dapat membuat sendiri order penjualan karena order penjualan
dihasilkan secara otomatis pada saat order pembelian EDI valid diterima oleh sistem.
Kedua, pemisahan tugas ala-tradisional benar-benar tidak dapat diterapkan. Komputer
menangani transaksi dari awal sampai akhir. Terakhir, banyak dokumen tradisional
dieliminasi dalam sistem berbasis-EDI.
Referensi : Bordnar, George H. and Hopwood, William S. 2006. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi 9.
Yogyakarta: Penerbit ANDI

https://www.scribd.com/doc/73956804/Sistem-Pengolahan-Data-Elektronik