Anda di halaman 1dari 143

KK EE M

P E
E K
K E
E R
R JJ A
A AA NN UU M
M UU M
M
M EE NN TT EE RR II AA NN P
DI REKTO R AT JENDER AL SUM BER D AY A AI R
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK
B A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I S E R A Y U O P A K
SATUAN
J l . S o l o K m . 6KERJA
Y o g y a k a r tOPERASI
a 5 5 2 8 1 T e l p . DAN
( 0 2 7 4 ) PEMELIHARAAN
4 8 9 1 7 2 ; F a x . ( 0 2 7 4 ) 4 8 9SDA
5 5 2 ; h SERAYU
t t p : / / w w w . b b w OPAK
sso.net/
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274) 489552 http : //bbwsso.net/

DOKUMEN SELEKSI
Nomor : 02/B.9/DP-OP.SDAI/SOPSDA.SO/2015
Tanggal : 2 April 2015

untuk
Pengadaan Pekerjaan :
INSPEKSI BESAR BENDUNGAN SEMPOR

Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I(B)


ULP Jawa Tengah

Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak


Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum

Tahun Anggaran 2015

BAB I. UNDANGAN PENGAMBILAN DOKUMEN SELEKSI


KK EE M
P E
E K
K E
E R
R JJ A
A AA NN UU M
M UU M
M
M EE NN TT EE RR II AA NN P
DI REKTO R AT JENDER AL SUM BER D AY A AI R
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK
B A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I S E R A Y U O P A K
SATUAN
J l . S o l o K m . 6KERJA
Y o g y a k a r tOPERASI
a 5 5 2 8 1 T e l p . DAN
( 0 2 7 4 ) PEMELIHARAAN
4 8 9 1 7 2 ; F a x . ( 0 2 7 4 ) 4 8 9SDA
5 5 2 ; h SERAYU
t t p : / / w w w . b b w OPAK
sso.net/
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274) 489552 http : //bbwsso.net/

Nomor
Lampiran

: 02/Und/B.9/PPK.OPSDAI-SOPSDA.SO/2015
:-

Yogyakarta, 2 April 2015

Kepada Yth.
Pimpinan Perusahaan :
1. PT. Dehas Inframedia Karsa
2. PT. Mettana
3. PT. Kwarsa Hexagon
4. PT. Ika Adya Perkasa
5. PT. Indra Karya Cab. Semarang
6. PT. Multimera Harapan
7. PT. Aditya Engineering Consultant
ditempat
Perihal

Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi untuk paket pekerjaan INSPEKSI BESAR BENDUNGAN
SEMPOR pada Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I(B) ULP Jawa Tengah Tahun
Anggaran 2015

Dengan ini kami beritahukan bahwa perusahaan Saudara telah masuk dalam Daftar Pendek untuk paket
pekerjaan tersebut di atas. Sebagai kelanjutan proses pemilihan kami mengundang Saudara untuk
mengambil Dokumen Seleksi dengan ketentuan sebagai berikut :
1.

Saudara dianjurkan untuk menghadiri pemberian penjelasan (aanwijzing) pada tempat dan waktu
yang ditentukan dalam Lembar Data Pemilihan (LDP), agar Saudara lebih memahami lingkup
pekerjaan;

2.

Penawaran meliputi Kelengkapan Persyaratan Administrasi, Teknis, dan Biaya dengan masa berlaku
penawaran paling kurang 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak batas akhir waktu
pemasukan penawaran;

3.

Pelaksanaan pengadaan
Tempat dan alamat

Website
4.

: Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak


Jl. Solo Km.6 Yogyakarta
: www.pu.go.id. bagian full e-procurement

Gambaran singkat jadwal pelaksanaan pengadaan pemilihan:

No.
a.
b.

Kegiatan
Pengambilan Dokumen Pemilihan
Pemberian Penjelasan

Hari/Tanggal
02/04/2015 s.d. 15/04/2015
08/04/2015

.c.

Pemasukan Dokumen Penawaran

09/04/2015 s.d. 16/04/2015

d.

Batas Akhir Pemasukan Pembukaan


Penawaran
Pembukaan Dokumen Sampul I

16/04/2015

Pemberitahuan dan Pengumuman Peringkat


Teknis
Undangan Pembukaan Dokumen Sampul II

27/04/2015

e.
f.
g.

16/04/2015

27/04/2015

Waktu
24 jam (online)
10.00 WIB s.d.
selesai
24 jam (online)
kecuali hari
terakhir
pemasukan
10.00 WIB
10.15 WIB s.d.
selesai

2
h.

Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Sampul II

i.
J
k.

Penetapan Pemenang
Masa Sanggah
Penerbitan SPPBJ

28/04/2015

10.00 WIB s.d.


selesai

29/04/2015
30/04/2015 s.d 07/05/2015
13/05/2015

5.

Pengambilan Dokumen Seleksi dapat diwakilkan dengan membawa tanda pengenal dan surat tugas
dari direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang/pengurus koperasi/pejabat yang menurut
Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili kemitraan/KSO.

6.

Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) penyedia jasa dalam mengambil Dokumen Seleksi.

7.

Dokumen Seleksi dapat diambil dalam bentuk cetakan dan/atau diunduh melalui website
www.pu.go.id bagian full e-procurement.

8.

Dokumen Penawaran dikirim ke : website www.pu.go.id bagian full e-procurement.

Demikian disampaikan untuk diketahui.

Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I(B)


ULP Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak

Sudarto, ST, MT
NIP. 19590403 198301 1 003

BAB II. UMUM


A. Dalam hal mengevaluasi apabila ada pertentangan ketentuan yang tertulis pada Instruksi
Kepada Peserta (IKP) dengan Lembar Data Pemilihan (LDP), maka yang digunakan adalah
ketentuan pada Lembar Data Pemilihan (LDP).
B.

Dokumen Seleksi ini disusun untuk membantu peserta dalam menyiapkan dokumen
penawaran.

C. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai berikut :
- Jasa Konsultansi
: jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu
diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir
(brainware);
- Kontrak

: Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang


selanjutnya disebut
Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan penyedia yang
mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan SyaratSyarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang
merupakan bagian dari kontrak;

- Nilai Kontrak

: total harga
Kontrak;

pelaksanaan

pekerjaan

yang

tercantum dalam

- Kontrak Lump Sum : adalah kontrak pengadaan Jasa Konsultansi didasarkan atas
produk/keluaran (Output based) yang harus dihasilkan konsultan
sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR untuk menyelesaikan
seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah
harga yang pasti dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi
dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung
oleh penyedia jasa, sedangkan pembayaran berbasis output; seperti
pekerjaan :
a. Studi : Pra Studi Kelayakan, Studi Kelayakan, Baseline Study,
Sistem
Informasi,
Studi Lingkungan/Kawasan, AMDAL,
Identifikasi Program, Studi/Kajian/Telaah, Evaluasi, Produk
Hukum, Pedoman, Petunjuk, Sertifikasi, dan lainnya.
b. Perencanaan Umum dan Perencanaan Teknis: Master Plan, Pra
Design, Basic Design, Concept Design, Design Development,
Detail Engineering Design, Final Engineering Design, Review
Design, Quantity Surveyor.
c. Survei: Pemetaan/Foto Udara, Pengukuran Topografi,
Bathymetri, Hydrologi, Soil Investigation/Geoteknik, Sosial
Ekonomi, Survei Lalu Lintas dan O-D, Survei Kondisi
Jalan/Jembatan, Leger Jalan, Survei lainnya.
Kontrak
Lumpsum Pengadaan Jasa Konsultansi tertentu
sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan
penyesuaian harga (Price Adjustment);
b. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia
Barang/Jasa;
c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/ keluaran yang
dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;
d. sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);
e. total harga penawaran bersifat mengikat; dan
f. tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang.

KAK

: Kerangka Acuan Kerja adalah uraian kegiatan


yang akan
dilaksanakan antara lain meliputi latar belakang, maksud dan
tujuan, sumber pendanaan, serta jumlah tenaga yang diperlukan;

- HPS

: Harga Perkiraan Sendiri adalah hasil perhitungan seluruh volume


pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh
beban pajak dan keuntungan;

- Kemitraan/
Kerja Sama
Operasi (KSO)

: Kerjasama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak


mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas
berdasarkan perjanjian tertulis

- PA

: Pengguna Anggaran adalah Pejabat pemegang kewenangan


penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan
Kerja
Perangkat
Daerah
atau Pejabat yang disamakan pada
Institusi Pengguna APBN/APBD;

- KPA

: Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang ditetapkan oleh


PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala
Daerah untuk menggunakan APBD;

- ULP

: Unit Layanan Pengadaan adalah


unit
organisasi
Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah/Institusi
yang
berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang bersifat
permanen, dapat berdiri sendiri atau melekat pada unit yang
sudah ada;

- LDP

: Lembar Data Pemilihan adalah data yang memuat ketentuan dan


informasi yang spesifik sesuai dengan jenis pekerjaan antara
lain meliputi penyusunan, penyampaian, pembukaan, kriteria
dan tata cara penilaian dokumen penawaran, pengumuman
pemenang, sanggahan.

- Pokja ULP

: Kelompok Kerja ULP adalah perangkat dari Unit Layanan Pengadaan


(ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa;

- Panitia/Pejabat
Penerima Hasil
Pekerjaan

: Panitia/pejabat yang ditetapkan oleh


memeriksa dan menerima hasil pekerjaan;

- APIP

: Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada


Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi,
pemantauan dan kegiatan pengawasan
lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi;

- Penyedia

: Badan usaha yang menyediakan/melaksanakan Pekerjaan Jasa


Konsultansi;

- PPK

: Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang bertanggung


jawab atas pelaksanaan pekerjaan;

- SPPJ

: Surat Penunjukan Penyedia Jasa adalah surat yang diterbitkan


oleh PPK kepada penyedia jasa konsultansi untuk melaksanakan
pekerjaan;

KPA

yang bertugas

- SPMK

: Surat Perintah Mulai Kerja adalah surat yang diterbitkan oleh PPK
kepada penyedia barang/jasa untuk memulai melaksanakan
pekerjaan, jangka waktu penyelesaian, dan serah terima
pekerjaan;

- RK3K

: Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kontrak adalah


dokumen rencana penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Konstruksi bidang penyelenggaraan konstruksi yang dibuat
oleh Penyedia Jasa dalam mengajukan penawaran;

D. Seleksi Umum dengan prakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana
tercantum dalam LDP.
E.

Seleksi Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta badan usaha tunggal
(sendiri) atau kemitraan (KSO).

10

BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)


UMUM
1. Lingkup
Pekerjaan

1.1 Pokja ULP mengundang para peserta untuk menyampaikan


penawaran atas paket pekerjaan jasa kosultansi sebagaimana
tercantum dalam LDP.
1.2 Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam
LDP.
1.3 Peserta yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan
pekerjaan dalam jangka waktu yang tercantum dalam LDP,
berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu
sesuai Kerangka Acuan Kerja dan biaya sesuai kontrak.

2. Sumber Dana
3. Peserta
Pemilihan

Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan yang tercantum


dalam LDP.
3.1 Pemilihan jasa konsultansi ini dapat diikuti oleh semua penyedia
yang tercantum dalam Daftar Pendek.
3.2 Peserta Kemitraan
Kemitraan/KSO.

4. Larangan
Korupsi, Kolusi,
dan Nepotisme
(KKN),
Penyalahgunaan
Wewenang serta
Penipuan

dilarang

untuk

mengubah

Perjanjian

4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban
untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan
tindakan sebagai berikut:
a.

berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan


cara apapun, untuk memenuhi keinginan peserta yang
bertentangan dengan Dokumen Seleksi, dan/atau peraturan
perundang-undangan;

b.

melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk


mengatur
hasil
seleksi,
sehingga
mengurangi/menghambat/memperkecil/meniadakan
persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak lain
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Indikasi persekongkolan antar Penyedia Barang/Jasa harus
dipenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua) indikasi di bawah ini :
1) terdapat kesamaan dalam Dokumen Penawaran, antara
lain pada: pengalaman perusahaan, pendekatan dan
metodologi, dan/atau analisa pendekatan teknis;
2) seluruh penawaran dari Penyedia mendekati HPS;
3) adanya keikutsertaan beberapa Penyedia Barang/Jasa yang
berada dalam 1 (satu) kendali;
4) adanya kesamaan/kesalahan isi dokumen penawaran,
antara lain kesamaan/kesalahan pengetikan, susunan, dan
format penulisan; atau
5) terdapat kesamaan kepemilikan Tenaga Ahli tetap.

c.

membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau


keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan

11

dalam Dokumen Seleksi.


4.2 Peserta yang terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud
dalam angka 4.1 di atas dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. sanksi administratif, seperti digugurkan dari proses seleksi, atau
pembatalan penetapan pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. gugatan secara perdata; dan/atau
d. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.
5. Larangan
Pertentangan
Kepentingan

5.1 Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan perannya,


dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi.
5.2 Peran ganda sebagaimana dimaksud pasal 5.1 antara lain meliputi:
a. Seorang anggota Direksi atau Dewan Komisaris suatu Badan
Usaha tidak boleh merangkap sebagai anggota Direksi atau
Dewan Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi
peserta pada Pelelangan pekerjaan yang sama;
b. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan manajemen
konstruksi berperan sebagai konsultan perencana/konsultan
pengawas untuk pekerjaan fisik yang direncanakan/diawasi;
c. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan perencana/
pengawas bertindak sebagai pelaksana Pekerjaan Konstruksi
yang
direncanakannya/
diawasinya,
kecuali dalam
pelaksanaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi;
d. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau anak
perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan
dan bersaing dengan perusahaan lainnya, merangkap sebagai
anggota Pokja ULP atau pejabat yang berwenang
menetapkan pemenang Pelelangan.
5.3 Afiliasi sebagaimana dimaksud pada 5.1 adalah keterkaitan
hubungan, baik antar peserta, maupun antara peserta dengan
PPK dan/atau anggota Pokja ULP yang antara lain meliputi:
a. PPK dan/atau anggota Pokja ULP, baik langsung maupun tidak
langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan
peserta;
b. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik
langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama, yaitu
lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham
dan/atau salah satu pengurusnya sama.
5.4 Pegawai Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/ Institusi
dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah /Institusi.

6. Pendayagunaan
Produksi Dalam
Negeri

6.1 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang


mengutamakan lokasi pekerjaan jasa konsultansi
yang
dilaksanakan di Indonesia oleh tenaga Indonesia (mengutamakan
tenaga ahli dalam negeri).
6.2 Dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi dimungkinkan
menggunakan komponen berupa tenaga ahli dan perangkat
lunak yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) dengan
ketentuan:
a. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk
mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat

12

diperoleh di Indonesia, disusun berdasarkan keperluan yang


nyata, dan diusahakan secara terencana untuk semaksimal
mungkin terjadinya alih pengalaman/keahlian dari tenaga
ahli asing tersebut ke tenaga Indonesia.
b. Komponen berupa perangkat lunak yang diproduksi di dalam
negeri belum memenuhi persyaratan
7. Satu Penawaran
Tiap Peserta

7.1

Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota


kemitraan hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu
paket pekerjaan.

7.2

Setiap peserta yang termasuk dalam kemitraan/KSO dilarang


menjadi peserta baik secara sendiri/tunggal maupun sebagai
anggota kemitraan/KSO yang lain pada paket pekerjaan yang
sama.

7.3

Setiap peserta atas nama sendiri atau kemitraan/KSO apabila


menawarkan tenaga ahli lebih dari 1 (satu) paket pekerjaan
yang sama dalam waktu yang bersamaan, maka hanya
mendapat memenangkan satu paket pekerjaan berdasarkan hasil
klarifikasi tenaga ahli pilihan peserta.

7.4

Dalam hal tenaga ahli yang ditawarkan oleh lebih dari 1 (satu)
peserta dalam satu paket pekerjaan maka tenaga ahli yang
diklarifikasi dan harus memilih 1 (satu) peserta dan peserta
yang lain gugur.

Dokumen Seleksi
8. Isi Dokumen
Seleksi

8.1 Dokumen Seleksi terdiri atas:


a. Undangan Pengambilan Dokumen Seleksi;
b. Instruksi Kepada Peserta;
c. Lembar Data Pemilihan (LDP);
d.Kerangka Acuan Kerja (KAK);
e. Bentuk Dokumen Penawaran:
1) Sampul I
a) Dokumen Penawaran Administrasi, dan
b) Dokumen Penawaran Teknis.
2) Sampul II
a) Dokumen Penawaran Biaya.
f. Bentuk Rancangan Kontrak:
1) Syarat Perjanjian/Pokok Perjanjian;
2) Syarat-Syarat Umum Kontrak; dan
3) Syarat-Syarat Khusus Kontrak.
g. Bentuk Dokumen Lain:
1) SPPBJ;
2) Jaminan Uang Muka;
3) Surat SPMK;
8.2

Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen


Seleksi. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang
mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan
dalam Dokumen Seleksi sepenuhnya merupakan risiko peserta.

13

Pemberian
Penjelasan

9.1 Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu


yang tercantum dalam LDP, serta dihadiri oleh para peserta yang
diundang.
9.2 Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian penjelasan tidak
dapat dijadikan dasar untuk menolak/ menggugurkan
penawaran.
9.3 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan
menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja
ULP.
9.4 Dalam pemberian penjelasan, Pokja ULP menjelaskan kepada
peserta mengenai :
a. Kerangka Acuan Kerja;
b. Metode pemilihan;
c. Cara penyampaian Dokumen Penawaran;
d. Kelengkapan
yang
harus
dilampirkan
bersama
Dokumen Penawaran;
e. Jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran;
f. Metode dan tata cara evaluasi;
g. Hal-hal yang menggugurkan penawaran;
h. Jenis kontrak yang akan digunakan;
i. Ketentuan tentang penyesuaian harga;
j. Ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada
usaha kecil;
k. Risiko K3 yang mungkin timbul akibat pekerjaan termasuk
kondisi dan bahaya (apabila diperlukan);
l. Perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila bermitra);
dan
m. Ketentuan tentang asuransi dan ketentuan lain yang
dipersyaratkan.
9.5 Apabila diperlukan, Pokja ULP dapat memberikan penjelasan
lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. Biaya
peninjauan keperluan peserta lapangan ditanggung oleh peserta
masing- masing.
9.6 Pemberian penjelasan isi Dokumen Seleksi, pertanyaan dari
peserta, jawaban dari Pokja ULP, perubahan substansi
dokumen, hasil peninjauan lapangan, serta keterangan lain
dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP)
yang ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan minimal 1
(satu) wakil dari peserta yang hadir dan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Dokumen Seleksi dengan memperhatikan
ketentuan 9.9.
9.7 Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia
menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh
anggota pokja ULP yang hadir.
9.8 Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada angka 9.6 di
atas terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting
yang perlu ditampung, maka Pokja ULP menuangkan ke
dalam Adendum Dokumen Pemilihan yang menjadi bagian tidak
terpisahkan dari Dokumen Seleksi.

14

9.9 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak


dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan
maka
ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada
dan ketentuan yang berlaku adalah yang
tercantum dalam
Dokumen Seleksi yang awal.
9.10 Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk mengambil salinan
BAPP dan/atau Adendum Dokumen Seleksi.
9.11 Peserta dapat mengambil salinan BAPP dan/atau Adendum
Dokumen Pemilihan yang disediakan oleh Pokja ULP atau
mengunduhnya melalui
alamat website Kementerian/
Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi.
10 Perubahan
Dokumen Seleksi

10.1 Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu


pemasukan penawaran, Pokja ULP dapat menetapkan Adendum
Dokumen Seleksi, berdasarkan informasi baru
yang
mempengaruhi substansi pekerjaan.
10.2 Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Dokumen Seleksi.
10.3 Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk mengambil salinan
Adendum Dokumen Seleksi.
10.4 Peserta dapat mengambil salinan Adendum Dokumen Seleksi
yang disediakan oleh Pokja ULP atau mengunduhnya melalui
alamat website Kementerian / Lembaga / Pemerintah Daerah /
Institusi.

11 Tambahan
Waktu
Pemasukan
Dokumen
Penawaran

Dalam Adendum Dokumen Pengadaan, Pokja ULP dapat memberikan


tambahan waktu untuk memasukkan Dokumen Penawaran.

Penyiapan Penawaran
12 Biaya dalam
Penyiapan
Penawaran

12.1 Peserta menanggung semua


penyampaian penawaran.

biaya

dalam

penyiapan dan

12.2 Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun


yang ditanggung oleh peserta.
13 Bahasa
Penawaran

13.1 Semua Dokumen Penawaran harus menggunakan Bahasa


Indonesia.
13.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran
dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing.
13.3 Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai
penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Dalam
hal terjadi
perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan
dalam Bahasa Indonesia.

14 Bentuk Dokumen

14.1 Penawaran yang disampaikan oleh peserta terdiri dari 2 (dua)

15

Kualifikasi

sampul yang memuat Penawaran Administrasi dan Teknis


(Sampul I) dan Penawaran Biaya (Sampul II).
14.2 Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul I) meliputi:
a. Surat Penawaran, yang didalamnya mencantumkan:
1) Tanggal;
2) Masa berlaku penawaran; dan
3) Tanda tangan:
a) Direktur utama / pimpinan perusahaan
b) Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum
dalam akte pendirian/anggaran dasar.
c) Kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik; atau
d) Pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak
mewakili perusahaan yang bekerja sama.
b. Surat Kuasa (apabila dikuasakan);
c. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi;
d. Dokumen Penawaran Teknis:
1) Data pengalaman perusahaan, terdiri atas:
a) data organisasi perusahaan;
b) daftar pengalaman kerja sejenis selama 10 (sepuluh)
tahun terakhir;
c) Referensi dari pengguna jasa;
d) Uraian pengalaman kerja sejenis selama 10 (sepuluh)
tahun terakhir, diuraikan secara jelas dengan
mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang
dilaksanakan, lingkup dan data pekerjaan yang
dilaksanakan secara singkat, lokasi, pemberi tugas, nilai,
dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan
tahun).
2) Pendekatan dan metodologi, terdiri atas:
a) Tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja;
b) uraian pendekatan, metodologi dan program kerja,
dan program kerja lain (apabila dipersyaratkan);
c) jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d) komposisi tim dan penugasan; dan
e) jadwal penugasan tenaga ahli.
3) Kualifikasi tenaga ahli, terdiri atas:
a) Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan;
b) Referensi dari pengguna jasa; dan
c) Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan.
e. RK3K (bila disyaratkan); dan
f. Dokumen lain yang disyaratkan. Draft Rencana Mutu
Kontrak (RMK)
14.3 Penawaran Biaya (Sampul II) meliputi:
a. Rekapitulasi penawaran biaya;
b. Rincian penawaran biaya yang terdiri:
1) Rincian biaya langsung personil (remuneration);
2) Rincian biaya langsung non-personil (direct reimbursable
cost);
c. Dokumen lain yang dipersyaratkan, seperti daftar kuantitas
dan harga.

15 Harga
Penawaran

15.1 Peserta mencantumkan harga satuan dan biaya total untuk


tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Rincian Biaya Langsung

16

Personil dan Non-Personil.


15.2 Biaya overhead termasuk untuk penyelenggaraan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3), asuransi, dan keuntungan, serta semua
pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang harus dibayar
oleh penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan jasa
konsultansi ini diperhitungkan dalam total biaya penawaran.
16 Mata Uang
Penawaran dan
Cara
Pembayaran

16.1 Semua biaya dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang
yang ditetapkan dalam LDP.

17 Masa Berlaku
Penawaran dan
Jangka Waktu
Pelaksanaan

17.1 Masa berlakunya penawaran sesuai ketentuan dalam LDP.

16.2 Pembayaran atas prestasi pekerjaan jasa konsultansi ini


dilakukan sesuai dengan cara yang ditetapkan dalam LDP dan
diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/ Khusus Kontrak.

17.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan, sebelum akhir masa


berlakunya penawaran, Pokja ULP dapat meminta kepada seluruh
peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya
penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu.
17.3 Berkaitan dengan 17.2, maka peserta dapat:
a. Menyetujui
permintaan
tersebut
tanpa
mengubah
penawaran;
b. Menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan
diri secara tertulis tanpa sanksi.
17.4 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan dalam
LDP.
Pemasukan Dokumen Penawaran

18 Penyampulan
dan Penandaan
Sampul
Penawaran

18.1 Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis dimasukkan


dalam Sampul I, sedangkan Dokumen Penawaran Biaya
dimasukkan dalam Sampul II.
18.2 Peserta menyampaikan dokumen penawaran dengan cara
mengunggah pada sistem pengadaan secara elektronik melalui
website Kementerian / Lembaga/Daerah/Institusi bersangkutan
sesuai ketentuan dalam LDP.

19 Batas Akhir
Pemasukan
Penawaran

Penawaran harus disampaikan kepada Pokja ULP melalui sistem


pengadaan
secara
elektronik
melalui
website
Kementerian/Lembaga/Daerah/Institusi bersangkutan paling lambat
pada waktu yang ditentukan dalam LDP.

20 Penawaran
terlambat

Setiap Dokumen Penawaran dan/atau sebagian tambahan Dokumen


Penawaran yang diterima oleh Pokja ULP setelah batas akhir waktu
pemasukan penawaran akan ditolak.

17

Pembukaan dan Evaluasi Penawaran


21 Pembukaan
Penawaran
Sampul I

21.1 Dokumen Penawaran dibuka di hadapan


peserta pada waktu
dan tempat sesuai ketentuan dalam LDP, yang dihadiri paling
kurang 2 (dua) peserta sebagai saksi.
21.2 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen
Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan
kepada Pokja ULP.
21.3 Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai
saksi, maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen
Penawaran selama 2 (dua) jam.
21.4 Apabila setelah ditunda selama 2 (dua) jam, hanya ada 1 (satu)
atau tidak ada peserta sebagai saksi, maka pembukaan Dokumen
Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan
di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP.
21.5 Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta ke
pemilihan penyedia dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan
harga/biaya
21.6 Dinyatakan sebagai penawaran yang masuk apabila dokumen
penawaran pokok/utama sebagaimana dimaksud pada 14.1
terpenuhi. Surat pengunduran diri (misalnya) tidak termasuk
sebagai penawaran.
21.7 Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka, apabila
dokumen dimaksud telah disusuli dokumen dengan sampul
bertanda PENARIKAN.
21.8 Pokja ULP membuka Sampul I (dokumen administrasi dan teknis)
di hadapan peserta kemudian dijadikan lampiran Berita Acara
Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis.
Sampul II yang berisi data harga tidak boleh dibuka.
21.9 Pokja ULP memeriksa dihadapan peserta yang hadir mengenai
kelengkapan Sampul I, yang meliputi :
a. Surat Penawaran, yang didalamnya mencantumkan:
1) Tanggal;
2) Masa berlaku penawaran; dan
3) Tanda tangan:
a) Direktur utama / pimpinan perusahaan
b) Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum
dalam akte pendirian/anggaran dasar;
c) Kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik; atau
d) Pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak
mewakili perusahaan yang bekerja sama.
b. Surat Kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan
kepada penerima kuasa (apabila dikuasakan);
c. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila
bermitra);
d. RK3K (apabila disyaratkan);
e. Dokumen penawaran teknis;
f. Dokumen lain yang disyaratkan; dan
g. Sampul II (tidak dibuka).

18

21.10 Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu


pembukaan penawaran.
21.11 Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan penawaran,
maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas
di dalam Berita Acara.
21.12 Pokja ULP segera membuat Berita Acara Pembukaan Penawaran
yang sekurang-kurangnya memuat :
a. Jumlah Dokumen Penawaran yang masuk;
b. Jumlah Dokumen Penawaran yang lengkap dan tidak
lengkap;
c. Kelainan-kelainan yang dijumpai
dalam Dokumen
Penawaran (apabila ada);
d. Keterangan lain yang dianggap perlu; dan
e. Tanggal pembuatan berita acara.
21.13 Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir
dan 2 (dua) orang saksi.
21.14 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir
tanpa dilampiri Dokumen Penawaran dan Pokja ULP dapat
mengunggah salinan tersebut melalui website K/L/D/I yang
bersangkutan.
22 Klarifikasi dan
Konfirmasi
Penawaran

23 Evaluasi
Penawaran
Sampul I

22.1

Dalam mengevaluasi dokumen penawaran, Pokja ULP dapat


melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang tidak jelas dalam
dokumen penawaran. Peserta harus memberikan tanggapan atas
klarifikasi. Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi dan harga
penawaran. Klarifikasi dan tanggapan atas klarifikasi harus
dilakukan secara tertulis.

22.2

Terhadap hal-hal yang diragukan berkaitan dengan dokumen


penawaran, pokja ULP dapat melakukan konfirmasi
kebenarannya termasuk peninjauan lapangan kepada pihakpihak/ instansi terkait.

23.1

Data yang digunakan Pokja ULP dalam evaluasi dokumen


penawaran adalah data yang diunggah (upload) pada sistem
pengadaan secara elektronik, sesuai dengan data syarat-syarat
yang tertulis dalam dokumen pengadaan.

23.2

Dalam hal terdapat lebih dari satu data dokumen elektronik


berbeda isi dan tidak saling melengkapi serta tidak ada
keterangan penarikan, penggantian, pengubahan, atau
penambahan dokumen, maka dokumen yang digunakan untuk
evaluasi adalah dokumen yang di upload paling akhir. Tetapi jika
waktu uploadnya sama maka yang digunakan adalah dokumen
yang modifikasinya paling akhir.

23.3

Data dokumen elektronik yang rusak (sesudah mendapat


klarifikasi dari LPSE) akibat kesalahan pengiriman dokumen oleh
Penyedia Jasa, yang mengakibatkan dokumen tersebut tidak
dapat dilakukan evaluasi oleh Pokja ULP, maka dokumen
elektronik tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat.

23.4

Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap sampul I yang meliputi :

19

a. Evaluasi administrasi; dan


b. Evaluasi teknik.
23.5

Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut :


a. Pokja ULP dilarang menambah, mengurangi, mengganti,
dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah
ditetapkan dalam Dokumen Seleksi;
b. Pokja
ULP
dan/atau
peserta
dilarang
menambah,mengurangi, mengganti dan/atau mengubah isi
sampul I;
c. Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang
sesuai dengan ketentuan, syarat- syarat, dan ruang lingkup
serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen
Pemilihan, tanpa ada penyimpangan yang bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat;
d. Penyimpangan
yang
bersifat
penting/pokok
atau
penawaran bersyarat adalah:
1) Penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang
mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja
pekerjaan; dan/atau
2) Penawaran dengan persyaratan
tambahan di luar
ketentuan Dokumen Seleksi yang akan menimbulkan
persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara
peserta yang memenuhi syarat.
e. Para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan
intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi;
f. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya
persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi
pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan)
antara
peserta, Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk
memenangkan salah satu peserta, maka:
1) Peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan
peserta lain yang terlibat dimasukkan dalam Daftar
Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya;
2) Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat persengkongkolan
diganti dan dikenakan sanksi administrasi dan/atau
pidana;
3) Proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan
peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada);
4) Apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud
pada angka 3), maka seleksi dinyatakan gagal.

23.6

Evaluasi administrasi:
a. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan
terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian
kualifikasi.
b. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi,
apabila :
1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan
Dokumen Seleksi dipenuhi/ dilengkapi;
2) surat penawaran :
a) ditandatangani oleh:
(1) Direktur utama / pimpinan perusahaan;
(2) Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akte pendirian/anggaran
dasar;

20

(3)

c.

d.
e.
f.
g.
23.7

Kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh


kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen
otentik; atau
(4) Pejabat yang menurut perjanjian kerja sama
berhak mewakili perusahaan yang bekerja
sama.
b) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak
kurang dari waktu yang ditetapkan LDP, dengan
ketentuan:
(1) apabila ada perbedaan nilai penulisan antara
angka dan huruf maka yang diakui adalah
tulisan huruf;
(2) apabila nilai yang tertulis dalam angka jelas
sedangkan nilai dalam huruf tidak jelas, maka
nilai yang diakui adalah nilai yang tertulis
dalam angka; atau
(3) apabila nilai dalam angka dan nilai yang
tertulis dalam huruf tidak jelas, maka
penawaran dinyatakan gugur.
c) bertanggal.
3) surat kuasa (apabila dikuasakan), dengan ketentuan:
a) Dilampirkan apabila dikuasakan kepada pihak yang
berbeda pada saat prakualifikasi/surat kuasa sudah
tidak berlaku;
b) Harus ditandatangani direktur utama/ pimpinan
perusahaan;
c) Nama penerima kuasa tercantum dalam
akte
pendirian/anggaran dasar; dan
d) Dalam hal kemitraan, surat kuasa ditandatangani oleh
anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian
kerja sama.
Untuk
menghindari kesalahan-kesalahan
kecil yang
dapat menggugurkan penawaran,
maka syarat-syarat
lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada
saat
prakualifikasi dan tidak perlu dievaluasi pada
Dokumen Penawaran;
Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi secara tertulis
terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan namun
tidak boleh mengubah substansi;
Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan
dengan evaluasi teknis;
Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang
memenuhi persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap
dilanjutkan dengan evaluasi teknis;
Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi, maka seleksi dinyatakan gagal.

Evaluasi teknis:
a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi
persyaratan administrasi.
b. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang
ditetapkan dalam Dokumen Seleksi.
c. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara
memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang
dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen
Pemilihan, kemudian membandingkan jumlah perolehan
nilai dari para peserta, dengan ketentuan :

21

1) unsur-unsur pokok yang dinilai adalah:


a) pengalaman perusahaan (bobot nilai antara 10%
s.d 20%),
b) pendekatan dan metodologi (bobot nilai antara 20%
s.d 40%),
c) kualifikasi tenaga ahli (bobot nilai antara 50% s.d
70%),
d) jumlah pembobotan a)+b)+c)= (100%);
2) penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masingmasing unsur yang telah tercantum dalam LDP;
3) bobot masing-masing unsur ditetapkan oleh Pokja ULP
berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.
d. Penilaian terhadap Pengalaman Perusahaan dilakukan atas:
1) pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan
pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan
dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir;
2) pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi kegiatan
mendapat tambahan nilai;
3) pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan
mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang
dilaksanakan,
lingkup dan data pekerjaan yang
dilaksanakan secara singkat, lokasi, pemberi tugas, nilai,
dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun);
4) penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang
sedang dilaksanakan oleh peserta, disamping untuk
mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk
mengukur
kemampuan/ kapasitas peserta yang
bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya;
5) pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan
referensi dari pengguna jasa, yang menunjukkan kinerja
perusahaan peserta yang bersangkutan selama 10
(sepuluh) tahun terakhir. Pengalaman perusahaan
peserta yang tidak memiliki referensi, tidak diberi nilai.
Sub unsur Pengalaman Perusahaan yang dinilai adalah:
a) pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis;
b) pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan;
c) pengalaman manajerial dan fasilitas utama; dan
d) kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah
tenaga ahli tetap.
Bobot masing-masing sub unsur ditetapkan oleh Pokja
ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan
sesuai dengan yang tercantum dalam LDP.
6) Terhadap perusahaan baru yang berdiri dari 3 tahun
mendapat nilai minimum dari yang ditetapkan dalam
LDP.
ku
e. Penilaian terhadap Pendekatan dan Metodologi dilakukan
atas:
1) pemahaman
perusahaan
peserta
atas
lingkup
pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK,
pemahaman atas sasaran/tujuan, kualitas metodologi,
dan hasil kerja, sub unsur yang dinilai antara lain:
a) pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam
KAK, penilaian terutama
meliputi:
pengertian
terhadap tujuan kegiatan, lingkup serta jasa
konsultansi
yang diperlukan (aspek-aspek utama
yang diindikasikan dalam KAK), dan pengenalan
lapangan;

22

b) kualitas,
metodologi,
penilaian terutama
meliputi: ketepatan menganalisa
masalah dan
langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap
mengacu
kepada
persyaratan KAK, konsistensi
antara metodologi dengan rencana kerja,
apresiasi
terhadap inovasi, tanggapan terhadap KAK khususnya
mengenai data yang tersedia, orang bulan (personmonth) tenaga ahli, uraian tugas termasuk potensi
bahaya, jenis bahaya, identifikasi bahaya dari
pekerjaan konstruksi yang di desain,
jangka
waktu
pelaksanaan,
laporan-laporan
yang
disyaratkan, jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli
yang diperlukan, program kerja,jadwal pekerjaan,
jadwal penugasan, organisasi, kebutuhan jumlah
orang bulan,dan kebutuhan fasilitas penunjang;
c) hasil kerja (deliverable), penilaian meliputi antara
lain: analisis, gambar- gambar kerja, spesifikasi
teknis, perhitungan teknis, dan laporan laporan;
d) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan
yang diminta dalam KAK;
Bobot masing-masing sub unsur ditetapkan oleh Pokja
ULP
berdasarkan jenis pekerjaan yang
akan
dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum dalam LDP.
2) gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk
meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam
KAK diberikan nilai lebih.
f. Kualifikasi Tenaga Ahli yang dinilai adalah:
1) tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan
dengan memperhatikan jenis keahlian, persyaratan, serta
jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK.
Seorang tenaga ahli yang diusulkan hanya untuk satu
paket tertentu dalam periode waktu yang sama.
2) sub unsur Kualifikasi Tenaga Ahli yang dinilai adalah :
a) tingkat pendidikan, yaitu lulusan perguruan tinggi
negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi, atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi,
dibuktikan dengan salinan ijazah;
b) pengalaman kerja profesional seperti yang
disyaratkan dalam KAK, didukung dengan referensi
dari pengguna jasa. Bagi tenaga ahli yang
diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin
pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader)
dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/ wakil
pemimpin tim. Ketentuan penghitungan pengalaman
kerja profesional dilakukan sebagai berikut :
(1) tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap)
yang dihitung hanya salah satu,
(2) apabila terdapat perhitungan bulan menurut
Pokja ULP lebih kecil dari yang tertulis dalam
penawaran, maka yang diambil adalah
perhitungan Pokja ULP. Apabila perhitungan
Pokja ULP lebih besar dibandingkan dengan yang
tertulis dalam penawaran, maka yang diambil
adalah yang tertulis dalam penawaran,
(3) apabila jangka waktu
pengalaman kerja
profesional ditulis secara lengkap tanggal, bulan,

23

dan tahunnya, maka pengalaman kerja akan


dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi
overlap, maka bulan yang overlap dihitung
satu kali),
(4) apabila
jangka
waktu pengalaman
kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya saja
(tanpa tanggal), maka pengalaman kerja yang
dihitung adalah total bulannya dikurangi 1
(satu) bulan,
(5) apabila
jangka
waktu pengalaman
kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa
tanggal dan bulan), maka pengalaman kerja
yang dihitung hanya 25% dari total bulannya,
(6) kesesuaian
lingkup pekerjaan dan posisi
pengalaman kerja profesional dibandingkan
dengan yang dipersyaratkan dalam KAK, dinilai
dengan kriteria sebagai berikut:
a. Lingkup pekerjaan:
(i) sesuai
(ii) menunjang
(iii) terkait
b. Posisi:
(i) sesuai
(ii) tidak sesuai
c. Nilai masing-masing kriteria ditetapkan oleh
Pokja ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang
akan dilaksanakan sesuai dengan yang
tercantum dalam LDP.
(7) bulan kerja profesional yang didapatkan
dari angka (3), (4), dan (5) dikalikan dengan
nilai kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi
yang didapatkan dari angka (6),
(8) total seluruh bulan kerja profesional dibagi
dengan angka 12 sehingga didapatkan jangka
waktu pengalaman kerja profesional seorang
tenaga ahli,
(9) Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional
tenaga ahli dicantumkan dalam LDP
c) sertifikat keahlian/profesi yang dikeluarkan oleh
pihak yang berwenang mengeluarkan, sesuai dengan
keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK;
d) lain-lain: penguasaan bahasa Inggris, bahasa
Indonesia (bagi konsultan asing), bahasa setempat,
aspek pengenalan (familiarity) atas tata cara, aturan,
situasi, dan kondisi (custom) setempat. Personil yang
menguasai/memahami aspek-aspek tersebut diatas
diberikan nilai lebih tinggi;
Bobot masing-masing sub unsur ditetapkan oleh Pokja
ULP
berdasarkan jenis pekerjaan yang
akan
dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum dalam LDP.
3) Tingkat pendidikan tenaga ahli yang kurang dari tingkat
pendidikan yang dipersyaratkan dalam KAK tidak diberi
nilai.
4) Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi dari
kualifikasi yang dipersyaratkan dalam KAK tidak
mendapat tambahan nilai.

24

23.8

Ambang batas (passing grade)


a. Hasil evaluasi teknis harus ambang batas total nilai teknis
(passing grade) dan ambang batas masing-masing nilai
unsure teknis seperti yang tercantum dalam LDP.
b. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka
seleksi dinyatakan gagal.
c. Peserta yang lulus evaluasi teknis
dilanjutkan evaluasi
harga.

23.9

Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil


Evaluasi Sampul I yang paling sedikit memuat :
a. nama seluruh peserta;
b. hasil evaluasi penawaran administrasi
dan teknis
termasuk alasan ketidaklulusan peserta;
c. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi;
d. ambang batas nilai teknis;
e. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap
tahapan evaluasi;
f. tanggal dibuatnya Berita Acara;
g. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai
pelaksanaan seleksi; dan
h. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada
penawaran yang memenuhi syarat.

24 Penetapan
Peringkat Teknis

Pokja ULP membuat Surat Penetapan Urutan Peringkat Teknis


berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran Administrasi dan
Teknis.

25 Pengumuman
Peringkat Teknis

25.1. Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis kepada


seluruh peserta, serta diumumkan di alamat website K/L/D/I
yang bersangkutan yang tercantum dalam LDP dan ditempel di
papan pengumuman resmi untuk masyarakat, yang sekurangkurangnya memuat:
a. nama paket pekerjaan;
b. nama dan alamat peserta;
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
d. hasil evaluasi persyaratan administrasi;
e. nilai teknis seluruh peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi; dan
f. ambang batas nilai teknis.
25.2. Tidak ada masa sanggahan dalam pengumuman penetapan
peringkat teknis.

26 Undangan/
Pemberitahuan
Pembukaan
Penawaran
Sampul II

26.1. Pokja ULP menyampaikan undangan/pemberitahuan kepada


seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis untuk menghadiri
acara
pembukaan Dokumen Sampul II segera setelah
Pengumuman Peringkat Teknis diumumkan.
26.2. Undangan/pemberitahuan mencantumkan
tempat, hari,
tanggal, dan waktu pembukaan Dokumen Sampul II.

27 Pembukaan
Penawaran
Sampul II dan
Evaluasi
Penawaran

27.1 Penawaran Sampul II dibuka di hadapan


peserta yang
diundang/hadir pada waktu dan tempat sesuai undangan yang
dihadiri paling kurang 2 (dua) peserta sebagai saksi.

25

Sampul II

27.2 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen


Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan
kepada Pokja ULP.
27.3 Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai
saksi, maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen
Penawaran selama 2 (dua) jam.
27.4 Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan sampul II, maka
penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam
Berita Acara.
27.5 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Penawaran
Sampul II menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada
Pokja ULP.
27.6 Pokja ULP membuka Dokumen Penawaran dihadapan peserta
yang diundang.
27.7 Pokja ULP menyebutkan ketentuan pembobotan nilai evaluasi
penawaran teknis dan nilai evaluasi penawaran biaya
sebagaimana tercantum dalam LDP.
27.8 Pokja ULP menyebutkan peserta yang lulus evaluasi sampul I dan
masing-masing nilai hasil evaluasinya.
27.9 Pokja ULP membuka, kelengkapan sampul II yang meliputi:
a. Surat penawaran biaya yang di dalamnya tercantum masa
berlaku penawaran dan biaya penawaran;
b. rekapitulasi penawaran biaya;
c. rincian penawaran biaya yang terdiri dari :
1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration); dan
2) rincian Biaya Langsung Non Personil (direct
reimbursable cost).
d. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam Dokumen
Seleksi (apabila ada)
27.10 Pokja ULP membacakan dan menulis besaran penawaran biaya
masing-masing peserta
27.11 Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara
Pembukaan Penawaran Biaya yang
sekurang-kurangnya
memuat:
a. nama dan alamat peserta;
b. besaran usulan biaya;
c. keterangan lain yang dianggap perlu;
d. tanggal pembuatan berita acara; dan
e. tanda tangan anggota Kelompok Kerja ULP dan wakil peserta.
27.12 Berita Acara Pembukaan Penawaran Biaya dilampiri Dokumen
Penawaran Biaya.
27.13 Berita Acara Pembukaan Penawaran Biaya ditandatangani oleh
Pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) peserta yang ditunjuk oleh
para peserta yang hadir.
27.14 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir
tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya dan Pokja ULP dapat

26

mengunggah salinan tersebut melalui alamat website yang


tercantum dalam LDP.
27.15 Pokja ULP melakukan koreksi aritmatik terhadap penawaran
biaya, dengan ketentuan:
a. Kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga
satuan, harus dilakukan pembetulan, dengan ketentuan
harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh
diubah; dan
b. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan
dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan
yang lain, dan harga satuan pada surat penawaran tetap
dibiarkan kosong.
27.16 Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran
mengugurkan penawaran.
27.17 Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi HPS tidak
menggugurkan
penawaran
sepanjang penawaran biaya
tersebut masih di bawah atau sama dengan pagu anggaran. Jika
nilai total HPS sama dengan nilai pagu anggaran maka nilai total
HPS tersebut dijadikan patokan untuk menggugurkan penawaran
biaya terkoreksi apabila melebihi nilai total HPS.
27.18 Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi
penawaran biaya dilakukan terhadap :
a. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsug Personil
(remuneration);
b. kewajaran penugasan tenaga ahli;
c. kewajaran penugasan tenaga pendukung; dan
d. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung NonPersonil (direct reimbursable cost).
27.19 Pokja ULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya,
dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis
dan nilai penawaran
biaya terkoreksi dengan cara
perhitungan sebagai berikut :
NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot
penawaran teknis
+ {Nilai/skor
Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot
Penawaran Biaya}.
b. bobot masing-masing unsur ditetapkan oleh Pokja ULP
berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai
dengan yang tercantum dalam LDP.
c. Nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi,
sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara
proporsional. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
NBt
= (PBt / PBt) x 100
NBn
= (PBt / PBn) x 100
dimana
NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya
terendah
NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya
yang diatasnya
PBt
= penawaran biaya terendah
PBn = penawaran biaya di atasnya
27.20 Dalam

hal

terdapat

(dua)

atau

lebih peserta

27

mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran


biaya yang sama, maka penentuan peringkat peserta
didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi, dan
hal ini dicatat dalam Berita Acara.
27.21 Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil
Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan
Biaya yang sekurang- kurangnya memuat :
a. nama dan alamat peserta;
b. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi;
c. nilai/skor penawaran :
1) teknis; dan
2) biaya
d. nilai/skor gabungan penawaran teknis dan
penawaran biaya;
e. kesimpulan tentang kewajaran :
1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil
(remuneration);
2) penugasan tenaga ahli;
3) penugasan tenaga pendukung; dan
4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non Personil
(direct reimbursable cost).
f. keterangan lain yang dianggap perlu;
g. tanggal pembuatan berita acara; dan
h. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil peserta.
27.22 Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya.
27.23 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang
tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya dan Pokja ULP
dapat mengunggah salinan
tersebut melalui alamat website
yang tercantum dalam LDP.
Penetapan Pemenang
28 Penetapan
Pemenang

28.1 Pokja ULP membuat Surat Penetapan Pemenang Seleksi


berdasarkan Berita Acara Evaluasi Penawaran, untuk nilai sampai
dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah).
28.2 PA membuat Surat penetapan Pemenang Seleksi untuk nilai
diatas Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) setelah
mendapat usulan dari Pokja ULP, dengan ketentuan :
a. usulan penetapan Pemenang Seleksi ditembuskan kepada PPK
dan APIP Kementerian/ Lembaga/Pemerintah Daerah /
Institusi; dan
b. apabila PA tidak setuju dengan usulan Pokja ULP dengan
alasan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan, maka PA secara tertulis memerintahkan evaluasi
ulang atau menyatakan seleksi gagal.
28.3 Penetapan Pemenang Seleksi terdiri dari 1 (satu) pemenang dan
paling banyak 2 (dua) pemenang cadangan yaitu peserta lain
yang mendapatkan nilai kombinasi tertinggi berikutnya.

29 Pengumuman
Pemenang

Pokja ULP memberitahukan penetapan pemenang kepada seluruh


peserta, serta diumumkan di alamat website Kementerian/ Lembaga/

28

Pemerintah Daerah/ Institusi yang tercantum dalam LDP dan


ditempel di papan pengumuman resmi untuk masyarakat umum, yang
sekurang-kurangnya memuat:
a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
b. nama, NPWP, dan alamat Penyedia serta harga penawaran atau
harga terkoreksi; dan
c. hasil evaluasi penawaran administrasi, teknis, dan biaya untuk
seluruh peserta yang dievaluasi.
30 Sanggahan

30.1

Peserta yang memasukkan penawaran dapat menyampaikan


sanggahan secara elektronik atas urutan penetapan peringkat
teknis kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kalender
setelah pengumuman urutan peringkat teknis, disertai bukti
terjadinya penyimpangan melalui website, dengan tembusan
kepada PPK, PA/KPA dan APIP Kementerian / Lembaga /
Pemerintah Daerah/ Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP.

30.2 Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri- sendiri


maupun bersama-sama dengan peserta lain, ditanda tangani oleh:
a. direktur utama/ pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan
yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte
pendirian atau perubahannya;
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau
d. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak
mewakili perusahaan yang bekerja sama. Pokja ULP wajib
memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling
lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat
sanggahan.
30.3 Sanggahan diajukan apabila terjadi
penyimpangan prosedur
meliputi :
a. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang
telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
b. rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya
persaingan usaha yang sehat; dan/atau
c. penyalahgunaan
wewenang
oleh
Pokja
ULP
dan/atau pejabat yang berwenang lainnya.
30.4 Apabila sanggahan dinyatakan
menyatakan seleksi gagal.

benar

maka

Pokja

ULP

30.5 Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta atau tidak


ditandatangani sebagaimana dimaksud pada 31.2. dianggap
sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti serta tidak
menghentikan proses seleksi.
30.6 Sanggahan yang disampaikan kepada PA/KPA, PPK atau
disampaikan dan diterima diluar masa sanggahan, dianggap
sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti serta tidak
menghentikan proses seleksi.
31 Sanggahan
Bnding

31.1

Tidak diperlukan sanggahan banding

29

32 Undangan
Klarifikasi dan
Negosiasi Teknis
dan Biaya

32.1

Pokja ULP segera mengundang peserta yang ditetapkan sebagai


pemenang untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi
teknis dan biaya, dengan ketentuan:
a. tidak ada sanggahan dari peserta;
b. sanggahan terbukti tidak benar; atau
c. masa sanggah berakhir

32.2 Undangan mencantumkan tempat, hari, tanggal, dan waktu


klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya.
33 Klarifikasi
dan/atau
Negosiasi

33.1 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja
ULP, dengan memberi waktu yang cukup kepada:
a. direktur utama/ pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan
yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte
pendirian atau perubahannya;
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat
yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau
d. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili
perusahaan yang bekerja sama.
33.2 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk:
a. meyakinkan
kejelasan
teknis
dan
biaya
dengan
memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan dengan
tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan,
serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/ fasilitas
pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja
yang optimal; dan
b. memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif
dengan tetap mempertahankan hasil
yang ingin dicapai
sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta.
33.3 Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi
terutama:
a. lingkup dan sasaran jasa konsultansi;
b. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja;
c. kualifikasi tenaga ahli;
d. organisasi pelaksanaan;
e. program alih pengetahuan;
f. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
g. jadwal penugasan personil; dan
h. fasilitas penunjang.
33.4 Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi
terutama:
a. kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya;
b. volume kegiatan dan jenis pengeluaran; dan
c. biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku
di pasaran.
33.5 Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan
berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor
pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan,
dengan ketentuan:
a. biaya
satuan
dari
biaya
langsung
personil,
maksimum 4,0 (empat koma nol) kali gaji dasar yang
diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2,5 (dua
koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga

30

ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji


yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan
tenaga ahli konsultan yang bersangkutan;
b. unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu
yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran sebagaimana
tercantum dalam LDP dengan ketentuan sebagai berikut:
1) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua puluh dua)
hari kerja; dan
2) 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan)
jam kerja.
33.6 Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung
(tenaga teknik dan penunjang/ administrasi), seperti: tenaga
survey, sekretaris, atau manajer kantor, dilakukan berdasarkan
harga pasar tenaga pendukung tersebut.
33.7 Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya
terkoreksi yang melebihi pagu anggaran, agar didapatkan total
penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS, tanpa
mengurangi kualitas penawaran teknis.
33.8 Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung
Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost)
dan/atau Biaya
Langsung Personil (remuneration) yang
dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada 34.5.
33.9 Apabila hasil evaluasi biaya serta klarifikasi dan negosiasi
teknis dan biaya tidak ditemukan hal- hal yang tidak wajar,
maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak
melebihi pagu anggaran.
33.10 Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan pemenang seleksi tidak
menghasilkan kesepakatan, maka Pokja ULP melanjutkan
dengan mengundang pemenang cadangan pertama (apabila
ada) untuk
melakukan proses klarifikasi dan negosiasi
sebagaimana di atur dalam angka 34.1 dan seterusnya.
33.11 Apabila
dalam
klarifikasi
dan
negosiasi
dengan
pemenang cadangan pertama tidak menghasilkan kesepakatan,
maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang pemenang
cadangan pertama (apabila ada), yang selanjutnya dilakukan
proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka
34.1 dan seterusnya.
33.12 Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan 1
(satu) pemenang dan 2 (dua) pemenang cadangan tidak
menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal.
33.13 Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi.
Penunjukan Pemenang Seleksi
34 Kerahasiaan
Proses

34.1

Proses evaluasi Dokumen Penawaran bersifat rahasia dan


dilaksanakan oleh pokja ULP secara independen.

34.2

Informasi yang berhubungan dengan penelitian, evaluasi,


klarifikasi, konfirmasi; dan usulan calon pemenang tidak boleh

31

diberitahukan kepada peserta, atau orang lain yang tidak


berkepentingan sampai keputusan pemenang diumumkan.
34.3

Setiap usaha peserta lelang mencampuri proses evaluasi dokumen


penawaran atau keputusan pemenang akan mengakibatkan
ditolaknya penawaran yang bersangkutan.

34.4

Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara


Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai
dengan saat pengumuman pemenang.
Seleksi Gagal

35 Seleksi Gagal

35.1

Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila: (terkait dengan


kualifikasi dimasukkan dalam dokumen kualifikasi):
a. Tidak ada peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran
b. Apabila dalam evaluasi penawaran ditemukan bukti/indikasi
terjadi persaingan usaha yang tidak sehat;
c. Tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran;
d. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata
benar terhadap:
1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang telah
ditetapkan dalam Dokumen Seleksi;
2) rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya
persaingan usaha yang tidak sehat; dan/atau
3) penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau
pejabat yang berwenang lainnya.
e. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2,
tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya
dengan alasan yang tidak dapat diterima;
f. Apabila pemenang dan pemenang cadangan akan ditunjuk
sebagai penyedia
mengundurkan diri, maka seleksi
dinyatakan gagal oleh PA/KPA setelah mendapat laporan dari
PPK.
g. Bagi calon penyedia yang mengundurkan diri dengan
alasan yang tidak dapat diterima, dikenakan sanksi berupa
dimasukkan dalam Daftar Hitam.
h. klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak
menghasilkan kesepakatan.

35.2

PA/KPA menyatakan seleksi gagal, apabila:


a. PA/KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia
menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi tidak
sesuai Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010, Peraturan
Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya
tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah yang terakhir
diubah dengan Perpres 04 tahun 2015;
b. pengaduan masyarakat
adanya
dugaan KKN yang
melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar;
c. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam
pelaksanaan Seleksi dinyatakan benar oleh pihak berwenang;
d. sanggahan dari peserta yang memasukkan penawaran atas
kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Seleksi
Penyedia Barang/Jasa ternyata benar;
e. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2
mengundurkan diri dari penunjukan pemenang;

32

f. Dokumen Seleksi tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan;


g. pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari
Dokumen Seleksi.
35.3 Menteri/ Pimpinan Lembaga/ Institusi menyatakan Seleksi
gagal, apabila: pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN
dan/atau terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur
dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar.
35.4 Kepala Daerah menyatakan Seleksi gagal, apabila: pengaduan
masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan PA dan/atau
KPA ternyata benar.
35.5 Setelah seleksi dinyatakan gagal,
memberitahukan kepada seluruh peserta.

maka

Pokja

ULP

35.6 Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP


meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal,
untuk menentukan langkah selanjutnya.
36 Penunjukan
Penyedia Jasa
Konsultansi

36.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Seleksi (BAHS)


kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
36.2 PPK menerbitkan SPPBJ, apabila sependapat dengan Pokja ULP,
kepada peserta seleksi dengan peringkat teknis terbaik yang telah
mencapai kesepakatan dengan Pokja ULP dalam acara klarifikasi
dan negosiasi teknis dan biaya untuk melaksanakan pekerjaan.
36.3 SPPBJ diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah
Pokja ULP menyampaikan BAHS kepada PPK.
36.4 Salah satu tembusan dari SPPBJ disampaikan (tanpa lampiran
surat perjanjian) sekurang-kurangnya kepada unit pengawasan
internal.
36.5 Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka
dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya
kepada peringkat teknis kedua atau ketiga sesuai dengan
urutan peringkatnya, selama masa surat penawarannya masih
berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya.
Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi terhadap
rancangan Kontrak, dan menandatangani Kontrak pelaksanaan
pekerjaan, apabila dananya telah cukup tersedia dalam
dokumen anggaran, dengan ketentuan sebagai berikut :

37 Penandatangana
n Kontrak

37.1

Penandatanganan Kontrak paling lambat 14 (empat belas) hari


kerja setelah diterbitkan SPPBJ.

37.2 PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi


Dokumen Pemilihan sampai dengan penandatanganan Kontrak,
kecuali
mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan
dikarenakan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan
sebelumnya akan melewati batas tahun anggaran.

33

37.3 Dalam hal perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan melewati


batas tahun anggaran, penandatangan kontrak dilakukan setelah
mendapat persetujuan kontrak tahun jamak.
37.4 PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi
substansi, bahasa, redaksional,
angka
dan huruf serta
membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak.
37.5 Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak
dalam Surat Perjanjian dengan maksud apabila terjadi
pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang
lain, maka berlaku urutan sebagai berikut :
a. adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran, beserta rincian
penawaran biaya;
d. syarat-syarat khusus Kontrak;
e. syarat-syarat Umum Kontrak;
f. Kerangka Acuan Kerja;
g. Gambar-gambar; dan
h. dokumen lainnya, seperti : SPPBJ, BAHS, BAPP.
37.6 Banyaknya rangkap Kontrak dibuat sesuai kebutuhan, yaitu :
a. paling kurang 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari :
1) Kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai
pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia; dan
2) Kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai
pada bagian yang ditandatangani oleh PPK.
b. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila
diperlukan.
37.7 Penandatanganan Kontrak yang kompleks dan/atau bernilai
diatas Rp 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah) dilakukan
setelah memperoleh pendapat ahli hukum kontrak.
37.8 Pihak yang berwenang menandatangani Kontrak atas nama
penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta
Pendirian/ Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai dengan
peraturan perundang- undangan.

34

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP

A. Penerapan IKP dan


LDP

Apabila ada pertentangan ketentuan yang tertulis pada Lembar Data


Pemilihan (LDP) dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP) maka yang
digunakan adalah ketentuan pada Lembar Data Pemilihan (LDP).

B. Lingkup Pekerjaan

1. Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I(B) ULP Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
2. Alamat Pokja ULP : Jl. Solo Km 6 Yogyakarta
3. Alamat website: www.pu.go.id
4. Nama paket pekerjaan: Inspeksi Besar Bendungan Sempor
5.

Uraian singkat pekerjaan:


a. Pekerjaan persiapan meliputi
- pekerjaan sosialisasi
- pengumpulan data (data hidrologi, sedimentasi dan data
data lain terkait Bendungan Sempor)
- daftar simak
- perlengkapan inspeksi
b. pemeriksaan Bendungan secara menyeluruh baik aspek teknis
maupun non teknis
c. pemeriksaan visual bendungan
d. pemeriksaan bawah air
e. pemeriksaan khusus
f. identifikasi dan pencatatan masalah
g. pemeriksaan dan uji peralatan hidromekanik
h. pemeriksaan kondisi dan fungsi instrumentasi yang terpasang
i. mengkaji laporan analisis hujan dan banjir rencana dan
pemutakhiran data analisis
j. sistem OP dan RTD
k. membuat kesimpulan status tingkat keamanan bendungan dan
tindak lanjut
l. Penyusunan Laporan
- Laporan Rencana Mutu Kontrak
- Laporan Pendahuluan
- Laporan Bulanan
- Laporan Penunjang
- Laporan Antara
- Laporan Perencanaan
- Laporan Akhir Sementara
- Laporan Akhir
- Laporan Ringkas

6. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 7 (tujuh) bulan atau 210


(dua ratus sepuluh) hari kalender.
C. Sumber Dana

Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN yang tercantum


dalam DIPA Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak Tahun
Anggaran 2015

D. Pemberian
Penjelasan
Dokumen Seleksi

Pemberian Penjelasan pada:


Hari
: Rabu
Tanggal : 08 April 2015

35

Pukul
Tempat

: 10:00 WIB
: Ruang Rapat PPK PKSDA II, BBWS Serayu Opak
Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta

E. Mata Uang
Penawaran dan
Cara Pembayaran

1. Bentuk mata uang penawaran : Rupiah


2. Pembayaran dilakukan berdasarkan
pekerjaan (termin)

F. Masa Berlaku
Penawaran dan
Jangka Waktu
Pelaksanaan

1. Masa berlaku penawaran selama 90 (sembilan puluh) hari


kalender sejak batas akhir pemasukan penawaran.
2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 7 (tujuh) bulan atau
210 (dua ratus sepuluh) hari kalender sejak tanggal SPMK
ditetapkan.

G. Jadwal Pemasukan
Dokumen
Penawaran

Hari
Tanggal
Pukul
Tempat

tahapan

penyelesaian

: : Kamis s.d Kamis


: : 09 April 2015 s.d. 16 April 2015
: : 00.00 s.d.23.59 (online) kecuali hari terakhir pemasukan
penawaran jam 10:00 wib.
: : website www.pu.go.id
bagian Full e-procurement

H. Batas Akhir
Pemasukan
Penawaran

Hari
Tanggal
Pukul
Tempat

: Kamis
: 16 April 2015
: 10.00 WIB
: www.pu.go.id
bagian Full e-procurement

I. Pembukaan
Penawaran Sampul
I

Hari
Tanggal
Pukul
Tempat

: Kamis
: 16 April 2015
: 10.15 WIB
: Ruang Rapat PPK PKSDA II, BBWS Serayu Opak
Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta

J. Evaluasi Penawaran
Sampul I

Bobot kombinasi teknis dan biaya ditetapkan :


- bobot penawaran teknis sebesar 0,80
- bobot penawaran biaya sebesar 0,20

K. Evaluasi Teknis

Bobot unsur-unsur yang dinilai :


1. Unsur Pengalaman Perusahaan : 10%
a. Pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan
sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk
10 (sepuluh) tahun terakhir.
b. Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak dinilai.
c. Sub unsur pengalaman melaksanakan
kegiatan sejenis,
dengan bobot sub unsur 40%, dan ketentuan penilaian sub
unsur :
1) Kegiatan yang sejenis adalah: Inspeksi Besar Bendungan
2) Memiliki 5 (lima) Paket pekerjaan sejenis dalam waktu
10 (sepuluh) tahun diberi nilai 100 (seratus)
3) Memiliki 1 (satu) s.d. 4 (empat). paket pekerjaan sejenis
dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai 50 (lima puluh)
4) Memiliki < 1 ( s a t u ) paket pekerjaan sejenis dalam
waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai 0 (nol)
5) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman
melaksanakan kegiatan sub unsur pengalaman melaksanakan
kegiatan sejenis.

36

d. Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi kegiatan,


dengan bobot sub unsur 20%, dan ketentuan penilaian sub
unsur :
1) Memiliki 5 (lima)
Paket pekerjaan di lokasi
proyek/kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi
nilai 100 (seratus)
2) Memiliki 1 (satu) s.d. 4 (empat) Paket pekerjaan di lokasi
proyek/kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi
nilai 50 (lima puluh)
3) Memiliki < 1 (satu) Paket pekerjaan di lokasi
proyek/kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi
nilai 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman
melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan = NILAI
BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi
proyek/kegiatan
e. Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama,
dengan bobot sub unsur 20%, dan ketentuan penilaian sub
unsur :
1) Memiliki 5 ( li ma ) Pengalaman manajerial dan fasilitas
utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai
100 (seratus)
2) Memiliki 1 (satu) s.d. 4 (empat) Pengalaman manajerial dan
fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai
50 (lima puluh)

f.

g.
h.
i.

3) Memiliki < 1 (satu) Pengalaman manajerial dan fasilitas


utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai 0
(nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman
manajerial dan fasilitas utama = NILAI BOBOT sub
unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama.
Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah
tenaga ahli tetap, dengan bobot sub unsur 20%, dan ketentuan
penilaian sub unsur :
1) Memiliki 3 (tiga) Orang tenaga ahli tetap yang
digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu
10 (sepuluh) tahun diberi nilai 100 (seratus)
2) Memiliki 1 (satu) s.d 3 (tiga) Orang tenaga ahli tetap
yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam
waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai 50 (lima puluh)
3) Memiliki < 1 (satu) Orang tenaga ahli tetap yang
digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu
10 (sepuluh) tahun diberi nilai 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kapasitas
perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap
= NILAI BOBOT sub unsur kapasitas perusahaan.
Total bobot seluruh sub unsur = 100%
Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur
Pengalaman Perusahaan = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN.
Dalam hal nilai unsur pengalaman perusahaan < nilai ambang
batas/passing grade pengalaman maka peserta tidak memenuhi
syarat teknis/gugur.

2. Unsur Pendekatan dan Metodologi : 40%


a. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum
dalam KAK, dengan bobot sub unsur 40% dan ketentuan
penilaian sub unsur:

37

b.

c.

d.

e.

1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang


akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 50 (lima
puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur pemahaman
atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI
BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang
tercantum dalam KAK
Sub unsur kualitas metodologi, dengan bobot sub unsur
20 % dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 50 (lima
puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur kualitas
metodologi = NILAI BOBOT sub unsur kualitas
metodologi.
Sub unsur hasil kerja (deliverable), dengan bobot sub unsur
20% dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 50 (lima
puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil kerja
(deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja
(deliverable).
Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan
pekerjaan yang diminta dalam KAK, dengan bobot sub
unsur 5% dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 50 (lima
puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas pendukung
dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK
= NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung
dalam
melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK.
Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk
meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK,
dengan bobot sub unsur 5 % dan ketentuan penilaian sub
unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 50 (lima
puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan baru yang
diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas
keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub

38

unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk


meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam
KAK.
f. Menyampaikan dokumen Rencana Mutu Kontrak (RMK) dengan
bobot sub unsur 5 % dengan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 50 (lima
puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
g. Menyampaikan dokumen Rencana Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Kontrak (RK3K) dengan bobot sub unsur 5 % dengan
ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 50 (lima
puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
h. Total bobot seluruh sub unsur = 100%
i. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x bobot unsur
Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN
METODOLOGI.
j. Dalam hal nilai unsur pendekatan dan metodologi < nilai
ambang batas/passing grade pendekatan dan metodologi maka
peserta tidak memenuhi syarat teknis/gugur.
3. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli : 50%
a. Sub unsur tingkat pendidikan, dengan bobot sub unsur
20% dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK
diberi nilai 100 (seratus)
2) < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK
diberi nilai 0 (nol)
3) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur tingkat
pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat
pendidikan.
b. Sub unsur pengalaman kerja professional seperti yang
disyaratkan dalam KAK, dengan bobot sub unsur 60% dan
ketentuan penilaian sub unsur:
1) Dukungan referensi:
a) Apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan
kebenarannya dengan menghubungi penerbit referensi,
maka pengalaman kerja diberikan penilaian.
b) Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak
diberikan penilaian.
2) Perhitungan bulan kerja tenaga ahli yang dihitung
berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP.
3) Lingkup pekerjaan:
a) Sesuai, diberi nilai 1 (satu)
b) Menunjang, diberi nilai 0,5 (nol koma lima)
c) Terkait, diberi nilai 0,25 (nol koma dua puluh lima)
d) Lingkup pekerjaan yang:
(1) Sesuai adalah: pekerjaan Inspeksi Besar Bendungan
(2) Menunjang adalah: Pekerjaan yang berkaitan
dengan DD/Rencana Tanggap Darurat (RTD)

39

c.

d.

e.
f.
g.

Bendungan
(3) Terkait
adalah:
Pekerjaan
Pra
FS/Study
Kelayakan/LARAP/SID Bendungan/Waduk
4) Posisi:
a) Sesuai, diberi nilai 1 (satu)
b) Tidak sesuai, diberi nilai 0,5 (nol koma lima)
c) Posisi yang:
(1) Sesuai adalah: posisi penugasan sama dengan posisi
yang diusulkan untuk pekerjaan ini
(2) Tidak sesuai adalah: posisi penugasan tidak sama
dengan posisi yang diusulkan untuk pekerjaan ini
5) Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup pekerjaan x
nilai posisi = jumlah bulan kerja professional.
6) Nilai total seluruh jumlah bulan kerja professional
dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja
professional
7) Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional :
a) Memiliki 2 ( d u a ) Tahun pengalaman kerja
profesional diberi nilai 100 (seratus)
b) Memiliki 0,25 (nol koma dua puluh lima) s.d 2 (dua)
Tahun pengalaman kerja profesional diberi nilai 50
(lima puluh)
c) Memiliki
< 0,25 (nol koma dua puluh lima) Tahun
pengalaman kerja profesiaonal diberi nilai 0 (nol)
8) Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional yang
didapatkan x bobot sub unsur pengalaman kerja professional
seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub
unsur pengalaman kerja professional sepertiyang
disyaratkan dalam KAK.
Sub unsur sertifikat keahlian/profesi, dengan bobot sub
unsur 10% dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) Memiliki, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Tidak memiliki, diberi nilai: 0 (nol)
3) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur sertifikat
keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertfikat
keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat
keahlian/profesi.
Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK, dengan
bobot sub unsur 10% dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Penguasaan bahasa setempat. M e n g u a s a i diberi nilai
100 (seratus), tidak menguasai diberi nilai 0 (nol) dengan
bobot 4%
2) Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara, aturan, situasi,
dan kondisi (custom) setempat, diberi nilai 2%
3) Melampirkan Surat Pernyataan tenaga ahli sesuai dengan
yang tertera pada dokumen pemilihan, diberi nilai 100
(seratus), tidak melampirkan diberi nilai 0 (nol) dengan
bobot 4%
4) Total nilai yang didapatkan x bobot sub unsur lain-lain
=NILAI BOBOT sub unsur lain lain.
Total bobot sluruh sub unsur = 100%
Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur = NILAI 1 (SATU)
ORANG TENAGA AHLI.
Bobot Tenaga Ahli :
1.
Ketua Tim/Ahli Bendungan : 17,07%
2.
Ahli Bendungan : 14,63%
3.
Ahli Geologi/Geoteknik : 9,76%
4.
Ahli Geodesi : 7,32%

40

5.
6.
7.
8.
9.
10.

Ahli Hidrologi/Hydrologist : 9,76%


Ahli Hidromekanikal/Elektrikal : 9,76%
Ahli Lingkungan : 7,32%
Ahli Instrumentasi Bendungan : 9,76%
Ahli Estimasi Biaya : 7,32%
Ahli Operasi dan Pemeliharaan : 7,32%

h. Nilai 1 (satu) Orang Tenaga Ahli x bobot tenaga ahli =


NILAI BOBOT tenaga ahli
i. Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli x bobot unsur
Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI.
j. Dalam hal nilai unsur kualifikasi tenaga ahli < nilai ambang
batas/passing grade kualifikasi tenaga ahli maka peserta
tidak memenuhi syarat teknis/gugur.
4. Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN +
NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI
TENAGA AHLI
5. Ambang batas nilai teknis (passing grade) = 70
L. Evaluasi Biaya

1. Bobot Penawaran Teknis = 0,80


2. Bobot Penawaran Biaya = 0,20

M. Unit Biaya Personil


Beradasarkan
Satuan Waktu

Unit biaya personil berdasarkan satuan waktu dihitung sebagai


berikut :
1 (satu) bulan : 22 (dua puluh dua) hari kerja
1 (satu) hari kerja : 8 (delapan) jam kerja

N. Penetapan
Pemenang

Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum


terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan diatur
oleh masing-masing K/L/D/I].

Sanggahan

1. Sanggahan ditujukan kepada Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan


SDA I(B) ULP Jawa Tengah Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA
Serayu Opak Tahun Anggaran 2015
2. Tembusan sanggahan ditujukan kepada:
a. PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I, Satker Operasi dan
Pemeliharaan SDA Serayu Opak
b. APIP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
c. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

O.

41

BAB V. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


INSPEKSI BESAR BENDUNGAN SEMPOR
URAIAN PENDAHULUAN
1. LATAR
BELAKANG

1.1. Umum
Secara umum bendungan dibangun untuk menampung air
di dalam waduk yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
berbagai keperluan antara lain kebutuhan irigasi, air baku, air
minum, pembangkit tenaga listrik, pengendali banjir, objek
pariwisata dan lain sebagainya.
Bendungan disamping memiliki manfaat yang besar, juga
menyimpan potensi bahaya yang besar pula. Bendungan yang
runtuh akan menimbulkan banjir bandang yang dahsyat sampai
jauh ke hilir yang akan mengakibatkan timbulnya banyak korban
jiwa, harta benda, fasilitas umum dan kerusakan lingkungan
yang sangat parah di daerah hilir.
Terkait maksud tersebut Pemerintah Indonesia dalam hal ini
Kementerian Pekerjaan Umum dengan dana APBN Tahun
Anggaran 2015 akan melaksanakan program Pengelolaan dan
Konservasi Waduk, Embung, Situ serta Bangunan Penampung
Air Lainnya yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan
keamanan dan fungsi bendungan besar milik Kementerian
Pekerjaan Umum (PU).
Salah satu kegiatan program Pengelolaan dan Konservasi
Waduk, Embung, Situ serta Bangunan Penampung Air Lainnya
adalah melakukan pekerjaan

Inspeksi Besar Bendungan

Sempor, sesuai dengan hasil inspeksi lapangan dan berdasar


data sebelumnya.
Inspeksi besar, pada dasarnya adalah merupakan kegiatan
inspeksi bendungan secara menyeluruh terhadap aspek teknis
dan non teknis dalam rangka evaluasi keamanan struktural dan
operasi hidrolis serta rembesan suatu bendungan (safety
evaluations of existing dam) dari kegiatan ini diharapkan akan

42

teridentifikasi problem-problem yang sedang berkembang,


kemudian diketahui kondisi keamanan/kekokohan struktur dan
keamanan operasional bendungan, kekurangan pada sistem
keamanan bendungan serta membuat kesimpulan status/tingkat
keamanan bendungan tindak lanjut yang diperlukan untuk
mernpertahankan dan meningkatkan keamanannya.
Selain itu akan dilakukan pengumpulan data hidrologi, data
sedimentasi di dalam waduk dan data penting lainnya. Data
tersebut akan dipakai sebagai dasar pembuatan desain rinci
(detail engineering design).

1.2. Uraian Singkat Bendungan Sempor

Pada tahun 1916 Pemerintah Belanda telah mengidentifikasikan bahwa di


sempor terdapat lokasi yang ideal untuk suatu waduk yang mampu
mensupply beberapa Daerah Irigasi yang telah ada, pada tahun 1950
Pemerintah Republik Indonesia dilanjutkan penelitian oleh ahli-ahli Indonesia
dan dilanjutkan dengan pembuatan desainnya. Dan pembangunan fisik
Bendungan Serbaguna Sempor dimulai pada tahun 1958 oleh Proyek
Sempor.
Sungai Cincingguling/Sungai Sempor mengalir dari utara di kaki Gunung
Serayu Selatan dan bermuara di Samudra Indonesia. Secara geografis
catchment area bagian utara dan timur merupakan perbukitan, bagian tengah
adalah dataran rendah dengan topografi rata-rata datar yang merupakan
persawahan dan pemukiman penduduk. Sebelah selatan adalah bukit
Karangbolong. Tipe iklim di wilayah Sempor termasuk tipe sedang dengan
curah hujan tertinggi 4492 mm/tahun dan rata-rata tahunan adalah 3495
mm/tahun.
Bendungan Sempor terletak di Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah
dengan volume tampungan efektif sebesar 46.000.000 M3 dibangun pada
tahun 1975 s/d 1978. Bendungan ini berada pada daerah aliran Sungai
Telomoyo Wilayah Sungai Serayu - Bogowonto, dengan sumber airnya
adalah Sungai Cincingguling.
Manfaat utama dibangunnya Bendungan Sempor adalah:

43

Memberikan suplesi irigasi seluas 6.485 ha

Saluran Induk Sempor Barat 500 ha

Manfaat lainnya adalah:


-

Tenaga listrik dengan produksi minimal 6.000.000 KWH (pada saat


pengaliran irigasi saja)

Pengendalia banjir di Sungai Jatinegara

Penyediaan air minum untuk Gombong, Karanganyar, Kebumen


sebanyak 50 lt/detik

Perikanan darat bebas dan dengan keramba

Pariwisata dan olah raga air

c.

Data Teknis Bendungan Sempor.


1)

Waduk

Luas tangkapan air

: 43 Km2

Debit rata-rata

: 2,8 m3/dt

Kapasitas waduk maksimal

: 52.000.000 m3

Kapasitas waduk efektif

: 46.500 m3

Volume air yang diatur waduk : 90.000.000 m3


Muka air banjir

: 73,70 m

Permukaan air tinggi (HWL)

: 72,00 m

Permukaan air rendah (LWL) : 43,00 m


Daerah terendah pada HWL : 2,7 Km2
2.

Bendungan utama

Tipe

: Timbunan batu (rock fill) dengan inti kedap


air di tengah (campuran tanah dan
batu/sand gravel)

Volume

: 1.600.000.000 m3

Tinggi

: 54 m

Mercu

Elevasi

: +77.00 m

Lebar

: 10 m

Panjang

: 220 m

3.

Bendungan pengelak

Tipe

: Timbunan batu dengan selimut tanah di


bagian hulu

44

Tinggi

: 15 m

Elevasi

: + 42,65 m

4.

Bendungan beton (bridge wall)

Volume

: 14.000 m3

Tinggi

: 17 m

Panjang

: 137 m

5.

Bendungan pembantu

Tipe

: Timbunan batu (earth fill) dipadatkan

Volume

: 100.000 m3

Tinggi

: 12 m

Mercu

Lebar

: 12 m

Panjang

: 227 m

6.

Bangunan pelimpah

Tipe

: Saluran meluncur (chute type) dengan


mercu pelimpah bebas tanpa pintu

Mercu pelimpah

Elevasi

: + 72.00 m

Panjang

: 105 m

Saluran peluncur

Lebar

: 12 m

Panjang

: 166 m

Debit rencana (inflow design flood) : 1.200 m3/dt


Kapasitas

: 500 m3/dt, pada debit rencana 910


m3/dt. Pada banjir maksimal 2.140
m3/dt

7.

Terowongan pengelak

Yang ada (lama)

Diameter

: 3,5 m

Panjang

: 126 m

Kapasitas

: 80 m3/dt

Elevasi

: + 40 m

Tambahan

Bentuk

: Tapal kuda

45

Lebar

:7m

Panjang

: 180 m

Kapasitas

: 320 m3/dt

Elevasi

: + 40 m

Debit banjir rencana


8.

: 740 m3/dt (frekuensi 30 tahun)

Bangunan pengambilan dan pengaturan air (Intake and Irrigation


Outlet)

Konstruksi

: pipa baja

Diameter

: 1,60 m

Panjang

: 168 m

Kapasitas

: 11,00 m3/dt

Pengatur air

: Hollowjet valves

: 2 x 0,90 m

9.

Diameter
PLTA

Jenis turbin

: Francis, horizontal shaft, single runner

Daya terpasang

: 1,10 MW

Produksi tahunan

: 6.000.000 KWH

Tinggi terjun

: 30,00 m

Debit

: 3,00 m3/dt

10. Bangunan pembagi

2. MAKSUD DAN
TUJUAN

Lokasi

: Bojong

Lebar

: 44,15 m

Tinggi

: 1,80 m

Kapasitas pintu barat

: 0,55 m3/dt

Kapasitas pintu timur

: 12,00 m3/dt

a. Maksud :
Maksud dari pengadaan jasa konsultansi ini adalah :
a. Melakukan pemeriksaan umum dan menyeluruh mengenai status/tingkat

keamanan bendungan ditinjau dari aspek struktur, hidrolik, rembesan serta


operasionalnya, mengindentifikasi masalah yang ada, menetapkan
rencana perbaikan dan atau penyempurnaan yang diperlukan.
b. Melakukan pemeriksaan khusus bawah air lapis lereng hulu dan

pemeriksaan lereng hilir (Dam RipRap )


c. Mengetahui penyebaran pengendapan sedimen di waduk, laju sedimentasi

46

waduk, kapasitas tampungan dan umur waduk yang tersisa, hubungan


antara elevasi dan volume waduk, sehingga dapat meningkatkan
kehandalan operasi waduk.
d. Pemuktahiran Manual Operasi dan Pemeliharaan Bendungan mengacu

pada NSPM (Norma Standar Pedoman dan Manual) yang berlaku.


b. Tujuan :
Adapun tujuan dari pengadaan jasa konsultansi ini adalah :
a. Mengetahui tingkat kestabilan lereng hulu , khususnya lapis pelindung
(Rip-Rap), melalui pemeriksaan terhadap struktur yang berada diatas
maupun dibawah permukaan air waduk.
b. Mengetahui

tingkat

kestabilan

lereng

hilir,

dengan

melakukanpemeriksaan secara khusus pada lereng hilir (Dam Rip-Rap)


terhadap kemungkinan adanya gejala kerusakan dan atau perubahan
perubahan lainnya.
c. Mengetahui status/tingkat keamanan bendungan ditinjau dari aspek
struktur, hidrolik, rembesan serta operasionalnya; mengidentifikasi
masalah yang ada; menetapkan rencana perbaikan dan atau
penyempurnaan yang diperlukan.
d. Mendapatkan detail desain perbaikan secara menyeluruh bendungan dan
bangunan pelengkapnya, termasuk alat-alat pengamatan (instrumentasi)
dan hidromekanikal/ elektrikal.
e. Mendapatkan Peta/ Grafik Sedimentasi Waduk.
f.

Mendapatkan Manual Operasi dan Pemeliharaan Bendungan.


RUANG LINGKUP

3. LINGKUP
KEGIATAN

Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang tertuang dalam lingkup


pekerjaan, konsultan harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Spesifikasi Pekerjaan
1. Persiapan dan Orientasi Lapangan
Sebelum memulai pekerjaan konsultan harus melalukan persiapan
seperlunya, diantaranya adalah mobilisasi peralatan, personil, bahan dan
perlengkapan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini yang
semuanya harus dalam kondisi baik. Disamping itu juga harus melakukan

47

orientasi lapangan untuk mengetahui kondisi umum lapangan secara


menyeluruh, mengidentifikasi kendala yang ada, kemudian menjabarkan
program pelaksanaan dan Rencana Mutu Kontrak.
Guna menunjang kegiatan dan memudahkan koordinasi serta komunikasi
konsultan diwajibkan memiliki kantor lapangan disekitar lokasi kegiatan
selarna pelaksanaan pekerjaan.
Setelah pekerjaan selesai, lokasi yang ditinggalkan harus dalam keadaan
bersih dan dirapihkan kembali.
2) Pengumpulan data dan Analisa Data

Konsultan berkewajiban mengumpulkan dan menganalisa data yang


diperlukan baik yang tersedia di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu
Opak maupun yang tidak tersedia, untuk masing-masing pekerjaan.
Kekurangan atau keterbatasan data yang ada di Balai Besar Wilayah
Sungai Serayu Opak tidak menjadi alasan untuk terhambatnya
pelaksanaan pekerjaan
Konsultan harus memeriksa ketelitian data yang dipakai dan bertanggung
jawab terhadap mutu data yang dipakai. Data yang harus dikumpulkan
antara lain:
a) Semua laporan studi yang pernah dilakukan,
b) Laporan desain termasuk review/revisi/modifikasi desain,
c) Laporan pelaksanaan konstruksi, meliputi: kendali mutu (quality
control), laporan akhir proyek (completion report), dll.
d) Laporan yang berkaitan dengan pengelolaan/OP bendungan, antara
lain laporan pemantauan, laporan pelaksanaan OP, laporan inspeksi,
dan lain-lain
e) Data hidrologi terbaru, peta geologi regional, dan lain sebagainya.
3) Data dan Gambar-gambar

Konsultan harus menyerahkan foto dan gambar serta soft copy dalam CD
yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan
4) Peralatan Kerja

Konsultan harus menyiapkan semua peralatan yang diperlukan dalam


rangka pelaksanaan pekerjaan
5)

Evaluasi, Analisis dan Penggambaran


Evaluasi, Analisis dan Penggambaran dari seluruh pekerjaan ini harus
mengikuti Norma Standar Pedoman dan Manual (NSPM) terkait

48

utamanya yang disebutkan pada butir 11 dan 13 di bawah. Konsultan


wajib memiliki (copy) dan memahami NSPM tersebut.
6)

Asistensi dan Diskusi


Guna menghindari kesalahan pemahaman dan penafsiran atas
pelaksanaan kegiatan dan kemajuannya maka :
a) Konsultan wajib melakukan asistensi dan diskusi dengan pemberi
tugas atau yang dikuasakan (Direksi), pada setiap akan memulai dan
akhir dari suatu kegiatan.
b) Konsultan wajib melakukan diskusi untuk setiap tahapan laporan
yang dipimpin oleh Team Leader dengan Bidang OP Balai Besar
Wilayah Sungai Serayu Opak, dan untuk laporan tertentu dengan
melibatkan Subdit OP Bendungan dan Balai Bendungan dalam
rangka mendapatkan masukan sesuai NSPM terkait.

7)

Presentasi Dalam Sidang Komisi Keamanan Bendungan (KKB)


Konsultan wajib menyiapkan laporan dan bahan presentasi untuk
kemudian di presentasi dalam Sidang Komisi Keamanan Bendungan,
serta melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan saran sidang KKB.
Konsultan berkewajiban memperbaiki laporan inspeksinya sesuai dengan
saran sidang KKB. Konsultan wajib melakukan asistensi dan diskusi
dengan pemberi tugas.

b.

Inspeksi Besar

Yang dimaksud inspeksi besar pada studi ini, adalah inspeksi/pemeriksaan


yang dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek teknis maupun non teknis,
dalam rangka evaluasi keamanan bendungan bagi suatu bendungan yang
telah ada (Safety Evaluation of Existing Dams/ SEED).
Cakupan inspeksi antara lain meliputi : Pemeriksaan komponen-komponen
bendungan diatas air dan bawah air termasuk peralatan mekanik-listrik,
pondasi, bukit tumpuan bendungan, waduk dan daerah sekitarnya;
pemeriksaan dan uji peralatan hidromekanik-elektrik dan gawar banjir
(peringatan dini akan adanya banjir); pemeriksaan instrumen dan evaluasi
data pembacaannya; tinjauan terhadap sistem OP dan RTD (Rencana Tindak
Darurat), Berita evaluasi keamanan bendungan tahap pertama dan tahap
kedua/lanjutan.
Kegiatan tersebut diatas perlu ditunjang dan dilengkapi dengan kegiatan-

49

kegiatan diantaranya dan tidak terbatas hal-hal sbb :


a. Pekerjaan persiapan
Sebelum pelaksanaan inspeksi, konsultan harus melakukan pekerjaan
persiapan yang mencakup antara lain :
1) Sosialisasi tentang Inspeksi Besar Bendungan Sempor kepada
masyarakat di sekitar Waduk Sempor.
2) Pengumpulan data, yang mencakup antara lain: data hidrologi
terbaru, dokumen desain, dokumen pelaksanaan konstruksi,
dokumen OP termasuk data pemantauan, laporan inspeksi
sebelumnya, sistem OP, RTD, dll. Dokumen atau data desain dan
konstruksi yang ada di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak
kemungkinan sangat terbatas, dalam kondisi demikian konsultan
harus mengumpulkan data dari berbagai sumber lain yang dapat
dipercaya.
3) Kajian data: setiap inspeksi harus didahului dengan mempelajari data
yang ada, laporan-laporan inspeksi/kajian sebelumnya. Bila belum
pernah dilakukan inspeksi, pelajari dokumen desain, konstruksi dan
riwayat OP.
4) Daftar simak inspeksi: harus disiapkan secara rinci sesuai bendungan
yang diinspeksi dan dipahami setiap anggota tim.
5) Perlengkapan inspeksi yang harus dibawa saat inspeksi antara lain:
ringkasan data bendungan, ringkasan laporan inspeksi sebelumnya,
gambar-gambar, daftar simak, kamera, alat bantu inspeksi seperti:
GPS, pica AM, teropong, lampu senter, waterpass, peta geologi,
kompas, alat baca instrumen, video kamera, dll.
b. Pemeriksaan bendungan
Pemeriksaan yang harus dilakukan oleh konsultan dalam pekerjaan
inspeksi besar ini adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen
bendungan dan bangunan pelengkapnya dan pemeriksaan secara
khusus terhadap komponen bendungan yang mengalami perubahan dan
atau gejala kerusakan.
c. Pemeriksaan visual pada obyek inspeksi yang berada diatas permukaan
tanah dan air seperti: permukaan tubuh bendungan, bangunan
pelengkap, bukit tumpuan, peralatan hidromekanik, dll., bangunan
pelengkap, waduk dan sekitarnya.

50

d. Pemeriksaan bawah air harus dilakukan terhadap obyek inspeksi


dibawah air antara lain :
1). Permukaan lereng hulu bendungan; periksa kemungkinan adanya
lubang benain, longsoran, gerusan, kemerosotan mutu lapisan lereng,
dll.
2). Kolam peredam energi dan kolam olak; periksa kemungkian adanya
erosi dan gerusan
3). Muka hulu bendungan; periksa kemungkinan adanya: retakan,
kemerosotan mutu, yang berakibat peningkatan rembesan/ bocoran,
dll.
4). Buka tutup pintu intake bendungan.
5) Pemeriksaan bawah air dilakukan dengan cara :

1). Pemeruman/ Echosounding, untuk pemeriksaan kedalaman pada


daerah konstruksi dan daerah genangan waduk
2). Penyelaman dengan kamera televisi bawah air.
3). Pemeriksaan secara langsung saat air surut.
4). Pemeriksaan dilengkapi dengan test uji baik di lapangan rnaupun di
laboratorium yang bersertifikasi.
6) Pemeriksaan khusus

Melaksanakan pemeriksaan detail (investigasi) terhadap komponen


bendungan batu lapis lindung lereng hilir (Dam RipRap) yang
menunjukkan adanya perubahan geometric lereng dan atau gejala
kerusakan.
7) Identifikasi dan pencatatan masalah

Semua informasi, laporan dan catatan yang berkaitan dengan masalah


yang timbul harus dikumpulkan dan dipelajari, dan bendungan perlu
diperiksa atas :
1) Unjuk kerja/ performance yang tidak sesuai dengan yang
direncanakan,
2) Terjadinya kerusakan konstruksi,
3) Penyimpangan yang terkait dengan deformasi, tekanan pori,
rembesan,
4) Timbulnya bahaya dari kondisi geologi,
5) Tidak berfungsinya peralatan hidromekanik-elektrik,
6) Indikasi terjadinya kemerosotan mutu, melemahnya bangunan dan

51

atau fondasi,
7) Penyimpangan terhadap NSPM (norma, standar, pedoman, dan
manual),
8) Dan lain sebagainya yang dampaknya berpotensi mengganggu fungsi
dan keamanan bendungan.
8) Pemeriksaan dan Uji operasi; harus dilakukan terhadap peralatan yang

terkait dengan keamanan bendungan seperti: 'peralatan hidromekanik,


tenaga listrik utama dan cadangan untuk operasi pintu dan katup, sistem
dan prosedur peringatan banjir termasuk kehandalan peralatan yang
digunakan, dll.
9) Instrumentasi; periksa kondisi dan fungsi instrumentasi dengan

melakukan pembacaan secara langsung dan/ atau lakukan kajian/


evaluasi atas data pemantauan yang ada.
Periksa dan pastikan alat-alat hidrologi, alat pencatat gempa, sistem
pemantau deformasi, peralatan lain berfungsi baik, serta periksa
dokumentasi dan evaluasi terhadap data hasil pemantauannya
10) Hidrologi dan banjir rencana; kaji laporan analisis hujan dan banjir

rencana yang ada dan kriteria desain yang digunakan, lakukan analisis
hujan dan banjir rencana dan penelusuran banjir berdasar data mutakhir,
periksa kecukupan pelimpah, tinggi jagaan, pola operasi, potensi
bencana didaerah hilir bila terjadi keruntuhan bendungan, dll.
11) Sistem OP dan Rencana Tindak Darurat (RTD)

Pemeriksaan harus dilakukan pula terhadap pelaksanaan kegiatan


pengelolaan operasi dan pemeliharaan bendungan, meliputi :
1) Sistem OP mencakup: periksa ketersediaan panduan OP dilapangan,
waktu

penyusunan; kecukupan instruksi/petunjuk dalam panduan

ketersediaan dokumen penting, gambar-gambar, grafik, format


laporan; dipahamikah panduan oleh petugas; kecukupan tenaga dari
aspek jumlah dan kemampuan, perlukah penyempurnaan, dll.
2) RTD dan kesiapannya: periksa keandalan sistem komunikasi,
prosedur operasi RTD, jalur evakuasi, tenaga listrik cadangan,
telemetri, sistem gawar banjir (peringatan dini akan adanya banjir),
sirine, kekurangan peralatan RTD, panduan RTD, papan peringatan,
instrumentasi telemetering hidrologi, perlukah penyempurnaan.

52

c.

Evaluasi Keamanan Bendungan

Evaluasi keamanan bendungan berdasarkan hasil pemeriksaan/inspeksi


pada masing-masing bidang aspek kajian sesuai obyek inspeksi, dilakukan
dalam 2 tahap sebagai berikut :
a. Evaluasi tahap pertama;
1) Kaji semua data yang ada yang terkait dengan desain, konstruksi, OP
bendungan dan bangunan pelengkapnya, sehingga benar-benar
memahami bendungan dan riwayat operasi serta pemeliharaannya.
2) Identifikasi semua potensi masalah yang dampaknya merugikan
terhadap keamanan hulu dan hilir bendungan serta periksa
kecukupan bendungan dan bangunan pelengkapnya untuk memenuhi
fungsinya, dengan didukung: data yang relevan, pertimbangan dan
analisis teknis diantaranya dengan membandingkan perilaku
bendungan dengan perilaku yang direncanakan dalam desain.
b. Evaluasi tahap kedua;
Melakukan analisis teknik untuk menilai status/ tingkat keamanan
bendungan ditinjau dari :
1) Aspek struktur; periksa stabilitas tubuh bendungan termasuk stabilitas
terhadap gempa pada kondisi normal dan luar biasa, minimal pada
potongan: bagian tertinggi, bagian yang perilakunya menyimpang dan
bagian yang geometrinya berubah cukup besar dan bagian kritis
lainnya.
2) Aspek hidrolik (kecukupan pelimpah, tinggi jagaan, erosi eksternal, dll)
3) Aspek rembesan (erosi internal, piping, boiling, uplift, pelarutan materil
bendungan dan pondasi, dll), berdasar data-data yang tersedia,
kemudian membuat kesimpulan dan saran.
Buat laporan, termasuk kesimpulan, status keamanan bendungan dan saran
tindak lanjut yang diperlukan.
4. KELUARAN DAN
MANFAAT

Rekomendasi dari hasil Inspeksi Besar dilengkapi dengan Dokumen Teknis,


Gambar Detail Desain, dan Foto untuk keperluan Rehabilitasi Bendungan
Sempor yang dilengkapi dengan Dokumen Lingkungan Hidup sebagai
justifikasi tahapan pekerjaan konstruksi.
Manfaat yang dihasilkan adalah mengetahui kondisi terkini dari Bendungan
Sempor sehingga dapat untuk perencanaan serta operasi dan pemeliharaan

53

kedepannya
5. SUMBER
PENDANAAN

Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp.


1.490.020.000,- (Satu Milyar Empat Ratus Sembilan Puluh Juta Dua Puluh
Ribu Rupiah) termasuk PPN yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) yang tercantum dalam DIPA Satker Operasi dan
Pemeliharaan SDA Serayu Opak Tahun Anggaran 2015.

6. SASARAN

Sasaran yang diharapkan dari dilaksanakannya pekerjaan ini adalah untuk


meningkatkan keamanan, dan menjamin fungsi Bendungan Sempor, sehingga
kemungkinan terjadinya kegagalan bendungan dapat dicegah yang berakibat
kondisi penduduk dan infrastruktur dihilir bendungan lebih terjamin
keberadaan dan keamanannya.

7. LOKASI
KEGIATAN

Kegiatan jasa konsultansi ini harus dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan


Republik Indonesia, dengan lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Gombong,
Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

8. NAMA DAN

Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan SDA I, Satuan

ORGANISASI

Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak, Balai Besar Wilayah

PEJABAT

Sungai Serayu Opak, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian

PEMBUAT

Pekerjaan Umum.

KOMITMEN

9. PENDEKATAN

Pendekatan dan Metodologi yang disampaikan oleh Penyedia Jasa kepada

DAN

Pengguna Jasa harus mencakup aspek-aspek penilaian sebagai berikut:

METODOLOGI

a. Untuk menilai pemahaman penyedia atas lingkup pekerjaan jasa layanan


yang diminta dalam KAK, pemahaman atas sasaran/tujuan, kualitas
metodologi, dan hasil kerja, sub unsur yang dinilai antara lain:
1) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK, penilaian
terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan kegiatan/pekerjaan,
lingkup serta jasa konsultasi yang diperlukan (aspek-aspek utama
yang diindikasikan dalam KAK), dan pengenalan lapangan;
2) Kualitas

metodologi,

penilaian

terutama

meliputi:

ketepatan

54

menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan


dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK, konsisten antara
metodologi dengan rencana kerja, apresiasi terhadap inovasi,
tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia,
orang bulan (person-month) tenaga ahli, uraian tugas, jangka waktu
pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan, jenis keahlian serta
jumlah tenaga ahli yang diperlikan, program kerja, jadwal pekerjaan,
jadwal penugasan, organisasi, kebutuhan jumlah orang bulan, dan
kebutuhan fasilitas penunjang;
3) Hasil kerja (deliverable), penilaian meliputi antara lain: analisa
gambar-gambar kerja, spesifikasi teknis, perhitungan teknis, dan
laporan-laporan;
4) Fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta
dalam KAK.
b. Penyedia yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas
keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih.
DATA PENUNJANG
10. DATA DASAR

Data dasar yang dibutuhkan, antara lain :


a.

Laporan Inspeksi Rutin/Berkala Bendungan Sempor.

b.

Laporan Desain Pembangunan dan Desain Rehabilitasi/Perbaikan terakhir


yang pernah dilaksanakan.

c.

Data/Laporan Hasil Pemantauan Bendungan Sempor.

d.

Laporan Identifikasi dan Inventarisasi Bendungan Sempor serta Bangunan


Pelengkapnya.

e.

11. STANDAR
TEKNIS

Tingkat Keamanan Bendungan di Jawa , Puslitbang Air, 2005

Standar Teknis yang harus digunakan antara lain:


a.

SNI 03-3432-1994, Tata Cara Penetapan Banjir Rencana dan Kapasitas


Pelimpah untuk Bendungan.

2. RSNI M-03-2002, Metode Analisis Stabilitas Lereng Static Bendungan


Urugan.
3. Pd T-14-2004- A, Pedoman Analisis Stabilitas Bendungan Tipe Urugan Akibat
Gempa, Dept Kimpraswil 10 Mei 2004.
4. Pedoman Analisis Dinamik Bendungan Urugan, Kep Dirjen SDA No.

55

27/KPTS/D/2008, tanggal 31 Januari 2008.


5. Pedoman Inspeksi dan Evaluasi Keamanan Bendungan, Kep Dirjen SDA No.
05/KPTS/2003, tanggal 14 Maret 2003.
6. Pedoman Pembangunan Bendungan Urugan pada Pondasi Tanah Lunak,
Ditjen SDA, Nopember 2006.
7. Pedoman Operasi, Pemeliharaan dan Pengamatan Bendungan, kep Dirjen
SDA No. 199/KPTS/D/2003, Maret 2003.
8. Manual Inspeksi Visual Bendungan Urugan, Ditjen SDA 2004.
9. PT -02 Pengukuran Topografi, Standar Perencanaan Irigasi, Ditjen Air 1986.
10. SNI 19-6724, 2002 Tata Cara Pengukuran Kontrol Horizontal dan SNI 196988, 2004 Tata Cara Pengukuran Kontrol Vertikal.
11. SNI 19-6502.2, 2000 Tata Cara Pembuatan Peta Rupa Bumi Skala 1 : 25000.
12. Pedoman Inspeksi dan Evaluasi Keamanan Bendungan, Maret 2003, Kantor
Sekretariat Komisi Keamanan Bendungan, Departemen Pemukiman dan
Prasarana Wilayah, Direktorat Sumber Daya Air.
13. Pedoman Survey Dan Monitoring Sedimentasi Waduk.Departemen Pekerjaan
Umum, Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air,No.39/KPTS/D/2009,
Tanggal 26 Febuari 2009, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
14. Pedoman Pengelolaan Sedimentasi Waduk, Direktorat Bina Teknik.November
2004.Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum
15. Pedoman Klasifikasi Bahaya Bendungan Nomor: 257/KPTS/D/2011 tanggal
30 Mei 2011
16. Standar Pedoman lain yang terkait dan berlaku.

12. STUDI-STUDI
TERDAHULU

Studi-studi terdahulu yang telah dilakukan antara lain:


a. Inspeksi Besar Bendungan Wadaslintang dan Bendungan Sempor, 2007
b. Penyusunan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) Waduk Sempor,
2012
c. Studi-studi terkait lainnya.

13. DASAR HUKUM

Inspeksi Besar Bendungan Sempor ini dilandasi dengan peraturan


perundangan yang terkait :
Sektor
a.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

b.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 42 Tahun 2008


tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

56

c.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 43 Tahun 2008


tentang Air Tanah.

d.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 12 Tahun 2008 tentang


Dewan Sumber Daya Air.

e.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 2005 tentang


Pengadaan Tanah.

f.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 32/PRT/M/2007 tentang


Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

g.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang


Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang
Merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan Sendiri.

h.

Peraturan Menteri Pekerjaan UmumNomor : 2/PRT/M/2010 tentang


Rencana Strategis Nasional Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010
2014.

i.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 293/KPTS/M/2014 tentang


Penetapan Status Daerah Irigasi Yang Pengelolaannya Menjadi
Wewenang dan Tanggungjawab Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan
Pemerintah Kabupaten/Kota.

j.

Peraturan Pemerintah RI No.38, Tahun 2011 tentang Sungai.

k.

Surat Edaran Dirjen SDA Nomor: 01/SE/D/2013 tentang Operasional dan


Pemeliharaan Sungai.

l.

Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor : 153/KPTS/D/2008


tentang Pembentukan Tim Pengelola Sistem Informasi Sumber Daya Air.

m. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 93/PMK.02/2011 tentang Petunjuk


Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2011.
n.

PMK No. 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran dalam


Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

o.

PMK No. 136/PMK.02/2014 tentang Petunjuk Penyusunan dan


Penelaahan

Rencana

Kerja

dan

Anggaran

Kementerian

Negara/Lembaga.
p.

Kepmen PU No. 73/PRT/M/2014 tentang Pengangkatan Atas Kepala


Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu di Lingkungan Direktorat Jenderal
Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

q.

DIPA Satker O P SDA Serayu Opak Tahun Anggaran 2015.

57

Pelaksana Tugas
a.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 8/PRT/M/2010 tentang


Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum.

b.

Keputusan Presiden No. 12/ 2012 tentang Penetapan Satuan Wilayah


Sungai.

c.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/PRT/2010 tentang Organisasi


dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum.

d.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 26/PRT/M/2006 tentang


Perubahan atas Permen Nomor :

12/PRT/M/2006 dan Nomor :

13/PRT/M/2006.
e.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 73/KPTS/M/2014 tanggal


Perubahan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 421/KPTS/M/2011,
No. 422/KPTS/M/2011, No. 424/KPTS/M/2011, No. 461/KPTS/M/2011, No.
462/KPTS/M/2011, No. 463/KPTS/M/2011, No. 464/KPTS/M/2011, No.
464/KPTS/M/2011, No. 487/KPTS/M/2011, No. 498/KPTS/M/2011, No.
78/KPTS/M/2012, No.146/KPTS/M/202, No. 410/KPTS/M/2012.

14. PERALATAN,

Penyediaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen

MATERIAL,

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat

PERSONIL, DAN

digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:

FASILITAS DARI

a. Laporan dan Data

PEJABAT

Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta fotografi

PEMBUAT

(bila ada) dapat dipakai sebagai referensi oleh penyedia jasa.

KOMITMEN

b. Akomodasi dan Ruangan Kantor


Akomodasi dan ruangan kantor tidak disediakan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen dan harus disediakan oleh penyedia jasa sendiri dengan cara
sewa.
c. Direksi dan Pengawas Lapangan
Pengguna Jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak
sebagai Direksi atau Pengawas Lapangan dalam rangka pelaksanaan
jasa konsultansi.
d. Fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat
digunakan oleh penyedia jasa
1) Dukungan administrasi dan surat menyurat.
2) Dalam hal konsultasi rutin dengan pihak-pihak terkait atau direksi

58

pekerjaan, penyedia jasa dapat menggunakan ruang rapat yang ada


pada kantor Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak apabila ruang
rapat tersebut sedang tidak dipergunakan.
15. PERALATAN

Penyediaan oleh penyedia jasa

DAN MATERIAL

Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan

DARI PENYEDIA

peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan,

JASA

antara lain :

KONSULTANSI

1). Base camp Lapangan beserta fasilitasnya (sewa).


2). Komputer, printer, plotter (sewa).
3). Kendaraan Operasional (sewa).
4). Peralatan survey dan investigasi (sewa).
5). Dsb.

16. LINGKUP
KEWENANGAN
PENYEDIA JASA

1). Penyedia berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun


mengadakan barang yang sesuai dengan kontrak.
2). Penyedia berwenang untuk tidak melakukan kegiatan yang akan
menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dengan
kegiatan yang merupakan tugas penyedia.
3). Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan yang mengatur
mengenai apabila penyedia adalah sebuah joint venture yang
beranggotakan lebih dari satu penyedia, anggota joint venture tersebut
memberi kuasa kepada salah satu anggota joint venture untuk bertindak
dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia lainnya terhadap
PPK.

17. JANGKA WAKTU


PENYELESAIAN
KEGIATAN

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 7 (tujuh) bulan atau 210

18. PERSONIL

Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah 41

(dua ratus sepuluh) hari kalender.

(empat puluh satu) Orang Bulan, dengan persyaratan dalam dalam


melaksanakan kegiatan ini adalah lulusan universitas /perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian
negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan
berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan Perencanaan bidang Sumber

59

Daya Air. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi
bidang ke-PU-an dari LPJK.dengan kualifikasi sebagai berikut :
1) Kualifikasi Tenaga Ahli
Posisi
Tenaga Ahli

Perkiraan
Jumlah Org
/Bulan

Kualifikasi
Pendidikan

Keahlian

Pengalaman

1. Ketua Tim
/Ahli
Bendungan

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan
Strata-2 (S2)

Bidang SDA
dan mempunyai
Sertifikat
Keahlian
Bendungan
Besar (minimal
tingkat Ahli
Madya) yang
dikeluarkan oleh
KNI-BB/SKA
lainnya yang
setara

Berpengalaman di
bidang Sumber Daya
Air dan
diutamakan/lebih
disukai 2 (dua) tahun
di bidang bendungan
dan pernah menjadi
ketua Tim untuk
pekerjaan sejenis
minimal 2 (dua) kali.
Menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis. Sebagai ketua
tim, tugas utamanya
adalah memimpin dan
mengkoordinir seluruh
kegiatan anggota tim
dalam pelaksanaan
pekerjaan sampai
pekerjaan dinyatakan
selesai

1 Orang /
7 Bulan

2. Ahli
Bendungan

Sarjana
Teknik Sipil/
Teknik
Pengairan
Strata-1 (S1)

Bidang SDA
dan mempunyai
SKA Bidang
SDA

1 Orang /
6 Bulan

3. Ahli
Geologi/Ge
oteknik

Sarjana
Teknik
Geologi/Geolo
gi Teknik
Strata-1 (S1)

Bidang Geologi
/Geoteknik
/Mektan dan
mempunyai
SKA bidang
Geologi
/Geoteknik
/Mektan

Berpengalaman di
bidang perencanaan
konstruksi bangunan
air, diutamakan/lebih
disukai 2 (dua) tahun
di bidang rancang
bangun (desain)
bendungan. Mampu
mempelajari
studi/kajian terdahulu
termasuk laporan
past performance
yang ada dan laporan
inspeksi sebelumnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.
Berpengalaman di
bidang geologi
teknik/mektan, lebih
disukai/diutamakan 2
(dua) tahun
pengalaman di bidang
geologi teknik/mektan
untuk perencanaan
prasarana SDA.
Mampu mempelajari
studi/kajian terdahulu
termasuk laporan past
performance yang

1 Orang /
4 Bulan

60

4. Ahli
Geodesi

Sarjana
Teknik
Geodesi/Geog
rafi Strata-1
(S1)

Bidang Geodesi
/pengukuran
/pemetaan /GIS
dan mempunyai
SKA
bidang
Geodesi
/pengukuran
/pemetaan /GIS

5. Ahli
Hidrologi
(Hydrologis
t)

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan
Strata-1 (S1)

Bidang Hidrologi
/Hidrometri dan
mempunyai
SKA bidang
Sumber Daya
Air.

6. Ahli
Hidromeka
nikal/Elektri
kal
(Hydromec
hanical/Ele
ctrical
Spesialist)

Sarjana
Teknik
Mesin/Listrik
Strata-1 (S1)

Bidang
Hidromekanikal/
Elektrikal dan
mempunyai
SKA bidang
Sumber Daya
Air

ada dan laporan


inspeksi sebelumnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.
Berpengalaman
melakukan
pengukuran/pemetaa
n di bidang sumber
daya air, lebih
disukai/diutamakan 2
(dua) tahun
pengalaman
pengukuran/pemetaa
n untuk perencanaan
bendungan. Mampu
mempelajari
studi/kajian terdahulu
termasuk laporan past
performance yang
ada dan laporan
inspeksi sebelumnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis
Berpengalaman di
bidang sumber daya
air dan lebih
diutamakan/disukai 2
(dua) tahun di bidang
analisis hidrologi
untuk keperluan
rancang bangunan
bendungan. Mampu
menganalisis data
hidrologi sampai
dengan tahun
terakhir. Diutamakan
yang menguasai
Bahasa Inggris, lisan
maupun tertulis.
Berpengalaman di
bidang rancang
bangun
hidromekanikal
bangunan air dan
diutamakan/disukai 2
(dua) tahun di bidang
hidromekanikal/elektri
kal bendungan.
Berpengalaman
melakukan
desain/konstruksi
pekerjaan
hidromekanikal
bendungan yang
digerakan dengan
sistem hidrolik dan
mekanik pemeriksaan
dan uji operasi
peralatan
hidromekanik, listrik

1 Orang /
3 Bulan

1 Orang /
4 Bulan

1 Orang /
4 Bulan

61
dan sistem peringatan
dini. Mampu
melakukan
pemeriksaan dan uji
operasi peralatan
hidromekanik, listrik
dan sistem peringatan
dini. Mengusulkan
perbaikan (jika ada
kerusakan) dan atau
pemasangan sistem
mekanik/elektrik baru
(jika diperlukan),
lengkap dengan
rencana anggaran
biaya dan spesifikasi
teknisnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis
7. Ahli
Lingkungan

Sarjana
Teknik
Lingkungan
Strata-1 (S1)

Bidang Analisis
Lingkungan dan
Sosial Rancang
Bangun
Bangunan Sipil
dan mempunyai
Sertifikat Kursus
UKLUPL/AMDALA/AMDAL-B

8. Ahli
Instrumenta
si
Bendungan

Sarjana
Teknik
ElektronikaInstrument/Ge
oteknik Strata1 (S1)

Bidang
Rancang
Bangun
Peralatan/Instru
mentasi
Geoteknik dan
mempunyai
SKA bidang
Sumber Daya
Air

9. Ahli
Estimasi
Biaya (Cost
Estimate)

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan

Bidang Sumber
Daya Air dan
mempunyai
SKA bidang

Berpengalaman di
bidang analisis
lingkungan dan sosial
rancang bangun
bangunan sipil dan
diutamakan/lebih
disukai 2 (dua) tahun
di bidang analisis
lingkungan dan sosial
rancang bangun
bangunan SDA.
Mampu menganalisa
lingkungan dan sosial
dan mampu
menyusun dokumen
Lingkungan Hidup.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.
Berpengalaman di
bidang rancang
bangun peralatan/
Instrurnentasi
Geoteknik pengairan
diutamakan untuk
bendungan dan
bangunan bawah
tanah minimal 2 (dua)
tahun dan
diutamakan
mempunyai sertifikat
keahlian sesuai
bidangnya serta
menguasai Bahasa
inggris baik lisan
maupun tertulis.

1 Orang /
3 Bulan

Berpengalaman
dalam penyusunan
spesifikasi teknis dan
dokumen pelelangan

1 Orang /
3 Bulan

1 Orang /
4 Bulan

62
dan
Dokumen
Lelang

Strata-1 (S1)

Sumber Daya
Air.

10. Ahli
Operasi
dan
Pemelihara
an

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan
Strata-1 (S1)

Bidang Sumber
Daya Air dan
mempunyai
SKA bidang
Sumber Daya
Air.

serta estimasi biaya


bangunan sipil dan
lebih
diutamakan/disukai 2
(dua) tahun dalam
penyusunan
spesifikasi teknis dan
dokumen pelelangan
serta estimasi biaya
prasrana SDA.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis
Berpengalaman
dalam penyusunan
Operasi dan
Pemeliharaan
bangunan sipil dan
lebih
diutamakan/disukai 2
(dua) tahun dalam
penyusunan pedoman
Operasi dan
Pemeliharaan
bangunan SDA dan
bangunan
pelengkapnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.

1 Orang /
3 Bulan

2) Kualifikasi Tenaga Pendukung


Posisi
Tenaga
Pendukung
1. Administrasi
/Keuangan
2. Operator
Komputer
3. Surveyor

4. CAD
Operator/Jur
u Gambar
(Digital)
5. Penyelam
(Diver)
6. Assisten
Penyelam
7. Tenaga Lokal

Kualifikasi
Pendidikan
DIII
DIII
DIII T.
Geodesi/
Sipil atau
STM T.
Sipil/
Pengukuran
DIII T. Sipil
atau STM T.
Sipil/
Pengukuran

Keahlian
Administrasi
/Keuangan
Komputer
Pengukuran/
Survey

Pengalaman

Perkiraan
Jumlah
Org /Bulan
1 Orang /
7 Bulan
1 Orang /
7 Bulan
2 Orang /
3 Bulan

Autocad

1 Orang /
3 Bulan

Penyelaman
Bawah Air

1 Orang /
1 Bulan
2 Orang /
1 Bulan
3 Orang /
5 Bulan

63

19. JADWAL
TAHAPAN

a. Tanggal mulai berlaku kontrak dan jangka waktu penyelesaian pekerjaan


tercantum dalam SSKK.

PELAKSANAAN

b. Tanggal mulai dilaksanakannya pekerjaan tercantum dalam SPMK.

KEGIATAN

c. Tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK


tercantum dalam SPMK.
LAPORAN

20. LAPORAN

Konsultan harus membuat RMK dan disetujui oleh Pengguna Jasa berupa

RENCANA MUTU

laporan soft copy dan sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy dan

KONTRAK (RMK)

diserahkan kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu


sesudah terbitnya SPMK dari Pengguna Jasa. Isi RMK harus mengikuti
standar yang ditetapkan oleh Unit Jaminan Mutu Direktorat Jenderal Sumber
Daya Air. Dokumen RMK ini dipakai pada setiap pembahasan kemajuan
pekerjaan.

21. LAPORAN
PENDAHULUAN

Konsultan harus menyerahkan Laporan Pendahuluan berupa soft copy dan


sebanyak 15 (lima belas) rangkap hard copy, setelah mengadakan persiapan
dan peninjauan lapangan atau paling lambat 1 (satu) bulan setelah SPMK
ditandatangani. Laporan tersebut mencantumkan tentang identifikasi masalah,
jadwal kegiatan dan jadwal penugasan personil, ketersediaan data, teknik dan
metode yang akan digunakan untuk mencapai sasaran studi, dan lain-lain hal
yang seharusnya dilakukan oleh Penyedia Jasa.
Laporan Pendahuluan ini akan/harus dijadikan panduan dalam melaksanakan
kegiatan studi dan mengikat untuk dipenuhi pada Laporan Akhir. Sebelum
laporan pendahuluan dijilid/digandakan maka terlebih dahulu didiskusikan
dengan direksi dan dipresentasikan. Tanggapan, saran dan masukan yang
relevan dari hasil pembahasan Laporan Pendahuluan segera diperbaiki dan
yang memerlukan tindaklanjut pada tahapan kegiatan selanjutnya agar
dimasukkan dalam Laporan Antara (Interim Report).

22. LAPORAN
BULANAN

Laporan Bulanan memuat :


a. Hasil kemajuan kerja yang telah dicapai selama 1 (satu) bulan (di plot

kan juga pada kurva-S).


b. Penjelasan program berikutnya baik teknis maupun administratif dan

64

permasalahannya.
c. Dokumentasi hasil pelaksanaan pekerjaan.

Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 1 (satu) minggu setiap awal


bulan berikutnya berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima) rangkap hard copy.
23. LAPORAN
PENUNJANG

Laporan Penunjang, terdiri dari :


a. Laporan Pemeriksaan Visual :

1) Laporan Inspeksi di atas Permukaan Air


2) Laporan Inspeksi di bawah Permukaan Air
b. Laporan Khusus Pemeriksaan Detail (Investigasi) Batu Lapis Lindung

Lereng Hilir (Dam Rip-Rap)


c. Laporan Evaluasi dan Analisis Hidrologi
d. Laporan Evaluasi dan Analisis Instrumentasi
e. Laporan Evaluasi Sistem OP dan Rencana Tindak Lanjut
f. Laporan Evaluasi Keamanan Bendungan

Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan masing-masing


sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy.
24. LAPORAN
ANTARA

Untuk mengetahui permasalahan yang kemungkinan akan timbul selama


kegiatan pengumpulan data, pelaksanaan analisis, konsultan diwajibkan
membuat Laporan Antara yang merupakan penghubung antara Laporan
Pendahuluan dan Konsep Laporan Akhir.
Tanggapan, saran dan masukan yang relevan dari hasil pembahasan
Laporan Antara segera diperbaiki dan yang memerlukan tindaklanjut pada
tahapan kegiatan selanjutnya agar dimasukkan dalam Laporan Akhir
Sementara (Draft Final Report).
Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 4 (empat) bulan sejak SPMK
diterbitkan berupa soft copy dan sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy..

25. LAPORAN
PERENCANAAN

Laporan Perencanaan, terdiri dari :


a) Laporan Sistem Planning
Laporan Sistem Planning adalah laporan yang menguraikan mengenai
kriteria dasar perencanaan rehabilitasi bendungan yang akan diterapkan
pada lokasi yang akan dilakukan rehabilitasi.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)

65

rangkap hard copy.


b) Nota Desain (Design Note) dan Metode Pelaksanaan
Laporan ini berisi analisis dan perhitungan desain rehabilitasi bendungan
serta perhitungan struktur (stabilitas) yang diuraikan beserta konsep
dasar perencanaannya termasuk metode pelaksanaan konstruksi.
Dilengkapi pula referensi yang menunjukkan semua metoda, rumus
pedoman yang digunakan dalam perencanaan.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)
rangkap hard copy.
c) Gambar perencanaan
Gambar ini merupakan hasil dari perencanaan rehabilitasi bendungan
baik hard copy maupun soft copy dengan ukuran A1 dan A3 dengan
rincian :
-

Gambar cetakan A1 sebanyak 2 (dua) rangkap hard copy.

Gambar cetakan A3 sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy.

d) Perhitungan kuantitas pekerjaan/Bill of Quantity (BOQ) dan Rencana


Anggaran Biaya (RAB)
Laporan ini berisi perhitungan kuantitas/quantity pekerjaan rehabilitasi
bendungan disertai sketsa gambar perhitungan. Sedangkan untuk
Rencana Anggaran Biaya (RAB) berisi analisa harga satuan pekerjaan
dan hasil perhitungan biaya pekerjaan konstruksi. RAB tersebut
merupakan Engineers Cost Estimate (EE) yang akan dipakai sebagai
referensi HPS pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi nantinya.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)
rangkap hard copy.
e) Dokumen Tender (termasuk spesifikasi teknik)
Dokumen Tender merupakan dokumen pengadaan untuk pelaksanaan
Konstruksi fisik nantinya. Adapun sistematika isi Dokumen Tender yang
harus dibuat oleh Konsultan mengacu kepada Perpres No. 54 tahun 2010
yang terakhir diubah dengan Perpres No. 70 tahun 2012. GambarGambar dalam Dokumen Pengadaan tersebut adalah merupakan
gambar-gambar desain hasil kegiatan Konsultan pada pekerjaan
perencanaan rehabilitasi ini yang merupakan jilidan tersendiri.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)
rangkap hard copy.

66

26. LAPORAN AKHIR


SEMENTARA

Laporan Akhir Sementara/Draft Final Report, berisi :


1). Rangkuman sementara (draft) hasil pekerjaan secara keseluruhan.
2). Pemilihan formulasi dan metode.
3). Kesimpulan sementara hasil pemilihan alternatif.
Tanggapan, saran, masukan dan perbaikan-perbaikan yang relevan dari hasil
pembahasan Laporan Akhir Sementara dimasukkan dalam Laporan Akhir
(Final Report).
Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 15 (lima belas) hari sebelum
kontrak berakhir berupa soft copy dan sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard
copy.

27. LAPORAN AKHIR

Laporan Akhir /Final Report, memuat:


1). Laporan Ringkas/ Summary Report
2). Laporan Utama
3). Laporan Penunjang
4). Laporan Perencanaan
5). Dokumentasi
Laporan Akhir ini merupakan penyempurnaan atau bentuk akhir dari Laporan
Akhir Sementara (Draft Final Report) yang telah dibahas dalam diskusi
bersama dengan memperbaiki isi laporan sesuai dengan masukan dan
rekomendasi dari hasil diskusi Laporan Akhir Sementara. Dalam Laporan
Akhir harus memuat kesimpulan yang berisi rekomendasi dari konsultan
sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan pengelolaan Bendungan
Sempor selanjutnya.
Laporan harus diserahkan pada akhir waktu kontrak berupa soft copy dan
sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy.

28. LAPORAN

Laporan ini merupakan ringkasan atau sari dari Laporan Akhir yang dibahas

RINGKAS

secara ringkas. Mengingat lingkup peruntukan laporan, maka penyajian


laporan harus dapat menjelaskan pokok-pokok kesimpulan dan saran dari
penanganan masalah yang terjadi, dilengkapi dengan gambar dan tabel yang
relevan. Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 10
(sepuluh) rangkap hard copy pada akhir waktu kontrak.

67

29. DOKUMENTASI

Foto Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dicetak pada kertas foto
(photo paper) dan gambar skema teknis diserahkan sebanyak 2 (dua) album
dokumentasi dan soft copy dalam Flashdisk pada saat survey dan selama
pelaksanaan pekerjaan.

30. BENTUK FORMAT

Seluruh Laporan dan gambar disajikan dalam Bahasa Indonesia sesuai

LAPORAN DAN

format (bentuk) laporan yang berlaku di lingkungan Balai Besar Wilayah

BACKUP DATA

Sungai Serayu Opak Yogyakarta dan Standar/Kriteria Perencanaan (KP)


yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Untuk istilahistilah dalam bahasa asing, agar ditulis dalam format huruf miring.
Disamping itu seluruh hasil pekerjaan di simpan (backup) dalam bentuk
Flashdisk sebanyak 5 (lima) buah serta Hard Disk External 1 (satu) buah
untuk diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen dengan format data
sebagai berikut:
-

File Peta berformat GIS (*.SHP).

File original Laporan berformat (*.doc dan *.xls) atau format lain yang
sejenis.

File Gambar berformat Cad Drawing (*.DWG)

Seluruh file dokumen, gambar dan peta hasil pekerjaan juga di-backup dalam
format *.PDF
HAL-HAL LAIN
31. PRODUKSI
DALAM NEGERI

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di


dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam butir
7 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

32. PERSYARATAN

Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultasi lain diperlukan untuk

KERJASAMA

pelaksanaan kegiatan jasa konsultasi ini maka persyaratan berikut harus


dipatuhi.
a. Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub penyedia harus diatur dalam
kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
b. Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang dikerjakan
oleh sub penyedia.
c. Masing-masing anggota KSO akan melakukan pengawasan penuh
terhadap semua aspek pelaksanaan.

68

d. Ketentuan-ketentuan dalam kerjasama dengan sub penyedia harus


mengacu kepada harga yang tercantum dalam Kontrak serta menganut
prinsip kesetaraan.
33. PEDOMAN
PENGUMPULAN

Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan Standar Nasional


Indonesia (SNI) atau standar pedoman lain yang berlaku.

DATA LAPANGAN
34. ALIH
PENGETAHUAN

Jika

diperlukan,

Penyedia

Jasa

Konsultansi

berkewajiban

untuk

menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan


kepada personil proyek/ satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen berikut :
1. Staf Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan SDA I
2. Staf Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
3. Staf Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak yang berkompeten di

bidang yang dimaksud.


35. KESELAMATAN

1. Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib

DAN KESEHATAN

menerapkan sistem manajemen K3 dengan menyusun Rencana

KERJA

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K).


2. Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus
mencakup aspek-aspek K3.

69

BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN


LAMPIRAN 1 A (SAMPUL I) : SURAT PENAWARAN
A. BENTUK SURAT PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS

[KOP SURAT PERUSAHAAN]

CONTOH

______________,_____________20__
Nomor
: _____________________
Lampiran : _____________________
Kepada Yth.:
Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I(B)
ULP Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
di
Yogyakarta
Perihal : Penawaran Administrasi dan Teknis Pekerjaan Inspeksi Besar Bendungan Sempor
Sehubungan
dengan
Undangan
Pengambilan
Dokumen
Seleksi
Nomor
02/Und/B.9/PPK.OPSDAI-SOPSDA.SO/2015 tanggal 02 April 2015 dan setelah kami pelajari
Dokumen Seleksi, Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan Adendum Dokumen Seleksi], dengan
ini kami mengajukan penawaran Administrasi dan Teknis untuk pekerjaan Inspeksi Besar
Bendungan Sempor.
Penawaran Administrasi dan Teknis ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang
tercantum dalam Dokumen Seleksi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama7 (tujuh ) bulan atau 210 (dua ratus sepuluh) hari
kalender.
Penawaran ini berlaku selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak batas akhir pemasukan
Penawaran Sampul I.
Sesuai dengan persyaratan Dokumen Seleksi, bersama Surat Penawaran Administrasi dan Teknis
ini kami lampirkan :
1. [Surat Kuasa] 1)
2. [Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila ada]
3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Data Pengalaman Perusahaan, terdiri dari :
1) Data Organisasi Perusahaan;
2) Daftar Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir;
3) Uraian Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir disertai referensi dari
pengguna jasa;
b. Pendekatan dan Metodologi, terdiri dari:
1) Tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja;
2) Uraian pendekatan, metodologi, dan program kerja;
3) Jadwal pelaksanaan pekerjaan;
4) Komposisi tim dan penugasan;
5) Jadwal penugasan tenaga ahli;
c. Kualifikasi Tenaga Ahli, terdiri dari:
1) Daftar Riwayat Hidup Tenaga Ahli yang diusulkan;
2) Pengalaman Tenaga Ahli disertai referensi dari pengguna jasa;
3) Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan dari Tenaga Ahli yang diusulkan;
d. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]

70

1) RK3K ;
2) Draft Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk
pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Seleksi. Apabila dana dalam dokumen
anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun
Anggaran, maka Pengadaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan kami tidak akan menuntut
ganti rugi dalam bentuk apapun.
PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) /Koperasi __________________

[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

_____________________
Jabatan
Keterangan :
1) Harus dilampirkan surat kuasa, apabila dikuasakan.

71

B. BENTUK SURAT KUASA

CONTOH-1

[kop surat badan usaha]


SURAT KUASA
Nomor : _______________
Pada hari ini ..........., tanggal ................ bulan ........... tahun....................., yang
bertandatangan di bawah ini :
Nama
: __________________________________
Alamat Perusahaan : __________________________________
Jabatan
: _______________________ [Direktur Utama/Pimpinan

perusahaan] _________________[nama PT/CV/Firma]


dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta
Pendirian
No.
_________________
[no.
akta
notaris]
tanggal
________________ [tanggal penerbitan akta notaris], Notaris _____________
[nama notaris penerbit akta notaris] beserta perubahannya,
yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
Memberi kuasa kepada :
Nama
: ______________________________________
Alamat
: ______________________________________
Jabatan
: ______________________________________
berdasarkan Akta Pendirian No. [no. akta notaris] tanggal ________________
[tanggal penerbitan akta notaris], Notaris _____________ [nama notaris
penerbit akta notaris] beserta perubahannya,
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
KHUSUS
Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili untuk :
1. [Menandatangani Surat Penawaran],
2. [Menandatangani Pakta Integritas],
3. [Menandatangani Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya],
4. [Menandatangani Surat Sanggahan],

5. (____________________), dst
Surat Kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
___________________,_______________20__
Penerima Kuasa

Pemberi Kuasa

________________

________________

[nama dan jabatan]

[nama dan jabatan]

72

CONTOH-2

[kop surat badan usaha]


SURAT KUASA
Nomor : _______________
Pada hari ini ..........., tanggal ................ bulan ........... tahun....................., yang
bertandatangan di bawah ini :
Nama
: __________________________________
Alamat Perusahaan : __________________________________
Jabatan
: _______________________ [Direktur Utama/Pimpinan

perusahaan/Kepala Cabang/Wakil Kemitraan (KSO)]


_________________[nama PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama________[perusahaan/kemitraan
(KSO)] berdasarkan Akta Pendirian No. _________________ [no. akta notaris]
tanggal ________________ [tanggal penerbitan akta notaris], Notaris
_____________ [nama notaris penerbit akta notaris] beserta perubahannya atau
Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi No.....Tanggal...........,
yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
Memberi kuasa kepada :
Nama
: ______________________________________
Alamat
: ______________________________________
Jabatan
: ______________________________________
berdasarkan Akta Pendirian No. [no. akta notaris] tanggal ________________
[tanggal penerbitan akta notaris], Notaris _____________ [nama notaris
penerbit akta notaris] beserta perubahannya,
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
KHUSUS
Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili untuk :
1. [Menandatangani Surat Penawaran],
2. [Menandatangani Pakta Integritas],
3. [Menandatangani Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya],
4. [Menandatangani Surat Sanggahan],
5.( _________________),dst
Surat Kuasa ini berlaku selama ____ (_______________) hari kalender sejak
dikeluarkan dan tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
___________________,_______________20__
Penerima Kuasa

Pemberi Kuasa

________________

________________

[nama dan jabatan]

[nama dan jabatan]

73

C. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO)


CONTOH
SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/
KERJA SAMA OPERASI (KSO)

Sehubungan
dengan
pengumuman
pelelangan
pekerjaan
.................................. yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di
.................................. pada tanggal .................... 20....., maka kami:
.................................................................... [nama peserta 1]
.................................................................... [nama peserta 2]
.................................................................... [nama peserta 3]
....................................................................... [dan seterusnya]
Bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara
bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO). Kami
menyetujui dan memutuskan bahwa:
1. Secara bersama-sama:
a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah
......................
b. Menunjuk .................................. [nama peserta 1] sebagai perusahaan
utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta
bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung
jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua
kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak.
2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO

adalah:
.................................[nama peserta 1] sebesar ..........% (...................
.................................[nama peserta 2] sebesar ..........% (...................
.................................[nama peserta 3] sebesar ..........% (...................
.................................[nama peserta 4] sebesar ..........% (...................

persen)
persen)
persen)
persen)

3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO, akan mengambil bagian

sesuai sharing tersebut pada butir 2. dalam hal pengeluaran, keuntungan,


dan kerugian dari kemitraan/KSO.
4. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik

selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan


persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota
kemitraan/KSO.
5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing anggota

kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek


pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa keuangan,
perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja,
perjanjian subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain.
6. Wewenang

menandatangani penawaran untuk dan atas nama


kemitraan/KSO
diberikan kepada .................................. [nama wakil
peserta] dalam kedudukannya
sebagai direktur utama/direktur

74

pelaksana.................................. [nama peserta 1] berdasarkan persetujuan


tertulis (surat kuasa untuk menandatangani penawaran) dari seluruh
anggota kemitraan/KSO.
7. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.
8. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila

pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO.


9. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap () yang masing-masing

mempunyai kekuatan hukum yang sama.


Dengan kesepakatan ini, semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan
tanda tangan di .. pada hari .. tanggal
.. bulan .., tahun ..
[Peserta 1]
(....)

[Peserta 3]

(....)

[Peserta 2]
(....)

[dst]

(....)

75

LAMPIRAN 1 B (SAMPUL I) : DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS


A. BENTUK DATA ORGANISASI PERUSAHAAN
CONTOH

DATA ORGANISASI _____________[ PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO)]

[cantumkan uraian kegiatan mengenai latar belakang dan organisasi peserta


dan penanggung jawab yang ditugaskan untuk mengelola pekerjaan jasa
konsultansi ini].

76

B. BENTUK DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN


TERAKHIR
CONTOH

DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR

No.
1

Pengguna
Jasa/
Sumber
Dana
2

Nama Paket
Pekerjaan

Lingkup
Layanan

Periode

Orang
Bulan

Nilai
Kontrak

Mitra
Kerja

Keterangan isi kolom :


1. Nomor urut
2. Nama instansi pengguna jasa dan sumber dana
3. Nama paket pekerjaan
4. Jenis lingkup layanan jasa konsultansi
5. Jangka waktu layanan
6. Jumlah orang bulan yang digunakan
7. Nilai kontrak pekerjaan
8. Mitra kerja dan posisinya dalam kemitraan (apabila ada)

77

C. BENTUK URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN


TERAKHIR
CONTOH

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR
1. Pengguna Jasa
2. Nama Paket Pekerjaan

:
:

3. Lingkup Produk Utama :


4. Lokasi Kegiatan

5. Nilai Kontrak

6. No. Kontrak

7. Waktu Pelaksanaan

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada) :


Alamat
:
Negara Asal
:
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing ___ Orang Bulan
Tenaga Ahli Indonesia ___ Orang Bulan
10. Perusahaan Mitra Kerja
a. (nama perusahaan)
b. (nama perusahaan)
c. (nama perusahaan)
d. (nama perusahaan)
dst.

Jumlah tenaga ahli


Asing
Indonesia
____ Orang Bulan
____ Orang Bulan
____ Orang Bulan
____ Orang Bulan
____ Orang Bulan
____ Orang Bulan
____ Orang Bulan
____ Orang Bulan

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi
Keahlian
a. _________________
___________________
b. _________________
___________________
c. _________________
___________________
d. _________________
___________________
e. _________________
___________________
dst.

Jumlah Orang Bulan


_________________
_________________
_________________
_________________
_________________

78

D. BENTUK TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN


KERJA DAN PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK
CONTOH

1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

[cantumkan dan jelaskan modifikasi atau inovasi yang peserta


usulkan terhadap Kerangka Acuan Kerja untuk meningkatkan kinerja
dalam melaksanakan pekerjaan jasa konsultansi ini, misalnya
meniadakan kegiatan yang dianggap tidak perlu, atau menambahkan
kegiatan lain, atau mengusulkan pentahapan kegiatan yang berbeda.
Saran tersebut di atas harus disampaikan secara singkat dan padat.]
2. TANGGAPAN DAN SARAN
PENDUKUNG DARI PPK

TERHADAP

PERSONIL/FASILITAS

[tanggapi perihal penyediaan peralatan/material/personil/fasilitas


pendukung oleh Pejabat Pembuat Komitmen sesuai dengan Dokumen
Seleksi ini meliputi antara lain (jika ada): dukungan administrasi,
ruang kerja, transportasi lokal, peralatan, data, dan lain-lain]

79

E. BENTUK URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA


CONTOH

[Pendekatan teknis, metodologi dan program kerja adalah kriteria pokok


dari Penawaran Teknis. Peserta disarankan untuk menyajikan detil
penawaran teknis (misalnya 50 (lima puluh) halaman, termasuk gambar
kerja dan diagram) yang dibagi menjadi tiga bab berikut:
a) Pendekatan Teknis dan Metodologi
Dalam bab ini jelaskan pemahaman peserta terhadap tujuan kegiatan,
lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan, metodologi kerja dan
uraian detil mengenai keluaran. Peserta harus menyoroti permasalahan
yang sedang dicarikan jalan keluarnya, dan menjelaskan pendekatan
teknis yang akan diadopsi untuk menyelesaikan permasalahan. Peserta
juga harus menjelaskan metodologi yang diusulkan dan kesesuaian
metodologi tersebut dengan pendekatan yang digunakan.
b) Program Kerja
Dalam bab ini usulkan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Kontrak (RK3K), kegiatan utama dari pelaksanaan pekerjaan,
substansinya dan jangka waktu, pentahapan dan keterkaitannya, target
dan tanggal jatuh tempo penyerahan laporan-laporan. Program kerja
yang diusulkan harus konsisten dengan pendekatan teknis dan
metodologi, dan menunjukkan pemahaman terhadap Kerangka Acuan
Kerja dan kemampuan untuk menerjemahkannya ke dalam rencana
kerja. Daftar hasil kerja, termasuk laporan, gambar kerja, tabel, harus
dicantumkan. Program kerja ini harus konsisten dengan Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan.
c) Organisasi dan Personil
Dalam bab ini usulkan struktur dan komposisi tim. Peserta harus
menyusun bidang-bidang pokok dari pekerjaan, tenaga ahli inti sebagai
penanggung jawab, dan tenaga pendukung.

80

F. BENTUK JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


CONTOH

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


No.

Kegiatan1

I
3

Bulan ke-2
II III IV V
4 5
6 7

dst.
8

Keterangan
9

Cantumkan semua kegiatan, termasuk penyerahan laporan (misalnya laporan pendahuluan, laporan
antara, dan laporan akhir), dan kegiatan lain yang memerlukan persetujuan Pejabat Pembuat
Komitmen. Untuk paket pekerjaan yang ditahapkan maka kegiatan seperti penyerahan laporan, dan
kegiatan lain yang memerlukan persetujuan dicantumkan secara terpisah berdasarkan tahapannya
Jangka waktu kegiatan dicantumkan dalam bentuk diagram balok.

81

G. BENTUK KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN


CONTOH

KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN


(DAFTAR PERSONIL)

Tenaga Ahli
(Personil Inti)
Nama
Personil

Perusahaan

Tenaga Ahli
Lokal/Asing

Lingkup
Keahlian

Posisi
Diusulkan

Uraian
Pekerjaan

Jumlah
Orang
Bulan

Tenaga Ahli
Lokal/Asing

Lingkup
Keahlian

Posisi
Diusulkan

Uraian
Pekerjaan

Jumlah
Orang
Bulan

Tenaga Pendukung
(Personil lainnya)
Nama
Personil

Perusahaan

82

H. BENTUK JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI1


CONTOH

JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI

No.

Nama
Personil

Masukan Personil (dalam bentuk diagram balok)2


Orang Bulan
1

10

11 12

Nasional
1
2
n
Subtotal
Asing
1
2
n
Subtotal
Total
Masukan
PenuhWaktu

1
2

Masukan Paruh-Waktu

Untuk Tenaga Ahli pengisian masukan harus mencantumkan nama personil, untuk Tenaga Pendukung cukup
dicantumkan posisi, misalnya juru gambar, staf administrasi, dan sebagainya.
Masukan personil dihitung dalam bulan dimulai sejak penugasan.

83

I. BENTUK DAFTAR RIWAYAT HIDUP PERSONIL YANG DIUSULKAN


CONTOH

Daftar Riwayat Hidup

1. Posisi yang diusulkan

: __________

2. Nama Perusahaan

: __________

3. Nama Personil

: __________

4. Tempat/Tanggal Lahir

: __________

5. Pendidikan (Lembaga pendidikan,


tempat dan tahun tamat belajar,
dilampirkan rekaman ijazah )

: __________

6. Pendidikan Non Formal

: __________

7. Penguasaan Bahasa Inggris


dan bahasa Indonesia

: __________

8. Pengalaman Kerja1
Tahun ini ____
a. Nama Kegiatan
b. Lokasi Kegiatan
c. Pengguna Jasa
d. Nama Perusahaan
e. Uraian Tugas
f. Waktu Pelaksanaan
g. Posisi Penugasan
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa

: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________

Tahun sebelumnya
a. Nama Kegiatan
b. Lokasi Kegiatan
c. Pengguna Jasa
d. Nama Perusahaan
e. Uraian Tugas
f. Waktu Pelaksanaan
g. Posisi Penugasan
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa
dst.

: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________
: __________

9. Status kepegawaian pada perusahaan ini : __________


Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa
tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar

Setiap pengalaman kerja yang dicantumkan harus disertai dengan referensi dari pengguna jasa yang
bersangkutan.

84

secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari
proses seleksi atau dikeluarkan jika sudah dipekerjakan.
____________,_____20__

Yang membuat
pernyataan,

(__________)

[nama jelas]
Mengetahui:
__________[nama Penyedia Jasa Konsultansi]

(__________)

[nama jelas wakil sah]

85

J. BENTUK SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN


CONTOH

PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN


Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama
Alamat

: __________________________________________
: __________________________________________

Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia untuk melaksanakan paket pekerjaan jasa
konsultansi _____________ untuk Penyedia Jasa Konsultansi _____________ sesuai
dengan usulan jadwal penugasan saya dari bulan __________ tahun __________
sampai dengan bulan__________ tahun __________ dengan posisi sebagai tenaga ahli
_________________.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung
jawab.
____________,_____20__
Yang membuat pernyataan,

(__________)

[nama jelas]
Menyetujui:
__________[nama Penyedia Jasa Konsultansi]

(__________)

[nama jelas wakil sah]

86

K. BENTUK RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (RK3K)


I.

BENTUK RK3K USULAN PENAWARAN

CONTOH

...........................
[Logo & Nama
Perusahaan]

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONTRAK (RK3K)
[digunakan untuk usulan penawaran]
DAFTAR ISI

A. Kebijakan K3
B. Perencanaan K3
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3,
Program K3, dan Biaya K3
B.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
C. Pengendalian Operasional K3
A. KEBIJAKAN K3
.......................................................................................................................................
......... [diisi oleh penyedia jasa berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen
untuk menerapkan K3 berdasarkan skala risiko dan peraturan perundangundangan K3 yang dilaksanakan secara konsisten]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
A.2. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.
B. PERENCANAAN K3
Di dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi awal dan
penyedia jasa harus menyampaikan pengendalian risiko pada saat
penawaran berdasarkan identifikasi awal tersebut.
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3,
Program K3, dan Biaya
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko
K3, Program K3, dan Biaya K3 sesuai dengan format pada Tabel 1.

87

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENGENDALIAN RISIKO K3, PROGRAM K3, DAN BIAYA
[digunakan untuk usulan penawaran]
Nama Perusahaan
Kegiatan

: ..................
: ..................
halaman : .. / ..

NO

URAIAN PEKERJAAN

IDENTIFIKASI BAHAYA

SASARAN K3 PROYEK

PENGENDALIAN RISIKO K3

PROGRAM SUMBER DAYA

BIAYA
(Rp)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

88

B.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang
digunakan sebagai acuan
dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi
Bidang PU antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3;
3. Peraturan Menteri PU Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.

PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) .........................


[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

..........................
Jabatan

89

II.

FORMAT RK3K PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSULTANSI


RK3K Pelaksanaan Pekerjaan Konsultansi dibuat oleh penyedia jasa untuk
pelaksanaan kontrak, dibahas dan ditetapkan oleh PPK pada saat rapat persiapan
pelaksanaan.
...........................
[Logo & Nama
Perusahaan]

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONTRAK (RK3K)
[digunakan untuk usulan penawaran]
DAFTAR ISI

A. Kebijakan K3
B. Organisasi K3
C. Perencanaan K3
C.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko
K3, Penanggung Jawab
C.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
C.3. Sasaran dan program K3
D. Pengendalian Operasional K3
E. Pemeriksaaan dan Evaluasi Kinerja K3
F. Tinjauan Ulang Kinerja K3
A. KEBIJAKAN K3
[Berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk menerapkan K3
berdasarkan skala risiko dan peraturan perundang-undangan K3 yang
dilaksanakan secara konsisten dan harus ditandatangani oleh manajer
proyek/kepala proyek]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
A.2. Kepala Proyek/Project Manager harus mengesahkan Kebijakan K3
A.3. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.
B. ORGANISASI K3
Organisasi K3 terdiri dari personil yang memiliki kompetensi bidang K3
berasal dari pihak terkait dalam pelaksanaan proyek yang bertanggung jawab
K3, engineering, pelaksana konstruksi dan unit pendukung seperti SDM,
keuangan, dan tim pengelola K3 (kedaruratan, P3K, kebakaran). Organisasi ini
dibentuk sesuai kebutuhan dan tingkat kemampuan proyek.

90

Contoh:
Penanggung Jawab K3

Emergency/
kedaruratan

P3K

Kebakaran

C. PERENCANAAN K3
Penyedia jasa wajib membuat Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab untuk diserahkan,
dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksanaan
Kontrak sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.
C.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko
K3, dan Penanggung Jawab
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas,
Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab sesuai dengan format
pada Tabel 1.

91

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, SKALA PRIORITAS, PENGENDALIAN RISIKO K3, DAN PENANGGUNG JAWAB
Nama Perusahaan
Kegiatan
Lokasi
Tanggal dibuat

: ..................
: ..................
: ..................
: ..................

NO

URAIAN PEKERJAAN

(1)

(2)

Dst.

halaman : .. / ..

PENILAIAN RISIKO
IDENTIFIKASI
TINGKAT
BAHAYA
KEKERAPAN KEPARAHAN
RISIKO
(3)

(4)

(5)

(6)

SKALA
PRIORITAS

PENGENDALIAN
RISIKO K3

PENANGGUNG
JAWAB
(Nama Petugas)

(7)

(8)

(9)

92

Ketentuan Pengisian Tabel 1 :


Kolom (1) : Nomor urut uraian pekerjaan.
Kolom (2) : Diisi seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3
yang tertuang di dalam dokumen pelelangan.
Kolom (3) : Diisi dengan identifikasi bahaya yang akan timbul dari
seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3.
Kolom (4) : Diisi dengan nilai
(angka)
kekerapan
terjadinya
kecelakaan.
Kolom (5) : Diisi dengan nilai (angka) keparahan.
Kolom (6) : Perhitungan tingkat risiko K3 adalah nilai kekerapan x
keparahan.
Kolom (7) : Penetapan skala prioritas ditetapkan berdasarkan item
pekerjaan yang mempunyai tingkat risiko K3 tinggi,
sedang dan kecil, dengan penjelasan: prioritas 1 (risiko
tinggi), prioritas 2 (risiko sedang), dan prioritas 3 (risiko
kecil). Apabila tingkat risiko dinyatakan tinggi, maka item
pekerjaan tersebut menjadi prioritas utama (peringkat 1)
dalam upaya pengendalian.
Kolom (8) : Diisi bentuk pengendalian risiko K3. Bentuk pengendalian
risiko menggunakan hirarki pengendalian risiko
(Eliminasi, Substitusi, Rekayasa, Administrasi, APD), diisi
oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran (belum
memperhitungkan penilaian risiko dan skala prioritas.
Keterangan :
1. Eliminasi adalah mendesain ulang pekerjaan atau
mengganti material/ bahan sehingga bahaya dapat
dihilangkan atau dieliminasi.
Contoh : seorang
pekerja
harus
menghindari
bekerja di ketinggian namun pekerjaan
tetap dilakukan dengan menggunakan alat
bantu.
2. Substitusi adalah mengganti dengan metode yang
lebih aman dan/atau material yang tingkat bahayanya
lebih rendah.
Contoh : penggunaan tangga diganti dengan alat
angkat mekanik kecil untuk bekerja di
ketinggian.
3. Rekayasa teknik adalah melakukan modifikasi
teknologi atau peralatan guna menghindari terjadinya
kecelakaan.
Contoh : menggunakan perlengkapan kerja atau
peralatan lainnya untuk menghindari
terjatuh pada saat bekerja di ketinggian .
4. Administrasi adalah pengendalian melalui pelaksanaan
prosedur untuk bekerja secara aman.
Contoh : pengaturan waktu kerja (rotasi tempat kerja)
untuk
mengurangi
terpaparnya/
tereksposnya pekerja terhadap sumber
bahaya, larangan
menggunakan telepon
seluler di tempat
tertentu,
pemasangan
rambu-rambu keselamatan.
5. APD adalah alat pelindung diri yang memenuhi
standard dan harus dipakai oleh pekerja pada semua

93

pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaannya.


Contoh : Pemakaian
kacamata
las dan sarung
tangan kulit pada pekerjaan pengelasan.
Kolom (9) : Diisi penanggung jawab (nama petugas) pengendali risiko
K3.

C.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang
digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang
PU antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3;
3. ............. [diisi Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 lainnya
yang digunakan sebagai acuan
dalam melaksanakan SMK3
Konstruksi Bidang PU]
C.3. Sasaran dan Program K3
C.3.1. Sasaran
1. Sasaran Umum:
Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal (Zero Fatal Accidents) pada
pekerjaan konstruksi.
2. Sasaran Khusus:
Sasaran khusus adalah sasaran rinci dari setiap pengendalian
risiko yang disusun guna tercapainya Sasaran Umum, contoh
sebagaimana Tabel 2. Penyusunan Sasaran dan Program K3.
C.3.2. Program K3
Program K3 meliputi sumber daya, jangka waktu, indikator
pencapaian, monitoring, dan penanggung jawab, contoh
sebagaimana Tabel 2. Penyusunan Sasaran dan Program K3.

94

TABEL 2. TABEL PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM K3


Nama Perusahaan
Kegiatan
Lokasi
Tanggal dibuat
NO
(1)
1

:
:
:
:

..................
..................
..................
..................
SASARAN KHUSUS

URAIAN
PEKERJAAN

PENGENDALIAN
RISIKO

URAIAN

TOLOK UKUR

(2)

(3)

(4)

(5)

SUMBER DAYA
(6)
-

JANGKA
WAKTU
(7)

PROGRAM
BIAYA
INDIKATOR
PENANGGUN
(Rp)
MONITORING
PENCAPAIA
G JAWAB
N
(11)
(8)
(9)
(10)

95

Ketentuan Pengisian Tabel 2 :


Kolom (1)
: Nomor urut kegiatan.
Kolom (2)
: Diisi seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3
yang tertuang di dalam dokumen pelelangan.
Kolom (3)
: Diisi pengendalian risiko merujuk pada Tabel 1. kolom
(8).
Kolom (4)
: Diisi uraian dari sasaran khusus yang ingin dicapai
terhadap pengendalian risiko pada kolom (3).
Kolom (5)
: Tolok ukur merupakan ukuran yang bersifat kualitatif
ataupun kuantitatif terhadap pencapaian sasaran pada
kolom (4)
Kolom (6)
: Diisi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran yang hendak dicapai dari
kolom (5)
Kolom (7)
: Diisi jangka waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran khusus yang hendak dicapai.
Kolom (8)
: Indikator pencapaian adalah ukuran keberhasilan
pelaksanaan program.
Kolom (9)
: Diisi bentuk-bentuk monitoring yang dilaksanakan dalam
rangka memastikan bahwa pencapaian sasaran dipenuhi
sepanjang waktu pelaksanaan
Kolom (10) : Penanggung jawab pelaksana program
Kolom (11) : Diisi biaya kebutuhan pelaksanaan program
D. PENGENDALIAN OPERASIONAL
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang harus
mencakup seluruh upaya pengendalian pada Tabel 2., diantaranya :
1. Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 yang dituangkan dalam
Struktur Organisasi K3 beserta Uraian Tugas.
2. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai pada contoh
Tabel 2.;
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja;
4. Program-program detail pelatihan sesuai pengendalian risiko pada
contoh Tabel 2.;
5. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan;
6. Disesuaikan kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3 seperti yang
tertera pada contoh Tabel 1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab.
E. PEMERIKSAAN DAN EVALUASI KINERJA K3
Kegiatan pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian D. (Pengendalian Operasional)
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian C (Perencanaan K3) sesuai
dengan uraian Tabel 2. (sasaran dan program K3).

96

F. TINJAUAN ULANG K3
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. diklasifikasikan
dengan kategori sesuai dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana ditetapkan
pada tabel 2. Sasaran dan Program K3.
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja
dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakan perbaikan.
Dibuat oleh,
[Penanggung Jawab Lapangan/Team Leader]
( )
Penyedia Jasa

97

LAMPIRAN 2 (SAMPUL II) : DOKUMEN PENAWARAN BIAYA


CONTOH

A. BENTUK SURAT PENAWARAN BIAYA


[KOP PERUSAHAAN]

______________,_____________20__
Nomor
Lampiran

: _____________________
: _____________________

Kepada Yth.
Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I(B)
ULP Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
di
Yogyakarta
Perihal :

Penawaran Biaya untuk pekerjaan Inspeksi Besar Bendungan Sempor

Sehubungan dengan Undangan Pengambilan Dokumen Seleksi Nomor


02/Und/B.9/PPK.OPSDAI-SOPSDA.SO/2015 tanggal 02 April 2015 dan setelah kami
pelajari Dokumen Seleksi, Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan Adendum Dokumen
Seleksi], serta menunjuk Surat Penawaran Administrasi dan Teknis kami nomor
_____________ tanggal _____________ perihal Penawaran Administrasi dan Teknis
Inspeksi Besar Bendungan Sempor, dengan ini kami mengajukan Penawaran Biaya
untuk pekerjaan Inspeksi Besar Bendungan Sempor sebesar Rp______________
(____________________________) termasuk PPn.
Penawaran Biaya ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum
dalam Dokumen Seleksi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.
Sesuai dengan persyaratan Dokumen Seleksi, bersama Surat Penawaran Biaya ini kami
lampirkan :
1. Rekapitulasi Penawaran Biaya
2. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration)
3. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimburseable cost)
4. [Dokumen lain yang dipersyaratkan]
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan
akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Seleksi. Apabila
dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup
tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran, maka Pengadaan Jasa Konsultansi
dapat dibatalkan dan kami tidak akan menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun.
PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) /Koperasi _________________

[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

_____________
Jabatan

98

B.

BENTUK REKAPITULASI PENAWARAN BIAYA


CONTOH

REKAPITULASI BIAYA
PEKERJAAN
SATKER
PPK
SUMBER DANA
TAHUN ANGGARAN
NO

: Inspeksi Besar Bendungan Sempor


: Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
: Operasi dan Pemeliharaan SDA 1
: APBN
: 2015
URAIAN

JUMLAH (Rp)

I.

BIAYA LANGSUNG PERSONIL

Rp

II.

BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

Rp

Terbilang :

JUMLAH

Rp.

PPN 10 %

Rp.

TOTAL

Rp.

DIBULATKAN

Rp.

99

SUB REKAPITULASI BIAYA


PEKERJAAN
SATKER
PPK
SUMBER DANA
TAHUN ANGGARAN

URAIAN

NO
I.

: Inspeksi Besar Bendungan Sempor


: Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
: Operasi dan Pemeliharaan SDA 1
: APBN
: 2015
JUMLAH HARGA (Rp)

BIAYA LANGSUNG PERSONIL

I.1. Tenaga Ahli


I.2. Tenaga Pendukung

II.
II.1
II.2
II.3
II.4
II.5
II.6
II.7
II.8
II.9
II.10

JUMLAH I

Rp
Rp
Rp

JUMLAH II

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

JUMLAH [I+II]

Rp

BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL


Biaya Mobilisasi /Demobilisasi Personil
Biaya Dokumentasi
Biaya Sewa Kantor dan Perlengkapan kantor
Biaya Komunikasi
Biaya Transportasi
Biaya Survey dan Investigasi Lapangan
Biaya Tes Laboratorium
Biaya Pelaporan dan Gambar
Biaya Konsultasi ke Jakarta
Biaya Lain-Lain

100

C. BENTUK RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL (REMUNERATION)


CONTOH
RINCIAN ANGGARAN BIAYA (RAB)
PEKERJAAN
SATKER
PPK
SUMBER DANA
TAHUN ANGGARAN
I.

NO

: Inspeksi Besar Bendungan Sempor


: Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
: Operasi dan Pemeliharaan SDA 1
: APBN
: 2015

BIAYA LANGSUNG PERSONIL

POSISI

I.1. Tenaga Ahli


1 Ketua Tim/Ahli Bendungan
2 Ahli Bendungan
3 Ahli Geologi/Geoteknik
4 Ahli Geodesi
5 Ahli Hidrologi (Hydrologist )
6 Ahli Hidromekanikal/Elektrikal
(Hydromechanical/Electrical Spesialist )
7 Ahli Lingkungan
8 Ahli Instrumentasi Bendungan
9 Ahli Estimasi Biaya (Cost Estimate ) dan
Dokumen Lelang
10 Ahli Operasi dan Pemeliharaan

I.2. Tenaga Pendukung


1 Administrasi/Keuangan
2 Operator Komputer
3 Surveyor
4 CAD Operator/Juru Gambar (Digital)
5 Penyelam (Diver )
6 Assisten Penyelam
7 Tenaga Lokal

SATUAN

JUMLAH
ORANG

JUMLAH
BULAN

JUMLAH ORANG
BULAN

OB
OB
OB
OB
OB
OB

1,00
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00

7,00
6,00
4,00
3,00
4,00
4,00

7,00
6,00
4,00
3,00
4,00
4,00

OB
OB
OB

1,00
1,00
1,00

3,00
4,00
3,00

3,00
4,00
3,00

OB
OB

1,00

3,00

3,00
41,00

Jumlah I.1.

OB
OB
OB
OB
OB
OB
OB
OB
OB

1,00
1,00
2,00
1,00
1,00
2,00
3,00

7,00
7,00
6,00
3,00
1,00
2,00
15,00
41,00
82,00

Jumlah I.2
Jumlah ( I.1+I.2 )

7,00
7,00
3,00
3,00
1,00
1,00
5,00

JUMLAH BIAYA PER


BULAN (Rp)

TOTAL BIAYA LANGSUNG PERSONIL

JUMLAH HARGA (Rp)

101

D. BENTUK

RINCIAN

BIAYA

LANGSUNG

NON-PERSONIL

(DIRECT

REIMBURSEABLE COST)6
CONTOH

II.

BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

II.1 Biaya Mobilisasi /Demobilisasi Personil

NO

1.

URAIAN

Perjalanan Dinas
a. Tenaga Ahli
b. Tenaga Pendukung

SATUAN

JUMLAH
ORANG

JUMLAH
TRIP
/JUMLAH
HARI

JUMLAH OT
/JUMLAH OH

Orang Hari
Orang Hari

10,00
2,00

30,00
12,00

300,00
24,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.1
II.2 Biaya Dokumentasi
NO

URAIAN

1 Sewa Camera Digital


2 Sewa Camera Bawah Air

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Unit Bulan
Unit Bulan

1,00
1,00

7,00
1,00

7,00
1,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.2
II.3 Biaya Sewa Kantor dan Perlengkapan kantor
NO

URAIAN

1
2
3
4

Sewa Base Camp Lapangan


Sewa Komputer
Sewa Printer
Sewa Plotter

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Unit Bulan
Unit Bulan
Unit Bulan
Unit Bulan

1,00
4,00
2,00
1,00

7,00
7,00
7,00
7,00

7,00
28,00
14,00
7,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.3
II.4 Biaya Komunikasi
NO

URAIAN

1 Telepon /Voucher Pulsa

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Unit Bulan

1,00

7,00

7,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.4
II.5 Biaya Transportasi
NO

URAIAN

1 Sewa Kendaraan Roda 2


2 Sewa Kendaraan Roda 4
3 Sewa Perahu Karet

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Unit Bulan
Unit Bulan
Unit Bulan

2,00
1,00
2,00

7,00
7,00
1,00

14,00
7,00
2,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.5

Biaya langsung non-personil adalah biaya yang benar-benar diperlukan dalam menunjang
pelaksanaan pekerjaan. Biaya keuntungan (profit) dan biaya umum (overhead cost) tidak
diperkenankan.

102

II.6 Biaya Survey dan Investigasi Lapangan


SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Set

1,00

3,00

3,00

Unit Bulan
Unit Bulan
Buah
Buah
Ls
Ls
Ls

1,00
1,00
6,00
12,00
1,00
1,00
1,00

3,00
3,00

3,00
3,00

Survey Hidrologi /Hidrometri


1 Survey Hidrologi /Hidrometri termasuk
pengamatan muka air waduk

Ls

1,00

Investigasi Geologi Teknik /Mektan


1 Investigasi Geologi teknik /Mektan tubuh
bendungan

Ls

1,00

Investigasi Bawah Air Bendungan


1 Investigasi bawah air tubuh bendungan dan
sistem pintu/gate

Ls

1,00

Ls

1,00

Ls

1,00

NO

A.

B.

C.

D.

E.

F.

URAIAN

Survey Topografi /Bathimetri


1 Sewa
Alat
ukur
topografi
perlengkapannya
2 Meteran Rol
3 GPS
4 Patok Beton Bench Mark (BM)
5 Patok Beton Control Point (CP)
6 Patok Kayu
7 Paku, Cat dan Kuas
8 Pengukuran Bathimetri

dan

Investigasi hidromekanikal dan


pembacaan Instrumen
1 Pemeriksaan /uji operasi hidromekanikal
dan pembacaan Instrumen bendungan
Survey Lingkungan
1 Survey/ kajian Fisika dan Kimia terhadap
Ekologi Lingkungan

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.6
II.7 Biaya Tes Laboratorium
URAIAN
NO
1
2
3
4

Test Soil Properties (Mektan)


Test Sedimentasi
Uji Kualitas Air
Uji Kualitas Udara /Ambien

SATUAN

JUMLAH

Sampel
Sampel
Sampel
Sampel

12,00
8,00
8,00
2,00

HARGA SATUAN (Rp)

Jumlah II.7

JUMLAH HARGA (Rp)

103

II.8 Biaya Pelaporan dan Gambar


URAIAN
NO
1
2
3
4

5
6

7
8
9
10
11
12

SATUAN

JUMLAH

Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK)


Laporan Pendahuluan (Inception Report)
Laporan Bulanan
Laporan Penunjang (Supporting Report) :
a. Laporan Pemeriksaan Visual :
1. Laporan Inspeksi di atas Permukaan Air
2. Laporan Inspeksi di bawah Permukaan Air
b. Laporan Khusus Pemeriksaan Detail (Investigasi) Batu
Lapis Lindung Lereng Hilir (Dam Rip-Rap )

Ganda
Ganda
Ganda

10,00
15,00
35,00

Ganda
Ganda
Ganda

10,00
10,00
10,00

c. Laporan Evaluasi dan Analisis Hidrologi


d. Laporan Evaluasi dan Analisis Instrumentasi
e. Laporan Evaluasi Sistem OP dan Rencana Tindak Lanjut
f. Laporan Evaluasi Keamanan Bendungan
Laporan Antara (Interim Report)
Laporan Perencanaan :
a. Laporan Sistem Planning
b. Nota Desain (Design Note) & Metode Pelaksanaan
c. Gambar Perencanaan :
* Gambar A1
* Gambar A3
d. BOQ dan RAB
e. Dokumen Tender (termasuk spesifikasi teknis)
Laporan Akhir Sementara (Draft Final Report)
Laporan Akhir (Final Report)
Laporan Ringkas (Summary Report)
Pedoman O&P
Dokumen Lingkungan Hidup
Foto Dokumentasi

Ganda
Ganda
Ganda
Ganda
Ganda

10,00
10,00
10,00
10,00
10,00

Ganda
Ganda

5,00
5,00

Ganda
Ganda
Ganda
Ganda
Ganda
Ganda
Ganda
Ganda
Ganda
Album

2,00
10,00
5,00
5,00
10,00
10,00
10,00
10,00
10,00
2,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.8
II.9 Biaya Konsultasi ke Jakarta
URAIAN
NO
1 Biaya Konsultasi/Presentasi di Subdit OP Bendungan
a. Akomodasi
b. Kelengkapan, Fasilitas dan Transportasi Konsultasi/Presentasi
c. Biaya Konsultasi/Presentasi
2 Biaya Konsultasi/Presentasi di Komisi Keamanan Bendungan
a. Akomodasi
b. Kelengkapan, Fasilitas dan Transportasi Konsultasi/Presentasi
c. Biaya Sidang Komisi

SATUAN

JUMLAH

Kali
Kali
Kali

1,00
1,00
1,00

Kali
Kali
Kali

3,00
3,00
3,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.9
II.10 Biaya Lain-Lain
NO
1
2
3
4
5

URAIAN

Pengumpulan dan Pengadaan Data


Diskusi Laporan
Sosialisasi /Konsultasi Publik /Asistensi
Backup Data Flashdisk
Backup Data Hardisk External

SATUAN

JUMLAH

Ls
Kali
Ls
Bh
Bh

1,00
3,00
1,00
5,00
1,00

HARGA SATUAN (Rp)

Jumlah II.10

TOTAL BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

JUMLAH HARGA (Rp)

104

BAB VII. BENTUK RANCANGAN KONTRAK


[kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
SURAT PERJANJIAN
(Kontrak Lump Sum)
untuk melaksanakan
Paket Pekerjaan Jasa Konsultansi:

Inspeksi Besar Bendungan Sempor


Nomor : __________
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut
Kontrak) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________
tanggal __ bulan __________ tahun ____, berdasarkan Surat Penetapan
Pemenang No_________tanggal________ dan Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) No___________tanggal___________, antara :
Nama
: __________________ [nama PPK]
NIP
: __________________ [NIP PPK]
Jabatan
: __________________ [sesuai SK pengangkatan]
Berkedudukan di : __________________ [alamat PPK]
yang bertindak untuk dan atas nama ______________[nama satuan kerja PPK]
selanjutnya disebut PPK, dengan:
Nama
: __________________ [nama wakil penyedia]
Jabatan
: __________________ [sesuai akta notaris]
Berkedudukan di : __________________ [alamat penyedia]
Akta notaris
Nomor
: __________________ [sesuai akta notaris]
Tanggal
: __________________ [tanggal penerbitan akta]
Notaris
: __________________ [nama notaris penerbit akta]
yang bertindak untuk dan atas nama ______________[nama Badan Usaha]
selanjutnya disebut Penyedia
Dan dengan memperhatikan :
1. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang perikatan);
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan
Jasa Konstruksi. Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
No. 59 Tahun 2010;
4. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden
No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya ;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : ..............

105

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:


(a)

telah diadakan proses seleksi penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen
Seleksi;

(b)

PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam kontrak ini


melalui suatu Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) untuk
melaksanakan Pekerjaan Inspeksi Besar Bendungan Sempor sebagaimana
diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang merupakan satu
kesatuan dalam Kontrak ini selanjutnya disebut Pekerjaan Jasa
Konsultansi;

(c)

Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional,


personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk
melaksanakan Pekerjaan Jasa Konsultansi sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan dalam Kontrak ini;

(d)

PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan


menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

(e)

PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan


penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak:

untuk

1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi


oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta
semua fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui
hal-hal sebagai berikut:
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan
makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup utama pekerjaan dalam kontrak ini terdiri dari :
1. ................
2. ................
3. Dst.
Pasal 3
NILAI KONTRAK DAN PEMBAYARAN
(1) Total harga Kontrak atau nilai Kontrak setelah Pajak Pertambahan
Nilai (PPN) sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Hasil Evaluasi

106

Seleksi adalah sebesar Rp...................... (.........dalam huruf............. rupiah).


(2) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke rekening nomor: ............. atas
nama penyedia : ...............;
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang
tidak terpisahkan dari Kontrak ini:
a. Adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. Pokok Perjanjian;
c. Surat Penawaran berikut Data Penawaran Biaya;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. Kerangka Acuan Kerja;
g. Data Teknis selain Kerangka Acuan Kerja;
h. Dokumen-dokumen kelengkapan seleksi, yaitu Surat Jaminan, Surat
Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, dan Berita-Berita Acara Seleksi.
(2) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika
terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan
ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan
dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 5
DOKUMEN KONTRAK
(1) PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk:
a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Penyedia;
c) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan
oleh pihak Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan Kontrak; dan
d) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam
Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia.
(2) Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk:
a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam Kontrak;
b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana
dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan Kontrak;
c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
e) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat, dan
penuh tanggung jawab sesuai yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
f)memberikan
keterangan-keterangan
yang
diperlukan
untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
g) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; dan

107

h) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti menerapkan

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi


lingkungan tempat kerja serta membatasi perusakan dan gangguan
kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia;
Pasal 5
MASA KONTRAK
Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan
dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana
diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.
Dengan demikian, PPK dan penyedia telah bersepakat untuk menandatangani
Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan
dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak,
rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi
meterai.
Untuk dan atas nama __________
Penyedia

Untuk dan atas nama __________


PPK

[tanda tangan dan cap (jika salinan


asli ini untuk proyek/satuan kerja
Pejabat Pembuat Komitmen maka
rekatkan materai Rp 6.000,-)]

[tanda tangan dan cap (jika salinan


asli ini untuk Penyedia Jasa
Konsultansi maka rekatkan materai Rp
6.000,-)]

[nama lengkap]
[jabatan]

[nama lengkap]
[jabatan]

108

SURAT PERJANJIAN
(Lump Sum)
[Apabila Penyedia Berbentuk Kemitraan/KSO]
Paket Pekerjaan Jasa Konsultansi :
..........................
Nomor: ........................
Surat perjanjian ini berikut semua lampirannya selanjutnya disebut Kontrak
dibuat dan ditandatangani di ...................... pada hari ...................... tanggal .
bulan ...................... tahun ...................... [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan
huruf] antara :
Nama
: ...................... [nama Pejabat Pembuat Komitmen]
NIP
: ...................... [NIP Pejabat Pembuat Komitmen]
Jabatan
: PPK .............. [SK Pengangkatan]
Berkedudukan di
: ..................... [alamat Pejabat Pembuat Komitmen]
yang bertindak untuk dan atas nama ....................... [nama proyek/satuan
kerja Pejabat Pembuat Komitmen], berdasarkan
Surat
.........
No.
.............tanggal ....................., yang selanjutnya disebut PPK dengan:
Kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai berikut:
1. Nama Penyedia Jasa: PT / CV
: ....................... [nama penyedia jasa]
Alamat
: ....................... [alamat Penyedia Jasa]
2. Nama Penyedia Jasa
: ..................... [jabatan wakil penyedia]
Alamat
: ................... [alamat Penyedia]
3. ........dst
yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi
dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap PPK berdasarkan
Kontrak ini dan telah menunjuk ...................... [nama anggota kemitraan
yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas nama
Kemitraan yang berkedudukan di ...................... [alamat Penyedia wakil
kemitraan], berdasarkan surat Perjanjian kemitraan/KSO No. ................
tanggal ...................... (selanjutnya disebut Penyedia).
Dan dengan memperhatikan :
6. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang jasa Konstruksi;
7. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang perikatan);
8. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan
Jasa Konstruksi. Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
No. 59 Tahun 2010;
9. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden
No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya ;
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : ..............

109

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:


(a)

telah diadakan proses seleksi penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen
Seleksi;

(b)

PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam kontrak ini


melalui suatu Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) untuk
melaksanakan Pekerjaan Inspeksi Besar Bendungan Sempor sebagaimana
diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang merupakan satu
kesatuan dalam Kontrak ini selanjutnya disebut Pekerjaan Jasa
Konsultansi;

(c)

Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional,


personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk
melaksanakan Pekerjaan Jasa Konsultansi sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan dalam Kontrak ini;

(d)

PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan


menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

(e)

PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan


penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak:

untuk

1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi


oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta
semua fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui
hal-hal sebagai berikut:
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan
makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup utama pekerjaan dalam kontrak ini terdiri dari :
1. ................
2. ................
3. Dst.
Pasal 3
NILAI KONTRAK DAN PEMBAYARAN
1. Total harga Kontrak atau nilai Kontrak setelah Pajak Pertambahan

110

Nilai (PPN) sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Hasil Evaluasi


Seleksi adalah sebesar Rp...................... (.........dalam huruf............. rupiah).
2. Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke rekening nomor: ............. atas
nama penyedia : ...............;
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(3) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang
tidak terpisahkan dari Kontrak ini:
a. Adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. Pokok Perjanjian;
c. Surat Penawaran berikut Data Penawaran Biaya;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. Kerangka Acuan Kerja;
g. Data Teknis selain Kerangka Acuan Kerja;
h. Dokumen-dokumen kelengkapan seleksi, yaitu Surat Jaminan, Surat
Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, dan Berita-Berita Acara Seleksi.
(4) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika
terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan
ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan
dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 5
DOKUMEN KONTRAK
(1) PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk:
a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Penyedia;
c) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan
oleh pihak Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan Kontrak; dan
d) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam
Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia.
(2) Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk:
a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam Kontrak;
b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana
dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan Kontrak;
c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
e) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat, dan
penuh tanggung jawab sesuai yang telah ditetapkan dalam Kontrak;

111

f)memberikan

keterangan-keterangan
yang
diperlukan
untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
g) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; dan
h) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti menerapkan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi
lingkungan tempat kerja serta membatasi perusakan dan gangguan
kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia;
Pasal 5
MASA KONTRAK
Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan
dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana
diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.
Dengan demikian, PPK dan penyedia telah bersepakat untuk menandatangani
Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan
dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak,
rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi
meterai.
Untuk dan atas nama __________
Penyedia

Untuk dan atas nama __________


PPK

[tanda tangan dan cap (jika salinan


asli ini untuk proyek/satuan kerja
Pejabat Pembuat Komitmen maka
rekatkan materai Rp 6.000,-)]

[tanda tangan dan cap (jika salinan


asli ini untuk Penyedia Jasa
Konsultansi maka rekatkan materai Rp
6.000,-)]

[nama lengkap]
[jabatan]

[nama lengkap]
[jabatan]

112

BAB VIII. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)


A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi

Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat


Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran
seperti yang dimaksudkan sebagai berikut :
1.1

Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional


yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai
bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah
pikir (brainware).

1.2

Kontrak Lump Sum adalah pengadaan Jasa


Konsultansi didasarkan atas produk/keluaran
(Output based) yang harus dihasilkan konsultan
sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/TOR untuk
menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam batas
waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti
dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi
dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya
ditanggung oleh penyedia jasa.

1.3

Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA


adalah pemegang kewenangan penggunaan
anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja
Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan
pada Institusi Pengguna APBN/APBD.

1.4

Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya


disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh
PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh
Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.

1.5

Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya


disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung
jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

1.6

Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah


panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang
bertugas memeriksa dan menerima hasil
pekerjaan.

1.7

Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau


pengawas intern pada institusi lain yang
selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu,
evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan
lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi
organisasi.

1.8

Penyedia adalah adalah badan usaha yang


menyediakan Jasa Konsultansi dan telah ditetapkan

113

sebagai pemenang oleh Pokja ULP.


1.9

Sub penyedia adalah badan usaha yang


mengadakan perjanjian kerja sama dengan
penyedia, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan
(subkontrak).

1.10 Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) adalah kerja


sama usaha antara penyedia nasional maupun
dengan penyedia asing yang masing-masing pihak
mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab
yang jelas berdasarkan kesepakatan bersama yang
dituangkan dalam perjanjian tertulis.
1.11 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan,
adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah
dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional),
yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan
oleh penyedia kepada PPK untuk menjamin
terpenuhinya kewajiban penyedia.
1.12 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya
disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara
PPK dengan penyedia yang mencakup SyaratSyarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan SyaratSyarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain
yang ditetapkan dalam Surat Perjanjian.
1.13 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum
dalam Kontrak.
1.14 Hari adalah hari kalender.
1.15 Rincian Biaya Langsung Personil adalah
remunerasi atau upah yang diterima oleh personil
inti, yang telah memperhitungkan biaya umum
(overhead), biaya sosial
(social charge),
keuntungan (profit) maksimal 10%, tunjangan
penugasan, dan biayabiaya kompensasi lainnya,
dihitung menurut jumlah satuan waktu tertentu
(bulan, minggu, hari, atau jam).
1.16 Rincian Biaya Langsung Non Personil adalah biaya
yang sebenarnya dikeluarkan penyedia untuk
pengeluaran-pengeluaran yang sesungguhnya
(at cost), yang meliputi antara lain biaya untuk
pembelian ATK, sewa peralatan, biaya perjalanan,
biaya pengiriman dokumen, biaya pengurusan
surat ijin, biaya komunikasi, biaya pencetakan
laporan,
biaya
penyelenggaraan
seminar/
workshop/lokakarya, dan lain-lain.

114

1.17 Jadwal Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang


menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap
pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik
dan dapat dilaksanakan.
1.18 Personil Inti adalah tenaga ahli atau tenaga teknis
yang akan ditempatkan secara penuh sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan dalam
Dokumen Seleksi serta posisinya dalam manajemen
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi
pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan
pekerjaan.
1.19 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya
kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatangan
kontrak sampai dengan tanggal penyelesaian
pekerjaan.
1.20 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja
penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK), yang diterbitkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen.
1.21 Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal
penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi ini oleh
penyedia yang tercantum dalam SPMK.
1.22 Kerangka Acuan Kerja yang selanjutnya disebut
KAK adalah yang disusun oleh PPK untuk
menjelaskan tujuan, lingkup jasa konsultansi serta
keahlian yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan berdasarkan Kontrak ini.
1.23 Penawaran Biaya adalah rincian yang memuat
setiap komponen pekerjaan Jasa Konsultansi yang
harus dilaksanakan oleh penyedia berikut harga
satuannya (mata pembayaran) dan merupakan
bagian dari Dokumen Penawaran penyedia.
1.24 Penawaran Teknis
adalah data teknis yang
memuat pendekatan teknis, metodologi, dan
program kerja penyedia dalam pelaksanaan Jasa
Konsultansi ini. Penawaran Teknis merupakan
bagian dari penawaran penyedia.
1.25 Syarat-Syarat Khusus Kontrak yang selanjutnya
disebut SSKK adalah syarat yang berisikan
ketentuan-ketentuan tambahan yang dapat
mengubah atau menambah SSUK.
1.26 Syarat-Syarat Umum Kontrak yang selanjutnya
disebut SSUK adalah syarat yang berisikan

115

ketentuan-ketentuan umum dalam pelaksanaan


kontrak.
1.27 Surat Perintah Pembayaran yang selanjutnya
disebut SPP adalah surat yang diterbitkan oleh PPK
dan merupakan salah satu tahapan dalam
mekanisme pelaksanaan pembayaran atas beban
Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah.
1.28 Tenaga Ahli adalah bagian dari Personil dengan
keahlian, kualifikasi, dan pengalaman di bidang
tertentu.
2. Penerapan

Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) diterapkan secara


luas dalam pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultansi ini
tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuanketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih
tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Surat
Perjanjian.

3. Bahasa dan
Hukum

3.1

Bahasa kontrak menggunakan Bahasa Indonesia

[kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar


negeri menggunakan bahasa Indonesia dan
bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut
dan/atau bahasa Inggris].
3.2

Hukum yang digunakan adalah hukum yang


berlaku di Indonesia [kecuali dalam rangka

pinjaman/hibah luar negeri menggunakan


hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum
yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah
(tergantung kesepakatan antara pemerintah dan
negara pemberi hibah)].
4. Keutuhan
Kontrak

Kontrak ini memuat semua ketentuan dan persyaratan


yang telah disetujui oleh Para Pihak. Para Pihak tidak
diperbolehkan
untuk
mengikatkan
diri
atau
bertanggung jawab atas pernyataan, janji, atau
persetujuan yang tidak tercantum dalam Kontrak ini.

5. Pemisahan

Jika salah satu atau beberapa ketentuan dalam Kontrak


ini berdasarkan peraturan perundang-undangan
menjadi tidak sah, tidak berlaku, atau tidak dapat
dilaksanakan maka ketentuan-ketentuan lain tetap
berlaku secara penuh.

6. Perpajakan

Ketentuan mengenai perpajakan adalah seluruh


ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

7. Korespondensi

Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan


berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis
dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah
diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung

116

kepada wakil sah Para Pihak, atau jika disampaikan


melalui surat, e-mail, dan/atau faksimili yang ditujukan
ke alamat yang tercantum dalam SSKK.
8. Asal Jasa
Konsultansi

8.1

Pekerjaan Jasa Konsultansi ini dikerjakan terutama


oleh tenaga Indonesia pada lokasi-lokasi yang
tercantum dalam KAK. Jika lokasi untuk bagian
pekerjaan tertentu tidak tercantum maka lokasi
akan ditentukan oleh PPK.

8.2

Jika dalam proses pekerjaan Jasa Konsultansi


digunakan komponen berupa barang, jasa, atau
gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam
negeri (impor) maka penggunaan komponen
impor harus sesuai dengan yang dicantumkan
dalam Dokumen Penawaran.

8.3

Tindakan pencantuman komponen impor yang


tidak dapat dipertanggungjawabkan dapat
dipersamakan dengan tindakan penipuan dan
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

9. Penggunaan
Dokumen
Kontrak dan
Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dokumendokumen kontrak atau dokumen lainnya yang
berhubungan dengan kontrak oleh pihak lain, misalnya
Kerangka Acuan Kerja, gambar-gambar, pola, serta
informasi lain yang berkaitan dengan kontrak tanpa ijin
tertulis dari PPK.

10. Hak Atas


Kekayaan
Intelektual

Penyedia wajib membebaskan PPK dari segala tuntutan


atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan
penggunaan HAKI oleh penyedia.

11. Layanan
Tambahan

Penyedia wajib menyediakan layanan tambahan lainnya


seperti pembuatan maket/model dari hasil desain sesuai
dengan lingkup pekerjaannya.

12. Surat Perintah


Mulai Kerja
(SPMK)

12.1 PPK menyerahkan seluruh/sebagian lokasi


pekerjaan dan/atau dokumen tertentu yang
dibutuhkan
kepada
penyedia
sebelum
diterbitkannya SPMK.
12.2 PPK menerbitkan SPMK selambat-lambatnya
14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal
penandatanganan Kontrak.
12.3 Dalam SPMK
dicantumkan
saat
paling
lambat dimulainya pelaksanaan kontrak oleh
penyedia.

13. Program Mutu

13.1

Program mutu disusun oleh penyedia, yang


paling sedikit berisi:

117

a. informasi mengenai pekerjaan yang akan


dilaksanakan;
b. organisasi kerja penyedia;
c. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d. jadwal penugasan tenaga ahli dan tenaga
pendukung;
e. prosedur pelaksanaan pekerjaan;
f. prosedur instruksi kerja; dan
g. pelaksana kerja.
13.2
B. PELAKSANAAN,
KONTRAK
14 Jadwal
Pelaksanaan
Pekerjaan

Program mutu dapat direvisi sesuai kondisi


lokasi pekerjaan.

PENYELESAIAN,

PERUBAHAN,

DAN

PEMUTUSAN

14.1 tanggal mulai berlaku kontrak dan jangka


waktu penyelesaian pekerjaan tercantum dalam
SSKK;
14.2 tanggal mulai dilaksanakannya
tercantum dalam SPMK;

pekerjaan

14.3 tanggal penyerahan


hasil pekerjaan dari
penyedia kepada PPK tercantum dalam SPMK;
15 Rapat Persiapan
Pelaksanaan
Kontrak

15.1 PPK bersama penyedia dapat menyelenggarakan


rapat persiapan pelaksanaan kontrak.
15.2 Dalam
rapat
persiapan,
PPK
dapat
mengikutsertakan Tim Teknis dan/atau Tim
Pendukung.
15.3 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam
rapat persiapan pelaksanaan kontrak adalah:
a. program mutu;
b. organisasi kerja;
c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
d. jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi
peralatan dan personil (apabila diperlukan);
dan
e. rencana pelaksanaan pemeriksaan lapangan
bersama.
15.4 Hasil rapat persiapan pelaksanaan kontrak
dituangkan dalam Berita Acara Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak yang ditandatangani oleh
seluruh peserta rapat.

16 Mobilisasi

16.1 Penyedia melakukan mobilisasi setelah tanggal


dimulainya pelaksanaan pekerjaan.

118

16.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup


pekerjaan, yaitu:
a. mendatangkan tenaga ahli;
b. mendatangkan tenaga pendukung; dan/atau
c. menyiapkan peralatan pendukung;
16.3 Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.
17 Pengawasan
dan
Pemeriksaan

17.1 Pemeriksaan Bersama


a. Pada tahap awal pelaksanaan kontrak dan
pelaksanaan pekerjaan, PPK atau pihak lain
yang ditunjuk oleh PPK bersama-sama dengan
penyedia melakukan pemeriksaan bersama
yang mencakup antara lain pemeriksaan
kesesuaian personil dan/atau peralatan
dengan
persyaratan
kontrak.
Hasil
pemeriksaan akan dituangkan dalam berita
acara pemeriksaan.
b. Jika dalam pemeriksaan bersama ditemukan
hal-hal
yang
dapat
mengakibatkan
perubahan isi kontrak maka perubahan
tersebut akan dituangkan dalam amandemen
kontrak.
c. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa
personil dan/atau peralatan ternyata belum
memenuhi persyaratan kontrak maka
penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan
dengan syarat personil dan/atau peralatan
yang belum memenuhi syarat harus segera
diganti dalam jangka waktu yang disepakati
bersama dengan memperhatikan Pasal
tentang Personil Konsultan dan Subkonsultan.
17.2 Pemeriksaan Personil dan Peralatan
a. Pemeriksaan (inspeksi) personil dan peralatan
harus dilaksanakan setelah personil dan
peralatan tiba di lokasi pekerjaan serta
dibuatkan Berita Acara Hasil Inspeksi/
Pemeriksaan yang ditandatangani oleh PPK
dan penyedia.
b. Dalam pemeriksaan personil dan peralatan,
PPK dapat dibantu Tim Teknis dan/atau Tim
Pendukung.
c. Bila hasil inspeksi/pemeriksaan personil dan
peralatan
ternyata
belum
memenuhi
persyaratan,
maka
penyedia
dapat
melaksanakan pekerjaan dengan syarat
personil dan peralatan yang belum memenuhi
syarat harus diganti sesuai dengan ketentuan
dalam Kontrak.
d. Apabila dalam pemeriksaan personil dan
peralatan mengakibatkan perubahan isi

119

Kontrak maka harus dituangkan dalam


bentuk adendum Kontrak.
17.3 Pemeriksaan Lapangan
a. Apabila diperlukan, PPK bersama-sama
dengan penyedia melakukan pemeriksaan
lapangan untuk melakukan pengukuran dan
pemeriksaan detail kondisi lapangan.
b. Untuk pemeriksaan lapangan, PPK dapat
dibantu Tim Teknis dan/atau Tim Pendukung.
c. Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan
dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan
yang ditandatangani oleh PPK dan penyedia.
d. Apabila dalam pemeriksaan lapangan
mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka
harus dituangkan dalam adendum Kontrak.
18 Jaminan

Jaminan Uang Muka:


18.1 Rp.750 juta maka Jaminan dapat diterbitkan
oleh Bank Umum, Perusahaan Asuransi/
Perusahaan Penjamin.
18.2 Jaminan Uang Muka untuk pekerjaan dengan
nilai > Rp.750 juta maka Jaminan harus
diterbitkan oleh Bank Umum.
18.3 Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK
dalam rangka pengambilan uang muka dengan
nilai 100% (seratus persen) dari besarnya uang
muka.
18.4 Nilai jaminan Uang Muka dapat dikurangi
secara proporsional sesuai dengan pengembalian
uang muka.
18.5 Masa
berlakunya
jaminan
uang
muka
sekurang- kurangnya sejak tanggal persetujuan
pemberian uang muka sampai dengan tanggal
penyerahan pertama pekerjaan.
18.6 Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh Bank
Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan
asuransi.
18.7 Bentuk surat jaminan Uang Muka: memuat nama
dan alamat PPK, penyedia yang ditunjuk,
dan hak penjamin, nama paket kontrak, nilai
jaminan uang muka dalam angka dan huruf,
kewajiban pihak-pihak penjamin
untuk
mencairkan
Surat
Jaminan
Uang Muka
selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja
tanpa syarat kepada PPK, masa berlaku jaminan
uang muka dan tanda tangan penjamin.

120

19 Pembayaran

19.1 Uang Muka:


a. Uang Muka dapat diberikan kepada penyedia
untuk:
1) mobilisasi alat dan tenaga kerja;
2) pembayaran uang tanda jadi kepada
pemasok barang/material; dan/atau
3) persiapan teknis lain yang diperlukan
bagi pelaksanaan pengadaan.
b. Uang Muka dapat diberikan kepada penyedia
dengan ketentuan sebagai berikut:
1) untuk usaha kecil paling tinggi 30%
(tiga puluh perseratus) dari nilai Kontrak;
atau
2) untuk usaha non kecil paling tinggi 20%
(dua puluh perseratus) dari nilai Kontrak.
c. Besarnya Uang Muka untuk Kontrak Tahun
Jamak, yaitu:
1) 20% (dua puluh
perseratus)
dari
Kontrak tahun pertama; atau
2) 15% (lima belas perseratus) dari total
nilai Kontrak.
d. Ketentuan mengenai pemberian uang muka
beserta besarannya ditetapkan dalam SSKK.
e. Penyedia dapat mengajukan permintaan
pembayaran uang muka secara tertulis kepada
PPK disertai dengan rencana penggunaan
uang muka untuk melaksanakan pekerjaan
sesuai Kontrak.
f. PPK
mengajukan
surat
permintaan
pembayaran untuk permohonan tersebut
setelah Jaminan Uang Muka diterima dari
penyedia.
g. Pengembalian uang muka diperhitungkan
berangsur-angsur secara proporsional pada
setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan
paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan
mencapai prestasi 100 % (seratus perseratus).
h. Untuk kontrak tahun jamak, nilai Jaminan
Uang Muka secara bertahap dapat dikurangi
sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan.
19.2 Pembayaran prestasi pekerjaan:
a. Pembayaran
prestasi
pekerjaan
dapat
diberikan
dalam
bentuk:
pembayaran
bulanan/pembayaran berdasarkan tahapan
penyelesaian pekerjaan (termin)/pembayaran
secara sekaligus, sesuai dengan yang
ditetapkan dalam SSKK.
b. Pembayaran prestasi kerja diberikan kepada
penyedia
setelah
dikurangi
angsuran
pengembalian Uang Muka dan denda apabila
ada, serta pajak.

121

c. Permintaan pembayaran kepada PPK untuk


Kontrak yang menggunakan subkontrak, harus
dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh
subkontrak sesuai dengan perkembangan
(progress) pekerjaannya.
d. Pembayaran
bulanan/termin,
dilakukan
senilai pekerjaan yang telah diselesaikan.
19.3 Cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata
uang yang digunakan harus disesuaikan dengan
ketentuan dalam SSKK.
19.4 Penangguhan Pembayaran
a. PPK dapat menangguhkan pembayaran
setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia
jika penyedia gagal atau lalai memenuhi
kewajiban kontraktualnya.
b. Pembayaran
yang ditangguhkan
harus
disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau
kelalaian penyedia.
c. Penangguhan dilakukan dengan terlebih
dahulu
menyampaikan
pemberitahuan
tertulis kepada penyedia yang memuat:
1) alasan penangguhan pembayaran; dan
2) persyaratan kepada penyedia untuk
memenuhi
kewajiban-kewajibannya
dalam jangka waktu 14 (empat
belas)
hari kerja setelah pemberitahuan diterima.
d. Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan
pembayaran dapat dilakukan bersamaan
dengan pengenaan denda kepada penyedia.
20 Harga

20.1 PPK membayar


pekerjaan.

kepada

atas

pelaksanaan

20.2 Harga kontrak telah memperhitungkan: biaya


umum (overhead), biaya sosial (social charge),
keuntungan (profit) maksimal 10 %, tunjangan
penugasan, dan biayabiaya kompensasi lainnya,
yang dihitung menurut jumlah satuan waktu
tertentu.
20.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian
yang tercantum dalam Rincian Biaya Personil dan
Rincian Biaya Non Personil sesuai dengan Berita
Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan
Biaya.
20.4 Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi ini dibiayai
dari sumber pendanaan yang disebut dalam
SSKK.

122

21 Perubahan
Kontrak

21.1 Perubahan kontrak bisa dilaksanakan apabila


disetujui oleh para pihak, yang meliputi :
a. perubahan lingkup pekerjaan disebabkan
oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para
pihak dalam kontrak sehingga mengubah
lingkup pekerjaan dalam kontrak;
b. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan
akibat adanya perubahan lingkup pekerjaan;
dan/atau
c. perubahan harga kontrak akibat adanya
perubahan lingkup
pekerjaan
dan/atau
perubahan pelaksanaan pekerjaan.

22 Perubahan
Lingkup
Pekerjaan

22.1 Apabila terdapat perbedaan yang signifikan


antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan
dengan Kerangka Acuan Kerja yang telah
ditentukan dalam Kontrak, maka PPK bersama
penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak
yang meliputi antara lain :
a. menambah
atau
mengurangi
volume
pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak;
b. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan;
c. mengubah
spesifikasi
pekerjaan
sesuai
dengan kebutuhan lapangan; dan/atau
d. melaksanakan
pekerjaan
tambah/kurang
yang belum tercantum dalam Kontrak yang
diperlukan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan.
22.2 Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan
tersedianya anggaran dan tidak boleh melebihi
10% (sepuluh perseratus) dari biaya yang
tercantum dari nilai Kontrak awal.
22.3 Perintah perubahan lingkup pekerjaan dibuat
oleh PPK secara tertulis kepada penyedia,
ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan biaya
dengan tetap mengacu pada ketentuan yang
tercantum dalam Kontrak awal.
22.4 Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam
Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum
Kontrak.
22.5 Dalam hal penilaian perubahan lingkup
pekerjaan sebagaimana dimaksud pada 22.1
sampai dengan 22.4, PPK dapat dibantu oleh
Tim Pendukung yaitu Panitia/Pejabat Peneliti
Pelaksanaan Kontrak.

123

23 Perpanjangan
Waktu
Pelaksanaan

23.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan


oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar
untuk hal-hal sebagai berikut:
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan ruang lingkup pekerjaan;
c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
d. masalah yang timbul diluar kendali penyedia;
dan/atau
e. keadaan kahar.
23.2 Waktu
penyelesaian
pekerjaan
dapat
diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan
waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar.
23.3 PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu
pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan
penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan
oleh penyedia.
23.4 PPK dapat menugaskan Tim Pendukung yaitu
Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak
untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan
waktu pelaksanaan.
23.5 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan
dituangkan dalam adendum Kontrak.

24 Perubahan
dan/atau
Penyesuaian
Biaya

24.1 Perubahan Nilai Kontrak sebagai akibat


perubahan lingkup pekerjaan dengan ketentuan
perubahan Nilai Kontrak hanya dapat dilakukan
sampai setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen)
dari Nilai Kontrak awal.
24.2 Penyesuaian
biaya
dapat
diberlakukan
terhadap kontrak yang lebih dari 12 (dua belas)
bulan.

25 Kerjasama
antara penyedia
dengan sub
penyedia

25.1 Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub


penyedia harus diatur dalam kontrak dan
disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
25.2 Penyedia
tetap
bertanggungjawab
atas
bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub
penyedia.
25.3 Ketentuan-ketentuan dalam kerjasama dengan
sub penyedia harus mengacu kepada harga
yang tercantum dalam Kontrak serta menganut
prinsip kesetaraan.

124

26 Personil
Konsultan dan
Subkonsultan

26.1 Umum
a. Personil inti yang dipekerjakan harus
sesuai dengan kualifikasi dan pengalaman
yang ditawarkan dalam Dokumen Penawaran.
b. Penggantian
personil
inti
dan/atau
peralatan (apabila ada) tidak boleh dilakukan
kecuali atas persetujuan tertulis PPK.
c. Penggantian
personil
inti
dan/atau
peralatan dilakukan oleh penyedia dengan
mengajukan permohonan terlebih dahulu
kepada PPK dengan melampirkan riwayat
hidup/ pengalaman kerja Personil Inti
dan/atau spesifikasi Peralatan yang diusulkan
beserta alasan perubahan.
d. PPK
dapat
menilai
dan
menyetujui
penempatan/penggantian
personil
inti
menurut kualifikasi yang dibutuhkan.
e. Jika PPK menilai bahwa Personil Inti :
1) tidak mampu atau tidak dapat melakukan
pekerjaan dengan baik;
2) berkelakuan tidak baik; atau
3) mengabaikan pekerjaan yang menjadi
tugasnya
maka
penyedia
berkewajiban
untuk
menyediakan pengganti dan menjamin
personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja
dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak
diminta oleh PPK.
f. Jika penggantian personil inti dan/atau
peralatan perlu dilakukan, maka penyedia
berkewajiban untuk menyediakan pengganti
dengan kualifikasi yang setara atau lebih
baik dari personil inti dan/atau peralatan
yang digantikan, tanpa
biaya tambahan
apapun.
g. Besarnya Uang Muka untuk Kontrak Tahun
Jamak dapat diberikan diantara 2 (dua)
pilihan, yaitu:
1) 20% (dua puluh perseratus) dari Kontrak
tahun pertama; atau
2) 15% (lima belas perseratus) dari total nilai
Kontrak.
26.2 Personil Inti
a. nama personil dan uraian pekerjaan,
kualifikasi minimum,
perkiraan
waktu
pelaksanaan dilampirkan dalam Lampiran
SSKK;
b. penyesuaian terhadap perkiraan waktu
pekerjaan personil akan dibuat oleh penyedia
melalui pemberitahuan secara tertulis kepada
PPK;

125

c. jika terdapat pekerjaan tambah, maka


perkiraan waktu pelaksanaan harus ditentukan
secara tertulis oleh para pihak.
26.3 Persetujuan Personil
Personil inti dan subkonsultan yang telah
disetujui oleh PPK harus memberikan data
dirinya dan surat keterangan tidak mengidap
penyakit berbahaya/menular (medical certificate)
serta terdaftar atau tertera dalam daftar
personalia penyedia.
26.4 Waktu kerja dan lembur
a. jam kerja dan waktu cuti untuk personil inti
ditentukan dalam Lampiran SSKK;
b. waktu kerja tenaga kerja asing yang
dimobilisasi ke Indonesia
dihitung
sejak
kedatangannya di Indonesia sesuai dengan
surat perintah mobilisasi;
c. tenaga kerja tidak berhak untuk dibayar atas
pekerjaan lembur atau sakit atau liburan,
karena perhitungan upah sudah mencakup hal
tersebut.
27 Perubahan
Personil

27.1 Perubahan personil dan peralatan yang diajukan


oleh penyedia
a. Penyedia dapat mengajukan penggantian
personil dan/atau peralatan kepada PPK.
b. Penyedia
tidak
dibenarkan
melakukan
penggantian personil dan/atau peralatan
tanpa persetujuan PPK.
c. PPK
meneliti
permohonan
perubahan
personil
dan/atau
peralatan,
dengan
ketentuan:
1) menyetujui
permohonan
perubahan
personil dan/atau peralatan bila alasan
yang diajukan dianggap sesuai;
2) tidak mengurangi kualifikasi tenaga ahli
yang ditawarkan, dan tidak menambah
nilai kontrak. Untuk kontrak biaya satuan
(time based), biaya langsung personil harus
disesuaikan dengan gaji dasar tenaga ahli
yang menggantikan.
3) menolak permohonan perubahan personil
dan/atau peralatan bila alasan yang
diajukan dianggap tidak sesuai.
d. untuk
mengajukan
permohonan
penggantian personil, penyedia diwajibkan
melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja
personil yang diusulkan dan disertai alasan
penggantian personil yang bersangkutan.
e. Dalam
rangka
penilaian
usulan
penggantian personil dan/atau peralatan,

126

PPK dapat dibantu Panitia/Pejabat Peneliti


Pelaksanaan Kontrak.
27.2 Penggantian personil penyedia atas perintah PPK
a. Personil dari penyedia yang dianggap tidak
mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan
dengan baik atau berkelakuan tidak baik,
harus segera dilakukan perintah penggantian
personil kepada penyedia dengan kualifikasi
keahlian personil yang sama atau lebih tinggi.
b. Dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari
sejak perintah penggantian personil, harus
sudah menerima personil pengganti dari
penyedia.
28 Keterlambatan
Pelaksanaan
Pekerjaan

28.1 Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal


Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau
karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka
PPK
dapat
menghentikan
Kontrak
dan
menangguhkan pemenuhan hak-hak penyedia
atau menangguhkan pembayaran.
28.2 Jika
keterlambatan
tersebut
semata-mata
disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK
maka PPK dikenakan Ganti Rugi atau memberikan
Kompensasi.
28.3 Penghentian Kontrak atau Ganti Rugi atau
Kompensasi tidak dilakukan jika Tanggal
Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk
diperpanjang.
28.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal
ini adalah tanggal penyerahan setiap hasil kerja
dan tanggal penyelesaian semua pekerjaan
dengan penyerahan laporan akhir sebagaimana
ditetapkan dalam SPMK.

29 Denda dan
Ganti Rugi

29.1 Denda merupakan sanksi finansial yang


dikenakan kepada penyedia, sedangkan ganti rugi
merupakan sanksi finansial yang dikenakan
kepada PPK, karena terjadinya cidera janji
/wanprestasi yang tercantum dalam Kontrak.
29.2 Besarnya
denda
kepada
penyedia
atas
keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah:
1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa biaya bagian
kontrak yang belum selesai dikerjakan, apabila
kontrak terdiri atas bagian pekerjaan yang
dapat dinilai terpisah dan bukan merupakan
kesatuan sistem, serta hasil pekerjaan tersebut
telah diterima oleh PPK;

127

2) 1/1000 (satu perseribu) dari biaya kontrak,


apabila bagian pekerjaan belum diterima oleh
PPK.
29.3 Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas
keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga
dari nilai tagihan yang terlambat dibayar,
berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku
pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia,
atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan
dalam SSKK.
29.4 Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia
dalam hal sebagai berikut :
a. PPK memodifikasi atau mengubah jadwal yang
dapat mempengaruhi pekerjaan penyedia;
b. keterlambatan penerbitan SPP;
c. PPK tidak memberikan gambar-gambar,
spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal
yang dibutuhkan;
d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi
sebagaimana yang diperjanjikan dalam
kontrak;
e. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia
untuk melakukan pengujian tambahan yang
setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak
diketemukan kerusakan / kegagalan /
penyimpangan;
f. kompensasi lain yang dirinci dalam syarat
khusus kontrak.
g. jika kompensasi mengakibatkan pengeluaran
tambahan atau keterlambatan penyelesaian
pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk
membayar ganti rugi dan/atau memberikan
perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan;
h. ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika
berdasarkan data penunjang dan perhitungan
kompensasi yang diajukan oleh penyedia
kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata
akibat peristiwa kompensasi;
i. perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan
hanya dapat diberikan jika berdasarkan data
penunjang dan perhitungan kompensasi yang
diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat
dibuktikan kerugian nyata akibat peristiwa
kompensasi.
29.5 Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi
diatur dalam SSKK.
30 Keadaan Kahar

30.1 Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang


terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak
dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga

128

kewajiban yang ditentukan


dalam
Kontrak
menjadi
tidak
dapat dipenuhi. Yang
digolongkan Keadaan Kahar adalah :
a. bencana alam, antara lain berupa gempa
bumi, tsunami, gunung meletus, banjir,
kekeringan, angin topan, dan tanah longsor;
b. bencana non alam, antara lain berupa
gagal teknologi, epidemi dan wabah penyakit;
c. bencana sosial, antara lain konflik sosial
antar kelompok atau antar komunitas
masyarakat, dan teror;
d. pemogokan;
e. kebakaran; dan/atau
f. gangguan industri lainnya sebagaimana
dinyatakan melalui keputusan bersama
Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.
30.2 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah halhal merugikan yang disebabkan oleh perbuatan
atau kelalaian para pihak.
30.3 Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, penyedia
memberitahukan tentang terjadinya Keadaan
Kahar kepada PPK secara tertulis dalam waktu
paling lambat 14 (empat belas) hari kalender
sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan
menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar
yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang
berwenang
sesuai
ketentuan
peraturan
perundang-undangan.
30.4 Setelah
pemberitahuan
tertulis
tentang
terjadinya Keadaan Kahar, para pihak dapat
melakukan kesepakatan, yang dituangkan dalam
perubahan Kontrak.
30.5 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat
keadaan kahar yang dilaporkan paling lambat 14
(empat belas) hari kalender sejak terjadinya
keadaan kahar, tidak dikenakan sanksi.
31 Laporan Hasil
Pekerjaan

31.1 Penyedia wajib menyerahkan laporan dan


dokumen sesuai dengan ketentuan yang telah
diatur dalam SSKK. Atas penerimaan laporan dan
dokumen tersebut dibuatkan tanda terima.
31.2 PPK bersama penyedia melakukan pembahasan
dan penilaian terhadap laporan dan dokumen
yang diserahkan oleh penyedia.
31.3 PPK dan penyedia membuat berita
hasil pembahasan dan penilaian laporan.

acara

129

31.4 Jika terdapat kekurangan-kekurangan maka


penyedia harus memperbaiki dan menyelesaikan
kekurangan-kekurangan
sesuai
yang
diinstruksikan oleh PPK dan menyerahkan
laporan hasil perbaikan kepada PPK.
31.5 PPK menerima kembali penyerahan laporan
yang telah diperbaiki oleh penyedia (bila
ada), dan membuat berita acara serah terima
laporan hasil perbaikan.
31.6 Laporan
Akhir
dibuat
dalam
bentuk
cetakan (hardcopy) dan/atau file (softcopy).
31.7 Menyerahkan semua rancangan, gambar,
spesifikasi, desain, laporan, dan dokumendokumen lain serta piranti lunak yang
dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan kontrak
ini dan menjadi hak milik PPK.
31.8 Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan
atau akhir masa kontrak berkewajiban untuk
menyerahkan semua dokumen tersebut beserta
daftar rinciannya kepada PPK.
31.9 Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan
tiap dokumen dan piranti lunak tersebut setelah
mendapatkan persetujuan PPK.
31.10 Jika dikemudian hari penyedia dan pihak ketiga
akan melakukan pengembangan terhadap
piranti lunak tersebut
dan
untuk
itu
diperlukan
lisensi
maka penyedia harus
mendapatkan persetujuan lebih dahulu dari
PA. Untuk tujuan ini PA berhak untuk
mendapatkan
penggantian
biaya
atas
pengembangan piranti lunak tersebut.
31.11 Pembatasan
(jika
ada)
mengenai
penggunaan dokumen dan piranti lunak
tersebut di atas di kemudian hari diatur
dalam SSKK.
32 Penghentian dan
Pemutusan
Kontrak

32.1 Penghentian Kontrak:


a. Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena
pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan
Kahar.
b. Dalam hal Kontrak dihentikan, maka PPK wajib
membayar kepada penyedia sesuai dengan
prestasi pekerjaan yang telah dicapai; dan
c. PPK dengan pemberitahuan tertulis kepada
penyedia dapat memerintahkan penghentian
Kontrak
jika
penyedia
gagal
untuk

130

melaksanakan kewajiban-kewajibannya dalam


Kontrak ini. Pemberitahuan tertulis tersebut
harus memuat:
1) alasan penghentian Kontrak; dan
2) persyaratan kepada penyedia untuk
memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam
jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja
setelah pemberitahuan diterima.
32.2 Pemutusan Kontrak:
a. Oleh PPK:
Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat
memutuskan
Kontrak
ini
melalui
pemberitahuan tertulis kepada penyedia setelah
terjadinya hal-hal sebagai berikut:
1) penyedia
lalai/cidera
janji
dalam
melaksanakan kewajibannya;
2) penyedia tidak memperbaiki kelalaiannya
dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari
kerja setelah diberi tahu atau dalam jangka
waktu lain yang disetujui secara tertulis oleh
PPK;
3) penyedia berada dalam keadaan pailit;
4) karena Keadaan Kahar, penyedia tidak dapat
melaksanakan bagian pokok pekerjaan Jasa
Konsultansi ini selama sekurang-kurangnya
60 (enam puluh) hari kalender;
5) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan
akibat kesalahan penyedia sudah melampaui
5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak;
6) penyedia
terbukti
melakukan
KKN,
kecurangan dan/atau pemalsuan dalam
proses Pengadaan yang diputuskan oleh
instansi yang berwenang; dan/atau
7) pengaduan
tentang
penyimpangan
prosedur,
dugaan
KKN
dan/atau
pelanggararan persaingan usaha yang sehat
dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan
benar oleh instansi yang berwenang.
b. Oleh Penyedia:
Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata, Penyedia
dapat memutuskan Kontrak ini melalui
pemberitahuan tertulis kepada PPK setelah
terjadinya hal-hal sebagai berikut:
1) PPK tidak menerbitkan SPP untuk
pembayaran tagihan angsuran sesuai
dengan yang disepakati sebagaimana
tercantum dalam SSKK; atau
2) Karena keadaan kahar, penyedia tidak dapat
melaksanakan bagian pokok pekerjaan Jasa

131

Konsultansi ini selama sekurang-kurangnya


60 (enam puluh) hari kalender.
c. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan
karena kesalahan penyedia, maka:
1) Sisa Uang Muka harus dilunasi oleh
penyedia atau Jaminan Uang Muka
dicairkan;
2) Penyedia membayar denda; dan/atau
3) Penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam.
d.Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena
PPK
terlibat
penyimpangan
prosedur,
melakukan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan usaha
yang sehat dalam
pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan
sanksi berdasarkan peraturan perundangundangan.
e. Pada saat Kontrak diputuskan, maka PPK
berkewajiban untuk melakukan pembayaran
sebagai berikut:
1) Pembayaran prestasi pekerjaan sampai
dengan tanggal berlakunya pemutusan
Kontrak; dan
2) Biaya langsung personil (termasuk
biaya demobilisasi) yang dikeluarkan
oleh penyedia sehubungan dengan
pemutusan Kontrak.
33 Penyelesaian
Pekerjaan

33.1 PPK melakukan penilaian terhadap hasil


pekerjaan yang
telah
diselesaikan
oleh
penyedia.
Apabila
terdapat
kekurangankekurangan, penyedia wajib menyelesaikannya.
33.2 Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK
menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan.
33.3 PPK menerima penyerahan pekerjaan setelah
seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan dan
diterima oleh dari Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan.
33.4 Membuat berita acara serah terima laporan
akhir, setelah seluruh pekerjaan diselesaikan.

C. HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA


34 Hak dan
Kewajiban PPK

34.1 Mengawasi dan memeriksa


dilaksanakan oleh penyedia;

pekerjaan

yang

34.2 meminta laporan-laporan secara periodik


mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan
oleh pihak penyedia;

132

34.3 Membayar pekerjaan sesuai dengan harga


yang tercantum dalam kontrak yang telah
ditetapkan kepada penyedia;
34.4 Memberikan fasilitas berupa sarana dan
prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan kontrak;
34.5 Ketentuan peralatan dan bahan yang disediakan
oleh PPK untuk kebutuhan pelaksanaan
pekerjaan oleh penyedia. Pada saat berakhirnya
kontrak, Penyedia harus menyerahkan peralatan
dan bahan sisa sesuai dengan instruksi PPK;
35 Hak dan
Kewajiban
Penyedia

35.1 Menerima pembayaran untuk pelaksanaan


pekerjaan sesuai dengan harga yang telah
ditentukan dalam kontrak;
35.2 Berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk
sarana dan prasarana dari pihak PPK untuk
kelancaran
pelaksanaan
pekerjaan
sesuai
ketentuan kontrak;
35.3 Melaporkan pelaksanaan
periodik kepada pihak PPK;

pekerjaan

secara

35.4 Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan


sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
telah ditetapkan dalam kontrak;
35.5 Memberikan
keterangan-keterangan
yang
diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang
dilakukan pihak PPK;
35.6 Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan
jadwal penyerahan pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam kontrak;
35.7 Penyedia harus mengambil langkah-langkah yang
memadai untuk melindungi lingkungan tempat
kerja dan membatasi perusakan dan gangguan
kepada masyarakat maupun miliknya, akibat
kegiatan penyedia;
35.8 Melaksanakan perjanjian dan kewajibankewajiban yang dibebankan kepadanya dengan
penuh tanggung-jawab, ketekunan, efisien dan
ekonomis serta memenuhi kriteria teknik
profesional dan melindungi secara efektif
peralatan-peralatan, mesin, material yang
berkaitan dengan pekerjaan dalam kontrak;

133

35.9 Melaksanakan jasa konsultansi sesuai dengan


hukum yang berlaku di Indonesia. PPK secara
tertulis akan memberitahukan kepada penyedia
mengenai kebiasaan-kebiasaan setempat;
35.10 Penyedia tidak akan menerima keuntungan
untuk mereka sendiri dari komisi usaha (trade
commision), rabat (discount) atau pembayaranpembayaran lain yang berhubungan dengan
kegiatan pelaksanaan jasa konsultansi;
35.11 Penyedia setuju bahwa selama pelaksanaan
kontrak, penyedia dinyatakan tidak berwenang
untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun
mengadakan barang yang tidak sesuai dengan
kontrak;
35.12 Penyedia dilarang baik secara langsung atau
tidak langsung melakukan kegiatan yang akan
menimbulkan
pertentangan
kepentingan
(conflict of interest) dengan kegiatan yang
merupakan tugas penyedia;
35.13 Tanggungjawab penyedia adalah ketentuan
mengenai
hal-hal
pertanggung-jawaban
penyedia sesuai dengan hukum yang berlaku di
Indonesia;
35.14 Pemeriksaan keuangan adalah ketentuan
mengenai kewajiban penyedia untuk merinci
setiap biaya-biaya yang berhubungan dengan
pelaksanaan
perjanjian,
sehingga
dapat
dilakukan pemeriksaan keuangan. Selain itu,
dengan sepengetahuan penyedia atau kuasanya,
PPK dapat memeriksa dan menggandakan
dokumen pengeluaran yang telah diaudit sampai
1 (satu) tahun setelah berakhirnya kontrak;
35.15 Ketentuan mengenai tindakan yang perlu
mendapat persetujuan PPK meliputi:
a. memobilisasi personil yang terdapat dalam
daftar;
b. membuat subkontrak dengan pengaturan: (i)
cara seleksi, waktu, dan kualifikasi dari
subkonsultan harus mendapat persetujuan
tertulis sebelum pelaksanaan, (ii) Penyedia
bertanggung-jawab
penuh
terhadap
pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh
subkonsultan dan personilnya.
35.16 Ketentuan mengenai dokumen-dokumen yang
disiapkan oleh penyedia dan menjadi hak milik

134

PPK: mengatur bahwa semua rancangan,


gambar-gambar, spesifikasi, disain, laporan dan
dokumen-dokumen lain serta software yang
disiapkan oleh penyedia jasa menjadi hak milik
PPK. Penyedia, segera setelah pekerjaan selesai
atau berakhirnya kontrak harus menyerahkan
seluruh dokumen dan data pendukung lainnya
kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan salinan
dari dokumen-dokumen tersebut.
35.17 Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan
yang mengatur mengenai apabila penyedia
adalah sebuah joint venture yang beranggotakan
lebih dari satu penyedia, anggota joint venture
tersebut memberi kuasa kepada salah satu
anggota joint venture untuk bertindak dan
mewakili hak-hak dan kewajiban anggota
penyedia lainnya terhadap PPK.
36 Asuransi

37 Usaha Mikro,
Usaha Kecil, dan
Koperasi Kecil

Pihak penyedia mengasuransikan:


36.1 semua barang dan peralatan yang mempunyai
resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan
pekerjaan,
serta
pekerja-pekerja
untuk
pelaksanaan pekerjaan kontrak atas segala resiko
yaitu
kecelakaan,
kerusakankerusakan,
kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat
diduga;
36.2 pihak ketiga sebagai
tempat kerjanya;

akibat

kecelakaan

36.3 hal-hal lain yang


dengan asuransi.

ditentukan

di

berkaitan

37.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah


Penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi
Kecil, maka pekerjaan harus dilaksanakan sendiri
oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang
diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak
lain;
37.2 Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia
bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi
Kecil, maka:
a. wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha
Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, antara
lain dengan mensubkontrakkan sebagian
pekerjaannya;
b. dalam melaksanakan kewajiban di atas,
penyedia terpilih tetap bertanggung-jawab
penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut;
c. bentuk kerjasama tersebut hanya untuk
sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan

135

utama; dan
d. membuat
laporan
periodik
pelaksanaan ketetapan di atas.

mengenai

37.3 Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar,


maka penyedia dikenakan sanksi yang ditetapkan
dalam Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010
yang terakhir diubah
dengan
Peraturan
Presiden No. 70 Tahun2012 beserta petunjuk
teknisnya
D. KEWAJARAN DAN ITIKAD BAIK
38 Itikad Baik

38.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling


percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang
terdapat dalam kontrak.
38.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian
dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan
masing-masing pihak. Jika selama kontrak, salah
satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan
tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan
tersebut.
38.3 Masing-masing
Pihak
dalam
Kontrak
berkewajiban untuk bertindak dengan itikad baik
sehubungan dengan hak-hak Pihak lain, dan
mengambil semua langkah yang diperlukan untuk
memastikan terpenuhinya tujuan Kontrak ini.

39 Pelaksanaan
Kontrak

Jika dalam pelaksanaan Kontrak ditemukan kesulitan


yang menghambat pemenuhan tujuan Kontrak maka
masing-masing Pihak berkewajiban untuk tetap
berupaya bertindak wajar di antara mereka tanpa
merugikan kepentingan satu sama lain. Jika Pihak yang
satu menganggap pelaksanaan Kontrak tidak wajar dan
adil maka kedua belah Pihak harus megupayakan
tindakan yang terbaik untuk mengatasi situasi tersebut.

E. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
40 Perdamaian

40.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya


sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai
semua perselisihan yang timbul dari atau
berhubungan
dengan
Kontrak
ini
atau
interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan
pekerjaan Jasa Konsultansi ini;
40.2 Penyelesaian secara damai dapat dilakukan
melalui musyawarah untuk mufakat secara
langsung antara Para Pihak atau melalui
perantaraan pihak ketiga yang disepakati oleh

136

Para Pihak dalam bentuk antara lain mediasi atau


konsiliasi
41 Lembaga
Pemutus
Sengketa

Dalam hal penyelesaian perselisihan melalui


perdamaian tidak tercapai, maka penyelesaian
perselisihan tersebut dapat dilakukan melalui:
a. arbitrase,
b. alternatif penyelesaian sengketa, atau
c. pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

137

BAB IX
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
A. Korespondensi

Alamat Para Pihak sebagai berikut:


Satuan Kerja PPK:
Nama:
PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I
Alamat:
Jl. Solo Km.6 Yogyakarta
Website:
www.pu.go.id.
Telepon:
(0274) 489172
Faksimili:
(0274) 489552
e-mail:
ppkwajibbalai@gmail.com
Penyedia:
Nama:
Alamat:
Website:
Telepon:
Faksimili:
e-mail:

B.

Wakil Sah Para


Pihak

__________
__________
__________
__________
__________
__________

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:


Untuk PPK

: __________

Untuk Penyedia : __________


C. Tanggal Berlaku
Kontrak

Kontrak mulai berlaku terhitung sejak: __________

D. Waktu
Penyelesaian
Pekerjaan

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultansi


ini adalah selama: __________ hari kalender

E.

Tindakan
penyedia yang
mensyaratkan
persetujuan PPK

Tindakan lain oleh penyedia yang memerlukan


persetujuan PPK adalah: __________ [sebutkan secara

Pelaporan

Penyedia berkewajiban untuk menyampaikan laporanlaporan berikut secara periodik selama Masa Kontrak:
__________________ [uraikan secara rinci jenis

F.

jelas]

laporan dan waktu penyerahan laporan dihitung sejak


ditandatanganinya kontrak]
G. Serah Terima
Laporan Akhir

Ketentuan serah terima Laporan Akhir berlaku untuk


penyerahan setiap hasil kerja Jasa Konsultansi:
(YA/TIDAK)

H. Pembatasan
Penggunaan
Dokumen

Penyedia
diperbolehkan
menggunakan
salinan
dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari
pekerjaan Jasa Konsultansi ini dengan pembatasan

138

sebagai berikut: __________________


I.

J.

Tanggung Jawab
Profesi

[untuk konsultan perencana konstruksi]


Umur konstruksi bangunan direncanakan:
(__________) tahun

Peralatan,
Material,
Personil dan
Fasilitas

PPK akan memberikan peralatan / material / personil


/fasilitas berupa :
______________ [sebutkan dan uraikan, apabila ada]

__

K. Sumber Dana

Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi ini dibiayai dari


_______________________________

L.

1. Untuk pekerjaan Jasa Konsultansi ini dapat diberikan


uang muka (YA/TIDAK).

Pembayaran
Uang Muka

2. [jika YA]
Uang muka diberikan sebesar __% (__________
persen) dari nilai Kontrak [untuk kontrak tahun

jamak diubah : Kontrak tahun pertama atau


total nilai Kontrak]
M. Pembayaran
Prestasi
Pekerjaan

1. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan


cara:_____[bulanan/termin/sekaligus].
2. Pembayaran berdasarkan cara tersebut di atas
dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
_______________[uraikan
bila
pembayaran
dilakukan secara bulanan atau termin] Misal :
pembayaran secara termin, laporan pendahuluan
20%, laporan antara 40%, dan laporan akhir 40%
3. Perhitungan tagihan untuk biaya langsung personil
diperhitungkan berdasarkan jumlah Orang Bulan
nyata yang telah dilaksanakan. Tagihan biaya
langsung non personil diperhitungkan berdasarkan
semua pengeluaran nyata yang telah dilaksanakan.
4. Mata uang pembayaran : _____________[untuk

pengadaan yang sumber dananya PHLN]


N. Batas akhir
waktu
penerbitan SPP

Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan


SPP oleh PPK untuk pembayaran tagihan angsuran
adalah __ (__________) hari kalender terhitung sejak
tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang yang
tidak diperselisihkan diterima oleh PPK.

O. Dokumen yang
disyaratkan
untuk
mengajukan
tagihan
pembayaran

1.

Dokumen utama yang disyaratkan untuk


mengajukan
tagihan
pembayaran
prestasi
pekerjaan :
a. Berita Acara Prestasi Pekerjaan;
b. Berita Acara Serah Terima Produk dan Produk
Laporannya;

139

c. _____[sebutkan dan uraikan yang dibutuhkan

sesuai kontrak lumpsum]


2. Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk
mengajukan
tagihan
pembayaran
prestasi
pekerjaan:
a. Absensi pembahasan;
b. Notulensi Pembahasan Rapat;
c. Dokumentasi/Foto Kegiatan;
d. Dokumen lain yang disyaratkan dalam KAK;
e. _____[sebutkan dan uraikan yang dibutuhkan

sesuai kontrak lumpsum]


3. Dokumen yang disyaratkan tersebut di atas tidak
perlu dilampirkan rincian bukti-bukti pengeluaran
biaya.
P.

Pembayaran
Denda
Q. Pembayaran
Ganti Rugi
R. Kompensasi

___________________________________________

S.

[Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus


Sengketa]

Penyelesaian
Perselisihan

___________________________________________
___________________________________________

Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan


Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka
Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian
perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus
Sengketa adalah Badan Arbitrase Nasional Indonesia

(BANI)]
Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini, akan
diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional
Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan
administrasi dan peraturan-peraturan prosedur
arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat kedua
belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan
tingkat pertama dan terakhir. Para Pihak setuju bahwa
jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang. Masing-masing
Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua
arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih
arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan
arbitrator.

140

LAMPIRAN : PERSONIL INTI, SUBPENYEDIA DAN PERALATAN


1 PERSONAL INTI PENYEDIA JASA KONSULTANSI

[cantumkan nama, uraian detil tanggung jawab kerja, minimum kualifikasi, dan
jumlah orang bulan. Cantumkan juga waktu kerja (termasuk jam kerja) dan
cuti]
2 PERALATAN KHUSUS

[cantumkan jenis peralatan khusus yang disyaratkan untuk pelaksanaan


pekerjaan]
3 SUBPENYEDIA

[cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian personilnya seperti


uraian personil penyedia di atas]

141

BAB X. BENTUK DOKUMEN LAINNYA


KK EE M
P E
E K
K E
E R
R JJ A
A AA NN UU MM UU M
M
M EE NN TT EE RR II AA NN P
DI REKTO R AT JENDER AL SUM BER D AY A AI R
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK
B A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I S E R A Y U O P A K
SATUAN
J l . S o l o K m . 6KERJA
Y o g y a k a r tOPERASI
a 5 5 2 8 1 T e l p . DAN
( 0 2 7 4 ) PEMELIHARAAN
4 8 9 1 7 2 ; F a x . ( 0 2 7 4 ) 4 8 9SDA
5 5 2 ; h SERAYU
t t p : / / w w w . b b w OPAK
sso.net/
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274) 489552 http : //bbwsso.net/

LAMPIRAN 1 : SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ)


Nomor
: __________
Lampiran : __________

__________, __ __________ 20__

Kepada Yth.
__________
di
__________
Perihal

Penunjukan Penyedia Barang/Jasa untuk pelaksanaan pekerjaan


__________

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor ____________ tanggal
_____________ perihal _____________________ dengan nilai penawaran setelah dilakukan
klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya oleh Pokja ____________ ULP ____________ sebesar
Rp__________ (_____________________) termasuk PPN, telah ditetapkan sebagai pemenang
oleh __________
Selanjutnya kami menunjuk Saudara untuk melaksanakan pekerjaan __________
, dan meminta Saudara untuk menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja setelah dikeluarkannya SPPBJ ini sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan.
Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap
penawaran Saudara akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
Dokumen Pemilihan.
Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan SDA I

[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. __________

142

LAMPIRAN 2 : SURAT PERINTAH MULAI KERJA


KK EE M
P E
E K
K E
E R
R JJ A
A AA NN UU M
M UU M
M
M EE NN TT EE RR II AA NN P
DI REKTO R AT JENDER AL SUM BER D AY A AI R
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK
B A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I S E R A Y U O P A K
SATUAN
J l . S o l o K m . 6KERJA
Y o g y a k a r tOPERASI
a 5 5 2 8 1 T e l p . DAN
( 0 2 7 4 ) PEMELIHARAAN
4 8 9 1 7 2 ; F a x . ( 0 2 7 4 ) 4 8 9SDA
5 5 2 ; h SERAYU
t t p : / / w w w . b b w OPAK
sso.net/
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274) 489552 http : //bbwsso.net/

SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)


Nomor: __________
Paket Pekerjaan __________

Yang bertanda tangan di bawah ini:


__________[nama Pejabat Pembuat Komitmen]
__________[jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
__________[alamat kegiatan/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;
berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________, bersama ini
memerintahkan:
__________[nama penyedia]
__________[alamat penyedia]
yang dalam hal ini diwakili oleh: __________
selanjutnya disebut sebagai Penyedia Jasa Konsultansi;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
1. Macam pekerjaan: __________;
2. Tanggal mulai kerja: __________;
3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak;
4. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun [pilih salah
satu] dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________
5. Hasil Pekerjaan: __________
6. Sanksi: Terhadap keterlambatan penyerahan hasil kerja dan laporan akhir, Kontrak
Pengadaan Jasa Konsultansi dan pembayaran kepada penyedia dapat dihentikan sesuai
dengan ketentuan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak.

__________, __ __________ 20__

143

Untuk dan atas nama __________


Pejabat Pembuat Komitmen

[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: __________
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas nama __________[nama penyedia]

[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan usaha]
[jabatan]

144

LAMPIRAN 4 : JAMINAN UANG MUKA

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

CONTOH

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ____________________
Yang bertanda tangan dibawah ini _________________________________ dalam jabatan selaku
_____________________________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas
nama
______________
[nama
bank]
berkedudukan
di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
: _____________________________[Pejabat Pembuat Komitmen]
Alamat
:______________________________________________________
selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp ___________________________________________
(terbilang _____________________________________________________________) sebagai
Jaminan Uang Muka untuk pekerjaan ____________________ dalam bentuk garansi bank, apabila
:
Nama
: _____________________________ [penyedia Jasa Konsultansi]
Alamat
: ______________________________________________________
selanjutnya disebut : YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya
Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada PENERIMA JAMINAN berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali Uang Muka yang
sudah diterima Yang Dijamin kepada Penerima Jaminan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen
Kontrak.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama ______ (____________) hari kalender, dari tanggal ______________________
s/d
__________________________untuk
pekerjaan________________________________________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat

Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan, paling lambat 14 (empat belas) hari kalender
setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Bank sebagaimana tercantum
dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas
atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14
(empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan
dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan
mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi
kewajibannya.

145

4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat

sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Jaminan Uang Muka ini, masing-masing

pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di :
Pada tanggal

[Bank]
Materai Rp 6.000,____________
Untuk keyakinan, Penerima
Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
Bank ________ [bank]

[Nama dan Jabatan]

____________
___________

146

[Kop Asuransi/Perusahaan Penjaminan Penerbit Jaminan]

SURAT JAMINAN UANG MUKA


CONTOH
Nomor Jaminan : __________________

Nilai : Rp__________________

1.

Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _________________________ [nama dan alamat penyedia]
sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _________________________ [nama dan
alamat perusahaan penjaminan] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _________________________ [nama dan alamat
PPK] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp
___________________(terbilang_____________________________).

2.

Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran
jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban
dalam melaksanakan pekerjaan _______________ yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar
Surat
Penunjukan
Pemenang
Barang/Jasa
(SPPBJ)
dari
PENERIMA
JAMINAN
No__________tanggal______________.

3.

Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal
___________ sampai dengan tanggal__________.

4.

Jaminan ini berlaku apabila :


TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA
JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak.

5.

PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut diatas atau
sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN
berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.

6.

Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN
melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita
dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambatlambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan
ini.
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp 6.000,-

_____________________

_____________________

[Nama & Jabatan]

[Nama & Jabatan]

Untuk keyakinan, Penerima


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
________ [penerbit jaminan]