Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PRAKTIKUM MIKROORGANISME

ISOLASI MIKROORGANISME

DOSEN: MAHARADINGGA
KELAS/GELOMBANG/KELOMPOK: C1/1/3
DISUSUN OLEH:
AULIA SURYANI 1404015050
GABRIEL MUHAMMAD IQBAL S 1401015148
KHOIRUNISA SEPTIANI SYAM 1404015181
MUHAMMAD BINTANG PERSADA 1404015219

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi,
struktur dan sifat-sifat yang khas, termasuk bakteri. Bakteri yang hidup
hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri
tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk melihat dan mengamati
bentuk sel bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, sehingga untuk
diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan sel bekteri,
sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Hal tersebut juga
berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi
dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan. Oleh karena itu teknik
pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama
dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Pelezar, 2008).
Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian gram
pada tahun 1884. Dengan metode ini, bakteri dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan
dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri
tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan
gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai
dinding sel seperti mycoplasma sp (Nurodin, 2009)
Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi
empat macam yaitu pengecatan sederhana, pengecatan negatif, pengecatan
diferensial dan dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada
lapisan tipis, atau olesan, yang sudah difiksasi, dinamakan pewarnaan

sederhana. Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara


sel-sel microbe atau bagian-bagian sel microbe disebut teknik pewarnaan
diferensial. Sedangkan pengecatan struktural hanya mewarnai satu bagian
dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel (Jimmo,
2008).
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam
dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Proses pemisahan
atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua
pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme,
memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam
mikroorganisme saja. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu
jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran
bermacam-macam mikroba (Sutedjo, 1996).

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum yaitu :
1.

Mempelajari kegunaan pewarnaan untuk mempertinggi kontras antara

sel bakteri dan sekelilingnya dan mengamati ciri-ciri tertentu dari bakteri.
2.

Memahami beberapa prosedur isolasi bakteri.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian gram pada


tahun 1884. Dengan metode ini, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri
terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi
dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada
mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp.
(Hadioetomo, 1985).
Prinsip dasar dari pengecatan adalah adanya ikatan ion antara komponen
selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen.
Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler
maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan
pewarna asam dan pewarna basa (Junaidi, 2009).
Satu sifat penting dari bakteri dalam hubungannya dengan mikrobiologi
adalah kemampuan beberapa jenis bakeri untuk memproduksi struktur internal
yaitu endospora. Endospora ini umumnya terbentuk secara tunggal dalam sel guna
menanggulangi keadaan lingkungan yang kurang baik. Spora yang sudah masak
dilepas oleh alam ke lingkungan sekitarnya. Spora-spora ini dapat dilihat di bawah
mikroskop fase kontras dan nampak sebagai bagian yang bercahaya terang baik di
dalam atau di luar sel. Spora-spora ini tahan terhadap keadaan fisik atau kimiawi
yang ekstrim seperti suhu, kekeringan dan bahan-bahan kimia pembasmi kuman
dan pertumbuhan memungkinkan, spora-spora tersebut tumbuh menjadi sel-sel
vegetatif normal (Buckle, 2007).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi,
peluntur warna , substrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna

penutup. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna, kemudian dicuci
dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. sebaliknya terdapat juga
preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan
bakteri tahan asam, dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies
(Jimmo, 2008).
Pewarnaan yang digunakan untuk melihat salah satu struktur sel
dinamakan pewarnaan khusus, sedangkan pewarna yang digunakan untuk
memilihkan mikroorganisme dinamakan pewarnaan diferensial, pewarnaan gram
merupakan contoh pewarnaan diferensial yang memilikan bakteri menjadi
kelompok gram positif dan gram negatif.pewarnaan diferensial yang lain adalah
pewarnaan Ziehl-Neelsen yang memilikan bakteri menjadi kelompok tahan asam
dan kelompok tidak tahan asam (Suriawaria, 2005).
Untuk menelaah mikroorganisme di laboratorium, kita harus dapat
menumbuhkan mereka. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami
atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia
diantaranya melalui substrat yang disebut media. Untuk melakukan hal ini,
haruslah dimengerti jenis-jenis nutrient yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga
macam

lingkungan

fisik

yang

menyediakan

kondisi

optimum

bagi

pertumbuhannya. Alat-alat yang digunakan dalam perkembangbiakan inipun harus


disterilisasikan terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada
mikroorganisme lain, yang tidak diinginkan, tumbuh dalam media tersebut,
sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang akan dibiakkan
dalam media tersebut (Widjoseputro, 1989).

Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu,
cara pengenceran, cara penuanagan, cara penggesekan, atau penggoresan, cara
penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan. Masing-masing
mempunyai kelebihan dan kekurangan (Waluyi,2007).
Untuk metode streak plate misalnya, mikroba diletakan didalam pada
ujung palte mengguanakan ose, lalu digoreskan pada permukaan medium agar
tersebut dengan pola tertentu yang khas. Ada pula metode Pour Plate atau
penuanga. Metode ini dapat digunakan untuk penghitungan bakteri secara
langsung. Karena sebelum dituang bakteri tersebut diencerkan terlebih dahulu.
Sehingga syarat penghitungan langsung yaitu dalam 1 media terdapat 30-300
koloni dapat terpenuhi (Stanier, 1982).

BAB III
METOLOGI PRAKTIKUM
A.

Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah:


Hari/Tanggal

: Rabu/30 september 2015

Pukul

: 10.31-13.00

Tempat

: Laboratorium Terpadu Mikrobiologi Fakultas Kedokteran


Fakultas

B.

Farmasi dan Sains

Alat dan Bahan

1. Alat
Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Hot plate
Jarum ose
Cawan Petri
Bunsen
Inkubator
Hand sprayer
Kertas
Erlenmeyar

2.

Bahan
Adapun bahan-bahan yang dipakai adalah sebagai berikut :
Alkohol (ethanol)
Sampel bakteri
Medium NA
Medium PDA

1.
2.
3.
4.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil

A. Waktu dan Tempat


Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah:
Hari/Tanggal

: Rabu/30 september 2015

Pukul

: 10.31-13.00

Tempat

: Laboratorium Terpadu Mikrobiologi Fakultas Kedokteran


Fakultas

Tujuan praktikum

Farmasi dan Sains

: Untuk membuat biakan murni

A. Isolaso mikroorganisme dari udara dan lingkungan


No
1.
2.
3.

Sumber
Lingkungan Udara
Nafas Manusia
Lingkungan
a. Rambut
b. Kulit
c. Tangan
d. Kaki
e. Meja
f. Tas

Bakteri
Ada
Tidak Ada

Jamur
Tidak Ada
Tidak Ada

Keterangan
1 Koloni (cawan petri penuh)
Tidak Ada

Ada

Tidak Ada

12 Koloni

B. Isolasi bakteri dari sampel tanah


Sumber Isolat
Cawan 10-5
Cawan 10-6
Cawan 10-7

Intensitas Pertumbuhan
1 x 24 jam
1 x 24 jam
1 x 24 jam

Jenis Mikroorganisme
Bakteri
Bakteri
Bakteri

Keterangan
120 Koloni
22 Koloni
3 Koloni

Gambar hasil biakan murni


Bentuk Koloni
Raised

Evalasi
Raised

Permukaan
Halved

C. Morfologi koloni bakteri


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengamatan
Bentuk Koloni
Ukuran Koloni
Pigmentasi Koloni
Elevasi Koloni
Tepi Koloni
Permukaan Koloni
Konsistensi Koloni
Emulsifibilitas Koloni

Bakteri I
Round
Putih
Raised
Halus
Halus
Buttery
Larut tidak teremulsi

Bakteri II
Irreguler
Putih
Raised
Halus
Halus
Buttery
Membentuk emulsi

9.

Bau Koloni

Tidak Berbau

Bau Tengik

4.2 Pembahasan
Isolasi mikroba merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan
mikrobatertentu dari lingkungan sehingga didapat biakan murni. Metode yang
digunakan dalam pembiakan mikroba bermacam-macam, diantaranya metode
cawan gores, dan cawan tuang. Metode cawan tuang ialah dengan cara
pengenceran spesimen dalam medium agar yang telah diserilisasikan, dicairkan
dan dituang kecawan petri.
Dalam praktikum kali ini, sumber pengambilan bakteri dari lingkungan
udara, nafas manusia, dan meja pada lingkungan udara yang telah diisolasi selama
1 x 24 jam. Didapatkan bakteri sebanyak 1 koloni (cawan petri penuh) pada
cawan lingkungan udara. Tidak ditemukannya koloni pada nafas manusia dan
pada lingkungan diambil dari meja dihasilkan 12 koloni. Dan isolasi bakteri dari
sampel tanah terdapat bakteri pada pengenceran ke-5 120 koloni, ke-6 22 koloni
dan ke-7 terdapat 3 koloni.
Isolasi mikroba berarti memisahkan 1 jenis mikroba dari biakan campuran
menjadi biakan murni. Isolasi mikroba dilakukan dengan 2 cara yaitu:
Cara Pengenceran dan Cara Penaburan

Isolasi mikroba dengan cara penggoresan yaitu mempunyai tujuan utama


untuk menghasilkan koloni-koloni yang terpisah dengan baik dan suspensi sel

yang pekat.
Isolasi mikroba dengan cara yaitu untuk memperoleh biakan murni dari biakan
campuran mikroba.
BAB V
KESIMPULAN
1. Semakin tinggi tingkat pengenceran, maka semakin sedikit jumlah koloni
yang didapat.
2. Waktu inkubasi sangat mempengaruhi jumlah koloni.
3. Mendapatkan biakan murni dengan isolasi
4. Isolasi merupakan cara untuk memisahkan / memindahkan mikroba
tertentu dari lingkungan.
5. Biakan murni adalah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari
pembelahan sel tunggal.

6. Isolasi dapat dilakukan dengan cara penggoresan dan penaburan.


7. Bentuk-bentuk bakteri yaitu Raised pada bentuk koloni, Raised pada
evalasi dan Halved pada permukaan.

BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, L., 2004, Menghitung Mikroba Pada Bahan Makanan,
Cakrawala
(suplemen pikiran rakyat untuk iptek), Farmasi FMIPA ITB, Bandung
Dwidjoseputro, D., 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambatan, Jakarta
Lay, B.W., 1994 Analisis Mikroba Dilaboratorium, PT Raja Grafindo
Persada, Jakarta
Hadioetomo. 1985. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT Gramedia.
Jakarta
Sutedjo, M. 1996. Mikrobiologi Tanah. Rineka Cipta, Jakarta.