Anda di halaman 1dari 9

[57] Memelihara Amalan

Sunnah

Allah SWT berfirman (yang artinya):Sembahlah


Allah hingga datang kepada kamu sesuatu yang
meyakinkan (maut)(TQS al-Hijr: 99).
Terkait ayat di atas, Imam asy-Syarawi
menyatakan, bahwa ibadah adalah ketaatan
seorang hamba kepada Zat Yang disembah. Ibadah
itu sendiri mencakup seluruh gerak hidup manusia.
Asy-Syarawi juga menegaskan, bahwa sesuatu
yang meyakinkan yang disepakati oleh setiap
orangyang tidak ada pertentangan di dalamnya
adalah kematian. (Imam asy-Syarawi, Tafsir asySyarawi, I/4836).

Ayat ini sesungguhnya memerintahkan kita untuk selalu


istiqamah dalam beribadah kepada Allah SWT hingga
akhir hayat kita. Sikap istiqamah dalam beribadah
kepada Allah SWT hingga kematian menghampiri kita
tentu hanya akan bisa dilakukan jika kita mampu
memelihara amal-amal shalih kita, baik yang wajib
maupun yang sunnah. Amalan yang wajib tentu tak perlu
diperbincangkan lagi; mutlak harus dilakukan. Hanya saja,
wajib itu ada dua: fardhu ain dan fardhu kifayah.
Sayangnya, fardhu kifayah ini sering diabaikan oleh
kebanyakan Muslim hanya karena sudah ada sekelompok
orang yang berusaha menunaikannya, padahal kelompok
tersebut belum berhasil menunaikannya

Misalnya adalah kewajiban menegakkan Khilafah


dan syariah Islam secara total dalam aspek
kehidupan, sekaligus menyerbarluaskan Islam ke
seluruh penjuru dunia. Padahal Baginda
Rasulullah SAW, sejak menerima wahyu pertama,
diikuti oleh para Sahabat, tidak pernah sejenak
pun beristirahat untuk berdakwah sekaligus
berjuang menegakkan Islam hingga mereka
berhasil mendirikan Daulah Islam (Negara Islam
di Madinah).
Setelah Negara Islam berdiri pun, dakwah
Rasulullah SAW dan para Sahabat tidak berhenti.
Melalui institusi Negara Islam yang mereka
dirikan itu, Islam lalu disebarluaskan ke seluruh
penjuru dengan dakwah dan jihad. Mereka
senantiasa istiqamah serta tanpa lelah terus
berdakwah dan berjuang untuk Islam hingga

Selain amal-amal yang wajib, tentu setiap Muslim


harus memelihara amalan-amalan sunnah. Sebab,
amalan-amalan sunnah pun memiliki banyak
keutamaan yang tidak boleh diabaikan begitu saja
oleh setiap Muslim. Contohnya adalah shalatshalat sunnah (nafilah). Dalam hal ini, Rasulullah
SAW, misalnya, bersabda,Hendaklah kalian
banyak bersujud. Sebab, siapa saja yang bersujud
kepada Allah SWT satu kali, Dia akan mengangkat
derajatnya satu derajat dan menghapus darinya
satu kesalahan (dosa).(HR Muslim).

Di antara shalat sunnah yang paling utama adalah


shalat malam (tahajud). Allah SWT berfirman (yang
artinya):Pada sebagian malam itu, bertahajudlah kalian
sebagai ibadah tambahan bagi kalian. (Dengan shalat
malam itu) Allah pasti mengangkat kalian ke derajat
yang terpuji(TQS al-Isra: 79).
Begitu pentingnya shalat tahajud ini, Rasulullah SAW
sampai menyuruh kita untuk mengqadhanya saat
tertinggal. Beliau bersabda,Jika kalian tertinggal dari
menunaikan shalat malam karena sakit atau hal lain,
hendaklah kalian menunaikan shalat dua belas rakaat di
siang hari.(HR Muslim).
Dalam hadits lain beliau bersabda,Siapa saja yang
ketiduran hingga tidak menunaikan shalat witir atau
sunnah-sunnahnya, hendaklah ia menunaikannya saat
terjaga.(HR Muslim).

Sebaliknya, Rasulullah SAW mencela orang yang tidak


melakukan shalat malam, padahal ia sering bangun
tengah malam. Beliau bersabda kepada Abdullah bin
Amr bin al-Ash,Wahai Abdullah, janganlah engkau
seperti si fulan; ia bangun malam tetapi tidak
menunaikan shalat malam.(Mutaffaq alaih).
DalamAl-Fathdinukil kata-kata Ibn Arabi,Di dalam
hadits ini terdapat anjuran untuk mendawamkan amal
kebajikan yang biasa dilakukan oleh seorang Muslim
tanpa melalaikannya. Dapat disimpulkan dari hadits
tersebut, bahwa makruh memutus ibadah (tidak
mendawamkannya) meskipun bukan ibadah wajib.
(Muhammad Allan ash-Shiddqi,Dalil al-Falihin, I/313).

Amalan sunnah lain yang tak


kalah utamanya adalah
membaca Alquran. Baginda
Rasulullah SAW bersabda,
Sebaik-baik kalian adalah orang
yang belajar Alquran dan
mengajarkannya. (HR alBukhari).

Beliaun pun bersabda, Bacalah oleh kalian Alquran


karena ia akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai
pemberi syafaat bagi orang yang membaca dan
mengamalkannya.(HR Muslim).
Tentu masih banyak amalan-amalan sunnah yang lain
seperti memperbanyak dzikir, shaum sunnah (shaum
Senin-Kamis, shaum Dawud, dll), bersedekah, dll. Semua
itu selayaknya dilakukan secara kontinyu (dawam). Sebab,
kata Baginda Rasulullah SAW, sebagaimana dituturkan
Ummul Mukmin Aisyah ra.,Sesungguhnya amalan yang
paling disukai Allah SWT adalah yang paling kontinyu
(dawam) dilakukan meski sedikit.(HR al-Bukhari).
Semoga kita bisa melakukannya. []abi