Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Dewasa ini di zaman modern dengan adanya peningkatan derajat ekonomi
yang juga terjadi pada masyarakat sangat berpengaruh terhadap gaya hidup
sehari-hari,misalnya pola aktifitas dan pekerjaan,namun tanpa disadari bahaya
yang mengancam kesehatan juga tidak dapat di hindari.hernia merupakan
masalah kesehatan yang sering muncul karena hal tersebut. (Wim de Jong 2004).
Secara umum hernia lebih sering terjadi pada orang yang sudah lanjut usia,
karena pada usia lanjut dinding otot sudah lemah, sehingga sangat berpeluang
terjadinya hernia. Dan umumnya terjadi pada laki-laki dari pada perempuan dan
lebih sering pada sisi kanan dari pada kiri. Dan adapun faktor presipitasi yang
dapat mengakibatkan hernia antara lain : obesitas, kehamilan, mengejan, batuk
kronis, mengangkat beban berat. (Wim de Jong 2004).
Tanda dan gejala lebih dini/ awal biasanya tidak mereka sadari, namun
keadaan tersebut akan baru mereka sadari apabila sudah menimbulkan rasa sakit.
Seperti juga tanda dan gejala dari penyakit hernia inguinalis yang pada waktu
umumnya ada benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk,
bersin, atau mengedan dan menghilang setelah berbaring. Karena keluhan nyeri

jarang dijumpai, kalau ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau para
umbilical berupa nyeri visceral. ( Jong: 2004).
Maka seseorang biasanya akan membiarkan saja karena tidak menimbulkan
sakit, bila terasa sakit baru mereka berorat ke dokter atau tenaga kesehatan lain.
( Jong: 2004).
Keadaan ini timbul biasanya pada golongan menengah kebawah dimana
gizi yang buruk dapat mempengaruhi perkembangan otot perut. Insiden hernia
inguinalis pada bayi dan anak anak antara 1 dan 2%. Kemungkinan terjadi hernia
pada sisi kanan 60%, sisi kiri 20-25% dan bilateral 15%. Insiden hernia inguinalis
pada orang dewasa kira-kira 2%. Kemungkinan kejadian hernia bilateral dari
insiden tesebut mendekati 10% . Insiden hernia meningkat dengan bertambahnya
umur. Pada usia produktif meningkatnya penyakit yang meninggikan tekanan
intra abdomen dan berkurangnya kekuatan jaringan penunjang.( Jong: 2004).
Agar supaya menghindari hal hal tersebut, maka harus dilakukan
penanganan yang adekuat, karena kalau tidak dapat meenimbulkan komplikasi,
sehingga diperlukan asuhan keperawatan secara optimal dan menyeluruh dengan
memandang manusia dari berbagai segi baik secara biopsiko- sosio- kultural dan
spiritual. Salah satu penanganan yang dilakukan pada klien hernia adalah
herniotomi atau herniorafi. Dampak kesehatan yang ditimbulkan pada pasien

yang dilakukan herniorafi diantaranya nyeri, aktivitas intoleran dan resiko


terjadinya infeksi. (Jong: 2004).
Berdasarkan hal-hal diatas, maka penyusun mencoba untuk menyusun
Karya Tulis Ilmiah Asuhan Keperawatan pada klien dengan Post Op Hernia
Inguinalis Lateralis Dextra Reponibel .
B. Tujuan Penulisan
1.

Tujuan Umum
Tujuan umum dari penulisan Karya Tuliis Ilmiah ini adalah agar perawat
dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat bagi pasien post op
hernioraphy.

2.

Tujuan Khusus
a. Penulis mampu melaksanakan dan melakukan pengkajian data
pada

pasien

dengan

gangguan

sistem

pencernaan

post

op

hernioraphy.
b. Penulis mampu mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial
pada

pasien

dengan

gangguan

sistem

pencernaan

post

op

hernioraphy.
c. Penulis mampu menyusun intervensi secara menyeluruh pada
pasien dengan gangguan sistem pencernaan post op hernioraphy.
3

d. Penulis

mampu

melakukan

implementasi

keperawatan

pada

pasien dengan gangguan sistem pencernaan post op hernioraphy.


e. Penulis mampu melakukan evaluasi keperawatan pada pasien
dengan gangguan sistem pencernaan post op hernioraphy.
C.

Metode dan Teknik Penulisan


Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari

pengkajian,

prioritas masalah, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan teknik


penulisan yang digunakan sebagai berikut:
1.

Observasi-Partisipatif
Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap pasien dan ikut
serta dalam melakukan tindakan pelayanan keperawatan.(Dempsey,
patricia Ann, 2002).

2.

Interview ( wawancara)
Yaitu melakukan Tanya jawab dengan pasien dan keluarga secara
langsung. Seperangkat pertanyaan tertulis disusun terlebih dahulu
sebelum melakukan wawancara, sehingga permasalahan yang ingin
diketahui lebih terfokus. (Dempsey, patricia Ann, 2002).

3.

Studi Dokumentasi ( literetur/ pustaka)


4

Yaitu mencari data-data, dalam buku- buku literature yang membahas


tentang penyakit hernia sehingga diperoleh gejala awal atau tanda-tanda
penyakit, cara memberikan pelayanan asuhan keperawatan dan tindak
lanjutnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko tingkat kesalahan
baik ketika menemukan tanda dan gejala penyakit hernia, cara melakukan
pananganan dan tindakan selanjutnya

sehingga

dapat

dipertanggung

jawabkan dan bukan berdasarkan asumsi atau perkiraan-perkiraan.


( Jhuhari, 2000 ).
4.

Studi Kepustakaan
Menggunakan
perawatan
menegakkan

dan

yang

mempelajari
menunjang

diagnosa

dan

literatu-literatur
sebagai

perencanaan

pedoman

medis

maupun

toritis

keperawatan.

untuk

(Dempsey,

patricia Ann, 2002).


D.

Sistematika Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan
sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I

: Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, tujuan


penulisan, metode penulisan serta sistematika penulisan.

Bab II

: Merupakan konsep dasar yang meliputi pengertian, anatomi dan


fisiologi, etiologi dan predisposisi, pathofisiologi, manivestasi
klinik, penata laksanaan, komplikasi.

Bab III : Merupakan tinjauan kasus yang merupakan laporan tentang


kasus yang dirawat meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan
sampai evaluasi.
Bab IV : Merupakan pembahasan berdasar pada pengkajian, diagnosa
keperawatan yang di tegakkan sampai evaluasi dari tiap

diagnosa

dan kendala yang ditemui serta solusinya.


Bab V :

Merupakan penutup berisi kesimpulan dan saran.