Anda di halaman 1dari 3

Pencegahan Diare

Posted by diare pada anak


Pada umumnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu para penderita diare,
misalnya orang tua harus bertindak cepat agar cairan yang masuk harus seimbang dengan
cairan yang keluar diusahakan cairan yang masuk lebih banyak dari cairan yang keluar.
Bila penderita mengalami dehidrasi ringan maka cukup dengan memberikan norit atau
larutan garam dan gula. Namun bila penderita mengalami dehidrasi berat diperlukan
terapi cairan.
Bila virus/ bakteri masuk ke dalam tubuh, bakteri itu akan mengeluarkan racun dan tubuh
akan berusaha untuk mengeluarkan racun tersebut dengan cara muntah. Namun sebagian
besar akan turun ke pencernaan bagian bawah dan berkembang biak namun proses
tesebut memerlukan waktu 8 jam, kemudian penderita barulah mencret. Dengan demikian
sebenarnya mencret itu akan turut membantu mengeluarkan kuman sehingga tidak perlu
diberi obat untuk menggantikannya.Bila virus/ bakteri tersebut tidak bisa keluar, maka
perut penderita akan menjadi kembung, sebab kuman akan mengeluarkan gas. Begitu
kuman/cirus sudah keluar semua, maka mencret tad juga akan turut berhenti.Oleh karena
itu pencegahan penyakit diare umumnya harus ditujukan pada tindakan higiene dan
pencernaan mengenai kebersihan, khususnya cuci tangan dengan bersih sebelum makan,
atau memakan makanan yang bersih. Demikian pula dengan alat-alat dapur dan bahanbahan makanan yang harus steril dari kuman-kuman dengan mencucinya dengan baik dan
sempurna.Namun demikian, pencegahan dengan memberikan obat antibiotika pada
dasarnya tidak di anjurkan, karena resiko terjadi resistensi. Yang penting tindakan
pencegahan pada diare perlu dilakukan.
Diare adalah berak encer lebih sering dari biasanya yaitu lebih dari 3 kali sehari
Kenali Gejala Diare

Sebagian besar diare (gastroenteritis) disebabkan oleh virus. Penularan terjadi akibat
kontak dengan virus yang berasal dari kotoran atau muntah. Pada musim pancaroba, virus
banyak bersirkulasi. Jika Anda tidak menjaga higienitas, terutama dengan cuci tangan,
sangat mudah bagi virus untuk masuk ke dalam tubuh.

Gejala: Diare yang disebabkan virus ini menimbulkan muntah dan diare yang cair, serta
sering pula disertai demam. Salah satu penyebab diare pada anak adalah rotavirus, yang

sering menyebabkan muntah dan keluarnya diare cair yang cukup banyak. Akibatnya?
Anak berpotensi terkena dehidrasi. Bisa juga, diare disebabkan oleh bakteri atau amuba
(parasit) dengan gejala diare yang disertai adanya lendir dan darah (disentri).

Menularkah? Ya, diare sangat menular. Penularannya terjadi akibat tangan


terkontaminasi virus atau bakteri yang berasal dari kotoran atau muntah penderita.
Mencuci tangan adalah cara efektif untuk mencegah penularan diare.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan orang tua: Diare atau muntah berisiko
menimbulkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Jadi, pastikan anak mendapat cairan
yang cukup dalam bentuk oralit untuk menggantikan cairan yang keluar. Awasi pula
tanda-tanda dehidrasi lainnya, seperti frekuensi buang air kecil serta warna air seninya.

Kapan ke dokter? Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti kelopak mata
tampak cekung, saat menangis tidak terlihat air mata, lidah kering, kulit perut yang
lambat kembali saat dicubit, serta frekuensi buang air kecil yang jarang, segera
periksakan ke dokter. Anak dengan dehidrasi berat perlu mendapat terapi cairan dengan
cara pemberian infus. Jika anak tidak bisa mengejar kekurangan cairannya melalui
minum, anak dengan dehidrasi ringan sedang dicoba menggunakan selang lambung
(nasogastric tube).

Mungkinkah dicegah? Virus yang menyebabkan diare dan muntah bisa dicegah dengan
mengajar anak untuk selalu mencuci tangan. Rotavirus bisa dicegah dengan memberi
vaksin Rotavirus pada bayi mulai usia 2 bulan.
Pencegahan
Bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi, sebaiknya memberikan ASI (Air Susu Ibu) selama 6
bulan agar kekebalan tubuh cukup tertanam.

Hendaknya bayi berusia 4-8 bulan diberikan makanan tambahan yang bersih dan bergizi
tinggi namun ASI tetap diberikan.
Demikian pula bila ASI, sebaiknya diberikan dengan botol yang utama kebersihannya.
Tindakan pencegahan penting lainnya, air minum perlu dimasak dan didinginkan dulu
sebelum diminum.
Berikan imunisasi untuk mencegah tumbuhnya campak, karena campak bisa
menumbulkan diare semakin hebat.
Disamping itu selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum
menyediakan makanan, atau sebelum makan dan setelah buang air besar.
Tindakan pencegahan yang umumnya harus dilakukan seperti menutup makanan dan
minuman dengan tudung saji untuk mencegah hinggapnya lalat dan debu.
Makanan sebaiknya dimasak dan segera setelah dimasak jangan dibiarkan terlalu lama
hingga mudah tercemar.
Juga tindakan berjaga-jaga yang perlu dilakukan, adalah menjaga kebersihan rumah dan
halaman untuk menghindari berterbangannya lalat-lalat yang membawa penyakit.
Serta yang harus dilakukan sejak awal adalah membuang sampah pada tempatnya.
Dari semua tindakan pencegahan penyakit diare bahwa setiap orang harus bertindak
cermat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Diare akan menyebarkan kumankumannya ke makanan karena itu makanan harus diberikan selama anak sakit haruslah
yang bergizi.Jika ada penderita diare yang memakan makanan kurang gizi , tentu orang
tuanyalah yang disalahkan.Anak yang sudah menderita diare sebaiknya diberikan nasi
lembek. Pada awal diare dan selanjutnya dapat diberikan daging cincang, apabila diare
berhenti, buah-buahan seperti pisang bisa diberikan kepada penderita. Demikian pula
dapat diberikan makanan yang baru dimasak 5 atau 6 kali sehari.Berikan juga macam
buah-buahan sekurang-kurangnya 1 minggu untuk mendapatkan kembali nutrisi yang
hilang selama diare. Yang paling penting diperhatikan adalah pemberian ASI untuk
penyembuhan sehingga kesehatan mereka cepat pulih kembali.

Anda mungkin juga menyukai