Anda di halaman 1dari 8

PENDIDIKAN KEJURUAN

Juli 21, 2009, 8:47 am


Filed under: Pendidikan Kejuruan
PENDIDIKAN KEJURUAN
Oleh Wakhinuddin S
a. Pengertian Pendidikan Kejuruan
Banyak kontroversi tentang pengertian pendidikan kejuruan, semula pendidikan
kejuruan didefinisikan sebagai vocational educational is simply training for
skills, training the hands (Vocational Instructional Service, 1989). Pendidikan
kejuruan merupakan latihan sederhana untuk menguasai suatu keterampilan,
yaitu keterampilan tangan. Pada abad kesembilan belas dimunculkan konsep
baru tentang pendidikan kejuruan, yaitu dengan dimasukkannya pendidikan
kejuruan ke dalam pemberdayaan profesional, seperti halnya hukum, profesi
keinsinyuran, kedokteran, keperawatan dan profesional lainnya.
Schippers (1994), mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan
non akademis yang berorientasi pada praktek-praktek dalam bidang
pertukangan, bisnis, industri, pertanian, transportasi, pelayanan jasa, dan
sebagainya. Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20
tahun 2003 pasal 15 menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan
menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam
bidang tertentu.
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang menghubungkan, menjodohkan,
melatih manusia agar memiliki kebiasaan bekerja untuk dapat memasuki dan
berkembang pada dunia kerja (industri), sehingga dapat dipergunakan untuk
memperbaiki kehidupannya. Selanjutnya Calhoun (1982:22) mengemukakan :
Vocational education is concerned with preparing people for work and with
improving the training potential of the labor force. It covers any forms of
education, training, or retraining designed to prepare people to enter or to
continue in employment in a recognized occupation.
Memahami pendapat di atas dapat diketahui bahwa pendidikan kejuruan
berhubungan dengan mempersiapkan seseorang untuk bekerja dan dengan
memperbaiki pelatihan potensi tenaga kerja. Hal ini meliputi berbagai bentuk
pendidikan, pelatihan, atau pelatihan lebih lanjut yang dibentuk untuk
mempersiapkan seseorang untuk memasuki atau melanjutkan pekerjaan dalam
suatu jabatan yang sah. Dapat dikatakan pendidikan kejuruan (SMK) adalah
bagian dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan mempersiapkan tenaga
yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan
persyaratan lapangan kerja dan mampu mengembangkan potensi dirinya dalam
mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam proses
pendidikan kejuruan perlu ditanamkan pada siswa pentingnya penguasaan
pengetahuan dan teknologi, keterampilan bekerja, sikap mandiri, efektif dan
efisien dan pentingnya keinginan sukses dalam karirnya sepanjang hayat.
Dengan kesungguhan dalam mengikuti pendidikan kejuruan maka para lulusan
kelak dapat menjadi manusia yang bermartabat dan mandiri serta menjadi
warga negara yang mampu membayar pajak.
Pendidikan SMK merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang
diselenggarakan sebagai lanjutan dari SMP/MTS :
a. Sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan dalam rangka memenuhi
kebutuhan/kesempatan kerja yang sedang dan akan berkembang pada daerah
tersebut.
b. Lulusan SMK merupakan tenaga terdidik, terlatih, dan terampil.

c. Mampu mengikuti pendidikan lanjutan dan atau menyesuaikan dengan


perubahan teknologi.
d. Berdampak sebagai pendukung pertumbuhan industri (kecil atau besar).
e. Mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas.
f. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara melalui pajak penghasilan dan
pertambahan nilai.
b. Tujuan Pendidikan Kejuruan
Prosser (1949), mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan akan lebih efektif
jika mampu merubah individu sesuai dengan perhatian, sifat dan tingkat
intelegensinya pada tingkat setinggi mungkin, artinya setelah melakukan
pendidikan dan pelatihan (diklat) para peserta latihan meningkat
keterampilannya. Acuan keberhasilan suatu program pendidikan kejuruan
menurut pendapat Lesgold (1996), yaitu harus memperhatikan : (1) Sasaran
produk haruslah terdefinisi secara baik, akurat, dan jelas yang merupakan
interaksi yang intens antara sekolah dengan masyarakat, (2) perlengkapan
(sarana dan prasarana) yang dibutuhkan untuk mencapai yang telah ditetapkan
haruslah mencukupi, sehingga merupakan unsur penjamin bahwa sasaran yang
telah ditetapkan dapat dicapai secara baik, (3) spesifikasi tim sukses atau tim
pelaksana program yang akan bertanggung jawab terhadap keberhasilan
sasaran haruslah lengkap dan jelas, (4) penelitian atau pengkajian terus
menerus dan berkesinambungan agar dapat diketahui, sehingga langkah
perbaikan dan penanggulangan dapat ditetapkan segera.
Pada dasarnya pendidikan kejuruan menurut Indrajati Sidi (2003) berdasarkan
kebutuhan nyata pasar keja. Untuk dapat merealisasikan program ini maka peran
serta dunia usaha dan industri sangat diperlukan. Bahkan perlu mendudukkan
mereka dalam posisi yang penting, sehingga program kejuruan ditawarkan
benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sistem
pendidikan kejuruan yang memberikan standar kompetensi nasional yang baku.
Standar kompetensi, standar kurikulum dan standar pengujian dimaksudkan
untuk menjamin bahwa sistem pendidikan kejuruan benar-benar memberikan
kompetensi yang telah dibutuhkan oleh industri. Oleh karenanya ukuran mutu
tamatan pendidikan kejuruan tidak hanya dilihat dari hasil Ujian Akhir Nasional.,
tetapi juga dari kompetensi yang dicapai. Ketercapaian kompetensi dilihat dari
keterampilan. Setiap keterampilan yang dicapai diberikan sertifikat oleh lembaga
yang berwenang seperti majelis pendidikan kejuruan nasional (MPKN).
UUSPN No. 20 tahun 2003 pasal 15, menyatakan pendidikan menengah kejuruan
bertujuan untuk menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang
tertentu. Tujuan tersebut dapat dijabarkan lagi oleh Dikmenjur (2003) menjadi
tujuan umum dan tujuan khusus, sebagai berikut :
Tujuan umum, sebagai bagian dari sistem pendidikan menengah kejuruan SMK
bertujuan : (1) menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara
layak, (2) meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik, (3) menyiapkan
peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab,
(4) menyiapkan peserta didik agar memahami dan menghargai keanekaragaman
budaya bangsa Indonesia, dan (5) menyiapkan peserta didik agar menerapkan
dan memelihara hidup sehat, memiliki wawasan lingkungan, pengetahuan dan
seni.
Tujuan khusus, SMK bertujuan : (1) menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja,
baik secara mandiri atau mengisi lapangan pekerjaan yang ada di dunia usaha
dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan bidang dan
program keahlian yang diminati, (2) membekali peserta didik agar mampu
memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi dan mampu mengembangkan
sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminati, dan (3) membekali
peserta didik dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) agar mampu

mengembangkan diri sendiri melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


Kompetensi lulusan pendidikan kejuruan sebagai subsistem dari sistem
pendidikan nasional menurut Depdikbud (2001) adalah : (1) penghasil tamatan
yang memiliki keterampilan dan penguasaan IPTEK dengan bidang dari tingkat
keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, (2) penghasil tamatan
yang memiliki kemampuan produktif, penghasil sendiri, mengubah status
tamatan dari status beban menjadi aset bangsa yang mandiri, (3) penghasil
penggerak perkembangna industri Indonesia yang kompetitif menghadapi pasar
global, (4) penghasil tamatan dan sikap mental yang kuat untuk dapat
mengembangkan dirinya secara berkelanjutan. Dikmenjur (2000) mengatakan
bahwa hasil kerja pendidikan harus mampu menjadi pembeda dari segi unjuk
kerja, produktifitas, dan kualitas hasil kerja dibandingkan dengan tenaga kerja
tanpa pendidikan kejuruan.
Jadi pendidikan kejuruan adalah suatu lembaga yang melaksanakan proses
pembelajaran keahlian tertentu beserta evaluasi berbasis kompetensi, yang
mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja setingkat teknisi (Wakhinuddin S).
(Sumber: https://wakhinuddin.wordpress.com/2009/07/21/pendidikan-kejuruan/
diunduh Minggu, 08 November 2015)

Pengertian SMK Undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 telah mengatakan bahwa
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3 UU RI No 20/ 2003).
Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu jenjang pendidikan menengah dengan
kekhususan mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja. Pendidikan kejuruan mempunyai arti
yang bervariasi namun dapat dilihat suatu benang merahnya. Menurut Evans dalam Djojonegoro
(1999) mendefinisikan bahwa pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang
mempersiapkan seseorang agar lebih mampu bekerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu
bidang pekerjaan daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya. Dengan pengertian bahwa setiap
bidang studi adalah pendidikan kejuruan sepanjang bidang studi tersebut dipelajari lebih
mendalam dan kedalaman tersebut dimaksudkan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Mengacu
pada pada isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3
mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa
pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik
terutama untuk bekerja di bidang tertentu.

(Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?
id=170049746495127&story_fbid=170052489828186)

ALASAN PELAJAR DI INDONESIA LEBIH MEMILIH


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
1 Juni 2013 pukul 22:38

Banyak sekali orang yang bertanya mengapa sih pelajar di Indonesia lebih memilih SMK di
bandingkan SMA ? Nah kali ini saya membuat artikel yang menyangkut tentang pendidikan
yaitu Alasan pelajar di Indonesi lebih memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) . Dari pada
penasaran langsung saja saya jelaskan mengapa demikian ?
Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu jenjang pendidikan menengah yang
bertujuan mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja.
Mengacu pada pada isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003
pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan
bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta
didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu.
Pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan seseorang
agar lebih mampu bekerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan dari pada
bidang-bidang pekerjaan lainnya. Dengan pengertian bahwa setiap bidang studi adalah
pendidikan kejuruan sepanjang bidang studi tersebut dipelajari lebih mendalam dan kedalaman
tersebut dimaksudkan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Di era globalisasi dewasa ini, jumlah lapangan kerja industri itu sangat sedikit, sedangkan
jumlah sumber daya manusia (SDM) yang masih menganggur terhitung lebih banyak. Dengan
adanya SMK akan dapat membuka lapangan kerja yang lebih banyak lagi.
Dengan kata lain, belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih terarah, khusus, dan
fokus kepada pilihan yang di tentukan. Di Sekolah Menengah Atas (SMA), siswa masih harus
mencari pilihan yang akan dikembangkan dan tentunya, setelah masuk ke Perguruan Tinggi,
barulah ketemu pilihan ketrampilan yang ingin dikembangkan.
Selama ini, SMK identik sebagai sekolah bagi orang yang tidak ingin melanjutkan pendidikan
ke perguruan tinggi, melainkan sekolah untuk cepat mencari kerja. Namun bukan itu alasannya.
Berikut Alasan pelajar di Indonesia lebih memilih Sekolah menengah Kejuruan (SMK) .
1. Siswa akan dibekali suatu ilmu yang diberikan secara khusus sesuai minat dan kemampuan
masing-masing.
2. Siswa yang akan memiliki jiwa enterpreneurship atau kewirausahaan, di mana siswa sudah
memiliki etika dan etos kerja yang tinggi.
3. Siswa juga diberi landasan jika sudah terjun di dunia kerja dengan adanya pelatihan kerja atau
disebut juga Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
4. Siswa dapat dipastikan sanggup menentukan pilihan akan ketrampilan dan keahlian yang
harus dikembangkan.
5. Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, hingga orangtua sudah berpikir jauh ke depan akan
sasaran pendidikan anaknya.

6. Sementara itu, alasan mayoritas pelajar memilih Sekolah Kejuruan dikarenakan setelah tamat
bisa langsung kerja. Kalo kita melihat secara lebih di balik semua alasan di atas, banyak
pertimbangan yang membuat orangtua cenderung memilih Sekolah Kejuruan bagi anakanaknya.
Terlepas dari itu, tak ada yang salah jika memilih lanjut ke SMA atau SMK, keduanya memiliki
kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Di manapun para pelajar menuntut ilmu, asalkan
dilandasi keyakinan dan ketekunan, pasti akan berhasil juga..!!

(Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyo-dsc/alasan-pelajar-di-indonesialebih-memilih-sekolah-menengah-kejuruan-smk/296792330456268)

5 (lima) Alasan Memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)


SMK merupakan kependekkan dari Sekolah Menengah Kejuruan. SMK merupakan salah satu jenjang
pendidikan menengah yang bertujuan mempersiapkan lulusannya bisa langsung bekerja. Hal ini sesuai dengan
isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan pendidikan
nasional dan penjelasan pasal 15 yang menjelaskan tentang pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah
yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu.

Pendidikan kejuruan merupakan bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan lulusannya memiliki bekal
yang cukup guna bekerja di perusahaan serta menguasai satu bidang pekerjaan dari sekin banyak bidang
pekerjaan lainnya. Karena saat masih menimba ilmu di SMK, lulusannya mendalami setiap bidang studi atau
pendidikan kejuruan yang mengarah siap pakai ketika memasuki dunia kerja.
Saat ini dan di masa-masa mendatang, jumlah lapangan kerja industri terbilang minim jumlahnya, sementara
jumlah pengangguran lebih banyak. Dengan adanya SMK, tentu saja akan membuka lapangan kerja dengan
jumlah SDM yang berpotensi semakin banyak jumlahnya. Esensinya, belajar di Sekolah Menengah
Kejuruan(SMK) siswa/siswi akan lebih terarah.

5 (lima) Alasan Memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)


1.
Dari sekian banyak alasan memilih sekolah menengah kejuruan, berikut ini 5 (lima) alasan
utama mengapa anak-anak perlu melanjutkan ke SMK selepas SMP.
2.
Setiap siswa akan diberi bekal tentang ilmu pengetahuan khusus yang disesuaikan dengan
minat serta kemampuan masing-masing siswa.
3.
Siswa akan didorong untuk memiliki bakat berwirausaha (memiliki jiwa enterpreneurship)
atau kewirausahaan. Nantinya, setiap siswa SMK terbiasa memiliki etika serta etos kerja yang
tinggi.
4.
Siswa SMK senantiasa dibekali landasan (basic) berupa pelatihan kerja atau biasa disebut
dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
5.
Siswa akan diajarkan agar sanggup menentukan pilihan bidang ketrampilan dan keahlian
yang harus dikembangkan.

6.
Lulusan SMK cepat memperoleh pekerjaan, karena banyak perusahaan yang menginginkan
fresh graduate seperti lulusan SMK.
Pembaca, mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, tentunya akan membuat orangtua berpikir tujuh keliling
bagaimana mengakalinya. Dengan memilih SMK maka orangtua sudah bertindak dengan benar dan tujuan
anaknnya akan mudah mencari pekerjaan sungguh tepat sasaran.
Membaca artikel 5 (lima) Alasan Memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini, apa perlu orangtua berpikir
lama untuk memasukkan anak-anaknya melanjutkan pendidikan dengan memasuki sekolah menengah
kejuruan?

(Sumber: http://esemka-smk.blogspot.co.id/2013/10/5-lima-alasan-memilihsekolah-menengah.html)