Anda di halaman 1dari 6

WORKSHOP PENGEMBANGAN KONTEN DAN TEMA TESIS

PRODI S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN KONSENTRASI KEPENGAWASAN SEKOLAH TAHUN 2015


Semarang, 21 22 Agustus 2015
PENGAWAS SEKOLAH DAN PERMASALAHANNYA
Dr. Dwi Deswary, M.Pd. (Ka Prodi. MP UNJ)
Konten dari kemdikbud:
MBS
Pengawas dan Kepengawasan
Supervisi dan Evaluasi Pendidikan
Sekolah sebagai sistem:
Kepemimpinan

Instrumental Input:
Guru/Dosen, Kurikulum, Biaya, Sarana dan Prasarana, Metode, Manajemen

Siswa/Mhs

PBM

PBM

Enviromental Input:
Masyarakat, Ortu, Lingkungan Alam, Politik, dsb

Supervisi akademik dan manajerial


Supervisi Akademik
Memantau Pelaksanaan Standar Isi
Memantau Pelaksanaan Standar Kompetensi
Lulusan
Memantau Pelaksanaan Standar Proses
Memantau Pelaksanaan Standar Penilaian

Supervisi Manajerial
Memantau Pelaksanaan Standar Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
Memantau Pelaksanaan Standar Sarana dan
Prasarana
Memantau Pelaksanaan Standar Pembiayaan
Pendidikan
Memantau Pelaksanaan Standar Pengelolaan
Pendidikan

Contoh tema tesis:

Model Pembinaan dan Penilaian Kinerja Guru Berbasis Merit System


Model Ujian Nasional Terpusat Berbasis Provinsi, Berbasis Kab/Kota, Berbasis Sekolah atau
kobinasi dari beberapa basis lainnya

Alasan pemberdayaan pengawas:


1. Pengawas ada yang berasal di luar sekolah (bukan guru atau kepala sekolah);
2. Persepsi jabatan pengawas adalah jabatan buangan;
3. Rekruitmen pengawas sekolah tidak berdasarkan prestasi akademik melalui seleksi;
4. Tidak semua pengawas menguasai kompetensi yang dipersyaratkan.
Beban kerja pengawas 24 jam/minggu:
1. Menyusun program pengawasan sekitar 2 jam/minggu;
2. Melaksanakan supervisi akademik dan manajerial di sekolah binaan sekitar 8 jam/minggu;
3. Mengevaluasi pelaksanaan program pengawasan 3 jam/minggu;
4. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan ...
5. ...
Landasan yuridis:
Kepres No. 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional PNS.
PP RI No. 19 Tahun 2007 tetang Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentag Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
PP RI No. 74 Tahun 2008 tentang Guru.
Permen Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 21 Tahun 2010
tentang Jabatan Fungsionak Pengawas Sekolah an Angka Kreditnya.
Apa sebenarnya permasalahan pengawasan ?
1. Perilaku profesional (pengawas adalah supervisor) memantau, menilai, mengawasi, membina,
melaporkan, dan menindaklanjuti.
2. Kompetensi yang harus dimiliki pengawas, meliputi: kompetensi kepribadian, sosial, supervisi
manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, serta peneitian dan pengembangan.
3. Proporsi beban tugas dalam rumpun mata pelajaran (hanya pelaksanaan supervisi akademik).
4. Kegiatan-kegiatan pengawasan yang harus dilakukan (fungsi manajemen).
5. Komitmen pengawas (pengawas muda: mada : utama dengan proporsi tugas 8 : 10 : 12).
6. Motivasi pengawas/kesejahteraan.
7. Pemberdayaan pengawas oleh atasan (kepala dinas pendidikan).
8. Ingkungan kerja pengawas (fisik dan sosial).
9. Beban kerja pengawas (24 jam dan membaginya).
10. Birokrasi (pemerintah otda) termasuk mekanisme pengangkatan pengawas profesional.
....

MEMBANGUN ILMU
Prof. Dr. H. Achmad Slamet, M.Si.

Garis besar karya ilmu di S2, ada 2, yaitu:


1. Penciptaan Ilmu: bisa yang sudah ada menjadi lebih baik dan yang ada lagi.
2. Penemuan ilmu: dari yang tidak ada menjadi ada.
Pada program MP Kepengawasan Sekolah masih diperkenankan penciptaan ilmu.
Hasrat ingin tahu kebenaran agama, filsafat, ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan dan
penelitian (bagaikan 2 sisi mata uang)
Tugas ilmu pengetahuan, ada 4 :
Deskripsi
* Agama
Explanasi
kebenaran * Filsafat
Estimasi
* Ilmu Pengetahuan
Prediksi
Menemukan ilmu pengetahuan, seringnya dimulai dari enyataan yang menunjukkan fenomena
(kejadian alam/sosial yang dapat diamati).
Siklus Empiris:
1. Penetapan
Masalah

2. Menyusun
Kerangka
Pemikiran

3. Simpulan & ...

4. Menganalisis
5. Menyusun
Hipotesis

Perbedaan keputusan dan kesimpulan ...?


PENEMUAN

PENCIPTAAN
BASIC
RESEARCH

RESEARCH &
DEVELOPMENT

APPLIED
RESEARCH

Jembatan Penelitian antara


Basic Research dan Applied Research
Penemuan
Ilmu Baru

Penemuan
Pengembangan &
Pengujian

Menerapkan
Ilmu/Produk

Macam Permasalahan:
1. Phenomenologi Gap terdapat kesenjarang antara phenomena dengan teori aau hasil
penelitian terdahulu (generalisasi empiris).
2. Research Gap terdapat kesenjangan anattara hasil penelitian (1) dengan hasil penelitian lain
(2).
3. Theoritical Gap terdapat kesenjangan antara teori (1) dengan teori (2).
Pendekatan Penemuan Teori, ada 2:
1. Pendekatan Formal
a. Metode Analog
b. Metode Renovasi
c. Metode Dielektis
d. Metode Morfologi
e. Metode Dekomposisi
f. Metode Agregasi
2. Pendekatan Informal
a. Metode Perkiraan
b. Metode Fenomenologi
c. Metode Konsensus
d. Metode Pengalaman
Latar Belakang Masalah:
Kenyataan
Teori
Fenomena
Penelitian Terdahulu (Generalisasi Empiris)
6 Pokok Pikiran tiap alinea pada Latar Belakang:
1. Ontologi kebermaknaan hakikat tema penelitian (arti penting masalah).
2. Dasar teoritik tema penelitian proposisi.
3. Kondisi faktual fenomena pada tema penelitian.
4. Permasalahan penelitian problem research.
5. Motivasi dilaksanakannya penelitian (penelitian ini dilakukan karena ... penelitian ini belum
dilakukan ....)
6. Harapan dilakukannya penelitian (... diharapkan akan menghasilkan tesis tentang ....)
Tesis, adalah: pengetahuan benar setelah dilakukan penelitian. Tesis dapat tersurat maupun tersirat.
Pada penelitian kuantitatf hipotesis harus tersurat, sedangkan pana penelitian kualitatif hipotesis
dapat tersirat dalam kerangka pemikiran.

Pertanyaan Penelitian:

KERANGKA PEMIKIRAN

Kenyataan

Hukum
Aksioma
Teori

Fenomena

Tujuan Penelitian

Generalisasi
Empiris
KAJIAN PUSTAKA

Postulat
Dalil

Konsep

Variabel

Identifikasi masalah tasdik masalah


Cakupan penelitian/batasan peneitian
Perumusan masalah pertanyaan penelitian

Tujuan penelitian
Variabel mengoperasionalkan masalah penelitian, Variabel harus dijawab dengan mendasarkan
pada kerangka teori kerangka berfikir menunjukkan state of the art seseorang kerangka
befikir secara tersuratvtelah menghasilkan hipotesis menyilir secara langsung, contoh: Menurut
Akhmad (2014: 12) kinerja adalah .....
Berbeda dengan kajian pustaka Kinerja adalah .... (Ahmad, 2014: 12).
Kajian pustaka: mengukur kemampuan berargumen.
Sistematika Metode Penelitian:
Anglosection (Inggris Raya) kuantitatif kuat/ketegasan.
Kontinental (daratan eropa) kualitatif menciptakan baru lagi dan baru lagi.
Desain penelitian kuantitatif, kualitatif, dan RnD ...?
Hasil Penelitian dan Pembahasan:
IDENTIFIKASI
MASALAH:
1. X1 Y
2. X2 Y
3. X1 & X2 Y

LANDASAN TEORI:
TUJUAN PENELITIAN:
1. X1 Y
2. X2 Y
3. X1 & X2 Y

HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHASAN:
1. X1 Y
2. X2 Y
3. X1 & X2 Y

1.
2.
3.
4.

Y
X1
X2
Kerangka
Pemikiran
5. Hipotesis

SIMPULAN:
1. X1 Y
2. X2 Y
3. X1 & X2 Y

Pembahasan tidak boleh keluar dari Bab II (teori), hasil penelitian dibahas benar atau tidak
dengan didasarkan pada teori jadi, menyimpang atau tidak dari teori ?

Prof. Dr. Sugiyo, M.Pd.


Kaprodi. MP

Temui doses pembimbing tesis untuk diskusi tema tesis.


Semester 3 proposal seminar tesis hasil proposal untuk tesis pro