Anda di halaman 1dari 16

dr.

Indra
TAHAP 1
Seorang laki laki datang dengan keluhan bengkak di palpebra, kedua tungkai dan kaki.
TD = 135/90 mmHg
N

= 96 x/mnt

PF : -

Abdomen : ascites +
Ekstremitas : oedem kedua tungkai

Soal :
1. Apa diagnosa saudara?
2. Apa diagnosa differensial saudara?
3. Apa pemeriksaan laboratorium yang anda sarankan? Kenapa?

TAHAP 2
Hasil lab :
Hematologi

Urine

- Epitel
- Granula
- Proteinuri

Trombosit : dbn
Lekosit
: dbn
LED
: 150 mm / jam

Kimia Klinik
-

SGOT
SGPT
Ureum
Kreatinin
Albumin

: 1-2 / LPK
: ++ / pos 2
: ++ / pos 2

- Silinder eritrosit 0-1 / LPK


: dbn
: dbn
: dbn
: dbn
: 1,25

Soal :
4.
5.
6.
7.
8.

Apa diagnosa sekarang?


Apakah mungkin sirosis hepatis?
Apa saran saudara untuk pemeriksaan laboratorium selanjutnya? Jelaskan!
Bagaimana fungsi ginjal dari pemeriksaan laboratorium tersebut?
Apakah pemeriksaan laboratorium untuk fungsi ginjal?

TAHAP 3
Hasil Lab :
Urine
-

Esbach

: 2,35 ()

Kimia Klinik
-

GDS
: dbn
Trigliserida:
Kolesterol :
LDL
:
HDL
:
Albumin : 2,35 ()

Soal :
9. Apa diagnosa saudara?
10. Jelaskan peningkatan trigliserida dan kolesterol
11. Apa penyakit yang disebabkan oleh hasil laboratorium di atas?
12. ???
WAWANCARA
Dr. Najwa :

Apakah diagnosa saudara?? (Sindrom Nefrotik)


Dari pemeriksaan laboratorium, apa yang mendukung?
Oedem dapat terjadi dimana saja? (jantung, ginjal, hepar apakah bisa?)
Bagaimana mekanisme oedem di jantung, ginjal dan hepar?
Untuk pasien BPJS, pemeriksaan apa yang anda usulkan?

Dr. Purwanto:

Apa saja marker gangguan fungsi ginjal?


GFR dipakai pada apa? Kenapa?

Dr. Banundari
Dari hasil pemeriksaan, hasil mana yang mengarah ke diagnosa?
Untuk BPJS, yang mana yang anda pilih?

dr.Rini
TAHAP 1
Seorang wanita, 38 tahun, datang dengan keluhan demam 3 hari disertai mual dan lemas.
BAB dbn : tidak terdapat mucus, tidak terdapat darah
BAK dbn : volume urine cukup
Tanda Vital : TD : 100 / 60 mmHg
RR : 18 x/menit
N : 90 x/menit
T : 38oC
Pemeriksaan Fisik :
- Kepala dan leher : anemia (-), ikterus (-), sianosis (-), dispneu (-)
- Thorax : Jantung : S1, S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
Pulmo
-

Abdomen
Ekstremitas

: vesikuler +/+, Wheezing -/-, Rhonki -/: hepar dan lien tidak teraba, bising usus dbn, ascites (-)
: hangat, oedem (-)

Soal
1. Apakah diagnosa differensial saudara?
Typhoid, Malaria, DHF, Leptospirosis, Hepatitis, Keganasan, Hipoglikemia, Anemia
2. Apa alasan anda?
3. Pemeriksaan apa yang anda sarankan?
Hematologi rutin, hitung jenis dan gambaran darah tepi
Kimia Klinik : GDS, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, elektrolit
Urin Rutin
3

Widal, Tubex, Malaria, IgM Dengue, IgG Dengue, NS1, HBsAg, HCV, HAV
4. Kenapa anda menyarankan pemeriksaan tersebut?
5. Apa hasil yang anda harapkan?

TAHAP 2
Hasil Laboratorium
- Hb
: 11,5
- Eritrosit : 4 4,5
- Mikrositik hipokromik
Leukopenia
- Trombositopenia
- Eosinofil
- Kreatinin

- hipoalbumin
- hiponatremia
- hiperbilirubin
- hemodilusi (hematokrit )
- SGOT
- SGPT

Soal
6. Bagaimana ekspertise hasil laboratorium tersebut?
7. Bagaimana patofisiologi hasil laboratorium?
8. Bagaimana diagnose saat ini?
9. Apa alasannya?
10. Apa saran pemeriksaan laboratorium lanjutan?

TAHAP 3
Hasil laboratorium
-

Hb
: 8,7
MCV (80,1) : mikrositik
MCH (25) : hipokromik
Neutropenia
Limfositosis
Trombositopenia
Gambaran Darah Tepi (ringan semua)
o Normokrom
o Eritrosit : Anisopoikilositosis, mikrosit, makrosit, sferosit, fragmentosit
o Limfosit : Limfosit atipik, LPB, sel muda (-), sel blast (-)
o Trombosit : jumlah menurun
S typhii O : 1/320
S typhii H : 1/320
S paratyphii A : 1/80
S paratyphii B : (-)
4

IgM Dengue (+)


IgG Dengue (+)
NS 1 (-)
IgM Salmonella ++ / pos2
PT : 18,3 (memanjang)
APTT : 54,5 (memanjang)
Efusi pleura (+)
Hepatomegali (+)
Pasien masuk ICU

SOAL
11. Bagaimana interpretasi hasil hitung jenis dan CBC?
12. Bagaimana interpretasi hasil serologi?
13. Bagaimana expertise hasil laboratorium?
14. Sebutkan pemeriksaan pada infeksi dengue dan salmonella!
Tambahan :
Penurunan leukosit dan trombosit disebabkan karena infeksi pada pasien ini
Lekosit menurun karena adanya sitokin pro inflamasi yang menghambat pembentukan lekosit
Trombositopenia disebakan karena adanya destruksi trombosit yang ditandai dengan ,
adanya antibody dengue, adanya konsumsi proses koagulasi
SGOT dan SGPT meningkat disebabkan adanya gangguan faal hepar karena replikasi virus
dengue
Hipoalbuminemia disebabkan karena adanya kebocoran plasma

WAWANCARA
Dr. Rina
Jelaskan pola demam pada DHF, Malaria dan Typhoid!
Mengapa SGOT dan SGPT meningkat?
Kenapa bisa terjadi hipoalbuminemia?
Mana hasil laboratorium yang mendukung diagnosa DHF?
Prof. Lisyani
Kenapa SGOT sangat meningkat sedangkan SGPT hanya sedikit meningkat?
Apakah hematokrit pada hasil laboratorium menurun? (sedikit)
Dari mana dapat dikatakan hematokrit menurun atau normal? Apa yang perlu diperhatikan?

(dengan melihan hematokrit sebelumnya)


Diagnosa pasti selain melihat hasil laboratorium dengan apa? (rumpe leed +)
Kenapa rumple leed positif

Dr. Imam
5

Kapan muncul bisitopenia? (hari ke berapa?)


Pansitopenia dapat terjadi pada apa saja?
Untuk menentukan kerusakan di sumsum tulang atau perifer, dengan pemeriksaan apa?

(retikulosit)
Rujukannya : 0,5 1,5

dr. Wita
TAHAP 1
Seorang wanita, 53 tahun datang ke UGD dengan keluhan lemas, nafsu makan menurun, sudah
diberi vitamin dan obat sakit kepala namun itdak membaik. Didapatkan juga benjolan dipayudara
kiri. Riwayat DM disangkal. Riwayat minum alcohol saat muda (+)
Pemeriksaan Fisik :
Konjungtiva Anemis + / +
Mammae : benjolan di kiri lateral atas, tidak nyeri tekan, immobile
Soal
1. Apa dugaan saudara pada pasien tersebut?
Lemas hipoglikemia, anemia
Benjolan pada mammae Ca mammae dan FAM
2. Pemeriksaan laboratorium apa yang anda sarankan?
Hematologi rutin, hitung jenis dan gambaran darah tepi
Kimia Klinik : GDS, SGOT, SGPT, ALP, GGT, LDH, Fraksi Lipid
Urine rutin
Tumor Marker
USG : Mammografi dan biopsy
TAHAP 2
Hasil Laboratorium
Hb
WBC
PLT
MCV

: 8,8
: 29,6
: 495
: 73,3

GDS : 300
SGOT : 14
SGPT : 10
Albumin : 3,0

Ureum
Kreatinin
Fe
Feritin

: 47
: 0,5
: 15
: 10
6

MCH : 23

Saturasi Transferin : 10

Soal
3. Bagaimana ekspertise hasil laboratorium tersebut menurut saudara?
4. Bagaimana patofisiologi anemia yang terjadi?
5. ?
6. Apa saran pemeriksaan laboratorium lanjutan saudara?
Hitung jenis, urin rutin, GDP, GD2PP, tumor marker, USG (mammografi)
TAHAP 3
Hasil Laboratorium
Kimia Klinik :
GDP : 180
GD2PP : 254
HbA1C : 8,5

Urine :
Kuning, agak keruh, 7.0, BJ : 1.017
Lekosit : 20-30 / LPK
Eritrosit : 1-2 / LPK
Epitel squamosa : 2-3 / LPB
Bakteri : ++++ / pos4
Protein : 25 mg

Imun :
CEA : 3,0
Ca153 : 40 ()
Herr 2 : 3+ ()

Soal
7. Bagaimana ekspertise saudara terhadap hasil laboratorium?
8. Terangkan hasil urinalisis yang ada dan apa saran pemeriksaan selanjutnya?
(Kultur Urine)
TAHAP 4
Keluar hasil kultur dari VITEC
Hasil tabel ditemukan koloni terbanyak : E. Coli ( >105 CFU / ul)
Tabel hasil VITEC (merah, kuning, hijau)
- Ampisilin dan ceftriaxon resisten
Soal
9. Jika anda lihat hasil seperti pada tabel, anda akan memilih terapi untuk mikroba
terbanyak atau bagaimana?
Karena yang banyak ditemukan E. Coli, maka akan mengutamakan terapi untuk E.Coli
dengan tidak mengesampingkan bakteri yang lain
10. Arti merah pada tabel?
11. Bagaimana hasil kultur dan sensitivitas tes?
12. Yang mempengaruhi hasil kepekaan tes?
Inkubasi, berapa banyak sampel yang diambil
WAWANCARA
7

Dr. Rina
Bagaimana arti warna merah, kuning, dan hijau pada tabel?
Kadar sensitif minimal 70%
> 70 % hijau sensitive
< 70 % kuning tidak disarankan
Merah resisten
Prof. Lis
Tumor marker apakah harus lebih dari 1? Kenapa? Apa?
Iya, disarankan lebih dari 1, untuk memastikan diagnosa, meningkatkan sensitifitas dan

spesifitas.
Herr 2 menggambarkan apa?
Menggambarkan adanya faktor keturunan (genetik)
Proteinuri apakah dapat mengarah ke nefropati atau tidak?
Proteinuria belum tau mengarah ke nefropati atau tidak, karena proteinuria ringan, bakteri
+4, leukosituria harus dilakukan pemeriksaan urin rutin serial
HbA1C apakah dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis?
Pada kasus ini tidak bisa, karena pasien tersebut anemia, dimana pada anemia defisiensi besi
terdapat eritrosit tua yang banyak di sirkulasi sehingga HbA1C (tidak dapar menentukan

control)
Dr. Imam
Kenapa Anemia defisiensi besi ? saran untuk lebih tegak diagnosa anemia defisiensi besi

dengan pemeriksaan apa?


Bagaimana dengan anemia sideroblastik?

dr Rosyid
TAHAP 1
Seorang wanita 20 tahun, datang dengan keluhan perut sebah dan mual sejak 2 bulan yang lalu,
pasien juga merasa mudah lelah, demam kadang kadang. 2 minggu terakhir, disertai mual dan
muntah. Pasien juga mengeluh kering di sekitar mulut dan sensitif terhadap matahari.
Soal:
a. Apa kemungkinannya ?
b. Usulan pemeriksaan apa?
c. Apa yang mungkin anda dapatkan dari hasil pemeriksaan tersebut ?
Jawab :
a. Gangguan fungsi hepar e.c Hepatitis, DD/ : Sirosis, keganasan hepar
Anemia : def. Fe, infeksi kronis
Hipoglikemia
Autoimune disease / Hipersensitivitas
b. Faal ginjal, glukosa darah, ANA test, HbsAg, HCV
TAHAP 2
Pemeriksaan fisik semua normal, Hepatomegali ( + ). Hasil pemeriksaan laaboratorium
didapatkan : anemia ringan, BUN normal, OT / PT meningkat, bilirubin indirek 0.6, bilirubin
direk meningkat.
Soal:
d. Apa kemungkinan diagnosa saudara ?
Jawab :
Gangguan faal hepar e.c hepatitis / keganasan
Anemia ringan
e. Usulan pemeriksaan apalagi yang anda usulkan?
f. Hasil apa yang anda harapkan ?
9

TAHAP 3
HbsAg ( + ), ANA test 1/1000
Soal
g. Apa diagnosis laboratorium ?
h. Pemeriksaan usulan......
i.
TAHAP 4
HbsAg ( + ), SGPT meningkat
Soal
j. Bagaimana perkembangan penyakit ini menurut anda, jelaskan
k. Proses autoimun disebabkan oleh apa.....
l. Sebutkan pemeriksaan untuk penyakit autoimune ?
WAWANCARA
Dr. Najwa
Seorang wanita, 20 tahun, fotosensitif (terhadap sinar matahari) patognomonik untuk SLE
o Tanda patognomonik SLE?? Fotosensitif, butterfly rush
Jika anda di RS Tipe C dimana fasilitas anda tidak ada untuk mendiagnosa SLE, apa yang

anda kerjakan?
o Menemukan sel LE secara mikroskopis
Apakah sel LE itu?
Darimana mengetahui kalau itu sel PMN?
Pada kasus LE, jika pasien terjadi anemis hingga HB 5, harus ditransfusi. Prosedur apa saja
dalam transfusi? Syaratnya apa?

Dr. Purwanto
SLE merupakan proses autoimun. Proses autoimun dapat terjadi karena apa saja?
Pada pasien ini HBsAg reaktif, kenaikan SGPT yang terus menerus. Merupakan petanda apa?
Jika pasien itu hepatitis, bagaimana bisa terjadi SLE?
Dr. Banundari
Transfuse pada SLE? Bagaimana preosedur transfusi?
Apa yang perlu diperiksa untuk menentukan infeksius dan kronisitas?
Infeksi kronis?? HBsAg (+), HbeAg, HBVDNA (+)

10

dr Seno
TAHAP 1
Seorang wanita 60 tahun, datang ke UGD oleh karena keluhan penurunan kesadaran, pasien
demam sejak 5 hari sebeblum masuk rumah sakit, dan ditemukan adanya ulkus pada ibu jari kaki
kanan. Hasil BGA pCO2 , HCO3 , pH , pO2 , Saturasi O2 98%. Darah rutin dilakukan tetapi
tidak ada hasil
Soal :
a. Apa diagnosa saudara dan apa komentar anda terhadap hasil tersebut ?
b. Usulan pemeriksaan laboratorium apa?
TAHAP 2
GDS 500 mg/dL, ureum dan kreatinin meningkat. Na + K .
Soal :
c. Apa komentar / diagnosa pasti saudara ?
d. Alasannya apa ?
e. Usulan pemeriksaan laboratorium ?
TAHAP 3
Hasil BGA keluar lagi dan hasil sama dengan di atas, kultur menyusul. Pasien mengalami koma.
Ditemukan pendarahan di urin dan pasang sonde ada cairan kemerahan di lambung

11

Soal :
f. Apa diagnosa saudara ?
g. Apa alasannya ?
h. Usulan pemeriksaan laboratorium
TAHAP 4
Gambar APTT dan PT memanjang, fibrinogen menurun, ureum dan kreatinin meningkat, GDS ,
AT III , D Dimer
Gambar GDT Foto sel ( + ), dan hasil koagulasi seperti di atas
dr. Imam : ovalosit, akantosit, anisositosis dan poikilositosis
Soal :
a. Apa kesan GDT ?
Hasil kultur penderita ( - )
b. Kenapa terjadi hasil tersebut ?
c. Media yang anda pilih untuk kultur ?
Jawab :
Ulkus yang diambil adalah pus nya
Lukanya dicuci dengan sabun kemudian dilakukan swab
d. Pemeriksaan apa lagi ?
Anemia
WAWANCARA
dr. Rina
Demam 5 hari
1. Dari DD/ nya, kenapa mengarah ke jawaban saudara ? kenapa milih WIDAL dan tubex ?
2.
3.
4.
5.
6.
7.

isinya apa ?
Saudara mikir apa bila menjadi SpPK?
Kenapa pemeriksaan IgG dan IgM dengue
Kultur ?
Kenapa hasil kultur steril
Milih kultur apa ?
Cara pengambilan sampel kultur pada pasien ulkus ?

Prof. Lisyani
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kenapa pilih dengue ?


Kenapa pilih Mal ? pemeriksaan nya apa?
Dari GDT, apa morfologi jika terjadi sepsis ?
Terangkan morfologi proses inflamasi
Pemeriksaan CRP apa yang diharapkan ?
Pada kasus ini, kemungkinan pasien menderita apa ?

dr. Imam
12

1. Gambar GDT, terangkan


Gambaran apa ? ovalosit, akantosit, eritrosit renggang, RDW bagaimana ?
Gambar leukosit netrofil toxic grnulosit ( + )
2. Terangkan shift to the left
3. Pemeriksaan apa lagi jika ada pasien infeksi ?
GDT nya seperti ini, pemeriksaan apa yang diusulkan selain CRP ?
4. Kalau dilihat dari GDT, kemungkinan penyakit apa saja ?
5. Penyulit apa yang serinng pada pasien ini ? DIC
6. DD/ nya diterangkan

dr Janti
TAHAP 1
Seorang pasien wanita 59 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri pinggang, BAK kemerahan,
ekstremitas edem ( + ), mual ( + ), muntah ( + )
Soal
1. Apa diagnosa pasien ini ?
2. Usulan pemeriksaan laboratorium dan alasannya ?
TAHAP 2
Tekanan darah pasien 190/100, disertai bengkak pada kaki, RR = 25 x/ menit, sesak ( - ), t =
36.50 C dan diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut :
Hb = 7.7, Leukosit = 11.800, trombosit = N, MCH = N, MCV = N, GDS = 390, ureum = 43,
kreatinin = 3.4, Hba1C= 6.3, Alb = 3.0
Soal
3. Apa diagnosa pada pasien ini dan jelaskan.
4. Dari pemeriksaan fisik, apa yang mendukung ?
13

5. Setelah melihat hasil laboratorium ini, apa yang tidak sesuai menurut anda ?
6. Apa penyebabnya ?
TAHAP 3
Seandainya pada kasus ini
7. Mana yang anda pakai, HbA1C atau glycated albumin ?
8. Bagaimana patofisiologi gangguaan ginjal proteinuri pada penyakit DM ?
9. Apa kekurangan dan kelebihan glycated albumin ?
10. Kenapa terjadi anemia pada pasien ini, jelaskan patofisiologinya!
WAWANCARA
dr. Nadjwa
1. Kalau di RS tipe C, pemeriksaan apa yang dilakukan untuk pasien ini ?
2. Apa itu MPV ?
fungsi untuk apa ?
apa yang mempengaruhi
Jika , menggambarkan apa ?
Jika , menggambarkan apa ?
3. Perbedaan HbA1C dengan Glycated Albumin ?
dr. Banundari
1.
2.
3.
4.
5.

Patofisiologi kenapa penderita Dm kurus


Apabila pada kasus ini DM, bagaimana pemantauannya
Bagaimana menetapkan diagnosa DM pada pasien ini menurut PERKENI
Bagaimana patofisiologi DM dapat menyebabkan kerusakan ginjal ?
Kenapa bisa ACP pada pasien ini

dr. Purwanto
1.
2.
3.
4.

Apa beda elektroforesis dan HPLC


Definisi DM
Patofisiologi proteinuri pada DM
Bagaimana patofisiologi DM dapat menyebabkan kerusakan ginjal ?
5. Dari kasus ini, apa yang menyokong diagnosa anda GGK, HT, DM dengan pengendalian
memuaskan ?

14

dr Pitary
TAHAP 1
Seorang pasien laki laki, 23 tahun datang dengan penurunan kesadaran, riwyat demam
nglemeng 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Riwayat muntah ( + ), riwayat kejang ( + ),
riwayat batuk lama ( + ), terjadi penurunan berat badan, dan ada keringat pada malam hari.
Foto thorax = TB milier
Soal
a. Apa kemungkinan diagnosanya ?
b. Alasannya ?
c. Pemeriksaan yang diusulkan ?
d. Alasan ?
TAHAP 2
Hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut :
Hb = , Leukosit = , trombosit = N, jumlah eritrosit = N, MCH = , MCV = , GDS = 115,
ALT = N, ureum = N, kreatinin = N, Na = N, K =
Soal
e. Interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium tersebut?
f. Diagnosa sekarang apa ?
g. Pemeriksaan selanjutnya
TAHAP 3
CSF / LCS : jumlah sel = 677, glukosa = 10, rasio glukosa CSF / serum = 0.10
Soal
h. Apa diagnosa sekarang?
i. Jika penderita punya riwayat narkotik,suntik, kemungkinan infeksi apa lagi ?
j. Pemeriksaan yang diusulkan ?
k. Untuk mencari etiologi, diusulkan pemeriksaan apa ?
WAWANCARA
dr. Nadjwa
1. Pasien datang dengan penurunan kesadaran, emergency atau tidak ? Apa saja
kemungkinannya?
Stroke, gangguaan metaabolisme / endokrin, gangguan fungsi ginjal
15

2. Pemeriksaan apa yang pertama kali dilakukan pada pasien dengan penurunan kesadaran ?
BGA, selanjutnya pemeriksaan gula darah
3. Penatalaksanaannyaa ?
ABC BHD, pemeriksaan laboratorium
4. Pasien ini ada riwayat demam lama, penurunan berat badan dan keringat malam, apa?
TB Milier
5. Di Pkm. Terpencil, pemeriksaan LCS dari makroskopik saja sudah dapat mendiagnosa TB,
mengapa ?
Gambaran sarang laba laba / pohon pinus
6. Itu terdiri dari apa saja ?
Menser ( meningitis serosa ), menpur ( meningitis purulenta ), xantokrom
dr. Purwanto
1. Limfositosis absolut, patofisiologinyan ?
2. Pemeriksaan LCS apa saja ?
Makros, mikros, kimia
3. Bedain eksudat dan transudat
4. Pemeriksaan protein ?
Rivalta, none & pandy, analyzer ( paling baik )
dr. Banundari
1. Pasien ini K nya gimana ? hipokalemia
2. Intinya : pada pasien ini Hipokalemi resiko kejang monitor K
3. Riwayat narkoba tadi urutannyaa gimana ? yang paling infeksi sering
Hep B, Hep C, HIV ( paling sedikit jumlahnya )
4. Pemeriksaan untuk bedainnya?
HbsAg, anti HCV, pemeriksaan antibodi HIV
5. Saat ini ada pemeriksaan Combo
Artinya bisa periksan Ag dan Ab, contohnya NAT ( Nucleic Acid Test )
6. Ag dan Ab yang diperiksa apanya ?
Nucleic acuid nya

16