Anda di halaman 1dari 4

Biosos

Hubungan biosos di bidang Kelaparan (Laju pertumbuhan penduduk)


Kelaparan terjadi apabila kekurangan 70% kebutuhan tubuh selama 2
bulan.
Menurut data KKP, laporan tahun 2012 2014 tidak ditemukan adanya
kasus kelaparan sesuai dengan indikator yang telah disebutkan diatas.
Faktor yang menyebabkan terjadinya kelaparan adalah stok pangan,
Ekonomi, dan keehatan.
Penerapan biologi untuk memberikan solusi untuk menanggulangi
kelaparan yaitu dengan menerapkan bioteknologi, memanfaatkan
sumber daya alam dengan efektif, pembangunan berbasis lingkungan.
Solusi yang diberikan:
Memberikan lapangan pekerjaan.
Penanggulangan dengan .melaksanakan multisektor berbagai pihak.
Melaksanakan pos daya
Solusi bu dosen:
Menciptakan lapangan pekerjaan
Meningkatkan penghasilan masyarakat
Memberikan KURK (Kredit Usaha Rakyat Kecil)
Menanamkan jiwa wirausaha.
............................................................................................................
Hormonal memberikan efek samping yaitu: gemuk dan pendarahan
terus menerus.
Masalah yang timbul saat pemerataan KB adalah :
Sasaran KB tidak merata.
Pemahaman kurang pada masyarakat.

Minimnya kesadaran pria untuk berkontrasepsi.


..............................
Biosos & Infeksi Menular Seksual
Periilaku = Kegiatan menyimpang
Peran Pemerintah = membayar gratis untuk ARV
Peran Mahasiswa = Sosialisasi (pergerakan langsung) , dan seminar.
Peran yayasan (Masyarakat)= menyediakan tempat bagi penderita,
menjadikan tempat yayasan sebagai penghasil uang, menyediakan
pentagon (pengganti narkoba).
......................................................................
Kurang gizi
(Penyakit defisiensi)
Defisiensi = Kekurangan
Faktor:
1. Pola makan buruk = asupan gizi kurang, sakit, kondisi ekonomi,
ibu hamil.
2. Kebutuhan gizi = jika kebutuhan gizi berimbang, yaitu seimbang
karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan zat lainnya.
Macam penyakit defisiensi:
Kurang energi dan protein (KEP) pada balita, indikasinya adalah berat
badan kurang (tidak sesuai dengan umur), tinggi badan tidak sesuai
dengan umur. Penyebababnya adalah kemiskinan.
Defisiensi Karbohidrat, jika kekurangan glukosa, maka menyebabkan
pemecahan glikogen, jika terus menerus menyebabkan marasmus.
Defisiensi Mineral, misal kekurangan zat besi (anemia)
Defisiensi vitamin, Vitamin D terjadi gangguan metabolisme tulang,
Vitamin B3 terjadi merah pada kulit.

Bayi dengan berat badan kurang menyebabkan neomata (kematian


saat lahir).
KEP pada bayi dan KEK (Kurang Energi Kronis) pada ibu hamil (dilihat
dari ukuran lengan)
Faktor: Miskin, kurang tahuan ibu mengenai takaran gizi.
(Dari tahun ke tahun jumlah gizi buruk semakin banyak, dikarenakan
pendeteksian yang semakin tinggi oleh kader pemerintah).
Solusi yang ditawarkan mahasiswa: Menambah kader, bidan,
puskesmas, dinas kesehatan (Data diperoleh tahun 2014).
Marasmus pada bayi usia 1-2 tahun
Kwarsiorkor pada anak usia 2 tahun keatas.
.......................................................
Biosos dengan kebutuhan pangan
Lahan pertanian pada konvensi lahan perumahan dan industri
Jumlah penduduk
Menurunnya kualitas..
Kasus: Indonesia mengimpor 3 juta ton beras setiap tahun, Harga jual
gula oleh petani murah dan harga gula impor mahal.
Tingkat observasi pemerintah masih kurang
Di indonesia 11 provinsis merupakan sentra beras.
Indonesia nomer 3 produsen beras, Thailand nomer 1, Namun karena
jumlah penduduk yang besar maka menyebabkan masalah di
indonesia.
Contoh tempat: Merjosari terjadi penyusutan lahan pertanian tinggi.
Pemerintah:
Diversivikasi pangan, variasi makanan pokok dengan menggantikan
beras dengan jagung dan singkong.

Peran BULOG
Beras Raskin.
Solusi Kelompok:
Mengasosiasikan pada masyarakat untuk mengonsumsi makanan no
beras.
Mengusulkan ide penanaman hidroponik pada petani.