Anda di halaman 1dari 11

BAB III

PEMBAHASAN
Dalam bab ini, akan dibahas model matematika penyakit diabetes dengan pengaruh
transmisi vertikal.
1. Bentuk Model Matematika Penyakit Diabetes Mellitus dengan Pengaruh Transmisi
Vertikal
Model penyebaran penyakit diabetes mellitus merukan salah satu pengembangan model
SIS. Dalam pembentukan model matematika penyakit diabetes ini, transmisi bertikal pada
factor kelahiran akan diperhitungkan. Sehingga proses pembentukan model penyakit ini,
populasi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok manusia sehat namun didalam
darahnya tidak terdapat gen pembawa penyakit diabetes, kelompok manusia sehat dimana
didalam darahnya terdapat gen pembawa penyakit diabetes, dan kelompok manusia yang
telah terkena penyakit diabetes.
Variable yang yang digunakan dalam model matematika penyakit dibetes dengan
transmisi vertikal ini adalah
1. kelompok manusia sehat namun didalam darahnya tidak terdapat gen pembawa penyakit

diabetes yang dilambangkan dengan

X1

2. kelompok manusia sehat dimana didalam darahnya terdapat gen pembawa penyakit

diabetes yang dilambangkan dengan

X2

3. kelompok manusia yang telah terkena penyakit diabetes yang dilambangkan


Parameter yang digunakan adalah

: peluang terlahirnya manusia sehat pada kelompok

X1

X3

: tingkat transfer pola hidup tidak sehat dari kelompok

X 3 ke kelompok

X2

: tingkat transfer pola hidup tidak sehat dari kelompok

X 3 ke kelompok

X1

: tingkat kematian natural

: tingkat kematian yang diakibatkan oleh penyakit diabetes pada kelompok

: tingkat kesembuhan orang yang telah terkena diabetes.

X3

Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka dasar model. Hal ini dilakukan dengan
menentukan asumsi yang akan digunakan dalam membentuk model matematika penyakit
diabetes dengan transmisi vertikal. Asumsi yang digunakan dalam pembentukan model
matematika penyakit diabetes dengan transmisi vertikal adalah
1. Populasi manusia bersifat tertutup dimana tidak terjadi imigrasi maupun emigrasi.
2. Total populasi manusia bersifat konstan, artinya jumlah kelahiran akan sama dengan
3.
4.
5.
6.
7.
8.

jumlah kematian
Jumlah kelahiran manusia yaitu sebesar A
Jumlah kematian setiap kompartemen sama
Setiap individu yang lahir diasumsikan rentan terkana penyakit diabetes mellitus
Peluang terlahirnya manusia sehat tanpa gen penyakit diabetes yaitu sebesar p
Peluang terlahirnya manusia sehat tanpa gen penyakit diabetes yaitu sebesar (1-p)
Individu yang berada pada kelompok terkena penyakit diabetes dapat sembuh dari
penyakit diabetes dengan tingkat kesembuhan dari individu yang terkena penyakit

campak sebesar
9. Individu yang telah sembuh dapat terkena penyakit diabetes kembali
10. Individu yang terkena penyakit diabetes yang berada pada kelompok manusia terkena

penyakit diabetes (

X3

) apabila sembuh dari penyakit diabetes akan masuk ke

kelompok manusia sehat dimana didalam darahnya terdapat gen pembawa penyakit

diabetes (

X2

p
X1

X3

(1- p)

X2

Gambar 1. Model Penyakit Diabetes dengan Transmisi Vertikal


Proses pembentukan model matematika penyakit diabetes dengan transmisi vertikal
adalah sebagai berikut
1. Laju jumlah kelompok manusia sehat namun didalam darahnya tidak terdapat gen
pembawa penyakit diabetes dipengaruhi oleh peluang dari kelahiran manusia sehat tanpa
gen pembawa penyakit diabetes yaitu sebesar pA, kemudian dipengaruhi oleh adanya

tingkat transfer pola hidup tidak sehat dari kelompok

X3

ke

X1

yaitu sebesar

1 X 1 X 3
, kemudian juga dipengaruhi oleh adanya kematian pada kelompok
N

manusia sehat tanpa penyakit diabetes sebesar

X 1

d X1
X X
= p A 1 1 3 X 1
dt
N

(1)

2. Laju jumlah kelompok manusia sehat dimana didalam darahnya terdapat gen pembawa
penyakit diabetes dipengaruhi oleh peluang kelahiran manusia sehat dengan gen
pembawa penyakit diabetes yaitu sebesar ( 1 p ) A , kemudian
d X2
X X
=( 1p ) A 2 2 3 X 2+ X 3
dt
N
3. Laju jumlah
d X 3 1 X 1 X 3 2 X 2 X 3
=
+
( + + ) X 3
dt
N
N

(2)

(3)

Sehingga model matematika penyakit diabetes dengan transmisi vertikal adalah sebagai
berikut

d X1
X X
=p A 1 1 3 X 1
dt
N
d X2
2 X2 X3
(4 )
=( 1 p ) A
X 2+ X 3
dt
N
d X3 1 X1 X3 2 X 2 X3
=
+
( + + ) X 3
dt
N
N

dengan

A=( X 1+ X 2 + X 3 ) dan

N= X 1+ X 2 + X 3

2. Hasil Analisis Model Matematika Penyakit Diabetes dengan Transmisi Vertikal

Pandang model penyakit diabetes dengan transmisi vertikal. Missal B=+ + ,


sistem persamaan (4) dapat dinyatakan kedalam bentuk yang lebih sederhana sebagai berikut

d X1
X X
=p A 1 1 3 X 1
dt
N
d X2
X X
(5)
=( 1 p ) A 2 2 3 X 2+ X 3
dt
N
d X 3 1 X 1 X 3 2 X 2 X 3
=
+
B X 3
dt
N
N

Selanjutnya akan ditentukan titik tetap dari system (6) diatas dengan menggunakan
menggunakan definisi
1. Titik Tetap Model Matematika Penyakit Diabetes tanpa Transmisi Vertikal
Titik tetap merupakan titik keseimbangan dari sistem yang diperoleh pada saat
d X1
d X2
d X3
=0,
=0,
=0
dt
dt
dt
Sehingga akan diperoleh system persamaan diferensial berikut
X X
p A 1 1 3 X 1=0
N

( 1 p ) A

2 X2 X 3
X 2 + X 3=0
N

(6)
(7)

1 X1 X3 2 X 2 X3
+
B X 3=0
N
N

(8)

Terdapat dua titik tetap dari model matematika penyakit diabetes tanpa transmisi
vertikal yairu titik bebas penyakit diabetes dan titik bebes endemik diabetes.

a. Titik

Tetap

Bebas

Penyakit

Diabetes

Dengan

Transmisi

Vertikal

DFE=( X 1 , X 2 , X 3 )
0

Titik tetap bebas penyakit diabetes dengan transmisi vertikal diartikan bahwa

tidak ada individu yang terinfeksi penyakit diabetes, secara matematis


X 3=0

Substitusikan nilai
p A

X 1=p A

X 1=

(7)

1 X 1 X 3
N

1 X 1 (0)
N

pA

Sehingga

X1 =
0

( 1 p ) A

pA

2 X2 X 3
X 2 + X 3=0
N

Diperoleh X 2=( 1 p ) A
X 2=( 1 p ) A

X 2=

kepersamaan (6) sampai (8) maka

1 X 1 X 3
X 1=0
N

Diperoleh X 1=p A

X 3=0

(8)

2 X2 X3
+ X 3
N

2 X 2(0)
+ (0)
N

( 1 p ) A

Sehingga

X2 =
0

( 1 p ) A

1 X1 X3 2 X 2 X3
+
B X 3=0
N
N

(9)

Diperoleh

1 X1 X3 2 X 2 X 3
+
B X 3=0
N
N

1 X 1 (0) 2 X 2 (0)
+
B( 0)=0
N
N
Sehingga

X 3 =0
0

diperoleh titik tetap bebas penyakit diabetes dengan transmisi vertikal adalah
pA ( 1 p ) A
=(
,
, 0)

b. Titik

Tetap

Endemik

Penyakit

Diabetes

dengan

Transmisi

Vertikal

EE=( X 1 , X 2 , X 3 )
Titik tetap Endemik penyakit diabetes dengan transmisi vertikal diartikan bahwa

terdapat individu yang terkena penyakit diabetes, maka

X 3 >0

Sehingga diperoleh titik tetap bebas penyakit diabetes dengan transmisi vertikal adalah
X 1 ( X 1 1 X 1 1 pA 2 + pA
( pA + X 1+ X 1 X 1 1 )
EE= X 1,
,
1 X 1 1 2 X 1 + 1 X 1 + 1 X 1 2 X 1 + pA 2 1 X 1 1 2 X 1 + 1 X 1 + 1 X 1
Bentuk eksplisit dari titik EE tidak dapat ditunjukan dalam makalah ini secara

eksplisit karena kompleksitas dari bentuknya. Titik keseimbangan untuk

X1

didapatkan dari akar persamaan


( + ( p1 ) ) 1 2 ( p ))
A2 2 p
2 ( 2
f ( , x 1 )= X 1
Ax 1
( 2+ 1 ) ( 1+ )
( 2+ 1 ) ( 1 + )
Dimana adalah himpunan semua parameter dalam model persamaan (1) sampai (3).
Titik DFE merupakan titik keseimbangan dimana tidak terdapat orang yang terinfeksi

oleh penyakit diabetes di lapangan olehnya

X3

bernilai 0. Bila diperhatikan, total

X1+ X2

populasi manusia sehat yaitu

ekivalen dengan

yang dapat

dipresentasikan bahwa total populasi manusia sebenarnya adalah rasio antara laju
kelahiran dan laju kematian secara natural. Titik keseimbangan yaitu EE merupakan titik
keseimbangan dimana semua kompartemen eksis dilapangan.
2. Analisis Kestabilan Titik Tetap Model Matematika Penyakit Diabetes dengan
Transmisi Vertikal
Analisis kestabilan titik tetap dapat ditentukan dengan cara menentukan nilai
eigen dari matriks Jacobi dari system () yang diperoleh sebagai berikut

p 1
0
J = 0
2 + p 1+
0 0
2 p 2+ p 1

Nilai

eigen

dari

matriks

diberikan

oleh

akar

kembar

dan

(1 p) 2 + p 1 . Agar sistem stabil. Maka semua nilai eigen haruslah


bernilai negtif. Oleh karena itu, agar semua nilai eigen bernilai negatif maka haruslah

dipenuhi bahwa

R 1=

( 1 p ) 2+ 1
<1 .
+ +

3. Bilangan Reproduksi Kontrol (

Rc

) Model matematika Penyakit Diabetes dengan

Transmisi Vertikal
Basic reproduction ratio didefinisikan sebagai jumlah ekspektasi kejadian kasus
sekunder dari satu kasus primer pada populasi virgin selama periode proses infeksi. Basic
reproductive ratio merupakan bilangan non dimensional yang dapat mengatur tingkat

keendemikan suatu wilayah dan didapatkan dari pectral radius dri matriks generasi. Basic
Reproducrive ratio sistem (1) sampai (3) diberikan oleh
( 1 p ) 2+ 1
R 0=
+ +
Titik DFE akan stabil lokal jika dan hanya jika

akan stabil lokal jika

R0 >1

R0 <1

dan sebaliknya, titik EE

. Level set untuk sensitivitas parameter dari

R0

terhadap

dan dapat dilihat dari gambar 1. Dapat dilihat bahwa untuk menekan besaran

R0

hingga bernilai kurang dari 1 maka dibutuhkan usaha yang lebih besar untuk
memperbesar nilai yaitu laju kesembuhan orang terinfeksi. Hal ini bisa dilakukan
misalnya dengan budaya hidup sehat, program diet dan lain sebagainya.

Gambar 1: level set

R0

terhadap dan

Pada bagian berikutnya, simulasi numerik untuk mendukung hasil kajian analitik akan
ditunjukkan untuk beberapa kasus yang berbeda

Gambar 2. Dinamik manusia pada kasus

R0=0.9

(kiri) dan V =0.36

Gambar 3. Dinamik manusia pada kasus p=0.1 dan p= 0.7

(kanan)

1. Kesimpulan
Model matematika pada penyakit diabetes dengan transmisi vertikal pada populasi

tertutup telah dikonstruksi dalam makalah ini. Basic reproductive ratio

R
( 0)

sebagai

indikator keendemikan ditunjukan secara analitik. Berdasarkan kajian analitik terhadap


R0

dan didukung dengan simulasi numerik, ditunjukan bahwa jumlah orang sehat akan

lebih besar apabila proporsi atau peluang kelahiran dalam keadaan carrier (pembawa)
diabetes lebih kecil. Pengembangan model dapat dilanjutkan dengan melibatkan beberapa
faktor antara lain kelas umur, program penanggulangan dan pencegahan, dan lain-lain.