Anda di halaman 1dari 10

Resin penukar ion merupakan

salah
satu metoda
pemisahan menurut perubahan kimia. Resin penukar
ion ada dua macam yaitu resin penukar kation dan resin penukar anion. Jika
disebut resin penukar kation maka kation yang terikat pada resin akan
digantikan oleh kation pada larutan yang dilewatkan. Begitupun pada resin
penukar anion maka anion yang terikat pada resin akan digantikan pleh anion
pada larutan yang dilewatkan ( Wahono,2007 ).
Tujuan percobaan adalah menambah ilmu pengetahuan dan mengetahui
metoda
pemisahan
menurut perubahan kimia
( Wahono,2007 ).
Prinsip dari percobaan ini
adalah
mengganti
atau mempertukarkan ion yang terikat pada
polimer pengisi resinnya dengan ion yang dilewatkan. Selain itu jangan
melakukan kesalahan ataupun kecerobohan sehingga dapat merusak peralatan
yang digunakan
( Wahono,2007 ).
Pengertian Penukar Ion
Penukar ion dapat berupa suatu zat dan penukar itu sendiri adalah zat
padat tertentu yang dapat membebaskan
ionnya
kedalam
larutan ataupun menggantikan ion lain dari ion larutan. Berupa butiran, biasa
disebut resin yang tidak larut dalam air. Dalam strukturnya, resin ini
mempunyai gugus ion yang dapat dipertukarkan. Contoh : pengolahan air
dengan penukaran ion untuk produksi uap didalam sebuah ketel uap. Air
umumnya mengandung ion kalsium.
Karena

terjadi
penguapan,konsentrasi
kapur didalam ketel akan meningkat sehingga
menimbulkan kerak. Kerak ini akan menyebabkan pemborosan bahan
bakar,karena menghambat panas. Oleh karena itu kadar kapur harus seminimal
mungkin. Salah satu caranya adalah dengan penukar ion dengan
penukar
resin
yang mengandung gugus natrium. Air dilewatkan
ke dalam tumpukan butiran resin. Dengan resinnya R Na :
R-Na + Ca ++R-Ca + Na +, Ca ++ diair diikat,dan Na+ dilepas ke air oleh
resin. Na tidak menimbulkan kerak karena garam dari Na umunya larut dalam
air. Lama lama resinnya akan kenyang dengan kapur (Ca)
sehingga
kemampuan penukarannya hilang. Resin perlu diganti.
Untunglah dalam praktek resin tidak perlu dibuang tetapi bisa dicuci, caranya
dengan penukaran ion juga yaitu dengan larutan garam dapur ( NaCl ).

Alat penukar ion organik banyak sekali digunakan pada industri-industri.


Dan hanya terbagi menjadi dua macam yaitu :
a. Resin Penukar Kation
Adalah resin yang akan menukar atau mengambil kation dari larutan.
Apabila yang dialirkan larutan garam, MX kedalam buret yang telah berisi resin
penukar kation, maka akan terjadi suatu reaksi pertukaran :
MX (aq) + Res-H HX (aq) + ResMb. Resin Penukar Anion
Adalah resin yang akan menukar dan mengambil anion dari larutan.
Apabila dialirkan suatu larutan dalam buret yang telah berisi resin penukar
anion, maka akan terjadi suatu reaksi penukaran :
MX (aq) + Res-H H2O (aq) +
Res-X

Resin penukar anion yang positif adalah gugus yang dapat terionisasi
memberikan
ionnya,
misalnya
penukar
anion amkuartener, merupakan penukar anion
yang sangat kuat, sedangkan resin penukar anion basa lemah yang mengandung
gugus ion. Baik penukar anion maupun penukar kation dapat dianggap sebagai
resin suatu senyawa asam atau basa yang tidak larut dan dapat berreaksi sebagai
asam atau basa. Tetapi bagian yang terikat pada struktur atomnya tidak dapat
lepas.
Ion yang dapat menggantikan muatannya dengan ion disebut counter ion,
digunakan untuk penukar kation dalam kation dan penukar anion dalam anion.
Tipe penukar ion dalam suatu reaksi tertentu, misalnya resin asam salah satu
caranya adalah H+ atau muatan
lain yang sama muatannya, penukar ion kita pilih sedemikian rupa sehingga ion
yang digantikan adalah H+ atau OH-.
Dalam pertukaran ion, suatu larutan resin dibiarkan mengalir melewati
suatu susunan bahan yang terbuat dari butiran zeolit atau suatu resin pertukaran
ion. Ion-ion dalam larutan menjadi terikat pada bahan itu dan kemudian
menggeser ion yang sama tandanya. Pertukaran ion digunakan dalam pelunakan
ion. Pertukaran ion dalam desalinasi adalah sebagian pasangan dari salah satu
proses lain.
Resin pertukaran ion organik
menunjukkan
sifat-sifat
yang menguatkan untuk tujuan-tujuan
pemisahan. Untuk memisahkan ion sering digunakan resin penukar anion, hal
ini disebabkan pada kondisi tertentu ion-ion logam dapat membentuk senyawa
komplek anion dengan
ciri-cirinya
ion
yang bermuatan negatif, dan memiliki pasangan
ion

yang
dapat disumbangkan untuk membentuk ikatan
koordinasi yang baik ( Hiskia, 1994 ).
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah statip, resin penukar
ion, gelas kimia dan klem.
Bahan yang digunakan adalah KSCN, anion, kation, NaCl, AgNO3 dan
Fe3+.
Prosedur percobaan adalah 5 ml NaCl dimasukan kedalam resin penukar
anion sedangkan Fe3+ masukan kedalam resin penukar kation. Sebelum
dilewatkan ke resin kation Fe3+
dicampurkan dengan
KSCN menghasilkan warna merah

Penukar Ion
Ion adalah atom yang bermuatan (ion negatif atau anion, ion positif atau kation).
Contoh kation :
H + , Na +, K +, Ca 2+
Contoh anion :
OH - , O 2- , Cl Penukar ion adalah suatu proses penukar ion-ion yang terdapat dalam suatu zat atau bahan
dengan menggunakan resin kation maupun resin anion.
Resin adalah senyawa polimer dengan bobot molekul tinggi yang mengandung gugus
sulfonat, karboksilat, fenol atau amina yang mampu mengikat dan melepaskan ion-ionnya.
Resin kation : Resin yang mengikat kation (ion +)
Ex : R-Na + , R-H +
Resin anion : Resin yang mengikat anion (ion -)
Ex : R-OH - , R-Cl Prinsip penukar ion
Dalam proses penukar ion, kation dalam zat akan ditukar dengan kation dari resin. Anion
dalam zat / larutan akan ditukar dengan anion yang terikat dari resin.
Penggunaan di Industri :
- Unit pengolahan air di Industri
- Industri air mineral

Penukar Ion Pada Air Sadah


Air sadah / hard water adalah air yang mengandung garam-garam yang mengakibatkan
kesadahan.
Ex

:
Mg --> MgCO3

2+

Ca

-->

CaCO3

2+

Cara pengolahan
Proses penghilangan ion-ion yang terlarut dalam air dapat melibatkan penukar kation (Kation
Exchanger) yang berupa resin Na (R-Na). Proses pertukaran ion natrium merupakan proses
yang paling banyak digunakan untuk melunakkan air.
Dalam proses pelunakan ini, ion-ion kalsium dan magnesium disingkirkan dari air
berkesadahan tinggi dengan jalan pertukaran kation dengan natrium.

Ion Exchanger
Bila resin telah selesai bekerja, sebagian besar ion kalsium dan magnesium sampai batas
kapasitasnya, resin itu di kemudian diregenerasi kembali kedalam bentuk natriumnya dengan
menggunakan larutan garam dengan pH antar 6-8. Kapasitas pertukaran resin polistirena
besarnya 650kg/m3 bila diregenerasikan dengan 250g garam perkilogram kesadahan yang
dibuang.
Reaksi
penukaran
CaCO3
+
2R-Na
-->
- MgCO3 + 2R-Na --> R2-Mg + Na2CO3
Reaksi
-

R2-Ca
R2-Mg

+
+

2NaCl
2NaCl

---

R2-Ca

2R-Na
2R-Na

ion
Na2CO3

+
+

regenerasi
CaCl2
CaCl2

Selanjutnya tanur itu dicuci lagi untuk membersihkannya dari hasil samping yang dapat larut

dan dari kelebihan garam, kemudian dikembalikan ke operasi untuk selanjutnya melunakkan
air.
Perlakuan
untuk
anion
dari
air
sadah
Kandungan anion tidak dihilangkan lewat penukar anion (anion exchanger). Jika kandungan
anion sudah tinggi, biasanya dilakukan blowdown yaitu membuang sebagian besar air dan
diganti
dengan
air
kondensat.
Perlakuan
untuk
pengotor
lainnya
Selain pengotor-pengotor diatas, terdapat pula berbagai macam gas yang terlarut dalam air
(CO2, CF4, O2, H2S). Gas tersebut dihilangkan dengan deaerator sebelum memasuki ketel.
Deaerator bekerja dengan cara memanaskan air ketel sehingga gas-gas tersebut dapat keluar.

Alat Penukar Ion


Alat penukar ion ada 2 macam :
1. Alat penukar ion dengan kolom ganda
2. Alat penukar ion kolom tunggal (unggun campuran)

Penukar Ion Kolom Ganda


Cara kerja kolom ganda
1. Pada proses kolom ganda, air mentah mula-mula masuk kedalam penukar kation. Disini
semua kation yang terkandung dalam air (terutama ion kalsium, magnesium, dan natrium)
ditukar dengan ion hidrogen.
2. Dalam kolom berikutnya yang berisi penukar anion, maka anion (terutama ion khlorida,
sulfat dan bikarbonat) ditukar dengan ion hidroksil. Ion hidrogen yang berasal dari penukar
kation dan ion hidroksil dari penukar anion akan membentuk ikatan dan menghasilkan air.
3. Setelah air terbentuk maka resin penukar ion harus diregenerasi. Pelaksanaan regenerasi
pada proses kolom ganda sangat sederhana. Kedalam kolom penukar kation dialirkan asam
khlorida encer dan kedalam kolom penukar anion dialirkan larutan natrium hidroksida encer.
Regeneran yang berlebihan selanjutnya dibilas dengan air.

Penukar Ion Kolom Tunggal


Cara kerja kolom tunggal
Pada proses kolom tunggal, resin penukar kation dan penukar anion dicampur menjadi satu
dalam sebuah kolom tunggal. Dengan proses ini dapat dicapai tingkat kemurnian air yang
jauh lebih tinggi daripada dengan proses kolom ganda. Sebaliknya, pada proses kolom
tunggal regenerasi resin penukar lebih kompleks.
Langkah-langkah kerja pada regenerasi kolom tunggal :
Pemisahan resin penukar kation dan penukar anion dengan klasifikasi menggunakan air
(pencucian kembali dari bawah ke atas). Dalam hal ini resin penukar anion yang lebih ringan
(berwarna lebih terang) akan berada diatas resin penukar kation yang lebih berat (berwarna
lebih gelap).
Proses regenerasi dalam kolom tunggal :
1. Untuk regenerasi, regeneran bersama dengan air dialirkan melewati kedua lapisan resin,
asam khlorida encer (HCl) dialirkan dari bawah ke atas melewati resin penukar kation dan
dikeluarkan dari kolom pada ketinggian lapisan pemisah.
2. Larutan natrium hidroksida encer (NaOH) dialirkan dari atas ke bawah melewati resin
penukar anion, juga dikeluarkan pada ketinggian lapisan pemisah. Kelebihan kedua regeneran
kemudian dicuci dengan air.
3. Ketinggian permukaan air dalam kolom diturunkan dan kedua resin penukar dicampur
dengan cara memasukkan udara tekan dari ujung bawah kolom.
4. Pencucian ulang kolom tunggal dengan air dari atas ke bawah sampai alat ukur
konduktivitas menunjukkan kondisi kemurnian air yang diinginkan.
Sekarang instalasi siap untuk dioperasi lagi, baik pada instalasi pelunakan maupun pada
instalasi demineralisasi air, maka pengalihan dari kondisi operasi ke proses regenerasi,
pelaksanaan regenerasinya sendiri, dan pengalihan kembali ke kondisi.