Anda di halaman 1dari 6

PROTAP INFORMED CONSENT

PENDAHULUAN
1.

UMUM
Hubungan interpersonal antara dokter dan pasien berdasarkan atas
kepercayaan
harus berlaku jujur dan tidak menyalah gunakannya. Dokter
berkewajiban untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada
pasien sehingga terjadi hubungan (kontak) terapeutik dan pasien dapat
menentukan sikap/
keputusan apa yang di kehendaki terhadap dirinya.

2.

DASAR
a. Peraturan menteri kesehatan No.585/Menkes/Per/IX/1989 tanggal
4 September 1989, tentang Persetujuan Tindakan Medik
b. Undang-undang No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan pada pasal 53
ayat 2 dan pada penjelasannya
c. Peraturan Pemerintah No.18 1981 tentang Bedah Mayat Anatomis
serta Transplantasi alat atau jaringan tubuh manusia pada pasal 15
yang menga
tur mengenai donor hidup.

3.

PENGERTIAN
Infromed konsent adalah suatu izin pernyataan setuju atau tidaksetuju
dari pasien yang di berikan dengan bebas dan rasional sesudah
mendapatkan informasi dari dokter dan yang sudah di mengerti dan di
fahami dengan jelas.

4.

TUJUAN
a. UMUM
1) Memberi perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu
kegagalan dan bersifat negatif karena prosedur medikmodern
tidak tanpa resiko san pada setiap tindakan medik ada melekat
suatu resiko.

2)

Memberi perlindungan pasien terhadap tindakan dokter yang


sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak ada dasar
kebenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasien.

b. KHUSUS
1) DOKTER
a) Kewajiban memberikan informasi kepada pasien.
b) Kewajiban memperoleh persetujuan sebelum melakukan
tindakan
c) Memudahkan pembuktiannya kelak.apabila ada tuntutab
d) Memberikan perlindungan hukum kepada dokter terhadap
suatu kegagalan
e) Menghindari terjadinya/timbulnya konflik dengan pasien.
2)

5.

6.

PASIEN
a) Mendapatkan informasi yang jelas dari dokter
b) Menghindari terjadinya/timbulnya konflik dengan dokter
c) Memilih alternatif lain jika ada
d) Menerima/menolak usul tindakan yang akan dilakukan

YANG BERHAK MENANDA TANGANI


INFORMED CONSENT
a.

Pasien / Keluarga / Atasan.


1). Pasien atau yang bersangkutan sendiri
2). Keluarga/orang tua/wali
3). Pria,wanita dewasa berada dalam keadaan sadar dan sehat
Mental ( Usia 21 th ).
4). Pria,wanita yang telah menikah.
5). Atasan langsung bagi yang tidak mempunyai keluarga

b.

Petugas
1). Dokter yang bertanggung jawab
2). Perawat / petugas kesehatan sebagai saksi ( 1 2 orang ).

PENGECUALIAN
a. Dalam keadaan krisis untuk menyelematkan kehidupan pasien
dimana dokter harus segera bertindak
b. Keadaan emosi pasien yang sangat labil,sehingga tidakdapat
menghadapi situasi dirinya.

INFORMED CONSENT

DOKTER

PASIEN

1.

3
INFORMASI

KEPUTUSAN
( INFORMED DECISION )

5
SETUJU
( CONSENT )

6
TANDA TANGAN
MENYETUJUI

5.A
MENOLAK
( REFUSAL )

6A
TANDA TANGAN
MENOLAK

KEPUTUSAN
DIREKSI RUMAH SAKIT
Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR
Nomor : HK.00. 06. 01
PENGESAHAN INFOMED CONSERN
INSTALASI BEDAH PUSAT
DIREKSI RS. Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO SETELAH,
MENIMBANG :
a. Bahwa dalam rangka peningkatan pelayanan prima di RS. Dr.
Wahidin Sudirohusodo, dipandang perlu dibuat Informed
Concern Instalasi Bedah Pusat
b. Bahwa Informed Concern tersebut perlu ditetapkan dalam
Surat Keputusan
MENGINGAT :
a. Undang undang Nomor 23 tahun 2003 tentang kesehatan
pada pasal 53, ayat 2 dan penjelasannya
b. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 84 / Menkes / SK / II
/ 1990 tentang upaya pelayanan kesehatan di Bidang Medik
c. Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1981 tentang Bedah Mayat
Anatomis serta Transportasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia
pada pasal 15 yang mengatur melayani donor hidup
d. Keputusan Jenderal Layanan Medik Nomor : HK. 00.06. 3 .5.
00788 tahun 1995 tentang pelaksanaan Akreditasi
e. Peraturan Menteri Kesehatan No. 585 / Menkes / Per / IX /
1989, tanggal 04 September 1989 tentang persetujuan tindakan
medis
MEMPERHATIKAN :
1. Program Kerja Akreditasi Rumah Sakit
2. Pedoman Pelayanan Kamar Operasi Program Akreditasi Kamar
Operasi Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan lainnya

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN

PERTAMA

:
Mengesahkan Informed Consern Instalasi Bedah Pusat RS.
Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

KEDUA

:
Informed Consern Instalasi Bedah Pusat RS dr. Wahidin
Sudirohusodo Makassar dimaksud untuk dapat diketahui,
dipahami, dihayati dan dilaksanakan dengan penuh rasa
tanggung jawab.

KETIGA

:
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,
dengan ketentuan apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya maka akan dilakukan perubahan sebagaimana
mestinya

DITETAPKAN DI : MAKASSAR
PADA TANGGAL : 21 AGUSTUS 2007
DIREKTUR UTAMA,

DR. Drg. Nurshanty S. A. Sapada, M. Sc


NIP : 140 136 598

Tembusan Kepada Yth :


1. Semua Direksi RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
2. Ketua Kemite Medik RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
3. Ketua Satuan Pengawas Intern RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
4. Kepala Instalasi Bedah Pusat RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar