Anda di halaman 1dari 9

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA

Nama mahasiswa

: Dina Wahyu saputri

Tanggal

: 9 April 2012

Tempat praktek

: Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta

Indikasi Klien
Nama

: Tn. A

Umur

: 45 tahun

Alamat

: Sebayu, Triharjo, Sleman, Yogyakarta

No CM

: 00-80-60

Diagnosa medik

: Isolasi sosial

Pertemuan ke

:1

A; Proses keperawatan
1; Kondisi klien

Data subjektif :
a; Klien mengatakan malas berinteraksi dengan orang lain
b; Klien mengatakan tidak berguna lagi
c; Klien mengatakan orang-orang jahat dengan dirinya.
Data objektif :
a; Klien tampak menyendiri
b; Klien terlihat mengurung diri
c; Klien tidak mau bercakap-cakap dengan orang lain
2; Diagnosa keperawatan : Isolasi Sosial
3; Tujuan :

Tujuan umum :
Klien dapat berinteraksi dengan orang lain.
Tujuan khusus:
a; Klien dapat membina hubungan saling percaya.
b; Klien dapat menyebutkan penyebab isolasi sosial.
c; Klien mampu menyebutkan keuntungan dan kerugian dari
membina hubungan dengan orang lain.
d; Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap.
e; Klien mampu menjelaskan perasaan setelah berhubungan
dengan orang lain.
f; Klien mendapat dukungan keluarga dalam memperluas
hubungan sosial.
1

4; Tindakan keperawatan :
a; Membina hubungan saling percaya.
b; Membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial.
c; Membantu pasien mengenali keuntungan dari

membina
hubungan dengan orang lain.
d; Membantu pasien mengenal kerugian dari tindakan membina
hubungan dengan orang lain.
e; Membantu pasien untuk berinteraksi dengan orang lain secara
bertahap.

B; Strategi Pelaksanaan
No.
Fase
1
Orientasi
a; Salam terapeutik

b; Evaluasi

validasi

Perawat

Klien

Selamat pagi , pak

!
Perkenalkan nama
saya Dina Wahyu
Saputri , biasanya di
panggil Dina. Saya
mahasiswa STIKES
Wira Husada
yogyakarta. Saya
praktikan disini yang
akan merawat Bapak
mulai dari hari ini
sampai tanggal 21
April 2012 dari jam
08.00-14.00 WIB.
Nama bapak siapa?
Senang di panggil
apa?

Selamat pagi.
Klien mendengarkan
dan kurang kontak
mata.

Saya bapak A,
senang dipanggil
bapak A .

Bagaimana perasaan
bapak hari ini ?

Saya merasa tidak


berguna, orang lain
tidak ada yang
mengerti tentang
saya, mereka jahat
sama saya. Jadinya
saya malas
berinteraksi dengan
orang lain.

Topik

Iya mbak.

c; Kontrak

Senang saya bisa


berkenalan dengan
bapak A hari ini.
Bagaimana bu
kalau kita
berbincang-bincang
untuk lebih saling
mengenal sekaligus
agar bapak dapat
mengetahui tentang
keuntungan dan
kerugian berinteraksi
dengan orang lain?

Waktu

Berapa lama bapak


punya waktu untuk
berbincang-bincang
dengan saya?

Bagaimana kalau
15 menit saja pak ?
Tempat
Di mana bapak
mau berbincangbincang dengan
saya?
Ya sudah, di
ruangan ini saja kita
berbincang-bincang
ya pak.
Tujuan
Tujuannya agar
bapak dengan saya
dapat saling
mengenal sekaligus
bapak dapat
mengetahui
keuntungan
berinteraksi dengan
orang lain dan
kerugian tidak
berinteraksi dengan
3

Iya mbak, saya mau.

10 menit mbak.

Iya mbak.

Disini saja mbak.

Klien mendengarkan.

Iya mbak.

Kerja

orang lain.
Bapak A,
silahkan bapak kalau
ingin bercerita sama
saya tentang keluhan
bapak, saya akan
menjamin semua

rahasia bapak.
Ada yang ingin
bapak tanyakan
sebelum kita
berbincang bincang
ke topik ?
pak, kalau boleh

saya tau, siapa saja


yang tinggal
serumah dengan
bapak?
Siapa orang yang
paling dekat dengan
bapak?
Siapa yang jarang
berbincang bincang
dengan bapak ?
Apa saja kegiatan
yang biasa bapak
lakukan dengan
teman yang bapak
kenal?
Apa yang

menghambat bapak
dalam berteman
atau berinteraksi
dengan orang lain?

Menurut bapak apa


keuntungan
berinteraksi dengan
orang lain dan
kerugian tidak
4

Tidak ada mbak.

Saya tinggal
dengan 2 anak saya
dan ibu saya, saya
sudah bercerai
dengan istri saya.
Sekarang saya
dekat dengan anak
saya yang ke 1 dan
ibu saya.
Kakak saya jarang
sekali berbicara
dengan saya.
Biasanya saya
dengan teman saya
cerita bersama dan
liburan bersama.
Yang menghambat
saya berinterakasi
dengan orang lain
karena orang lain
jahat sama saya,
semua tidak ada
yang mengerti
tentang perasaan
saya.
Saya tidak tau
mbak.

berinteraksi dengan
orang lain?
Kalau bapak tidak
tahu saya akan
memberitahukan

keuntungan dari
berinteraksi dengan
orang lain yaitu
bapak punya banyak
teman, dapat saling
menolong, saling
bercerita, dan tidak
selalu sendirian
kalau kerugiannya
kita menjadi
kesepian dan tidak
ada yang menolong
kita.
Bagaimana kalau
sekarang kita belajar
berkenalan dengan
oranag lain?
Begini pak, untuk
berkenalan dengan

orang lain kita


sebutkan nama kita
dan nama panggilan
yang kita suka, asal
kita dan hobi, Contoh
: Nama saya Dina
Wahyu saputri,
senang dipanggil
Dina. Asal saya dari
Sleman dan hobi
saya adalah
berkebun.
Selanjutnya bapak
menanyakan nama

orang yang diajak


berkenalan .
Contohnya begini :
Nama Ibu siapa ?,
Senang dipanggil
5

Iya mbak.

Klien
memperhatikan dan
mendengarkan.

Klien
memperhatikan dan
mendengarkan.

Terminasi
a; Evaluasi
subyektif

apa?, Asalnya dari


mana ?, Hobinya ibu
apa ?.
Ayo sekarang
bapak coba !,
misalnya saya belum
kenal dengan bapak.
Coba berkenalan
dengan saya !

Ya bagus sekali !,
Bagus pak, bapak
dapat
mempraktekkan apa
yang saya ajarkan
tadi.

Setelah Bapak
berkenalan dengan
orang tersebut bapak
dapat melanjutkan
percakapan tentang

hal hal yang


menyenangkan
untuk bapak
bicarakan. Misalnya
tentang cuaca, hobi,
keluarga dan
pekerjaan.

Bagaimana

perasaan bapak
setelah kita
berbincang-bincang
dan latihan
berkenalan tadi?

Iya mbak.
Perkenalkan mbak,
nama saya A,
senang dipanggil
pak A. Asal saya dari
Sleman dan hobi
saya adalah
berkebun.
Nama mbak
siapa ?, Senang
dipanggil apa?,
Asalnya dari mana ?,
Hobinya mbak
apa ?.
Terima kasih mbak.

Iya mbak.

Saya merasa
senang mbak.

Keuntungan dari

b; Evaluasi obyektif

Coba bapak
ceritakan kembali
keuntungan
berinteraksi dan
kerugian tidak
berinteraksi dengan
orang lain dan
bagaimana cara kita
berinteraksi dengan
orang lain ?

c; Tindakan lanjut

Bagus bapak dapat


menjelaskannya
kembali.
Tadi saya sudah
menjelaskan
keuntungan dan

kerugian tidak
berinteraksi dengan
orang lain dan cara
berkenalan yang
benar dan ibu tadi
sudah
mempraktikkan cara
berkenalan dengan
baik sekali.
Selanjutnya, bapak
dapat menginggat
7

berinteraksi dengan
orang lain yaitu
punya banyak
teman, dapat saling
menolong, saling
bercerita, dan tidak
selalu sendirian
kalau kerugiannya
kita menjadi
kesepian dan tidak
ada yang menolong
kita.Cara untuk
berkenalan dengan
orang lain kita
sebutkan nama kita
dan nama panggilan
yang kita suka, asal
kita dan hobi,
Contoh : nama saya
A, senang dipanggil
pak A. Asal saya dari
Sleman dan hobi
saya adalah
berkebun.
Nama mbak
siapa ?, Senang
dipanggil apa?,
Asalnya dari mana ?,
Hobinya mbak
apa ?.
Iya mbak.

ingat apa yang kita


pelajari tadi selama

saya tidak ada.


Sehingga bapak lebih
siap untuk
berkenalan dengan
orang lain . bapak
mau mempraktikkan
ke teman bapak
yang lain ?
Mari kita masukkan
pada jadwal kegiatan
harian bapak ya ?

Topik
Baiklah pak,
d; Kontrak
yang
pertemuan kita
akan datang
cukup sampai disini.
Besok kita akan
berbincang-bincang
lagi tentang jadwal
yang telah kita buat
dan mempraktikkan
cara berkenalan
dengan orang lain.
Besok saya kesini
untuk mengajak
bapak berkenalan
dengan teman saya,
perawat Ummi.
Bagaimana bapak
mau kan ?
Waktu

Besok bapak mau


jam berapa?

Berapa lama bapak


punya waktu untuk
berbincang-bincang
dengan saya besok?
Bagaimana kalau 15
menit saja?
Tempat
8

Iya mbak, saya


mau.

Iya mbak.

Iya mbak, saya


mau.

Jam 10.00 ya
mbak.
Iya mbak.

Ditaman ya mbak ?

Di mana ibu mau


berbincang-bincang
dengan saya besok?

Iya besok kita


berbincang bincang
di taman ya ?
Baiklah, sampai
jumpa bapak.

Iya mbak.
Sampai jumpa.