Anda di halaman 1dari 55
PPPGT/VEDC Malang Bekerja sama dengan Swisscontact 1999
PPPGT/VEDC Malang Bekerja sama dengan Swisscontact 1999

PPPGT/VEDC Malang Bekerja sama dengan Swisscontact

1999

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Penerbit PPPGT / VEDC Malang Bekerja sama dengan Swisscontact Atas dukungan biaya Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC) Edisi Kedua Malang, 1999

Hak Cipta © PPPGT / VEDC Malang Jl. Teluk Mandar, Arjosari Tromol Pos 5 Malang 65102 Untuk keperluan pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup, isi buku ini dapat diperbanyak dengan menyebutkan sumbernya. Untuk keperluan selain pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup, harus seijin PPPGT / VEDC Malang.

Wall Chart Konsep: 1996; Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi Prihanto; Dr. Michel Gelbert Gambar: Drs. Mochamad Sholeh

Buku Panduan Penyusunan: 1996; Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi Prihanto; Dr. Michel Gelbert Revisi: 1998, Drs. Tasrial Grafik: Mohammad Taufik Hidayat Bahasa: Andjar Suwito Validasi: Bapedal, Direktorat Pengembangan Kelembagaan / SDM

Percetakan Indah Offset, Malang

Disclaimer (2010) Saya mengubah buku elektronik ini berdasarkan versi online (HTML) di situs Swisscontact beberapa tahun lalu yang kini sudah tak tersedia lagi, tapi materinya saya anggap masih berguna dan relevan untuk dibaca semua kalangan. Saya mengubahnya ke format PDF ini untuk mempermudah pembacaannya. Saya tak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Pertanyaan lebih lanjut mengenai buku ini silahkan hubungi pihak di atas.

Kurniawan | http://iwank.blogspot.com

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Daftar Isi

SAMBUTAN

KATA PENGANTAR

PENDAHULUAN

PETUNJUK PEMAKAIAN

MATERI

1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Sampah

1.2 Jenis Sampah

1.3 Sumber Sampah

1.4 Sampah Khusus

1.5 Efek Sampah terhadap Manusia dan Lingkungan

2. SUMBER DAYA ALAM

2.1 Sumber Daya Alam Terbarui

2.2 Sumber Daya Alam Tak Terbarui

3. SAMPAH DI ALAM DAN DI INDUSTRI

3.1

Konsep "tidak ada sampah" di Alam Produksi di Industri dan Sampah

3.3

Peredaran Produk dari Industri ke Konsumen

3.4

Bentuk Pengemasan

4. PENGELOLAAN SAMPAH DI INDONESIA

4.1 Kuantitas dan Kualitas Sampah Kota Besar di Indonesia

4.2 Perbandingan dengan Negara lain

5. TANGGUNG JAWAB PENGELOLAAN SAMPAH

5.1 Industri

5.2 Perdagangan

5.3 Kebiasaan Konsumen dan Usia Pakai Produk

5.4 Pemerintah

6. CARA-CARA PENGOLAHAN SAMPAH

6.1 Sampah Organik

6.2 Sampah Anorganik

EVALUASI

DAFTAR ISTILAH PENTING

DAFTAR PUSTAKA

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP / KEPALA

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP

SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP / KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN

Telah menjadi kesepakatan Internasional mengenai pentingnya menjaga bumi dari kerusakan guna kelangsungan hidup manusia. Masyarakat Internasional telah mewujudkan komitmen pelestarian lingkungan tersebut dalam strategi pembangunan berkelanjutan dan juga telah pula menjadi strategi pembangunan di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, maka semua aspek pembangunan perlu memperhatikan kelestarian lingkungan termasuk di bidang pendidikan.

Pelaksanaan program pendidikan lingkungan hidup melalui pendidikan formal yang dikenal dengan greening the curriculum, dimulai dengan penyusunan Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup dan "Wall Chart" beserta Buku Panduan mengenai Pendidikan Lingkungan Hidup

Pendidikan lingkungan hidup tersebut dilakukan dengan penyampaian bahan ajar yang diintegrasikan dengan mata pelajaran terkait sehingga tidak menjadi mata pelajaran tersendiri yang akan menambah beban kurikulum yang memang telah padat.

Melalui pengembangan peran serta dunia pendidikan untuk lebih peduli terhadap masalah lingkungan, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan kerjasama Depdikbud dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan BAPEDAL mengenai Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup maka telah dipersiapkan pendidikan lingkungan hidup pada Sekolah Kejuruan yang diawali dengan disusunnya "Wall Chart" beserta Buku Panduan. Bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru-guru di dalam memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada anak didiknya.

Sekian, mudah-mudahan bermanfaat dalam pengembangan kualitas manusia Indonesia di bidang lingkungan hidup.

4
4

Jakarta, 27 Desember 1996

bermanfaat dalam pengembangan kualitas manusia Indonesia di bidang lingkungan hidup. 4 Jakarta, 27 Desember 1996

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

KATA PENGANTAR

Pendidikan Lingkungan Hidup telah diintegrasikan dalam materi semua jenjang pendidikan dasar dan menengah sejak tahun 1986. Oleh karena Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertugas untuk menghasilkan tamatan yang siap menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang profesional, Pendidikan Lingkungan Hidup pada SMK perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini sejalan dengan tuntutan internasional bahwa di masa depan bukan hanya mutu produk atau jasa pelayanan saja yang akan menjadi perhatian utama melainkan juga proses produksinya. Semakin penting untuk diperhatikan bahwa dalam era pasar bebas nanti, hanya produk dan jasa yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan saja yang akan dapat diterima oleh negara-negara konsumen.

Untuk meningkatkan kualitas tamatan SMK yang mempunyai wawasan serta kesadaran lingkungan, saat ini sedang dikembangkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mendukung implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup. Hal ini diawali dengan penyusunan dan pengembangan "Wall Chart" beserta Buku Panduan yang dapat digunakan sebagai bahan ajar program pendidikan lingkungan hidup di SMK. Proses penyampaian materi ini akan diintegrasikan ke dalam materi kejuruan terkait, sehingga materi pendidikan lingkungan hidup tidak perlu menjadi mata pelajaran tersendiri.

Buku Panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para guru dalam memberikan bekal pendidikan lingkungan hidup kepada siswa dan dapat digunakan sebagai dasar pembentukan sikap siswa SMK "darling" (sadar lingkungan).

Jakarta, 5 Mei 1997

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Pendahuluan

Buku ini merupakan bagian dari serangkaian tujuh buah buku, yang mana masing-masing buku memiliki tema yang berlainan dan ditekankan pada fokus pendidikan lingkungan hidup yang berbeda-beda:

Hubungan Timbal-Balik antara Manusia dan Lingkungan menitikberatkan pada interaksi- interaksi dengan memperkenalkan lingkungan hidup sebagai satu sistem yang terdiri dari bagian- bagian, dimana diantara bagian-bagian tersebut terdapat interaksi-interaksi atau hubungan timbal- balik yang membentuk satu jaringan, dan bagian-bagian itu sendiri dapat merupakan satu sistem.

Sampah dan Pengelolaannya menitikberatkan pada konsumsi, yang kalau tidak dilakukan dengan bijaksana dapat memboroskan sumber daya alam dan menghasilkan sampah berjumlah besar; mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan hidup serta kesehatan manusia kalau tidak dikelola dengan cara yang tepat.

Energi menitikberatkan pada kreatifitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi yang memanfaatkan sumber-sumber energi terbarui agar ketersediaan energi terjamin selama-lamanya dan agar ancaman pemanasan global dapat dikurangi.

Atmosfer dan Pemanasan Global menitikberatkan pada tanggung jawab global yang dipikul bila melakukan bermacam-macam kegiatan, karena kegiatan-kegiatan tersebut walaupun dilakukan hanya secara lokal, tetapi serentak dapat menimbulkan perubahan-perubahan global yang sulit diramalkan.

Perusakan Lapisan Ozon menitikberatkan pada faktor waktu dengan menjelaskan bahwa berbagai kegiatan manusia yang dilakukan sekarang mempengaruhi kondisi kehidupan generasi-generasi mendatang.

Siklus Air menitikberatkan pada dampak dari pencemaran yang memasuki dan mengikuti siklus air sehingga mempengaruhi lingkungan hidup serta kesehatan manusia secara langsung.

Kependudukan menitikberatkan pada keberlanjutan yang harus dijamin oleh setiap pelaksanaan pembangunan, agar lingkungan hidup sebagai landasan kehidupan dan kesejahteraan manusia dapat dilestarikan.

Masing-masing buku ini merupakan panduan untuk sebuah wall chart dengan tema yang sama. (Sebuah gambar wall chart terdapat di halaman terakhir buku ini.)

Wall chart beserta buku panduan dengan tema "Sampah" menjelaskan bahwa sampah dalam jumlah besar dan dikelola secara tidak teratur menyebabkan masalah serius seperti pencemaran air, tanah dan udara, penyebaran penyakit, dll.

Selain itu, wall chart dan buku panduan juga menunjukkan bahwa setiap orang dapat mengantisipasi masalah-masalah tersebut dengan sangat mudah, misalnya:

Melalui konsumsi yang berwawasan lingkungan, antara lain; memilih produk-produk yang dibuat dan dikemas secara ramah lingkungan

Melalui pengelolaan sampah secara teratur, antara lain membuang sampah tidak di sembarang tempat, membuat kompos, dan mengumpulkan barang-barang bekas untuk digunakan / didaur ulang.

Dengan mengetahui cara-cara tersebut di atas, setiap orang diharapkan dapat membantu mengatasi melimpahnya jumlah sampah beserta masalah-masalah yang ditimbulkannya.

Buku ini dirancang sedemikian rupa sehingga para peserta didik akhirnya diharapkan dapat:

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Menjelaskan pengertian sampah.

Mengetahui jenis-jenis dan sumber-sumber sampah.

Mengetahui jenis sampah khusus.

Memahami dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan.

Menjelaskan cara pengelolaan sampah di Indonesia.

Mengerti tanggung jawab pengelolaan sampah.

Memahami cara-cara pengolahan sampah.

PETUNJUK PEMAKAIAN

Di halaman terakhir buku panduan ini terdapat dua gambar wall chart dengan ukuran berbeda.

Apabila sedang membaca teks dalam buku, gambar wall chart berukuran kecil sekaligus dapat dilihat dengan membuka lipatannya.

Gambar wall chart yang lebih besar dapat digandakan untuk keperluan siswa.

MATERI

Bab ‘Materi’ berisi informasi tentang hal-hal yang terkait dengan tema dari wall chart. Teks beserta gambar-gambar disusun dalam bentuk sederhana sehingga dapat disampaikan langsung kepada para peserta didik. Pada setiap akhir bab disajikan ringkasan berisi hal-hal penting dari bab yang bersangkutan.

Cara Membaca Tanda-tanda:

dari bab yang bersangkutan. Cara Membaca Tanda-tanda: Piktogram yang terdapat di beberapa halaman menunjukkan wall

Piktogram yang terdapat di beberapa halaman menunjukkan wall chart secara keseluruhan. Bagian berwarna hitam merupakan bagian dari wall chart yang sedang dibahas dalam bab tersebut.

Berarti petunjuk didaktik, yaitu saran tentang apa yang dapat dilakukan oleh penyaji sebagai kegiatan tambahan terhadap materi yang disampaikan, sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih menarik bagi peserta didik.

Energi

Berarti bahwa topik yang sama juga dibahas dalam buku panduan lain; dalam contoh ini buku panduan berjudul ‘Energi’.

EVALUASI Terdapat beberapa contoh pertanyaan yang diharapkan dapat dijawab dengan benar oleh peserta didik setelah pelajaran selesai.

DAFTAR ISTILAH PENTING Kata / istilah yang sekiranya sulit untuk dimengerti dapat ditemukan penjelasannya dalam Daftar Istilah Penting; urutan kata / istilah tersebut disusun menurut abjad.

7
7

DAFTAR PUSTAKA Daftar buku-buku yang digunakan dalam penulisan buku panduan beserta buku-buku lain yang sesuai dengan tema buku panduan.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Kalau wall chart tidak digunakan secara terintegrasi dengan pelajaran kejuruan terkait, tahapan petunjuk berikut dapat digunakan untuk membahas tema dari wall chart beserta buku panduannya secara keseluruhan.

1. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kerja. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk membuat daftar dan menjelaskan secara singkat langkah-langkah yang harus dilakukan agar sampah, misalnya yang berasal dari lembaga pendidikan atau rumah tangga masing-masing dapat dikelola dengan baik. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pembahasan.

Tahap 1 ini dapat digunakan sebagai pengantar untuk mengarahkan para peserta ke tema pokok yang selanjutnya dibahas dengan menggunakan bab ‘Materi’, sebelum melangkah ke tahap 2.

Selain itu, tahap 1 ini dapat juga digunakan sebagai pemantapan sesudah penyampaian bab ‘Materi’ sehingga para peserta dapat mengikuti dengan mudah/lebih aktif pada saat pembahasan tahap 2.

2. Penyaji bersama semua peserta membahas lebih rinci langkah-langkah yang harus dilakukan agar sampah, misalnya yang berasal dari lembaga pendidikan atau rumah tangga masing- masing dapat dipisahkan dan dikelola sesuai jenisnya*. Kemudian mereka bersama-sama melaksanakan sistem baru pengelolaan sampah secara berkesinambungan sebagai berikut:

a) Rencana

- Menemukan tempat penimbunan sampah dan memperkirakan jumlah rata-rata sampah.

- Menentukan jenis sampah yang dapat dikelola secara terpisah, serta cara pengelolaanya.

- Membuat daftar jumlah, tempat, ukuran dan jenis bahan bak sampah yang dibutuhkan.

- Menentukan frekuensi pengumpulan sampah sesuai dengan jenisnya.

b) Aksi

Mengadakan / membuat bak sampah dan menempatkannya sesuai dengan rencana.

c) Instruksi

Memberi label pada masing-masing bak sampah sesuai dengan jenis sampah. Memasang daftar

sampah yang harus dibuang pada bak sampah sesuai label tersebut.

d) Penjelasan

Memberi penjelasan kepada para penghasil sampah (lembaga pendidikan: personil sekolah, siswa;

rumah tangga: anggota keluarga) dan petugas pengumpul sampah (lembaga pendidikan: petugas

pengambil sampah; rumah tangga: pembantu, anggota keluarga) tentang mengapa diperlukan sistem baru dan bagaimana menggunakan sistem baru tersebut.

e) Uji coba

Menentukan waktu dan lama uji coba, selanjutnya melaksanakan uji coba. f) Tanggung jawab Menentukan penanggung jawab evaluasi uji coba dan pengawasan serta penyempurnaan sistem secara berkelanjutan.

* Dianjurkan untuk memisahkan sampah organik dari sampah anorganik, dan sebaiknya sampah organik digunakan untuk membuat kompos. Sampah yang dapat dijual ke pemulung tidak dicampur dengan sampah lain tetapi disimpan terpisah. Sampah yang dicari oleh pemulung adalah barang- barang bekas, misalnya kertas (disukai yang masih dalam kondisi utuh), koran, karton, kemasan plastik air minum, botol gelas, kaleng.

MATERI

1. PENDAHULUAN

Gunakan beberapa contoh sampah untuk mengarahkan siswa pada permasalahan

sampah, dan

diskusikanlah.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

1.1 Pengertian Sampah

"Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan". (Kamus Istilah Lingkungan, 1994).

"Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis." (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).

"Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula". (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982)

"Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai." (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).

1.2 Jenis Sampah

Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai:

Sampah Organik

Sampah Anorganik

Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

Kertas, koran, dan karton merupakan perkecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka di buku ini dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.

kaleng, dan plastik), maka di buku ini dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik. Gambar (1). Pengertian

Gambar (1). Pengertian Sampah

9
9

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Gambar (2). Sampah Organik dan Anorganik

PENGELOLAANNYA Gambar (2). Sampah Organik dan Anorganik 1.3 Sumber Sampah ♣ Brainstrorming : siswa diberi tugas

1.3 Sumber Sampah

Brainstrorming: siswa diberi tugas membuat daftar jenis sampah yang mereka ketahui menurut jenisnya

a. Sampah dari Pemukiman

Umumnya sampah rumah tangga berupa sisa pengolahan makanan, perlengkapan rumah tangga bekas, kertas, kardus, gelas, kain, sampah kebun/halaman, dan lain-lain.

b. Sampah dari Pertanian dan Perkebunan

Sampah dari kegiatan pertanian tergolong bahan organik, seperti jerami dan sejenisnya. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama musim panen dibakar atau dimanfaatkan untuk pupuk. Untuk sampah bahan kimia seperti pestisida dan pupuk buatan perlu perlakuan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Sampah pertanian lainnya adalah lembaran plastik penutup tempat tumbuh- tumbuhan yang berfungsi untuk mengurangi penguapan dan penghambat pertumbuhan gulma, namun plastik ini bisa didaur ulang.

c. Sampah dari Sisa Bangunan dan Konstruksi Gedung

Sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung ini bisa berupa bahan organik maupun anorganik. Sampah Organik, misalnya: kayu, bambu, triplek. Sampah Anorganik, misalnya: semen, pasir, spesi, batu bata, ubin, besi dan baja, kaca, dan kaleng.

10
10

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

d. Sampah dari Perdagangan dan Perkantoran

Sampah yang berasal dari daerah perdagangan seperti: toko, pasar tradisional, warung, pasar swalayan ini terdiri dari kardus, pembungkus, kertas, dan bahan organik termasuk sampah makanan dan restoran.

Sampah yang berasal dari lembaga pendidikan, kantor pemerintah dan swasta biasanya terdiri dari kertas, alat tulis-menulis (bolpoint, pensil, spidol, dll), toner foto copy, pita printer, kotak tinta printer, baterai, bahan kimia dari laboratorium, pita mesin ketik, klise film, komputer rusak, dan lain-lain. Baterai bekas dan limbah bahan kimia harus dikumpulkan secara terpisah dan harus memperoleh perlakuan khusus karena berbahaya dan beracun.

e. Sampah dari Industri

Sampah ini berasal dari seluruh rangkaian proses produksi (bahan-bahan kimia serpihan/potongan bahan), perlakuan dan pengemasan produk (kertas, kayu, plastik, kain/lap yang jenuh dengan pelarut untuk pembersihan). Sampah industri berupa bahan kimia yang seringkali beracun memerlukan perlakuan khusus sebelum dibuang.

Gambar (3). Sumber Sampah

berupa bahan kimia yang seringkali beracun memerlukan perlakuan khusus sebelum dibuang. Gambar (3). Sumber Sampah 11
11
11

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA 1.4 Sampah Khusus Sampah khusus di sini adalah sampah yang memerlukan penanganan
KLH SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA 1.4 Sampah Khusus Sampah khusus di sini adalah sampah yang memerlukan penanganan

1.4 Sampah Khusus

KLH SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA 1.4 Sampah Khusus Sampah khusus di sini adalah sampah yang memerlukan penanganan

Sampah khusus di sini adalah sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang akan ditimbulkannya. Sampah khusus ini antara lain meliputi:

a. Sampah dari Rumah Sakit

Sampah rumah sakit merupakan sampah biomedis, seperti sampah dari pembedahan, peralatan (misalnya pisau bedah yang dibuang), botol infus dan sejenisnya, serta obat-obatan (pil, obat bius, vitamin). Semua sampah ini mungkin terkontaminasi oleh bakteri, virus dan sebagian beracun sehingga sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya.

• • 12
12

Cara pencegahan dan penanganan sampah rumah sakit antara lain:

Sampah rumah sakit perlu dipisahkan.

Sampah rumah sakit harus dibakar di dalam sebuah insinerator milik rumah sakit.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Sampah rumah sakit ditampung di sebuah kontainer dan selanjutnya dibakar di tempat pembakaran sampah.

Sampah biomedis disterilisasi terlebih dahulu sebelum dibuang ke landfill.

b. Baterai Kering dan Akumulator bekas

Baterai umumnya berasal dari sampah rumah tangga, dan biasanya mengandung logam berat seperti raksa dan kadmium. Logam berat sangat berbahaya bagi kesehatan. Akumulator dengan asam sulfat atau senyawa timbal berpotensi menimbulkan bahaya bagi manusia. Baterai harus diperlakukan sebagai sampah khusus. Saat ini di Indonesia, baterai kering hanya dapat disimpan di tempat kering sampai tersedia fasilitas pengolahan.

Jenis sampah khusus lainnya adalah:

Bola lampu bekas

Pelarut dan cat

Zat-zat kimia pembasmi hama dan penyakit tanaman seperti insektisida, pestisida

Sampah dari kegiatan pertambangan dan eksplorasi minyak

Zat-zat yang mudah meledak dalam suhu tinggi

Gambar (4). Sampah Khusus

13
13

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

1.5 Efek Sampah terhadap Manusia dan Lingkungan

Siswa menyiapkan suatu tema secara berkelompok, kemudian diadakan diskusi pleno.

a. Dampak terhadap Kesehatan

Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:

Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.

Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).

Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.

Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

b. Dampak terhadap Lingkungan

Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.

Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.

14
14

Gambar (5).

Dampak Sampah

terhadap

Kesehatan

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Gambar (6). Dampak Sampah terhadap Lingkungan

KLH Gambar (6). Dampak Sampah terhadap Lingkungan c. Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi •

c. Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi

Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.

Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.

Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).

Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.

Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

15
15

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Ringkasan

Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakainya semula, tetapi sebagian jenis sampah ada kemungkinan dapat digunakan untuk keperluan lain, karena sampah merupakan sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

Sumber-sumber sampah berasal dari berbagai macam aktivitas manusia, mulai dari aktivitas pemukiman, pertanian, pembangunan gedung, perdagangan, perkantoran dan industri.

Jenis sampah pada umumnya berbentuk organik dan anorganik.

Sedangkan sampah dari rumah sakit atau laboratorium, batu baterai bekas, dikategorikan dalam sampah khusus yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Pengelolaan sampah yang tidak memadai dapat mempengaruhi kesehatan dan lingkungan serta memberikan dampak negatif pada keadaan sosial ekonomi.

Gambar (7). Dampak Sampah terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi

16
16

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

2. SUMBER DAYA ALAM

Sumber daya alam meliputi semua biomassa yaitu keseluruhan makhluk, baik yang hidup maupun mati (hewan dan tumbuhan), juga benda mati seperti air, tanah dan batuan, serta gas-gas di atmosfer. Pemanfaatan sumber daya alam ini mencakup antara lain konsumsi ikan, air, dan kayu bakar secara langsung. Secara tidak langsung, misalnya pengolahan batuan (bijih) menjadi bahan baku untuk memproduksi besi, tembaga. Seringkali sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara multi-guna.

Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Sumber Daya Alam Terbarui.

Sumber Daya Alam Tak Terbarui.

Bagilah kelas dalam dua kelompok; satu kelompok menyusun daftar produk yang berasal dari sumber daya alam terbarui, dan kelompok lain menyusun daftar dari sumber daya alam tak terbarui.

2.1 Sumber Daya Alam Terbarui

Sumber daya alam terbarui adalah sumber daya yang diproduksi secara alami atau dengan bantuan manusia (pertanian, hutan, dll.) atau dapat ditumbuhkan kembali dalam waktu relatif singkat/pendek (bulan, tahun).

Jika eksploitasi dilakukan dengan pola yang mendukung (seimbang antara input dan output) sumber daya ini tidak terbatas ketersediaannya, misalnya penanaman secara berkelanjutan dalam pertanian atau penghutanan kembali.

Tergolong sumber daya alam ini adalah:

Hasil hutan (kayu, bambu).

Hasil pertanian dan perkebunan (umbi-umbian, palawija, beras, sayur-sayuran, buah-buahan, minyak sayur, kapas, gula, dan lain-lain).

Hasil perikanan (ikan, udang, dan lain-lain).

Hasil peternakan (daging, susu, wol, kulit, dan lain-lain).

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Gambar (8). Sumber Daya Alam Terbarui

DAN PENGELOLAANNYA Gambar (8). Sumber Daya Alam Terbarui 2.2 Sumber Daya Alam Tak Terbarui Sumber daya

2.2 Sumber Daya Alam Tak Terbarui

Sumber daya alam tak terbarui adalah sumber daya yang persediaannya terbatas dan tidak tersedia dalam jangka lama. Dalam beberapa kasus, karena keberadaannya yang melimpah membuatnya dieksploitasi secara tidak terbatas, tanpa memperhatikan kepentingan generasi mendatang dan dampak eksploitasi terhadap lingkungan.

Sebenarnya eksploitasi terhadap sumber daya ini adalah terbatas, baik untuk jangka waktu pendek maupun lama, tanpa ada sumber lain dan tidak dapat ditumbuhkan kembali, meskipun beberapa jenis dari sumber ini dapat terbarui tetapi dalam waktu jutaan tahun lamanya. Sebagai contoh, menurut data dari Departemen Pertambangan dan Energi cadangan minyak di Indonesia diperkirakan bertahan hanya 15 tahun dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2005.(Majalah Pertambangan dan Energi No 1/TH.XIX/ 1994).

Termasuk golongan ini adalah:

Minyak bumi

Uranium

Bijih besi

• Batu bara • Bauksit • Mineral lainnya 18
Batu bara
Bauksit
Mineral lainnya
18

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Ringkasan

Dari sudut pandang ekonomi, sumber daya mengandung makna sebagai suatu masukan (input) dalam suatu proses produksi yang menghasilkan produk yang bermanfaat, berupa barang atau jasa dan terakhir bahan buangan yang merupakan sampah.

Sumber daya alam ada dua macam, yaitu sumber daya alam terbarui dan tak terbarui.

Sumber alam terbarui bersifat alami (pemulihan oleh alam), meski demikian perlu diperhatikan bahwa eksploitasi harus diimbangi dengan pola pemulihan yang berimbang. Contoh: hasil hutan, pertanian.

Sumber daya tak terbarui bersifat sekali pakai habis, karena tidak ada cadangan dan pemulihannya perlu waktu jutaan tahun. Contohnya energi fosil, mineral.

Gambar (9). Sumber Daya Alam Tak Terbarui

dan pemulihannya perlu waktu jutaan tahun. Contohnya energi fosil, mineral. Gambar (9). Sumber Daya Alam Tak
19
19

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

3. SAMPAH DI ALAM DAN DI INDUSTRI

3.1 Konsep "tidak ada sampah" di Alam

Secara alami tumbuh-tumbuhan mengatur sendiri kesuburan tanah di bawah tempat tumbuhnya. Dedaunan tua yang jatuh ke tanah lama-kelamaan akan membusuk dan terurai. Setelah mineralnya bebas dan bercampur tanah, mineral ini akan diserap kembali oleh akar tumbuhan. Dengan cara serupa, senyawa karbon dari zat organik akan dilepas ke udara dalam bentuk CO 2 . Selanjutnya daun tumbuhan akan menyerapnya kembali untuk proses fotosintesis. Siklus alami ini adalah suatu proses yang berlangsung terus-menerus. Sampah/limbah hasil metabolisme dari hewan dan tumbuhan juga akan mengalami siklus yang serupa.

3.2 Produksi di Industri dan Sampah

Di alam semua zat organik dapat di daur ulang, dimana beberapa spesies tertentu mengkonsumsi sampah yang dihasilkan oleh organisme lain. Contohnya hyena memakan bangkai binatang, jamur menguraikan dedaunan, dan lain-lain. Sebaliknya proses di industri sangat tidak efektif. Orang membuat produk yang secara tidak langsung dapat menghasilkan sejumlah sampah pada setiap tahapan proses di samping produk itu sendiri. Beberapa contoh mengenai produk - atau proses - sampah yang dihasilkan:

Membuat besi dari bijih besi ® kerak besi sebagai sampah produksi

Kaca dipotong untuk jendela dengan ukuran tertentu ® sampah potongan kaca

Membuat bingkai jendela dari pelat aluminium ® sampah potongan aluminium

Kertas cetak dipotong sesuai ukuran tertentu ® sampah kertas

3.3 Peredaran Produk dari Industri ke Konsumen

Produk pabrik telah melalui beberapa tahap produksi , dari proses awal hingga pengerjaan akhir, meliputi kontrol mutu dan pengemasan, yang selanjutnya diangkut untuk diperdagangkan, dan terakhir sampai ke konsumen. Pada setiap tahap yang dilalui oleh produk ini bisa timbul sampah. Proses industri ini juga memberikan dampak lain terhadap lingkungan, baik itu mengenai energi, air maupun udara. Coba Anda pikirkan dampak dari contoh berikut:

Produksi "Kripik Singkong"

Singkong dari hasil pertanian dikupas. Setelah itu dibersihkan dan dipotong tipis, selanjutnya digoreng dan diberi garam sebelum dikemas. Dengan jalan serupa, kemasan yang terbuat dari plastik dan diberi berbagai informasi tentang kripik tadi dipersiapkan sehingga lebih menarik bagi konsumen. Kemudian kripik singkong tersebut dikemas dalam plastik tadi. Beberapa buah dari kemasan tadi selanjutnya dikemas lagi dalam sebuah kotak karton. Beberapa kotak karton dari kripik tadi selanjutnya diangkut dengan mobil box ke pengecer. Dari pengecer para konsumen membeli kripik ini dalam kemasan tunggal yang terbuat dari plastik.

Oleh karena alasan ekonomi dan ekologi, industri harus terus-menerus mencari jalan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi sampah yang dihasilkan di pabriknya. Jika mungkin, sampah produksi didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali dalam proses produksi (contohnya di pabrik botol dari gelas: pecahan gelas dicairkan lagi), bahan kimia digunakan lagi dan lagi di dalam suatu proses tertutup. Hal ini dikenal sebagai "teknologi bersih".

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Gambar (10). Konsep "tidak ada sampah" di Alam

KLH Gambar (10). Konsep "tidak ada sampah" di Alam Gambar (11). Peredaran Sampah dari Industri ke

Gambar (11). Peredaran Sampah dari Industri ke Konsumen

21
21

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

3.4 Bentuk Pengemasan

Kemasan menduduki posisi dominan dalam menentukan nilai jual suatu produk. Walaupun fungsi utama dari kemasan adalah untuk melindungi produk dari kerusakan, tetapi transportasi secara modern dan penyimpanan barang membuat kemasan menjadi lebih penting. Ditambah lagi dengan sikap konsumen yang lebih suka dengan kemasan yang menarik dan berwarna-warni.

Kemasan untuk alasan perlindungan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan dengan bahan misalnya dari karton, kayu, plastik, kertas, dan kaleng, di satu sisi merupakan sumber sampah yang besar.

a. Pengemasan Tradisional

Pada masa lampau pembungkus atau kemasan terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat didaur ulang oleh alam, contohnya:

Daun pisang dipakai untuk membungkus nasi atau jenis makanan lainnya.

Daun pohon jati digunakan untuk membungkus ikan ataupun daging.

Daun pandan digunakan untuk membungkus makanan tradisional yang terbuat dari gandum ataupun beras, dimana selain mudah dikupas juga wangi baunya.

Bambu dan jenis kayu lainnya dapat digunakan untuk mengemas barang-barang yang akan dibawa ke pasar atau ke kota.

Kelebihan dari Pengemasan Tradisional adalah :

Bahan berasal dari sumber daya alam terbarui, sehingga mudah tersedia.

Kalau dibuang ke alam dapat diuraikan oleh mikroorganisme, bahkan menjadi pupuk untuk makhluk hidup lain.

Ekonomis dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Kekurangan dari Pengemasan Tradisional adalah pada tidak sempurnanya perlindungan pada produk sehingga tidak terjamin kualitas dan kuantitasnya untuk jangka waktu lama maupun keamanan produk selama pengangkutan jarak jauh.

Mintalah siswa untuk membawa kemasan-kemasan tradisional, siapkan pameran.

Gambar (12). Pengemasan Barang secara Tradisional

22
22

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

b. Pengemasan Modern

Dengan kemajuan teknologi yang serba canggih, kemasan tradisional sudah mulai ditinggalkan. Daun-daunan sudah diganti dengan kaleng yang dilapisi dengan timah, kaleng aluminium, plastik, kertas, stirofoam atau kombinasi dari berbagai bahan sintetis. Disamping mempunyai kelebihan, kemasan modern juga mempunyai kekurangan.

Kelebihan Pengemasan Modern:

Perlindungan sempurna terhadap produk dari sinar matahari, panas, debu / kotoran, insekta dan lain-lain sehingga sangat higienis dan terjaga kualitasnya untuk jangka waktu lama.

Dapat dituliskan berbagai macam informasi mengenai produk, seperti komposisi, merek, nama produk, produsen, kode produksi, dan tanggal kadaluwarsa.

Memudahkan pengangkutan dan penyimpanan.

Mintalah agar siswa mengadakan pameran kemasan dari bentuk dan bahan yang berbeda.

Pekerjaan rumah: Setiap siswa diminta membawa sebuah contoh kemasan modern ke sekolah dan menyusun kelebihan/kekurangannya. Bandingkan dengan contoh-contoh yang lainnya.

Kekurangan Pengemasan Modern:

Bahan baku kebanyakan berasal dari sumber daya alam tidak terbarui.

Untuk memproduksinya memerlukan banyak energi è Energi

Biayanya mahal, baik selama proses maupun setelah jadi barang.

Digunakan sesaat, kemudian dibuang sebagai sampah.

Tidak dapat atau sulit diuraikan oleh mikroorganisme pengurai.

Beberapa diantaranya mengandung zat berbahaya dan beracun.

Ringkasan

Tidak ada sampah di alam; segala sesuatu dapat diuraikan oleh mikroorganisme dan masuk kembali ke siklus alam sebagai nutrisi bagi makhluk lain.

Proses di industri menghasilkan sampah yang seringkali tidak dapat didaur ulang oleh alam.

Pengemasan harus melalui proses produksi yang panjang, dan ini memakan waktu lebih lama bagi suatu produk untuk sampai ke konsumen. Hal ini membuat kontradiksi bagi produk modern; pada satu sisi kemasan membuat produk mudah dibawa dan lebih terlindung, namun di sisi lain penggunaannya hanya sekali pakai dan jarang sekali yang dapat didaur ulang. Jika dibuang ke lingkungan, kemasan ini tidak dapat diuraikan dan mungkin beracun sehingga mencemari lingkungan.

Kemasan tradisional, yang terbuat dari sumber daya alam terbarui lebih aman bagi lingkungan karena dapat diuraikan secara alami.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Gambar (13). Pengemasan Barang secara Modern

KLH SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA Gambar (13). Pengemasan Barang secara Modern 24
24
24

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

4. PENGELOLAAN SAMPAH DI INDONESIA

Sampah padat dari pemukiman merupakan bagian terbesar dari sampah yang timbul di Indonesia. Pemerintah bertanggung jawab dalam pengumpulan ulang dan pembuangan sampah dari pemukiman secara memadai. Namun karena hal lain yang harus diprioritaskan dan kurangnya dana,

di beberapa tempat pengumpulan ulang oleh pemerintah tidaklah tuntas. Di sisi lain masyarakat juga

bertanggung jawab dalam membuang sampahnya secara benar pada suatu tempat pengumpulan dan menjalin suatu kerja sama dengan pemerintah.

Cara pembuangan sampah selama ini:

Di daerah perkotaan, sampah rumah tangga oleh masyarakat dikumpulkan dan dibuang ke sebuah

tempat pembuangan atau kontainer yang disediakan oleh pemerintah. Dari sini sampah diangkut oleh truk ke landfill yang umumnya kurang terkontrol, dimana para pemulung mencari barang-barang yang dapat didaur ulang. Akibat perbedaan gaya dan standar hidup rumah tangga kota umumnya menghasilkan sampah lebih banyak dibanding rumah tangga di pedesaan. Komposisinya juga berbeda, sebab lebih banyak barang yang dibungkus dengan berbagai kemasan, dan karenanya akan lebih banyak plastik yang dibuang.

Di desa terpencil, kemungkinan tidak ada pengumpulan ulang sampah oleh pemerintah secara

formal. Sampah, yang umumnya mengandung lebih banyak bahan organik, biasanya dibuang atau dibakar bersama daun-daunan dan sampah lain di halaman belakang rumah. Karena modernisasi barang-barang yang terdiri dari bahan anorganik sampai juga ke daerah pedesaan sehingga komposisi sampah juga berubah. Beberapa barang seperti baterai jika dibakar di tempat terbuka atau dibuang disembarang tempat dapat menimbulkan bahaya besar.

Siswa menyiapkan pertanyaan dan melakukan wawancara kepada pihak yang berwenang

mengenai

pengelolaan sampah di daerah mereka masing-masing.

Landfill tidak Terkontrol

Di beberapa tempat, tidak terdapat tempat pengumpulan ulang yang memadai, sampah dipindah dari

rumah ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dan berikutnya diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Di TPA ini sampah hanya ditumpuk tanpa ada perlakuan khusus.

Gambar (14). Masalah Landfill tidak Terkontrol

Akhir). Di TPA ini sampah hanya ditumpuk tanpa ada perlakuan khusus. Gambar (14). Masalah Landfill tidak

l

25
25

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Masalah Open Dumping

Di

tempat dimana tidak ada sarana TPS memadai, masyarakat kebanyakan membuang sampahnya

di

jalan, tanah kosong, disamping bangunan atau ke sungai, dan selokan dimana hal ini akan

menyebabkan "polusi tidak terkontrol". Open dumping dapat mengancam lingkungan dan merupakan sumber berbagai penyakit dan masalah lainnya.

Masalah-masalah yang dapat timbul akibat open dumping dan landfill yang tidak terkontrol adalah sebagai berikut:

Lahan yang luas akan tertutup oleh sampah dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lain.

Cairan yang dihasilkan akibat proses penguraian (leachate) dapat mencemari sumber air.

Sungai dan pipa air minum mungkin teracuni karena bereaksi dengan zat-zat atau polutan sampah.

Penyumbatan badan air.

Merupakan tempat yang menarik bagi berbagai binatang (tikus, anjing liar).

Merupakan sumber dan tempat perkembangbiakan organisme penyebar penyakit.

Gas yang dihasilkan dalam proses penguraian akan terperangkap di dalam tumpukan sampah dapat menimbulkan ledakan jika mencapai kadar dan tekanan tertentu.

Adakan kegiatan kebersihan di lokasi sekeliling sekolah.

Kegiatan Pemulung

Pemulung turut memainkan peran penting dalam pengelolaan sampah di Indonesia.Mereka mencari barang yang bernilai ekonomis dari tumpukan sampah, TPS dan TPA maupun dari rumah ke rumah.

Di satu pihak, pengelola sampah dari lembaga pemerintah melihat pemulung sebagai penghambat

operasi sistem pengelolaan sampah padat modern yang efisien. Di lain pihak, pemulung dianggap melakukan pekerjaan yang berguna karena alasan-alasan: merupakan sumber kehidupan puluhan ribu orang miskin dan tak berdaya di kota, dan mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang atau dibakar. Namun demikian, terdapat beberapa masalah yang harus dipertimbangkan,yaitu:

Kualitas barang yang dipisah sejak dari sumbernya (di rumah) lebih baik dibanding barang yang dipulung dari sampah campuran pada tempat pembuangan atau landfill.

Kondisi lingkungan para pemulung di landfill sangat buruk (dari sisi kesehatan, dan kemungkinan terjadinya kecelakaan).

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Gambar (15). Masalah Open Dumping

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA KLH Gambar (15). Masalah Open Dumping Gambar (16). Kegiatan Pemulung 27

Gambar (16). Kegiatan Pemulung

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA KLH Gambar (15). Masalah Open Dumping Gambar (16). Kegiatan Pemulung 27
27
27

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

4.1 Kuantitas dan Kualitas Sampah Kota Besar di Indonesia

Untuk memahami masalah yang muncul dari timbulan dan pengelolaan sampah, diberikan beberapa informasi tentang kualitas dan kuantitas sampah di beberapa kota besar Indonesia yaitu:

DKI Jakarta

Berdasarkan data dari Statistik Lingkungan Hidup 1992, warga Jakarta menghasilkan sampah rata- rata 23.706 m 3 /hari. Hal ini berarti meningkat 31,70% dari 1985 yang hanya mencapai 18.000 m 3 /hari. Pada tahun tersebut sampah yang terangkut mencapai 80,14% atau 18.997 m /hari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1.

3

Sampah jenis organik (sayuran) menempati persentase terbesar yaitu mencapai 73,99%, sedangkan sampah karet/kulit tiruan persentasenya terkecil (0,55%). Lihat tabel 2.

Kodia Bandung

Sampah di Bandung sebagian besar (73,25%) merupakan sampah organik (sayuran), sedang jenis yang lain prosentasenya relatif kecil. Lihat tabel 3.

Timbulan sampah di Kodia Bandung tahun 1985 mencapai 5.848 m 3 /hari dan meningkat sebesar 17,2% pada 1992 (6.852 m 3 /hari). Data timbulan sampah dari 1985 sampai dengan 1992 dapat dilihat pada tabel 4.

Masalah Sampah di Indonesia

Pengamatan secara umum mengenai sampah dan pengelolaannya di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia menunjukkan:

Persentase bahan organik tinggi (50-75%), sampah umumnya basah / lembab

Pada tingkat rumah tangga, kaum wanita umumnya paling berperan dalam pembuangan sampah

Pengumpulan ulang, daur ulang dan pengolahan sampah yang lainnya tidak efisien dan tidak terorganisasi secara aman bagi manusia dan lingkungan

Jika tingkat sosial rata-rata rendah, maka kondisi sarana pelayanan umum yang ada biasanya juga rendah

Pengelolaan sampah yang kurang baik biasanya juga dibarengi dengan fasilitas air minum yang tidak memadai. Hal ini dapat menjadi penyebab penyebaran penyakit dan kondisi kesehatan yang buruk

Industri besar dan kecil tidak memberikan perhatian yang cukup dalam pengelolaan sampahnya, sedang pemerintah sendiri sulit untuk membiayai pengelolaan sampah karena hal lain yang harus diprioritaskan

Daur ulang sering kali ditangani oleh sektor informal, padahal ini pekerjaan penting dan jika pihak penguasa mencoba lebih aktif, hal ini dapat menimbulkan persaingan terbuka

Belum diterapkannya prinsip bahwa yang memproduksi barang harus mengelola sampah dari barang tersebut (misalnya: pabrik baterai kering harus menerima dan mengelola baterai yang sudah tidak dipakai lagi).

Pemerintah Pusat melalui program Bapedal telah mencanangkan pemberian Adipura sebagai sarana memacu tanggung jawab semua kalangan terhadap penanggulangan masalah sampah bagi ‘kota bersih’ sejak 1986. Salah satu kriteria pemberian piala Adipura adalah keberhasilan kota yang bersangkutan dalam mengurangi tingkat pencemaran yang diakibatkan oleh sampah domestik.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Tabel (1). Produksi dan Volume Sampah yang terangkut per hari di DKI Jakarta

TAHUN

PERKIRAAN PRODUKSI SAMPAH PER HARI

VOLUME SAMPAH YANG TERANGKUT PER HARI

 

PERSENTASE YANG TERTANGGULANGI

 

(m

3 )

 

(m

3 )

 

(%)

1985 / 1986

 

18.000

   

14.506

 

80,59

1986 / 1987

18.694

16.055

85,88

1987 / 1988

20.150

16.452

81,65

1988 / 1989

21.234

16.769

78,97

1989 / 1990

21.671

17.331

79,97

1990 / 1991

21.894

17.874

81,64

1991

/ 1992

23.706

18.997

80,14

Tabel (2). Persentase Komposisi Sampah di DKI Jakarta

 

JENIS SAMPAH

 

1988 / 1989

1989 / 1990

1990 / 1991

 

1991 / 1992

 

(%)

(%)

(%)

(%)

Organik/ sayuran

   

73,99

73,99

73,99

73,99

Kertas/ paper

8,28

8,28

8,28

10,18

Plastik

5,44

5,44

5,44

7,86

Logam

2,08

2,08

2,08

2,04

Karet/ kulit tiruan

 

0,56

0,56

0,56

0,55

Kayu

3,77

3,77

3,77

0,98

Kain

3,16

3,16

3,16

1,57

Gelas/ Kaca

 

1,77

1,77

1,77

1,75

Lain-lain

0,95

0,95

0,95

0,86

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Tabel (3). Produksi dan Volume Sampah yang terangkut per hari di Kodia Bandung

TAHUN

PERKIRAAN PRODUKSI SAMPAH PER HARI

VOLUME SAMPAH YANG TERANGKUT PER HARI

 

PERSENTASE YANG TERTANGGULANGI

 

(m

3 )

(m

3 )

 

(%)

1985 / 1986

 

5.848

 

3.637

   

62,19

1986 / 1987

5.848

3.902

66,72

1987 / 1988

5.848

3.913

66,91

1988 / 1989

6.496

3.958

60,93

1989 / 1990

6.607

4.376

66,23

1990 / 1991

6.792

4.959

73,01

1991 / 1992

6.852

5.166

75,39

Tabel (4). Persentase Komposisi Sampah di Kodia Bandung

 

JENIS SAMPAH

 

1988 / 1989

1989 / 1990

1990 / 1991

 

1991 / 1992

 

(%)

(%)

(%)

(%)

Organik / sayuran

 

73,35

73,35

73,35

73,25

Kertas / paper

9,74

9,70

9,70

9,70

Plastik

8,56

8,50

8,50

8,58

Logam

0,54

0,50

0,50

0,50

Karet / kulit tiruan

-

-

- 0,40

Kayu

-

-

- 3,60

Kain

1,32

1,32

1,32

0,90

Gelas / Kaca

0,43

0,43

0,43

0,43

Lain-lain

6,14

7,46

7,46

2,64

Sumber: Data Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 1992

4.2 Perbandingan dengan Negara lain

Dalam mengelola sampah, negara berkembang dapat memanfaatkan berbagai pengalaman menguntungkan dari negara yang lebih maju. Namun penerapan pengalaman-pengalaman tersebut, di negara berkembang harus disesuaikan dengan keadaan negaranya masing-masing. Hal ini

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

dikarenakan adanya perbedaan kondisi secara umum (komposisi dan kualitas sampah serta teknologi yang ada).

Tabel di halaman berikut menunjukkan sampah domestik yang dihasilkan oleh penduduk di beberapa negara. Tabel tersebut memperlihatkan bahwa setiap tahunnya penduduk Amerika merupakan penghasil limbah domestik terbesar, peringkat berikutnya diduduki oleh Australia. Perhatikan juga tabel mengenai perbandingan komposisi sampah beberapa kota dari beberapa negara.

Dari tabel "Komposisi" ditunjukkan bahwa sampah yang timbul dari kota di Indonesia sebagian besar merupakan sampah organik, sedangkan di kota-kota negara lain sampah organik bukanlah merupakan bagian terbesar.

Ditambah lagi dengan masalah yang dihadapi negara berkembang tentang sampah impor dari negara maju. Hal ini bisa menimbulkan dua masalah sekaligus: pertama, sampah impor dapat menjadi saingan bagi kegiatan daur ulang sampah di dalam negeri, dan kedua, mungkin sampah tersebut mempunyai tingkat racun dan bahaya yang tinggi. Sebuah prinsip kesepakatan internasional menyatakan bahwa setiap negara akan mengolah sampahnya sendiri kecuali kalau teknologi yang lebih baik tersedia di negara lain, atau bila sampah tersebut hanya terdapat sedikit di negara pengimpor.

Putarlah pertunjukan film, misalnya “Tukang Sampah”, dan diskusikanlah.

Guna mengantisipasi masalah sampah beracun dan berbahaya, telah dikeluarkan Keputusan Presiden No 61 tahun 1993 tentang ‘Ratifikasi Konvensi Basel tentang Pengawasan Pengangkutan dan Pembuangan Sampah Beracun dan Berbahaya’. Selain itu juga diundangkan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 1995 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1994 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dimana pada pasal 27 ayat 1 disebutkan bahwa ‘Impor Limbah B3 dilarang, kecuali diperlukan untuk penambahan kekurangan bahan baku sebagai bagian pelaksanaan upaya pemanfaatan limbah B3’.

Namun demikian pada penjelasan disebutkan bahwa suatu saat tertentu impor dihentikan dan semata-mata menggunakan limbah B3 dalam negeri sebagai bahan bakunya.

Ringkasan

Pengelolaan sampah di negara berkembang sering mengalami kesulitan, karena belum ditemukannya teknologi yang bisa dioperasikan oleh negara itu sendiri.

Timbulan sampah di antara kota yang satu dengan kota yang lain di Indonesia sangat berbeda jumlahnya / volumenya, walaupun jenis dan sumber sampahnya sama.

Permasalahan yang lain adalah adanya sampah impor dari negara lain yang mungkin mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) dan dapat bersaing dengan kegiatan daur ulang dalam negeri.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Tabel (5). Banyaknya Sampah Domestik di Dunia

   

BOBOT LIMBAH DOMESTIK

BOBOT LIMBAH DOMESTIK

NO

NEGARA

per NEGARA per TAHUN

per ORANG per TAHUN

(t)

(kg)

 

1 USA

200.000.000

875

2 AUSTRALIA

10.000.000

680

3 KANADA

12.000.000

525

4 SELANDIA BARU

1.528.000

488

5 DENMARK

2.046.000

399

6 BELANDA

5.400.000

381

7 JEPANG

40.225.000

344

8 JERMAN BARAT

20.780.000

337

9 SWISS

2.146.000

336

10 BELGIA

3.082.000

313

11 SWEDIA

2.500.000

300

12

FINLANDIA

1.200.000

290

13 PERANCIS

15.500.000

288

14 INGGRIS

15.816.000

282

15

ITALIA

14.041.000

246

16

SPANYOL

8.028.000

214

Sumber: John Seymour, Herbert Girarde; Green Planet, 1980

Tabel (6). Komposisi Sampah di beberapa Kota (% Berat Basah)

KOMPONEN

LONDON

SINGAPURA

HONGKONG

JAKARTA

BANDUNG

- Organik

28

4,6

9,4

74

73,4

- Kertas

37

43,1

32,5

8

9,7

- Kaca

9

1,3

9,7

2

0,4

- Logam

9

3,0

2,2

2

0,5

- Tekstil

3

9,3

9,6

-

1,3

- Plastik/Karet

3

6,1

6,2

6

8,6

- Materi inert

dan lain-lain

11

32,6

29,4

8

6,1

Sumber: Penelitian Jurusan Teknik Lingkungan ITB, 1994

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

5. TANGGUNG JAWAB PENGELOLAAN SAMPAH

Kalau diperhatikan proses di berbagai industri, maka input dari proses tersebut adalah bahan mentah dan energi. Setelah mengalami proses produksi, input tadi akan diubah menjadi produk-produk. Produk yang dihasilkan, setelah dikemas, akan didistribusikan melalui berbagai jenis alat transportasi kepada konsumen/pemakai. Setelah dari pemakai pertama mungkin produk ini akan dimanfaatkan oleh pemakai kedua atau mengalami daur ulang. Pada akhir masa pakai, produk tersebut akan menjadi barang yang disebut sampah. Karena hampir semua kegiatan manusia, khususnya produksi

di industri perdagangan dan umumnya kegiatan pemakaian produk, mempunyai andil dalam

menghasilkan sampah, maka semua orang yang terkait aktivitas tersebut mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menangani dan mengelola sampah.

5.1 Industri

Selain menghasilkan output berupa produk yang berguna, industri juga menghasilkan sampah sebagai hasil samping dari produknya, baik berupa padat, cair maupun gas. Dengan demikian sudah selayaknya jika industri tidak hanya memfokuskan perhatian pada produksi saja, yang jelas akan

memberikan keuntungan, tetapi juga bertanggungjawab untuk menangani kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh proses produksinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan oleh industri, antara

lain:

 

Penghematan sumber daya alam.

Lebih mengutamakan penggunaan sumber daya alam terbarui.

Mengutamakan pembuatan produk yang tahan lama/awet.

Menggunakan kemasan yang dapat dipakai / di daur ulang dan mendaur ulang sampah yang dihasilkan sebagai hasil samping produk.

Mengupayakan teknologi substitusi, teknologi bersih.

5.2

Perdagangan

Di kota-kota besar, para pemilik toko atau swalayan berlomba mendesain tas plastik pembungkus

seindah mungkin walaupun harus mengeluarkan biaya lebih. Kemudian tas ini menjadi tanggung jawab konsumen dalam pembuangan maupun pemakaian selanjutnya. Pandangan semacam ini harus berangsur diubah karena menyebabkan sampah plastik yang beredar di masyarakat semakin besar. Sampah perdagangan, seperti halnya plastik pembungkus ini, seharusnya adalah tanggung jawab pemilik toko atau swalayan. Para pedagang ini dapat membentuk mitra kerja dalam pengumpulan sampah untuk digunakan lagi atau di daur ulang. Jika hal ini dapat dilakukan ada beberapa hal yang bisa dinikmati, yaitu:

Biaya bahan baku plastik berkurang, yang berarti juga penghematan sumber daya alam.

Terciptanya lapangan kerja, terutama bagi pemulung.

Tercipta suasana lingkungan yang bersih.

Konsumen akan menghargai dan lebih suka membeli barang-barang dari perusahaan yang berorientasi lingkungan.

♣
dari perusahaan yang berorientasi lingkungan. ♣ Kunjungilah pusat perbelanjaan dan perhatikan aspek sampah

Kunjungilah pusat perbelanjaan dan perhatikan aspek sampah dari barang-barang konsumsi, kemudian diskusikanlah.

33
33

Gambar (17). Tanggung Jawab Industri

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Gambar (18). Tanggung Jawab Perdagangan

DAN PENGELOLAANNYA Gambar (18). Tanggung Jawab Perdagangan 5.3 Kebiasaan Konsumen dan Usia Pakai Produk Apa yang

5.3 Kebiasaan Konsumen dan Usia Pakai Produk

Apa yang terjadi dengan kemasan bahan makanan yang telah dikonsumsi? Atau bahan makanan rusak yang tidak dapat dikonsumsi lagi? Segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia akan menghasilkan sampah. Sekarang marilah kita bayangkan, jika setiap orang menghasilkan sampah 2 dm / hari. Di Indonesia dengan jumlah penduduk ± 190 juta jiwa akan menghasilkan sampah 380.000 m 3 / hari. Jika sampah tersebut dimasukkan truk berkapasitas 10 m 3 , dibutuhkan 38.000 truk. Jika panjang tiap truk 8 meter maka setiap hari akan ada antrian truk untuk mengangkut sampah sepanjang 304 km. Ini sebanding dengan jarak dari Semarang ke Bandung.

3

Anjuran

Dengan memperhatikan besarnya jumlah sampah yang timbul setiap hari, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu menangani masalah sampah:

Menentukan prioritas sebelum membeli barang.

Menghindari konsumsi terhadap barang-barang yang tidak dapat di daur ulang (oleh alam).

Membeli produk yang tahan lama.

Menggunakan produk selama mungkin, jangan hanya menganut mode.

Usahakan memperbaiki barang yang rusak sebelum membuangnya tanpa pertimbangan.

Berikan barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan kepada orang yang masih memerlukannya.

34
34

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Siswa mencoba untuk menimbang / memperkirakan sampah yang dihasilkan di rumahnya

setelah

beberapa jangka waktu tertentu (misalnya satu minggu). Kemudian interpretasikan data yang terkumpul.

Gambar (19). Tanggung Jawab Konsumen

data yang terkumpul. Gambar (19). Tanggung Jawab Konsumen 5.4 Pemerintah ♣ Lakukan kunjungan kepada pejabat yang

5.4 Pemerintah

Lakukan kunjungan kepada pejabat yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di wilayah setempat untuk mengetahui mengenai tugas dan permasalahannya.

Seperti telah dikemukakan pada sub Pengelolaan Sampah di Indonesia bahwa pemerintah (Pemerintah Daerah dalam hal ini dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan Daerah) secara langsung bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah mulai dari penyediaan sarana pengangkutan (truk, gerobak), tempat pembuangan (kontainer, landfill) sampai pengangkutan sampah dari lahan pembuangan sementara ke lahan pembuangan akhir.

Biasanya penghasil sampah dipungut biaya untuk jasa penyelenggaraan (retribusi) setiap bulan. Besarnya retribusi ini berbeda-beda untuk setiap daerah sesuai dengan Peraturan Daerah yang berlaku. Umumnya di tiap daerah besarnya retribusi ini juga dibedakan menurut golongan tertentu (perumahan, niaga, sosial, industri, pasar, dll.).

35
35

Selain bertanggung jawab mengelola sampah secara langsung, satu hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah penerapan kebijakan, antara lain:

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Penegakan hukum lingkungan terhadap pencemar lingkungan.

Pemberlakuan eco-labelling untuk produksi bersih.

Pemberlakuan eco-balancing di industri, yang didukung dengan pemberian penghargaan atau Kalpataru.

Di sisi lain peranan dari lembaga konsumen harus ditingkatkan. Selama ini lembaga tersebut menekankan kegiatannya pada pengawasan terhadap obat dan makanan. Hendaknya pemerintah mulai mendorong Insitusi ini agar orientasinya juga mengacu pada produk dan proses produksi yang ramah lingkungan, sehingga konsumen akan sadar untuk membeli produk yang dihasilkan oleh industri yang melaksanakan produksi bersih ataupun eco-balancing. Selanjutnya keadaan ini akan mendorong industri-industri lainnya untuk ikut serta dalam program produksi bersih dan eco- balancing di Industri.

Ringkasan

Industri harus selalu diingatkan akan pentingnya kemasan yang ramah lingkungan dan sekaligus hemat energi.

Pihak industri bertanggung jawab atas pendauran ulang sampah, termasuk kemasan bekas.

Para konsumen harus mempunyai prinsip menghindari dan mengurangi konsumsi barang- barang yang tidak dapat di daur ulang, memilih barang yang tahan lama dan bersedia mendaur ulang sampahnya.

Sistem perdagangan harus mengatur, bahwa kemasan yang dipasarkan harus mencantumkan kode tahun produksi, ijin dari Depkes, masa berlaku barang dan juga info bahwa produk tersebut tidak merusak lingkungan. Hal ini masih sulit, mengingat banyaknya produk yang ada, disamping peraturan pemerintah masih lemah.

Pemberlakuan hukum lingkungan bagi pencemar harus dilakukan secara transparan. Kebijakan eco-labelling dan eco-balancing segera diterapkan terhadap industri.

Lembaga Konsumen, selaku pengawas sekaligus pemonitor harus mengacu pada konsep kelestarian lingkungan terhadap produk-produk yang beredar di pasar.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Gambar (20). Kebijakan Pemerintah

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA KLH Gambar (20). Kebijakan Pemerintah 37
37
37

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

6. CARA-CARA PENGOLAHAN SAMPAH

6.1 Sampah Organik

a.

Makanan Ternak

Di

beberapa negara, sampah organik yang berasal dari restoran biasanya dikumpulkan oleh peternak

dan digunakan sebagai makanan binatang ternak, misalnya babi, unggas.

Di Indonesia, sampah organik dari pasar yang berupa sayur-sayuran (kobis, slada air, sawi ), daun

pisang, dan sisa makanan biasanya di ambil untuk makanan kelinci, kambing dan juga ayam atau itik. Hal ini sangat bermanfaat sebab selain mengurangi jumlah sampah juga mengurangi biaya

peternakan. Namun sampah organik ini harus dibersihkan dan dipilah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh ternak. Sebab akan bermasalah jika sampah organik tadi bercampur dengan sampah-sampah yang mengandung logam-logam berat yang dapat terakumulasi di dalam tubuh ternak tersebut.

b. Komposting

Pengkomposan merupakan upaya pengolahan sampah, sekaligus usaha mendapatkan bahan-bahan kompos yang dapat menyuburkan tanah. Sistem ini mempunyai prinsip dasar mengurangi atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi bahan-bahan anorganik dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini dapat berupa bakteri, jamur, khamir juga insekta dan cacing. Agar pertumbuhan mikoorganisme optimum maka diperlukan beberapa kondisi, diantaranya campuran yang seimbang dari berbagai komponen karbon dan nitrogen, suhu, kelembaban udara (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering), dan cukup kandungan oksigen (aerasi baik).

Sistem pengkomposan ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:

Merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.

Bahan yang dipakai tersedia, tidak perlu membeli.

Masyarakat dapat membuatnya sendiri, tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal.

Unsur hara dalam pupuk kompos ini bertahan lama jika dibanding dengan pupuk buatan.

Membangun rumah kompos di lahan sekolah, membuat kompos bersama-sama.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Gambar (21). Pemanfaatan Sampah untuk Makanan Ternak

KLH Gambar (21). Pemanfaatan Sampah untuk Makanan Ternak Gambar (22). Pemanfaatan Sampah untuk Kompos 39

Gambar (22). Pemanfaatan Sampah untuk Kompos

KLH Gambar (21). Pemanfaatan Sampah untuk Makanan Ternak Gambar (22). Pemanfaatan Sampah untuk Kompos 39
39
39

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

c. Biogas

Para petani selalu mencari jalan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Salah satu cara peningkatan taraf hidup ialah dengan cara membuat bahan bakar untuk memasak. Dewasa ini banyak petani membuat bahan bakar biogas berskala kecil di rumah. Biogas adalah gas-gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik secara anaerobik. Bahan bakunya dapat diambil dari kotoran hewan atau bahan sisa-sisa tanaman atau campuran dari keduanya. Secara garis besar, biogas dapat dibuat dengan cara mencampur sampah organik dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang kedap udara. Selanjutnya dibiarkan selama lebih kurang 2 (dua) minggu.

Sampah yang dibuat biogas ini mempunyai kelebihan, antara lain:

Mengurangi jumlah sampah.

Menghemat energi, dan merupakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan.

Nyala api bahan bakar biogas ini terang/bersih, tidak berasap seperti arang kayu atau kayu bakar. Dengan menggunakan biogas, dapur serta makanan akan tetap bersih.

Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk ladang.

Buatlah percobaan dalam skala kecil untuk memproduksi biogas.

Gambar (23). Pemanfaatan Sampah untuk Biogas

40
40

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

6.2 Sampah Anorganik

Sampah anorganik seperti botol, kertas, plastik, dan kaleng, sebelum dibuang ke TPA sebaiknya dipilah terlebih dulu. Karena dari jenis sampah ini masih ada kemungkinan untuk dimanfaatkan ulang maupun untuk didaur ulang.

a. Dijual ke Pasar Loak / Dirombeng untuk Bahan Baku

Sisi lain dari pemanfaatan sampah anorganik, seperti kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban bekas, radio tua, TV tua, dan sepeda usang, adalah dijual ke pasar loak. Atau jika enggan pergi ke pasar loak, juga bisa memanggil tukang loak yang biasa membeli barang-barang bekas ke rumah-rumah. Cara lain dapat juga dijual ke tetangga ataupun teman. Dengan demikian sudah ada usaha mengurangi jumlah sampah yang ada. Cobalah untuk mengumpulkan barang- barang bekas kemudian dijual, pendapatan rumah tangga akan bertambah.

Adakan suatu kegiatan penjualan barang bekas.

Adakan lomba kerajinan: membuat sesuatu dari sampah, misalnya mainan mobil-mobilan

dari kaleng aluminium.

b. Daur Ulang

Berbicara mengenai proses daur ulang sampah, ada baiknya bila mengetahui jenis sampah yang dapat di daur ulang,

Sampah-sampah yang dapat didaur ulang, antara lain:

Sampah plastik

Sampah logam

Sampah kertas

Sampah kaca

Sampah lain yang sekiranya tidak dapat didaur ulang, hendaknya dibuang ke landfill atau tempat pembakaran (insinerator).

Salah satu contoh proses daur ulang dapat dilihat pada gambar di halaman berikut mengenai daur ulang kertas. Gambar tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Kertas bekas yang dikumpulkan secara terpisah diangkut ke tempat daur ulang kertas, umumnya ke pabrik kertas atau karton. Barang-barang yang dapat mengganggu jalannya proses daur ulang (seperti plastik) dipisahkan. Kertas digolongkan menjadi beberapa kualitas yang berbeda. Kemudian kertas dicampur dengan air, dipanaskan dan dibuat pulp. Residu tinta dipisahkan untuk meningkatkan kualitas. Akhirnya dihasilkan kertas daur ulang. Setelah dipotong dalam ukuran tertentu dan dikemas, kertas akan didistribusikan lagi ke konsumen, demikian seterusnya.

Satu hal yang patut diketahui dari proses ini adalah kertas bekas yang bersih akan menghasilkan kertas daur ulang dengan mutu baik. Karena itu sangat penting untuk memisahkan kertas bekas sedini mungkin sebelum tercampur dengan sampah lain yang sekiranya dapat mengotorinya.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Adakan kunjungan ke pusat atau pabrik daur ulang sampah.

Gambar (24). Hasil Sortiran di Jual ke Pasar

ke pusat atau pabrik daur ulang sampah. Gambar (24). Hasil Sortiran di Jual ke Pasar Gambar

Gambar (25). Daur Ulang Sampah

42
42
ke pusat atau pabrik daur ulang sampah. Gambar (24). Hasil Sortiran di Jual ke Pasar Gambar

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

c. Sanitary Landfill

Ini merupakan salah satu metoda pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik. Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian sampah dipadatkan dengan traktor dan selanjutnya di tutup tanah. Cara ini akan menghilangkan polusi udara. Pada bagian dasar tempat tersebut dilengkapi sistem saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dulu sebelum dibuang ke sungai atau ke lingkungan. Di Sanitary Landfill tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktivitas penguraian sampah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sanitary landfill , yaitu:

Semua landfill adalah warisan bagi generasi mendatang.

Memerlukan lahan yang luas.

Penyediaan dan pemilihan lokasi pembuangan harus memperhatikan dampak lingkungan.

Aspek sosial harus mendapat perhatian.

Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan gas.

Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun).

Memerlukan pemantauan yang terus menerus.

Adakan kunjungan / ekskursi ke areal sanitary landfill.

Gambar (26). Sanitary Landfill

43
43

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

d. Pembakaran

Sampah padat dibakar di dalam insinerator. Hasil pembakaran adalah gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat hasil pembakaran dapat mencapai 70%. Cara ini relatif lebih mahal dibanding dengan sanitary landfill, yaitu sekitar tiga kali lipatnya.

Kelebihan sistem pembakaran ini adalah:

Membutuhkan lahan yang relatif kecil dibanding sanitary landfill.

Dapat dibangun di dekat lokasi industri.

Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik.

Dapat digunakan sebagai sumber energi, baik untuk pembangkit uap, air panas, listrik dan pencairan logam.

Kekurangannya terletak pada mahalnya investasi, tenaga kerja, biaya perbaikan dan pemeliharaan, serta masih membuang residu, juga menghasilkan gas.

Secara umum proses pembakaran di dalam insinerator adalah:

Sampah yang dapat dibakar dimasukkan di dalam tempat penyimpan atau penyuplai.

Berikutnya, sampah diatur sehingga rata lalu dimasukkan ke dalam tungku pembakar.

Hasil pembakaran berupa abu, selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai penutup sampah pada landfil.

Sedangkan hasil berupa gas akan dialirkan melalui cerobong yang dilengkapi dengan scrubber atau ditampung untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit energi.

Ringkasan

Sampah organik dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, komposting dan juga untuk biogas.

Sampah anorganik dapat di daur ulang atau di proses menjadi produk baru (misalnya gelas, kertas, karton, logam, plastik). Usahakan mengumpulkan barang-barang sekunder, seperti kertas, secara terpisah dan jual ke pasar loak. Pendapatan rumah tangga Anda akan meningkat.

Campuran sampah yang tidak dapat di daur ulang dibuang ke Sanitary Landfill atau dibakar di sebuah tempat pembakaran.

Gambar (27). Sistem Pembakaran

Evaluasi

Pertanyaan

1. Jelaskan pengertian sampah secara umum!

2. Sebutkan enam sumber sampah!

3. Apa yang dimaksud dengan sampah khusus? Berikan dua buah contoh.

4. Jelaskan pengaruh sampah bagi manusia dan lingkungan!

5. Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam terbarui? Berikan tiga buah contoh.

6. Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam tak terbarui? Berikan tiga buah contoh.

7. Jelaskan mengapa segala sesuatu yang ada di alam bukan merupakan sampah?

8. Jelaskan kelebihan dan kekurangan pengemasan secara tradisional!

9. Jelaskan kelebihan dan kekurangan pengemasan secara modern!

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

10. Sebutkan kendala-kendala pengelolaan sampah di negara berkembang!

11. Apa yang harus diperhatikan industri sehubungan dengan responsibilitasnya dalam penanganan

sampah!

12. Sebutkan keuntungan-keuntungan yang dapat dinikmati jika para pedagang bertanggung jawab

atas sampah perdagangannya!

13. Jelaskan apakah yang dapat kita lakukan pada tingkat pemukiman untuk mengurangi sampah?

14. Sebutkan hal-hal yang dapat dilakukan oleh konsumen untuk mengurangi sampah?

15. Mengapa pemisahan sampah dari sumbernya adalah sangat penting?

16. Keuntungan apa saja yang dapat kita ambil dari sistem pengkomposan?

17. Jelaskan keistimewaan biogas yang dibuat dari sampah!

18. Gambarkan proses daur ulang kertas!

19. Jelaskan masalah-masalah yang dapat ditimbulkan oleh sistem "open dumping".

20. Apa saja keuntungan dan permasalahan dari kegiatan pemulung?

21. Apa saja yang harus diperhatikan pada sistem pengolahan sampah cara sanitary landfill?

22. Sebutkan kelebihan pengolahan sampah dengan cara pembakaran!

23. Jelaskan kekurangan dari pengolahan sampah dengan cara pembakaran!

Jawaban

1. Sampah adalah segala sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula, tapi ada kemungkinan dapat digunakan untuk keperluan lain karena sampah adalah sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

2. Sampah menurut sumbernya adalah sebagai berikut:

Sampah dari pemukiman

Sampah dari pertanian dan perkebunan

Sampah dari sisa bangunan gedung

Sampah dari perdagangan dan perkantoran

Sampah dari industri

3. Sampah khusus adalah sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang akan ditimbulkannya. Contohnya:

Sampah dari rumah sakit, seperti jarum suntik bekas, botol infus, pembalut, obat- obatan dan lain-lain.

Baterai bekas yang mengandung logam berat seperti air raksa dan kadmium.

Bola lampu

Pelarut dan cat

Sampah pertambangan

Zat-zat kimia seperti insektisida

4. Pengaruh sampah:

Dari segi kesehatan dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diare, kholera, dll.

Terhadap lingkungan, sampah dapat menyebabkan matinya beberapa jenis organisme karena tercemar, lingkungan jadi kurang menyenangkan bagi masyarakat.

5. Sumber daya alam terbarui adalah sumber daya alam yang prosesnya secara alamiah atau dibantu manusia dan dapat dikembalikan lagi dengan sistem berkelanjutan. Contohnya: umbi- umbian, palawija dan ikan.

6. Sumber daya alam tak terbarui adalah sumber daya alam yang bersifat sekali pakai dan tidak dapat dipulihkan atau pemulihannya memerlukan waktu berjuta-juta tahun. Contohnya:

minyak bumi, batu bara dan uranium.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

7. Segala sesuatu yang berada di alam bukan merupakan sampah sebab semua sisa hasil metabolisme dan proses alami lainnya akan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup yang lain untuk kelanjutan hidupnya.

8. Kelebihan Pengemasan Tradisional adalah:

Berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui, sehingga selalu tersedia.

Kalau dibuang ke alam dapat diuraikan oleh mikroorganisme, dan menjadi pupuk

untuk makhluk hidup lain.

Ekonomis dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Kekurangannya adalah:

pada tidak sempurnanya perlindungan pada produk sehingga tidak terjamin kualitas dan kuantitas untuk jangka waktu lama dan untuk pengangkutan jarak jauh.

9. Kelebihan Pengemasan Modern adalah:

Perlindungan sempurna terhadap produk sehingga sangat higienis dan terjaga kualitasnya.

Dapat dituliskan berbagai informasi mengenai produk.

Memudahkan pengangkutan.

Memudahkan penyimpanan.

Kekurangan Pengemasan Modern:

Bahan baku dari sumber daya alam yang tak terbarui.

Biayanya mahal.

Digunakan sesaat, kemudian dibuang sebagai sampah.

Tidak dapat atau sulit diuraikan oleh mikroorganisme pengurai.

Ada yang merupakan jenis bahan berbahaya dan beracun (B3).

10. Kendalanya adalah:

Persentase bahan organik sangat tinggi (50-75%) dengan tingkat kekeringan yang sangat berbeda.

Pada tingkat rumah tangga umumnya hanya kaum wanita yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.

Pengumpulan, penggunaan kembali dan pengolahannya tidak baik dan tidak efisien.

Tingkat sosial yang rendah sering melalaikan perhatian pada pelayanan umu, tidak dapat digunakannya infrastruktur membuat pengumpulan ulang lebih sulit.

Pengelolaan sampah yang buruk dibarengi fasilitas air minum yang tidak memadai/ sempurna sebagaimana dibuktikan oleh kondisi kesehatan yang buruk dan penyakit khas yang umum.

11. Hal-hal berikut harus diperhatikan oleh industri:

Penghematan sumber daya alam.

Lebih mengutamakan sumber daya alam terbarui.

Menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang.

Mendaur ulang sampah yang dihasilkannya.

Mengupayakan teknologi substitusi yang berwawasan lingkungan.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

12. Keuntungannya adalah:

Biaya bahan baku plastik berkurang, yang berarti juga penghematan sumber daya alam.

Tercipta lapangan kerja, terutama bagi pemulung.

Tercipta suasana nyaman karena berkurangnya sampah.

Ikut berperan menjaga bumi agar tidak berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.

13. Kebijakan tersebut antara lain:

Pengaktifan penegakan hukum lingkungan terhadap pencemar lingkungan.

Kebijakan eko-labeling untuk produksi bersih.

Pemberlakuan eko-balancing di industri, yang didukung dengan pemberian penghargaan.

14. Yang dapat dilakukan konsumen untuk mengurangi sampah adalah:

Mengurangi tingkat konsumsi terhadap barang-barang yang berpotensi sebagai sampah yang tidak tereduksi oleh alam.

Melakukan pemilahan terhadap sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Ikut berperan menjaga bumi sebagai tempat pembuangan sampah.

15. Pemisahan sampah pada sumbernya adalah penting, karena pemisahan sedini mungkin akan menghasilkan mutu barang yang lebih baik. Baik itu barang bekas untuk digunakan ataupun daur ulang.

16. Keuntungan dari sistem pengkomposan adalah:

Merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.

Harganya terjangkau oleh masyarakat petani, karena bisa dibuat sendiri.

Bahan yang dipakai ada di sekitar kita, tidak usah membeli.

Unsur hara dari pupuk kompos bertahan lebih lama dibanding dari pupuk buatan.

17. Keistimewaan biogas dari sampah antara lain:

Menghemat energi dan merupakan energi yang tidak merusak lingkungan.

Nyala dari bahan bakar biogas bersih, tidak berasap seperti arang kayu/kayu bakar.

Sisa gas berupa sampah yang kaya unsur penyubur dapat digunakan untuk memupuk ladang.

18. Proses daur ulang secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:

Kertas bekas yang dikumpulkan secara terpisah diangkut ke tempat daur ulang kertas, umumnya ke pabrik kertas atau karton. Barang-barang yang dapat mengganggu proses, seperti plastik disingkirkan. Kertas digolongkan menjadi beberapa kualitas yang berbeda. Kemudian kertas dicampur dengan air, dipanaskan dan dibuat pulp. Residu tinta dipisahkan untuk meningkatkan kualitas. Akhirnya dihasilkan kertas daur ulang. Sesudah dipotong menurut ukuran tertentu, lembaran kertas ini akan dijual kembali ke konsumen.

19. Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan oleh open dumping adalah :

Lahan yang luas akan tertutup oleh sampah dan tidak dapat digunakan untuk tujuan yang lain.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Cairan yang dihasilkan akibat proses penguraian (leachate) dapat mencemari sumber air.

Sungai dan pipa air minum mungkin teracuni karena bereaksi dengan zat-zat atau polutan sampah.

Penyumbatan badan air.

Merupakan tempat yang menarik bagi berbagai binatang (tikus, anjing liar).

Merupakan sumber dan tempat perkembangbiakan organisme penyebar penyakit.

Gas yang dihasilkan dalam proses penguraian akan terperangkap di dalam tumpukan sampah dapat menimbulkan ledakan jika sampai pada kadar tekanan tertentu.

20. Keuntungan dari kegiatan pemulung adalah:

Merupakan sumber kehidupan bagi orang miskin dan tak berdaya yang ada di kota.

Mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang atau dibakar.

Melestarikan materi, energi dan devisa daerah.

Masalah dalam kegiatan pemulung adalah sebagai berikut:

Kualitas barang yang dipisahkan sejak dari sumbernya (di rumah) lebih baik dibandingkan dengan barang yang dipulung dari sampah campuran pada tempat pembuangan landfill.

Kondisi lingkungan para pemulung di landfill sangat buruk (dari sisi kesehatan maupun kemungkinan terjadinya kecelakaan).

21. Yang harus diperhatikan pada cara sanitary landfill adalah:

Semua landfill adalah warisan bagi generasi mendatang.

Penyediaan dan pemilihan lokasi harus memperhatikan dampak lingkungan.

Aspek sosial harus mendapat perhatian.

Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan gas.

Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun).

Memerlukan pemantauan yang terus-menerus.

22. Kelebihan cara pembakaran adalah:

Lahan yang dibutuhkan relatif kecil dibanding cara sanitary landfill.

Dapat dibangun di dekat lokasi industri.

Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik.

Dapat digunakan sebagai sumber energi.

23. Kekurangan cara pembakaran adalah:

Investasinya sangat mahal.

Mahalnya tenaga yang dibutuhkan.

Mahalnya biaya pemeliharaan dan perbaikan.

Masih dihasilkan residu.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Daftar Istilah Penting

Abu

Bahan tak terbakar yang tersisa setelah suatu bahan bakar (limbah padat) dibakar.

Aerasi

Dalam perlakuan limbah, proses yang digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen air limbah dengan cara menyemprotkan udara atau mengalirkan gelembung udara di dalam air limbah.

Akumulasi

Suatu pengumpulan atau penimbunan.

Anaerobik

Hidup atau aktif dalam suasana tidak ada oksigen bebas.

Asam organik

Senyawa kimia dengan satu atau lebih gugus karboksil (-COOH) dalam susunannya. Contohnya asam asetat (CH 3 -COOH).

Bahan bakar fosil

Setiap deposit hidrokarbon dalam kerak dan perut bumi yang dapat digunakan untuk bahan bakar, misalnya minyak bumi, batu bara dan gas bumi.

Bak Sampah

Tempat pengumpulan sampah yang terbuat dari karet, plastik, kayu ataupun batu-bata.

Bakteri

Makhluk hidup bersel tunggal, terdapat dimana-mana, dapat berkembang biak dengan kecepatan luar biasa dengan jalan membelah diri, ada yang berbahaya ada yang tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan dan penyakit.

Bakteri patogen

Bakteri (mikroorganisme) yang dapat menyebabkan penyakit.

BBB (B3)

BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

Bahan / zat yang karena sifat-sifat fisis dan kimianya dapat mem-bahayakan manusia maupun lingkungan; seperti bahan / zat yang beracun, mudah meledak, korosif, terbakar, bahan / zat radioaktif, dan sebagainya.

Biogas

Gas yang terbuat dari kotoran ternak atau sampah.

Biomassa

Jumlah total bahan hidup dalam suatu habitat atau daerah yang khas.

Bobot kering materi makhluk hidup yang ada dalam suatu populasi spesies.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Daur karbon

Daur ulang

Demam berdarah

Drainase

Ecobalancing

Rangkaian transformasi, karbondioksida ditetapkan sebagai karbon atau senyawa karbon dalam organisme-organisme hidup melalui fotosintesis dibebaskan melalui respirasi dan atau kematian dan penguraian organisme pengikat, yang digunakan oleh spesies heterofik, dan akhirnya dikembalikan kepada keadaan asli untuk digunakan lagi.

Peredaran ulang suatu massa.

Penyakit demam yang disebabkan oleh gigitan nyamuk jenis tertentu yang menyebabkan bintik merah pada kulit serta perdarahan yang keluar dari lubang hidung.

Sistem pembuangan air permukaan atau air tanah dengan memakai saluran- saluran permukaan atau bawah permukaan.

Sebuah metoda yang berusaha membandingkan proses atau produk dalam hal masukan yang diperlukan seperti energi dan air, dan dampak pada lingkungan, misalnya kontribusi terhadap efek rumah kaca, polusi air dan lain-lain.

Untuk setiap aspek diberikan suatu nilai tertentu, jumlah dua atau beberapa poin produk atau proses kemudian dibandingkan. Sebagai contoh, dua gelas minuman yang terbuat dari bahan yang berbeda dapat dibandingkan dan dipilih yang secara versi ekologi lebih baik.

Ekosistem

Tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Suatu komunitas, termasuk semua organisme komponen, bersama lingkungan, membentuk suatu sistem yang berinteraksi.

Semua organisme dan lingkungan yang ada dalam suatu lokasi tertentu.

Eksploitasi

Fotosintesis

Higienis

Infrastruktur

Pengusahaan atau pendayagunaan (misalnya perkebunan, tambang dan lain- lain).

Sintesis karbohidrat dari karbon dioksida dan air oleh klorofil, menggunakan cahaya sebagai energi dengan oksigen sebagai suatu produk tambahan (sampingan).

Berkenaan dengan atau sesuai dengan ilmu kesehatan, bersih, dan bebas penyakit.

Prasarana, segala yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Insektisida

Insinerator

Kadmium

Kalpataru

Komposting

Konsumen

Kontainer

Landfill

Logam berat

Merkuri

Metabolisme

Metana

Mikroorganisme

Bahan kimia yang membunuh serangga, dapat dikelompokkan sebagai insektisida sentuh (nikotin, pirterum, kapur), insektisida perut (mempengaruhi saluran pencernaan, misalnya arsenikal), dan insektisida gas (fumigan seperti karbon disulfida, DDT, dan lain-lain).

Alat pemusnahan sampah, dengan cara dibakar yang dilengkapi dengan sistem yang bersahabat dengan lingkungan.

Elemen kimia (logam berat, berwarna perak) yang berbahaya bagi kesehatan. Kadmium dipakai dalam batu baterai, industri logam dan lain-lain.

Tropi penghargaan kepada mereka yang berjasa dalam memelihara keutuhan fungsi tatanan lingkungan dan berusaha meningkatkan daya dukung lingkungan menurut cara masing-masing.

Suatu proses terkontrol mendegradasi (menghancurkan) bahan organik oleh mikroorganisme.

Pemakai barang-barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan dan lain-lain).

Tempat untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat penampungan sementara yang akan dibawa ke tempat pembuangan akhir.

Tanah yang dipersiapkan untuk menguruk sampah di sanitary landfill.

Logam yang terdapat dalam sampah kota dan limbah industri yang menimbulkan bahaya lingkungan jangka panjang, mereka meliputi kadmium, kobalt, kromium, tembaga, merkuri, nikel, timbal dan seng.

Elemen kimia (logam berat, yang berwujud cair pada suhu kamar) yang berbahaya bagi kesehatan. Merkuri sering di pakai di dalam batu baterai.

Pertukaran zat pada organisme yang meliputi proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dalam badan yang memungkinkan berlangsungnya hidup.

Gas tanpa warna dan tidak berbau yang dapat meledak jika dicampur dengan udara, sifatnya lebih ringan dari udara dan mendidih pada suhu -169ºC.

Jenis makhluk hidup yang dapat berperan sebagai dekomposer atau pengurai di dalam ekosistem.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Mineral

Open dumping

Organisme

Pemulung

Pencemaran air

Pengolahan

sampah padat

Pengumpulan

sampah padat

Perlakuan sampah

Pestisida

Produksi bersih

Proses sampah

Pupuk

Recovery

Benda padat homogen bersifat tak organis yang terbentuk secara alamiah dan mempunyai komposisi kimia tertentu, misalnya tembaga, emas, intan, barang tambang, pelikan.

Pembuangan sampah yang tanpa memerlukan perlakuan khusus, dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Setiap benda hidup, tumbuhan, binatang (satwa), fungus dan manusia.

Sekelompok orang yang kerjanya mengumpulkan sampah dan kemudian dijualnya. Secara langsung pemulung berjasa dalam pemilahan sampah yang akan didaur ulang maupun direuse.

Penyimpangan sifat-sifat dari keadaan normal, dimana air tercampur oleh bahan-bahan larutan, partikel-partikel dan bakteri.

Pengendalian sistematik bertujuan dalam penghasilan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemisahan, pengolahan, pendaur ulangan dan penempatan sampah padat.

Kegiatan pengumpulan sampah yang dilakukan oleh pemilik, penghuni/ penanggung jawab lokasi / bangunan mulai dari halaman sampai dengan bahu jalan.

Salah satu proses fisika dan kimia karena kualitas sampah tertentu dijadikan lebih selaras atau dapat diterima bagi manusia dan lingkungan hidup.

Bahan-bahan kimia yang digunakan untuk membasmi hama, bersifat aktif. Sisa- sisa (ampas) pencucian pestisida dapat menyebabkan pencemaran air dan tanah.

Penerapan strategi preventif yang terintegrasi secara berkelanjutan terhadap proses produksi untuk mengurangi terjadinya resiko pada manusia dan lingkungan.

Suatu urutan kegiatan seperti pemotongan, pemanfaatan, pengadukan, dan pembakaran yang merubah sifat-sifat fisika dan kimia sampah.

Setiap bahan organik atau anorganik dari sumber alam atau sintetik yang ditambahkan pada tanah guna memasok unsur-unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman.

Upaya-upaya untuk memperbaiki kembali kerusakan lingkungan atau meningkatkan kembali kualitas dan daya dukung lingkungan sehingga dapat

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

berfungsi lebih efektif.

Recycle (daur ulang)

Memproses kembali limbah sebagai bahan baku kedua (secondary raw material) sehingga mengurangi limbah yang dilepaskan atau ditinggalkan pada sistem alam.

Reduce

Upaya untuk mengurangi pemakaian bahan baku (menggunakan bahan baku

(mengurangi)

seefisien mungkin). Selain itu bagaimana limbah dapat dikeluarkan sedikit

Sampah

mungkin. Bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga, untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian; barang rusak atau cacat selama proses manufaktur, atau materi berkelebihan atau buangan.

Sampah anorganik

Limbah yang dihasilkan oleh aktivitas rumah tangga atau industri yang bersifat tidak mudah diuraikan oleh mikroorganisme (contoh plastik, kaca, asbes dan lain-lain).

Sampah industri

Sampah padat yang berasal dari proses industri dan pembikinan (pabrik buatan).

Sampah khusus

Sampah yang membutuhkan pengelolaan khusus, misalnya sampah rumah sakit, batu baterai bekas.

Sampah kota

Sampah (padat) yang dibuang oleh penduduk kota.

Sampah organik

Sampah dari rumah tangga atau industri yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme (contoh daun-daunan, kotoran manusia atau hewan).

Sampah padat

Bahan tak berguna, tak diinginkan, atau dibuang dengan sendiri kandungan cairan yang bebas mengalir.

Sampah pertanian

Sampah padat yang berasal dari pemeliharaan dan penyembelihan hewan dan pemrosesan / pengolahan produk hewani serta tanaman kebun buah-buahan dan perladangan.

Sanitary landfill

Pengurukan sampah secara berlapis dengan memasukkan sampah ke dalam lubang dengan luas tertentu agar sampah pada hari itu dapat dipadatkan dan diuruk dengan tanah, sehingga tidak ada sampah yang tinggal dalam keadaan terbuka pada malam harinya.

Sanitasi

Pengendalian semua faktor dalam lingkungan fisik manusia yang dapat menimbulkan efek merugikan atas perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup manusia.

KLH

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

Scrubber

Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam

Tak Terbarui

Sumber Daya Alam

Taenia

Teknologi bersih

Tempat

sampah padat

Timbal

Vektor

Virus

Vitamin

Alat untuk menyaring / filter gas buang pada industri atau pada pusat-pusat insinerator, sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara.

Unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam hayati, sumber daya alam non hayati, dan sumber daya alam buatan.

Sumber daya alam yang sekali pakai, tidak dapat digantikan lagi.

Sumber daya yang tidak dapat pulih, makin banyak pe- makaian, akan semakin cepat habis, misalnya; sumber bahan mentah minyak bumi dan batu bara.

Sumber bahan dan / atau energi yang dapat ditumbuhkan lagi atau Terbarui diproduksi secara alami dalam kurun waktu tertentu, yaitu kurang dari usia manusia rata-rata.

Golongan cacing pita yang dapat dijangkitkan melalui lembu atau babi.

Suatu teknologi yang berwawasan lingkungan tanpa mengabaikan keuntungan secara teknis dan ekonomis.

Penempatan terakhir sampah yang tidak dapat dimanfaatkan atau didaur ulang.

Suatu unsur kimia golongan logam berat. Logamnya berwarna abu-abu, lunak. Digunakan dalam akumulator dan paduan pembuat huruf dalam percetakan.

Agen (umumnya serangga) yang dapat memindahkan penyakit yang disebabkan oleh parasit atau mikroorganisme dari inang pertama ke yang lain. Tempat berkembang biaknya di tempat sampah.

Gen penginfeksi yang sangat renik, terdiri atas asam nukleat (DNA atau RNA) terbungkus dalam salut protein.

Zat yang sangat penting untuk tubuh manusia dan hewan untuk pertumbuhan dan perkembangan (seperti vitamin A,B,C,D,E, dan K).

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

KLH

Daftar Pustaka

A Buku-buku yang digunakan untuk menyusun buku panduan

Aktion Saubere Schweiz (ed.), Abfall und Recycling, 4th edition, Zürich, 1989.

Brunner W., Obrist W., Umwelt-Jahrbuch 94, Verlag Graf und Neuhaus, Zürich, 1995

Damanhuri E., Pengelolaan Limbah Padat. Diktat Kuliah Teknik Lingkungan, ITB dan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan, Yogyakarta, 1993

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, PPPGT IPA, Buku Pegangan Guru tentang Limbah Domestik, Bandung, 1992

Djajadiningrat Surna T., Membangun Tanpa Merusak Lingkungan, Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Jakarta, 1992

Gelbert M., Environmental Management focusing on Solid Waste Management - a script and reader, Dietikon, 1995

Ismoyo Imam Hendargo, Kamus Istilah Lingkungan, P.T. Bina Rena Pariwara, Jakarta, 1994

Meadows Donella H. et al., Beyond the Limits, Chelsea Green Publishing Co., Post Mills, Vermont, 1992

Murtado, Djuli and Sa’id, E. Gumbira, Limbah Padat, Penerbit P.T. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta, 1988

Outerbridge Thomas B., Limbah Padat di Indonesia; Masalah atau Sumber Daya, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 1991

B Buku-buku yang sesuai dengan tema buku panduan

Flintoff F., Management of Solid Wastes in Developing Countries, South East Asia Series No. 1, New Delhi, (1976) 1984

Johnson Cointreau S., Environmental Management of Urban Solid Wastes in Developing Countries - A project guide, Urban Development Technical Paper No. 5, The World Bank, Washington D.C., 1982

Lardinois I., Klundert A. van de (eds.), Organic Waste, Urban Solid Waste Series No. 1, Technology Transfer for Development, Amsterdam, 1993

PPPGT/VEDC Malang (ed.), Methodological Chart Ruang Lingkup Materi, VEDC Malang,

1996