Anda di halaman 1dari 11

AAPENDIKITIS

ADHA REZA PAHLEVI


AMANDA RESTI ZAVIRA
DIKA PRATIWI SARI
DESI FATMAWATI
LINDA FITRI YANTI
ROHMA ANJAR PUTRI
SELI PURNAMA SARI

DEFINISI
Apendisitis adalah peradangan
akibat infeksi pada usus buntu atau
umbal cacing (apendiks) ,Infeksi ini
bisa mengakibatkan peradangan
akut sehingga memerlukan tindakan
bedah segera untuk mencegah
komplikasi yang umumnya
berbahaya (Wim de Jong et al,
2005).

KLASIFIKASI

1. Apendisitis akut radang


2. Apendisitis rekrens
3. Apendisitis kronis

ETIOLOGI
Terjadinya apendisitis akut umumnya
disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun
apendiks menghasilkan lender 1-2 ml per
hari yang normalnya dicurahkan kedalam
lumen dan selanjutnya mengalir ke kesekum.
Penyumbatan tersebut diakibatkan oleh:
Hyperplasia dari folikel limfoid
Adanya fekalit dalam lumen appendiks
Tumor appendiks
Adanya benda asing seperti cacing
askariasis
Erosi mukosa appendiks karena parasit

MANIFESTASI KLINIS
1. Bila letak apendiks retrosekal

retroperitonial
2. Bila apendiks terletak dirongga pelvis
3. Bila apendiks terletak didekat atau
menempel pada kandung kemih

MASALAH YANG LAZIM


MUNCUL
1. Nyeri akut berdasarkan inflamasi dan infeksi
2. Ansietas berdasarkan proknosis penyakit rencana pembedahan
3. Resiko ketidakefektifan perfusi gastrointestinal berdasrkan proses

infeksi, penurunan sirkulasi darah kegastrointestinal, hemoragi


gastrointestinal akut
4. Kekurangan volume cairan berdasarkan kehilangan cairan aktif,
mekanisme kerja peristaltik usus menurun
5. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berdasarkan faktor biologis, ketidakmampuan untuk mencerna
makanan
6. Ketidakefektifan bersihan jalan napas
7. Resiko infeksi berdasarakan tida adekuatnya pertahanan tubuh
8. Hipertermia berdasarakan respon sistemik dari inflamasi
gastrointestinal
9. Kerusakan integritas jaringan
10. Gangguan rasa nyaman

DISCHARGE PLANNING
1. Tindakan pre operatif, yang meliputi

penderita di rawat, diberikan antibiotic


dan kompres untuk menurunkan suhu
penderita, pasien diminta untuk tirabaring
dan dipuasakan.
2. Tindakan operatif, appendiktomi.
3. Tindakan post operatif, satu hari pasca
bedah klien dianjurkan untuk duduk tegak
di tempat tidur selama 2 X 30 menit, hari
berikutnya makanan lunak dan berdiri
tegak diluar kamar, hari ketujuh luka
jahitan diangkat, klien pulang.

KOMPLIKASI
1. Perforasi
2. Peritonitis
3. Abses appendiks
4. Pileiflebitis ( tromboflebitis
septic vena portal)

PENCEGAHAN
Pencegahan pada appendicitis yaitu
dengan menurunkan resiko obstruksi dan
peradangan pada lumen appendiks. Pola
eliminasi klien harus dikaji, sebab
obstruksi oleh fekalit dapat terjadi karena
tidak ada kuatnya diit tinggi serat.
Perawatan dan pengobatan penyakit
cacing juga menimbulkan resiko.

PATOFISIOLOGI - ASKEP
TERLAMPIR

TERIMAKASIH