Anda di halaman 1dari 12

HAK DAN KEWAJIBAN

KONSUMEN

DISUSUN OLEH:
FITHRIYAH KHAIRUNNISA ILYAS
ISMAL QAMARIAH
INDAH SAPUTRI

PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya
terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah mata kuliah PENDIDIKAN KONSUMEN. Kemudian shalawat beserta
salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah
memberikan pedoman hidup yakni al-quran dan sunnah untuk keselamatan umat
di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Konsumen di
program studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas teknik pada
Universitas Negeri Makassar.
Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan
dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar, September 2015

Penulis

DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

1.2. Rumusan Masalah

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Konsumen
2.2. Asas Perlindungan Konsumen
2.3. Tujuan Perlindungan Konsumen
2.4. Hak Konsumen
2.5

Kewajiban Konsumen Menurut Undang-Undang

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kondisi konsumen yang banyak dirugikan memerlukan peningkatan upaya
untuk melindunginya, sehingga hak-haknya dapat ditegakkan. Namun di sisi
lain, perlindungan tersebut harus juga melindungi eksistensi produsen yang
sangat esensial dalam perekonomian negara. Oleh karena itu, diperlukan
perundang-undangan yang dapat melindungi kedua belah pihak.
Permasalahan perlindungan konsumen ini tidak akan pernah habis dan
akan selalu menjadi bahan perbincangan di masyarakat. Selama masih banyak
konsumen yang dirugikan, masalahnya tidak akan pernah tuntas. Oleh karena
itu, masalah perlindungan konsumen perlu diperhatikan.
Hak konsumen yang diabaikan oleh pelaku usaha perlu dicermati secara
seksama. Pada era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini, banyak
bermunculan

berbagai

macam

produk

barang/pelayanan

jasa

yang

dipasarkankepada konsumen di tanah air, baik melalui promosi, iklan, maupun


penawaran barang secara langsung.
Jika tidak berhati-hati dalam memilih produk barang/jasa yang diinginkan,
konsumen hanya akan menjadi objek eksploitas dari pelaku usaha yang tidak
bertanggung jawab. Tanpa disadari, konsumen menerima begitu saja
barang/jasa yang dikonsumsinya.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas yaitu :
1. Apakah pengertian konsumen menurut UUPK?
2. Apa saja azas perlindungan konsumen?
3. Apa tujuan perlindungan konsumen?
4. Apa saja hak konsumen?
5. Apa kewajiban konsumen menurut UU

BAB II
PEMBAHASAN

Perlindungan konsumen di era global ditandai dengan 2 fenomena. Pertama,


globalisasi perdagangan internasional yang menunjukkan kecenderungan bahwa
aktifitas ekonomi pelaku usaha dan konsumen tidak lagi dibatasi batas-batas
yurisdiksi antar negara. Tidak ada lagi halangan dalam bertransaksi. Serta banyak
variasi barang dan jasa yang dapat dikonsumsi atau dimanfaatkan konsumen
sesuai kebutuhannya.
Kedua, implementasi hak-hak dan kewajiban-kewajiban konsumen tidak dapat
dilepaskan

dari

pola

konsumsi

konsumen.

Pola

konsumsi

ini

secara

berkesinambungan selaras dengan daya dukung lingkungan sebagai bagian yang


tidak terlepas dari kehidupan keseharian konsumen. Pembangunan jati diri
konsumen Indonesia bukan lagi terbatas akan pemahaman akan hak dan
kewajibannya saja, namun mulai meningkat kepada tanggung jawab sosialnya
yang terkait erat dengan pembangunan yang berkesinambungan (sutainable
development).
Oleh sebab itu, tantangan bersama di era global adalah, bagaimana memberikan
pemahaman akan pentingnya dan memperkuat perlindungan konsumen agar
konsumen mampu menetapkan pilihan dan keputusan yang tepat dalam
bertransaksi, mendorong persaingan usaha yang sehat antar pelaku usaha, dan
peningkatan daya saing produk dalam negeri.
Hal tersebut penting karena konsumen harus waspada terhadap berbagai tawaran
barang murah yang beredar di pasar namun justru mengancam atau merugikan
konsumen. Beberapa kasus barang murah (seperti mainan anak, pangan, obatobatan, kosmetika, peralatan rumah tangga, dan sebagainya), ternyata
mengandung bahan berbahaya dan tidak memenuhi ketentuan standar yang
dipersyaratkan.
Kini, saatnya menjadi konsumen cerdas sebagai pilihan tepat untuk melindungi
diri sendiri dari ancaman produk-produk semacam itu. Konsumen cerdas adalah
konsumen yang telah siap menghadapi berbagai tantangan di era global. Indikasi
konsumen cerdas ditandai dengan pemahaman akan hak dan kewajibannya, sikap
kritis dan berhati-hati dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa, sehingga ia
mampu melindungi diri, keluarga dan lingkungannya terhadap barang dan/atau

jasa yang tidak memenuhi aspek keamanan, kesehatan, keselamatan, dan


lingkungan (K3L).
2.1 PENGERTIAN KONSUMEN
Menurut UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU
Perlindungan Konsumen), yang dimaksud dengan Konsumen adalah setiap
orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi
kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan
tidak untuk diperdagangkan.
Menurut Hornby : Konsumen (consumer) adalah seseorang yang
membeli barang atau menggunakan jasa; seseorang atau suatu perusahaan
yang membeli barang tertentu atau menggunakan jasa tertentu; sesuatu atau
seseorang yang menggunakan suatu persediaan atau sejumlah barang; setiap
orang yang menggunakan barang atau jasa.
2.2 ASAS PERLINDUNGAN KONSUMEN
Adapun Asas perlindungan konsumen antara lain :
Asas Manfaat; mengamanatkan bahwa

segala

upaya

dalam

penyelenggaraan perlindungan ini harus memberikan manfaat sebesarbesarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara

keseluruhan,
Asas Keadilan; partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara
maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku
usaha untuk memperoleh haknya dan melaksanakan kewajibannya secara

adil,
Asas Keseimbangan; memberikan keseimbangan antara kepentingan
konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materiil ataupun

spiritual,
Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen; memberikan jaminan atas
keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalarn penggunaan,
pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau
digunakan;

Asas Kepastian Hukum; baik pelaku usaha maupun konsumen mentaati


hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan
konsumen, serta negara menjamin kepastian hukum.

2.3 TUJUAN PERLINDUNGAN KONSUMEN


Sesuai dengan pasal 3 Undang-undang no. 8 tahun 1999 Perlindungan
Konsumen, tujuan dari Perlindungan ini adalah :

Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk


melindungi diri,

Mengangkat

harkat

dan

martabat

konsumen

dengan

cara

menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa,

Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan


menuntut hak-haknya sebagai konsumen,

Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur


kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan
informasi,

Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan


ini sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggungjawab dalam
berusaha,

Meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan


usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan
dan keselamatan konsumen.

2.4 HAK KONSUMEN


Sebagai pemakai barang/jasa, konsumen memiliki sejumlah hak dan
kewajiban. Pengetahuan tentang hak-hak konsumen sangat penting agar orang
bisa bertindak sebagai konsumen yang kritis dan mandiri. Tujuannya, jika
adanya tindakan yang tidak adil terhadap dirinya, ia secara spontan menyadari
akan hal itu. Konsumen kemudian bisa bertindak lebih jauh untuk
memperjuangkan hak-haknya. Dengan kata lain, ia tidak hanya tinggal diam
saja ketika menyadari bahwa hak-haknya telah dilanggar oleh pelaku usaha.
J.F Kennedy menentukan ada empat Hak Dasar konsumen, adalah sebagai
berikut:

a. Hak memperoleh keamanan (the tight to safety);


b. Hak memilih (the right to choose);
c. Hak mendapat informasi (the right to be informed);
d. Hak untuk didengar (the right to be heard).
Adapun sesuai Hak konsumen sebagaimana tertuang dalam Pasal 4 UU
No. 8 Tahun 1999 Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK), Hakhak Konsumen adalah :
1. Hak

atas

kenyamanan,

keamanan

dan

keselamatan

dalam

mengkonsumsi barang dan/atau jasa;


2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang
dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta
jaminan yang dijanjikan;
3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan
jaminan barang dan/atau jasa;
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa
yang digunakan;
5. Hak

untuk

mendapatkan

advokasi,

perlindungan

dan

upaya

penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;


6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak
diskriminatif;
8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila
barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau
tidak sebagaimana mestinya;
9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan
lainnya.

2.5 KEWAJIBAN KONSUMEN MENURUT UNDANG-UNDANG


Kewajiban Konsumen, adalah:
a. Membaca atau mengikuti petunjuk/informasi dan prosedur pemakaian atau
pemanfaatan barang dan/atau jasa demi keamanan dan keselamatan.

b. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa.


c. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati.
d. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen
secara patut.
Adanya kewajiban konsumen membaca atau mengikuti petunjuk informasi
dan prosedur pemakaian atau pemanfaatn barang dan/atau jasa demi keamanan
dan keselamatan, merupakan hal penting mendapat pengaturan.
Adapun pentingnya kewajiban ini karena sering pelaku usaha telah
menyampaikan peringatan secara jelas pada label suatu produk, namun
konsumen tidak memvbaca peringatan yang telah disampaikan kepadanya.
Dengan pengaturan kewajiban ini, memberikan konsekuensi pelaku usaha
tidak bertanggung jawab, jika konsumen yang bersangkutan menderita
kerugian akibat mengabaikan kewajiban tersebut. Misalnya untuk penggunaan
obat-obatan dari dokter atau berdasarkan etiket untuk produk tersebut telah
diberikan instruksi bahwa pemakainnya hanya dalam dosis tertentu, namun
konsumen sendiri yang tidak mematuhi instruksi tersebut. Kesalahan
konsumen dalam penggunaan produk, juga banyak terjadi pada penggunaan
obat bebas (obat tanpa resep). Walaupun obat bebas tersebut adalah obat yang
dinyatakan oleh para ahli aman dan manjur apabila digunakan sesuai petunjuk
yang tertera pada label beserta peringatannya, namun konsumen harus
menyadari bahwa mengobati diri sendiri dengan menggunakan obat bebas
sesungguhnya

bukanlah

hal

yang

mudah,

sederhana

dan

selalu

menguntungkan. Tanpa dibekali dengan pengetahuan yang memadai, tindakan


tersebut dapat menyebabkan terjadinya ketidaktepatan penggunaan obat, yang
bukannya menyembuhkan tetapi justru memperparah penyakait, memperburuk
kondisi tubuh atau menutupi gejala yang sesungguhnya menjadi ciri utama
penyakit yang lebih serius dan berbahaya.
Masalah pemenuhan kewajiban konsumen dapat terlihat jika peringatan
yang disampaikan pelaku usaha tidak jelas atau tidak mengundang perhatian
konsumen untuk membacanya. Namun jika peringatannya sudah diberikan
secara jelas dan tegas. Namun jika produsen tidak menggunakan cara yang
wajar

dan

efektf

untuk

mengkomunikasikan

peringatan

itu,

yang

menyebabkan konsumen tidak membacanya, maka hal itu tidak menghalangi


pemberian ganti kerugian pada konsumen yang telah dirugikan.
Menyangkut konsumen beritikad baik hanya tertuju pada tranksaksi
pembelian barang dan/atau jasa. Hal ini tentu saja disebabkan karena bagi
konsumen, kemungkinan untuk dapat merugikan produsen mulai pada saat
melakukan tranksaksi dengan produsen. Berbeda dengan pelaku usaha
kemungkinan terjadinya kerugian bagi konsumen dimulai sejak barang
dirancang/diproduksi oleh produsen (pelaku usaha)
Kewajiban konsumen membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
dengan pelaku usaha, adalah hal yang sudah biasa dan sudah semestinya
demikian.
Kewajiban lain yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut adalah
kewajiban konsumen mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa
perlindungan konsumen secara patut. Kewajiban ini dianggap sebagai hal
baru, sebab sebelum diundangkannya UUPK hampir tidak dirasakan adanya
kewajiban secara khusus seperti ini dalam perkara perdata, sementara dalam
kasus pidana tersangka/terdakwa lebih banyak dikendalikan oleh aparat
kepolisian dan/atau kejaksaan.
Adanya kewajiban seperti ini diatur dalam UUPK dianggap tepat, sebab
kewajiban seperti ini diatur dalam UUPK dianggap tepat, sebab kewajiban ini
adalah untuk mengimbangi hak konsumen untuk mendapatkan upaya
penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Hak ini akan
menjadi lebih mudah diperoleh jika konsumen mengikuti upaya penyelesaian
sengketa secara patut. Hanya saja kewajiban konsumen ini, tidak cukup untuk
maksud tersebut jika tidak diikuti oleh kewajiban yang sama dari pihak
pelakau usaha.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia
dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain,
maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Ada 5 (lima)
asas perlindungan konsumen, yaitu: asas manfaat, asas keadilan, asas

keseimbangan, asas keamanan dan keselamatan, dan asas kepastian hukum.


Hak Dasar konsumen, adalah sebagai berikut:
a. Hak memperoleh keamanan (the tight to safety);
b. Hak memilih (the right to choose);
c. Hak mendapat informasi (the right to be informed);
d. Hak untuk didengar (the right to be heard).
Kewajiban konsumen, yaitu :
-

Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian


atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau


jasa;

Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;

Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen


secara patut.

DAFTAR PUSTAKA

Kartika S,Elsi dan Advendi.Hukum Dalam Ekonomi (Edisi II Revisi).Grasindo


Bpk. Arus Akbar Silondae, SH., L.L.M. dan Ibu Andi Fariana, S.H., M.H. Aspek
Hukum dalam Ekonomi & Bisnis. Mitra. Wacana Media
Miru, Ahmadi dan Sutarman Yodo. 2004. Hukum Perlindungan Konsumen.
Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
http://bukudigitals.wordpress.com/2013/04/26/inilah-hak-dan-kewajiban
konsumen/

http://www.tunardy.com/asas-dan-tujuan-hukum-perlindungan-konsumen/

http://www.ylki.or.id/hak-dan-kewajiban-konsumen