Anda di halaman 1dari 60

TUGAS SWAMEDIKASI

VITAMIN DAN MINERAL

OLEH:
KELAS A
KELOMPOK XI
MARDIANA

N21113709

AZIZAH NUR AR.

N21113710

MUH. IKHLAS ARSUL

N21113711

SEMESTER AWAL 2013/ 2014


PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

BAB I
PENDAHULUAN

Vitamin dan mineral sangat penting di dalam fisiologi manusia,


peredaran darah dan sistem limfatik menghubungkan semua sistem
tubuh. Air, vitamin, dan mineral, serta nutrisi lainnya meresap dalam
dinding kapiler sambil membersihkan dan memberikan makanan pada selsel yang ada. Mineral ionik yang mudah larut akan melahirkan tekanan
osmotik dan elektromagnetik yang memudahkan berbagai nutrisi saling
bertukar melalui kapiler dan dinding sel. Mineral ini disebut sebagai
elektrolit,

yaitu

mineral

larut

yang

memiliki

ion

positif

dan

negatif, mengatur tekanan dan aktivitas elektrik di antara selsel, zat-zat cair di luar sel,pembuluh-pembuluh kapiler dan ujungujung saraf serta otak.
Vitamin merupakan senyawa organik yang penting bagi kehidupan,
aktif secara fisiologik yang di dalam tubuh manusia tidak dibentuk, atau
dibentuk sangat sedikit dengan bantuan faktor luar tertentu ( misalnya
kekurangan sinar UV). Vitamin dengan komposisi beraneka ragam, yang
dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk memelihara
fungsi metabolisme normal. Vitamin bukan merupakan bahan bakar atau
bahan untuk membangun tubuh. Kebutuhannya berkisar dari beberapa
microgram, misalnya vitamin B12, sampai ratusan mg (vitamin C dan E).

Tubuh manusia memiliki persediaan tertentu yang tergantung dari jenisnya


adalah cukup untuk kebutuhan beberapa minggu sampai beberapa tahun.
Sejak dahulu dikenal gangguan akibat defisiensi vitamin dengan
menimbulkan gejala khas, seperti buta malam (Vitamin A), beri-beri
(vitamin B), radang lidah dan bibir (vitamin B 2), Pelagra (vitamin B6),
Skorbut ( vitamin C ), dan penyakit inggris Rakitis (vitamin D). Dalam
kasus di atas, pemberian vitamin bersangkutan dalam dosis yang 5-10
kali lipat kebutuhan normal berdaya menghilangkan gejala defisiensi
secara cepat dan efektif.
Mineral merupakan senyawa anorganik yang merupakan bagian
penting dari enzim, mengatur berbagai fungsi fisiologis, dan dibutuhkan
untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan termasuk tulang. Mineral
berasal dari dalam tanah. Tanaman yang ditanam di atas tanah akan
menyerap mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kemudian
disimpan di dalam akar, batang, daun, bunga dan buah.
Terdapat sekitar 19 macam mineral dalam tubuh. Dari jumlah
tersebut hanya sekitar 13 yang esensial untuk kehidupan dan kesehatan.
Jumlah mineral tersebut dapat berubah sesuai hasil penemuan baru.
Mineral di dalam tubuh manusia terdiri dari kalsium, khlor, yodium, besi,
magnesium, phosphor, kalium, flour, mangan, nikel, selenium, silicon dan
seng. Mineral digolongkan dalam makro mineral dan mikro mineral.
Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh lebih dari 100 mg
sehari, misalnya kalsium (Ca), khlor (Cl), magnesium (Mg), kalium (K),

natrium (Na), dan belerang (S). mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100
mg sehari, seperti tembaga (Cu), fluor (F), besi (Fe), Iodium(I), mangan
(Mn), cobalt (Co) dan seng (Zn).
Obat-obat penguat (Roboransia atau Tonika) mencakup beraneka
ragam zat, dari zat-zat penyegar seperti kofein dan alkohol, sampai zatzat yang bersifat racun kuat seperti strichnin. Begitu pula semua jenis
ekstrak hati, vitamin-vitamin terutama (B-Kompleks), kinin, kalsium, besi,
gliserofosfat, aspartat, ginseng, dan bawang putih. Banyak dari zat-zat
tersebut secara ilmiah tidak terbukti manfaatnya terhadap lelah, dan
sering kali penggunaannya irasional dan tidak dapat dibenarkan.
Dari sudut pandang medis reguler, penggunaan vitamin tambahan
hanya

dibenarkan

pada

keadaan

kekurangan, bila

kebutuhannya

meningkat atau selama mengkonsumsi obatobatan tertentu.

Ada

beberapa keadaan tersebut yaitu : Pada keadaan defisiensi, Lansia, bila


kebutuhannya meningkat seperti dalam keadaan hamil, pasien kronis dan
pemakaian obat, dan lainnya.
Meskipun vitamin dan mineral sangat dibutuhkan dalam proses
metabolisme tubuh manusia, vitamin dan mineral pada umumnya punya
kadar tertentu dalam tubuh, yang apabila berlebih maka akan memberi
dampak yang buruk bagi tubuh manusia. Jadi penggunaan vitamin dan
mineral seharusnya selalu dibawah pengawasan agar tidak memberi
dampak yang buruk.

Dengan demikian

tujuan mempelajari tentang obat penguat,

vitamin dan mineral kita dapat mengetahui penggunaan obat penguat,


vitamin dan mineral secara swamedikasi (pengobatan sendiri).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II. VITAMIN
Obat-obat penguat digunakan untuk mengatasi keadaan letih,
lesu, lemah yang sering dialami oleh manusia yang mempunyai
kelebihan aktifitas fisik. Penyebab kelelahan yaitu kurang atau tidak
adanya

kegiatan

fisik

dalam

kehidupan

sehari-hari,

Dengan

berkurangnya aktivitas fisik, maka ketahanan (stamina) juga akan


berkurang. Untuk menanggulangi jenis kelelahan demikian dianjurkan
untuk berolahraga secara teratur. Misalnya tiga sampai empat kali
seminggu,

berjalan

kaki

cepat

selama

setengah

jam,

karena

sesungguhnya olahraga meningkatkan semangat. Yang sangat penting


dan seringkali tidak disadari, lebih bersifat psikis, yang seringkali
disertai perasaan ketidakmampuan dan kejengkelan (frustasi), misalnya
kejemuan terhadap pekerjaan. Hal ini terjadi bila tidak ada tantangan
dalam pekerjaan sehari-hari dan kurangnya dorongan (motivasi). Jalan
keluar terbaik dari keadaan demikian adalah pemberian penjelasan dan
motivasi yang baik dari tugas-tugas yang dihadapi.
Dari suatu penyelidikan akhir-akhir ini telah ditarik kesimpulan
bahwa orang-orang yang tidak makan pagi, mudah merasa lelah. Bila
kepada mereka diberi sarapan pagi yang mengandung banyak protein
(daging, ikan, telur, susu, yoghurt dan jenis-jenis kacang-kacangan)

ternyata mereka merasakan tubuhnya segar dan penuh semangat


sepanjang hari. Hal ini berbeda dengan makan pagi dengan karbohidrat
(nasi, singkong, roti, kentang, kue dari tepung sagu/terigu, jagung,
kacang kedelei dan gula). Sekitar jam sepuluh pagi seluruh makanan
sudah terbakar dan kadar gula darah menjadi demikian rendah,
sehingga mengakibatkan menurunnya konsentrasi dan produktivitas
dengan timbulnya perasaan lelah.
Pada tahun-tahun delapan puluhan, perasaan lelah dan lemah
yang berlarut-larut dan yang telah bertahan lebih dari 6 bulan, diakui
oleh dunia ilmiah sebagai suatu penyakit serius dan diberinya nama
syndrom kelelahan kronis. Bahkan diberi nama latin resmi : Myalgic
encefalomyelitis (ME) yang berarti peradangan otak dan sumsum
tulang otot. Gejala-gejala umumnya, di samping kelelahan yang
sangat, dapat berupa perasaan lemah dan nyeri otot, demam ringan,
nyeri kepala dan tenggorok, bengkaknya kelenjer-kelenjar limfe dan
keluhan-keluhan

psikis

tersinggung, depresi,

(gangguan
dan

konsentrasi,

sukar tidur).

pelupa,

Seringkali

mudah

penyakit

ini

menghinggapi orang-orang muda antara 20 sampai 40 tahun yang


cerdas, sangat aktif dan seolah-olah hanya hidup untuk bekerja.
Kaum wanita yang menderita penyakit ini 10 kali lebih banyak daripada
kaum pria.
Timbulnya ME biasanya didahului oleh sutu infeksi, misalnya flu
dan setelah sembuh, perasaan lelah dan lesu bertahan. Penderita yang

semula sehat, aktif berolahraga dan penuh energi kini hampir semua
tenaganya telah lenyap sekaligus. Kemauan untuk bekerja dan
melakukan aktivitas masih tetap ada, namun tubuhnya tidak berenergi
lagi. Keadaan ini tetap bertahan dan tidak akan hilang dengan istirahat.
Sebenarnya perasaan lelah sukar didefinisikan. Berbeda dengan
misalnya kadar gula atau kolestrol yang dapat diperiksa dengan tes
laboratorium, untuk kelelahan tidak dikenal ukuran objektif. Hal ini
sangat menyulitkan diagnosa dan usaha untuk mengobatinya.
Sejak puluhan tahun, para penyelidik telah mencoba untuk
mencari sebab fisik yang melatarbelakangi gejala kelelahan yang
kronis. Antara lain diperkirakan sebabnya adalah suatu infeksi misalnya
pada gigi, penyakit jantung atau paru-paru, radang hati atau gangguan
pada kelenjar tiroid yang mengakibatkan menurunnya kecepatan
pertukaran zat. Kemungkinan lain adalah penyakit kencing manis,
penyakit kurang darah (anemia) atau lebih serius lagi penyakit MS
(multiple sclerosis), AIDS atau kanker. Sebab lain dari perasaan lelah
yang banyak terdapat adalah tekanan darah rendah atau naik turunnya
terlalu drastis. Memang ada sementara orang yang peka terhadap
perubahan-perubahan

cuaca,

yang

kadangkala

menimbulkan

perubahan-perubahan tekanan darah yang cukup berarti. Hal ini


dengan sendirinya amat meletihkan. Selanjutnya, juga kekurangan
cairan tubuh, misalnya karena banyak berkemih pada penderita

diabetes sebelumnya pengobatan, dapat mengakibatkan kelelahan


kronis.
Bila tidak ditemukan sebab-sebab organik, maka menurut
penelitian ada pada dua faktor yang dapat memegang peran penting.
Faktor pertama adalah kurang atau tidak adanya kegiatan fisik dalam
kehidupan sehari-sehari. Dengan berkurangnya kegiatan fisik, maka
ketahanan stamina juga akan berkurang. Untuk menanggulangi jenis
kelelahan demikian dianjurkan untuk berolahraga secara teratur.
Misalnya tiga sampai empat kali seminggu berjalan kaki cepat selama
kurang lebih setengah jam di samping itu juga mengkonsumsi obat-obat
penguat, vitamin dan mineral. Faktor kedua yang sangat penting dan
perasaan ketidakmampuan

dan kejengkelan (frustasi), misalnya

kejenuhan terhadap pekerjaan. Hal ini terjadi bila tidak ada tantangan
dalam pekerjaan sehari-hari dan kurangnya dorongan (motivasi). Jalan
keluar terbaik dari keadaan ini adalah pemberian penjelasan dan
motivasi yang baik dari tugas-tugas yang dihadapi.
Tergantung dari keadaannya, seseorang membutuhkan 1,5-3
liter air seharinya. Perasaan dahaga menjamin agar supaya kita minum
dengan cukup, tetapi pada orang-orang lanjut usia, perasaan haus
tersebut tidak berfungsi dengan baik lagi. Sebagai akibat terjadilah
kekurangan cairan yang menimbulkan turunnya tekanan darah dan
perasaann letih-lesu. Maka dari itu perlu diperhatikan, terutama para

manula, untuk selalu minum 5-6 gelas air seharinya, juga bila tidak
merasa haus.
Tindakan

umum

yang

dapat

dilakukan

untuk

mengatasi

kelelahan yaitu dengan mengubah pola hidup dan menitikberatkan


pada ketenangan mental dan aktivitas fisik yang cukup. Di samping itu
Istilah Vitamin diberikan atas dasar perkiraan semula bahwa semua
zat ini memilki struktur amin (vita= kehidupan), tetapi ternyata hanya
tepat untuk beberapa zat saja, antara lain tiamin (Vitamin B 1).
Kebanyakan vitamin atau zat pelopornya yang disebut zat provitamin,
diperoleh dari beberapa bahan makanan, dan hanya beberapa saja
dapat disintesa sendiri dalam usus oleh tubuh. Misalnya Vitamin A,
Vitamin B2, serta Biotin. Vitamin A dapat disintesa dalam tubuh dengan
karoten sebagai bahan pangkalnya.
Fungsinya sangat bervariasi. Banyak Vitamin secara biologis tidak
aktif , tetapi membutuhkan pengubahan kimia dalam tubuh misalnya
proses fosforilasi
penggabungan

(Vitamin B1, B2, B3, B6). Vitamin B2 dan B3 perlu

nukleotida purin atau pirimidin. Banyak vitamin

berfungsi sebagai koenzim bagi enzimenzim tertentu, misalnya


Vitamin dari kelompok B bekerja sebagai koenzim, yang aktif pada
proses metabolisme dan pembentukan energi . Vitamin A bekerja
sebagai bahan pangkal untuk pigmen retina rodopsin yang esensial
bagi proses penglihatan dalam keadaan gelap dan kurang cahaya.
Vitamin C berfungsi pada sistem reduksioksidasi yang memegang

10

peranan penting pada banyak proses redoks, sedangkan vitamin D


dalam bentuk aktifnya penting bagi regulasi kadar kalsium dan fosfor
dalam jaringan tubuh.
Sejak dahulu dikenal gangguan akibat defisiensi vitamin dengan
menimbulkan gejala khas, seperti buta malam (Vitamin A), Beriberi
(Vitamin B), Radang lidah dan Vivir (Vitamin B 2), Pelagra (Vitamin B6),
Skorbut (Vitamin C), dan Penyakit Inggris Rakitis (Vitamin D). Dalam
kasus diatas pemberian vitamin bersangkutan dalam dosis yang 510
kali lipat dari kebutuhan normal berdaya menghilangkan gejala
defisiensi secara cepat dan efektif. Kebutuhan akan berbagai vitamin
tergantung dari usia, kelamin, dan susunan makanan seharihari.
Misalnya, bila diet kaya protein, maka kebutuhan akan riboflavin dan
piridoksin, yang berperan sebagai koenzim dalam metabolisme asam
amino, ternyata meningkat. Pada metabolisme gula, seperti aneurin
dan niasinamida (vitamin B3).
Dari
tambahan

sudut pandang medis reguler, penggunaan vitamin


hanya

dibenarkan

pada

keadaan

kekurangan,

bila

kebutuhannya meningkat atau selama mengkonsumsi obatobatan


tertentu. Beberapa keadaan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pada defisiensi akibat kelainan metabolisme bawaan yang sangat
jarang terdapat. Juga pada malabsorpsi, antara lain pada pecandu
alkohol (Vitamin B-kompleks), anoreksia (asam folat), diet ketat
untuk melangsingkan tubuh (multivitamin),

11

juga bagi lansia dan

bayi botol. Sindrom malabsorpsi bisa terjadi pada penyakit usus


kronis, seperti gastritis (Vitamin B12), penyakit hati dan pankreas,
diare lemak, sariawan, begitu pula pada dan anemia perniciosa.
2. Lansia. Pada orangorang diatas usia 60 tahun, semua proses faal
di dalam tubuh mulai mundur dan berlangsung lebih lambat. Sel
sel sistem imun bekerja kurang efisien dan bekerja kurang mampu
lagi mereparasi kerusakan. Jaringan hilang kelenturannya akibat
cross-lingking non-enzimatis dari glukosa dengan protein. Misalnya,
paruparu dan otot jantung lebih sukar bekerjanya, pembuluh darah
berangsur bertambah kaku dan urat bertambah mengeras. Fungsi
kognitif dari otak (konsentrasi, ingatan, kreativitas, daya belajar)
seringkali mulai berkurang akibat proses menua dari otak dan
kemunduran

transmisi

impuls

antara

selsel

saraf.

Akibat

perubahan dalam mukosa dan jonjot usus (vili) reabsorpsi vitamin


dan elemen dari makanan ke dalam darah seringkali berkurang dan
tidak optimal lagi. Dengan demikian dapat terjadi defisiensi
mikronutrien penting itu. Karena sukar menentukan zatzat mana
yang pada seseorang adalah defisien, maka lansia dianjurkan
untuk mengkonsumsi tablet multivitamin yang juga mengandung
mineral secara teratur. Guna memelihara fungsi otak terutama
diperlukan

vitamin

dari

kelompok

B-kompleks,

beberapa

diantaranya merupakan prekursor dari neurotransmitter di otak.

12

3. Bila kebutuhannya meningkat seperti dalam masa kehamilan (asam


folat, multivitamin), pada anak- anak yang sedang tumbuh (Vitamin
A,D) dan bayi sampai 3 bulan (Vitamin K yang belum dibentuk oleh
kuman usus yang terdapat dalam air susu ibu). Begitu pula dengan
orang yang vegetarian (Vitamin B12), yang hanya terdapat dalam
produk hewani), orang yang mengikuti diet melangsingkan tubuh
(multivitamin), perokok dan

olahragawan

berat (Vitamin

B-

kompleks, vitamin A,C, dan E akibat stres oksidatif berhubung


penggunaan

oksigen

lebih

tinggi).

Akhirnya

juga

sesudah

pembedahan, radiasi X-ray dan pada berbagai keadaan stress lain


(Vitamin A, C, E).
4. Pasien kronis dan Pemakai Obat. Dewasa ini telah diketahui bahwa
berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, parkinson, disertai stress
oksidatif berlebihan. Kelebihan radikal bebas dapat merusak
jaringan

dan

Pemberian

karenanya

vitamin

yang

memperburuk
optimal,

jalannya

khususnya

penyakit.

yang

bersifat

antioksidan (Vitamin A, C, dan E) menurunkan resiko akan


komplikasi

dan

memburuknya

penyakit.

Obat-obatan

yang

digunakan secara menahun dapat mengganggu reabsorpsi, sintesa


penimbunan atau sekresi vitamin tertentu. Yang terkenal adalah
zatzat antagonispiridoksin (INH, hidralasin dan penisilamin) serta
tetrasiklin yang menghambat flora usus, sehingga sintesa B 2, B5,
biotin dan vitamin K3 terhenti. Obat obatan lainnya adalah

13

laksansia, antikonvulsi, kemoterapeutika, analgetika, sedativa,


diuretika. Disamping itu banyak obat mengurangi nafsu makan atau
menimbulkan mual, sakit lambung, diare, atau obstipasi, yang
dapat menimbulkan berkurangnya pemasukan vitamin dengan
makanan.
5. Secara preventif, pada tahuntahun terakhir ditemukan semakin
banyak indikasi bahwa berbagai vitamin dan mineral dengan sifat
antioksidant (Vitamin A, C, E, magnesium dan selenium) berdaya
melindungi terhadap kanker. Misalnya, resiko akan infark jantung
dikurangi oleh vitamin E, magnesium, begitu pula asam folat
tunggal atau terkombinasi dengan vitamin B 6 dan B12 memperkecil
resiko resiko PJP, karena menurunkan kadar homosistein yang
meningkat.
6. Namun, keadaan kelelahan kronis kadang kala sulit untuk diobati,
apalagi dengan swamedikasi dan bila sudah berlangsung lebih dari
satu bulan harus ditangani oleh dokter. Hanya bila gejala-gejalanya
tidak begitu hebat, di samping tindakan-tindakan umum untuk
mejalankan pola hidup yang sehat, dapatlah menanggulangi
keluhan-keluhan demikian dengan pengobatan sendiri misalnya
dengan mengkonsumsi tonika, kopi, vitamin, ginseng, dan bawang
putih.
Sayangnya, kadang pula tidak disadari adanya keadaan
yang

berlebihan

dalam

penggunaan

14

yang

tidak

dikontrol.

Khususnya

dalam

penggunaan

vitamin,

kerap

kali

ada

kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan adanya kelebihan


asupan vitamin yang tidak dapat dianggap sepele. Asupan vitamin
yang berlebihan dapat disebabkan karena :
1. Penggunaan vitamin dalam jumlah besar, baik untuk tujuan
pencegah maupun pengobatan penyakit yang tidak jelas
berhubungan dengan defisiensi vitamin.
2. Penggunaan vitamin secara rutin dengan jumlah yang jauh
melebihi AKG karena adanya anggapan bahwa vitamin dapat
memberikan tambahan energi dan membuat seseorang lebih
sehat.
3. Banyaknya sediaan yang mengandung satu macam vitamin atau
beberapa macam vitamin (multivitamin) dalam jumlah yang besar
yang dinyatakan sebagai suplementasi makanan dan dapat
dibeli tanpa resep dokter.
Menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat
sediaan multivitamin digolongkan sebagai suplementasi makanan atau
untuk profilaksis bila mengandung 50-150% U.S. RDA (kecuali untuk
vitamin D dan asam folat yang tidak boleh melebihi U.S. RDA). Sediaan
ini mungkin diperlukan selama kebutuhan meningkat (misalnya masa
hamil dan laktasi), selama sakit di mana terdapat gangguan absorpsi
makanan, dan pada pasien yang makanannya kurang baik. Selama
masa hamil dan laktasi, sediaan multivitamin yang diberikan sebaiknya

15

mengandung asam folat, sianokobalamin, dan besi, karena zat-zat


tersebut mungkin tidak cukup didapatkan dari makanan. Tambahan
vitamin D tidak diperlukan bila paparan terhadap sinar matahari sudah
cukup atau bila diet normal.
Penggolongan Vitamin
A. Vitamin larut dalam air
1. Vitamin B kompleks
a. Tiamin (Vitamin B1)

Kegunaan : Untuk metabolisme karbohidrat dan asam


lemak, pertumbuhan fisik, memelihara kesehatan kulit,
rambut, otot, fungsi darah, kesehatan sistem saraf dan
otak.

Gejala-gejala defisiensi : Letih, depresi, gangguan fungsi


mental, kram otot, mual, pembesaran jantung, beri-beri.

Dosis : Untuk pencegahan pada dosis 2-5 mg/hari dan


untuk pengobatan 5-10 mg tiga kali sehari.

Sumber makanan dan buah yang mengandung vitamin B 1


(tiamin) : Nanas, Jeruk, anggur, semangka, bayam,
terong, paprika, brokoli, wortel, kacang-kacangan, daging,
telur, sereal, gandum.

b. Riboflavin (Vitamin B2)

Kegunaan : Untuk proses pertumbuhan dan


perkembangan, sistem imun, menjaga kesehatan kulit,
16

rambut, sel-sel darah, sistem saraf dan otak dan fungsi


hormon.

Gejala-gejala defisiensi : Sudut mulut pecah-pecah,


lidah tampak merah dan licin, rasa lelah, depresi, anemia,
kulit bersisik.

Sumber makanan : Daging, telur,, susu, keju, sayuran


berwarna hijau.

Dosis : Untuk pengobatan adalah 5-10 mg/hari

c. Niasin (Vitamin B3)

Kegunaan : Mempertahankan sirkulasi darah, menjaga


fungsi normal otak, meningkatkan daya ingat, mengurangi
efek radang sendi dan membantu memulihkan gejala
skizofrenia.

menurunkan

dan

mengendalikan

kadar

kolesterol, menurunkan kadar kolesterol tinggi.

Gejala-gejala defisiensi : Kurangnya nafsu makan, lidah


kering, pusing, gula darah rendah, hingga sakit kepala
atau migrain, diare, insomnia.

Sumber makanan : Daging, kacang-kacangan dan bijibijian, telur, susu.

Dosis : Untuk pengobatan adalah 15-20 mg/hari

d. Asam pantotenat (Vitamin B5)

Kegunaan : Memelihara kesehatan kulit,sel-sel darah,


dan

sistem

pencernaan,
17

proses

pertumbuhan

dan

perkembangan kesehatan otak, sistem genetik, produksi


hormon.

Gejala-gejala defisiensi : Pelagra dengan gejala


dermatitis pada tangan dan wajah, lesu, anoreksia,
stomatitis, diare, cemas, depresi.

Sumber makanan : Daging, ikan, sereal, kacang tanah

Dosis : Untuk pengobatan pelagra pada keadaan akut


oral 50 mg diberikan sampai 10 kali sehari

e. Piridoksin (Vitamin B6)

Kegunaan

Memelihara

kesehatan

sistem

kardiovaskular, saraf dan sistem imun, metabolisme


protein, dan produksi hormon, memelihara kesehatan
kulit, rambut, pembentukan sel-sel darah merah.

Gejala-gejala defisiensi : Lemas, kurang nafsu makan,


luka pada mulut, rentan terhadap infeksi, kejang dan
anemia.

Sumber makanan : Daging, ikan, telur, susu, sereal

Dosis : Oral selama terapi 10-100 mg sehari, profilaksis


2-10 mg, mual hamil 50 mg dan pada depresi akibat pil
anti hamil 125 mg sehari selama 7 hari.

Efek samping : Dapat menyebabkan neuropati sensorik


dalam dosis antara 50 mg-2 g per hari untuk jangka
panjang.
18

f. Biotin (Vitamin B7)

Kegunaan : Metabolisme Energi, pertumbuhan rambut


dan kuku, menurunkan berat badan dan menjaga kadar
gula dalam darah.

Gejala-gejala defisiensi : Insomnia, lidah berwarna ungu


atau bengkak, mata dan kulit kering, rambut rontok
semakin banyak, kurangnya nafsu makan, adanya luka di
sudut-sudut mulut.

Sumber makanan : Roti gandum, telur ayam, wortel, susu,


keju, ikan salmon dan kacang-kacangan.

Dosis : 300 mcg/hari

g. Asam folat (Vitamin B9)

Kegunaan : Untuk sintesis materi genetik, metabolisme


protein

serta

memelihara

kesehatan

kehamilan,

pembentukan sel darah merah, kesehatan tulang dan


rambut,

kesehatan

sistem

saraf,

kesehatan

sistem

pencernaan dan sistem imun.

Gejala-gejala defisiensi : Anemia, gangguan suasana


hati, dan gangguan pada sistem gastrointestinal.

Sumber makanan : Hati, sayuran hijau

Dosis : Anemia megaloblaster permulaan 1-2 kali sehari


0,5 mg, pemeliharaan 1 kali sehari 0,1-0,5 mg, profilaksis

19

spina bifida 0,5 mg dimulai minimal 4 minggu sebelum


konsepsi sampai dengan minggu ke-8 kehamilan.
h. Sianokobalamin (Vitamin B12)

Kegunaan : Untuk proses pembentukan energi dari


metabolisme makanan, asam amino dan asam lemak,
kesehatan saraf, sel-sel darah, kulit dan rambut, produksi
materi genetik proses pertumbuhan dan perkembangan .

Gejala-gejala defisiensi : Anemia dengan gejala lelah,


sakit kepala dan mudah marah.

Sumber makanan : Daging, ikan, telur, dan produk susu

Dosis : Pada defisiensi oral 2 kali sehari 1 mg selama 1


bulan, pemeliharaan 1 mg sehari. Profilaksis dalam
sediaan multivitamin 1-10 mg sehari.

i. Vitamin C

Kegunaan : Untuk produksi kolagen (pada jaringan


ikat

tulang,

gigi,

dan

kartilago/tulang

rawan),

penyembuhan luka, kesehatan sistem saraf dan sistem


imun, produksi hormon adrenal, sebagai antioksidan dan
untuk membantu mencegah penyakit.

Gejala-gejala defisiensi : Skorbut (gusi berdarah), nyeri


sendi, mudah memar, kulit kering, retensi cairan tubuh dan
depresi.

Sumber makanan : Buah-buahan dan sayuran segar


20

Dosis : Dosis yang dianjurkan minimal 60 mg/ hari.

Efek samping : Vitamin C dengan dosis lebih dari 1


g/hari dapat menyebabkan diare karena efek iritasi
langsung

pada

mukosa

usus

yang

mengakibatkan

peningkatan peristaltik dan juga dapat terjadi batu ginjal


karena sebagian vitamin C dimetabolisme dan dieksresi
sebagai oksalat.

Pada perokok, baik perokok aktif maupun pasif


membutuhkan asupan vitamin C yang lebih tinggi. Asap
tembakau

mengandung

banyak

bahan

kimia

yang

berbahaya bagi tubuh. Senyawa radikal bebas dan


oksidan yang terdapat dalam asap tembakau akan
membawa akibat buruk bagi perokok altif maupun perokok
pasif. Berdasarkan penelitian pengaruh asap tembakau
terhadap kadar vitamin C pada kavia menunjukkan bahwa
asap tembakau menurunkan kadar vitamin C darah. Oleh
karena itu, dibutuhkan asupan vitamin C sekurangkurangnya 100 mg/hari.
B. Vitamin larut dalam lemak
1. Vitamin A

Kegunaan

Untuk

kesehatan

mata

dan

ketajaman

penglihatan, pertumbuhan, perkembangan sel-sel tubuh,


perlindungan terhadap infeksi.
21

Gejala-gejala defisiensi : Rabun senja, xerophthalmia, kulit


kering dan kasar, kehilangan nafsu makan, diare, gangguan
pertumbuhan, penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Sumber makanan : Hati, mentega, susu dan kuning telur

Dosis : Pada defisiensi 25-50.000 U sehari selama maksimal


2 bulan.

Efek toksik dosis diatas 100.000 U sehari dapat terjadi mual,


muntah, sakit kepala, halusinasi, kulit bersisik, gatal-gatal,
rambut rontok, persendian nyeri, kelainan darah dan mata
serta

gangguan

pertumbuhan

pada

anak.

WHO

menganjurkan maksimal 8.000 U sehari bagi wanita hamil


berhubung pada dosis tinggi (25.000 UI sehari atau lebih)
resiko teratogen atau cacat pada janin.
2. Vitamin D

Kegunaan : Untuk proses absorpsi dan penggunaan kalsium


dan fosfor (untuk perkembangan tulang dan gigi), sistem
saraf dan daya tahan tubuh, pengaturan hormon.

Gejala-gejala defisiensi : Anak : Rakitis (tulang kehilangan


kandungan kalsium sehingga menjadi lunak dan bengkok).
Dewasa : Tulang nyeri dan melunak, otot lemah.

Sumber makanan : Susu yang diperkaya dengan vitamin D,


minyak ikan, hati dan telur

22

3. Vitamin E

Kegunaan : Sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel


tubuh terhadap kerusakan akibat radikal bebas yang
mengakibatkan penyakit seperti penyakit jantung dan kanker,
mencegah penuaan dini.

Gejala-gejala

defisiensi

Kelemahan,

kehilangan

keseimbangan.

Sumber

makanan

Kacang-kacangan,

telur,

sayuran

berdaun hijau.

Dosis : 60-75 mg sehari, dan 400-600 mg/hari sebagai


antioksidan.

Efek samping : Dosis diatas 300 UI sehari dapat terjadi


gangguan saluran cerna, rasa lemah, sakit kepala.

4. Vitamin K

Kegunaan : Untuk proses pembekuan darah, metabolisme


tulang, dan fungsi ginjal.

Gejala-gejala defisiensi : Darah lambat membeku, mudah


berdarah dan memar.

Sumber makanan : Sayuran berwarna hijau tua, hati, dan


susu.

Dosis : Oral pada perdarahan 5-10 mg, bila perlu diulang


sesudah 8-12 jam.

23

II.1. Avitaminosis dan Hipervitaminosis


a.

Vitamin B
- Avitaminosis pada Vitamin B
Penyakit yang menyerang karena kekurangan vitamin B
adalah penyakit beri-beri, kulit akan mengalami berbagai
gangguan, seperti kulit kering dan bersisik, menurunnya daya
tahan tubuh, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, tubuh
mengalami

kekejangan,

keram

otot,

gangguan

sistem

pencernaan, muntah-muntah, mual, anemia (kekurangan


darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
- Hypervitaminosis pada Vitamin B
Penyakit yang disebabkn karena kelebihan vitamin B adalah
susah bernapas, nyeri dengan sensai terbakar, mati rasa di
kaki dan tangan, kehilangan koordinasi otot, sakit kepala,
depresi, dan sampe menyebabkan kelumpuhan.
b.

Vitamin C
- Avitaminosis pada Vitamin C
Kekurangan vitamin C akan dapat menyebabkan gusi
berdarah dan nyeri pada persendian.
- Hypervitaminosis pada Vitamin C
Kelebihan vitamin C akan menyebabkan sariawan, batu ginjal,
diare, sakit perut, badan panas, sakit perut, dan insomnia.

c.

Vitamin A
- Avitaminosis pada Vitamin A

24

Orang yang kekurangan vitamin A akan mengalami rabun


senja dan katarak. Selain itu, penderita avitaminosis vitamin A
ini

juga

dapat

mengalami

infeksi

saluran

pernafasan,

menurunnya daya tahan tubuh, dan kondisi kulit yang kurang


sehat.
- Hypervitaminosis pada Vitamin A
Orang menderita kelebihan vitamin A akan mengalami
penglihatan kabur, pusing, keadaan pingsan, mual, insomnia,
diare, ruam kulit, nyeri sendi, dan sakit kepala.
b.

Vitamin D
- Avitaminosis pada Vitamin D
Bila kadar vitamin D rendah maka tubuhnya akan mengalami
pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan
membentuk huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah
mengalami
kekejangan.

kerusakan

dan

otot

pun

akan

mengalami

Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu

hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam


tulang.
- Hypervitaminosis pada Vitamin D
Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan kelemahan otot,
sakit kepala, tuli, kehilangan nafsu makan, mual, kelelahan,
muntah-mintah, dan nyeri tulang.
c.

Vitamin E
- Avitaminosis pada Vitamin E

25

Orang yang menderita kekurangan vitamin E dapat berakibat


otot-otot melayuh dikarenakan terjadinya kerusakan syaraf
penggerak, serta berlangsungnya kemunduran pada:hipofisa
dan kelenjar gondok.
- Hipervitaminosis pada Vitamin E
Yang akan terjadi bila mengalami kelebihan vitamin E
kelemahan otot, kelelahan, payudara lunak, dan lambat
penyembuhan luka.
d.

Vitamin K
- Avitaminosis pada vitamin K
Akibat dari kekurangan vitamin K adalah dapat menimbulkan
penyakit kuning/ penyakit saluran empedu. Kadar protombin
yang rendah dalam tubuh sebagai akibat kurangnya vitamin K
yang diserap tubuh kadang-kadang terjadi pada bayi.
- Hypervitaminosis pada vitamin K
Apabila kekurangan kadar vitamin K, maka akan terjadi hal-hal
seperti mual, muntah-muntah, anemia, diare, dan ruam kulit

II.2 Swamedikasi pada Avitaminosis dan Hipervitaminosis


a. Swamedikasi terhadap yang menderita Avitaminosis:
Memberikan suplemen vitamin secara teratur
Memperhatikan asupan gizi makanan
Memperbanyak konsumsi buah dan sayur sebagai sumber
vitamin, tekhususnya meningkatkan konsumsi sayuran
hijau
Menghindari makanan berlemak/ kolestrol tinggi
Menerapkan 4 Sehat 5 Sempurna
b. Swamedikasi terhadap yang menderita Hypervitaminosis:
26

Segera hentikan asupan suplemen vitamin adalah langkah


utama dalam mengobati hypervitaminosis atau kelebihan
vitamin.
Menghindari makan-makanan yang tinggi kadar vitamin
masing-masing.
Adapun contoh swamedikasi sediaan obat yang mengandung vitamin
antara lain :
1. Vitamin A IPI

Komposisi : Tiap tablet mengandung : Vit A Acetate 6000 IU


Indikasi

: Pencegahan dan pengobatan defisiensi vitamin A


dengan gejala gangguan penglihatan (buta senja)

Dosis

: Anak dan dewasa sehari 1 tablet

Produksi

: PT Supra Ferbindo Farma

2. Vitamin B complex IPI

27

Komposisi : Tiap tablet salut gula mengandung :Vit B1 2 mg, Vit


B2 2 mg, vit B6 2 mg
Indikasi

: Untuk mencegah dan mengobati kekurangan vit B


complex

Dosis

: Anak-anak: 1 tablet/ hari, Dewasa: 1-2 tablet/ hari

Produksi

: PT Supra Ferbindo Farma

3. Vitamin C IPI

28

Komposisi : Tiap tablet mengandung : Vit C 50 mg


Indikasi

: Untuk mencegah dan mengobati kekurangan vitamin


C

Dosis

: Pencegahan 1 tab/hari, pengobatan 2-4 tab/hari

Produksi : PT Supra Ferbindo Farma


4. Cavit D3

Komposisi :

Calcium hydrogen phosphate dihydrate 500 mg,


cholecalciferol 133 iu

29

Indikasi

: Suplemen

kalsium

menyusui,

untuk

pencegahan

wanita

hamil

osteoporosis

dan
saat

menopause
Dosis

: Dewasa: 1 x 1 tablet/hari

Produksi

: Merck

5. Natur E

Komposisi : Tiap kapsul lunak mengandung 100 IU


Indikasi

: Sumber nutrisi untuk memelihara kesehatan kulit

Dosis

: 1-3 kapsul lunak/hari (Dewasa)

Produksi

: PT Darya Varia

B. MINERAL
Dengan ini dimaksudkan zatzat anorganik, yang seperti
vitamin dalam jumlah kecil bersifat esensial bagi banyak proses
metabolisme dalam tubuh. Yang paling banyak dibutuhkan adalah
Kalium (K) dan Natrium (Na), Kalsium (Ca) Ca 1 g, dan Magnesium

30

(Mg) Ca 0,3 g. Juga Fosfor (P), dan Klorida (Cl). Karena zat-zat
tersebut dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah relatif besar dan juga
disebut beberapa mineral (Natrium, Klorida, Kalium, Kalsium, Fosfat
dan Magnesium), dimasukkan kedalam golongan makronutrisi dan
makromineral.
Mineral lainnya merupakan mikronutrisi, karena dibutuhkan
oleh tubuh dalam jumlah kecil dan juga disebut mikromineral. Yang
termasuk ke dalam mikromineral adalah zat besi, seng, tembaga,
mangan, molibdenum, selenium, yodium dan fluorida. Kekurangan
mineral, kecuali zat besi dan yodium, jarang terjadi. Kelebihan
beberapa mineral bisa menyebabkan keracunan.
1. Mineral yang dibutuhkan dalam jumlah relatif banyak
a. Kalsium
Merupakan mineral yang paling banyak didapatkan di dalam
tubuh.

Kebutuhan

kalsium

meningkat

pada

masa

pertumbuhan, selama laktasi, dan pada masa pasca


menopause.

Bayi

yang

mendapatkan

susu

buatan

memerlukan tambahan kalsium.


Sumber utama : susu dan produk olahan susu, daging, ikan,
telur, gandum, buncis, buah-buahan,sayuran.
Manfaat utama : pembentukan tulang dan gigi, pembekuan
darah, fungsi saraf dan otot, irama jantung normal.
Akibat kekurangan : kejang otot

31

Akibat kelebihan : hilangnya tekanan usus, kegagalan


ginjal, tingkah laku abnormal.
b. Fosfor
Mineral ini terlibat dalam penggunaan vitamin B kompleks di
dalam tubuh. Fosfor terdapat pada semua jaringan tubuh
dan di dalam tulang dan gigi didapatkan dalam jumlah yang
hampir sama dengan kalsium. Fosfor sangat penting sebagai
buffer cairan tubuh.
Sumber utama : susu, keju, daging, unggas, ikan, gandum,
kacang-kacangan, tanaman polong.
Manfaat

utama

keseimbangan

pembentukan

asam-basa,

tulang

komponen

dan

asam

gigi,

nukleat,

produksi energi.
Akibat

kekurangan

kejang

mudah

tersinggung,

kelemahan, kelainan sel darah, kelainan usus dan ginjal.


Akibat kelebihan : kelebihan terjadi pada penderita gagal
ginjal, kadar fosfor dalam darah tinggi.
c. Magnesium
Magnesium mengaktivasi banyak sistem enzim (misalnya
alkali fosfatase, leusin aminopeptidase) dan merupakan
kofaktor yang penting pada fosforilasi oksidatif, pengaturan
suhu tubuh, kontraktilitas otot dan kepekaan saraf.

32

Sumber utama : sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan,


gandum, makanan laut.
Manfaat utama : pembentukan tulang dan gigi, fungsi saraf
dan otot, pengaktifan enzim.
Akibat kekurangan : fungsi saraf abnormal
Akibat kelebihan : tekanan darah rendah, kegagalan
pernafasan, gangguan irama jantung.
d. Kalium
Perbedaan kadar kalium (kation utama dalam cairan intrasel)
dan natrium (kation utama dalam cairan ekstrasel) mengatur
kepekaan sel, konduksi impuls saraf dan keseimbangan
volume cairan tubuh.
Sumber utama : susu skim, pisang, buah plum yang
dikeringkan, kismis.
Manfaat utama : fungsi saraf dan otot, keseimbangan asambasa dan keseimbangan air.
Akibat kekurangan : kelumpuhan, gangguan jantung
Akibat kelebihan : kelumpuhan, gangguan jantung
e. Natrium
Natrium penting untuk membantu mempertahankan volume
dan keseimbangan cairan tubuh. Pembatasan natrium
seringkali dianjurkan pada pasien gagal jantung kongestif,
sirosis hati dan hipertensi. Asupan yang kurang dari normal

33

yang mulai sejak masa kanak-kanak dan berlanjut sampai


dewasa dapat membantu pencegahan hipertensi.
Sumber utama : Garam, sapi, babi, ikan sarden, keju, zaitun
hijau, roti jagung, keripik kentang, acar kubis.
Manfaat utama : keseimbangan asam-basa, fungsi saraf
dan otot.
Akibat kekurangan : kebingungan, koma
Akibat kelebihan : kebingungan, koma
f. Klorida
Klorida merupakan anion yang paling penting dalam
mempertahankan keseimbangan elektrolit.
Sumber utama : Garam, sapi, babi, ikan sarden, keju, zaitun
hijau, roti jagung, keripik kentang, acar kubis.
Manfaat utama : keseimbangan elektrolis
Akibat kekurangan : gangguan keseimbangan asam-basa
Akibat kelebihan : kelumpuhan
2. Elemen spura (mineral yang dibutuhkan kurang dari 20 mg
sehari)
a. Flour
Fluor terdapat pada gigi dan bermanfaat untuk menurunkan
insiden karies dentis terutama pada anak. Selain itu fluor
juga membantu retensi kalium pada tulang.
Sumber utama : teh, kopi, air yang mengandung flour

34

Manfaat utama : pembentukan tulang dan gigi


Akibat kekurangan : meningkatkan resiko terjadinya
kavitasi gigi, mungkin terjadi penipisan tulang
Akibat kelebihan : flourosis (penumpukan berlebihan dari
flour), gigi berbintik dan berlubang, pertumbuhan tulang di
luar tulang belakang
b. Seng
Merupakan kofaktor lebih dari 100 enzim dan penting untuk
metabolisme asam nukleat dan sintesis protein. Mineral ini
diperlukan untuk pertumbuhan, fungsi dan maturasi alat
kelamin,

nafsu

makan

dan

ketajaman

rasa,

serta

penyembuhan luka.
Sumber utama : daging, makanan laut
Manfaat utama : komponen enzim, pembentukan sel darah
merah, pembentukan tulang
Akibat

kekurangan

pertumbuhan

yang

lambat,

tertundanya kematangan seksual, berkurangnya sensasi


rasa.
Akibat kelebihan : kelumpuhan, hiperseks
c. Selenium
Penggunaannya

untuk

memperpanjang

hidup

atau

pencegahan kanker dan penyakit jantung iskemik. Selenium

35

dosis besar bersifat toksik dan dapat menyebabkan alopesia,


lepasnya kuku, lemah, mual dan muntah.
Sumber

utama

daging

dan

hasil

hewan

lainnya,

konsentrasi tanah yang terdapat dalam tumbuhan


Manfaat utama : penting untuk sintesa suatu enzim
antioksidan
Akibat kekurangan : nyeri otot dan kelemahan
Akibat kelebihan : rambut dan kuku rontok, peradangan
kulit, mungkin terjadi kelainan saraf.
d. Yodium
Merupakan bagian dari hormon tiroid, keadaan defisiensi
mengakibatkan terjadinya hiperplasia dan hipertrofi kelenjar
tiroid.
Sumber utama : makanan laut, garam beryodium, produk
olahan susu, air minum
Manfaat utama : pembentukan hormon tiroid, berfungsi
mengatur mekanisme pengontrolan energi
Akibat

kekurangan

pembesaran

kelenjar

tiroid,

kreatinisme, tuli-bisu, pertumbuhan janin dan perkembangan


otak yang abnormal
Akibat kelebihan : kadang menyebabkan tingginya kadar
hormon tiroid.

36

e. Mangan
Sumber Utama : Gandum, buah-buahan yang dikeringkan.
Manfaat Utama : Komponen enzim.
Akibat kekurangan : Penurunan berat badan, iritasi kulit,
mual dan muntah, perubahan warna rambut, pertumbuhan
rambut yang lambat.
Akibat kelebihan : Kerusakan saraf.
Kebutuhan Harian dewasa : 3,5 miligram.
f. Molibden; Merupakan konstituen penting dari banyak enzim,
terdapat dalam tulang, hati dan ginjal. Defisiensi jarang
terjadi. Dosis 0,15-0,5 mg/hari diperkirakan cukup dan aman.
Sumber utama : produk olahan susu, gandum
Manfaat utama : pengaktivasi enzim
Akibat kekurangan : asidosis, denyut jantung yang cepat,
pernafasan

cepat,

bintik

buta,

rabun

senja,

tersinggung.
Akibat kelebihan : kelumpuhan, gangguan jantung

37

mudah

Adapun contoh swamedikasi sediaan obat yang mengandung mineral


maupun vitamin antara lain :
1. Aspar K

Komposisi : Tiap tablet mengandung : Kalium L-aspartat 300 mg


Indikasi

: Sebagai suplemen kalium pada gejala yang disertai


keseimbangan abnormal dari elektrolit jantung, hati,
gangguan metabolisme kalium sebelum dan sesudah
operasi, diare dan muntah

Dosis

: Dewasa 3 x 1 tab/hari

Produksi

: Tanabe Indonesia

38

2. KSR

Komposisi : Tiap tablet mengandung : Kalium klorida 600 mg


Indikasi

: Pencegahan hipokalemia spesifik

Dosis

: Dewasa 3 x 1-2 tab/hari

Produksi

: Merck

3. Licocalk

Komposisi : Tiap kaplet mengandung : Ca Laktat 500 mg


Indikasi

: Pencegahan dan pengobatan defisiensi Ca

39

Dosis

: Dewasa: 3 x 1 kaplet/hari
Anak-anak: 2-3 sehari 1 kaplet

Produksi

: PT Berlico Mulia Farma

4. Multivitaplex sirup dan tetes

Komposisi : Multivitaplex Syrup/ Elixir Setiap 5 ml mengandung:


Vitamin A 6.000 SI, Vitamin B1 5 mg, Vitamin B2
3mg, Vitamin B6 2 mg, Vitamin B 12 6 mcg, Vitamin
C 90 mg, Vitamin D 600 SI, Vitamin E 3mg, Vitamin
K 0.5 mg, Nikotinamid 20 mg, Dexpanthenol 6 mg
Multivitaplex Drops Setiap 0.6 ml mengandung: Vitamin
A 6.000 SI, Vitamin B1 5 mg, Vitamin B2 3mg,

40

Vitamin B6 2 mg, Nikotinamid 10 mg, Dexpanthenol


6 mg
Indikasi

: Sediaan Multivitaplex digunakan untuk profilaksi dan


pengobatan terhadap semua keadaan kekurangan
vitamin yang multipel dan kelainan-kelainan yang ada
hubungannya dengan tidak cukupnya vitamin-vitamin
yang masuk kedalam tubuh, terganggunya penyerapan
dan bila penggunaan dan kebutuhan akan vitaminvitamin makin bertambah.
Untuk

pengobatan

terhadap

penyakit

karena

kekurangan vitamin yang berat, sebaiknya dosis


Multivitaplex ditentukan oleh dokter sesuai dengan sifat
dan beratnya kelainan-kelainan dan umur penderita.
Dosis

: Untuk pencegahan: Orang dewasa dan anak-anak :


Multivitaplex sirup : sehari 5 ml Anak-anak (dibawah
umur 2 tahun) : Multivitaplex tetes pediatri, sehari 0,6
ml.
Untuk pengobatan : Orang dewasa dan anak-anak :
Multivitaplex sirup : sehari 3 kali 5 ml. Anak-anak
(dibawah umur 2 tahun) : Multivitaplex tetes pediatri
sehari 4 kali 0,6 ml

Produksi

: PT Actavis Indonesia

41

5. Caviplex

Komposisi:

Tiap kaplet salut gula mengandung:


Vit. A 4.000 IU , Vit. D 400 IU, Vit. B1 3 mg ,Vit. B6 4
mg, Vit. B2 3 mg, Vit. B12 12 mcg, Vit. C 75 mg,
Nicotinamide 20 mg, Ca Panthotenat 5 mg, Vit. E 10
mg, Biotin 0,1 mg, Acid Folic 1 mg, Fe Fumarat 135 mg
Acid Glutamic 50 mg, Ca (sbg. CaH2PO4. 2H2O dan
CaCO3) 100 mg, MgCO3 87.5 mg , Zn (sbg.
ZnSO4.7H2O) 15 mg, Cu (sbg. CuSO4.5H2O) 0,5 mg ,
Mn (sbg. MnSO4.2H2O) 0.5 mg, Fluor (sbg. NaF) 0,5
mg, Iodium (sbg. KI) 0.15 mg

Indikasi

: Caviplex berguna untuk:


-

Pencegahan

anemia

karena

kekurangan

gizi,

kekurangan vitamin dan amenia karena kekurangan zat


besi.
-

Keadaan

dimana

kebutuhan

misalnya:
a. Masa pertumbuhan pada anak

42

tubuh

meningkat

b. Ibu hamil dan menyusui.


c. Gangguan pada masa ketuaan serta keadaan
dimana terdapat penyakit infeksi.
d. Keletihan atau sewaktu menjalankan pekerjaanpekerjaan berat yang bersifat fisik maupun mental.
Dosis

: Dewasa

dan

anak-anak

di

atas

12

tahun:

1 kaplet salut gula sehari, kecuali keadaan tertentu


dosis

dapat

dinaikkan

sesuai

Anak-anak di bawah 12 tahun:

petunjuk

dokter.

Gunakan Caviplex

sirup.
Produksi

: PT Erela

Produk herbal yang mengandung vitamin, antara lain:


1. Garcia

Komposisi : Dalam 400 mg ekstrak mengandung Vitamin A 0,01592


mcg , Vitamin B1 0,0002 mg , Vitamin B6 0,00012 mg ,

43

Vitamin C 0,0034 mg , Vitamin E 0,00224 mg , Serat


0,01716 mg
Indikasi

: Menurunkan gula darah & kolesterol, menormalkan


tekanan

darah,

melindungi

jantung,

menceegah

kebutaan & infeksi ( bakteri , jamur , virus ), anti lelah ,


anti inflamasi , anti parkinson , anti alergi , antizheimer ,
anti aging
Dosis

: 2 kapsul 3x sehari , selanjutnya 1 kapsul 3x sehari

Produksi

: PT.ZENA NIRMALA SENTOSA

2. Spirulina

Komposisi : Vitamin A 2300 IU, B1, B2, B3, B6, B12, Ca, Mg, Fe, P,
K, Mn, Zn
Indikasi

: Meningkatkan daya tahan tubuh, sebagai detoksifikasi,


memperbaiki sistem pencernaan.

Dosis

: Anak-anak 3 X 1 tablet perhari


Dewasa 3 X 5 tablet per hari

Produksi

: PT Bio Natural Indonesia

44

Adapun swamedikasi bahan alam yang mengandung vitamin dan


mineral adalah :
1. Kelor (Moringa oleifera)

Kandungan kimia : daun kelor mengandung: 7 x vitamin C


pada jeruk, 4 x calcium pada susu, 4 x vitamin A pada wortel,
2 x protein pada susu 3 x potasium pada pisang

Manfaat : untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan


karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan
vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan vitamin B1
(beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecahpecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan
vitamin

(pendarahan

gusi),

kekurangan

kalsium

(osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia)

Resep : daunnya dikonsumsi dengan cara dibuat sayur

2. Daun Seledri (Apium graveolens L.)


45

Kandungan kimia : vitamin A, C dan B1. Selain itu, seledri juga


mengandung banyak mineral seperti sodium, klorin, potasium
(kalium), magnesium, protein, kalsium,, saponin, minyak asiri,
senyawa sedatif (phathalide) dan serat.

Manfaat : Sakit mata, Reumatik, Anemia, penghilang rasa


sakit, Sehat Darah dan

membersihkan darah ,

diare,

meningkatkan kecerdasan, membantu menurunkan

kadar

asam urat dalam darah, mengurangi rasa sakit pada


persendian akibat asam urat, menormalkan gula darah,
menjaga kesehatan jantung dan tulang

Resep : Rebus 30-40 lembar setelah itu air rebusan diminum

3. Buah Pisang (Musa paradisiaca L.)

46

47

Kandungan kimia : Buah mengandung flavonoid, glukosa,


fruktosa, sukrosa, tepung, protein, lemak, minyak menguap,
kaya akan vitamin (A, B,C dan E), mineral (kalium, kalsium,
fosfor, Fe)

Manfaat : Diare, disentri, Kurang darah (anemia), rasa haus,


dan lemah, Kulit muka kering, Sariawan, Menghaluskan kulit
tangan dan kaki

Resep : Kupas kulit tiga buah pisang yang telah masak, lalu
tambahkan tiga buah pisang mentah beserta kulitnya yang
dipotong

kecil-kecil.

Giling

semuanya

sampai

lumat.

Campurkan dengan satu buah mengkudu yang juga telah


digiling halus. Peras campuran tadi, lalu saring dan embunkan
semalaman. Keesokan paginya, cairan tadi minum habis.
Lakukan setiap hari sampai sembuh.
4. Bawang putih (Allium sativum L.)

48

Kandungan kimia : Bawang putih juga memiliki banyak mineral


dan vitamin penting seperti potasium, vitamin A,dan C dan
selenium. Ia juga memiliki belerang, kalsium, mangan,
tembaga, vitamin B1, dan besi

Manfaat : Menurunkan kadar gula darah, menstimulir


peredaran darah dan meringankan perasaan lelah dan lemah,
terutama pada orang-orang lanjut usia, antibakteri, antijamur,
dan antivirus, serta anti-radang.

Resep : 5 g atau 2 siung bawang segar sehari dan sebaiknya


yang telah dipotong kecil-kecil diletakkan di antara roti atau
nasi untuk kemudian ditelan tanpa dikunyah (agar tidak bau).

49

BAB III
PEMBAHASAN

Tindakan umum yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelelahan


yaitu dengan mengubah pola hidup dan menitikberatkan pada ketenangan
mental dan aktivitas fisik yang cukup. Di samping itu hendaknya
memperhatikan makanan yang sehat dan seimbang.
Keadaan kelelahan kronis sukar sekali diobati, apalagi dengan
swamedikasi dan bila sudah berlangsung lebih dari satu bulan harus
ditangani oleh dokter. Hanya bila gejala-gejalanya tidak begitu hebat,
disamping tindakan-tindakan umum untuk menjalankan pola hidup yang
sehat, maka kita dapat menanggulangi keluhan-keluhan demikian dengan
pengobatan sendiri misalnya dengan mengkonsumsi tonika, kopi, vitamin,
ginseng, bawang putih.
Asupan vitamin yang berlebihan dapat disebabkan karena :
a. Penggunaan
pencegahan

vitamin
maupun

dalam

jumlah

pengobatan

besar,
penyakit

baik
yang

untuk
tidak

tujuan
jelas

berhubungan dengan defisiensi vitamin.


b. Penggunaan vitamin secara rutin dengan jumlah yang jauh melebihi
AKG karena adanya anggapan bahwa vitamin dapat memberikan
tambahan energi dan membuat seseorang lebih sehat.
c. Banyaknya sediaan yang mengandung satu macam vitamin atau
beberapa macam vitamin (multivitamin) dalam jumlah yang besar yang

50

dinyatakan sebagai suplementasi makanan dan dapat dibeli tanpa


resep dokter.
Asupan vitamin yang kurang dapat terjadi sebagai akibat :
a. Asupan makanan yang tidak mencukupi, dapat disebabkan oleh
anoreksia, diet rendah kalori, diet khusus misalnya pada diabetes
mellitus,dan nilai gizi makanan yang rendah karena keadaan ekonomi
atau kurangnya pengetahuan nilai gizi makanan.
b. Gangguan absorpsi vitamin, dapat terjadi misalnya pada penyakit hati
dan saluran empedu, diare kronik, macam-macam gangguan sistem
pencernaan dan pada penggunaan antibiotik jangka lama.
c. Meningkatnya kebutuhan tubuh, terjadi selama masa pertumbuhan,
hamil, laktasi, haid, kerja fisik yang berat, stres dan pada penyakit
yang disertai peningkatan metabolisme, misalnya hipertiroidisme dan
demam. Selain itu kelainan genetik juga dapat meningkatkan
kebutuhan akan vitamin.
Fungsi umum mineral di dalam tubuh
a. Sebagai bahan pembentukan bermacam-macam jaringan tubuh,
seperti tulang dan gigi (Ca dan P), rambut, kuku, dan kulit (S) serta sel
darah merah (Fe), kalsium dan phosphor merupakan mineral yang
terbanyak dalam tubuh.
b. Memelihara keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh melalui
penggunaan Cl, P, S sebagai pembentuk asam dan Ca, Fe, Mg, K
serta Na sebagai pembentuk basa

51

c. Membantu dalam pengiriman isyarat saraf ke seluruh tubuh (Ca, K,


dan Na),
d. Mengatur kepekaan saraf dan kontraksi otot (Ca, K, dan Na)
e. Mengatur proses pembekuan darah (Ca)
Pilihan Terapi yang dapat digunakan sebagai berikut :
a. Anti anemia / vitamin masa hamil dan nifas

Suplemen ini memberikan hampir semua komponen vitamin dan


mineral sebagaimana yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari.

Produk ini mengandung komponen yang hampir sama dengan


preparat multivitamin dan mineral, hanya saja kandungan zat
besinya lebih tinggi

Zat besi bermanfaat membantu pembentukan sel-sel darah merah


pada janin dan juga ibu hamil. Asupan zat besi (ferosus sulfat) yang
dianjurkan untuk ibu hamil yaitu sekurang-kurangnya 30 mg.

Vitamin C bermanfaat meningkatkan absorpsi zat besi oleh tubuh.

Asam folat bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya spina


bifida (kerusakan tabung saraf) pada janin.

Hindari penggunaan dosis yang berlebihan karena efeknya justru


dapat membahayakan tubuh.

Produk ini hanya berfungsi sebagai suplemen (tambahan), bukan


sebagai pengganti makanan sehari-hari. Makanan yang terbuat dari
bahan alami tetap merupakan sumber zat gizi terbaik.

b. Enteral / produk nutrisi


52

Produk ini memberikan zat-zat gizi yang dibutuhkan guna


menunjang pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Beberapa diantaranya diformulasikan khusus untuk memenuhi


kebutuhan gizi ibu hamil.

c. Kalsium dengan vitamin

Kalsium bermanfaat untuk mengurangi risiko hipertensi pada


kehamilan dan pre-eklamsia. Juga mengurangi risiko terjadinya
persalinan premature dan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Suplemen laksium bermanfaat membantu mencegah osteoporosis


pada wanita yang tidak memperoleh cukup asupan kalsium.

Kebutuhan harian kalsium pada ibu hamil yaitu 1000 mg.

Vitamin D membantu meningkatkan absorpsi kalsium

d. Suplemen dan terapi penunjang

Asam amino berperan dalam pembentukan protein dalam tubuh.

Defisiensi protein pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko


persalinan prematur dan bayi dengan berat badan rendah

Asupan protein yang dianjurkan untuk ibu hamil yaitu sekurangkurangnya 60 g/hari

Adapun swamedikasi dengan menggunakan sediaan herbal sebagai


berikut :
1. Kopi ( Coffea robusta / Coffea Arabica )

53

Cara membuatnya : 1-2 sendok kecil kopi tubruk diseduh dengan


secangkir air mendidih, dibuat agak kental dan setelah itu didiamkan 510 menit, lalu diminum, 3 cangkir kopi dalam sehari.
2. Ginseng ( Panax sp. )
Cara membuat : 3x sehari, 3 g serbuk akar sebagai teh (seduhan 3 g
sekalinya) atau akarnya dikunyah untuk beberapa menit, kemudian
dapat ditelan.
3.Bawang putih ( Allium sativum )
Cara membuat : 5 g atau 2 siung bawang segar sehari dan sebaiknya
yang telah dipotong kecil-kecil diletakkan di antara roti atau nasi untuk
kemudian ditelan tanpa dikunyah.
Selain

dari

bahan

herbal,

kita

juga

dapat

melakukan

tindakan

swamedikasi dengan menggunakan bahan sintetik antara lain :


1. Dengan mengkonsumsi sediaan yang mengandung kofein. Ini terdapat
dalam beberapa jenis minuman, dengan kadar per 180 ml (k.l. 1 gelas) :
Nescafe (56 mg), teh Lipton (62 mg), Susu Kakao (40 mg), Coca-cola
(42 mg) dan Pepsi-Cola (35 mg).
2. Sediaan Nature Garlic dikonsumsi dengan cara dimakan 3x sehari
sebanyak 1-2 kapsul.
3. Sediaan Supradyn, Vigoral dll yang mengandung vitamin dan mineral
dalam dosis yang tinggi maka harus diminum 1 tablet pada waktu pagi
hari, karena bila pada malam hari dapat menyulitkan tidur.

54

4. Sediaan Pharmaton Formula, yang mengandung 40 mg ekstrak


Ginseng yang telah distandarisir bersama vitamin-vitamin, kalsium, besi
dan lesithin, 2 kapsul sehari selama 2-3 minggu, lalu 1 kapsul sehari
selama 1-2 bulan.

55

BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan pembahasan di atas, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa:
1. Vitamin dan mineral adalah bagian yang penting dari makanan sehat
yang

diperlukan

oleh

tubuh

agar

seluruh

proses

metabolisme dapat berjalan lancar dan sangat berguna untuk


mengatasi perasaan lelah-lesu atau kekurangan stamina.
2. Menghindari penggunaan vitamin dan mineral yang berlebihan karena
dapat membahayakan tubuh, sebaiknya memperhatikan dosis, efek
samping dan kontraindikasi.
3. Penggunaan vitamin dan mineral bila kebutuhannya meningkat dan
untuk wanita hamil harus dikonsultasikan kepada dokter
4. Sebaiknya

mengkonsumsi

makanan

dan

buah-buahan

yang

mengandung vitamin dan mineral.


5. Meskipun vitamin dan mineral sangat dibutuhkan dalam proses
metabolisme tubuh manusia, vitamin dan mineral pada umumnya
punya kadar tertentu dalam tubuh, yang apabila berlebih maka akan
memberi dampak yang buruk bagi tubuh manu

56

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Gizi., 2008., Gizi dan Kesehatan Masyarakat, PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Dirjen POM., 1995., Farmakope Indonesia, Edisi IV., Departemen
Kesehatan RI., Jakarta.
Ganiswarna., 1995., Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran-UI,
Jakarta.
Regina., 2008., Mims Indonesia, Petunjuk Konsultasi, CMP Medica,
Jakarta.
Sulistia., 2007., Farmakologi dan Terapi, Edisi V, Gaya Baru, Jakarta.
Tjay,T,H., 2002., Obat-Obat Penting, Edisi V, PT. Alex Media Komputindo,
Jakarta.
Tjay,T,H., 1993., Swamedikasi, Edisi I, PT. Alex Media Komputindo,
Jakarta.
ISFi., 2009., ISO Indonesia, Volme 44, Berlico Mulia Farma, Yogyakarta.

57

HASILDISKUSI

1. Apa yang perlu diperhatikan dalam menggunakan vitamin dan


mineral? Dan apa akibat yang terjadi bila kelebihan vitamin?
(Paramitha Oktaviani)
Jawab:
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan vitamin dan
mineral yaitu:
- Menghindari penggunaan vitamin dan mineral yang berlebihan
karena dapat membahayakan tubuh
- Dalam penggunaan vitamin dan mineral harus juga memperhatikan
dosis, efek samping dan kontra indikasinya
- Penggunaan vitamin dan mineral pada wanita hamil harus
dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.
Akibat yang terjadi bila kelebihan vitamin:
a. Vitamin B
Susah bernapas, nyeri dengan sensai terbakar, mati rasa di kaki
dan tangan, kehilangan koordinasi otot, sakit kepala, depresi, dan
sampe menyebabkan kelumpuhan.
b. Vitamin C
Kelebihan vitamin C akan mengakibatkan sariawan, batu ginjal,
diare, sakit perut, badan panas, sakit perut, dan insomnia.

58

c. Vitamin A
Orang menderita kelebihan vitamin A akan mengalami penglihatan
kabur, pusing, keadaan pingsan, mual, insomnia, diare, ruam kulit,
nyeri sendi, dan sakit kepala.
b. Vitamin D
Kelebihan vitamin D dapat mengakibatkan kelemahan otot, sakit
kepala, tuli, kehilangan nafsu makan, mual, kelelahan, muntahmintah, dan nyeri tulang.
c. Vitamin E
Yang akan terjadi bila mengalami kelebihan vitamin E adalah
kelemahan

otot,

kelelahan,

payudara

lunak,

dan

lambat

penyembuhan luka.
d. Vitamin K
Apabila kelebihan kadar vitamin K, maka akan terjadi hal-hal seperti
mual, muntah-muntah, anemia, diare, dan ruam kulit
2. Di dalam telur terdiri atas 2 bagian yaitu putih dan kuning telur. Bagian
mana yang mengandung lebih banyak vitamin dan mineral? (Muh.
Akhsan Arsul)
Jawab:
Bila dibandingkan dengan putih telur, kandungan kuning telur lebih
beragam, ada kalsium, zat besi, fosfor, zinc, thiamin, vitamin B6, folat,
vitamin B12, dan panthothenic acid. Sedangkan putih telur terkandung

59

protein terbesar, namun kuning telur justru membawa kesempurnaan


vitamin jika digabung dengan putih telur.
3. Mengapa kita perlu mengonsumsi vitamin padahal dalam tubuh
mampu memproduksi vitamin secara alami? (Suhermawan)
Jawab:
Tubuh manusia memiliki persediaan tertentu yang tergantung dari
jenisnya adalah cukup untuk kebutuhan beberapa minggu sampai
beberapa tahun. Namun, dikenal adanya gangguan akibat defisiensi
vitamin dengan menimbulkan gejala khas, seperti buta malam
(Vitamin A), beri-beri (vitamin B), radang lidah dan bibir (vitamin B 2),
Pelagra (vitamin B6), Skorbut ( vitamin C ), dan penyakit inggris Rakitis
(vitamin D). Dalam kasus tersebut, maka pemberian atau konsumsi
vitamin bersangkutan dalam dosis yang

5-10 kali lipat kebutuhan

normal akan berdaya menghilangkan gejala defisiensi secara cepat


dan efektif.
Dari sudut pandang medis reguler, penggunaan vitamin tambahan
dibenarkan pada keadaan kekurangan, bila kebutuhannya meningkat
atau selama mengkonsumsi obatobatan tertentu.

Ada beberapa

keadaan tersebut yaitu : Pada keadaan defisiensi, Lansia, bila


kebutuhannya meningkat seperti dalam keadaan hamil, pasien kronis
dan pemakaian obat, dan lainnya.

60