Anda di halaman 1dari 7

Metode-metode Sterilisasi

Istilah sterilisasi yang digunakan pada sediaan-sediaan farmasi adalah penghancuran


secara lengkap semua mikroba hidup dan spora-sporanya atau penghilangan secara lengkap
mikroba dari sediaan.
Lima metode yang umum digunakan untuk mensterilkan produk farmasi:
1. Srerilisasi uap (lembap panas)
2. Sterilisasi panas kering
3. Sterilisasi dengan penyaringan
4. Sterilisasi gas
5. Sterilisasi dengan radiasi pengionan
Metode yang digunakan untuk mendapatkan sterilisasi pada sediaan farmasi sangat ditentukan
oleh sifat sediaan dan zat aktif yang dikandungnya. Walau demikian, apapun cara yang
digunakan, produk yang dihasilkan harus memenuhi tes sterilitas sebagai bukti dari keefektifan
cara, peralatan, dan petugas.
Sterilisasi uap (Lembap panas)
Sterilisasi uap dilakukan dalam autoklaf dan menggunakan uap air dengan tekanan. Cara
ini diakui sebagai cara yang terpilih pada hampir semua keadaan dimana produk mampu
diperlakukan seperti itu (Gambar 9-2).
Sebagai besar produk farmasi tidak tahan panas dan tidak dapat dipanaskan dengan aman
pada temperatur yang dibutuhkan untuk sterilisasi panas kering (lebih kurang 170C). Bila ada
kelembaban (uap air), bakteri terkoagulasi dan dirusak pada temperatur yang lebih rendah
daripada bila tidak ada kelembaban. Kenyataannya, sel bakteri dengan kadar air besar umumnya
lebih mudah dibunuh. Spora-spora yang kadar airnya relatif rendah lebih sukar dihancurkan.
Mekanisme penghancuran bakteri beberapa protein esensial organisme tersebut. Adanya uap air
yang panas dalam sel mikroba menimbulkan kerusakan pada temperatur yang relatif rendah.
Kematian oleh pemanasan kering timbul karena sel mikroba mengalami dehidrasi diikuti dengan

pembakaran pelan-pelan atau proses oksidasi. Karena tidak mungkin untuk mendapatkan uap air
dengan temperatur diatas 100C pada kondisi atmosfer, maka tekanan digunakan untuk mencapai
temperatur yang lebih tinggi. Ditemukan bahwa bukan tekanan yang menhancurkan mikroba
tetapi temperatur. Tekanan digunakan untuk meningkatkan temperatur. Waktu juga merupakan
faktor penting dalam penghancuran mikroba oleh panas. Sebagaian besar autoklaf modern
mempunyai skala ukuran untuk menunjukan pada operator kondisi temperatur dan tekanan
dalam dan peralatan waktu untuk memungkinkan mengetahui waktu yang dikehendaki untuk
beban autoklaf tersebut. Tekanan uap air yang lazim temperatur yang dapat dicapai dengan
tekanan tersebut, dan penempatan waktu yang dibutuhkan untuk sterilisasi sesudah sistem
mencapai temperatur yang ditentukan, adalah sebagai berikut:

Tekanan 10 pound (115,5C), untuk 30 menit

Tekanan 15 pound (121,5C), untuk 20 menit

Tekanan 20 pound (126,5C), untuk 15 menit

Dapat dilihat, makin besar tekanan yang dipergunakan makin tinggi temperatur yang dicapai dan
makin pendek waktu yang dibutuhkan untuk sterilisasi.
Sebagian besar autoklaf dioperasikan secara rutin biasanya pada temperatur 121C yang
diukur pada saat uap air mulai keluar dari autoklaf. Dapat dimengerti bahwa temperatur yang
dicapai oleh ruang dalam autoklaf harus juga dicapai oleh zat/alat yang disterilkan dan
temperatur ini harus dipertahankan untuk waktu yang adekuat. Waktu yang dibutuhkan oleh uap
air untuk menembus beban yang disterilkan berbeda-beda tergantung pada sifat beban yang
disterilkan dan waktu pemaparan harus diatur untuk memperhitungkan masa laten ini. Sebagai
contoh, larutan yang dikemas dalam ampul berdinding tipis dengan volume 50mL dapat
mencapai temperatur 121C dalam waktu 6-8 menit sesudah temperatur yang tercatat ditempat
keluarnya uap berjalan, sedangkan larutan yang dikemas dalam botol gelas tebal dengan volume
1000mL membutuhkan waktu 20 menit atau lebih untuk dapat bersuhu 121C. Masa laten yang
diperkirakan ini harus ditambahkan keseluruh waktu untuk menjamin waktu pemaparan yang
cukup. Karena proses sterilisasi ini tergantung pada adanya kelembapan dan temperatur yang
ditingkatkan, maka udara dikeluarkan dari ruang autoklaf ketika proses sterilisasi mulai. Karena
campuran udara dengan uap air akan menghasilkan temperatur yang lebih rendah daripada hanya

uap air saja pada tekanan yang sama. Sebagai contoh, pada tekanan 15 pound temperatur uap air
jenuh adalah 121,5C sedangkan campuran sama banyak udara dan uap air hanya akan mencapai
temperatur kurang lebih 112C.
Pada umumnya metode sterilisasi ini digunakan untuk sediaan farmasi dan bahan-bahan
yang dapat tahan terhadap temperatur yang dipergunakan dan penembusan uap air tetapi tidak
timbul efek yang tidak dikehendaki akibat uap air tersebut. Pada sterilisasi larutan air dengan
metode ini, uap air sudah ada dan semua itu dibutuhkan yaitu peningkatan temperatur larutan
untuk waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian larutan yang dikemas dalam wadah
tertutup rapat, seperti ampul mudah disterilkan dengan cara ini. Metode ini juga dipergunakan
untuk larutan dalam jumlah besar, alat-alat gelas, pembalut operasi dan instrumen. Tidak
digunakan untuk mensterilkan minyak-minyak, lemak-lemak, sediaan berminyak, dan sediaansediaan lain yang tidak dapat ditembus oleh uap air atau pensterilan serbuk terbuka yang
mungkin rusak oleh uap air jenuh.
Sterilisasi Panas dan Kering
Sterilisasi panas kering biasanya dilakukan dengan oven pensteril yang dirancang khusus
untuk tujuan ini. Oven dapat dipanaskan dengan gas atau listrik dan umumnya temperatur diatur
secara otomatis.
Karena panas dan kering kurang efektif dalam membunuh mikroba daripada uap air
panas, maka diperlukan temperatur yang lebih tinggi dan waktu yang lebih panjang. Ini harus
ditentukan secara tersendiri untuk setiap produk dengan pertimbangan ukuran dan jenis produk,
wadah dan sifat distibusi panas itu sendiri. Pada umumnya masing-masing unit harus disterilkan
dalam unit yang sekecil mungkin dan alat sterilisasi harus dipakai sedemikian rupa sehingga
memungkinkan sirkulasi bebas udara panas dalam seluruh ruang. Sterilisasi panas kering,
biasanya ditetapkan pada temperatur 160-170C dengan waktu tidak kurang dari 2jam.
Temperatur yang lebih tinggi memungkinkan waktu sterilisasi yang lebih pendek dari waktu
yang ditentukan oleh peraturan sebaliknya temperatur yang lebih rendah membutuhkan waktu
yang lebih panjang. Sebagai contoh, bila suatu zat kimia tertentu meleleh atau terurai pada 170C
tetapi tidak dipengaruhi oleh panas 140C maka temperatur yang lebih rendah akan digunakan
pada sterilisasi dan waktu yang diperlukan akan diperpanjang melebihi yang dibutuhkan untuk
sterilisasi zat kimia lain mungkin aman dipanaskan sampai 170C.

Sterilisasi panas dan kering umumnya digunakan untuk senyawa-senyawa yang tidak
efektif disterilkan dengan uap air panas. Senyawa-senyawa tersebut meliputi minyak lemak,
gliserin, berbagai produk minyak tanah seperti petrolatum, petrolatum cair (minyak mineral),
paraffin dan berbagai serbuk yang stabil oleh pemanasan seperti ZnO. Juga efektif untuk
sterilisasi alat-alat gelas dan alat-alat bedah. Dan merupakan metode pilihan bila dibutuhkan
peralatan yang kering atau wadah yang kering seperti pada pengemasan zat-zat kimia kering atau
larutan bukan air.
Sterilisasi dengan Penyaringan
Sterilisasi dengan penyaringan tergantung pada penghilangan mikroba secara fisik
dengan adsorpsi pada media penyaringan atau dengan mekanisme penyaringan, digunakan untuk
sterilisasi larutan yang tidak tahan panas. Sediaan obat yang disterilkan denagn cara ini
diharuskan menjalani pengesahan yang ketat dan memonitoring karena efek produk hasil
penyaringan dapat sangat dipengaruhi oleh banyaknya mikroba dalam larutan yang difiltrasi,
(Gambar 9-3).
Penyaringan-penyaringan yang tersedia meliputi :
1. Penyaringan berbentuk tabung reaksi disebut sebagai lilin penyaring yang dibuat dari
tanah infusoria yang dikempa (penyaring Berkefeld dan Mandler).
2. Lilin penyaring dibuat dari porselen yang tidak dlapisi (penyaring Pasteur
Chamberland), Doulton dan Selas).
3. Pringan asbes yang dikempa dipasang ditempat khusus dalam peralatan saringan
(penyaringan Seitz dan Swinney).
4. Gelas Buchner jenis corong dengan pegangan gelas yang menjadi satu.
Dalam kenyataan, penyarinagan, perlengkapanya dan bejana penampung semuanya harus dibuat
steril dengan cara yang sesuai. Kemudian larutan yang akan disterilkan dialirkan lewat sarinagn
secepat penghisap pada bagian akhir penampung jika diperlukandan ditampung pada bejana
penampung steril. Metode sterilisasi ini membutuhkan teknik yang aseptik yang harus dipegang
teguh. Peralatan harus diperiksa sebelum digunakan untuk melihat retakan pechan yang dapat
membuat penyaring bakteri itu tidak efektif.

Penyarinagn- penyaringan yang ada diperdagangan dibuat dengan berbagai kekhususan ukuran
pori. Terdapat satu jenis penyaringan modern yaitu penyaringan Millipore
(Gambar 9-4). Penyaringan Millipore adalah membran plastis tipis dari ester selulosa dengan
jutaan pori per inci persegi pada permukaan saringan. Pori dibuat benar- benar seragam ukuranya
dan meliputi lebih kurang 80% volume membran penyaring, yang 20% adalah materi sariingan
padat. Tingginya derajat keporosan ini memungkinkan kecepatan mengalir yang jauh melebihi
penyaringan-penyaringan lainyang mempunyai kemampuan menahan partikel yang sama.
Penyaringan Millipore dibuat dari berbagai polimer agar didapat membran yang khas yang
dibutuhkan untuk penyaringan hampir semua sistem cairan atau gas. Penyaringan ini juga dibuat
dengan berbagai ukuran pori untuk dapat memenuhi persyaratan penyaringan yang dipilih oleh
pekerja. Ukuran pori yang ada, mulai dari 14-0,025 mikrometer. Untuk perbandingan, titik yang
paling kecil ukuranya kurang lebih 500 mikrometer. Ukuran terkecil yang dapat dilihat dengan
mata telanjang lebih kurang 40 mikrometer, sel darah 6,5 mikrometer, bakteri terkecil 0,2
mikrometer, dan virus polio 0,025 mikrometer. Walaupun ukuran pori penyaring bakteri
merupakan hal yang paling penting dalam menghilangkan mikroba dari cairan tetapi ada faktorfaktor lain seperti muatan listrik penyaring dan bakteri itu sendiri, PH larutan,

Temperatur dan sistem tekanan dan penghisap yang dipakai ikut berperan. Keuntungan utama
saringan bakteri meliputi kecepatan pada penyaringan sejumlah kecil larutan, kemampuan untuk
mensterilkan secara efektif materi-materi yang tidak tahan panas, peralatan yang dipergunakan
relatif tidak mahal dan mikroba hidup dan mati, serta partikel-partikel lengkap semua
dihilangkan dari larutan.kerugian sedikit dan terutama pada penggunaan penyaring tertentu yang
mempunyai kecenderunagan mengabsorbsi beberapa senyawa aktif tertentu selama proses
penyaringan (tanah infusoria) dan memberi kebasaan pada larutan selama proses penyaringan
(filter asbestos).kerugian-kerugian ini telah ditiadakan lewat penggunaan penyaringan membran.
Satu kekurangan penyaringan bakteri yang serius ialah kemumkinan kerusakan bentuk
penyaringan sehingga ketidakpastian kesterilan hasil penyaringan, yang tidak ditemui pada cara
sterilisasi yang efektif. Juga penyaringan cairan dengan volume besar akan memerlukan waktu
yang lebih lama, terutama bila cairan kental dibandingkan dengan bila memakai cara sterilisasi
lembap panas. Pada intinya, penyaringan bakteri bermanfaat bila tidak dapat digunakan cara
panas dan bila cairan dalam jumlah besar.
Penyaringan bakteri dapat digunakan dengan baik sekali dan ekonomis dalam lingkungan
farmasi untuk menyaring sediaan larutan yang dibuat segar dan harus steril (seperti larutan untuk
mata).