Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Selain proses pengolahan tanah. Proses lainnya yang cukup memerlukan
biaya besar adalah penanaman dan proses pemeliharaan. Proses pemeliharaan
tanaman meliputi proses pemupukan dan proses pembasmian hama. Proses
tersebut memerlukan teknik dan tenaga kerja tergantung dari luas lahan yang akan
.Hal ini menunjukan sangatlah diperlukan alat tanam mekanis mengingat semakin
sedikitnya tenaga yang tersedia dalam bidang pertanian.
Petani

yang

memiliki

lahan

cukup

luas

seringkali

menghadapi

hambatandalam setiap kegiatan budidaya karena keterbatasan sumberdaya


terutama tenaga kerja di bidang pertanian serta didukung dengan masih rendahnya
tingkat produktivitas tenaga kerja pertanian tersebut. Hal ini karena hampir
sebagian besar tenaga kerja pertanian saat ini sudah memasuki usia non produktif
sementara generasi muda lebih banyak terjun di sektor lain baik industri maupun
sektor informal sebagai akibat dari rendahnya minat mereka untuk terjun langsung
ke lahan pertanian, apalagi dengan sistem pertanian tradisional. Oleh karenanya
keberadaan mesin pertanian dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas
kerja.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan khususnya
dalam bidang pertanian sekarang ini telah dikembangkan berbagi jenis
mesin penanam yang dimaksudkan untuk membantu petani dalam
memudahkan proses penanaman sehingga dapat menghasilkan kinerja
efektif dan efisien dengan keuntungan yang lebih besar.
I.2 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui alat-alat pemupukan.
2. Mengetahui bagian-bagian utama alat pemupukan.
3. Mengetahui prinsip kerja dari alat pemupukan.

II.
II.1

TINJAUAN PUSTAKA

Pemupukan

Pemupukan merupakan usaha memasukkan zat hara ke dalam tanah dengan


maksud memberikan/menambahkan zat tersebut untuk pertumbuhan tanaman agar
didapatkan hasil (produksi) yang diharapkan (Tusi, 2014).
Menurut (Anonim1, 2010) tanaman diberikan pemupukan, jika:
1. Tanah miskin hara
2. Pertumbuhan tanaman terhambat walaupun sudah dilakukan penyiangan dan
ditemukan gejala kekurangan unsur hara.
3. Pertumbuhan tanaman perlu dipercepat untuk mengurangi resiko akibat
persaingan dengan gulma.
4. Ingin meningkatkan hasil pertambahan pertumbuhan (riap volume) per satuan
luas pada akhir daur.
II.1.1 Alat dan Mesin Pemupukan
Pupuk tanaman dapat berbentuk padat, cair atau gas. Pupuk dapat diberikan
melalui beberapa cara. Pemberian dapat dilakukan dengan menggunakan alat
penyebar pupuk. Alat dan mesin penyebar pupuk mempunyai bentuk
bermacam-macam. Konstruksi dari alat tergantung dari macam pupuk yang akan
diberikan. Pada prinsipnya, antara jenis alat penanam dan alat pemupuk terdapat
beberapa persamaan dalam prinsip kerja. Persamaannya antara lain adanya
pembuka alur, mekanisme penjatuhan pupuk atau benih, penutup alur dan tempat
pupuk atau benih (Anonim2, 2014).
Berdasarkan sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan
alat,alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:
1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia
2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan
3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor
Alat Pemupukan Dengan Sumber Tenaga Manusia
Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia dapat dibedakan menjadi 2
yaitu:
1. Tradisional
Cara tradisional ini masih banyak dipergunakan petani di Indonesia. Pupuk
sampai ke permukaan tanah dengan cara disebar dengan menggunakan tangan.
2

Untuk maksud tersebut digunakan pupuk dalambentuk butiran kering. Pupuk


diangkut ke lapangan dengan menggunakan keranjang atau karung. Sedangkan
pada pembenaman pupuk kandang dengan menggunakan cangkul.
Kelemahan cara tradisional antara lain adalah, hanya baik untuk pupuk padat
dan kering, disamping hasil sebarannya yang kurang seragam.
2. Semi Mekanis.

Gambar 1. Alat Penyebar Pupuk Semi Mekanis


Alat penyebar semi mekanis biasanya dipergunakan untuk menyebarkan
pupuk butiran. Sebagai sumber tenaganya adalah manusia, dengan mendorong
alat melalui tangkai pengendali. Pergerakan peralatan pengeluaran pupuk diatur
oleh perputaran roda melalui rantai transmisi dan gigi atau belt. Dalam operasinya
alat ini dikaitkan dengan alat tanam. Alat penyebar pupuk semi mekanis dapat
menyebar pupuk sebanyak100 kg sampai 1.400 kg setiap hektar dengan jarak alur
30 cm. Kapasitas dari corong pemasukan (Hopper) antara 14 kg sampai 30 kg.
Bagian-bagian penting dari alat terdiri dari:
a. Tangkai kendali : gunanya untuk mengendalikan alat supaya jalannyalurus
b. Corong pemasukan (hopper): berguna untuk menyalurkan pupuk tanah
c. Roda penggerak: berguna untuk memudahkan jalannya alat dansebagai
sumber tenaga pemutar bagian pengatur jatuhnya pupuk.
d. Pengatur penjatuhan pupuk: berguna untuk menentukan jumlahpupuk yang
dikeluarkan/dijatuhkan ke atas tanah.
e. Pembuka alur: berguna untuk membuka tanah yang akan ditempatipupuk.

f. Penutup alur: berguna untuk menutup tanah yang akan ditempatipupuk.


g. Saluran pupuk: berguna untuk menyalurkan pupuk agar diperolehketepatan
penjatuhan pupuk diatas tanah
Alat Pemupuk Dengan Sumber Tenaga Hewan
Pupuk padatan banyak dipergunakan pada peralatan yang ditarik oleh hewan.
Dalam operasinya, biasanya alat dikaitkan dengan alat penanam benih. Prinsip
kerjanya adalah sebagai berikut:
1) Pembukaan alur
2) Mekanisme penjatuhan pupuk granular
3) Penutupan alur

Gambar 2. Alat Pemupuk Dengan Sumber Tenaga Manusia


Bagian-bagianalat pemupuk dengan sumber tenaga hewan yaitu:
a.
b.
c.
d.

Corong pemasukan (hopper): berguna menyalulurkan pupuk kedalam tanah.


Tangkai Kendali: berguna untuk mengendalikan jalannya alat.
Roda : berguna untuk memperlancar jalannya alat.
Pengatur penjatuhan pupuk: berguna menentukan jumlah pupuk

yangdiperlukan
e. Belt/rantai transmisi: berguna untuk menyalurkan tenaga yang berhubungan
denganalat penyaluran pupuk.
f. Pembuka alur: berguna untuk membongkar tanah yang akan diisi pupuk
g. Penutup alur: berguna untuk menutup tanah yang diisi pupuk.

h. Saluran pupuk: berguna untuk memperoleh ketepatan penjatuhan pupuk.


Alat Pemupuk Dengan Sumber Tenaga Traktor
Alat

pemupukan

yang

digerakkan

traktor

mempunyai

bentuk

bermcam-macam. Atas dasar pupuk yang dipergunakan,maka mesin dapat


digolongkan menjadi 3, yaitu:
1. Alat penyebar rabuk (pupuk kandang)
Fungsi alat ini membawa pupuk kandang ke lapang, menghancurkan dan
menyebarkannya diatas tanah secara seragam. Penyebaran biasanya dilakukan
sebelum pengolahan tanah pertama. Dengan pengolahan tanah pupuk diharapkan
bercampur dengan tanah.
Dalam operasinya alat berada dibelakang traktor. Biasanya alat beroda dua,
tetapi ada juga yang beroda empat sehingga dapat ditarik oleh traktor dan hewan.
Tenaga untuk operasi peralatan penyebaran pupuk berasal dari perputaran roda
bagian belakang melalui transmisi rantai atau Power TakeOff (PTO) traktor.
Kapasitas alat penyebar pupuk antara 40 sampai 150 busel, dan ukuran yang
banyak digunakan antara 60 sampai 80 busel. Dibandingkan dengan
menggunakan tangan maka alat ini lebih cepat dan lebih seragam hasil
sebarannya, serta menghemat tenaga kerja.

Gambar 3. Bagian-bagian Alat Penyebar Pupuk Kandang

Bagian-bagian dan kegunaan alat:


a. Tempat pupuk organik: berfungsi sebagai wadah untuk meletakkan pupuk
yang akan disebarkan.
b. Widespread device:

berfungsi

menyebarkan

rabuk

yang

sudah

haluskepermukaan tanah secara seragam. Alat ini terletak dibelakang bagian


bawah pada kotak.
c. Konveyor: berguna untuk mengangkut rabuk ke bagian kotak. Gerakan
konveyor antara 2.54 sampai 7.62 cm untuk setiap menit. Kecepatankonveyor
d.
e.
f.
g.

dapat diatur melalui pengungkit.


Titik hubung dengan PTO.
Rantai transmisi sebagai penyalur tenaga penggerak.
Roda trailer: untuk menggerakkan alat pemupuk.
Penghancur (Beater): berfungsi menghancurkan bongkahan-bongkahan rabuk
menjadi bagian-bagian yang lebih halus, dan selanjutnya menyalurkannya ke

Widespread device.
2. Alat penyebar pupuk granular
Prinsip kerja dari alat penyebar pupuk granular sama dengan prinsip kerja alat
penanam benih, bahkan terdapat beberapa alat yang memiliki dua fungsi sebagai
penanam benih dan penyebar pupuk granular. Prinsip kerjanya adalah sebagai
berikut:
1) Pembukaan alur
2) Mekanisme penjatuhan pupuk granular
3) Penutupan alur

Gambar 4. Alat Penyebar Pupuk Butiran

Bagian alat penyebar pupuk butiran yaitu:


a. Corong pemasukan: untuk menyalurkan dari alat ke tanah.
b. Matering device: untuk mengatur jumlah pupuk yang dikeluarkan/diperlukan
c. Tabung pengeluaran: membawa pupuk yang keluar dari corong pemasukan
kedalam tanah.
d. Pembuka alur: membuka tanah yang akan ditempati oleh pupuk. Alat
pembuka ini dapat berupa pahat (chisel), pisau ataupun piring.
e. Saluran pupuk: untuk menyalurkan pupuk dan untuk memperoleh ketepatan
penjatuhan pupuk diatas tanah
3. Alat penyebar pupuk cair dan gas
Penempatan pupuk cair dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:
1. Penempatan di bawah permukaan tanah: penempatan pupuk dibawah
permukaan tanah memerlukan peralatan khusus untuk membuka alur
sehingga pupuk dapat disebarkan. Contoh pupuk yang ditempatkan di bawah
permukaan tanah adalah andhyrous ammonia.

Gambar 5. Alat penyebar pupuk andhyrous ammonia dan bagiannya


Bagian-bagian alat penyebar pupuk andhyrous ammonia:
a.
b.
c.
d.
e.
2.

bentuk pisau pembuka alur


saluran pupuk cair
lubang pengeluaran
tangki pupuk anhydrous ammonia
roda pembantu
Penempatan pada permukaan tanah: pada cara ini penyebaran pupuk dapat
dilakukan dengan tanpa tekanan. Alat penyebar pupuk ini serupa dengan
sprayer. Pupuk dapat disemprotkan bersama-sama insektisida.

3. Penempatan dalam air irigasi: pupuk cair juga dapat disebarkan melalui air
irigasi. Pemberian bersamaan dengan air irigasi sehingga dapat menghemat
tenaga kerja dan alat. Kekurangan cara ini antara lain, hanya mungkin
dilakukan bila tanaman memerlukan air dan kemungkinan penguapan pupuk
melalui air.
2.2.1. Matering Device
Matering device (penjatah) merupakan bagian dari alat tanah yang berada
pada posisi tengah ataupun bawah yang berfungsi untuk mengatur pengeluaran
pupuk sehingga pupuk dapat jatuh dengan jumlah tertentu dan jarak tertentu
sehingga proses penanaman bisa berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku
dalam penanaman pupuk.
Berbagai jenis penjatah telah dikembangkan untuk menghasilkan penjatahan
bahan yang konsisten dan seragam. Jenis-jenis penjatah pupuk sebagai berikut:
1. Roda bintang (star wheel feed)
Pupuk yang akan di distribusikan ditempatkan di antara roda-roda binatang,
kemudian jatuh ke dalam tabung pengeluaran secara gravitasi.

Sebelum bahan

masuk ke dalam tabung pengeluaran bahan yang terbawa di atas roda bintang di
potong oleh pintu pengeluaran. Kapasitas pengeluaran (feed rate) diatur dengan
mengatur tinggi rendahnya lubang pemasukan di atas roda bintang.

Gambar 6. Penjatah roda bintang


2. Piringan berputar (rotating bottom)
Penjatah piringan berputar seperti pada Gambar 13 dapat digunakan untuk
pemupukan dalam beberapa jumlah barisan. Penjatah tipe ini terdiri dari sebuah
pacul stasioner yang memisahkan pupuk dari piringan berputar di bawah tangki
pupuk, mengarahkannya ke sisi mangkuk, dan memasukkannya ke saluran pupuk.
Banyaknya pupuk yang dikeluarkan diatur dengan menyetel pintu pengeluaran di
sisi lubang pengeluaran. Terkadang ada dua pintu pengeluaran yang dapat
memberikan pemupukan dua baris dengan satu hopper pupuk..
8

Gambar 7. Penjatah piringan berputar


3. Ulir (auger)
Penjatah tipe ulir dibagi menjadi dua, yaitu penjatah tipe ulir rapat dan ulir
longgar. Gambar 14 menunjukkan bentuk auger dengan tabung yang rapat
dengan ulirnya dan ulir tersebut memiliki displacement yang cukup besar tiap
putarannya.

Gambar 8. Penjatah tipe ulir rapat


4. Rotor bercelah (edge cell)
Roda penjatah dipasangkan pada jarak yang diperlukan sepanjang hopper dan
diputar oleh poros berpenampang segiempat. Lebar rotor antara 6 mm hingga 32
mm digunakan untuk pemberian dosis yang berbeda. Laju pengeluaran pupuk
diatur dengan merubah kecepatan putar porosnya.

Gambar 9. Rotor bercelah


5. Sabuk berputar (belt type)
Penjatah tipe sabuk Gambar16 digunakan untuk aplikasi pupuk dalam jumlah
besar, seperti penebar pupuk tipe broadcaster dengan hopper yang besar. Sabuk
berupa sebuah sabuk kawat (bahan stainless steel) atau bahan kain berkaret.
Pengeluarannya dapat dipisah ke dalam dua atau lebih aliran pengeluaran sesuai
kebutuhan.

Gambar 10. Penjatah sabuk berputar


6. Rol beralur (fluted roll)
Penjatah tipe ini terdiri dari sebuah rotor bersudut atau rol beralur di
atas pintu pengeluaran yang dapat diatur dan rotor tersebut digerakkan oleh
roda penggerak (ground wheel). Bagian hopper memiliki dua atau empat pintu
pengeluaran yang pengeluarannya dapat digunakan secara terpisah atau
digabungkan.

Rotor-rotor

cukup

rapat

dengan

dasar

hopper

sehingga

menghasilkan penutupan positif ketika rotor tidak berputar.

Gambar 11. Penjatah rol beralur


7. Aliran gravitasi (gravity flow)
Penjatah tipe gravitasi biasa digunakan pada drop type broadcaster. Penjatah
diatur dengan menyetel ukuran lubang pengeluaran.

Sebuah agitator berputar

memecah gumpalan dan menggerakkan bahan menuju lubang pengeluaran untuk


membantu pengumpanan. Broadcaster berputar memiliki hopper yang dapat
diruncingkan ke arah dasarnya yang memiliki luasan yang kecil dan biasanya
menggunakan penjatah tipe bukaan stasioner. Penjatahan tipe gravitasi sensitif
terhadap kecepatan majunya.

10

Gambar 12. Penjatah aliran gravitasi


III.
PENUTUP
III.1

Kesimpulan

Dalam penulisan makalah ini penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai


berikut :
1. Pemupukan merupakan usaha memasukkan zat hara kedalam tanah dengan
maksud memberikan/menambahkan zat-zat tersebut untuk pertumbuhan
tanaman agar didapatkan hasil produksi sesuai yang diharapkan.
2. Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat, alat
pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu: alat pemupukan
dengan tenaga manusia, alat pemupukan dengan tenaga hewan, dan alat
pemupukan dengan traktor.
3. Matering device berfungsi untuk mengatur jumlah pupuk yang jatuh dan jarak
penjatuhan.
III.2 Saran
Semoga dengan pembuatan makalah tentang Alat dan Mesin Pemupukan ini,
mahasiswa

khususnya

mahasiswa

Teknik

Pertanian

diharapkan

mampu

mengetahui dan memahami tentang alat dan mesin yang digunakan dalam
pemupukan.

11

DAFTAR PUSTAKA
Anonim1. 2010. Pemupukan. http://pengertian-definisi.blogspot.com Diakses
tanggal 3 Oktober 2015 pukul 19:04 WITA
Anonim2. 2014. Alat Dan Mesin Pemupukan Tanaman. http://staff.unila.ac.id
Diakses tanggal 3 Oktober 2015 pukul 19:20 WITA
Putra, Abdul Mufti. 2013. Laporan Praktikum Mekanisasi Pertanian. Universitas
Mercubuana Yogyakarta.
Putra, Ahmad Eriska Dwi Hutama, 2012. Peningkatan Kinerja Unit Pemupuk
Pada Mesin Penanam Dan Pemupuk Jagung Terintegrasi. Bogor: Institut
Pertanian Bogor.
Tusi, Ahmad. 2014. Alat dan Mesin Pemupukan. http://staff.unila.ac.id Diakses
tanggal 3 Oktober 2015 pukul 19:15 WITA

12

13