Anda di halaman 1dari 41

PEMERIKSAAN FISIK

NEONATUS
Disusun oleh:
Firdha A. N
Emma F. R

Pemeriksaan fisis pada bayi


baru lahir dilakukan minimal 3
kali :
Pada saat lahir
Pemeriksaan lanjutan dalam 24 jam
Pemeriksaan pada waktu pulang

I. Pemeriksaan saat lahir


Tujuan
Menilai adaptasi neonatus
Mencari kelainan kongenital

a. Menilai adaptasi neonatus


APGAR score.
Penilaian :
Nilai 7-10: Neonatus beradaptasi
dengan baik
Nilai 4-6
: asfiksia ringan sampai
sedang
Nilai 0-3
: asfiksia berat

APGAR Score

b. Mencari kelainan kongenital


Anamnesis :

Riw obat teratogenik


Riw radiasi
Infeksi virus pada trim I
Kelainan bawaan pada keluarga dan ibu dg
riw. Dm,Asma, dll

II. Pemeriksaan Lanjutan


Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan Sistematik secara
Rinci
Pemeriksaan usia kehamilan

Pemeriksaan Umum

Warna Kulit
Keaktifan
Tangisan bayi
Wajah neonatus
Keadaan gizi
Suhu

Warna kulit
Normal kemerahan ( kadang sianosis
pada ujung jari pada hari pertama )
Abnormal
Sianosis seluruh tubuh kelainan
jantung bawaan sianotik,
methemoglobinemia
pucat anemia berat
kuning bilirubin dalam darah

Keaktifan
Yang dinilai :
Neonatus cukup bulan
fleksi,
gerakan tungkai lengan aktif dan simetris
Abnormal
Asimetri kelumpuhan , patah tulang.
Bila neonatus diam depresi SSP / akibat
obat / dalam keadaan tidur nyenyak

Tangisan
Melengking kelainan neurologis
Lemah / merintih kesukaran
pernapasan

Wajah
Dapat menunjukkan kelainan yang khas
:
sindrom Down

Keadaan gizi
Dinilai dari berat badan dan panjang
badan; disesuaikan dengan masa
kehamilan
tebal lapisan subkutan
kerutan pada kulit.

Kepala dan Leher


KEPALA
ubun-ubun ukuran dan ketegangan
trauma lahir caput
suksadaneum,hematoma sefal, fraktur tulang
tengkorak
kelainan kongenital anensefali, mikrosefal

HIDUNG
Napas melalui mulut curiga obstruksi

jalan
napas atresia koana bilateral, fraktur os nasal
sekret mukopurulen, berdarah sifilis kongenital
Napas cuping hidung : gangguan paru

MULUT
inspeksi labio dan gnatoskisis, gigi, lidah
* Hipersalivasi kemungkinan atresia esofagus +/fistula trakeo-esofagus

LEHER
pendek dengan pergerakan yang baik
keterbatasan gerak kelainan tulang
leher
tumor tiroid, hemangioma
trauma kerusakan pleksus brakialis
(paresis lengan, tangan,diafragma)

DADA
INSPEKSI
bentuk tong
gerakan dinding dada simetris (N)
laju napas (N) 40-60 x/mnt

DADA
PALPASI
raba iktus kordis tentukan posisi jantung
( dekstrokardia / dekstroposisi )

PERKUSI
jarang dilakukan pada neonatus

AUSKULTASI
Laju jantung hitung 1 menit 120 -160
x/menit

ABDOMEN
Dinding abdomen
Inspeksi :
1. Perut cekung BBL ddg perut lebih
datar dari dada
2. Abdomen buncit hepato/splenomegali/
tumor/cairan intra abdomen
3. Perut kembung teliti,mungkin ada
enterokolitis nekrotikan/perforasi usus/ileus

GENITALIA EKSTERNA
Bayi perempuan
* Cukup bulan labia minora tertutup oleh
labia mayora (menilai usia kehamilan)
lubang uretra terpisah dari lubang vagina,
bila hanya terdapat satu lubang berarti ada
kelainan
Kadang kadang tampak sekret pada vagina
karena pengaruh hormon ibu (withdrawl bleeding)

BAYI LAKI-LAKI
Sering terdapat fimosis
ukuran penis bayi berkisar 3-4 cm (pjg) dan 1-1,3 cm
(lbr)
Skrotum bayi cukup bulan biasanya banyak rugae. pd bayi cukup
bulan testis biasanya sudah turun kedalam skrotum
Pd bayi kurang bulang >> kriptokismus

ANUS
Pemeriksaan anus u/
mengetahui :
1.ada tidaknya atresia ani
* Kadang fistula yg besar bisa dianggap sb
anus normal
Pengeluaran mekonium tjd dlm 24 jam
pertama.

TULANG BELAKANG/
EKSTREMITAS
Cara Pemeriksaan :
1. BBL diletakkan dalam posisi tengkurap
2. tangan pemeriksa meraba sepanjang tulang
belakang skoliosis, meningokel, spina bifida
3. Pemeriksaan jari tangan dan kaki perlu untuk
melihat sindaktili, polidaktili, claw-hand atau
claw-feet dan gambaran dermatoglifik yg
abnormal seperti garis simian.

UKURAN ANTROPOMETRIK
BBL cukup bulan yg sesuai dengan masa
kehamilan mempunyai ukuran badan sbb:
Berat badan 2500-4000 gr
Panjang badan 45-54 cm
Lingkar kepala 33-37 cm
Lingkar dada biasanya 2 cm lebih kecil dari
lingkar kepala

PEMERIKSAAN USIA KEHAMILAN


1. HPHT sampai saat kelahiran
2. USG
3. DUBOWITZ yg menilai kriteria 11 klinis &
10 kriteria neurologis. ( kurang praktis &
mengganggu BBL yg sakit)
3. BALLARD, hanya menilai 6 kriteria klinis
& 6 kriteria neurologis

PEMERIKSAAN
NEUROLOGIS

Pemeriksaan saraf otak


n. I bau menyenangkan mhentikan
aktivitasnya
N. II saat ada cahaya berkedip/menutup mata
N. III, IV, VI saat menghisap, mata pasien
terbuka spontan, dilihat pergerakan bola mata
N. V, VII, XII reflex rooting n hisap
N. VIII dolls eye manuver gerakan bola mata
ke lateral
N. IX saat menangis + mbuka mulut
perhatikan lidah n langit2 (arcus faring n uvula)
N. X refleks menelan

Pemeriksaan Motorik
Tonus fasik
pada neonatus predominan posisi fleksi
coba diluruskan tahanan minimal, mudah
diluruskan fleksi kembali

Reflek primitif
Reflek primitif aksi dari dalam pusat
sistem saraf yang ditunjukkan oleh bayi
baru lahir normal
Reflek ini tidak menetap hingga dewasa,
lama-kelamaan akan menghilang
dihambat oleh lobus frontal sesuai dengan
tahap perkembangan anak normal.
Pada anak-anak dengan cerebral palsy
akan timbul reflek primitif hingga masa
dewasa.

1. Refleks Moro
Timbul ketika bayi terkejut

Cara : bayi dalam posisi telentang


kepalanya dibiarkan jatuh dengan
cepat beberapa centimeter
Reaksi
mengembangkan tangan ke samping
melebarkan jari-jari,
lalu dengan cepat mengembalikan
tangannya ke tengah-tengah

Refleks moro mulai menghilang


antara usia 3-6 bulan.

2. Refleks Genggaman ( Palmar Grasp )


Timbul bila kita mengoreskan jari melalui
bagian dalam atau meletakkan jari kita
pada telapak tangan bayi.
Reaksi fleksi jari-jari
menghilang 5-6 bulan (palmar refleks)
Plantar refleks 1thn

3. Rooting refleks
Kepala bayi akan berpaling memutar ke arah
usapan dan mencari puting susu dengan bibirnya,
bila salah satu sudut mulut bayi disentuh, bayi
akan memalingkan kepalanya ke sisi tersebut.
Reflek ini berlanjut sementara bayi masih
menyusu dan menghilang setelah 3-4 bulan.

4. Refleks Hisap (Sucking Refleks )


Ditimbulkan oleh rangsangan pada daerah mulut
atau pipi bayi dengan puting / tangan. Bibir bayi
akan maju ke depan dan lidah melingkar ke
dalam untuk menyedot.
Paling kuat pada 4 bulan pertama dan
menghilang setelah 6 bulan

5. Tonick Neck Refleks


Bayi dalam posisi telentang, anggota gerak
posisi fleksi kepala ditengokan ke kanan
ekstensi anggota gerak kanan, fleksi
anggota gerak kiri.
Refleks ini sangat nyata pada 2 atau 3
bulan dan menghilang sekitar 4 bulan.

Pemeriksaan sensibilitas
uji sensibilitas Pemeriksaan refleks
withdrawal, refleks rooting, refleks
sentuhan dan rangsang sakit yang
menyebabkan bayi menangis

Pengukuran lingkar kepala


Kepala pasien harus diam selama diukur
Pita pengukur ditempatkan melingkar di
kepala pasien melalui bagian yang
paling menonjol di bagian kepala
belakang (protuberensia oksipitalis) dan
dahi (glabela).
Pita pengukur sebaiknya dari metal yang
fleksibel