Anda di halaman 1dari 2

Rencana perawatan alternatif kedua untuk rahang atas adalah GTSL berbasis

akrilik dengan kerangka logam. Kelebihan dari GTSL kerangka logam dibandingkan
dengan akrilik adalah lebih tipis, lebih sempit, dan lebih kuat, sehingga membuat
GTSL kerangka logam lebih nyaman dipakai oleh pasien. Meski demikian warna
logam yang digunakan sebagai kerangka tidak dapat menyerupai warna mukosa
pasien, sehingga kerangka GTSL jenis ini memiliki estetik yang kurang.
Rencana Perawatan Alternatif Kedua Rahang Atas
Anasir gigi terbuat dari akrilik menggantikan gigi 14,15,16 dan 24,25,26. Bagian gigi
molar ketiga 18 tidak digantikan. Pada GTSL ini, jenis konektor mayor yang
digunakan adalah Anterior Palatal Plate (U-Shaped Or "Horse-Shoe" Palatal
Connector).
Agar lebih kuat, konektor horse shoe harus memiliki celah di daerah rugeae
palatina agar lidah dapat bebas. Tanpa celah yang cukup, desain U-shape menjadi
fleksibel, mudah bergerak dan memungkinkan adanya gerakan di posterior. Anterior
palatal plate hanya dapat digunakan untuk kasus saat torus palatinus kontraindikasi
dalam penggunaan desain konektor maksila yang lain.
Pada GTSL ini terdapat beberapa jenis direct retainer berupa akers clasp pada
gigi 17, karena akers clasp sesuai dengan penggunaannya pada gigi posterior. Rest
oklusal (sisi mesial) pada cengkram ini digunakan untuk mencegah pergerakan gigi
tiruan ke arah gingiva dan bagian pengimbang berfungsi untuk menahan pergerakan
horizontal. Sedangkan lengan retentifnya untuk mencegah terlepasnya gigi tiruan.
Begitu pula untuk gigi 47 menggunakan akers clasp. Lalu pada gigi 13 dan 23 diberi
indirect retainer berupa cingulum rest. Cingulum rest digunakan bila gigi posterior
tidak ada atau ketika retensi indirect dibutuhkan. Gigi anterior yang beradaptasi
dengan cingulum rest adalah kaninus karena memiliki cingulum yang well-developed.
Rencana Perawatan Alternatif Kedua Rahang Bawah
Rencana perawatan alternatif kedua untuk bawah adalah juga digunakan
GTSL berbasis akrilik dengan kerangka logam. Pada GTSL ini, jenis konektor mayor
yang digunakan adalah Pada GTSL ini digunakan jenis konektor mayor Double
Lingual Bar (DLB), yang konektornya terdiri dari lingual bar dan sekunder bar
bertumpu di atas cingulum gigi anterior.
Bar sekunder berfungsi sebagai indirect retainer dan berperan pada stabilitas
horizontal jaringan periodontal dari gigi yang terlibat. Keuntungan utama konektor ini
adalah hanya menutupi sebagian kecil jaringan lunak, sehingga meminimalisir

kemungkinan terjadi karies, kelainan periodontal, ataupun mukositis karena plak yang
berkontak dengan gigi. Dilihat dari segi fungsional, DLB juga nyaman dipakai karena
posisinya tidak mengganggu fungsi pengunyahan.
Pada gigi 35 menggunakan RPI clasp yang biasa digunakan bila gigi posterior
tidak ada atau ketika retensi indirect dibutuhkan. Pada gigi 44 menggunakan RPI
clasp sebagai direct retainer. RPI clasp digunakan karena merupakan clasp pilihan
untuk tooth mucosa borne. RPI terdiri dari mesial rest, distal proximal plate, dan Ibar. yang digunakan terutama dengan perluasan saddle distal mandibula.
Sistem RPI dirancang untuk memungkinkan rotasi vertikal dari perpanjangan
denture ke distal ke dalam denture bearing mucosa di bawah beban oklusal, tanpa
merusak struktur pendukung gigi abutment. Karena saddle ditekan ke dalam denture
bearing mucosa, gigi tiruan berputar mengenai titik terdekat pada mesial rest. Baik
distal guide plate maupun I bar bergerak ke arah yang ditunjukkan dan melepaskan
diri dari permukaan gigi. Namun, kondisi gigi abutment yang memiliki undercut
cukup dapat menghindari terjadinya rotasi tersebut sehingga penggunaan klamer RPI
sangat disarankan untuk kasus ini.
Direct retainer yang digunakan berupa cengkram (clasp). Akers clasp
digunakan pada gigi 46 karena sesuai digunakan pada gigi posterior. Rest oklusal (sisi
distal) pada cengkram ini digunakan untuk mencegah pergerakan gigi tiruan ke arah
gingiva dan bagian pengimbang berfungsi untuk menahan pergerakan horizontal.
Lengan retentive gtsl ini untuk mencegah terlepasnya gigi tiruan.