Anda di halaman 1dari 30

Contoh Soal Metoda Bina Marga

Rencanakan Tebal Perkerasan Kaku Untuk Jalan 2 Jalur 1 arah


dengan Ketentuan - ketentuan Sebagai Berikut :
Data perencanaan
Tanah Dasar
Beton
Umur Rencana
Pertumbuhan Laju Lalu Lintas
Peranan Jalan

=
=
=
=
=

k=
Mr =

4
40

20 tahun
5 % per tahun
Arteri primer bebas hambatan

Data untuk lalu lintas harian pada tahun pembukaan (untuk 2 jalur 1 arah)
Mobil Penumpang
(1+1)
ton
=
Bus
(3+5)
ton
=
Truk 2 as kecil
(2+4)
ton
=
Truk 2 as besar
-----ton
=
truk 3 as
(6+14)
ton
=
truk gandeng
(6+14+5+5)
ton
=

123
345
678
20
9

Penyelesaian Soal Metoda Bina Marga


1). Menghitung Jumlah kendaraan niaga harian JKNH, untuk kendaraan dengan berat total
Bis
=
345
Truk 2 as kecil
=
678
Truk 3 as
=
20
Truk Gandengan
=
9
JKNH
1052
2). Dihitung Jumlah kendaraan Niaga (JKN) selama umur rencana

33.9

Jumlah kendaraan Niaga (JKN) = 365 x 1664 x 33,9 =

13016922.00

3). Dihitung Jumlah Sumbu Kendaraan niaga harian (JSKNH) dan kemudian dihitung jumlah
sumbu kendaraan niaga (JKSN) selama umur rencana
menghitung jumlah sumbu kendaraan niaga
Bus
(3+5)
ton
=
345
Truk 2 as kecil
(2+4)
ton
=
678
Truk 2 as besar
Truk 3 as
(6+14)
ton
=
20
Truk gandengan
(6+14+5+5)
ton
=
9
Bis (3+5)

345 x 2

690

Truk 2 as Kecil
STRG
Truk 3 as (6+14)
truk gan (6+14+5+5)
Gan STRT

678 x 2

1356

=
=

20 x 2
9x4

=
=

40
36

365 x 3344 x 33.9

JSKNH
26256567.00 Kendaraan

2122

4). Dihitung jumlah sumbu kendaraan niaga harian (JSKNH) dan kemudian dihitung jumlah
sumbu kendaraan niaga (JKSN) selama umur rencana
5). Dengan besaran - besaran beban sumbu, k dan tebal plat yang sudah diketahui (ditaksir), besarny
6). Dihitung perbandingan antara TEGANGAN YANG TERJADI dengan MR.
7). Berdasarkan perbandingan tegangan tersebut di atas kemudian dari tabel 2 dapat diketahui jumla
8). PERSENTASE LELAH (FATIGUE) untuk tiap - tiap konfigurasi beban sumbu dapat dijitung dengan ca
9). Total FATIGUE dihitung dengan cara menjumlahkan besarnya PERSENTASE FATIGUE dari seluruh ko
10). Langkah - langkah yang sama (1 sampai 10) diulangi untuk tebal pelat beton lainnya yang dipilih
11). Tebal pelat beton yang dipilih/ditaksir dinyatakan sudah benar/cocok apabila total fatigue yang di
MEGHITUNG PROSENTASE BEBAN SUMBU
Beban Sumbu 2 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 3 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 4 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 5 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 5 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 6 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 8 ton
Beban Sumbu 14 ton (STdRG)
=

1428 : 3344
214 : 3344
1428 : 3344
(8+8) : 3344
214 : 3344
(14+8) : 3344

=
=
=
=
=
=

(14+8) : 3344

MENGHITUNG REPETISI KUMULATIF MASING - MASING BEBAN SUMBU


(Koefisien distribusi = 0,70)
KOEFISIEN DISTRIBUSI JALUR
Kendaraan Niaga
Jumlah Jalur
1 arah
2 arah
1 Jalur
1
1
2 Jalur
0.7
0.5
3 Jalur
0.5
0.475
4 Jalur
0.45
5 Jalur
0.425
6 Jalur
0.4
Beban
Beban
Beban
Beban
Beban

Sumbu
Sumbu
Sumbu
Sumbu
Sumbu

2
3
4
5
5

ton
ton
ton
ton
ton

(STRT)
(STRT)
(STRG)
(STRT)
(STRG)

=
=
=
=
=

0,427 x 41.376.984 x 0,70


0,064 x 41.376.984 x 0,70
0,427 x 41.376.984 x 0,70
0,0048 x 41.376.984 x 0,70
0,064 x 41.376.984 x 0,70

Beban Sumbu 6 ton (STRT)


Beban Sumbu 14 ton (STdRG)

=
=

0,0066 x 41.376.984 x 0,70


0,0066 x 41.376.984 x 0,70

Menghitung Beban Sumbu Dengan Faktor Keamanan 1.2


Beban Sumbu 2 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 3 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 4 ton (STRG)
x
Beban Sumbu 5 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 5 ton (STRG)
x
Beban Sumbu 6 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 14 ton (STdRG)
x

1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =

Menghitung Tegangan yang Terjadi


Dicoba tebal pelat =
17 cm
k = 4 kg/cm2 (ditentukan)
Dari Nomorgram ybs diperoleh
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)

tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan

MENGHITUNG PERBANDINGAN TEGANGAN


MR beton = 40 kg/cm2 (ditentukan)
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)
=
MENGHITUNG JUMLAH REPETISI
(dilihat dari tabel)
Perbandingan tegangan 0.41 __
Perbandingan tegangan 0.53 __
Perbandingan tegangan 0.63 __
Perbandingan tegangan 0.58 __

yang
yang
yang
yang
yang
yang
yang

terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
=
=
=
=

40 kg/cm2
0.00
0.00
0.00
0.53
0.41
0.63
0.58

IJIN TEGANGAN YANG TERJADI


Repetisi
Repetisi
Repetisi
Repetisi

ijin
ijin
ijin
ijin

=
=
=
=

MENGHITUNG JUMLAH PROSENTASE FATIGUE


Perbandingan tegangan 0.41
=
perbandingan tegangan 0.53
=

240000
14000
57000

---(139000/240000)*100%

perbandingan tegangan 0.63


perbandingan tegangan 0.58

Kesimpulan =

=
=

(191000/14000)*100%
(191000/57000)*100%
Total fatigue

Pelat Kurang Tebal

Dicoba tebal pelat =


19 cm
k = 4 kg/cm2 (ditentukan)
Dari Nomorgram ybs diperoleh
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)

tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan

MENGHITUNG PERBANDINGAN TEGANGAN


MR beton = 40 kg/cm2 (ditentukan)
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)
=
MENGHITUNG JUMLAH REPETISI
(dilihat dari tabel)
Perbandingan tegangan 0.35 __
Perbandingan tegangan 0.46 __
Perbandingan tegangan 0.51 __
Perbandingan tegangan 0.51 __

yang
yang
yang
yang
yang
yang
yang

terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
=
=
=
=

40 kg/cm2
0.00
0.00
0.00
0.35
0.46
0.51
0.51

IJIN TEGANGAN YANG TERJADI


Repetisi
Repetisi
Repetisi
Repetisi

ijin
ijin
ijin
ijin

=
=
=
=

MENGHITUNG JUMLAH PROSENTASE FATIGUE


Perbandingan tegangan 0.41
=
perbandingan tegangan 0.53
=
perbandingan tegangan 0.63
=
perbandingan tegangan 0.58
=

0
400000
400000

------(191000/14000)*100%
(191000/57000)*100%
Total fatigue

Kesimpulan : dengan tebal pelat 19 cm, terlihat total presentase Fatigue = 96% 100%
maka perhitungan sudah cukup

Nama: Fernando
NRI: 13021101041

kg/cm3
kg/cm3
0.05

0.5

kendaraan
kendaraan
kendaraan

2.302585

kendaraan
kendaraan
1.653298

n berat total 5 ton

itung jumlah

kendaraan
kendaraan
kendaraan
kendaraan
Roda depan STRT roda belakang STRG

(1 0,05) 20 1
R e
33,9
log(1 0,05)

Roda depan STRT roda belakang STRG


Roda depan STRT roda belakang STRG
Rd dpn STRT, Rd blkg STRG, Rd gan STRT
sumbu

tung jumlah

tahui (ditaksir), besarnya tegangan yang terjadi bisa didapat dari NOMOGRAM yang bersangkutan (gambar 2, ga

2 dapat diketahui jumlah pengulangan (repitisi) tegangan yang diijinkan


apat dijitung dengan caara membagi REPETISI YANG AKAN TERJADI dengan REPETISI YANG DIINGANKAN
FATIGUE dari seluruh konfigurasi beban sumbu
ton lainnya yang dipilih/ditaksir.
bila total fatigue yang didapat besarnya LEBIH KECIL ATAU SAMA DENGAN 100%

=
=
=
=
=

31.95 %
16.26 %
31.95 %
0.85
16.26 %
1.37 %

0.320
0.163
0.320
0.008
0.163
0.014

1.37 %

0.014

5872463.10
2988200.25
5872463.10
155906.10
2988200.25

=
=

251182.05
251182.05

2.4
3.6
4.8
6
6
7.2
16.8

2
3
4
5
5
6
14

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
21 kg/cm2
16.25 kg.cm2
25 kg/cm2
23 kg/cm2

139000
191000
191000

58 %

=
=
=

1364 %
335 %
1757

100%

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
14 kg/cm2
18.5 kg.cm2
20.4 kg/cm2
20.4 kg/cm2

139000
191000
191000

=
=
=
=

48 %
48 %
96

100%

33.9
1.021415

(1 0,05) 20 1
R e
33,9
log(1 0,05)
0.04879

2.718282

bersangkutan (gambar 2, gambar 3 atau gambar 4)

I YANG DIINGANKAN

Contoh Soal Metoda Bina Marga


Rencanakan Tebal Perkerasan Kaku Untuk Jalan 2 Jalur 1 arah
dengan Ketentuan - ketentuan Sebagai Berikut :
Data perencanaan
Tanah Dasar
Beton
Umur Rencana
Pertumbuhan Laju Lalu Lintas
Peranan Jalan

=
=
=
=
=

k=
Mr =

4
40

20 tahun
5 % per tahun
Arteri primer bebas hambatan

Data untuk lalu lintas harian pada tahun pembukaan (untuk 2 jalur 1 arah)
Mobil Penumpang
(1+1)
ton
=
Bus
(3+5)
ton
=
Truk 2 as kecil
(2+4)
ton
=
Truk 2 as besar
-----ton
=
truk 3 as
(6+14)
ton
=
truk gandeng
(6+14+5+5)
ton
=

200
214
1428
14
8

Penyelesaian Soal Metoda Bina Marga


1). Menghitung Jumlah kendaraan niaga harian JKNH, untuk kendaraan dengan berat total
Bis
=
214
Truk 2 as kecil
=
1428
Truk 3 as
=
14
Truk Gandengan
=
8
JKNH
1664
2). Dihitung Jumlah kendaraan Niaga (JKN) selama umur rencana

33.9

Jumlah kendaraan Niaga (JKN) = 365 x 1664 x 33,9 =

20589504.00

3). Dihitung Jumlah Sumbu Kendaraan niaga harian (JSKNH) dan kemudian dihitung jumlah
sumbu kendaraan niaga (JKSN) selama umur rencana
menghitung jumlah sumbu kendaraan niaga
Bus
(3+5)
ton
=
214
Truk 2 as kecil
(2+4)
ton
=
1428
Truk 2 as besar
Truk 3 as
(6+14)
ton
=
14
Truk gandengan
(6+14+5+5)
ton
=
8
Bis (3+5)

214 x 2

428

Truk 2 as Kecil
STRG
Truk 3 as (6+14)
truk gan (6+14+5+5)
Gan STRT

1428 x 2

2856

=
=

14 x 2
8x4

=
=

28
32

365 x 3344 x 33.9

JSKNH
41376984.00 Kendaraan

3344

4). Dihitung jumlah sumbu kendaraan niaga harian (JSKNH) dan kemudian dihitung jumlah
sumbu kendaraan niaga (JKSN) selama umur rencana
5). Dengan besaran - besaran beban sumbu, k dan tebal plat yang sudah diketahui (ditaksir), besarny
6). Dihitung perbandingan antara TEGANGAN YANG TERJADI dengan MR.
7). Berdasarkan perbandingan tegangan tersebut di atas kemudian dari tabel 2 dapat diketahui jumla
8). PERSENTASE LELAH (FATIGUE) untuk tiap - tiap konfigurasi beban sumbu dapat dijitung dengan ca
9). Total FATIGUE dihitung dengan cara menjumlahkan besarnya PERSENTASE FATIGUE dari seluruh ko
10). Langkah - langkah yang sama (1 sampai 10) diulangi untuk tebal pelat beton lainnya yang dipilih
11). Tebal pelat beton yang dipilih/ditaksir dinyatakan sudah benar/cocok apabila total fatigue yang di
MEGHITUNG PROSENTASE BEBAN SUMBU
Beban Sumbu 2 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 3 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 4 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 5 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 5 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 6 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 8 ton
Beban Sumbu 14 ton (STdRG)
=

1428 : 3344
214 : 3344
1428 : 3344
(8+8) : 3344
214 : 3344
(14+8) : 3344

=
=
=
=
=
=

(14+8) : 3344

MENGHITUNG REPETISI KUMULATIF MASING - MASING BEBAN SUMBU


(Koefisien distribusi = 0,70)
KOEFISIEN DISTRIBUSI JALUR
Kendaraan Niaga
Jumlah Jalur
1 arah
2 arah
1 Jalur
1
1
2 Jalur
0.7
0.5
3 Jalur
0.5
0.475
4 Jalur
0.45
5 Jalur
0.425
6 Jalur
0.4
Beban
Beban
Beban
Beban
Beban

Sumbu
Sumbu
Sumbu
Sumbu
Sumbu

2
3
4
5
5

ton
ton
ton
ton
ton

(STRT)
(STRT)
(STRG)
(STRT)
(STRG)

=
=
=
=
=

0,427 x 41.376.984 x 0,70


0,064 x 41.376.984 x 0,70
0,427 x 41.376.984 x 0,70
0,0048 x 41.376.984 x 0,70
0,064 x 41.376.984 x 0,70

Beban Sumbu 6 ton (STRT)


Beban Sumbu 14 ton (STdRG)

=
=

0,0066 x 41.376.984 x 0,70


0,0066 x 41.376.984 x 0,70

Menghitung Beban Sumbu Dengan Faktor Keamanan 1.2


Beban Sumbu 2 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 3 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 4 ton (STRG)
x
Beban Sumbu 5 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 5 ton (STRG)
x
Beban Sumbu 6 ton (STRT)
x
Beban Sumbu 14 ton (STdRG)
x

1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =
1.2 =

Menghitung Tegangan yang Terjadi


Dicoba tebal pelat =
17 cm
k = 4 kg/cm2 (ditentukan)
Dari Nomorgram ybs diperoleh
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)

tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan

MENGHITUNG PERBANDINGAN TEGANGAN


MR beton = 40 kg/cm2 (ditentukan)
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)
=
MENGHITUNG JUMLAH REPETISI
(dilihat dari tabel)
Perbandingan tegangan 0.41 __
Perbandingan tegangan 0.53 __
Perbandingan tegangan 0.63 __
Perbandingan tegangan 0.58 __

yang
yang
yang
yang
yang
yang
yang

terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
=
=
=
=

40 kg/cm2
0.00
0.00
0.00
0.53
0.41
0.63
0.58

IJIN TEGANGAN YANG TERJADI


Repetisi
Repetisi
Repetisi
Repetisi

ijin
ijin
ijin
ijin

=
=
=
=

MENGHITUNG JUMLAH PROSENTASE FATIGUE


Perbandingan tegangan 0.41
=
perbandingan tegangan 0.53
=

240000
14000
57000

---(139000/240000)*100%

perbandingan tegangan 0.63


perbandingan tegangan 0.58

Kesimpulan =

=
=

(191000/14000)*100%
(191000/57000)*100%
Total fatigue

Pelat Kurang Tebal

Dicoba tebal pelat =


19 cm
k = 4 kg/cm2 (ditentukan)
Dari Nomorgram ybs diperoleh
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)

tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan
tegangan

MENGHITUNG PERBANDINGAN TEGANGAN


MR beton = 40 kg/cm2 (ditentukan)
Beban Sumbu 2,4 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 3,6 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 4,8 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 6,0 ton (STRG)
=
Beban Sumbu 7.2 ton (STRT)
=
Beban Sumbu 16,8 ton (STdRG)
=
MENGHITUNG JUMLAH REPETISI
(dilihat dari tabel)
Perbandingan tegangan 0.35 __
Perbandingan tegangan 0.46 __
Perbandingan tegangan 0.51 __
Perbandingan tegangan 0.51 __

yang
yang
yang
yang
yang
yang
yang

terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi
terjadi

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
=
=
=
=

40 kg/cm2
0.00
0.00
0.00
0.35
0.46
0.51
0.51

IJIN TEGANGAN YANG TERJADI


Repetisi
Repetisi
Repetisi
Repetisi

ijin
ijin
ijin
ijin

=
=
=
=

MENGHITUNG JUMLAH PROSENTASE FATIGUE


Perbandingan tegangan 0.41
=
perbandingan tegangan 0.53
=
perbandingan tegangan 0.63
=
perbandingan tegangan 0.58
=

0
400000
400000

------(191000/14000)*100%
(191000/57000)*100%
Total fatigue

Kesimpulan : dengan tebal pelat 19 cm, terlihat total presentase Fatigue = 96% 100%
maka perhitungan sudah cukup

Nama: delila.Refideso
NRI: 120211154

kg/cm3
kg/cm3
0.05

0.5

kendaraan
kendaraan
kendaraan

2.302585

kendaraan
kendaraan
1.653298

n berat total 5 ton

itung jumlah

kendaraan
kendaraan
kendaraan
kendaraan
Roda depan STRT roda belakang STRG

(1 0,05) 20 1
R e
33,9
log(1 0,05)

Roda depan STRT roda belakang STRG


Roda depan STRT roda belakang STRG
Rd dpn STRT, Rd blkg STRG, Rd gan STRT
sumbu

tung jumlah

tahui (ditaksir), besarnya tegangan yang terjadi bisa didapat dari NOMOGRAM yang bersangkutan (gambar 2, ga

2 dapat diketahui jumlah pengulangan (repitisi) tegangan yang diijinkan


apat dijitung dengan caara membagi REPETISI YANG AKAN TERJADI dengan REPETISI YANG DIINGANKAN
FATIGUE dari seluruh konfigurasi beban sumbu
ton lainnya yang dipilih/ditaksir.
bila total fatigue yang didapat besarnya LEBIH KECIL ATAU SAMA DENGAN 100%

=
=
=
=
=

42.70 %
6.40 %
42.70 %
0.48
6.40 %
0.66 %

0.427
0.064
0.427
0.005
0.064
0.007

0.66 %

0.007

12368550.60
1853550.30
12368550.60
138583.20
1853550.30

=
=

190551.90
190551.90

2.4
3.6
4.8
6
6
7.2
16.8

2
3
4
5
5
6
14

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
21 kg/cm2
16.25 kg.cm2
25 kg/cm2
23 kg/cm2

139000
191000
191000

58 %

=
=
=

1364 %
335 %
1757

100%

tidak terbaca
tidak terbaca
tidak terbaca
14 kg/cm2
18.5 kg.cm2
20.4 kg/cm2
20.4 kg/cm2

139000
191000
191000

=
=
=
=

48 %
48 %
96

100%

33.9
1.021415

(1 0,05) 20 1
R e
33,9
log(1 0,05)
0.04879

2.718282

bersangkutan (gambar 2, gambar 3 atau gambar 4)

I YANG DIINGANKAN