Anda di halaman 1dari 10

LARUTAN

Nama
NIM
Kelas
Kelompok

Nurnadira Annisa P.
155100301111007
I
I-1

PENYANGGA (BUFFER)

A. PRE-LAB
1. Apakah yang dimaksud dengan larutan penyangga?
Larutan penyangga adalah larutan yang biasanya terdiri atas campuran asam lemah atau
basa lemah dengan garamnya masing-masing. Larutan ini dapat mencegah perubahan PH.
Jika kemudian ditambahkan asam, dengan alasan tersebut, pH tidak akan menurun,
sedangkan jika basa yang ditambahkan, pH tidak akan meningkat. Kerja penyangga
paling bagus terjadi pada pH yang sama dengan pK a asam atau basa yang membentuk
larutan penyangga (Cairns, 2008).

2. Jelaskan prinsip , mekanisme & contoh kerja larutan penyangga!


Prinsip kerja larutan penyangga menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air
melepakan ion H+, sedangkan basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH-. Jadi
pembawa sifat asam adalah ion H +, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH -. Dan
menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah spesi yang memberi proton, sedangkan basa
adalah spesi yang menerima proton pada suatu reaksi pemindahan proton. Prinsip kerja
larutan penyangga ialah dapat mempertahankan pH lingkungannya dari penambahan
asam (ion H+) ataupun penambahan basa (ion OH-) (Yunitasari, 2013).

3. Sebutkan 3 jenis larutan penyangga berdasarkan kapasitasnya!


Jenis larutan penyangga berdasarkan kapasitasnya (Cairns, 2008) :
- Larutan penyangga (buffer) yang kapasitasnya tak hingga.
- Larutan penyangga (buffer) yang kapasitasnya 0.
- Larutan penyangga (buffer) yang kapasitasnya dibatasi sebanyak n.

4. Jelaskan prinsip kerja PH meter beserta bagian-bagian alatnya!


Pada prinsipnya pengukuran suatu pH adalah didasarkan pada potensial elektro
kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat didalam elektroda gelas (membrane gelas)
yang telah diketahui dengan larutan yang terdapat diluar elektroda gelas yang tidak
diketahui. Hal ini dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan
ion hydrogen yang ukurannya relative kecil dan aktif, elektroda gelas tersebut akan
mengukur potensial elektrokimia dari ion hydrogen atau diistilahkan dengan potential of
hydrogen. Untuk melengkapi sirkuit elektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding.
Sebagai catatan, alat tersebut tidak mengukur arus tetapi hanya mengukur tegangan (Walt,
2009).

Bagian-bagian pH meter yang pertama yaitu amplifier atau voltase yang merupakan
bagian penting pH meter. Voltase yang dihasilkan oleh dua elektrode pH meter terlalu
rendah yakni hanya sekitar 60 mV untuk setiap tingkatan nilai pH. Yang kedua yaitu
mikroprosesor pada pH meter yang berfungsi untuk menterjemahkan nilai voltase yang
dikirim oleh amplifier menjadi nilai pH. Perhitungan kompensasi nilai temperatur larutan
terukur, juga dihitung oleh mikroprosesor ini. Mikroprosesor juga memproses semua opsi
input yang ada pada pH meter. Yang ketiga yaitu elektrode kaca berfungsi sebagai salah
satu kutub di antara dua elektrode ph meter yang tercelup ke dalam larutan. Pada ujung
elektrode ini terdapat bulb yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran ion
positif (H+). Pertukaran ion yang terjadi menyebabkan adanya perbedaan beda potensial
di antara dua elektrode, sehingga pembacaan potensiometer akan menghasilkan positif
atau negatif. Yang keempat yaitu elektrode referensi yang berfungsi sebagai kutub lain
selain elektrode kaca sehingga diantara keduanya, yang terendam larutan tertentu,
terbentuk rangkaian listrik. Elektrode ini didesain memiliki nilai potensial yang tetap
pada kondisi larutan apapun. Sehingga arah aliran listrik yang terjadi hanya tergantung
dari lebih besar atau lebih kecilnya potensial elektrode kaca terhadap elektrode referensi.
Ada juga Thermometer yang merupakan ensor temperatur menjadi satu komponen wajib
pH meter, karena nilai pH sangat dipengaruhi oleh temperatur larutan. Pada pH larutan 7
(netral), perubahan temperatur tidak berpengaruh terhadap nilai tersebut. Namun jika
larutan bersifat asam atau basa, pembentukan ion sangat dipengaruhi oleh temperature
(Walt, 2009).
5. Jelaskan prinsip kerja kertas lakmus!
Kertas lakmus merupakan kertas yang terbuat dari bahan kimia. Cara
menggunakannya yaitu dengan menyelupkan kertas lakmus ke dalam larutannya
kemudian amati perubahan warnanya. Warna yang dihasilkan kertas lakmus sangat
dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang ada. Warna lakmus biru menunjukan sifat
basa sedangkan warna lakmus merah menunjukan sifat asam. Apabila ketas lakmus
merah dimasukkan ke dalam larutan yang bersifat asam, warnanya akan tetap merah
karena lakmus merah memang merupakan orchein dalam suasana asam. Sedangkan,
apabila kertas lakmus merah ditambahkan larutan yang bersifat basa, maka orchein yang
berwarna biru akan kembali terbentuk. Kertas lakmus biru menggunakan prinsip yang
berkebalikan dengan kertas lakmus merah (Lukito, 2007).

B. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian dan Prinsip larutan buffer
Larutan buffer merupakan larutan yang mengandung asam lemah atau basa lemah
dan garamnya. Larutan buffer mempunyai kemampuan untuk menahan perubahan pH bila
sejumlah kecil asam atau basa kuat ditambahkan ke dalam larutan tersebut. Prinsip kerja
larutan buffer adalah menetralkan asam maupun basa dari luar.Masing-masing komponen
dalam larutan buffer mampu menetralkan asam maupun basa dari luar. Larutan yang
terlalu asam akan ditambahkan sedikit basa begitu juga sebaliknya agar pH netral (Chang,
2005).
2.

Rumus Perhitungan pH Buffer Asam dan Basa


Penghitungan pH larutan buffer asam (Erik, 2008) :
[H+] = Ka .na
n .ng
Keterangan :
Ka : ketetapan disosiasi asam
na : mol asam (mol)
n : jumlah kation asam
ng : mol garam (mol)
Penghitungan pH larutan buffer bassa (Erik, 2008) :
[OH-] = Kb .nb
n .ng
Keterangan :
Kb : ketetapan disosiasi basa
nb : mol basa (mol)
n : jumlah anion basa
ng : mol garam mol

3.

Jenis buffer
Buffer Salmiak
Buffer salmiak adalah jenis larutan buffer yang terdiri dari basa lemah dan
garamnya (asam konjugasinya).Pembuatan buffer salmiak dengan mencampurkan
garam dengan basa konjugasinya. Contoh buffer salmiak yaitu campuran dari larutan
NH3 (basa lemah) dengan NH4OH (garam) (Troy, 2006).

Buffer Asetat
Buffer asetat adalah jenis larutan buffer yang terdiri dari asam lemah dan
garamnya (basa konjugasi).Cara membuat buffer asetat adalah dengan mencampurkan
garam dengan asam konjugasinya.ContohnyaCH3COOH dan asam konjugasinya
CH3COONa (Samin, 2006).

C. TINJAUAN BAHAN
1. HCl
HCl adalah asam kuat. Memiliki pH 1-2. HCl dibentuk oleh ikatan kovalen antara ion
hidrogen dan klorida. HCl merupakan reagen pengasam yang sangat baik. HCl memiliki banyak
kegunaan komersial, termasuk penggunaan dalam produksi baja dan dalam produksi obatobatan.. Dalam praktikum HCl dapat digunakan sebagai sampel, zat tambahan juga digunakan
untuk titrasi penentuan kadar basa dalam sebuah larutan (Sumanto, 2009).
2. NaOH
Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida,
adalah sejenis basa logam kaustik. Memiliki pH > 7. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida
basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang
kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan
digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun
dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium
kimia (Chang, 2005).
3. NaCl
NaCl adalah senyawa ionic sederhana berbentuk padatan rapuh dengan titik leleh 801 0C.
Sifat larutan NaCl adalah netral dengan 6 < pH < 8. NaCl memiliki sifat fisik yaitu diantaranya
bentuk bubuk kristal padat berwarna putih. NaCl sangat mudah larut dalam air panas dan dingin,
larut dalam gliserol dan ammonia. Penyimpanannya dengan wadah tertutup baik. Dalam
praktikum NaCl dapat digunakan sebagai sampel dan zat tambahan (Sutresna, 2007).
4. CH3COONa
CH3COONa disebut garam Asetat. Memiliki sifat Fisik yaitu bentuk butiran, mudah
meleleh, basah, sangat alkalif dan korolif. Garam asetat ini sangat mudah larut dalam air dan
etanol. Dalam praktikum digunakan sebagai sampel dan zat tambahan (Raymond, 2005).
5. CH3COOH
CH3COOH dikenal sebagai Asam Asetat. Memiliki sifat fisik antara lain berbentuk
cairan, tidak berwarna, rasa asam tajam. Kelarutannya dapat dicampur dengan air dan etanol
(95%). Dalam praktikum digunakan sebagai sampel dan zat tambahan (Dhaniel, 2009).
6. NH3
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa
gas dengan bau tajam yang khas. Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi
keberadaan nutrisi di bumi, amonia merupakan senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan.
Amonia memilii PH > 7. Sifat Kelarutannya yaitu sangat mudah larut dalam air.Penyimpanan
didalam wadah tertutup rapat atau di tempat sejuk. Dalam praktikum digunakan sebagai sampel
dan zat tambahan (Chang, 2005).

7. NH4Cl
Amonium klorida (NH4Cl) berbentuk kristal padat berwarna putih yang memiliki
berbagai manfaat. Memiliki PH > 7. Garam ini terbentuk dari hasil reaksi netralisasi antara NH 3
dan HCl. Di dalam air terionisasi sempurna menghasilkan ion NH4+ dan Cl- (Komarudin, 2010).

D. DIAGRAM ALIR
1. Kalibrasi PH meter
Disiapkan pH meter dan larutan pH 7,00, pH 4,01 dan pH 9,21
Dihidupkan alat

Dibilas elektroda dengan aquades

Dikeringkan dengan tisu

Dicelupkan dalam larutan pH 7

Dipilih mode kalibrasi

Ditunggu selama 1-2 menit sampai pembacaan pH stabil

Diangkat dan dibilas elektroda dengan aquades

Dikeringkan dengan tisu

Dilakukan hal yang sama untuk larutan pH 4,01 kemudian pH 9,21

Hasil

2. Pembuatan dan Pengujian Larutan Buffer NaCl 0,1 M


Disiapkan 70mL larutan NaCl 0,1M

Diukur pH nya

Diambil @20mL pada 3 gelas beaker

Beker I

Beker II

20mL larutan NaCl 0,1M

20mL larutan NaCl 0,1M

10mL
larutan
HCl
0,01M
Dicampur

Beker III

20mL larutan NaCl 0,1 M

10mL
larutan
NaOH
0,01M
Dicampur

Di ukur pHnya

Hasil

3. Pengujian Larutan Buffer CHCOOH 0,1 M dan CHCOONa 0,1 M

20mL
larutan
aquades
Dicampur

Disiapkan 35mL CHCOOH 0,1 M + 35mL CHCOONa 0,1 M

Dicampur

70 mL larutan campuran

Diukur pHnya

Diambil @20mL pada 3 gelas beaker

Beker I

Beker II

Beker III

20 mL larutan campuran

20 mL larutan campuran

20 mL larutan campuran

10mL
larutan
HCl
0,01M

Dicampur

10mL
larutan
NaOH
0,01M
Dicampur

20mL
larutan
aquades

Dicampur

Diukur pH nya

Hasil
4. Pembuatan dan Pengujian Larutan Buffer NH 0,1 M dan NHCl 0,1 M
Disiapkan 35mL NH 0,1 M + 35mL NHCl 0,1 M

Dicampur

70 mL larutan campuran

Diukur pHnya

Diambil @20mL pada 3 gelas beaker

Beker I

Beker II

Beker III

20 mL larutan campuran

20 mL larutan campuran

20 mL larutan campuran

10mL
larutan
HCl 0,01M

Dicampur

10mL
larutan
NaOH
0,01M

Dicampur

Diukur pH nya

Hasil

DAFTAR PUSTAKA

20mL
larutan
aquades

Dicampur

Cairns, Donald. 2008. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC


Chang, Raymond. 2005. Physical Chemistry for The Biosciences. USA: University Science
Book
E.Klingensmith, Mary. 2008. The Washington Manual of Surgey. USA: Wolters Kluwer Health
Komarudin, Omang. 2010. Ringkasan Lengkap Kimia. Jakarta: Cmedia
Sutresna, Nana. 2007. KIMIA. Bandung: PT. Grafindo Media Pratama
Troy, David B. 2006. Remington. Philadelphia: Wolters Kluwer Health

Tanggal

Nilai

Paraf Asisten