Anda di halaman 1dari 1

Contoh kasus Risiko Audit dan Materialitas

Planning Materiality (PM) ditentukan oleh auditor sebelum proses audit di lapangan berjalan.
PM dapat ditentukan dari Total Revenue ataupun Total Assets. Biasanya suggested range untuk
revenue adalah 0,5% s.d 1%. Sedangkan untuk aset berkisar antara 1% s.d 5%. Antara Revenue
dan Total Assets, cukup digunakan salah satunya saja. Biasanya Revenue lebih sering dipakai
sebagai acuan dalam PM. Dengan syarat bahwa revenue komparatif antara tahun berjalan dengan
tahun sebelumnya tidak mengalami penurunan atau kenaikan yang signifikan. Bila revenue
bersifat fluktuatif, maka biasanya total asset yang digunakan. Selanjutnya, setelah menentukan
PM, ada yang namanya PAJE Scope, yaitu jumlah minimum dari salah saji yang akan di adjust.
Biasanya sebesar 2% dari PM.
Sebuah perusahaan yang akan diaudit memiliki Total Revenue komparatif tahun 2007 sebesar 2,4
M. Maka Planing Materiality untuk tahun 2008 adalah 0,5% X 2,4 M = 12jt Artinya : Jumlah
minimum akun dalam neraca yang harus divouching adalah 12jt keatas. Kalau kurang dari itu
dianggap tidak material. Selanjutnya, bila auditor menemukan salah saji dalam laporan keuangan
dan harus disesuaikan, maka jumlah minimum yang harus diadjust adalah 2% x 12jt = 240 rb.
Artinya, bila salah saji ditemukan dan adjustment yang perlu dilakukan berjumlah kurang dari
240rb, maka tidak usah dilakukan adjustment, tapi kalau jumlahnya diatas 240rb, harus dibuat
adjustment nya.