Anda di halaman 1dari 5

Nama

Kelas/No. Absensi

: Arri Febriana Budiman


: 8F (Khusus) / 03

Jawaban Quiz UAS Audit Sektor Pemerintah


Essay
1. Yang dimaksud dengan:
a. Materialitas
Materialitas adalah jumlah atau besarnya kekeliruan atau salah saji dalam informasi
akuntansi yang dalam kaitannya dengan kondisi yang bersangkutan mungkin membuat
pertimbangan pengambilan keputusan pihak yang berkepentingan berubah atau
terpengaruh oleh salah saji tersebut.
Suatu salah saji dalam laporan keuangan dapat dianggap material jika pengetahuan atas
salah saji tersebut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang
rasional.
b. Perencanaan tingkat materialitas (planning materiality)
Perencanaan tingkat materialitas adalah pertimbangan awal tentang tingkat materialitas
dalam perencanaan audit yang dilakukan oleh auditor.
Perencanaan tingkat materialitas merupakan tingkat materialitas pada keseluruhan laporan
keuangan dan ditentukan oleh auditor sebelum proses audit di lapangan berjalan.
c. Kesalahan tertoleransi (tolerable error)
Kesalahan tertoleransi (TE) adalah materialitas tingkat akun yang merupakan batas
kesalahan yang dapat ditolerir.
Dalam prosedur pengujian substantif, kesalahan yang dapat ditoleransi adalah jumlah
kesalahan moneter dalam saldo akun atau kelas transaksi yang dapat diterima oleh auditor
sehingga setelah mempertimbangkan hasil dari prosedur audit yang lain auditor dapat
menyimpulkan dengan keyakinan yang cukup bahwa dalam laporan keuangan tidak terdapat
salah saji yang material.
Semakin kecil kesalahan yang dapat ditoleransi maka semakin besar sampel yang perlu
dipilih oleh auditor.
2. Opini adalah pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang
disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria:
a) Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan,
b) Kecukupan pengungkapan/adequate disclosure,
c) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,
d) Efektivitas sistem pengendalian intern.
Jenis opini hasil audit atas laporan keuangan dan penjelasan atas masing-masing jenis opini
tersebut antara lain sebagai berikut:
a) Pendapat wajar tanpa pengecualian
Pendapat wajar tanpa pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan auditan,
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan
arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

b) Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan


Keadaan tertentu mungkin mengharuskan auditor menambahkan suatu paragraf penjelasan
dalam Laporan Audit. Keadaan-keadaan tersebut antara lain meliputi pembatasan ruang
lingkup audit atas bagian tertentu dalam laporan keuangan, adanya hal-hal tertentu yang
perlu ditekankan, adanya keadaan dimana suatu bagian dalam laporan keuangan auditan
tidak disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum tetapi penyajian
tersebut adalah lebih memadai dalam menyajikan informasi keuangan auditan.
c) Pendapat wajar dengan pengecualian
Pendapat wajar dengan pengecualian, menyatakan bahwa laporan keuangan auditan
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan
arus kas entitas tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia,
kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan.
d) Pendapat tidak wajar
Pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan auditan tidak menyajikan secara
wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
e) Pernyataan tidak memberikan pendapat
Pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan
pendapat atas laporan keuangan, jika bukti audit tidak cukup untuk membuat kesimpulan.
3. Manfaat bagi auditor dengan melakukan pengujian atas sistem pengendalian intern:
Tujuan pemahaman sistem pengendalian intern:
a) Menilai risiko pengendalian,
b) Menentukan sifat, saat dan ruang lingkup pengujian-pengujian yang dilakukan atas
pengendalian, ketaatan dan substantif,
c) Menyatakan pendapat atau membuat laporan atas pengendalian intern berkenaan dengan
laporan keuangan dan ketaatan.
Manfaat pengujian atas sistem pengendalian intern, untuk mendapatkan keyakinan mengenai:
a) Keandalan laporan keuangan,
b) Ketaatan atas peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
4. Pengertian teknik-teknik audit berikut:
a. Wawancara
Proses untuk mendapatkan informasi baik tertulis maupun lewat kalimat langsung sebagai
tanggapan atas pertanyaan auditor.
b. Kuesioner
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan
atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Suatu kuesioner pengendalian intern berisi seperangkat pertanyaan tentang kebijakankebijakan dan prosedur-prosedur akuntansi dan pengendalian yang menurut pertimbangan
auditor penting dalam mencapai tujuan pengendalian.
c. Observasi fisik
Penggunaan panca indera untuk memperkirakan kegiatan-kegiatan tertentu secara
langsung. Observasi fisik atau pemeriksaan fisik ini merupakan pemeriksaan atau
penghitungan yang dilakukan auditor atas tangible asset.

d. Reviu dokumen
Pemeriksaan yang dilakukan auditor atas catatan dan dokumen auditan untuk membuktikan
informasi dalam laporan keuangan atau yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan.
5. Prosedur pengujian substantif yang pada umumnya dilakukan untuk melakukan audit atas pos
neraca kas:
1) Melakukan perhitungan kas di tangan,
2) Menjumlahkan jurnal kas dan menelusuri ke posting dalam buku besar,
3) Memperoleh konfirmasi bank dan pisah batas laporan bank,
4) Membuat skedul transfer bank,
5) Menyiapkan pembuktian kas.
Kasus
1. Melakukan audit atas pos piutang
Saudara ditugaskan untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan sebuah kementerian. Ketua Tim
Audit, meminta Saudara untuk melakukan audit terhadap pos piutang pada neraca laporan
keuangan kementerian tersebut. Salah satu prosedur audit yang ditetapkan dalam program kerja
audit adalah melakukan konfirmasi piutang yang disajikan dalam neraca. Saudara sudah menguji
neraca dan menetapkan umur saldo piutang, kemudian untuk menguji ada tidaknya salah saji yang
material dalam pos piutang, Saudara memilih debitur yang akan dikonfirmasi. Pemilihan debitur
yang akan dikonfirmasi sudah dilakukan dengan metode sampel yang telah ditetapkan dalam
pedoman audit.
Sebelum permintaan konfirmasi di kirimkan kepada para debitur, salah seorang pejabat yang
menangani laporan keuangan di kementerian tersebut melihat daftar debitur yang akan dikirimi
konfirmasi. Pejabat tersebut melakukan reviu terhadap daftar debitur yang akan dikonfirmasi dan
mengatakan bahwa terhadap yang saldonya relatif kecil dan bersaldo kredit tidak usah dilakukan
konfirmasi. Alasanya adalah karena konfirmasi akan mengganggu debitur yang bersangkutan dan
dikhawatirkan debitur yang bersaldo kredit akan meminta uangnya kembali. Sebagai gantinya Ketua
Tim Audit meminta Saudara untuk menambah 30 debitur untuk dikonfirmasi. Pejabat tersebut
melakukan itu karena menganggap konfirmasi sebagai alat penagihan.
Pertanyaan:
1. Apakah kejadian di atas dimana salah seorang pejabat yang menangani laporan keuangan di
kementerian tersebut meninjau ulang daftar debitur yang akan Saudara konfirmasi bisa
diterima? Jelaskan!
2. Apakah pengaruhnya terhadap opini yang akan diberikan seandainya Saudara memenuhi
permintaan pejabat yang menangani laporan keuangn tersebut?
Jawaban:
1. Tidak perlu, karena dapat mengganggu independensi auditor
2. Dapat menyebabkan opini auditor berupa "tidak memberikan opini" dikarenakan adanya indikasi
bahwa auditor tidak independen dalam melakukan audit

2. Melakukan audit atas Siklus Pengeluaran


Dalam siklus pengeluaran diketahui terdapat prosedur sebagai berikut:
a. Ketika persediaan barang hampir habis, Bagian Penyimpanan Barang mengisi formulir
permintaan pembelian kepada Bagian Pengadaan Barang.
b. Berdasarkan formulir tersebut jika disetujui, Bagian Pengadaan Barang mengarsipkan satu
salinan dan menyiapkan pesanan pembelian serta memilih pemasok dengan syarat yang paling
menguntungkan.
c. Satu salinan dari formulir tersebut dikirim ke Petugas Penerima Barang.
d. Ketika barang diterima, petugas penerimaan membandingkan deskripsi barang tersebut dengan
dokumen pengiriman dan pesanan pembelian kemudian membuat laporan penerimaan yang
berisi nama pemasok, deskripsi barang, kuantitas, tanggal penerimaan dan keterangan kondisi
barang.
e. Laporan penerimaan ini diarsipkan dan salinan lainnya dikirim ke Bagian Keuangan.
f. Bagian Keuangan mencocokkan salinan pembelian dan laporan penerimaan dengan faktur
pemasok dan dijadikan dasar untuk mencatat transaksi pembelian serta pembayaran yang
disetujui.
g. Bendahara pada Bagian Keuangan menelaah seluruh dokumen terkait pengadaan tersebut
kemudian menyiapkan cek dan bukti pembayaran kemudian mengirimkannya ke pemasok. Bukti
pengadaan kemudian di tandai sudah dibayar dan diarsipkan berdasarkan nomor urut.
Berdasarkan uraian di atas Saudara diminta untuk:
1. Menilai apakah terhadap prosedur tersebut sudah cukup memadai dalam rangka pengendalian
intern siklus pengeluaran tersebut. Jelaskan pendapat Saudara!
2. membuat langkah-langkah audit (program kerja audit) untuk melakukan pengujian terinci atas
siklus pengeluaran tersebut
Jawaban:
1. Belum memadai. Alasannya:
Pengendalian intern, kunci yang harus ada:
1) Keberadaan dan keterjadian (pengeluaran kas yang tercatat adalah sesuai dengan SPM yang
diterbitkan)
Ada pemisahan tugas yang memadai, antara penerbit SPM, pemegang cek yang sudah
ditandatangani dan pemegang kas
Ada dokumen pendukung sebelum cek ditandatangani oleh pihak berwenang
Ada persetujuan pada dokumen pendukung pada saat cek ditandatangani
2) Kelengkapan (transaksi pengeluaran kas telah dicatat)
Cek prenumbered dan telah dipertanggungjawabkan dengan semestinya, serta telah
melalui proses rekonsiliasi dan verifikasi intern
3) Penilaian dan alokasi (transaksi pengeluaran kas telah dicatat dengan benar dan sesuai
periode pelaporan)
Rekonsiliasi pengeluaran kas antara catatan dengan rekening Koran telah dijalankan
secara periodic
Verifikasi intern atas pencatatan pengeluaran kas secara memadai
Pencatatan pengeluaran kas dilakukan sesegera mungkin setelah cek ditandatangani dan
telah melalui verifikasi intern
4) Pengungkapan (transaksi pengeluaran telah diklasifikasikan sebagaimana mestinya)
Penggunaan bagan akun yang memadai, serta telah melalui reviu dan verifikasi intern

Hal yang perlu menjadi catatan:


1) Pemilihan pemasok harus dilakukan sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa
2) Permintaan pembelian diajukan ke PPK
3) Penunjukan penyedia, penandatanganan kontrak dilakukan oleh PPK
4) Pembayaran dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran seharusnya atas bukti pengeluaran yang
disahkan PPK
2. Program kerja audit siklus pengeluaran: