Anda di halaman 1dari 3

Tsunami:

Analitik :
-

Morfometri (ketinggian)

Daerah yang dekat pantai cebderubg terkena TSUAMI

-Morfografi (pemerian daerah)


Pantai dekat dengan laut
-morfogenesa ( pembentukan lahan )

Longsor :
-

Kelerengan,
semakin besar suduk kelerengan, maka semakin besar kemungkinan suatu
lahan untuk longsor karena lereng yang terjal memperbesar daya dorong, .
Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut,
dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180
apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.
Litologi,
Berhubungan dengan tingkat kekompakan dan resistensi batuan, semakin
rendah tingkat resistensi dan kekompakannya, maka batuan tersebut akan
lebih cenderung untuk memisahkan diri dari asalnya
Stratigrafi,
berhubungan dengan, pelapisan batuan. Batuan dengan lapisan batuan
resisten dan kompak berada di atas batuan non resisten yang tidak kompak,
karena batuan bawah yang tidak kompak tersebut tertekan oleh batuan
diatasnya yang lebih kompak, maka keseimbangan nya terganggu, terlebih
lagi jika pada musim penghujan, batuan kompak yang berada di atas batuan
tidak kompak akan bertambah kandungan airnya, karena kandungan air
bertambah, berat batuan pun bertambah, dan tekanan yang diberikan pada
batuan di bwahnya juga bertambah. Jika melebihi ambang batas, maka
batuan di bahawnya tidak akan mampu menahan berat batuan di atasnya,
dan kemudian terjadilah longsor..
Struktur Geologi
Longsor terjadi pada daerah dengan ketinggian yang berbeda, ketinggian
yang berbeda ini bisa di akibatkan oleh adanya suatu struktur geologi, antara
lain oleh suatu sesar yang tiba-tiba aktif
Tebal tanah,
Tebal tanah adalah perbedaan ketinggian antara laha n satu dengan lahan
yang berada di sampingnya, semakin besar perbedaan ketinggian ini, akan
memperbesar kterjadinya longsor, contohnya adalah tanah lempung atau
tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220.
Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila
terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan
tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu
panas.
Tata Lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan,
dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan
akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah
menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor.
Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar
pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan
umumnya terjadi di daerah longsoran lama.

EKSPLORASI BATU gamping


Morfologi, bentuk lahan kars
Morfometri, ketinggiannya bebas,
Morfogenesa, berasal dari laut, kemudian pada saat tektonik, mengalami
pengangkatan, sehingga muncul di permukaan.
Morfokronologi, bentukan lahan sebelumnya. Yaitu berasal dari laut,

Kesimpulannya, berarti batu gamping termasuk bentuk lahan karts


Vegetasi batu gamping, betbatuan keras, contoh jati dan tanaman berbatang keras
lainnya.
Mata air di bawah permukaan, atau mata air dalam