Anda di halaman 1dari 18

FISIOLOGI

FISIOLOGI
SISTEM URIN

Disusun Oleh:
1.

Kristina Alfianei D. Naga

2. Nanggun Maharani
3. Rani Puspitasari
4. Setiana Prihadini
5. Suchy Anggrainy

URIN
Urin atau air seni atau air kencing adalah

cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal


yang kemudian akan dikeluarkan dari
dalam tubuh melalui proses urinasi.
Eksreksi urin diperlukan untuk membuang
molekul-molekul sisa dalam darah yang
disaring oleh ginjal dan untuk menjaga
homeostasis cairan tubuh. Namun, ada
juga beberapa spesies yang menggunakan
urin sebagai sarana komunikasi olfaktori.
Urin disaring di dalam ginjal, dibawa
melalui ureter menuju kandung kemih,
akhirnya dibuang keluar tubuh melalui

Organ Sistem urin dan Fungsinya


1. Ginjal
Ginjal adalah organ berbentuk kacang yang terletak di dekat
bagian belakang perut, yang masing-masing terletak di setiap
sisi tulang belakang. Mereka sebagian dilindungi oleh tulang
rusuk yang lebih rendah.
Dalam ginjal unit penyaringan kecil yang disebut nefron.
Setiap ginjal memiliki sekitar satu juta nefron yang membantu
dalam membersihkan darah dari limbah dan kelebihan air dan
bahan kimia. Kadang-kadang, bagaimanapun, bahan kimia
seperti bikarbonat, kalium atau hidrogen mungkin diperlukan
untuk diserap kembali ke dalam darah untuk
mempertahankan komposisi kimia darah normal.
Zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh termasuk kelebihan air
akan mengalir ke bagian bawah dari sistem kemih sebagai
urin.

2. Ureter
Setiap ginjal, setelah reabsorbing atau
mengambil kembali zat yang dibutuhkan,
rilis urin ke dalam tabung yang disebut
ureter. Ureter Setiap langkah sekitar 10
sampai 12 inci panjang memanjang dari
ginjal ke kandung kemih. Ini lorong sempit
bisa menjadi daerah potensial di mana batu
ginjal besar dapat mengajukan dan
menyebabkan sakit sekali.
Urin melewati ureter dan mengalir ke
dalam kandung kemih.

3. Kandung kemih
Kandung kemih, kandung kemih atau hanya, adalah,
elastis balon berbentuk organ dimana urin disimpan
untuk beberapa waktu sampai dilepaskan ketika buang
air kecil. Bentuk perubahan kandung kemih: kosong,
organ tersebut runtuh dan ketika itu diisi dengan air
kencing itu buncit dan menjadi hampir berbentuk
bulat.
Sebagai urin mengisi kandung kemih, dinding kandung
kemih meregang, yang pada gilirannya mengirim
sinyal ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang
belakang) untuk memberitahu Anda bahwa sudah
waktunya untuk mengalirkan urin disimpan.

4. Uretra
Bagian terakhir dari sistem urin adalah
uretra tempat urin untuk keluar melewati
tubuh saat buang air kecil. Uretra pada
wanita jauh lebih pendek daripada pada
laki-laki. Ini mungkin menjadi alasan
mengapa wanita berada pada peningkatan
risiko mengembangkan saluran kemih
infeksi dibandingkan pada laki-laki.
Mikroorganisme yang mungkin
bersembunyi di pembukaan uretra
perempuan memiliki jarak yang lebih
pendek untuk perjalanan sampai kencing di
mana mereka dapat berkembang biak dan

PEMBENTUKAN URIN
PROSES PEMBENTUKAN URINE
Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin
yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu:
penyaringan, penyerapan kembali dan
augmentasi
1. Penyaringan (filtrasi)
Proses pembentukan urin diawali dengan

penyaringan darah yang terjadi di kapiler


glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang
berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas
yang tinggi pada glomerulus mempermudah
proses penyaringan.

Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi

penyerapan kembali sel-sel darah, keping


darah, dan sebagian besar protein plasma.
Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam
plasma darah, seperti glukosa, asam amino,
natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea
dapat melewati saringan dan menjadi bagian
dari endapan.
Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat
glomerolus atau urin primer, mengandung
asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan
garam-garam lainnya

2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)


Bahan-bahan yang masih diperlukan di
dalam urin pimer akan diserap kembali di
tubulus kontortus proksimal, sedangkan di
tubulus kontortus distal terjadi
penambahan zat-zat sisa dan urea.
Meresapnya zat pada tubulus ini melalui
dua cara. Gula dan asam amino meresap
melalui peristiwa difusi, sedangkan air
melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air
terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus
distal.

Substansi yang masih diperlukan seperti

glukosa dan asam amino dikembalikan ke


darah. Zat amonia, obat-obatan seperti
penisilin, kelebihan garam dan bahan lain
pada filtrat dikeluarkan bersama urin.
Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus
akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat
yang masih diperlukan tidak akan
ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi
zat-zat sisa metabolisme yang bersifat
racun bertambah, misalnya urea.

3. Augmentasi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan
urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.
Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju
rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih
melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah
penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan
tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil.
Urin akan keluar melalui uretra.
Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra
adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain,
misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi
warna dan bau pada urin

KOMPOSISI URIN
Urin terdiri dari 95% air dengan bahan

terlarut berupa sisa metabolisme (seperti


urea), garam terlarut, dan materi organik.
Cairan dan materi pembentuk urin berasal
dari darah atau cairan interstisial.
Komposisi urin berubah sepanjang proses
reabsorpsi ketika molekul yang penting
bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali
ke dalam tubuh melalui molekul pembawa.
Cairan yang tersisa mengandung urea
dalam kadar yang tinggi dan berbagai
senyawa yang berlebih atau berpotensi

Materi yang terkandung di dalam urin

dapat diketahui melalui urinalisis. Urea


yang dikandung oleh urin dapat menjadi
sumber nitrogen yang baik untuk
tumbuhan dan dapat digunakan untuk
mempercepat pembentukan kompos.
Diabetes adalah suatu penyakit yang
dapat dideteksi melalui urin. Urin seorang
penderita diabetes akan mengandung
gula yang tidak akan ditemukan dalam
urin orang yang sehat.

FUNGSI URIN
Fungsi utama urin adalah untuk membuang

zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari


dalam tubuh.
Anggapan umum menganggap urin sebagai
zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan
kemungkinan urin tersebut berasal dari
ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi,
sehingga urinnya pun akan mengandung
bakteri. Namun jika urin berasal dari ginjal
dan saluran kencing yang sehat, secara
medis urin sebenarnya cukup steril dan
hampir bau yang dihasilkan berasal dari
urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin

Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi.

Orang yang tidak menderita dehidrasi akan


mengeluarkan urin yang bening seperti air.
Penderita dehidrasi akan mengeluarkan
urin berwarna kuning pekat atau cokelat.

SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH

By:
KELOMPOK 7
REKAM MEDIS DAN INFORMASI
KESEHATAN
SEMESTER 1