Anda di halaman 1dari 17

A.

Rancangan Kegiatan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi ASN


Form 1 : Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan
No
.
1.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Pelaksanaan Kegiatan dan

Analisa Dampak Bila Nilai Dasar


Tidak Diaplikasikan
Jika nilai akuntabilitas tidak diterapkan

Melakukan

Akuntabilitas

Keterkaitannya dengan Nilai Dasar


Melakukan anamnesa dengan seksama, melakukan

pemeriksaan pasien

(Tanggung

pemeriksaan fisik dengan teliti, serta meminta

maka pasien tidak akan mendapatkan

dan menegakkan

Jawab)

pemeriksaan penunjang yang diperlukan sesuai

hak pelayanan kesehatan yang

dengan indikasi.

maksimal oleh dokter di Puskesmas.

Komitmen Mutu

Meminta pemeriksaan penunjang seperlunya yang

Apabila tidak menerapkan nilai

(Efisiensi,

sekiranya mengarah kepada diagnosa banding

komitmen mutu maka kemungkinan

Efektivitas)

supaya diagnosa yang dibuat bisa tepat dan pasien

besar dokter akan mengalami kesalahan

tidak mengeluarkan biaya terlalu besar.

dalam menegakkan diagnosis dan biaya

diagnosis di Poli
Umum

pengobatan yang dikeluarkan pasien


Etika Publik

Menyapa pasien, mempersilahkan pasien untuk

akan membengkak.
Jika tidak menerapkan nilai etika publik

(Menjalankan

duduk, memperkenalkan identitas diri, serta

maka pasien akan merasa tidak nyaman

tugas secara

menggunakan bahasa yang santun dalam

atau bahkan mungkin tersinggung

profesional)

melakukan pemeriksaan.

dengan sikap dokter dalam melakukan

19

2.

Anti Korupsi

Dalam melakukan pemeriksaan di Poli umum,

pemeriksaan.
JIka nilai dasar anti korupsi tidak

(Kejujuran)

dalam menentukan tindakan serta terapi harus

diaplikasikan, maka pasien

sesuai dengan prosedur. Dengan nilai kejujuran,

kemungkinan bisa membayar lebih dari

maka kami bisa menghindari penambahan hal-hal

apa yang seharusnya dan mendapatkan

yang tidak perlu yang berpotensi memberatkan

terapi kurang dari yang seharusnya.


Jika tidak menerapkan dasar nilai
akuntabilitas maka pelaksanaan apel

Melaksanakan apel

Akuntabilitas

pasien.
Datang tepat waktu serta mengikuti pelaksanaan

pagi bersama seluruh

(Tanggung

apel pagi dengan tertib.

karyawan

Jawab)

akan molor dan situasi menjadi tidak


tertib. Selain itu jam pelayanan ke
masyarakat akan menjadi lebih mundur

Nasionalisme

Mengutamakan kebersamaan dengan mengikuti

lagi.
Jika tidak menerapkan nilai

(Sila ke-3

apel sebelum kegiatan hari tersebut dimulai.

nasionalisme maka pelaksanaan apel

Pancasila :

tidak akan diikuti oleh sebagian besar

Persatuan

karyawan.

Indonesia)
Komitmen Mutu

Mendengarkan pengarahan serta laporan kegiatan

Tanpa menerapkan komitmen mutu,

(Efisiensi)

dari Kepala Puskesmas serta Kepala TU selama

maka informasi yang seharusnya bisa

20

3.

mengikuti apel pagi.

tersampaikan pada saat apel tidak akan

Melakukan pengecekan pada buku ijin keluar

tepat sampai ke sasaran.


Jika nilai akuntabilitas tidak diterapkan

Melakukan

Akuntabilitas

penyesuaian absensi

(Tanggung Jawab, karyawan untuk tiap adanya kekosongan absensi

maka akan terjadi ketidak adilan bagi

fingerprint dengan

Integritas,

fingerprint karyawan Puskesmas sehingga

para karyawan yang sedang

buku ijin keluar

Transparansi)

karyawan yang sedang dalam penugasan di luar

mendapatkan penugasan di luar kantor.

kantor tidak mendapatkan pemotongan poin

Hal ini kadang berujung kepada situasi

Etika Publik

kehadiran.
Memberikan hak poin kehadiran yang sama bagi

kantor yang kurang kondusif.


Jika nilai etika publik tidak

(Menciptakan

karyawan yang tidak memungkinkan untuk absen

diaplikasikan dalam kegiatan ini, maka

lingkungan kerja

fingerprint dikarenakan sedang penugasan di luar

bisa muncul kemungkinan banyak

non diskriminatif)

kantor.

karyawan yang menolak untuk


diberikan penugasan di luar kantor
karena berpotensi akan kehilangan hak

Anti Korupsi

Tidak memberikan toleransi pengembalian poin

poin kehadiran mereka.


Jika nilai anti korupsi tidak dipakai

(Disiplin)

bagi karyawan yang memiliki kekosongan absensi

maka tingkat kedisiplinan akan turun

dan tidak ada keterangan penugasan di luar kantor.

karena karyawan akan menganggap


baik yang berada di luar kantor dengan
penugasan atau tanpa keterangan akan

21

mendapatkan perlakuan yang sama,


dimana imbasnya akan banyak
karyawan yang melakukan korupsi
waktu dengan berkeliaran di luar kantor
4.

Melakukan kunjungan

Nasionalisme

Melakukan kunjungan ke rumah pasien miskin

pada saat jam kerja.


Jika nilai nasionalisme tidak diterapkan

rumah pasien miskin

(Sila Ke-2 :

dengan gangguan jiwa supaya pasien tersebut juga

maka pasien tersebut tidak akan bisa

dengan gangguan jiwa

Kemanusiaan

mendapatkan salah satu hak-nya sebagai warga

mendapatkan pelayanan kesehatan yang

Yang Adil dan

negara yaitu mendapatkan jaminan kesehatan

telah menjadi hak-nya.

Beradab)

karena pasien tersebut tidak mampu untuk

Etika Publik

melakukan kunjungan ke Puskesmas.


Melakukan anamnesa kepada keluarga pasien

Apabila nilai etika publik tidak

(Tanggap, cepat,

dengan ramah dan tidak menyinggung perasaan,

diaplikasikan maka pasien beserta

santun dalam

serta melakukan pemeriksaan fisik lengkap

keluarganya akan merasa mendapatkan

melayani publik)

walaupun pasien tersebut adalah pasien dengan

perlakuan yang diskriminatif, merasa

gangguan jiwa supaya kami mengetahui apakah ada

disepelekan karena statusnya sebagai

Komitmen Mutu

penyakit lain yang menyertai atau tidak.


Kunjungan rumah tersebut sebenarnya adalah

orang miskin.
Jika nilai kemitmen mutu tidak

(Inovasi,

program untuk paramedis dalam kegiatan

digunakan maka pasien tersebut hanya

Efektivitas)

Perkesmas. Namun supaya pemeriksaan dapat

akan mendapatkan perawatan yang

22

dilakukan menyeluruh, diagnosa dapat ditegakkan,

tidak sempurna karena hanya perawat

dan pengobatan tepat sasaran, maka dokter turut

yang melakukan kunjungan rumah.

serta datang ke rumah pasien untuk melakukan

Sedangkan menegakkan diagnosis serta

anamnesa, pemeriksaan fisik, serta mengusulkan

memberikan terapi adalah kompetensi

pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan. Dan jika

seorang dokter.

diperlukan dokter akan memberikan rujukan


kepada dokter spesialis terkait di fasilitas kesehatan

5.

Akuntabilitas

tingkat lanjutan.
Pelaksanaan kunjungan ke rumah pasien adalah

Jika nilai akuntabilitas tidak diterapkan

(Tanggung

merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kami

pada kegiatan ini, maka pasien tidak

Jawab)

sebagai dokter karena pemeriksaan yang setengah-

akan mendapatkan pelayanan paripurna

setengah tidak akan membawa kesembuhan bagi

sehingga diagnose tidak dapat

pasien.

ditegakkan dan terapi tidak dapat

Mendampingi pasien dengan TB-MDR saat

diberikan dengan benar.


Jika nilai akuntabilitas tidak dipakai,

Konseling pasien TB-

Akuntabilitas

MDR (TB Paru

(Tanggung Jawab, meminum obat, mencatat segala keluhan serta efek

pasien kemungkinan tidak akan tahu

dengan resistensi obat

Transparansi,

samping obat yang terjadi, kemudian menjelaskan

tentang perkembangan kondisinya serta

multipel) yang

Keadilan)

hasil pemeriksaan yang didapat dari RS

status pengobatannya. Selain itu segala

menjalani pengobatan

Dr.Moewardi Surakarta saat sarasehan rutin pasien

keluhan efek samping tidak akan bisa

di Puskesmas

di Poli PMDT RSDM.

dimonitor dengan baik.


23

Etika Publik

Walaupun kami melayani pasien dengan

Pelayanan pasien TB-MDR adalah

(Profesional, non

menggunakan masker N-95 yang tertutup dan

salah satu pelayanan yang harus

diskriminatif,

pasien diberikan ruangan sendiri yang terbuka serta

menggunakan alat pelindung diri yaitu

menjunjung

jauh dari aktivitas masyarakat, tapi dokter tetap

masker khusus seri N-95. Jika nilai

tinggi standar

tidak menjaga jarak dengan pasien. Pasien disapa,

etika publik tidak diterapkan maka

etika)

dipersilahkan duduk, serta dilayani seperti pasien

pasien akan merasa tersinggung dengan

lain pada umumnya di tempat yang sudah

sikap petugas kesehatan yang seolah-

disediakan.

oleh memperlakukannya sebagai


manusia aneh yang menularkan

Komitmen Mutu

Mencatat setiap keluhan serta efek samping obat

penyakit.
Pengobatan pasien TB-MDR adalah

(Inovasi,

yang ditemukan pada pasien dan memberikan obat

pengobatan rutin selama 24 bulan

Efektivitas)

sesuai dengan indikasi dari keluhan yang

dengan jumlah obat yang diminum

ditemukan supaya apabila ada perburukan pada

berkisar antara 14-24 jenis sekali

kondisi pasien bisa segera diatasi dan tidak

minum setiap hari. Sudah barang tentu

dibiarkan tanpa tindakan.

akan ada banyak efek samping yang


ditemukan.
Jika nilai komitmen mutu tidak
diaplikasikan, maka keluhan akan efek

24

samping obat tidak akan bisa dimonitor


dengan baik yang dapat berakibat pada
menurunnya kondisi fisik pasien serta

6.

Nasionalisme

Tidak memakai alat perlindungan diri yang terlalu

berkurangnya efektivitas pengobatan.


Jika nilai dasar nasionalisme tidak kami

(Sila ke-2

berlebihan (misal menggunakan masker 3 lapis)

aplikasikan, maka pasien akan

Pancasila :

serta menjaga jarak dengan pasien. Tetap

merasakan adanya perlakuan

Kemanusiaan

berkomunikasi sebagaimana dokter berkomunikasi

diskriminatif dan tidak sesuai dengan

Yang Adil dan

sewajarnya dengan pasien.

primsip kemanusiaan yang adil dan

Family Gathering

Beradab)
Akuntabilitas

PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit

beradab.
Pasien peserta PROLANIS sebagian

peserta Program

(Kejelasan)

Kronis) adalah salah satu kegiatan yang wajib

besar adalah pasien dengan penyakit

Pengelolaan Penyakit

dilakukan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama

DM dan Hipertensi yang memerlukan

Kronis (PROLANIS)

di era JKN ini.

pengobatan yang kontinyu.

Mengadakan pertemuan yang diikuti seluruh

Jika nilai akuntabilitas tidak dipakai,

peserta PROLANIS adalah salah satu cara untuk

maka pasien tidak akan pernah tahu

mewujudkan kedekatan antar peserta yang

bahwa pengobatan yang mereka jalani

harapannya antara para peserta akan saling

ini haruslah berkesinambungan dan

memberi dukungan dan memberikan semangat.

tidak berdiri sendiri. Akibatnya banyak

Dalam kegiatan ini antar peserta akan saling

pasien yang gula darah maupun tekanan

25

menjelaskan keadaan penyakit masing-masing

darahnya tidak terkontrol dan

beserta kendala dan tantangannya dalam menjalani

cenderung naik turun.

Nasionalisme

pengobatan.
Memberikan pemahaman kepada pasien dalam

Jika nilai nasionalisme ini tidak

(Sila 2 Pancasila :

forum PROLANIS bahwa hakikatnya mereka tidak

diaplikasikan, maka pasien tidak akan

Kemanusiaan

seorang diri dalam menjalani pengobatan penyakit

bisa mendapatkan dukungan dari

yang Adil dan

kronis tersebut. Dengan diterapkannya nilai dasar

teman-teman yang memiliki

Beradab)

nasionalisme maka para peserta akan merasa berada pengalaman sama. Hal ini membuat
dalam satu tempat dimana kedudukan semua orang

beresiko patah semangat dan terputus

adalah setara dan memiliki pengalaman yang

pengobatannya. Akibatnya sasaran

kurang lebih sama dalam menjalani pengobatan.

terapi menjadi meleset dan tidak


adekuat, kesembuhan pasien tidak akan

7.

Membuat banner

Akuntabilitas

Membuat sebuah banner berisi himbauan bagi

pernah tercapai.
Pada pasien dengan penyakit infeksi

pengingat

(Tanggung

pasien yang datang ke Puskesmas dengan memiliki

saluran pernapasan, jalur penularan

pemakaian masker

Jawab)

keluhan batuk agar supaya menggunakan masker

utama adalah dari droplet atau cairan

wajah bagi pasien

supaya meminimalisir penularan penyakit di

tubuh yang dibatukkan.

dengan batuk

lingkungan Puskesmas.

Jika nilai akuntabilitas tidak dijalankan


maka penularan penyakit infeksi saluran
pernapasan akan tinggi utamanya di
26

lingkungan Puskesmas dimana di ruang


tunggu pasien terdapat banyak orang
dengan berbagai macam latar belakang
Etika Publik

Dalam pembuatan banner tersebut, penulis

keluhan.
Jika nilai etika publik tidak dipakai

(Tanggap dan

memperhatikan konten informasi yang disampaikan

pada kegiatan ini maka para pasien bisa

santun dalam

mengenai resiko penularan penyakit infeksi saluran

merasa tersinggung dengan isi

melayani publik)

napas jika pasien tidak menggunakan masker

himbauan di dalam banner yang

dengan menggunakan bahasa yang santun.

akibatnya mereka justru tidak akan


mengindahkan informasi yang

Komitmen Mutu

Memberikan informasi mengenai bahaya resiko

disampaikan.
Jika nilai komitmen mutu tidak

(Efektivitas)

penularan penyakit infeksi saluran pernapasan

dilaksanakan, maka pasien tidak tahu

dengan menggunakan media banner yang ditempel

akan adanya banner berisi himbauan

di ruang tunggu pasien.

pemakaian masker sehingga pembuatan


banner tidak akan memberikan manfaat

8.

Melaksanakan visite pasien rawat inap di bangsal

seperti yang diharapkan.


Nilai akuntabilitas dalam kegiatan ini

Melakukan visite

Akuntabilitas

pasien rawat inap

(Tanggung Jawab, secara tepat waktu, memeriksa pasien sesuai

memegang peranan penting. Jika tidak

Integritas,

dilaksanakan maka pasien akan risau

prosedur dengan ramah, serta memberikan

27

Kejelasan)

keterangan yang jelas kepada pasien tentang

menunggu dokter yang tidak jelas

penyakitnya.

kapan datangnya, serta tidak


mendapatkan informasi yang jelas
tentang kondisi kesehatan yang
sebenarnya.
Jika nilai nasionalisme tidak

Nasionalisme

Memberikan pelayanan visite yang sama baik pada

(Sila ke-5

pasien Umum, Askes, BPJS, Jamkesmas, Jamkesda, diaplikasikan pada kegiatan ini, maka

Pancasila :

maupun pemegang Kartu Indonesia Sehat.

akan terjadi kesenjangan antara pasien

Keadilan Sosial

umum dengan para pasien peserta JKN.

Bagi Seluruh

Akan ada banyak teguran, keluhan,

Rakyat Indonesia)

serta komplain dari pasien yang


ditujukan kepada dokter karena

Etika Publik

Memperkenalkan diri sebelum mulai memeriksa

membeda-bedakan status pasien.


Etika publik jika tidak dipakai dalam

(Profesional, non

pasien, menyapa pasien serta keluarganya dengan

kegiatan ini maka pasien akan bingung

diskriminatif)

ramah, melakukan pemeriksaan fisik dengan sopan

dengan identitas petugas yang masuk ke

dengan tidak melanggar area privasi pasien.

kamar, mana yang dokter mana yang


paramedis. Bisa juga pasien merasa
risih dan tidak nyaman apabila kita
melakukan pemeriksaan dengan tidak

28

Anti Korupsi

Dalam melakukan visite pasien rawat inap

mepertimbangkan nilai-nilai etika.


Jika nilai dasar anti korupsi tidak

(Kedisiplinan)

selayaknya dilaksanakan tepat waktu pada pagi hari

diterapkan maka pasien bisa mengalami

supaya tindak lanjut pengobatan bisa dapat

keterlambatan dalam penanganan dan

langsung dilakukan.

pemberian tindakan. Hal ini


mengakibatkan tidak maksimalnya

9.

Melakukan

Akuntabilitas

Melakukan anamnesa dengan seksama, melakukan

pelayanan yang diberikan.


Jika nilai akuntabilitas tidak diterapkan

pemeriksaan pasien

(Tanggung

pemeriksaan fisik dengan teliti, serta meminta

maka pasien tidak akan mendapatkan

anak dan penegakan

Jawab)

pemeriksaan penunjang yang diperlukan sesuai

hak pelayanan kesehatan yang

Etika Publik

dengan indikasi.
Menyapa pasien beserta orang tua/wali-nya,

maksimal oleh dokter di Puskesmas.


Jika tidak menerapkan nilai etika publik

(Menjalankan

memperkenalkan identitas diri, menggunakan

maka pasien akan merasa tidak nyaman

tugas secara

bahasa yang santun dan mudah diterima anak-anak,

atau bahkan mungkin tersinggung

profesional)

serta tidak menakuti anak dalam melakukan

dengan sikap dokter dalam melakukan

pemeriksaan.

pemeriksaan. Selain itu anak-anak akan

diagnosis di Poli KIA

mengalami trauma ketika diperiksa oleh


dokter dan kemungkinan besar aan
berontak pada saat kunjungan
berikutnya untuk kontrol.

29

Komitmen Mutu

Meminta pemeriksaan penunjang seperlunya yang

Apabila tidak menerapkan nilai

(Efektivitas,

sekiranya mengarah kepada diagnosa banding

komitmen mutu maka kemungkinan

Efisiensi)

supaya diagnosa yang dibuat bisa tepat dan pasien

besar dokter akan mengalami kesalahan

tidak mengeluarkan biaya terlalu besar.

dalam menegakkan diagnosis dan biaya


pengobatan yang dikeluarkan pasien

10.

Mengisi berkas rekam medik pasien yang datang di

akan membengkak.
Mengisi berkas rekam medik adalah

Mengisi rekam medik

Akuntabilitas

pasien baru dari IGD

(Tanggung Jawab, IGD dengan sebenar-benarnya, menerangkan

salah satu kewajiban dokter yang diatur

Integritas,

kondisi pasien yang sesungguhnya, serta

dalam peraturan perundangan. Jika nilai

Kejelasan)

menuliskan terapi sejelas-jelasnya dalam kolom

akuntabilitas tidak diterapkan maka

pemberian terapi dan tindakan. Semua yang

akan berpotensi terjadinya

dituliskan di rekam medik adalah yang benar-benar

ketidaksesuain antara perintah dokter

kita lakukan.

dengan yang dilakukan di lapangan.


Efeknya adalah pasien akan menjadi
korban akan sikap tersebut, dan proses
pengobatannya akan mengalami

Komitmen Mutu

Menuliskan data rahasia pasien mulai dari identitas,

hambatan.
Jika tidak menggunakan nilai komitmen

(Efektivitas)

anamnesa, pemeriksaan fisik, tindakan kegawatan

mutu, maka dokter hanya akan

yang telah dilakukan, serta rencana terapi

menuliskan data seadanya saja.

30

selanjutnya setelah pasien masuk ke ruang rawat

Akibatnya apabila suatu saat dalam

inap.

keadaan kegawatan diperlukan datadata rekam medis pasien yang lengkap,


pasien tidak bisa mendapatkannya dan
dokter yang bersangkutan bisa

11.

Anti Korupsi

Dalam pengisian data rekam medik, diperlukan

dikenakan sanksi pidana.


Jika nilai anti korupsi tidak

(Kejujuran)

nilai kejujuran, karena data yang kita isikan sangat

diaplikasikan maka data pasien tidak

berpengaruh pada keadaan pasien yang kami

akan lengkap dan memungkinkan

tangani. Utamanya pada bagian tindakan dan terapi

terjadinya kesalahan tindakan yang

harus diisi dengan jujur karena pasien telah

dapat merugikan bahkan membahaykan

mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk biaya

nyawa pasien.
Jika nilai akuntabilitas tidak kita

Melakukan rujukan

Akuntabilitas

pengobatan.
Melakukan prosedur rujukan pasien di IGD / rawat

pasien ke fasilitas

(Tanggung

inap ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila

aplikasikan maka pasien akan terlantar

kesehatan tingkat

Jawab)

ranah kasus yang dihadapi bukan ranah kompetensi

di IGD dan tidak segera mendapatkan

fasilitas kesehatan tingkat pertama.

perawatan lebih lanjut di tempat dengan

Etika Publik

Memberitahukan kepada RS tujuan bahwa akan ada

peralatan yang lebih lengkap.


Salah satu etika dalam prosedur

(Cepat, tanggap,

kiriman pasien serta mencarikan kamar dan fasilitas

merujuk pasien adalah dengan

lanjut

31

dan akurat dalam

yang dibutuhkan pasien di fasilitas kesehatan

menelepon RS tujuan terlebih dahulu

memberikan

tempat kita akan merujuk sebelum pasien

supaya RS tujuan bisa mempersiapkan

layanan ke

diberangkatkan dengan ambulans.

diri dalam menerima pasien.

publik)

Jika nilai etika publik ini tidak


diaplikasikan maka penanganan pasien
di tempat rujukan akan lambat dan

Komitmen Mutu

Memberikan pertolongan pertama dan pertolongan

prosedur rujukan tidak akan optimal.


Jika kita tidak berkomitmen dalam

(Efektivitas,

kegawatan, melakukan resusitasi dan stabilisasi

menjaga kualitas mutu, maka pasien

Efisiensi)

pasien sebelum dirujuk sesuai dengan kompetensi

akan terlantar di IGD Puskesmas tanpa

dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

penanganan awal terlebih dahulu.


Akibatnya tingkat mortalitas dan
morbiditas secara otomatis akan
semakin tinggi dan proses rujukan yang

12.

Meminta pemeriksaan

Komitmen Mutu

Memberikan surat pengantar pemeriksaan

telah dibangun akan menjadi sia-sia.


Jika komitmen mutu tidak diaplikasikan

penunjang sesuai

(Efisiensi,

laboratorium yang sudah diisi dengan daftar

pada kegiatan ini maka bisa terjadi

indikasi

Efektivitas)

pemeriksaan penunjang yang diperlukan yang

pemeriksaan laboratorium akan

mengarah kepada diagnosis banding pasien

mengikutkan hal-hal yang tidak

tersebut.

berhubungan dengan diagnosa banding.


32

Akibatnya biaya yang dikeluarkan


pasien akan semakin banyak dan terjadi

13.

Anti Korupsi

Menyampaikan informasi tentang biaya

pemborosan.
Jika nilai anti korupsi tidak kita

(Jujur)

pemeriksaan penunjang yang diperlukan sesuai

terapkan, maka bisa terjadi celah untuk

dengan ketentuan dan peraturan yang ada apabila

melakukan pungutan liar kepada pasien

pasien menanyakan.

yang jelas-jelas melanggar peraturan

Menuliskan setiap obat yang diberikan kepada

yang berlaku.
Menuliskan resep merupakan salah satu

Menuliskan terapi di

Akuntabilitas

kertas resep

(Tanggung Jawab, pasien, dosis dan jumlah yang sesuai, serta sesuai

kewajiban dokter dalam proses

Integritas)

melayani pasien. Jika nilai akuntabilitas

dengan identitas pasien.

tidak diterapkan maka semua terapi


berikut jumlah dan dosisnya tidak akan
tercatat dan dokter akan kehilangan
informasi yang vital tentang terapi
Komitmen Mutu

Menuliskan setiap obat yang diberikan kepada

pasien yang ditanganinya.


Jika komitmen mutu tidak ada dalam

(Efisiensi,

pasien sesuai dengan indikasinya, dengan dosis dan

kegiatan ini, maka pasien bisa

Efektivitas)

jumlah yang sesuai, serta mempertimbangkan efek

mendapatkan obat-obatan yang

samping dan riwayat alergi pasien.

seharusnya tidak diperlukan. Dosis obat

33

serta jumlah yang diberikan juga


kemungkinan bisa tidak sesuai dengan

14.

Anti Korupsi

Menuliskan hanya obat-obatan yang diperlukan

indikasi penyakitnya.
Apabila nilai anti korupsi dilanggar,

(Jujur)

oleh pasien sesuai dengan indikasi berdasarkan

maka akan timbul celah untuk

Membuat Standard

Komitmen Mutu

hasil diagnosa pada pemeriksaan.


Mengusulkan pembuatan prosedur standar bagi

manipulasi data pengeluaran obat.


Pasien TB-MDR adalah pasien yang

Operational Procedure

(Inovasi,

para petugas kesehatan Puskesmas yang menjadi

memiliki karakteristik kuman TB yang

(SOP) petugas minum

Efektivitas)

petugas minum obat bagi pasien dengan TB-MDR

cenderung lebih ganas penularannya

supaya kegiatan dapat berjalan dengan lancar,

sehingga memerlukan alat perlindungan

petugas kesehatan mendapatkan proteksi maksimal,

diri khusus. Selain itu jumlah obat yang

dan pasien bisa mendapatkan layanan yang baik.

diminum sekali waktu juga diatas 10

obat pasien TB-MDR

butir.
Jika komitmen mutu tidak diaplikasikan
dalam bentuk SOP, maka akan terjadi
peningkatan resiko penularan penyakut
dari pasien ke petugas minum obat.
Selain itu efektivitas pengobatan juga
akan menurun jika proses minum obat
tidak berjalan dengan baik.
34

Akuntabilitas

Dokter penanggung jawab pasien TB-MDR wajib

Jika dokter tidak menerapkan nilai

(Tanggung

memberikan keterangan yang sebaik-baiknya

akuntabilitas, maka para petugas minum

Jawab)

tentang penanganan pasien TB-MDR di Puskesmas

obat yang terjadwal tidak tahu apa saja

supaya para petugas yang mendapat tugas

yang harus dia lakukan dan

menemani minum obat dapat menjalankan tugasnya memperbesar resiko terjadinya


dengan baik.

kesalahan dalam proses pemantauan

Etika Publik

Dalam usulan prosedur standar harus

minum obat.
Nilai etika publik jika tidak diterapkan

(Non

mempertimbangkan aspek-aspek kode etik

maka pasien akan merasa mendapatkan

diskriminatif,

kedokteran yang berlaku sehingga pasien tidak

perlakuan berbeda dibanding dengan

profesional dalam

merasa didiskriminasikan.

pasien umum lain yang berobat di

menjalankan

Puskesmas.

tugas)

35