Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

JATI DIRI UNSOED


WAWASAN KEBANGSAAN
SUMBER DAYA ALAM BATUBARA

Oleh :
FAISHAL MAHDY
H1F014031

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
PURBALINGGA
2015

Kata Pengantar
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan hidayah-Nya
sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah Wawasan Kebangsaan dengan tema
Sumber Daya Alam Batubara ini sesuai dengan apa yang diinginkan.

Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas semester 3, sesuai dengan ketentuan
yang telah diberikan oleh Rachmad Setijadi SSi.,MSi. sebagai dosen pengampu mata kuliah
pendidikan jati diri UNSOED. Dengan adanya makalah ini diharapkan mahasiswa dapat
mengetahui dan mengerti tentang arti penting kesadaran berbangsa dan bernegara dalam
penerapan wawasan kebangsaan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran dari berbagai pihak sangat di perlukan untuk perbaikan isi makalah ini agar bisa
terwujud dengan baik. Semoga makalah ini bermanfaat bagi Penulis dan para pembaca pada
umumnya, mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah ini.
Wassalamualaikum wr.wb
Purbalingga, 29 Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... 2


DAFTAR ISI...................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................

A Latar Belakang Masalah......................................................................

B Rumusan Masalah................................................................................

C Manfaat Penulisan................................................................................

D Metode Penelitian.................................................................................

BAB II PEMBAHASAN................................................................................

A Analisis Masalah..................................................................................

B Pemecahan Masalah............................................

BAB III PENUTUP.........................................................................................

A Kesimpulan.........................................................................................

B Saran....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

10

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pada alam ini terdapat sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, salah satunya adalah
batu bara yang semakin lama persediaannya semakin menipis di tambah lagi dengan adanya
para penambang liar mulai marak di daerah-daerah yang mempunyai potensi untuk dijadikan

lahan penambangan secara berlebihan tanpa disadari dapat merusak lingkungan guna
memenuhi kebutuhan manusia dalam segala bidang.
Dalam dunia pertambangan, penambangan batu bara yang berlebihan tanpa izin atau illegal
akan berdampak buruk bagi wilayah di sekitar tempat penambangan tersebut serta dapat
membahayakan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

B.Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini Sumber Daya Alam Batubara, yang terkait dengan
penambangan batubara secara liar, penyusun bermaksud untuk mengetahui permasalahan
yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apa yang terjadi apabila pemerintah tidak ikut berpartisipasi dalam usaha moratorium
tambang batubara ?
2.Bagaimana cara menekan perkembangan penambangan batubara secara illegal ?

C.Manfaat Penulisan
Manfaat dari penyusunan laporan dari tugas ini diantaranya dapat mengetahui banyak tentang
Sumber Daya Alam Batubara. Dengan adanya makalah yang saya susun ini, para pembaca
diharapkan dapat mengetahui akan petambangan batubara serta dampak yang ditimbulkan
dari pertambangan tersebut baik dari segi positif maupun negative.

D.Metode Penelitian
Metode yang dilakukan penyusun dalam menyusun tugas ini adalah metode Literatur yaitu
pengumpulan data yang digunakan penyusun dengan mengadakan kunjungan perpustakaan
online untuk membaca sebuah artikel maupun wacana yang berkaitan dengan tema laporan
yang ditentukan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Analisis Masalah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa
Indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa
5

serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada alam ini terdapat sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, salah satunya adalah
batu bara yang semakin lama persediaannya semakin menipis di tambah lagi dengan adanya
para penambang liar mulai marak di daerah-daerah yang mempunyai potensi untuk dijadikan
lahan penambangan secara berlebihan tanpa disadari dapat merusak lingkungan guna
memenuhi kebutuhan manusia dalam segala bidang.
Dalam dunia pertambangan, penambangan batu bara yang berlebihan tanpa izin atau illegal
akan berdampak buruk bagi wilayah di sekitar tempat penambangan tersebut serta dapat
membahayakan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

B.Pemecahan Masalah
Banyak wilayah maupun daerah penghasil batubara di Negeri ini, namun tak sedikit pula
tempat penambangan batubara yang tidak mengantongi surat izin dari pemerintah sekitar dan
tidak memikirkan keadaan akhir wilayah yang dijadikan tempat penambangan.
Dengan melakukan moratorium atau penghentian sementara (penertiban dan tata ulang)
yang disesuaikan bagi seluruh aktivitas pertambangan batubara, pemerintah daerah dapat
menata kembali pijakan dasar kebijakan dan orientasi pertambangan batubara ke depan yang
berpihak pada kepentingan lingkungan hidup, penduduk lokal, bangsa dan kepentingan
generasi yang akan datang.

Tentunya untuk mempercepat terjadinya proses ini perlu

didukung oleh kekuatan rakyat untuk mendesak pemerintah daerah dan pusat serta para
wakilnya yang ada di parlemen (DPR-RI dan DPRD).
Adapun langkah-langkah untuk mensukseskan moratorium dalam pertambangan batubara
adalah sebagai berikut :
1.Penghentian penggunaaan jalan umum untuk aktivitas angkutan batubara
Mesti ada ketegasan pemerintah daerah untuk menyetop dan menindak tegas setiap
pengusaha batubara yang mengunakan jalan umum untuk angkutannya. Jika ini dilakukan
jelas akan berdampak pada pengurangan aktivitas pertambangan illegal yang selama ini
semakin menjamur dan penurunan terhadap dampak kerusakan lingkungan dan sosial yang
ditimbulkannya.
6

2. Tidak mengeluarkan perizinan baru


Agar tidak menambah semrawutnya pengelolaan sumber daya alam tambang batubara, saat
ini hal yang paling mudah dan sangat mungkin untuk dilakukan adalah dengan tidak
mengeluarkan izin baru lagi. Sehingga memudahkan untuk melakukan monitoring terhadap
pertambangan batubara yang ada.
3.Penghentian pertambangan batubara illegal secara total
Pemerintah harus melakukan penghentian pertambangan batubara illegal secara tegas tanpa
pandang bulu dan transparan. Kalau perlu melibatkan tim independen yang terdiri dari unsur
diluar pemerintah.
4.Evaluasi perizinan yang telah diberikan dan lakukan audit lingkungan semua usaha
pertambangan batubara
Hal ini harus dilakukan secara sistematis dan menyeluruh terhadap semua jenis perizinan
yang ada. Audit lingkungan dilakukan dengan melihat sejauh mana pelaksanaan tambang
memenuhi kaidah-kaidah lingkungan dan memperhatikan masyarakat disekitarnya.

Jika

ditemukan pelanggaran harus diproses dan ditindak secara tegas dan kalau perlu izinnya
dicabut. Bagi pertambangan yang ditemukan melakukan eksploitasi secara destruktif dan
melanggar hak-hak masyarakat maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak
melakukan pembekuan atau pencabutan izin pertambangan tersebut.

5.Meninggikan standar kualitas pengelolaan lingkungan hidup


Rendahnya komitmen untuk pelestarian lingkungan hidup terlihat dari berbagai peraturan
perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah, lemahnya pengawasan dan penegakan
hukum. Tumpang tindih peraturan dan kecilnya kewajiban pengelolaan lingkungan hidup
yang baik mengakibatkan kondisi lingkungan di kawasan pertambangan menjadi buruk.
6.Pelembagaan konflik
Hal ini diperlukan untuk menyelesaikan persengketaan rakyat dengan perusahaan
pertambangan agar tercapai solusi yang memuaskan berbagai pihak. Pelembagaan konflik
7

diprakarsai negara dan perusahaan tambang melalui mekanisme resolusi konflik. Resolusi
konflik hanya bisa tercapai jika melibatkan semua stake holder yang berada pada posisi yang
sederajat. Sebaiknya hal ini dijadikan kebijakan pemerintah, dengan melibatkan fasilitator
profesional agar terhindar dari dominasi pihak-pihak yang bersengketa.

Kesepakatan-

kesepakatan yang dibangun sebaiknya dijadikan bagian dari re-negosiasi kontrak, sehingga
secara hukum mengikat pihak perusahaan.
7.Penyusunan kebijakan strategi pengelolaan sumber daya alam tambang dengan segala
perangkat peraturannya yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan lingkungan.
Pengelolaan sumber daya alam tambang batubara dengan menggunakan strategi baru yang
bijak berdasarkan pertimbangan yang rasional termasuk kepentingan penduduk lokal, kualitas
lingkungan hidup, penghitungan tingkat keterancaman ekologi, jenis dan jumlah kebutuhan
riil bahan tambang oleh masyarakat Kalsel dan bangsa Indonesia umumnya dan pembiaran
atau pencadangan sumber daya tambang untuk kepentingan generasi mendatang.

BAB IIII
PENUTUP

A.Kesimpulan
Sumber daya batubara tidak hanya satu jenis melainkan di bagi menjadi beberapa bentuk dan
jenis, yaitu Antrasit, Bituminus, Sub-bituminus, Lignit atau batu bara coklat dan Gambut.

Pertambangan secara liar atau ilegal dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan bahkan bisa
sampai mengakibatkan bencana alam pada kawasan yang didirikan pertambangan tersebut.
B.

Saran

Sebelum mendirikan proyek pertambangan sebaiknya perusahaan yang akan dibangun


terlebih dahulu meminta izin kepada pemerintah dan harus bermusyawarah dengan warga
disekitarnya agar dikemudian hari tidak ada perselisihan dan perdebatan yang dapat
merugikan salah satu pihak yang terkait.

DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Lingkungan Hidup RI.2002.Himpunan Peraturan Perundang-Undangan
Lingkungan Hidup. Jakarta
Riyanto,Eggi Sudjana.1999. Penegakan Hukum Lingkungan dan Perspektif Etika Bisnis di
Indonesia.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Referensi Lain :
http://tugino230171.wordpress.com/2011/10/29/sumber-daya-alam-dan-pemanfaatannya/
http://www.imammurtaqi.com/2012/04/pemanfaatan-sumber-dayaalam.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam 18

10