Anda di halaman 1dari 5

Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai harganya.

Ketika nikmat
kesehatan dicabut oleh Allah subhaanahu wa taala, maka manusia rela
mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang jauh
sekalipun. Sayangnya, hanya sedikit orang yang penduli dan memelihara
nikmat kesehatan yang Allah subhaanahu wa taala telah anugerahkan
sebelum dicabut kembali oleh-Nya.
Karena Allah telah menegaskan kepada kita bahwa Beliau (Rasulullah) adalah
teladan, inilah teladan yg bisa kita ikut bagaimana pola makan Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam agar Sehat dan berberkah dan mendapatkan amal.
Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh.
Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar
kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan
oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat
untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya
terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.
Rasulullah shallallahualaihi wa sallam pernah bersabda :
Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan
dan waktu luang. (HR. Bukhari no. 6412).
Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah shallallahualaihi wa Sallam bersabda,
Nikmat yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat
kelak adalah ketika dikatakan kepadanya, Bukankah Aku telah menyehatkan
badanmu serta memberimu minum dengan air yang menyegarkan?
(HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani).
Menurut Indra

Kusumah

SKL,

S.Psi dalam

bukunya Panduan

Diet

ala

Rasulullah, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan bisa


diumpamakan sebagai mahkota indah di atas kepala orang-orang sehat yang
tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.
Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola
makan yang dicontohkan Rasulullah shallallahualaihi wa sallam. Beliau
terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.
Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama
setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter
tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahualaihi wa sallam tentang
rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.

Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali sakit.
Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan
makanan kepada Rasulullah shallallahualaihi wa sallam di Madinah. Kedua,
ketika menjelang wafatnya.
Pola

makan

seringkali

dikaitkan

dengan

pengobatan

karena

makanan

merupakan penentu proses metabolisme pada tubuh kita. Pakar kesehatan


selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum
terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqoi) dan pengobatan setelah
terjangkit penyakit (at thib alilaji).
Dengan mencontoh pola makan Rasulullah shallallahualaihi wa sallam, kita
sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan
(attadawi bil ghidza).
Hal itu jauh lebih baik dan murah daripada harus berhubungan dengan obatobat kimia senyawa sintetik yang hakikatnya adalah racun, berbeda dengan
pengobatan alamiah Rasulullah shallallahualaihi wa sallam melalui makanan
dengan senyawa kimia organik.
Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat
yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
1. Di pagi hari, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam menggunakan siwak
untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan
organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan
gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
2. Di pagi hari pula Rasulullah shallallahualaihi wa sallam membuka menu
sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu
asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Quran, madu merupakan syifaa (obat)
yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan
menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau
dari

ilmu

kesehatan,

mengaktifkan

madu

usus-usus

dan

berfungsi

untuk

menyembuhkan

membersihkan
sembelit,

lambung,

wasir

dan

peradangan.
Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri.
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan
sebagainya,dari Syabi, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
Sesungguhnya Rasulullah saw menarik nafas tiga kali pada bejana bila Beliau
minum. Beliau bersabda : Cara seperti ini lebih menyenangkan dan

menimbulkan kepuasan. (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Said, dan


diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul
Warits bin Said, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang
dingin.(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Mamar, dari
Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahualaihi wa
sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa (matang). Rasulullah
shallallahualaihi wa sallam pernah bersabda, Barang siapa yang makan
tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun.
Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan
Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun
yang

tertelan

oleh

Rasulullah

shallallahualaihi

wa

sallam

kemudian

dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang


sahabat, Bisyir ibu al Barra yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal,
tetapi Rasulullah shallallahualaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.
4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak
zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti.
Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di
hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan
pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk
mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti syair sampai kenyang dua hari
berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat. (Diriwayatkan oleh Muhammad
bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya
menerima dari Muhammad bin Jafar, dari Syubah, dari Ishaq, dari
Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari `Aisyah
r.a.)
Syair,khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
dengan gandum sedangkan syair merupakan gandum yang paling rendah
mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula
dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari syair kurang baik
mutunya syair lebih dekat kepada jelai daripada gandum.
Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang
tsiqat.Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah

makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.(Diriwayatkan oleh


`Abdullah bin `Abdurrahman, dariAbdullah bin `Amr Abu Mamar-,dari
`Abdul Warits, dari Said bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari
Anas r.a.)
Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Saus yang paling enak adalah cuka.
Abdullah bin `Abdurrahman berkata : Saus yang paling enak adalah
cuka.(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah
bin`Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin
Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
Rasulullah saw bersabda : Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah
dengannya.

Sesungguhnya

ia

berasal

dari

pohon

yang

diberkahi.(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az


Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nuaim, keduanya menerima dari
Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang
bernama Atha, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)
5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran.
Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam selalu
mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir
deudanya mirip dengan sabbath dan badunis. Mungkin istilahnya cukup asing
bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran.
Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu
menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
6. Rasulullah shallallahualaihi wa sallam tidak langsung tidur setelah makan
malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi
masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya
juga bisa dengan shalat.
7. Disamping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai
Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu
campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang
makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit
gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).
Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).(Diriwayatkan
oleh Ismail bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Said, dari ayahnya yang
bersumber dari `Abdullah bin Jafar r.a.)

Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih
besar (Hirbis) Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma
(yang baru masak)(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khazai al
Bashri, dari Muawiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari
bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
8. Rasulullah shallallahualaihi wa sallam sering menyempatkan diri untuk
berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak
dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya,
Aisyah radiyallahuanha.
9. Rasulullah shallallahualaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya untuk
begadang. Hal itu yang melatari, beliau tidak menyukai berbincang-bincang
dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa
bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur
termasuk hak tubuh.
10. Pola makan Rasulullah shallallahualaihi wa sallam ternyata sangat cocok
dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh
pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).
Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok
dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh
pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yang
disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food
Combining (FC).
Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan
untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara
lain:

Jangan minum susu bersama makan daging.

Jangan makan ayam bersama minum susu.

Jangan makan ikan bersama telur.

Jangan makan ikan bersama daun salad.

Jangan minum susu bersama cuka.

Jangan makan buah bersama minum susu

Demikianlah Pola makan Rasulullah, semoga bisa diterapkan dalam kehidupan


sehari-hari. Wassalam (dp/dais)