Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat dan hidayah-Nya serta kerja keras, penyusun telah berhasil menyusun makalah ini.
Materi makalah ini adalah pembahasan mengenai Plasmid, Cosmid, Phage dan Vektor yang
merupakan tugas terstruktur dari mata kuliah Pengantar Bioteknologi.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyususan materi ini masih sangat
banyak kekuarangan. Kritik, usul, atau saran yang konstruktif sangat kami harapkan sebagai
bahan pertimbangan untuk penyempurnaannya di masa mendatang. Akhir kata, kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pihak yang ikut berpartisipasi dalam
pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Amin.

Malang, 24 Mei 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi

1.Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah


1.3 Tujuan
2.Pembahasan

4
5

2.1 Pengertian5
2.1.1 Vektor

2.1.2. Plasmid 5
2.1.3 Cosmid 6
2.1.4 Phage

2.2 Manfaat

2.3 Tahap Rekombinan DNA 8


2.4 Manfaat Mempelajari Vektor, Plasmid, Cosmid dan Phage
3.Penutup

12

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka

12

12
13

11

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semakin

berkembangnya

zaman,

membuat

pengetahuan

mengenai

penyusun tubuh manusia semakin berkembang. Dengan ditunjang teknologi yang


semakin maju membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Teknologi di
bidang sains sudah banyak dilakukan untuk upaya mensejahterakan kehidupan umat
manusia.
Penelitian mengenai biologi molekuler banyak dilakukan oleh ahli sains di
dunia. Dengan memodifikasi molekul di dalam sel, maka sifat yang ingin kita
munculkan pada suatu individu akan dapat dilakukan. Dalam penggunaanya, biologi
molekuler tidak terlepas dari pemodifikasian DNA dan isinya, hal itu disebut dengan
Rekayasa Genetika. DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik
dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan
secara seluler. DNA terdapat pada nukleus, mitikondria, dan kloroplas di setiap sel
suatu individu.
DNA memiliki struktur pilinan utas ganda yang anti pararel dengan
komponen-komponennya, yaitu gula pentosa (deoksiribosa), gugus fosfat dan
pasangan basa. Sebuah sel memiliki DNA yang merupakan materi genetik dan
bersifat herediter pada seluruh sistem kehidupan. Genom adalah set lengkap dari
materi genetik (DNA) yang dimiliki suatu organisme dan terorganisasi menjadi
kromosom.

DNA juga dapat diisolasi, baik pada manusia maupun tumbuhan. DNA

manusia dapat diisolasi melalui darah. Komponen darah yang diisolasi yaitu sel
darah putih, karena memiliki nukleus dimana terdapat DNA didalamnya.
Rekayasa genetika dapat diartikan sebagai kegiatan manipulasi gen untuk
mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan melalui
penyisipan

gen.

DNA

rekombinan

adalah

DNA

yang

urutannya

telah

direkombinasikan agar memiliki sifat-sifat atau fungsi yang kita inginkan sehingga
organisme penerimanya mengekspresikan sifat atau melakukan fungsi yang kita
inginkan. Obyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan organisme,
mulai dari bakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, hingga tumbuhtumbuhan. Dalam mempelajari tentang Rekayasa DNA, kita akan mengetahui
beberapa istilah penting yakni seperti Plasmid, Cosmid, Phage dan Vektor.

1.2 Rumusan Masalah


Apakah yang dimaksud dengan Plasmid, Cosmid, Phage dan Vektor?
Apakah peranan Plasmid, Cosmid, Phage dan Vektor dalam Bioteknologi?
Bagaimana proses Bioteknologi menggunakan Plasmid, Cosmid, Phage dan

Vektor?
Mengapa perlu mempelajari Plasmid, Cosmid, Phage dan Vektor dalam
Bioteknologi?

1.3 Tujuan
Untuk mengatahui pengertian dari Vektor, Plasmid, Cosmid, dan Phage
Untuk mengatahui peranan Vektor, Plasmid, Cosmid, dan Phage
Untuk mengetahui bagaimana proses bioteknologi menggunakan
Vektor,

Plasmid, Cosmid, dan Phage


Untuk mengatahui alasan mempelajari Vektor, Plasmid, Cosmid, dan Phage

2. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
2.1.1 Vektor
Vektor adalah molekul DNA yang berfungsi sebagai wahana atau kendaraan
yang akan membawa suatu fragmen DNA masuk ke dalam sel inang dan
memungkinkan terjadinya replikasi dan ekspresi DNA asing tersebut. Vektor yang
4

dapat digunakan pada sel inang prokariot, khususnya E.coli, adalah plasmid,
bakteriofag, kosmid dan fosmid. Sementara itu vektor YACs dan YEps dapat
digunakan pada khamir. Plasmid Ti, baculovirus, SV40 dan retrovirus merupakan
vektor-vektor yang dapat digunakan pada sel eukariot tingkat tinggi. (Kurnia, 2011)
2.1.2

Plasmid
Plasmid adalah molekul DNA sirkuler (lingkaran tertutup) yang berantai ganda

dan dapat bereplikasi sendiri di luar kromosom dan tidak mengandung gen-gen
esensial. Plasmid terdapat secara alami maupun sudah mengalami modifikasi yang
disesuaikan dengan keperluan manipulasi genetik. Plasmid terdapat pada organisme
prokariot maupun eukariot. Plasmid berukuran 1 300 kb, sehingga dapat dibedakan
dengan mudah dari kromosom bakteri yang berukuran 3000 5000 kb. Plasmid
yang terlibat dalam proses konjugasi (plasmid F) biasanya berukuran besar. Untuk
replikasi plasmid dapat berada dalam keadaan terpisah dari kromosom (nonintegratif) dan terintegrasi dalam kromosom bakteri (episom).
Menurut Kusnadi et al. (2003), Plasmid merupakan materi genetik di luar
kromosom (ekstra kromosomal). Tersebar luas dalam populasi bakteri.Terdiri dari
beberapa 100 kpb, beratnya 1-3 % dari kromosom bakteri. Berada bebas dalam
sitoplasma bakteri. Kadang-kadang dapat bersatu dengan kromosom bakteri. Dapat
berpindah dan dipindahkan dari satu spesies ke spesies lain.Jumlahnya dapat
mencapai 30 atau dapat bertambah karena mutasi.

Macam macam Plasmid


Wang et al (2009) menyatakan bahwa plasmid diklasifikasikan menjadi 3

yaitu

F plasmid, colicinogenic (Col) plasmid dan R plasmid . Pengklasifikasian

plasmid dapat dilakukan dengan berbagai cara salah atunya dengan melihat
mekanisme replikasinya. Jika dilihat dari mekanisme replikasi, Plasmid dapat dibagi
menjadi rolling-circle replicating (RCR) plasmid, theta replicating plasmid, dan
plasmid yang menggunakan mekanisme perpindahan untaian saat bereplikasi.
Menurut Kusnadi et al. (2003), macam Plasmid yakni Pili F dan I. Dua macam
pili yang disebut, pili F dan I, diketahui terlibat dalam transfer plasmid dari sel ke sel.
Dua kelompok faga RNA diketahui menginfeksi sel yang membawa plasmid yang
dapat dipindahkan. Faga ini dapat digunakan untuk melihat adanya pili F dan I pada
sel. Dua macam pili ini dapat juga dibedakan secara imunologi. Pili F dilibatkan
dalam transfer faktor F dan beberapa plasmid resisten-antibiotik. Pili F juga terdapat

pada sel Hfr. Pili I dilibatkan dalam transfer plasmid resisten-antibiotik, plasmid yang
menentukan-colicin, dan lainnya.
Menurut Anam (2009) Plasmid dapat dikelompokkan berdasarkan sifat yang

disandi oleh gen yang dikandungnya, yaitu : (i) Plasmid F (fertilitas) membawa gen
tra, yang bertanggung jawab terhadap proses konjugasi; (ii) Plasmid R (resistensi)
mengandung gen resistensi terhadap antibiotic atau logam berat; dan (iii) Plasmid
yang mengandung gen penyandi toksin dan bakteriosin seperti ColE1 dari E.coli; (iv)
Plasmid degradatif yang mempunyai kemampuan untuk melakukan metabolisme
molekul organic seperti toluene (TOL dari Pseudomonas putida); (v) Plasmid
virulensi yang bertanggung jawab terhadap patogenitas dari sel inang (pTi pada
Agrobacterium tumefaciens).
2.1.3

Cosmid
Cosmid merupakan vektor yang dikonstruksi dengan menggunakan kos dari
DNA lamdha dengan plasmid. Kemampuannya untuk membawa fragmen DNA
sepanjang 32 hingga 47 kb menjadikan kosmid lebih menguntungkan daripada fag
dan plasmid. (Kurnia, 2011)
Cosmid termasuk yang didominasi oleh plasmid pada bakteri oriV, sebuah
antibiotik yang menandai seleksi, dan tempat terjadinya cloning, tapi hanya
membawa satu atau paling banyak dua, karena berasal dari bacteriophage lambda.
Cosmid merupakan vektor yang dikonstruksi dengan menggabungkan kos dari DNA l
dengan plasmid. (Amadea dan Bethary, 2012)

2.1.4

Phage
Amadea dan Bethary (2012), menyatakan bahwa Bakteriofag atau fage

adalah virus yang sel inangnya berupa bakteri. Dengan daur hidupnya yang bersifat
litik atau lisogenik, bakteriofag dapat digunakan sebagai vektor kloning pada sel
inang bakteri. Bacteriophage ini dapat dengan mudah untuk bereplikasi serta
dimanupulasi saat di laboratorium. Bacteriophage juga mempunyai fragmens sekitar
lima ribu pasang basa.
Terdapat berbagai macam bacteriophage, salah satunya adalah bakteriofag l.
Bakteriofage adalah virus yang menginfeksi bakteri. Penggunaan fag untuk
pengendalian penyakit merupakan daerah berkembang cepat perlindungan tanaman
dengan potensi besar untuk menggantikan kontro l kimia dan sekarang lazim. Fag
dapat digunakan secara efektif sebagai bagian dari strategi manajemen penyakit
terpadu. (Widadi et al 2013)
2.2 Manfaat

Plasmid
Pada beberapa spesies mikroorganisme, plasmid didalam tubuhnya berisi
gen penting yang memiliki fungsi khusus antara lain :
a. Rhizobium spp berperan dalam fiksasi nitrogen
b. Streptococcus (grup N) berperan dalam penggunaan laktosa, sistem galaktose
c. fosfotransferase, metabolisme sitrat.
d. Rhodospirillum rubrum berperan dalam sintesis pigmen fotosintesis
e. Escherichia coli berfungsi dalam pengambilan dan metabolisme sukrosa,
f.

ambilan sitrat
Pseudomonas spp berfungsi dalam degradasi kamfor, toluena, oktana, asam

salisilat
g. Bacillus stearothermophilus berfungsi menghasilkan enzim a-amilase
h. Alcaligenes eutrophus berperan dalam penggunaan H2 sebagai energi oksidasi
Cosmid
Cosmid berguna untuk pemasukan/pegumpulan kromosom ke dalam
kepala fag dan memanfaatkan pula urut-urutan (bagian tengah cosmid) untuk fungsi
resistensi terhadap antibiotik serta replikasi. Kemampuannya untuk membawa
fragmen DNA sepanjang 32 hingga 47 kb menjadikan cosmid lebih menguntungkan
daripada fag l dan plasmid.
Phage
7

Phage digunakan untuk konstruksi pada kloning gen. Bakteriofag atau fag l
merupakan virus kompleks yang menginfeksi bakteri Escherichia coli. Kita dapat
memanfaatkannya

sebagai

vektor

kloning

semenjak

masa-masa

awal

perkembangan rekayasa genetika. DNA l yang diisolasi dari partikel fag ini
mempunyai konformasi linier untai ganda dengan panjang 48,5 kb. Namun, masingmasing ujung fosfatnya berupa untai tunggal sepanjang 12 pb yang komplementer
satu sama lain sehingga memungkinkan DNA l untuk berubah konformasinya
menjadi sirkuler. Dalam bentuk sirkuler, tempat bergabungnya kedua untai tunggal
sepanjang 12 pb tersebut dinamakan kos.Seluruh urutan basa DNA l telah
diketahui. Secara alami terdapat lebih dari satu tempat pengenalan restriksi untuk
setiap enzim restriksi yang biasa digunakan. Oleh karena itu, DNA l tipe alami tidak
cocok untuk digunakan sebagai vektor kloning.
2.3 Tahap DNA Rekombinan
Saat mempelajari tentang DNA rekombinan, kita harus mengetahui
bagaimana tahap membuat DNA rekombinan.
Transfer DNA atau perpindahan DNA atau perpindahan DNA ke dalam bakteri dapat

melalui tiga cara, yaitu konjugasi,transformasi, dan transduksi.


a) Konjugasi
Konjugasi merupakan perpindahan DNA dari satu sel (sel donor) ke dalam sel
bakteri lainnya (sel resepien) melalui kontak fisik antara kedua sel. Sel donor
memasukkan sebagian DNA-nya ke dalam sel resepien. Transfer DNA ini melalui
pili seks yang dimiliki oleh sel donor. Sel resepien tidak memiliki pili seks. DNA dari
sel resepie berpindah ke sel resipien secara replikatif sehingga setelah proses ini
selesai, sel jantan tidak kehilangan DNA. Ke dua sel tidak mengalami peningkatan
jumlah sel dan tidak dihasilkan sel anak. Oleh karena itu, proses konjugasi disebut
juga sebagai proses atau mekanisme seksual yang tidak reproduktif.

b) Transformasi
Transformasi merupakan pengambilan DNA oleh bakteri dari lingkungan di
sekelilingnya. DNA yang berada di sekitar bakteri (DNA asing) dapat berupa
potongan DNA atau fragmen DNA yang berasal dari sel bakteri yang lain atau
organisme yang lain. Masuknya DNA dari lingkungan ke dalam sel bakteri ini dapat
terjadi secara alami.

c) Transduksi
Transduksi adalah cara pemindahan DNA dari satu sel ke dalam sel lainnya
melalui perantaraan bakteriofage. Beberapa jenis virus berkembang biak di dalam
sel bakteri. Virus-virus yang inangnya adalah bakteri sering disebut bakteriofag atau
fage. Ketika virus menginfeksi bakteri, fage memasukkan DNA-nya ke dalam sel
bakteri. DNA tersebut kemudian akan bereplikasi di dalam sel bakteri atau
berintegrasi dengan kromosom baketri. DNA fage yang dikemas ketika membentuk
partikel fage baru akan membawa sebagian DNA bakteri yang menjadi inangnya.
Selanjutnya jika fage tersebut menginfeksi bakteri yang lain, maka fage akan
memasukkan DNAnya yang sebagian mengandung DNA sel inang sebelumnya.
Jadi, secara alami fage memindahkan DNA dari satu sle bakteri ke bakteri yang
lain.

Perangkat teknologi DNA rekombinan


Adapun perangkat yang digunakan dalam teknik DNA rekombinan diantaranya

enzim restriksi untuk memotong DNA,enzim ligase untuk menyambung DNA dan
vektor untuk menyambung dan mengklonkan gen di dalam sel hidup, transposon
sebagai alat untuk melakukan mutagenesis dan untuk menyisipkan penanda,
pustaka genom untuk menyimpan gen atau fragmen DNA yang telah diklonkan,
enzim transkripsi balik untuk membuat DNA berdasarkan RNA, pelacak DNA atau
RNA untuk mendeteksi gen atau fragmen DNA yang diinginkan atau untuk
mendeteksi klon yang benar. Vektor yang sering digunakan diantarnya plasmid,
kosmid dan bakteriofag.

2.4 Manfaat mempelajari Vektor (Plasmid, Cosmid, Phage)


Mempelajari menganai Vektor (Plasmid, Cosmid, Phage) pada mata kuliah
bioteknologi sangat penting. Bioteknologi pada dasarnya ilmu yang mempelajari
tentang penerapan teknologi menggunkan makhluk hidup sebagai pelaku utamanya.
Bioteknologi modern sudah merambah ke dalam molekul yang berada didalam tubuh
makhluk hidup. Penggunaan molekul DNA disebut dengan rekaysa genetik. Dalam
rekayasa genetik yang menggunakan molekul DNA, kita harus mengetahui
bagaimana car menyisipkan gen dari DNA satu dengan lainnya yaitu melalui
perantara vektor (plasmid, cosmid, dan phage). Oleh karena itu kita harus
mempelajari tentang vektor karena bioteknologi modern erat hubunganya dengan
vektor (plasmid, cosmid, dan phage).

10

3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Rekayasa genetika dapat diartikan sebagai kegiatan manipulasi gen untuk
mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan melalui

penyisipan gen
Vektor adalah molekul DNA yang berfungsi sebagai wahana atau kendaraan
yang akan membawa suatu fragmen DNA masuk ke dalam sel inang dan

memungkinkan terjadinya replikasi dan ekspresi DNA asing tersebut


Plasmid adalah molekul DNA sirkuler (lingkaran tertutup) yang berantai ganda
dan dapat bereplikasi sendiri di luar kromosom dan tidak mengandung gen-

gen esensial
Cosmid merupakan vektor yang dikonstruksi dengan menggunakan kos dari
DNA lamdha dengan plasmid

11

Bakteriofag atau fage adalah virus yang sel inangnya berupa bakteri. Dengan
daur hidupnya yang bersifat litik atau lisogenik, bakteriofag dapat digunakan

sebagai vektor kloning pada sel inang bakteri


Dalam rekayasa genetik yang menggunakan molekul DNA, kita harus
mengetahui bagaimana cara menyisipkan gen dari DNA satu dengan lainnya
yaitu melalui perantara vektor (plasmid, cosmid, dan phage)

3.2 Saran
Sebaiknya materi tentang vector, plasmid, cosmid dan phage diberikan lebih
cukup dan padat, agar mahasiswa lebih memahami materi.

DAFTAR PUSTAKA
Amadea, E. R dan Bethary K. 2012. Tugas Bioteknologi Farmasi.
Anam, K. 2009. DNA Rekombinasi. Bioteknologi. IPB ; Bogor.
Kurnia, A. 2011. Dasar Teknologi DNA Rekombinan. Universitas Indonesia.
Kusnadi., Peristiwati., Ammy, S., Widi P dan Diana, R.2003. Mikrobiologi. UI.
Rifai, M. 2011. Modul Genetika.
Whang, Zhijun., Li jin., Zhenghong Yuan.2009. Classification of plasmid vectors using
replication origin, selection marker and promoter as criteria. Plasmid.

12