Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di abad 21 ini perkembangan dunia teknologi sudah sangat berkembang pesat terutama
dalam dunia IT (Information Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada
perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena
efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Teknologi
Informasi dan Komunikasi ( TIK ) akan berperan besar dalam meningkatkan layanan
kesehatan warga dunia. Akselerasi penggunaan TIK dalam dunia kesehatan semakin
meningkat dan mudah dengan adanya partisipasi Google Inc yang mulai menyediakan
layanan Medical Record Service.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Penerapan Teknologi Informasi Komunikasi di Bidang Kesehatan?
2. Bagaimana aplikasi IT dalam bidang kesehatan?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Penerapan Teknologi Informasi Komunikasi di Bidang Kesehatan
2. Untuk mengetahui aplikasi IT di bidang kesehatan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Penerapan Teknologi Informasi Komunikasi di Bidang Kesehatan


Perkembangan teknologi computer (informasi) yang begitu pesat telah merambah ke
berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan
bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi komputer relatif
tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah
satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru
dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal
sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih
merupakan bagian kecil.
Teknologi informasi dan komunikasi komputer saat ini adalah bagian penting dalam
manajemen informasi. Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat
(kurang lebih 750.000 artikel terbaru di jurnal kedokteran dipublikasikan tiap tahun), dokter
akan cepat tertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengudapte
perkembangan terbaru. Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi
informasi, TI mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak dari caracara manual. Konvergensi dengan teknologi komunikasi juga memungkinkan data kesehatan
di-share secara mudah dan cepat.
Pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi computer (TIK),
atau yang biasa disebut sebagai e-Health, tengah mendapat banyak perhatian dunia. Terutama
disebabkan oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu meningkatkan kualitas kehidupan
manusia. Pengertian e-Health sendiri secara luas dapat bermakna bidang pengetahuan baru
yang merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha, berkaitan
dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dipertukarkan atau ditingkatkan melalui
saluran internet dan teknologi berkaitan dengannya (Gunter Eysenbach, J Med Internet Res
2001; 3(2): e20). Dalam pengertian lebih luas, e-Health dapat diartikan sebagai tidak hanya
pengembangan teknologi pelayanan kesehatan, namun juga mencakup pengembangan sikap,
perilaku, komitmen, dan tata cara berpikir untuk mengembangkan pelayanan kesehatan
dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Mengapa e-Health perlu dilaksanakan? Di seluruh dunia, terjadi peningkatan biaya
pelayanan kesehatan. Banyak orang tidak mendapat kesempatan bagi pelayanan kesehatan
yang lebih baik. Catatan kesehatan yang masih mengandalkan dokumen kertas banyak
menimbulkan kesalahan dan mengurangi produktivitas layanan. Mengembangkan layanan eHealth akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk

mencapai hal tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak
untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui
batasan fisik dan waktu. Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu
pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan
lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien
kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa
kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan
memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan
dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada
pasien dengan lebih cepat.
Pemberi layanan jasa kesehatan, seperti dokter dan rumah sakit, juga dapat
mengembangkan layanan jasa kesehatan berbasis internet. Program Dokter Keluarga yang
tengah diperkenalkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) misalnya; berupaya untuk
mengembangkan konsep dokter sebagai pengelola data kesehatan masyarakat. Tujuan
program dokter keluarga adalah memberikan peranan lebih besar kepada dokter untuk
menjaga kesehatan masyarakat, ketimbang untuk mengobati. Dengan memanfaatkan basis
data kesehatan masyarakat yang dilayaninya, seorang dokter keluarga dapat menentukan
program kesehatan apa yang paling tepat untuk masyakarat tersebut. Karena dengan
melakukan analisa data kesehatan masyakarat, dapat diketahui pola dan kecenderungan
penyakit yang mungkin terjadi dan dapat dilakukan analisa sebab dan akibat. Untuk itulah
dalam program dokter keluarga, komputer dikatakan sebagai stetoskop kedua para dokter.
Peranan komputer dalam mengelola dan melakukan pertukaran data kesehatan
melalui internet menjadi sangat vital dalam menyelenggarakan e-Health. Karena data
kesehatan tidak hanya berupa teks, bahkan bisa merupakan data gambar, suara, dan
multimedia lainnya. Pertukaran jasa layanan kesehatan melalui internet juga harus didukung
oleh infrastruktur komunikasi pita lebar. Sekali lagi alasannya karena data yang dipertukarkan
tidak hanya berupa teks, tetapi berupa data multimedia.
Pada akhirnya, pelayanan jasa kesehatan dengan TIK, atau e-Health memerlukan
komitmen dari penyelenggara jasa kesehatan untuk melakukan modernisasi dari perangkat
dan infrastruktur yang digunakannya. Dalam tahapan awal, memang hal tersebut akan
merupakan investasi dari sisi biaya, namun dalam tahapan berkelanjutan, penerapan e-Health
akan memberikan keuntungan dari penghematan biaya-biaya.
B. Aplikasi IT dalam Bidang Kesehatan
1. Rekam medis berbasis komputer (Computer based patient record)

Salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi di
rumah sakit adalah penerapan rekam medis medis berbasis komputer. Dalam laporan
resminya, Intitute of Medicine mencatat bahwa hingga saat ini masih sedikit bukti yang
menunjukkan keberhasilan penerapan rekam medis berbasis komputer secara utuh,
komprehensif dan dapat dijadikan data model bagi rumah sakit lainnya
Pengertian rekam medis berbasis komputer bervariasi, akan tetapi, secara prinsip adalah
penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event
dalam manajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan
menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan
dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan
laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap
biasanya

disertai

dengan

fasilitas sistem

pendukung

keputusan (SPK)

yang

memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi agar dokter
maupun klinisi dapat mematuhi protokol klinik.
2. CAT (Computerized Axial Tomography)
Penggunaan komputer dalam dunia kedokteran ditandai dengan penggunaan system
CAT (Computerized Axial Tomography) pertama kali tahun 1973 untuk membuat
gambar otak. Sekarang CAT digunakan untuk mengambil seluruh organ tubuh yang
lainnya.Sistem CAT (Computerized Axial Tomography) untuk menggambar struktur
otak dan mengambil gambar seluruh organ tubuh yang tidak bergerak dengan
menggunakan sinar-X. Sedangkan untuk yang bergerak menggunakan sistem DSR
(Dynamic Spatial Reconstructor), yaitu melihat gambar dari berbagai sudut organ
tubuh. SPECT (Single Photon Emission Computer Tomography), merupakan sistem
komputer yang mempergunakan gas radiokatif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh
yang ditampilkan dalam bentu gambar. Bentuk lain adalah PET (Position Emission
Tomography) juga merupakan sistem komputer yang menampilkan gambar yang
mempergunakan isotop radioaktif. Selain itu NMR (Nuclear Magnetic Resonance),
yaitu teknik mendiagnosa dengan cara memagnetikkan nucleus (pusat atom) dari atom
hydrogen. Saat ini telah ada temuan baru yaitu komputer DNA, yang mampu
mendiagnosis penyakit sekaligus memberi obat.
3. USG
(ultrasonografi) juga merupakan aplikasi teknologi bidang kesehatan. USG adalah
sebuah teknik diagnostic menggunakan suara ultra yang digunakan memeriksa atau
melihat organ-organ dalam. Dalam kasus kehamilan, USG digunakan oleh dokter
spesialis kandungan untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari

persalinan, sementara dalam dunia kedokteran secara luas, USG digunakan sebagai alat
bantu untuk melakukan diagnosa pada bagian tubuh yang terdiri dari cairan.

Alat USG
4. Rontgen
Rontgen juga biasa digunakan untuk memeriksa bagian-bagian yang perlu didiagnosa
penyakitnya, misalnya pada bagian kepala, sinus, tulang, paru-paru, juga gigi.
Rontgen menggunakan sinar X dan digunakan untuk mendeteksi kelainan-kelainan
yang ada pada organ-organ tubuh bagian dalam, baik anak maupun dewasa.

Alat Rontgen
5. Telemedika (telemedicine)
berfungsi sebagai media penyampaian pelayanan kesehatan melalui jarak jauh.
Telemedicine ini mulai banyak digunakan di berbagai negara karena kemudahannya
dalam menyampaikan informasi kesehatan dari para ahli kesehatan pada pasien. Dokter
tidak lagi harus bertemu pasien untuk berkomunikasi dan mendiagnosa suatu penyakit.
Pasien juga tidak harus datang ke klinik atau rumah sakit untuk berkonsultasi dengan
dokternya. Komunikasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih luas antara
sesama dokter, sesama pasien, maupun dokter dengan pasien dimanapun mereka
berada.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Penerapan Teknologi Informasi Komunikasi di bidang kesehatan sangat membantu
petugas medis dalam memberikan pelayanan di rumah sakit. Pelayanan jasa kesehatan
dengan TIK, atau e-Health memerlukan komitmen dari penyelenggara jasa kesehatan untuk

melakukan modernisasi dari perangkat dan infrastruktur yang digunakannya. Dalam tahapan
awal, memang hal tersebut akan merupakan investasi dari sisi biaya, namun dalam tahapan
berkelanjutan, penerapan e-Health akan memberikan keuntungan dari penghematan biayabiaya.
Adapun Aplikasi IT di bidang kesehatan diantaranya adalah, Rekam medis berbasis
komputer (Computer based patient record), CAT (Computerized Axial Tomography), USG
(ultrasonografi), Rontgen, Telemedika (telemedicine).
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
http://penerapantikkesehatan.blogspot.co.id/